Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KELOMPOK ORAL MEDICINE

Angular Cheilitis

Disusun Oleh :
Syifa Khairiah ( 04031181419022)
Adelina Fatonah (04031181419023)
Adi Anugrah Hutama (04031181419024)
Dosen Pembimbing :
Drg.Siti Rusdiana Puaspa Dewi M.Kes
Drg. Tyas Hestiningsih

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016

ANGULAR CHEILITIS
Definisi
Angular Cheilitis adalah peradangan pada sudut bibir. Angular cheilitis atau disebut
juga perleche atau angular cheilosis merupakan suatu lesi yang ditandai dengan adanya fisurfisur, pecah-pecah pada sudut bibir, bewarna kemerahan, mengalami ulserasi setera disertai
rasa terbakar, nyeri dan rasa kering pada sudut mulut. Pada kasus yang parah, retakan tersebut
dapat berdarah ketika membuka mulut dan menimbulkan ulser dangkal atau krusta.1
Angular cheilitis unilateral biasanya terjadi pada kasus trauma lokal, dan bilateral
biasanya terjadi pada kasus yang berkaitan dengan sistemik, misalkan anemia defisiensi besi
dan diabetes mellitus.1
Angular cheilitis dapat terjadi secara spontan dan sering berkembang pada orang yang
memakai gigi palsu serta pada anak yang menggunakan dot dan menghisap ibu jari. Candida
Albicans menjadi salah satu penyebab angular cheilitis terjadi sehingga menimbulkan rasa
ketidaknyamanan serta pada nyeri pada sudut mulut.1
Prevalensi
Angular cheilitis diketahui terjadi berkisar 0,7%-3,8% pada mukosa oral orang
dewasa dan berkisar 0,2-15,1% terjadi pada anak. Pada orang dewasa, angular cheilitis
biasanya terjadi pada usia dekade ketiga hingga keenam. Rata-rata, angka kejadian pada
perempuan dan laki-laki hampir sama. Angular cheilitis paling banyak terjadi akibat fungal
dan infeksi bakteri pada bibir.2

Faktor Etiologi
Etiologi angular cheilitis anatara lain, disebabkan oleh Candida albicans, dimensi
vertikal,anemia difisiensi besi, dan defisiensi vitamin B kompleks. Selain itu dapat
disebabkan oleh kebiasaan bernafas melalui mulut, gangguan mental dimana anak sering
mengeluarkan ludah seperti penderita rhagads pada mongloism., menjilati sudut mulut ,
membasahi bibir dengan air ludah, dan sering mengeluarkan drooling. Jaringan pada sudut
mulut akan terakulasi oleh ludah dan terbentuklah lingkungan yang sesuai untuk proliferasi
mikroorganisme. Keadaan tersebut dapat menjadi lebih parah dengan membiarkan bibir yang

basah dikeringkan oleh angin dan sinar matahari. Biasanya pada anak angular cheilitis sering
diikuti oleh demam. Pada beberapa kasus juga disebabkan oleh sensitiitas terhadap kontak
dengan agen seperti mainan , makanan, alergi terhadap obat-obatan dan kosmetik srta terapi
antibiotik dalam jangka waktu yang lama.1

Beberapa faktor yang merupakan etiologi utama dari Angular cheilitis :


1. Candida albicans
Secara umum pasien yang menderita angular cheilitis disebabkan oleh jumlah candisa
albicans yang melebihi jumlah sebagai flora normal dalam rongga mulut.
Candida albicans merupakan agen infeksi yang paling sering diisolasi dan secara
normal terdapat dalam saliva, namun candida albicans dapat menjadi faktor penyebab
angular cheilitis apabila jumlah koloni bertambah.

