Anda di halaman 1dari 31

Hipertensi

A. Evaluasi Proses
Diagram 1. Proporsi pre dan post tentang pengetahuan mengenai factor
resiko hipertensi pada penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan
Padangsari selama 5 minggu, Agustus-September 2016 (n=28)

Diagram 1. menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan warga setelah


dilakukan intervensi didapatkan data sebagai berikut: penuaan dapat
menyebabkan tekanan darah tinggi yaitu dari 12 orang menjadi 22 orang,
keturunan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yaitu dari 11 orang
menjadi 23 orang, kegemukan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi
yaitu dari 13 orang menjadi 27 orang, tidak minum obat teratur dapat
menyebabkan tekanan darah tinggi yaitu dari 20 orang menjadi 23 orang,
stres dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yaitu dari 22 orang
menjadi 25 orang, kurang olah raga dapat menyebabkan tekanan darah
tinggi yaitu dari 13 orang menjadi 24 orang, konsumsi daun singkong
menyebabkan tekanan darah naik yaitu dari 20 orang menjadi 26 orang,
penderita hipertensi harus mengontrol makanan yang tinggi garam yaitu

dari 16 orang menjadi 17 orang, hipertensi menggunakan maks 1 SM


yaitu tetap dari 13 orang menjadi 13 orang, dan hipertensi harus
mengurangi makanan berlemak yaitu 19 orang menjadi 25 orang.
Diagram 2. Proporsi pre dan post tentang pengetahuan mengenai tanda
dan gejala hipertensi pada penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan
Padangsari selama 5 minggu, Agustus-September 2016 (n=28)

Diagram 2. menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan warga setelah


dilakukan intervensi didapatkan data sebagai berikut : kaku leher
merupakan tanda dan gejala hipertensi dari 18 orang menjadi 26 orang,
dan mata berkunang merupakan tanda dan gejala hipertensi dari 11 orang
menjadi 20 orang.
Diagram 3. Proporsi pre dan post tentang pengetahuan mengenai
komplikasi hipertensi pada penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan
Padangsari selama 5 minggu, Agustus-September 2016 (n=28)

Diagram 3. menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan warga setelah


dilakukan intervensi didapatkan data sebagai berikut: stroke merupakan
komplikasi hipertensi dari 24 orang menjadi 27 orang, gagal ginjal dari 13
orang menjadi 22 orang, serangan jantung dari 23 orang menjadi 24
orang, gangguan penglihatan 13 orang menjadi 21 orang.

Diagram 4. Proporsi pre dan post tentang pengetahuan mengenai


penatalaksaan hipertensi pada penderita hipertensidi RW 08 Kelurahan
Padangsari selama 5 minggu, Agustus-September 2016 (n=28)

Diagram 4. menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan warga setelah


dilakukan intervensi didapatkan data sebagai berikut: pisang dapat
menurunkan tekanan darah dari 13 orang menjadi 20 orang, seledri dapat
menurunkan tekanan darah dari 19 orang menjadi 23 orang, rokok dapat
meningkatkan tekanan darah dai 21 orang menjadi 27orang, dan kopi
dapat meningkatkan tekanan darah dari 21 orang menjadi 27 orang.

B. Evaluasi Dampak
Diagram 5. Proporsi pre dan post penderita terhadap pemeriksaan
tekanan darah pada penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari,
Agustus- September 2016 (n=28)

Diagram 5. menunjukan bahwa pemeriksaan tekanan darah 1 bulan


sekali mengalami peningkatan dari 14 (50%) menjadi 20 (71%) orang.
Diagram 6. Proporsi pre dan post terhadap kebiasaan merokok setiap
harinya pada penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari,
Agustus- September 2016 (n=9)

Diagram 6. menunjukkan bahwa didaptkan hasil yang sama pada laki-laki


tidak merokok tiap harinya sebanyak 4 orang (56%).

Diagram 7. Proporsi pre dan post terhadap konsumsi daging kambing pada
penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus- September
2016 (n=28)

Diagram 7. menunjukan bahwa orang yang tidak mengkonsumsi daging


kambing mengalami penurunan dari 22 (78%) orang menjadi 20 (71%)
orang.
Diagram 8. Proporsi pre dan post terhadap konsumsi makanan berlemak
terhadap pendrita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari, AgustusSeptember 2016 (n=28)

Diagram

8.

menunjukkan

bahwa

orang

mengkonsumsi

makanan

berlemak < 3x perminggu mengalami peningkatan dari 17 (60%) orang


menjadi 19 (68%) orang.

