Anda di halaman 1dari 2

1.

Angka Mutlak dan Relatif


Dalam beberapa hal dan untuk tujuan tertentu angka-angka mutlak berguna secara
langsung bahkan sangat penting. Namun bagi tujuan-tujuan perbandingan, penggunaan
angka-angka mutlak sering tidak memadai dan bahkan sering tidak banyak memberi arti.
Umpamanya dengan hanya menyatakan jumlah penduduk golongan umur yang sama dari
dua penduduk yang cukup banyak berbeda jumlahnya, tidak akan memberikan gambaran
yang jelas perbandingan struktur unsur ( susunan penduduk menurut golongan umur)
antar penduduk yang bersangkutan. Lebih jauh, peristiwa-peristiwa demografi seperti
kelahiran bertalian dengan jumlah penduduk.
Jumlah kelahiran yang berbeda dari dua daerah atau Negara dengan jumlah
penduduk yang berbeda tidak memberi gambaran yang jelas mengenai perbandingan
keadaan kelahiran antar kedua daerah atau Negara yang bersangkutan. Dalam hal seperti
ini biasanya jumlah penduduk atau bagian penduduk yang menjadi sumber dari peristiwaperistiwa tersebut, yang menghasilkan angka atau ukuran-ukuran relatif. Ada beragam
ukuran relative seperti rasio, presentase dan reit.
Jadi, dengan menggunakan angka relative dapat membantu dalam membandingkan
keadaan berbagai peristiwa demografi dari penduduk-penduduk yang jumlahnya sangat
berbeda.
2. Rasio dan Reit
Rasio adalah besaran hasil perbandingan antara dua angka. Rasio adalah ukuran
relative sehingga tidak merupakan indikator besarnya angka-angka yang
diperbandingkan. Dalam ilmu demografi dikenal dengan rasio jenis kelamin yaitu
perbandingan jumlah penduduk pria dengan jumlah penduduk wanita atau sebaliknya.
Contoh lain dari rasio anak-wanita dan rasio beban tanggungan. Kedua rasio tersebut
biasanya dihitung sebagai berikut:
jumlah penduduk umur 04 tahun
Rasio anak wanita = jumlah penduduk perempuan 1549 tahun(1544 tahun) x 100
Rasio

beban

tanggungan

jumlah penduduk umur 014 tahun dan 65 tahunke atas


x 100
jumlah penduduk umur 1564 tahun
Rasio adalah besaran hasil perbandingan antara dua angka. Rasio adalah ukuran
relative sehingga tidak merupakan indikator besarnya angka-angka yang
diperbandingkan. Rasio 50 laki-laki terhadap 40 perempuan adalah lebih besar dari rasio
1.000 laki-laki terhadap 1.200 perempuan meskipun angka-angka yang diperbandingkan
lebih kecil pada kasus pertama daripada kasus kedua. Tujuan dari penyajian rasio adalah
untuk menjawab pertanyaan: tiap unit angka kedua berupa unit kah pada angka pertama?

Kendatipun demikian angka rasio sering dinyatakan sebagai jumlah unit angka
pertama per 100 atau 1.000 unit angka kedua. Rasio 50 laki-laki terhadap 40 perempuan
dan rasio 1.000 laki-laki terhadap 1.200 perempuan masing-masing dapat dinyatakan
sebagai 125 laki-laki per 100 perempuan dan 83 laki-laki per 100 perempuan. Angkaangka rasio jumlah penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan dalam demografi/
ilmu kependudukan dikenal sebagai rasio jenis kelamin
3. Distribusi Frekuensi
Dalam ilmu kependudukan distribusi frekuensi merupakan alat untuk
menggambarkan profil penduduk menurut karakteristik tertentu. Karakteristik ini
umpamanya umur, jenis kelamin, daerah tempat tinggal, lapangan pekerjaan, agama, dan
kewarganegaraan. Frekuensi dapat terbentuk angka-angka mutlak atau proporsi dan
persentase (angka-angka relative)
Jika 1200 orang penduduk perempuan di antara 2000 orang penduduk (laki-laki dan
perempuan) di suatu desa. Jadi proporsinya adalah:

1200
=0,6 . Dengan demikian
2000

proporsi adalah suatu rasio yang menunjukkan bagian relative dari angka nol. Suatu
proporsi dapat dinyatakan dengan rumus-rumus

a
a+b

. Sedangkan presentase wanita

1200
di desa di atas 100 x 0.60 persen. ( 2000 x 100 persen .

Angka-angka presentase

merupakan rasio-rasio khusus yang dihitung dengan dasar bilangan 100.