2. Dimensi Vertikal
Apabila tinggi dimensi vertikal berkurang karena kehilangan gigi maka akan
menyebabkan sudut mulut turun dan membentuk lipatan-lipatan pada sudut mulut. Pada
lipatan sudut mulut tersebut akan menyebabkan penumpukan saliva sehingga menciptakan
suasana yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme agen infeksi. Angular cheilitis
banyak terjadi pada orang tua yang menggunakan gigi tiruan dengan dimensi vertikal yang
terlalu rendah (Gambar 1)

Gambar 1. Angular cheilitis pada pemakai gigi tiruan

3. Defisiensi Nutrisi
Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), defisiensi nutrisi adalah ketidakseimbangan
selular

antara suplai makanan dan energi dengan kebutuhan tubuh untuk menjamin

pertumbuhan, pemeliharaan, dan fungsi-fungsi spesifik. Defisiensi nutrisi yang sering


terjadi pada penderita angular cheilitis antara lain adalah defisiensi zat besi, asam folat,

vitamin B (B2, B6 atau B12), dan kekurangan protein. Menurut Zaidan terdapat hubungan
antara penderita anemia defisiensi besi dengan angular cheilitis. Defisiensi besi dalam
plasma darah akan menghambat penyembuhan lesi dan dapat menyebabkan angular
cheilitis. Oleh karena itu, pada penelitian tersebut setelah diberikan diet suplemen yang
mengandung zat besi, lesi angular cheilitis sembuh.3
Faktor Predisposisi
Beberapa faktor yang dianggap sebagai faktor predisposisi Terjadinya angular cheilitis,
yaitu sebagai berikut1 :
1. Penyakit-penyakit sistemik seperti diabetes mellitus, AIDS,Herpes labialis,
2.
3.
4.
5.
6.

sifilis
Penyakit kulit seperti dermatitis
Terapi obat-obatan dan antibiotika dalam jangka waktu yang lama
Xerostomia
Lingkungan, sperti udara dingin dan kekeringan
Malnutrisi

Keluhan utama
Gejala awal Angular cheilitis ialah rasa sakit, gatal pada sudut mulut dan terlihat tampilan
kulit yang meradang dan bintik merah. Pada awalnya, hal ini tidak berbahaya, tetapi akan
terasa nyeri di sudut mulut dan mudah berdarah yang dikarenakan oleh gerakan mulut seperti
tertawa ataupun berbicara. Tingkat keparahan inflamasi ini ditandai dengan retakan sudut
mulut dan beberapa pendarahan saat mulut dibuka. 1
Hubungan dengan penyakit sistemik
1. Anemia Defisiensi Besi
Menurunnya tingkat serum besi atau ferritin pada penderita anemia defisiensi besi
dapat bermanifestasi pada mukosa oral, seperti glossitis, burning mouth syndrome dan
juga angular cheilitis
2. Diabetes mellitus
Pada beberapa kasus angular cheilitis yang melibatkan pasien diabetes mellitus yang
tidak terkontrol terlihat adanya hubungan antara angular cheilitis dan diabetes
mellitus. Xerostomia merupakan salah satu manifestasi dari diabetes mellitus di rongga
mulut. Xerostomia atau mulut kering adalah kondisi yang diakibatkan oleh kurangnya
sekresi saliva dimana menyebabkan efek self cleansing di dalam rongga mulut
terganggu sehingga jumlah flora normal di dalam rongga mulut tidak seimbang.

Gambaran klinis

Gejala awal Angular cheilitis ialah rasa gatal pada sudut mulut dan terlihat
tampilan kulit yang meradang dan bintik merah. Pada awalnya, hal ini tidak
berbahaya, tetapi akan terasa nyeri di sudut mulut dan mudah berdarah yang

dikarenakan oleh gerakan mulut seperti tertawa ataupun berbicara.


Bibir kering, rasa tidak nyaman, adanya sisik-sisik dan pembentukan fisurfisur yang diikuit dengan rasa terbakar pada sudut mulut . Tingkat keparahan
inflamasi ini ditandai dengan retakan sudut mulut dan beberapa pendarahan

saat mulut dibuka. Hal ini terlihat pada gambar2.


Pada pasien angular cheilitis yang dihubungkan dengan defisiensi nutrisi dapat
terlihat penipisan papilla lidah ( depapillated tongue) dikarenakan defisiensi
besi. Lidah yang merah dan berkilat (depapillated glossy red tongue) pada
pasien dengan defisiensi asam folat, atau lidah ungu kemerahan (reddish
purple depapillated tongue) pada defisiensi vitamin B. 1

.
Gbr 2. (Sumber: Barbara Herb. Angular Cheilitis natural care(intenet).Available
from:http://www.barbaraherb.com/ac.html.Accessed 25 dec 2010)