Diagram 9. Proporsi pre dan post terhadap penggunaan garam pada


penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus- September
2016 (n=28)

Diagram 9. menunjukan bahwa orang tidak mengatur penggunaan garam


sesuai takaran mengalami penurunan dari 17 (60%) orang menjadi 16
(57%) orang.
Diagram 10. Proporsi pre dan post terhadap konsumsi makanan yang
diawetkan darah pada penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan
Padangsari, Agustus- September 2016 (n=28)

Diagram 10. menunjukan bahwa orang yang tidak mengkonsumsi


makanan yang diawetkan mengalami peningkatan dari 21 (75%) orang
menjadi 22 (79%) orang.

Diagram 11. Proporsi pre dan post terhadap konsumsi air putih perhari
pada penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari, AgustusSeptember 2016 (n=28)

Diagram 11. menunjukan bahwa orang yang mengkonsumsi air putih 7


gelas perhari mengalami peningkatan dari 22 (79 %) orang menjadi 23
(82%) orang.
Diagram 12.. Proporsi pre dan post terhadap konsumsi kopi pada
penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus- September
2016 (n=28)

Diagram 12. menunjukan bahwa didapatkan hasil yang sama yaitu


21(75%) warga tidak mengkonsumsi kopi

Diagram 13. Proporsi pre dan post terhadap konsumsi minuman bersoda
di pada penderita hipertensi di RW VIII Kelurahan Padangsari, Agustus
2016 (n=28)

Diagram 13. menunjukan bahwa orang yang tidak mengkonsumsi


minuman bersoda mengalami penurunan dari 25 (89%) orang menjadi 24
(86%) orang.
Diagram 14. Proporsi pre dan post terhadap kegiatan olahraga pada
penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus- September
2016 (n=28)

Diagram 14. menunjukan bahwa warga berolahraga 3x perminggu


mengalami peningkatan dari 9 (32%) orang menjadi 13 (46%) orang.

Diagram 15. Proporsi pre dan post terhadap waktu berolah raga pada
penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus-September
2016 (n=28)

Diagram 15. menunjukan bahwa orang yang melakukan olah raga 30


menit menagalami peningkatan dari 11 (39%) orang menjadi 14 (50%)
orang.
Diagram 16. Proporsi pre dan post terhadap perilaku marah saat stress
pada penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari, AgustusSeptember 2016 (n=28)

Diagram 16. menunjukan bahwa orang yang tidak marah saat stress
mengalami peningkatan dari 20 (71%) orang menjadi 22(79%) orang.

Diagram 17. Proporsi pre dan post terhadap lama tidur pada penderita
hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus- September 2016
(n=28)

Diagram 17. menunjukan bahwa orang yang tidur selama 5 jam perhari
mengalami peningkatan dari 19 (67%) orang menjadi 20 (71%) orang.
Diagram 18. Proporsi pre dan post terhadap kepatuhan minum obat pada
penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus-September
2016 (n=28)

Diagram 18. menunjukan bahwa warga yang teratur dalam meminum obat
mengalami peningkatan dari 20 (71%) orang menjadi 24 (82%) orang.

Diagram 19. Proporsi pre dan post terhadap alasan tidak teratur minum obat
pada penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari, AgustusSeptember 2016 (n=5)

Diagram 19. menunjukann bahwa orang yang tidak teratur meminum obat
karena merasa malas mengalami penurunan dari 5 (17%) orang menjadi
2 (40%) orang.
Diagram 20. Proporsi pre dan post tentang persepsi terhadap hipertensi
pada penderita hipertensi di RW 8 Kelurahan Padangsari selama 5
minggu, Agustus- Semptember 2016 (n=28)

Diagram 20. menunjukkan bahwa peningkatan persepsi penderita


hipertensi setelah dilakukan intervensi didapatkan data sebagai berikut :
jumlah penderita yang menjawab tidak setuju mengenai seorang saat
muda mempunyai tekanan darah rendah maka saat tua pasti tidak akan
mengalami tekanan darah tinggi yaitu dari 6 orang (21,4%) menjadi 26
orang (92,9%), tidak setuju mengenai penderita tekanan darah tinggi
yang senang beraktivitas maka tidak perlu minum obat tekanan darah
tinggi yaitu dari 10 orang (35,7%) menjadi 26 orang (92,9%), setuju
mengenai tekanan darah tinggi tidak dapat disembuhkan dari 20 orang
menjadi (71,4%) menjadi 23 orang (82,1%), tidak setuju mengenai lebih
baik minum obat tradisional daripada minum obat tekanan darah tinggi
yaitu dari 10 orang (35,7%) menjadi 20 orang (71,4%), tidak setuju
mengenai ketika tensi normal maka tidak perlu minum obat yaitu dari 12
orang (42,9%) menjadi 21 orang (75,0%), tidak setuju mengenai tekanan
darah tinggi merupakan takdir dari Tuhan yaitu dari 5 orang (17,9%)
menjadi 19 orang (67,9%), setuju mengenai tekanan darah tinggi dapat
dikontrol yaitu dari 1 (3,6%) menjadi 27 orang (96,4%), tidak setuju
mengenai tekanan darah tinggi tidak akan terjadi pada usia muda yaitu
dari 6 orang (21,4%) menjadi 24 orang (85,7%).

