Anda di halaman 1dari 3

BAB III

PENATALAKSANAAN IMPAKSI GIGI KANINUS RAHANG ATAS

Gigi kaninus memiliki peran penting dalam menciptakan estetika wajah


dan senyum yang baik, karena posisi gigi kaninus yang terdapat di sudut lengkung
gigi, membentuk eminensia kaninus untuk mendukung dasar alar dan bibir atas.
Selain itu, posisi, bentuk, dan ukuran gigi kaninus yang tepat dapat menciptakan
proporsi gigi anterior dan garis senyum yang baik. Secara fungsional, gigi kaninus
mendukung gigi-geligi yaitu dengan memberi kontribusi dalam disartikulasi
selama pergerakan lateral pada orang tertentu. Penatalaksanaan impaksi gigi
kaninus rahang atas pada umumnya membutuhkan pendekatan interdisipilin yang
melibatkan bedah mulut, restoratif, periodonsia, dan ortodonsia. Rencana
perawatan yang tepat sangat penting dalam usaha untuk mencapai tujuan
perawatan.
Pasien dengan impaksi gigi kaninus terlebih dahulu harus menjalani
evaluasi klinis dan radiografis dari maloklusi untuk menentukan lokasi dari
impaksi gigi kaninus dan untuk melakukan prognosis. Kerja sama, usia,
kebersihan mulut, variasi skeletal dan keberadaan celah gigi serta susunan gigi
yang berjejal dari pasien merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi
prognosis perawatan. Adanya resorpsi akar gigi tetangga perlu dipertimbangkan.
Ortodontis juga perlu menguasai perkembangan normal dan pola erupsi gigi agar
dapat menjalankan perawatan interseptif bila memungkinkan, hal ini dapat

meminimalisir biaya bila dibandingkan dengan prosedur invasif lainnya.


Konseling kepada pasien mengenai pilihan perawatan yang tersedia dan
pemberian informed consent merupakan hal penting untuk menghindari masalah
medikolegal.
Adapun pilihan perawatan yang dapat dilakukan dalam penatalaksanaan
impaksi gigi kaninus rahang atas, antara lain: Tidak dilakukan perawatan,
perawatan interseptif, pencabutan, autotransplantasi, dan pembedahan disertai
dengan perawatan ortodonsi.
1. Tidak Dilakukan Perawatan
Pilihan perawatan ini direkomendasikan bila:
Pasien tidak meminta untuk dirawat
Tidak terdapat tanda resorpsi gigi tentangga atau kelainan

patologis lainnya
Terdapat malposisi gigi kaninus yang cukup parah tanpa
disertai kelainan patologis, apabila posisi gigi cukup jauh dari
susunan gigi ideal namun terdapat kontak yang baik antara
insisif lateral dan premolar pertama atau estetik/ prognosis gigi
kaninus sulung yang baik.

Gigi kaninus impaksi harus diobservasi secara periodik untuk melihat


ada tidaknya degenerasi kista,resorpsi akan dan komplikasi lainnya
yang mungkin terjadi. Belum diketahui jangka waktu optimal antara
foto roentgen untuk mengurangi dosis radiasi. Pada sebagian besar
kasus, prognosis jangka panjang pada gigi kaninus sulung yang
dipertahankan adalah

2. Perawatan Interseptif
Diagnosis awal dan intervensi sangat penting untuk dilakukan
dikarenakan hal ini dapat mempersingkat waktu, perluasan dan
mengurangi perawatan kompleks lain pada masa gigi permanen.
Apabila tanda awal erupsi ektopik kaninus telah diketahui, pencegahan
terhadap impaksi harus dilakukan. Pencabutan gigi kaninus sulung
sering kali dilakukan sebagai tindakan interseptif untuk memfasilitasi
erupsi gigi kaninus permanen. Pencabutan gigi kaninus sulung
direkomendasikan bila:
Pasien berumur 10-13 tahun
Gigi kaninus tidak dapat dipalpasi dalam posisi normalnya dan
pemeriksaan radiografi menunjukkan posisi kaninus ektopik ke
arah palatal.
Evaluasi klinis dan radiografis harus dilakukan setiap 6 bulan sekali.
Apabila tidak ada perubahan posisi kaninus dalam waktu 12 bulan
setelah pencabutan gigi kaninus sulung pada foto panoramik, maka
perawatan alternatif diindikasikan.