Anda di halaman 1dari 13

TUGAS KELOMPOK

TEKNIK-TEKNIK PERENCANAAN STRATEGIK (TPS)

Dosen :
Dr. Ir. Arief Daryanto, MEc (Koordinator)
Ir. Setiadi Djohar, MSM, DBA
Dr. Ir. Agus Maulana, MSM

Perencanaan Strategik

Studi Kasus pada PT Unilever Indonesia


Model Bisnis, Visi, Misi dan Harapan Stakeholder

Disusun Oleh
KELOMPOK 5
1. Amirullah Muh. Amir (P056163901.56)
2. Rahmidiansari (P056164151.56)
3. Sifna Audia Qalbi (P056164191.56)

PROGRAM PASCASARJANA
SEKOLAH BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Kelompok

yang berjudul Perencanaan Strategik Studi Kasus pada PT Unilever Indonesia :


Model Bisnis, Visi, Misi dan Harapan Stakeholder sebagai Tugas Mata Kuliah TeknikTeknik Perencanaan Strategik (TPS). Kami mencoba menerapkan materi-materi yang
diberikan pada perkuliahan serta beberapa literatur dan informasi lainnya yang berkaitan
dengan permasalahan yang kami bahas pada tugas ini sebagai dasar analisis. Tak lupa
kami mengucapkan banyak terima kasih khususnya kepada staf dosen pengajar dan
beberapa pihak lainnya yang telah turut berperan serta membantu dalam penyelesaian
tugas ini.
Kami sangat berharap tugas ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai perencanaan strategik suatu organisasi atau
perusahaan. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa pada tugas ini terdapat beberapa
kekurangan yang tentunya masih memerlukan penyempurnaan. Oleh sebab itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan yang membangun demi perbaikan pada tugastugas kami di masa yang akan datang.
Pada akhirnya, semoga tugas kelompok ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya dan dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang lain. Kami juga
memohon maaf atas setiap kesalahan baik dalam penulisan kata-kata yang kurang
berkenan maupun kesalahan-kesalahan lainnya.
Bogor, November 2016
Penulis

DAFTAR ISI
Cover...............................................................................................................................1
Kata Pengantar................................................................................................................2
Daftar Isi..........................................................................................................................3
BAB I Pendahuluan.........................................................................................................4
I.1 Latar Belakang.....................................................................................................4
I.2 Tujuan..................................................................................................................5
BAB II Pembahasan........................................................................................................6
II. 1 Profil PT Unilever Indonesia ............................................................................6
II. 2 Model Bisnis PT Unilever Indonesia ................................................................7
II. 3 Pernyataan Visi dan Misi PT Unilever Indonesia..............................................8
II. 4 Harapan Stakeholder PT Unilever Indonesia..................................................10
BAB III Penutup............................................................................................................12
III. 1 Kesimpulan ....................................................................................................12
III. 2 Saran ..............................................................................................................12
Daftar Pustaka...............................................................................................................13

BAB I
PENDAHULUAN
I.1

Latar Belakang
Dalam era persaingan usaha yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap
pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam persaingan pasar akan
3