C. Evaluasi Hasil
Diagram 21. Proporsi pre dan post terhadap keluhan selama 1 bulan
terakhir pada penderita hipertensi di lingkungan RW 08 Kelurahan
Padangsari selama 5 minggu, Agustus- September 2016 (n=28)

Diagram

21.

menunjukkan

bahwa

setelah

dilakukan

intervensi

didapatkan hasil bahwa jumlah penderita hipertensi yang menyatakan


tidak ada keluhan selama 1 bulan terakhir mengalami kenaikan yaitu dari
12 orang (42,9%) menjadi 22 orang (78,6%), jantung berdebar- debar
mengalami penurunan yaitu dari 3 orang (10,7%) menjadi 1 orang
(3,6%), tengkuk berat mengalami kenaikan yaitu dari 2 orang(7,1%)
menjadi 4 orang (14,3%), mata berkunang- kunang mengalami
penurunan yaitu dari 6 orang (21,5%) menjadi tidak ada, dan pusing
mengalami penurunan yaitu dari 5 orang (17,8%) menjadi 1 orang
(3,6%).

Diagram 22. Proporsi pre dan post terhadap waktu keluhan hipertensi
muncul pada penderita hipertensi di RW 08 Kelurahan Padangsari
selama 5 minggu, Agustus- September 2016 (n=9)

Diagram 22. menunjukkan bahwa dari total 9 penderita hipertensi yang


mengalami keluhan didapatkan hasil bahwa keluhan muncul sewaktu
waktu mengalami penurunan yaitu dari 11 orang (68,7%) menjadi 6
orang (66,7%), setelah beraktivitas mengalami kenaikan dari tidak ada
menjadi 3 orang (33,3%), waktu ada masalah mengalami penurunan
dari 1 orang (6,3%) menjadi tidak ada, serta saat beraktivitas dan
istirahat mengalami penurunan dari 2 orang (12,5%) menajdi tidak ada.

DIABETES MELITUS
A. Evaluasi Proses

Diagram 23. Proporsi pre dan post tentang pengetahuan mengenai factor
resiko pemicu diabetes mellitus pada penderita diabetes mellitus di RW 08
Kelurahan Padangsari selama 5 minggu, Agustus-September 2016 (n=6)

Diagram 23. menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan warga


setelah dilakukan intervensi didapatkan data sebagai berikut: penuaan
merupakan factor risiko terjadi DM dari 1 orang menjadi 6 orang,
keturunan dari 3 orang menjadi 5 orang, kegemukan dari 4 orang menjadi
5 orang, stress dari 3 orang menjadi 6 orang, jarang olahraga dari 4 orang
menjadi 6 orang, konsumsi gula pasir dari 5 orang menjadi 6 orang.
Diagram 24. Proporsi pre dan post tentang pengetahuan mengenai tanda
dan gejala diabetes mellitus pada penderita diabetes mellitus di RW 08
Kelurahan Padangsari selama 5 minggu, Agustus-September 2016 (n=6)

Diagram 24. menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan warga


setelah dilakukan intervensi didapatkan data sebagai berikut: BB turun
drastis merupakan tanda gejala DM dari 4 menjadi 6 orang, luka tidak
kunjung sembuh dari 5 orang menjadi 6 orang, sering lemas dari 4 orang
menjadi 6 orang.

Diagram 25. Proporsi pre dan post tentang pengetahuan mengenai


komplikasi diabetes mellitus pada penderita diabetes mellitus di RW 08
Kelurahan Padangsari selama 5 minggu, Agustus-September 2016 (n=6)

Diagram 25. menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan warga


setelah dilakukan intervensi didapatkan data sebagai berikut: gagal ginjal
merupakan komplikasi DM dari 3 orang menjadi 5 orang, dan stroke
merupakan komplikasi DM dari 5 orang menjadi 6 orang.

