Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya penulis
dapat menyelesaikan makalah tentang "Terorisme di Indonesia yang Menyimpang
dari Nilai Pancasila" ini dengan tepat waktu.
Makalah ini merupakan salah satu tugas untuk memenuhi Ujian Tengah Semester
mata kuliah Pendidikan Pancasila di program studi Fisika Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya. Demikian yang dapat kami
sampaikan, semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca dan penulis pada
khususnya.

Malang, 5 April 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Terorisme

adalah

serangan-serangan

terkoordinasi

yang

bertujuan

membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Aksi terorisme


tidaklah memandang bulu, target korban jiwa yang acak seringkali merupakan
warga sipil dan orang-orang yang berbeda ideology atau pemikiran dengan
mereka.
Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di
Indonesia, memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yang telah dijelaskan
dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai sumber dari keseluruhan politik hukum
nasional Indonesia. Berbagai kebijakan hukum di era reformasi pasca amandemen
UUD 1945 belum mampu mengimplementasikan nilai-nilai fundamental dari
Pancasila dan UUD 1945 yang menumbuhkan rasa kepercayaan yang tinggi
terhadap hukum sebagai pencerminan adanya kesetaraan dan pelindungan hukum
terhadap berbagai perbedaan pandangan, suku, agama, keyakinan, ras dan budaya
yang disertai kualitas kejujuran yang tinggi, saling menghargai, saling
menghormati, non diskriminatif dan persamaan di hadapan hukum.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa yang melatar belakangi terjadinya aksi terorisme ?
b. Apa peran dari Pancasila sebagai landasan ideology bangsa dalam kasus
terorisme ini?
c. Bagaimana cara mengurangi atau memberantas potensi terorisme?
1.3 Tujuan
a. Mengetahui hal yang melatarbelakangi terjadinya aksi terorisme

b. Mengetahui dan memahami peran Pancasila sebagai landasan ideology bangsa


dalam kasus terorisme
c. Mengetahui cara mengurangi atau memberantas potensi teroris yang ada.
1.4 Manfaat
Penulisan makalah ini dibuat untuk memberikan pandangan kepada pembaca
mengenai aksi dari terorisme di Indonesia yang merugikan bangsa serta
menyelewengkan nilai-nilai Pancasila serta sebagai pembuka mata dan wawasan
kita dalam membentengi diri dan menjaga keutuhan ideology bangsa kita.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Terorisme
Terorisme secara kasar merupakan suatu istilah yang digunakan untuk
penggunaan kekerasan terhadap penduduk sipil/non kombatan untuk
mencapai tujuan politik, dalam skala kecil daripada perang. Sedangkan istilah
teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku
yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak

menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga


mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak
berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para
pelakunya ("teroris") layak mendapatkan pembalasan yang kejam.
Dapat dikatakan secara sederhana bahwa aksi-aksi

terorisme

dilatarbelakangi oleh motif motif tertentu seperti motif perang suci, motif
ekonomi, motif balas dendam dan motif-motif berdasarkan aliaran
kepercayaan tertentu. Namun patut disadari bahwa terorisme bukan suatu
ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama. Ia sekedar strategi ,
instrumen atau alat untuk mencapai tujuan . Dengan kata lain tidak ada
terorisme

untuk

terorisme,

kecuali

mungkin

karena

motif-motif

kegilaan (madness).
2.2 Faktor Terjadinya Terorisme
2.2.1 Faktor Sosial
Faktor ekonomi dapat saja menjadi factor utama bagi para terorisme
dalam menjalankan aksinya. Keadaan yang semakin tidak menentu dan
kehidupan sehari-hari yang menimbulkan rasa resah orang untuk melakukan
hal apa saja. Dengan hal yang seperti ini pemerintah harus turun tangan untuk
merumuskan rehabilitas masyarakatnya.
2.2.2 Faktor Sosial
Orang-orang yang memiliki pikiran keras dimana disitu terdapat suatu
kelompok garis keras yang bersatu mendirikan Tanzim al-Qaedah Aceh.
Dalam kehidupan, kita menjalani pranata social yang membentuk pribadi kita
menjadi sama. Situasi ini sangat menentukan kepribadian seseorang dalam
melakukan setiap kegiatan yang dilakukan. Sistem social yang dibentuk oleh
kelompok radikal atau garis keras membuat semua orang yang mempunyai
tujuan yang sama dengannya dengan bisa mudahnya berkomunikasi dan
bergabung dalam radikal tersebut.
2.2.3 Faktor Ideologi