Pemeriksaan penunjang
Untuk memastikan diagnosa angular cheilitis, dapat dilakukan pemeriksaan
penunjang berupa pemeriksaan mikrobiologi. Angular cheilitis ini lebih baik dilakukan
pemeriksaan penunjang, dalam hal ini adalah biopsi dari hasil swab pada daerah yang
tererosi. Hasil swab tersebut di letakkan pada glass obyek dan difiksasi dengan alcohol 95%
setelah itu langsung dikirim ke laboratorium mikrobiologi guna diteliti etiologi dari angular

cheilitis. Dari pemeriksaan patologi tersebut dapat diketahui etiologi dari angular cheilits ,
apakah single etiologi atau multiple etiologi.. Jika etiologi nya berupa jamur, nantinya pada
pemeriksaan mikrobiologi akan terlihat bentukan hifa-hifa dari Candida albicans. Sedangkan
jika etiologinya adalah bakteri maka akan terlihat koloni koloni bakteri.Hapusan dan usapan
secara terpisah harus dilakukan untuk tiap sudut mulut, setiap anterior nares, palatum dan
permukaan geligi tiruan atas yang berkontak dengan palatum. Bekas kumur kumur juga
harus dikirim untuk pemeriksaan kultur untuk mengetahui jenis jamur.Pada oral swab jamur
Candida, spora bersifat non patogen karena dapat di netralisir oleh tubuh, sedangkan hifa
bersifat patogen dan dapat menyebabkan penyakit. Selain itu juga bisa dilakukan
pemeriksaan hematologi untuk mengetahui etiologi lain seperti defisiensi zat besi dengan
mengukur jumlah serum besi atau ferritin dan serum vit. B12. Pemeriksaan penunjang juga
dapat dilakukan dengan rujukan pada klinik prostodonsia jika dimungkinkan etiologi
terjadinya angular chilitis karena penggunaan gigi tiruan yang kurang pas.5

Pengambilan spesimen
Oral Mycological Swab
Alat dan bahan
1
2
3
4
5
6
7
8

Alat dental standar


Cotton swab steril
Cairan fisiologis
Media transport
Bunsen
Masker, handscoon, slaber
Label
Kotak sampah

Cara pengambilan sampel


1
2
3
4
5
6
7
8
9

Menerangkan maksud dan tujuan pengambilan spesimen.


Membuat inform consent.
Mempersilahkan pasien duduk di kursi pemeriksaan.
Memakaikan slaber pada pasien.
Mencuci tangan dan mengeringkan dengan handuk lalu menggunakan antiseptik.
Menggunakan masker dan handscoon.
Mengambil kapas lidi steril untuk selanjutnya diusapkan diatas lesi dengan tekanan
normal.
Kapas lidi diputar 2 hingga 3 kali diatas lesi.
Tabung diberi label.

10 Selanjutnya masukkan cotton swab ke dalam tabung yang berisi medium transport,
dengan terlebih dahulu dilewatkan diatas nyala api pada bunsen.
11 Tutup tabung dengan rapat.
12 Kirim ke laboratorium.

Cara menegakkan diagnosa dan diagnosa banding

Dasar penegakan diagnosisi mulut


Untuk penegakan diagnosis penyakit, dapat dilakukan dengan pemeriksaan subjektif,
objektif, dan penunjang.
a. Pemeriksaan Subjektif
Pemeriksaan subjektif (anamnesis) merupakan percakapan professional antara
doker dengan pasien untuk mendapatkan data/riwayat penyakit yang dikeluhkan
pasien. Informasi tentang riwayat pasien dibagi menjadi 3 bagian : riwayat sosial,
dental dan medis. Riwayat ini memebrikan informasi yang berguna merupakan
dasar dari rencana perawatan.
b. Terdiri dari riwayat penyakit, keluhan, kondisi umum (sistemik), pada keluhan
dipertanyakan lokasi, lama waktu, rasa sakit seperti apa, dan apa pemicunya.
Pemeriksaan klinis ini meliputi :
Pemeriksaan Ekstraoral
1 Wajah
2 Bibir
Pemeriksaan Intraoral
Pemeriksaan intraoral meliputi pemeriksaan terhadap gigi, antara lain :
Gigi yang hilang
Keadaan gigi yang tinggal
Oral hygiene