memberikan perhatian penuh pada strategi yang dijalankannya yang dimulai dari
perencanaan strategik hingga implementasinya. Produk-produk yang dipasarkan
dibuat melalui suatu proses yang berkualitas akan memiliki sejumlah
keistimewaan yang mampu meningkatkan kepuasan konsumen atas penggunaan
produk tersebut. Dengan demikian pelanggan mau dan rela untuk kembali
menikmati apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan menjadi pelanggan yang
setia bagi perusahaan.
PT Unilever Indonesia, yang berdiri pada 5 Desember 1933, telah tumbuh
hingga saat ini menjadi salah satu perseroan terdepan untuk kategori Fast Moving
Consumer Goods di Indonesia. PT. Unilever memberikan produk-produk yang
berkualitas yang dapat diterima oleh masyarakat kalangan atas maupun bawah,
dengan penjualan yang semakin tahun semakin meningkat Unilever berhasil
menjadi yang terbaik di Indonesia maupun di luar negeri. PT Unilever merupakan
perusahaan multinasional yang memproduksi produk-produk kebutuhan
konsumen.
Pada awalnya PT Unilever bermarkas di Rotherrdam, Belanda. Pada tahun
1933 didirikan PT Unilever Indonesia Tbk dan telah berhasil menjadi market
leader untuk kategori produk-produk perawatan rumah dan tubuh. PT Unilever
Indonesia unggul dengan brand-brand andalannya dalam kategori personal care
product seperti Sunslik, Lifebuoy, Dove untuk perawatan rambut, produk
perawatan wajah seperti; Ponds, Citra dan Vaseline. Produk perawatan tubuh dan
gigi, seperti Lux, Lifebouy, Pepsodent serta parfum dan deodorant seperti Axe dan
Rexona. Unilever juga unggul untuk brand-brand home care product-nya seperti
Rinso, Molto dan Sunlight. Keseluruhan home and care product ini merupakan
total penjualan terbanyak dari PT Unilever Indonesia. Sedangkan penjualan
lainnya didapat dari food and ice cream product, seperti Sari Wangi, Blue Band,
Royco, Buavita, Bango dan Walls.
Kesuksesan Unilever tidak terlepas dari beberapa tujuan utama, salah
satunya adalah pendekatan banyak stakeholder. Artinya, perusahaan melakukan
pendekatan pada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Dengan
demikian diperlukan strategi yang mampu mencakup dan memenuhi harapan
semua stakeholdernya. Sumber daya manusia adalah pusat dari seluruh aktivitas
perseroan. Saat ini, Unilever memiliki karyawan yang berjumlah lebih dari 6.000
orang. Unilever memberikan prioritas pada mereka dalam pengembangan
profesionalisme, keseimbangan kehidupan, dan kemampuan mereka untuk
berkontribusi pada perusahaan dalam mengelola dan mengembangkan bisnis
perseroan secara bertanggung jawab dan berkesinambungan. Nilai-nilai dan
standar yang diterapkan Perseroan terangkum dalam Prinsip Bisnisnya. Perseroan
juga membagi standar dan nilai-nilai tersebut dengan mitra usaha termasuk para
pemasok dan distributor mereka.
I.2. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui Model Bisnis PT Unilever Indonesia.


2. Menganalisis Visi dan Misi PT Unilever Indonesia.
3. Mengetahui Harapan Stakeholder PT Unilever Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Profil Perusahaan PT Unilever Indonesia
PT Unilever Indonesia Tbk didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai
Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn. A.H. Van
Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal Van
Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933,
terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22
Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari
1934 Tambahan No. 3. Kemudian dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris
5

Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT
Unilever Indonesia yang selanjutnya dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris
Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi
PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan
keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan
diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39.
Saham Perseroan pertama kali ditawarkan kepada masyarakat pada tahun
1981 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 11 Januari 1982. Perusahaan
mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya
setelah memperoleh persetujuan dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal
(Bapepam) No. SI-009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981. Pada tahun
1982, PT Unilever Indonesia Tbk mulai "melantai" di lantai bursa dan
menawarkan saham perdananya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. Penjualan
yang sangat baik ditunjukkan oleh dua usaha utama, yakni Home and Personal
Care dan Foods and Beverages. Pada akhir 2015, saham Perseroan menempati
peringkat ke-empat kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Rangkaian produk Unilever Indonesia mencakup brand-brand ternama dunia
seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso,
Molto, Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango dan lainnya. Tujuan Perseroan
adalah untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari, membantu
konsumen merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan
melalui brand dan jasa yang memberikan manfaat untuk mereka maupun orang
lain, menginspirasi masyarakat untuk melakukan tindakan kecil setiap harinya
yang bila digabungkan akan membuat perubahan besar bagi dunia dan
mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang memungkinkan kami untuk
bertumbuh seraya mengurangi dampak terhadap lingkungan dan meningkatkan
dampak positif bagi masyarakat.
Pertumbuhan yang baik produk-produk PT Unilever Indonesia Tbk
ditunjukkan dengan keuntungan yang didapatkan setiap tahunnya. Pada tahun
2000, keuntungan yang didapat mencapai Rp 810 miliar. Kemudian, di tahun
2005, profit semakin bertambah mencapai Rp 1,44 triliun. Peningkatan ini terus
terjadi berturut-turut. Di tahun 2010, angka keuntungan mencapai Rp 3,39 triliun.
Pada tahun 2012, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp 4,84 triliun dan di
Tahun 2015, PT Unilever Indonesia memperoleh keuntungan sebesar Rp 5,85
triliun. Keuntungan yang besar itu, tak lepas dari inovasi yang terus diciptakan
Unilever. Salah satu contoh inovasi itu dengan membuat kemasan, mulai dari
sachet, tube, hingga kemasan tube dispenser atau kemasan menarik lainnya.
Beragamnya kemasan tersebut, membuat produk terdiri dari beragam ukuran.
Perseroan saat ini memiliki sembilan pabrik di kawasan industri Jababeka,
Cikarang dan Rungkut, Surabaya dengan kantor pusat di Jakarta. Produk-produk
Perseroan yang terangkum di dalam 39 brand utama dan mendekati 1.000 stock
keeping unit (SKU), dipasarkan melalui jaringan yang melibatkan lebih dari 800
distributor independen yang menjangkau ratusan ribu toko di seluruh Indonesia.
6