Faktor ini yang menjadikan seseorang yakin dengan apa yang


diperbuatnya. Perbuatan yang mereka lakukan berdasarkan dengan apa yang
telah disepakati dari dalam perjanjiannya. Dalam setiap kelompok mempunyai
misi dan visi masing-masing yang tidak terlepas dengan ideologinya. Dalam
hal ini terorisme yang ada di Indonesia dengan keyakinannya yang
berdasarkan jihad yang mereka miliki.
2.3 Pancasila sebagai Ideologi
Istilah ideologi berasal dari kata idea dan logos. Idea berarti gagasan,
konsep, pengertian dasar, ide-ide dasar, cita-cita. kata idea berasal dari bahasa
Yunani, eidos yang berarti bentuk atau idein yang berarti melihat. Idea dapat
di artikan sebagai cita-cita, yaitu cita-cita yang bersifat tetap dan akan dicapai
dalam kehidupan nyata. Cita-cita ini pada hakikatnya merupakan dasar,
pandangan, atau faham yang diyakini kebenarannya. Logos berarti ilmu.
secara harfiah, ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide ( the science
of ideas), atau ajaran-ajaran tentang pengertian dasar.
Pokok-pokok pikiran yang perlu dikemukakan mengenai ideologi adalah
sebagai berikut:
1)

bahwa ideologi merupakan sistem pemikiran yang erat kaitannya

dengan perilaku manusia. Kecuali itu, ideologi merupakan serangkaian


pemikiran yang berkaitan dengan tertib sosial dan politik yang ada dan
berupaya untuk merubah atau mempertahankan tertib sosial dan politik yang
bersangkutan.
2)

Bahwa

ideologi,

di

samping

mengemukakan

program

juga

menyertakan strategi guna merealisasikannya.


3)

Bahwa ideologi dapat dipandang sebagai serangkaian pemikiran yang

dapat mempersatukan manusia, kelompok, atau masyarakat yang selanjutnya


diarahkan pada terwujudnya partisipasi secara efektif dalam kehidupan sosial
politik.

4)

Bahwa yang bisa mengubah suatu pemikiran menjadi ideologi adalah

fungsi pemikiran itu dalam berbagai lembaga politik dan kemasyarakatan.


Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup sekaligus juga
merupakan ideologi negara. Sebagai ideologi negara berarti bahwa pancasila
merupakan gagasan dasar yang berkenaan dengan kehidupan negara.
Sebagaimana setiap ideologi memiliki konsep mengenai wujud masyarakat
yang dicita-citakan, begitu juga dengan ideologi pancasila. Masyarakat yang
dicita-citakan dalam ideologi pancasila adalah masyarakat yang dijiwai dan
mencerminkan nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila, yaitu
masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan serta bertoleransi,
menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, masyarakat yang bertsatu dalam
suasana perbedaan, berkedaulatan rakyat dengan mengutamakan musyawarah,
serta masyarakat yang berkeadilan sosial. Hal itu berarti bahwa pancasila
bukan hanya sesuatu yang bersifat statais melandasi berdirinya negara
Indonesia, akan tetapi Pancasila juga membawakan gambaran mengenai
wujud masyarakat tertentu yang diinginkan serta prinsip-prinsip dasar yang
harus diperjuangkan untuk mewujudkannya
2.4 Penyimpangan pada Nilai Pancasila
2.4.1 Ketuhanan yang Maha Esa
Terorisme yang ada di dunia terutama di Indonesia sangatlah
bertentangan dengan nilai nilai yang harus diamalkan dalam sila pertama
pancasila ini ,walaupun para teroris umumnya mereka melakukan aksi terror
berlandaskan

suatu

agama

dan

alasan

membela

agama

sangatlah

bertentangan karena dalam nilai dari sila pertama ini setiap warga Negara
bebas memilih agama dan kepercayaannya masing-masing, tapi yang terjadi
saat ini sangatlah jauh berbeda nilai-nilai pancasila.apalagi saat ini teroris
berani melakukan bom bunuh diri demi membunuh orang-orang yang
dianggap tidak sepaham atau seagama.dengan alasan mereka melakukan bom

bunuh diri adalah jalan jihad(dijamin masuk surga) padahal dalam ajaran yang
sebenarnya bunuh diri itu merupakan dosa besar.
2.4.2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Tindakan dari terorisme ini sangatlah tidak berperikemanusiaan karena
antara satu dengan yang lainnya tidak ada rasa saling menghormati dan tidak
beradab pada norma yang ada. Tindakan mereka pun di cap sebagai tindakan
pengambilan