Diagram 26. Proporsi pre dan post tentang pengetahuan mengenai jika
gula darah menunjukkan >200mgdl maka disebut diabetes mellitus pada
penderita diabetes mellitus di RW 08 Kelurahan Padangsari selama 5
minggu, Agustus-September 2016 (n=6)

Diagram 26. menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan warga


setelah dilakukan intervensi didapatkan data sebagai berikut: GDS
>200Mgdl maka disebut diabetes dari 5 orang menjadi 6 orang.

Diagram 27. Proporsi pre dan post tentang pengetahuan mengenai


penatalaksaan diabetes mellitus pada penderita diabetes mellitus di RW
08 Kelurahan Padangsari selama 5 minggu, Agustus-September 2016
(n=6)

Diagram 27. menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan warga


setelah dilakukan intervensi didapatkan data sebagai berikut: apel dapat
menurunkan kadar gula darah dari 2 orang menjadi 4 orang, kayu manis
dari 1 orang menjadi 2 orang, pare dari 5 orang menjadi 4 orang, dan air
lemon dari 4 orang menjadi 5 orang.

B. Evaluasi Dampak
Diagram 28. Proporsi pre dan post berdasarkan pemeriksaan GDS pada
penderita DM di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus September 2016
(n=6)

Diagram 28. menunjukkan bahwa warga yang periksa GDS > sama
dengan 1 bulan sekali mengalami penurunan dari 4 (67%) orang menjadi
1 (17%) orang.
Diagram 29. Proporsi pre dan post berdasarkan minuman dan makanan
yang dikonsumsi pada penderita DM di RW 08 Kelurahan Padangsari,
Agustus - September 2016 (n=6)

Diagram 29. menunjukkan bahwa hasilnya sama antara pre dan post yaitu
warga mengkonsumsi nasi sejumlah 6 orang (100%)

Diagram 29. menunjukkan bahwa warga mengkonsumsi teh manis


mengalami penurunan dari 6 (100%) orang menjadi 2 (33%) orang.
Diagram 30. Proporsi pre dan post berdasarkan konsumsi jenis gula pada
penderita DM di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus September
2016 (n=6)

Diagram 30. menunjukkan bahwa warga yang mengkonsumsi jenis gula


pasir mengalami penurunan dari 4 (67%) orang menjadi 1 (17%) orang.

Diagram 31. Proporsi pre dan post berdasarkan banyaknya konsumsi gula
pada penderita DM di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus - September
2016 (n=6)

Diagram 31. menunjukkan bahwa warga yang mengkonsumsi gula pasir


sebanyak 2 sendok setiap harinya mengalami penurunan dari 5 (83%)
orang menjadi 3 (50%) orang.
Diagram 32.. Proporsi pre dan post berdasarkan konsumsi air putih setiap
harinya pada penderita DM di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus
September 2016 (n=6)

Diagram 33. menunjukkan bahwa warga yang mengkonsumsi air putih 8


gelas setiap harinya mengalami peningkatan dari 2 (33%) orang menjadi 4
(67%) orang.

Diagram 34. Proporsi pre dan post berdasarkan kebiasaan berolah raga
pada penderita DM di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus
September 2016 (n=6)

Diagram 34. menunjukkan bahwa warga yang berolah raga 3 kali dalam
satu minggu mengalami peningkatan dari 3 (50%) orang menjadi 4 (67%)
orang.
Diagram 35. Proporsi pre dan post berdasarkan waktu berolah raga pada
penderita DM di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus- September 2016
(n=6)

Diagram 35. menunjukkan bahwa hasil yang didapatkan sama yaitu 4


(67%) warga berolah raga kapan saja jika ada waktu luang.

Diagram 36. Proporsi pre dan post berdasarkan lama tidur pada penderita
DM di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus - September 2016 (n=6)

Diagram 36. menunjukkan bahwa hasil yang didapatkan sama yaitu 4


(67%) warga memiliki waktu tidur 5 jam per hari.
Diagram 37. Proporsi pre dan post berdasarkan kebiasaan terbangun di
malam hari untuk BAK pada penderita DM di RW 08 Kelurahan
Padangsari, Agustus September 2016 (n=6)

Diagram 37. menunjukkan bahwa warga yang terbangun saat malam hari
untuk BAK mengalami penurunan dari 5 (83%) orang menjadi 2 (33%)
orang

Diagram 38. Proporsi pre dan post berdasarkan mudah stres pada
penderita DM di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus - September 2016
(n=6)

Diagram 38. menunjukkan bahwa hasilnya tidak ada perubahan yaitu


warga tidak mudah mengalami stress 4(67%) orang.
Diagram 39. Proporsi pre dan post berdasarkan kebiasaan minum
bersoda pada penderita DM di RW 08 Kelurahan Padangsari, Agustus
September 2016 (n=6)

Diagram 39. menunjukkan bahwa warga tidak mengkonsumsi minuman


bersoda mengalami peningkatan dari 5 (83%) orang menjadi 6 (100%)
orang.