II.2 Model Bisnis PT Unilever Indonesia


Di dalam model bisnis PT Unilever Indonesia, keberlanjutan/sustainability
merupakan lini terdepan dan menjadi pusat dari setiap hal yang dilakukan.
Kesuksesan Unilever, didukung oleh strategi bisnis 4G Model. Strategi 4G Model
merupakan kependekan dari Grow Consistently, Grow Competitively, Grow
Profitably, dan Grow Responsibly. Melalui 4G Model tersebut, Unilever ingin
menjadi perusahaan yang bertumbuh secara konsisten, salah satunya dengan
meningkatkan jumlah konsumsi untuk tiap produk dan inovasi produk, bertumbuh
secara kompetitif dengan menjadikan brand-brand Unilever sebagai pilihan utama
konsumen, bertumbuh secara menguntungkan secara profit dari tahun ke tahun,
dan bertumbuh secara bertanggung jawab melalui konsep Unilever Sustainable
Living Plan (USLP).

Gambar 1. Model Bisnis PT Unilever Indonesia


PT Unilever Indonesia memadukan model dan strategi bisnisnya untuk
menciptakan nilai bagi para pemegang saham. Unilever sepenuhnya menyadari
bahwa diperlukan mengembangkan model baru untuk pertumbuhan usaha. Model
bisnis berawal dari tujuan utama yaitu memenuhi selera konsumen yang terus
berubah dan tantangan dari dunia yang berubah-ubah, tidak menentu, kompleks
dan ambigu. Unilever bertujuan melaksanakan program kerja jangka panjang
dengan supplier, para pelanggan dan rekan lainnya dalam mencapai tujuan ini.
Model bisnis ini memadukan tiga elemen utama yaitu brand, people, dan
operation. Jika ketiga elemen tersebut kuat, maka Unilever mampu meraih
pertumbuhan volume yang menguntungkan. Oleh karena itu, Unilever Indonesia
memiliki empat strategi utama dalam memenangkan persaingan di industri.

Keempat strategi itu adalah winning with brand and innovation, winning in
market place, winning with continous improvement, dan winning with people.
PT Unilever Indonesia mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan
masyarakat dalam menumbuhkan, memproduksi, mendistribusikan dan
memasarkan produknya. Dalam operasionalnya, PT Unilever Indonesia meliputi
fungsi supply chain yang utama serta aset-aset dari pasokan bahan mentah, pabrik,
logistik, keahlian tentang seluk beluk pasar dan marketing. PT Unilever Indonesia
bertujuan untuk mewujudkan siklus pertumbuhan yang baik. Pertumbuhan
volume yang menguntungkan bisa dicapai dengan berinvestasi untuk inovasi dan
brand untuk menciptakan produk-produk yang digunakan konsumen di seluruh
dunia setiap hari. Skala yang besar ini memungkinkan mengatur penyebaran
biaya-biaya tetap dan meningkatkan profitabilitas sambil terus berinvestasi untuk
bisnis. Investasi ini mendanai kegiatan R&D dan inovasi untuk menciptakan
produk-produk baru yang makin disempurnakan, didukung oleh pemasaran yang
jitu yang semakin menguatkan brand. Hal ini mendorong pertumbuhan volume
yang menguntungkan dan siklus pertumbuhan yang baik pun terus berlanjut.
II.3 Pernyataan Visi dan Misi PT Unilever Indonesia
Visi adalah suatu pernyataan tentang cita-cita suatu organisasi, sementara
misi adalah pernyataan tentang alasan organisasi tersebut ada. Pernyataaan visi
yang jelas adalah dasar untuk penyusunan misi yang komprehensif. Pernyataan
misi yang komprehensif akan menghasilkan tujuan dan strategi yang tepat bagi
sebuah organisasi. Secara umum, pernyataan visi dan misi akan dijabarkan oleh
manajemen suatu organisasi dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang nantinya
akan menentukan apakah perusahaan dapat bertahan dan memiliki competitive
advantages atau akan kalah bersaing dari kompetitornya.
Visi PT Unilever Indonesia adalah Untuk meraih rasa cinta dan
penghargaan dari Indonesia dengan menyentuh kehidupan setiap orang Indonesia
setiap harinya. Sedangkan Misi PT Unilever Indonesia adalah
1. Berusaha menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari.
2. Membantu orang-orang merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih
menikmati kehidupan dengan brand dan pelayanan yang baik bagi mereka dan
juga bagi orang lain.
3. Menginspirasi orang-orang untuk melakukan tindakan kecil setiap harinya
yang dapat memberikan perbedaan besar bagi dunia.
4. Mengembangkan cara baru untuk melakukan usaha dengan tujuan
mengembangkan perusahaan kami sambil mengurangi dampak terhadap
lingkungan.
Pernyataan visi dan misi perusahaan secara tidak langsung telah mencakup
kepentingan semua stakeholdernya baik konsumen, karyawan, supplier,
pemerintah, masyarakat, dan pemegang saham.
PT Unilever Indonesia juga memiliki standar perilaku perusahaan yang
tinggi terhadap setiap pihak yang bekerja sama dengan pihak perusahaan, seperti
8

