Anda di halaman 1dari 4

III.

DASAR TEORI

Destilasi adalah cara pemisahan zat cair dari campurannya berdasarkan perbedaan
titik didih atau berdasarkan kemapuan zat untuk menguap. Dimana zat cair dipanaskan
hingga titik didihnya, serta mengalirkan uap ke dalam alat pendingin (kondensor) dan
mengumpulkan hasil pengembunan sebagai zat cair. Metode ini termasuk sebagai unit operasi
kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu
larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi
didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
Pada kondensor digunakan air yang mengalir sebagai pendingin. Air pada kondensor
dialirkan dari bawah ke atas, hal ini bertujuan supaya air tersebut dapat mengisi seluruh
bagian pada kondensor sehingga akan dihasilkan proses pendinginan yang sempurna. Saat
suhu dipanaskan, cairan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Uap
ini akan dialirkan dan kemudian didinginkan sehingga kembali menjadi cairan yang
ditampung pada wadah terpisah. Zat yang titik didihnya lebih tinggi masih tertinggal pada
wadah semula. Prinsip dari destilasi adalah penguapan dan pengembunan kembali uapnya
dari tekanan dan suhu tertentu. Tujuan dari destilasi adalah pemurnian zat cair pada titik
didihnya dan memisahkan cairan dari zat padat. Uap yang dikeluarkan dari campuran disebut
sebagai uap bebas. Kondensat yang jatuh sebagai destilat dan bagian cair yang tidak menguap
sebagai residu. Apabila yang diinginkan adalah bagian bagian campurannya yang tidak
teruapkan dan bukan destilatnya maka proses tersebut dinamakan pengentalan dengan
evaporasi. Destilasi adalah sebuah aplikasi yang mengikuti prinsip-prinsip Jika suatu zat
dalam larutan tidak sama-sama menguap, maka uap larutan akan mempunyai komponen yang
berbeda dengan larutanaslinya. Jika salah satu zat menguap dan yang lain tidak, pemisahan
dapat terjadi sempurna. Tetapi jika kedua zat menguap tetapi tidak sama, maka pemisahnya
hanya akan terjadi sebagian, akan tetapi destilat atau produk akan menjadi kaya pada suatu
komponen dari pada larutan aslinya.
Destilasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:
1. Destilasi biasa, umumnya dengan menaikkan suhu. Tekanan uapnya diatas cairan atau
tekanan atmosfer (titik didih normal)
2. Destilasi vakum, cairan diuapkan pada tekanan rendah, jauh dibawah titik didih dan mudah
terurai.
3. Destilasi bertingkat atau destilasi terfraksi yaitu proses yang komponen-komponennya
secara bertingkat diuapkan dan diembunkan. Penyulingan Terfraksi berbeda dari distilasi

biasa, karena ada kolom fraksinasi di mana ada proses refluks. Refluk proses penyulingan
dilakukan untuk pemisahan campuran etanol-air dapat terjadi dengan baik. Fungsi kolom
fraksinasi sehingga kontak antara cairan dengan uap sedikit lebih lama. Sehingga
komponen yang lebih ringan dengan titik didih yang lebih rendah bendungan akan terus
menguap ke kondensor. Lebih komponen Sedangkankan distilat bersat akan kembali
menjadi labu. Destilasi ini biasanya digunakan untuk memisahkan campuran zat cair yang
mempunyai perbedaan titik didih tidak berbeda banyak. Distilasi jenis ini dapat digunakan
untuk memisahkan zat yang mempunyai rentang perbedaan titik didih hingga di bawah
300C. Destilasi ini juga dilaksanakan pada tekanan tetap. Pada percobaan yang dilakukan
sample yang digunakan adalah campuran air dan etanol. Campuran ini bersifat azeotrof
karena kedua larutan tersebut mempunyai titik didih yang hampir sama sehingga akan sulit
untuk dipisahkan antara zat yang satu dengan zat yang lainnya. hal ini dikarenakan pada
saat penampungan distilat akan sulit diidentifikasi pergantian fraksinya karena titik
didihnya berdekatan (hampir sama) akibatnya ditilat yang tertampung menjadi tidak
murni. Belum lagi jika pada sample (campuran air dan etanol) tersebut terdapat pengotor
yang mempunyai titik didih yang hamper sama dengan sample yang dapat mengakibatkan
distilat menjadi tidak murni.
4. Destilasi azeotrop yaitu destilasi dengan menguapkan zat cair tanpa perubahan komposisi.
Jadi ada perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap, dan hal ini merupakan
syarat utama supaya pemisahan dengan distilasi dapat dilakukan. Kalau komposisi fase uap
sama dengan komposisi fase cair, maka pemisahan dengan jalan distilasi tidak dapat
dilakukan. Destilasi sering digunakan dalam proses isolasi komponen, pemekatan larutan,
dan juga pemurnian komponen cair.
Jenis-jenis destilasi
1. Destilasi sederhana
Pada distilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh
atau dengan salah satu komponen bersifat volatil (mudah menguap). Jika campuran
dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu.
Selain perbedaan titik didih, juga perbedaan kevolatilan, yaitu kecenderungan
sebuahsubstansi untuk menjadi gas. Distilasi ini dilakukan pada tekanan atmosfer. Aplikasi
distilasi sederhana digunakan untuk memisahkan campuran air dan alkohol.

2. Destilasi Fraksionisasi
Fungsi distilasi fraksionasi adalah memisahkan komponen-komponen cair, dua atau
lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi ini juga dapat
digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 20 C dan bekerja pada
tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah.Aplikasi dari distilasi jenis ini digunakan pada
industri minyak mentah, untuk memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah.
Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi.
Dikolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap
platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian destilat yang lebih dari
plat-plat di bawahnya. Semakin keatas, semakin tidak volatil cairannya.
3. Destilasi Uap
Distilasi uap digunakan pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik didih mencapai
200 C atau lebih. Distilasi uap dapat menguapkan senyawa-senyawa ini dengan suhu
mendekati 100 C dalam tekanan atmosfer dengan menggunakan uap atau air mendidih. Sifat
yang fundamental dari distilasi uap adalah dapat mendistilasi campuran senyawa di bawah
titik didih dari masing-masing senyawa campurannya.

Selain itu distilasi uap dapat

digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam air di semua temperatur, tapi dapat
didistilasi dengan air. Aplikasi dari distilasi uap adalah untuk mengekstrak beberapa produk
alam seperti minyak eucalyptus dari eucalyptus. dan minyak sitrus dari lemon atau jeruk, dan
untuk ekstraksi minyak parfum dari tumbuhan. Campuran dipanaskan melalui uap air yang
dialirkan ke dalam campuran dan mungkin ditambah juga dengan pemanasa. Uap dari
campuran akan naik ke atas menuju ke kondensor dan akhirnya masuk ke labu destilat.
4. Destilasi Vakum
Distilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin didistilasi tidak stabil,
dengan pengertian dapat terdekomposisi sebelum atau mendekati titik didihnya atau
campuran yang memiliki titik didih di atas 150 C. Metode distilasi ini tidak dapat digunakan
pada pelarut dengan titik didih yang rendah jika kondensornya menggunakan air dingin,
karena komponen yang menguap tidak dapat dikondensasi oleh air. Untuk mengurangi
tekanan digunakan pompa vakum atau aspirator. Aspirator berfungsi sebagai penurun tekanan
pada sistem distilasi ini.