Diagram 40. Proporsi pre dan post berdasarkan ketaatan minum obat
secara teratur pada penderita DM di RW 08 Kelurahan Padangsari,
Agustus - September 2016 (n=6)

Diagram 40. menunkukkan bahwa warga yang minum obat secara teratur
mengalami peningkatan dari 4 (67%) orang menjadi 6 (100%) orang.
Diagram 41. Proporsi pre dan post berdasarkan alasan warga yang tidak
minum obat secara teratur pada penderita DM di RW 8 Kelurahan
Padangsari, Agustus 2016 (n=2)

Diagram 41. menunjukkan warga yang memiliki alasan tidak minum obat
secara teratur karena bosan mengalami penurunan dari 2 (100%) menjadi
tidak ada (0%)

Diagram 42. Proporsi pre dan post tentang persepsi terhadap diabetes
melitus pada penderita diabetes melitus di RW 08 Kelurahan Padangsari
selama 5 minggu, Agustus- September 2016 (n=6)

Diagram 42. menunjukkan bahwa peningkatan persepsi penderita


hipertensi setelah dilakukan intervensi didapatkan data sebagai berikut :
jumlah penderita diabetes mellitus yang menjawab tidak setuju mengenai
seorang yang saat muda mempunyai diabetes melitus maka saat tua
pasti tidak akan mengalami diabetes mellitus yaitu dari 2 orang (33,3%)
menjadi 5 orang (83,3%), tidak setuju bahwa penderita diabetes mellitus
tidak dapat disembuhkan yaitu dari 5 orang (83,3%) menjadi 6 orang
(100%), tidak setuju mengenai obat tradisional lebih baik daripada minum
obat diabetes mellitus dari 1 orang (16,7%) menjadi 5 orang (83,3%),
tidak setuju bahwa ketika gula darah stabil maka tidak perlu menjaga
pola makan yaitu dari 4 orang (66,7%) menjadi 5 orang (83,3%), tidak
setuju bahwa diabetes melitus merupakan takdir dari Tuhan yaitu dari 3
orang (50%) menjadi 5 orang (83,3%), setuju bahwa gula darah dapat
dikontrol yaitu dari 1 orang (16,7%) menjadi 6 orang (100%), setuju

bahwa saat gula darah terlalu rendah maka harus segera diberikan air
gula yaitu dari 3 orang (50%) menjadi 6 orang (100%), tidak setuju
bahwa diabetes mellitus tidak akan terjadi pada usia muda yaitu dari 3
orang (50%) menjadi 6 orang (100%).
C. Evaluasi Hasil
Diagram 43. proporsi pre dan post mengenai keluhan selama 6 bulan
terakhir pada penderita diabetes mellitus di RW 08 Kelurahan Padangsari
selama 5 minggu, Agustus-September 2016 (n=6)

Diagram 43. menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi didapatkan


hasil yaitu responden yang mengalami keluhan dalam 6 bulan terakhir
yaitu dari mudah lapar dari 2 orang menjadi 2 orang, kesemutan dari 3
orang menjadi 2 orang, gemetar dari 3 orang menjadi 1 orang, sering
kencing dari 1 orang menjadi 2 orang, berdebar-debar dari 1 orang
menjadi tidak ada, berkeringat dari 1 orang menjadi 1 orang, dan mudah
haus dari 1 orang menjadi 1 orang.

Diagram 44. proporsi pre dan post mengenai waktu keluhan ketika muncul
pada penderita diabetes mellitus di RW 08 Kelurahan Padangsari selama
5 minggu, Agustus-September 2016 (n=6)

Diagram 44. menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi didapatkan


hasil yang sama berdasarkan waktu keluhan muncul yaitu sewaktu-waktu
dari 2 orang menjadi 5 orang, setelah beraktifitas dari 1 orang menjadi 1
orang, saat beraktivitas dari 3 orang menjadi 1 orang, dan istirahat dari 1
orang menjadi 1orang.

Diagram 45. Proporsi pre dan post mengenai penyakit lain yang dimiliki
pada penderita diabetes mellitus di RW 08 Kelurahan Padangsari selama
5 minggu, Agustus- September 2016 (n=6)

Diagram 45. menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi didapatkan


hasil yang sama untuk responden yang memiliki penyakit lain yaitu gagal
ginjal dari 2 orang menjadi 2 orang, stroke dari 3 orang menjadi 3 orang,
dan jantung dari 1 orang menjadi 1 orang.