HAM

karena

mereka

tidak

memandang

bulu

dalam

melaksanakan aksinya dan siapapun bisa menjadi korban


2.4.3 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Terorisme

sangat

berdampak

langsung

pada

keadilan

dan

kesejahteraan masyarakat, karena jika terjadi aksi terorisme maka


perekonomian di sekitar wilayah itu akan lumpuh dan akan berdampak pada
kesejahteraan rakyat,lumpuhnya perekonomian bukan hanya di bidang
perdagangan,pertanian saja tapi juga perwisataan.dan akhinya akan membuat
rakyat menderita dan mengalami ketakutan.sedangkan nilai yang terkandung
dalam sila ke-5 pancasila itu adalah memberikan keadilan,kesejahteraan bagi
seluruh rakyat tapi jika terjadi terorisme maka keadilan dan kesejateraan tidak
akan di dapat oleh rakyat. Adapun yang didapat oleh rakyat adalah
kesengsaraan dan ketakutan maka dari itu kita bersama-sama dengan
pemerintah harus saling bekerja sama agar tidak terjadi terorisme yang
akhirnya akan merugikan kita dan bangsa kita tercinta ini yaitu Indonesia.dan
akhirnya untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan maka
pemerintah

harus

segera

melakukan

tindakan-tindakan

pencegahan,pemberantasan hingga mengadili pelaku dengan jerat hukuman


yang sepadan dengan yang sudah diperbuat.adapun upaya pencegahan
pemerintah dalam bidang ini sudah terlihat nyata seperti melakukan operasioperasi di berbagai daerah yang di tenggarai sebagia daerah rawan
terorisme,melakukan penyuluhan-penyuluhan ke masyarakat agar tidak

terbujuk oleh para teroris supaya mengikuti jejaknya,untuk pemberantasan


rupanya pemerintah di Indonesia tidak segan-segan, pemerintah bergerak
dengan cepat dan di bantu oleh densus 88 untuk menghabisi para teroris.
Pemerintah rupanya mempunyai pedoman untuk menangkap para teroris baik
hidup atau mati.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bangsa kita memang tengah menghadapi problem akut nan krusial. Terlebih
lagi bila dihadapkan pada persoalan aksi terorisme dan arogansi sukuisme yang
sering terjadi di negeri kita tercinta. Kita dituntut untuk menghilangkan
kesenangan dan kenikmatan sesaat, apalagi sampai mengorbankan harga diri dan
memutus ikatan emosional kita sebagai satu kesatuan yang utuh.Terorisme

merupakan suatu tindakan yang menyelewengkan nilai-nilai Pancasila, dimana


Pancasila tidak lagi sebagai ideology dasar negara. Aksi dari teroris pun tidak
memandang kaum mana yang akan mereka jadikan korban, oleh karena itu
tindakan ini sangatlah berkaitan dengan HAM di Indonesia. Latar belakang teroris
pun bermacam-macam mulai dari kesamaan ideology, pengaruh factor ekonomi
social hingga mengatasnamakan jihad. Dalam hal ini yang kita kembangkan
adalah constructive pluralism, bukan menerapkan minority by force atau minority
by will. Hal ini dilakukan agar Asas Pancasila tidak hanya dijadikan hafalan
belaka melainkan juga diterapkan berdasarkan Sila-silanya. Karena juga semua
sila yang ada di Pancasila berhubungan dengan Paham Integralistik.Yaitu Paham
yang mengedepankan Persatuan dan Kesatuan Negara.Agar Semua Rakyat Negara
Kita terus bersatu tanpa adanya Terorisme.Perlu ditanamkan Jiwa Integralistik
dalam Sanubari melalui Pancasila.Karena Pancasila membuat Bhinneka Tunggal
Ika.
3.2 Saran
Sebagai warga Negara yang baik kita harus berani melawan tindak teroris dan
bekerjasama dengan pemerintah untuk mencegah dan memberantas tindakan yang
meresahkan warga. Karena tindakan ini tidaklah sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila dan norma Agama yang berlaku.

DAFTAR PUSTAKA
http://daffodilousme.blogspot.co.id/2010/08/terorisme-dan-hubungannyadengan.html . Diakses pada tanggal 5 April 2016 pukul 11.35 WIB
Suwarno,PJ.1993.Pancasila Budaya bangsa Indonesia. Yogyakarta : Kanisius
Puspitasari, Yova.2012.Ideologi Pancasila dan Terorisme.
http://yovayuvitasari.blogspot.co.id/ Diakses pada tanggal 4 April 2016 pukul
20.15 WIB