komunitas yang terlibat dalam operasi bisnis dan kegiatan perusahaan, serta
lingkungan yang terpapar dengan bisnis perusahaan. Adapun nilai-nilai
perusahaan terdiri dari
1. Integritas
Unilever berkomitmen terhadap integritas karena hal itu membangun
reputasi. Integritas menentukan bagaimana berperilaku dan melakukan
tindakan yang benar untuk keberhasilan jangka panjang Unilever.
2. Respek
Unilever berkomitmen untuk saling menghormati karena setiap orang harus
diperlakukan secara hormat, jujur dan adil. Unilever menghargai keberagaman
dan menghormati orang atas dasar siapa mereka dan apa yang mereka lakukan.
3. Tanggung Jawab
Unilever berkomitmen terhadap tanggung jawab untuk menjaga konsumen,
lingkungan dan masyarakat. Unilever mengemban tanggung jawab tersebut
secara pribadi dan senantiasa melaksanakan apa yang dikatakan.
4. Semangat Kepeloporan
Unilever berkomitmen untuk menjalankan semangat kepeloporan karena hal
itulah yang awalnya membuat bisnis ini ada, dan hal itulah yang sampai saat ini
masih menjadi penggerak untuk terus tumbuh. Semangat ini memberikan
gairah untuk menang dan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
5. Dampak Positif
Unilever bertujuan memberikan dampak positif dengan berbagai cara yaitu
melalui merek, kegiatan komersial dan kontribusi sukarela, serta berbagai cara
lain yang berhubungan dengan masyarakat.
6. Komitmen yang Berkelanjutan
Unilever juga berkomitmen untuk terus meningkatkan cara dalam
menangani dampak lingkungan dan bekerja dengan tujuan jangka panjang
dalam mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.
7. Menjalankan Aspirasi
Tujuan Unilever adalah memberikan aspirasi untuk mengelola bisnis. Hal
ini diperkuat dengan peraturan dalam prinsip-prinsip bisnis yang menjelaskan
standar operasional yang diikuti semua karyawan Unilever, dimanapun mereka
berada di seluruh dunia. Aturan ini juga mendukung pendekatan kepada
pemerintah serta tanggung jawab perusahaan.
8. Bekerja dengan yang lain
Unilever ingin bekerja dengan para penyedia sumber daya yang memiliki
nilai dan standar yang sama dalam bekerja. Peraturan tentang rekanan bisnis,
sejalan dengan peraturan prinsip bisnis, terdiri dari sepuluh prinsip yang
meliputi integritas bisnis dan tanggung jawab yang berhubungan dengan
karyawan, konsumen dan lingkungan.
II.4 Harapan Stakeholder PT Unilever Indonesia
1. Konsumen

2.

3.

4.

5.

6.