Diagnosis Banding
Diagnosa banding Angular Cheilitis :

Herpes labialis
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simplex. Virus dpat mejadi
aktif dalam keadaan panas, dingin, dan juga stress. Pasien sering mengeluh telah ada
lesi yang sama seperti pada waktu sebelumnya. Terlihat vesikel atau lesi yang ulseratif
yang kecil pada bibi di mucocutaneous junction sudut mulut atau dibawah hidung.3

Pada saat perkembangannya lesi sering terasa gatal, bisa juga dijumpai flu ringan.
Secara objektif ditemukan vesikel sebesar 2-4 mm pada daerah mucocutaneous
junction di biir, sudut mulut dan bawah hidung. Vesikel akan pecah setelah 36-48 jam,
kemudian bergabung membentuk krusta kekuning- kuningan. Proses penyembuhan
terjadi selama 7-10 hari. Empat puluh delapan jam pertama adalah waktu infeksi
mencapai puncaknya dan menurun. Ulser dapat hilang tanpa terbentuknya parut.
Biasanya lesi akan rekuren dan tampak pada tempat yang sama.

Penatalaksanaan
Perawatan angular cheilitis mencakup identifikasi dan mengoreksi faktor etiologi anatara lain
memperbaiki gizi buruk, memperbaiki kehilangan dimensi vertikal, mengoreksi gangguan
sistemik seperti diabetes dan anemia, serta menjaga kebersihan rongga mulut yang optimal.
Untuk penyebab idiopatik, pengobatan bisa sederhana dengan mengaplikasikan petroleum
jelly ke daerah-yang terkena.Pengobatan topikal dengan Kombinasi mupirocin atau asam
fusidic dan krim hidrokortison 1% (peradangan counter) bekerja secara efektif.6
Angular cheilitis yang disebabkan oleh candida albicans dapat dirawat dengan antifungal
topikal sedangkan angular cheilitis yang disebabkan oleh stafilokokus aureus dapat dirawat
dengan antibacterial topikal. Pada kasus angular cheilitis yang disebabkan oleh def.nutrisi,
pengobatan dapat berupa pemberian suplemen vit. B dan zat besi.6
Pada angular cheilitis terdapat sedikit jaringan yang hilang, maka penyembuhan terjadi
dengan penyatuan kedua tepi luka berdekatan dan saling berhadapan. Jaringan granulasi yang
dihasilkan sedikit sekali. Reepitelisasi secara normal sudah sempurna dalam 10-14 hari dan
biasanya hanya menyisakan jaringan parut yang tipis, yang dengan cepat dapat memudar dari
warna merah muda menjadi putih.

Obat-obat yang dibutuhkan


American Dental Association (ADA) menyebutkan bahwa salah satu pengobatan
angular cheilitis adalah dengan krim antifungal topikal sedangkan literatur lain
merekomendasikan antifungal termasuk nistatin, tablet hisap klotrimazol, atau flukonazol

dosis tunggal 200 mg. Walaupun angular cheilitis dapat disebabkan oleh stafilokokus aureus,
namun menurut beberapa literatur, angular cheilitis lebih sering dirawat dengan antifungal
topikal dibandingkan antibakterial topikal.

Prognosis
Pada kaus Angular cheilitis, dapat memiliki prognosis yang baik bila faktor etiologi dan
predisposisi dihilangkan.

DAFTAR PUSTAKA
1

Burkets. Oral Medicines Diagnosis and Treatment 9th ed. Philadelphia :

J.B.Lippincott Co, 1994 : 66-7


Mahreen Shaahzad, BDS at al. Angular Cheilitis :Case Reports and Literature

Review. Vol 34,No 4 (Dec 2014)


Muray J.J Nunn J.H.Steele J. The Preventin of Oral Disesase 4th ed. Newyork :

Oxford University Press : 2008 :177


Langlais Rp, Bricker SL et al. Oral Diagnosis, Oral Medicine and Treatment

Planning, Philadelphia, London, Toronto : W.B Saunders. Co, 1984 :179-81, 306
Burton JF. Angular Cheilitis and Iron Deficiency in Dental Abstract. New Zealend

Dent. J, 1969:65 :360-1


Canadia family phisician. Dermacase. Vol 53, June 2007