Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN

KEGIATAN SEMINAR KEPERAWATAN


PERAN PERAWAT PERKESMAS DAN PERAN PERAWAT DALAM
MENGHADAPI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) TAHUN 2015
BATURAJA, 28 OKTOBER 2015
A. LATAR BELAKANG
Pelayanan perawat dalam masyarakat sangat erat hubungannya dengan
pelayanan yang dilakukan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Upaya
pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui upaya kesehatan wajib
dan upaya kesehatan pengembangan. Salah satu upaya kesehatan
pengembangan yang dilakukan oleh Puskesmas adalah program Perawatan
Kesehatan Masyarakat (Perkesmas). Sesuai dengan Keputusan Menteri
Kesehatan RI Nomor: 128/Menkes/SK/II/Tahun 2004 tentang kebijakan dasar
Puskesmas, upaya perawatan kesehatan masyarakat merupakan upaya
program pengembangan yang kegiatannya terintegrasi dalam upaya kesehatan
wajib maupun upaya kesehatan pengembangan.
Perawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas) merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh Puskesmas khususnya
pelayanan yang dilakukan perawat kepada masyarakat. Perkesmas dilakukan
dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan dasar. Pelaksanaan
Perkesmas bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam
mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi, sehingga tercapai derajat
kesehatan yang optimal.
Menurut WHO Perkesmas merupakan lapangan perawatan khusus yang
merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan
masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan
masyarakat
secara
keseluruhan
guna
meningkatkan
kesehatan,
penyempurnaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi,
pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan kepada individu,
keluarga, yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyrakat
secara keseluruhan.
Untuk mengupayakan terbinanya kesehatan masyarakat, maka diharapkan 40 %
keluarga rawan kesehatan memperoleh kunjungan rumah dan pembinaan
kesehatan oleh tenaga kesehatan atau perawat melalui kegiatan perkesmas.
Dewasa ini, negara-negara di kawasan Asia Tenggara akan dijadikan sebuah
wilayah kesatuan pasar dan basis produksi yang dikenal sebagai Masyarakat
Ekonomi Asean (MEA). Dengan terciptanya kesatuan pasar dan basis produksi
maka akan membuat arus barang, jasa, investasi, modal dalam jumlah yang

besar, dan skilled labour menjadi tidak ada hambatan dari satu negara ke
negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.
Dengan demikian, kesempatan bagi tenaga asing yang memiliki kompetensi
tinggi dalam bidang pekerjaan tertentu termasuk profesi perawat akan lebih
mudah masuk antar negara termasuk ke Indonesia.
Oleh karena itu perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan di Indonesia
sangat perlu memahami bidang tugasnya pada masing-masing pada institusi
yang mempekerjakan tenaga perawat, dan selalu berupaya untuk meningkatkan
kompetensi agar mampu bersaing dan dapat menjadi tuan rumah di negeri
sendiri.
Dengan berlatar belakang hal tersebut, Persatuan Perawat Nasional Indonesia
(PPNI) kabupaten Ogan Komering Ulu sebagai wadah bernaung profesi perawat
di OKU, memandang perlu untuk memberikan pemahaman yang lebih baik
kepada jajaran tenaga perawat terhadap peran perawat perkesmas maupun
peran perawat secara umum terkait posisi tenaga perawat dengan adanya Era
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini. Adapun hal tersebut diwujudkan dengan
menyelenggarakan kegiatan peningkatan Kapasitas Perawat melalui Seminar
Peran Perawat Perkesmas dan Peran Perawat dalam Menghadapi Era
Masyarakat Ekonomi Asean. bagi jajaran tenaga perawat di Kabupaten OKU.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perawat terhadap
peran dan fungsinya sebagai tenaga Perkesmas di Puskesmas dan Perawat
pada umumnya dalam kaitannya terhadap Era MEA 2015.
2. Tujuan Khusus :
Dengan adanya seminar ini diharapkan perawat:
1. Memahami tugas pokok, peran dan fungsi perawat yang dilakukan
sehari-hari sebagai tenaga perawat dalam menjalankan Program
Puskesmas yaitu Perawatan Kesehatan Masyarakat.
2. Perawat memahami dampak era MEA di bidang pelayanan kesehatan
termasuk didalamnya dampak terhadap profesi keperawatan.
C. PELAKSANA KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pengurus PPNI Kabupaten OKU melalui Panitia
yang di tunjuk berdasarkan Surat Keputusan Ketua PPNI OKU Nomor : 126 /
PPNI Kab.OKU / SK / X /2015.
D. WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2015, mulai pukul
07.30 Wib sd selesai.
E. TEMPAT PELAKSANAAN

Tempat pelaksanaan kegiatan ini yaitu di Lokalitbang (P2B)2 OKU Jl.Jend. A


Yani Kemelak Km.7 Baturaja.
F. PESERTA
Peserta Seminar berjumlah 150 (seratus lima puluh) orang.
Peserta tersebut terdiri dari seluruh Pengurus PPNI Kab OKU, serta
perwakilan perawat dari masing-masing Komisariat PPNI se-Kabupaten OKU.
G. NARASUMBER
Narasumber kegiatan ini adalah :
1. Sekretaris PPNI Propinsi Sumatera-Selatan ( Bpk. Abdul Roni, SKM)
2. Ketua PPNI Kab. OKU (Ns. H. Thonel Zoon, S.kep)
H. SUMBER DANA
Adapun dana kegiatan ini bersumber dari APBD Kab. OKU tahun 2015.
I. PENUTUP
Pelayanan perawat dalam masyarakat sangat erat hubungannya dengan
pelayanan yang dilakukan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Upaya
pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui upaya kesehatan wajib
dan upaya kesehatan pengembangan
Perawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas) adalah perpaduan antara
keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif
masyarakat mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara
berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara
menyuluh dan terpadu, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal,
sehingga mandiri dalam upaya kesehatan masyarakat.
Demikianlah kerangka acuan ini disusun sebagai pedoman untuk pelaksanaan
kegiatan Seminar Keperawatan Seminar Peran Perawat Perkesmas dan Peran
Perawat dalam menghadapi Era MEA Tahun 2015 yang dilaksanakan oleh
Pengurus PPNI Kab. OKU di Baturaja.

Beri Nilai