Anda di halaman 1dari 7

CONTOH LEGAL MEMORANDUM

( LEGAL MEMO) 2

10 Votes

Tugas Mata Kuliah


KEJAHATAN TERHADAP HARTA KEKAYAAN dan PEMALSUAN
Guna Memenuhi Nilai Tugas Terstruktur II

Oleh :
LOVETYA

Departemen Pendidikan Nasional


Universitas Brawijaya
Fakultas Hukum
Malang
2006

LEGAL MEMORANDUM

A. KEPALA LEGAL MEMORANDUM (HEADING)


Kepada

: Gudit Hartoto dan Pandan Sari

Dari

: LOVETYA

Pokok Masalah

: Kasus Penggunaan Kartu Kredit Palsu Pemalsuan surat


yang diperberat

Para Pihak

: Gudit Hartoto dan Pandan Sari (tersangka)

Tanggal

: 19 Desember 2006

Perihal

: Tinjauan Yuridis Kasus Penggunaan Kartu Kredit Palsu


Pemalsuan surat yang diperberat

B. PERMASALAHAN HUKUM (LEGAL ISSUES)


Dari kasus Penggunaan Kartu Kredit palsu oleh Tersangka, permasalahan hukum yang muncul adalah:
Apakah tersangka dapat dituntut dengan pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan surat pada umumnya,
ataukah dituntut dengan pasal 264 KUHP tentang Pemalsuan surat yang diperberat?

C. JAWABAN SINGKAT (BRIEF ANSWER):


Dari kronologis peristiwa yang telah terjadi, Tersangka berfoya foya menghabiskan 25 juta rupiah untuk
berbelanja di Mall Vinco Tanggerang dan toko buah di Serpong dengan menggunakan kartu kredit palsu BCA,
HSBC, ANZ, dan Lippo Bank yang dibeli dari seseorang, maka tersangka dapat dituntut dengan pasal 264
KUHP tentang Pemalsuan surat yang diperberat.

D. PERNYATAAN FAKTA-FAKTA (STETEMENT OF FACTS)


Telah terjadi Pembelanjaan senilai 25 juta rupiah di Mall Vinco Tanggerang dan Toko Buah Serpong yang

dilakukan oleh Gudit Hartono dan Pandansari istrinya.


Tersangka (Gudit Hartono dan Istrinya) berbelanja di Mall Vinco Tanggerang dan Toko Buah Serpong

dengan menggunakan kartu kredit palsu.


Dari keterangan saksi yang diperoleh, yaitu Kasir pada supermarket SuperIndo, bahwa kartu kredit yang

E.

dipergunakan oleh tersangka berkali-kali ditolak approvalnya, karena curiga, kasir tersebut kemudian
melapor pada manajernya, selanjutnya manajer menelepon Pihak Kepolisian dan bank HSBC sebagai issuer
kartu kredit..
Dari tersangka polisi menyita 10 lembar kartu kredit palsu dari BCA, HSBC, ANZ dan Lippo Bank.
Dari keterangan tersangka kepada pihak Kepolisian, tersangka mengaku membeli
kartu kredit tersebut dari seseorang seharga 3 juta rupiah per lembar.
Tersangka mengakui seluruh perbuatan yang dilakukannya.
ANALISA (ANALYSIS)

Apakah tersangka dapat dituntut dengan pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan surat pada umumnya,
ataukah dituntut dengan pasal 264 KUHP tentang Pemalsuan surat yang diperberat?
Bunyi pasal 263 KUHP adalah:
(1) Barang siapa membuat secara tidak benar atau memalsu surat yang dapat
menimbulkan sesuatu hak, perikatan ataupembebasan hutang, atau yang
diperuntukkan sebagai bukti dari sesuatu hal, dengan maksud untuk memakai
atau menyuruh orang lain pakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak
dipalsu, diancam, jika pemakaian tersebut telah menimbulkan kerugian, karena
pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.
(2) Dipidana dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai
surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah asli, jika pemakaian surat itu dapat
menimbulkan kerugian.
Dari rumusan pasal tersebut, unsur-unsur pasal 263 KUHP adalah:
Ayat ke -1:
1. Unsur objektif :
a.

Perbuatan

: a. membuat palsu;
b. memalsu;

b.

c.
2.

Objeknya

: yakni surat :

a.

Yang dapat menimbulkan suatu hak

b.

Yang dapat menimbulkan suatu perikatan

c.

Yang dapat menimbulkan suatu pembebasan hutang

d.

Yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal

dapat menimbulkan akibat kerugian dari pemakaian surat tersebut

Unsur Subyektif : dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai seolah olah isinya
benar atau tidak dipalsu.

Ayat ke -2 :
1.

Unsur objektif :
a.

Perbuatan

b.

Objeknya

: memakai;
: a. surat palsu;
b. surat yang dipalsukan

c.
2.

pemakaian surat tersebut dapat menimbulkan kerugian;

Unsur Subyektif : dengan sengaja.

Surat (geschrift) adalah suatu lembaran kertas yang diatasnya terdapat tulisan yang terdiri dari kalimat dan
huruf termasuk angka yang mengandung/berisi buah pikiran atau makna tertentu, yang dapat berupa tulisan dengan
tangan, mesin ketik, printer computer, dengan mesin cetakan dan dengan alat dan cara apapun.