Dapat diketahui bahwa Unilever selalu berusaha untuk memberikan


pelayanan dan produk terbaik bagi konsumen. Agar konsumen lebih merasa
nyaman dan lebih menikmati hidup dengan menggunakna produk perusahaan.
Unilever berusaha untuk selalu masuk dan hadir di setiap lini kehidupan
masyarakat Indonesia. Sehingga produk mereka menjadi produk yang familiar,
dan dipercaya oleh konsumen. Unilever selalu menjaga kualitas produk dan
melakukan inovasi produk agar selalu mendapat tempat di hati masyarakat.
SDM/Karyawan
Karyawan (people) adalah elemen terpenting dalam kelangsungan bisnis
Unilever. Dalam strategi winning with people, Unilever berfokus dalam
menyempurnakan program management trainee (MT) yang kuat. Selain itu,
beberapa program penguatan internal organisasi Unilever adalah gender
balance organization dan Indonesia Global Leader Building. Bagi Unilever
karyawan merupakan aset yang paling berharga. Kreativitas, komitmen, dan
visi para karyawan terhadap nilai-nilai organisasi adalah hal-hal yang
mendorong kemajuan bisnis perusahaan. Hal ini dilakukan pada PT Unilever
sebagai aksi nyata melalui skema Unilever Future Leaders. Harapannya
karyawan mampu belajar dan mengembangkan diri serta membantu karyawan
meraih tujuan pribadi dan professional mereka.
Supplier
Unilever ingin bekerja dengan para penyedia sumber daya yang memiliki
nilai dan standar yang sama dengan kami dalam bekerja. Peraturan tentang
rekanan bisnis, sejalan dengan peraturan prinsip bisnis kami, terdiri dari
sepuluh prinsip yang meliputi integritas bisnis dan tanggung jawab yang
berhubungan dengan karyawan, konsumen dan lingkungan.
Pemerintah
Harapannya dapat meningkatkan pendapatan negara melalui pembayaran
pajak, serta mampu memenuhi ketentuan dan peraturan yang sudah ditetapkan
Pemegang Saham
Unilever menjaga hubungan baik dengan pemegang saham dibuktikan
dengan adanya Investor Relations Division. Perusahaan menjamin bahwa
seluruh pemegang saham memperoleh kesetaraan perlakuan terkait dengan isi
dan waktu pengungkapan dari setiap informasi material mengenai Perusahaan.
Investor Relations Division berkoordinasi langsung dengan Chief Financial
Officer. Perusahaan mematuhi ketentuan pengungkapan informasi dari
Bapepam-LK dengan senantiasa menyampaikan laporan berkala kepada
Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia. Pengungkapan informasi kepada BEI
juga dikirimkan melalui fasilitas e-reporting, IDXNet.
Masyarakat
Unilever berkomitmen terhadap integritas karena hal itu membangun
reputasi kami, karena itu kami tidak pernah mengenal kompromi. Integritas
menentukan bagaimana kami berperilaku, dimana pun kami berada. Integritas
memandu Unilever melakukan tindakan yang benar untuk keberhasilan jangka

10

panjang Unilever. Harapannya masyarakat selalu memberikan saran yang


mampu membangun keberhasilan perusahaan.

BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
PT Unilever Indonesia telah tumbuh hingga saat ini menjadi salah satu
perseroan terdepan untuk kategori Fast Moving Consumer Goods di Indonesia.
Selain itu saham PT Unilever Indonesia saham menempati peringkat ke-empat
kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia. Dengan memadukan model
dan strategi bisnisnya untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder perusahaan,
PT Unilever Indonesia mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. PT
Unilever Indonesia telah menerapkan model bisnis yang tepat sehingga tujuan dan
cita-cita perusahaan di masa depan yang tercermin pada pernyataan visi
perusahaan dapat tercapai. Dengan memiliki visi yang telah dirumuskan
perusahaan sebelum disusun rencana bagaimana mencapainya, maka perumusan
perencanaan strategi dan implementasinya dapat lebih terarah dan sesuai dengan
tujuan perusahaan. Keberadaan misi perusahaan sebagai petunjuk garis besar cara
pencapaian visi sangat penting untuk perumusan tujuan perusahaan dan formulasi
strategi yang efektif.

11

III.2 Saran
Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke
depan yang dimaksudkan untuk mencapai visi dan misi organisasi, menetapkan
tujuan strategis perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan
tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik. Oleh karena itu
disarankan sebelum melakukan perencanaan strategik baik itu berupa perumusan
strategi hingga implementasinya, perlu dilakukan beberapa langkah, yaitu :
1. Menentukan visi dan misi perusahaan.
2. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa
depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicitacitakan dalam lingkungan tersebut.
3. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur
kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh
perusahaan dalam menjalankan misinya.
4. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari
strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
5. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi
dengan mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki dan kondisi eksternal
yang dihadapi.
6. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan
jangka panjang.

12

DAFTAR PUSTAKA
David, F.R. Strategic Management. 7th ed. Upper Saddle River, N.J.: Prentice-Hall
International, Inc, 1999.
https://www.unilever.co.id/about/who-we-are/purpose-and-principles/
http://mix.co.id/headline/sales-tumbuh-127-persen-unilever-lancarkan-strategi-4gmodel
http://swa.co.id/swa/trends/management/empat-strategi-business-excellence-unilever

13