Sedangkan bunyi dari pasal 264 KUHP adalah:


(1) Pemalsuan surat diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun,
jika dilakukan terhadap:
1.

akta-akta otentik;

2.

surat hutang atau sertifikat hutang dari suatu negara atau bagiannya
ataupun dari suatu lembaga umum;

3.

surat sero atau surat hutang atau sertifikat sero atau hutang dari suatu
perkumpulan, yayasan, perseroan atau maskapai;

4.

talon, tanda bukti deviden atau bunga dari salah satu surat yang
diterangkan dalam 2 dan 3, atau tanda bukti yang dikeluarkan sebagai
pengganti surat surat itu;

5.

surat kredit atau surat dagang yang diperuntukkan untuk diedarkan;

(2) Dipidana dengan pidana yang sama barangsiapa dengan sengaja memakai surat tersebut dalam
ayat pertama, yang isinya tidak asli atau dipalsukan seolah-olah benar dan tidak dipalsu, jika
pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian.
Dari rumusan pasal tersebut, unsur-unsur pasal 264 KUHP adalah:
Ayat ke -2:
1.

Semua Unsur baik obyektif maupun Subyektif pasal 263

2.

Unsur unsur khusus pemberatnya ( bersifat alternative ) beerupa obyek surat surat tertentu, ialah :
a.

Akta akta otentik

b.

surat hutang atau sertifikat hutang dari:

c.

1)

suatu negara

2)

bagian negara

3)

suatu lembaga umum

1) surat sero
2) surat hutang dari suatu perkumpulan
3) surat hutang dari suatu yayasan
4) surat hutang dari suatu perseroan
5) surat hutang dari suatu maskapai

d.

1) talon, tanda bukti deviden atau tanda bukti bunga dari surat surat pada
butir b dan c diatas
2) tanda bukti yang dikeluarkan sebagai pengganti surat surat itu

e.

1) surat surat kredit


2) surat dagang yang diperuntukkan untuk diedarkan

Dari rumusan pasal tersebut, unsur-unsur pasal 264 KUHP adalah:


Ayat ke -2:
1. Unsur objektif :

2.

a. Perbuatan

: memakai;

b.

Objeknya

: surat surat tersebut pada ayat 1;

c.

pemakaian itu seolah olah isinya benar dan tidak dipalsu

Unsur Subyektif : dengan sengaja


Pemalsuan surat yang diperberat mengandung Pemalsuan surat pada umumnya, sehingga semua unsur

dalam pasal 263 KUHP, terdapat juga pada pasal 264 KUHP. Yang membedakan kedua pasal ini hanya terletak
pada adanya rumusan macam surat dan surat yang mengandung kepercayaan yang lebih besar akan kebenaran
isinya pada pasal 264 KUHP. Kartu kredit yang digunakan tersangka untuk berfoya foya dan berbelanja telah
memenuhi unsur unsur Pemalsuan surat yang diperberat, karena kartu kredit sebagaimana diatur oleh pasal
264 KUHP termasuk di dalam surat surat kredit yang dikeluarkan oleh Bank, yang dibuat dalam
bentuk kartu sehingga memudahkan nasabah dalam bertransaksi.
Perbuatan tersangka memenuhi unsur kesalahan yang terdapat dalam pasal 263 KUHP seolah-olah
isinya benar dan tidak dipalsu yang mengandung makna :
1)

Adanya orang orang yang terpedaya dengan digunakannya surat surat


yang demikian,

2)

Surat itu berupa alat yang digunakan untuk memperdaya orang

Yakni memperdaya Para Pelaku Usaha di Mall Vinco Tanggerang, Toko Buah di Serpong, dan Pihak
Bank dengan menggunakan kartu kredit palsu
Unsur lainnya yang terpenuhi adalah jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan
kerugian, yaitu kerugian Para Pelaku Usaha di Mall Vinco Tanggerang, Toko Buah di Serpong, dan pihak Bank
yang mendapat kerugian karena Transaksi dari Tersangka sebesar 25 juta rupiah
Dari uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tersangka dapat dituntut dengan pasal 364 KUHP
tentang Pemalsuan surat yang diperberat.
F. KESIMPULAN (CONCLUSION)

Dari seluruh uraian teori dan analisa di atas kasus ini telah memenuhi semua unsur pada pasal 364
KUHP, yaitu:
2.

Semua Unsur baik obyektif maupun Subyektif pasal 263

2.

Unsur unsur khusus pemberatnya ( bersifat alternative ) beerupa obyek surat surat tertentu, ialah :
a.

Akta akta otentik

b.

surat hutang atau sertifikat hutang

c.

1) surat sero
2) surat hutang dari suatu perkumpulan
3) surat hutang dari suatu yayasan
4) surat hutang dari suatu perseroan
5) surat hutang dari suatu maskapai

d.

1) talon, tanda bukti deviden atau tanda bukti bunga dari surat surat pada
butir b dan c diatas
2) tanda bukti yang dikeluarkan sebagai pengganti surat surat itu

e.

1) surat surat kredit


2) surat dagang yang diperuntukkan untuk diedarkan

Dari rumusan pasal tersebut, unsur-unsur pasal 264 KUHP adalah:


Ayat ke -2:
1. Unsur objektif :
c. Perbuatan

: memakai; yaitu memakai kartu kredit palsu untuk berbelanja

d.

: surat surat tersebut pada ayat 1; yaitu surat surat kredit yang

Objeknya

dikeluarkan oleh Bank


c.
2.

pemakaian itu seolah olah isinya benar dan tidak dipalsu

Unsur Subyektif : dengan sengaja; memakai kartu kredit palsu yang sebelumnya sudah diketahui oleh
tersangka

G. SARAN (RECOMMENDATION)
Setelah mengetahui kronologis peristiwa yang diungkapkan dari keterangan saksi maupun dari
keterangan tersangka kepada pihak kepolisian maka Jaksa Penuntut umum pada kasus ini diharapkan menuntut
tersangka dengan pasal 264 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama delapan tahun.

Chazawi, Adami, Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa. Rejawali Pers. Jakarta. 2002.
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
About these ads