Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

DATA dan ANALISIS


A. Data
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan didapatkan data sebagai berikut:
a. Percobaan 1
prisma = 60
Nprisma = 1
No.
i1
r2
1.
40
40
2.
50
55
3.
60
65
Minimum Pengamatan = 20
Minimum Perhitungan = 28

Pengamatan
20
50
55

Perhitungan
20
45
65

Pengamatan
20
30
40

Perhitungan
15
30
35

b. Percobaan 2
prisma = 90
Nprisma = 1
No.
i1
r2
1.
50
55
2.
60
60
3.
70
55
Minimum Pengamatan = 20
Minimum Perhitungan = 40

B. Analisis
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan pada praktikum Deviasi Minimum Prisma
dilakukan dengan menggunakan 2 nilai yaitu 60o dan 90o serta nilai nprisma = 1,5 yang
dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali untuk masing-masing nilai dengan sudut sinar
datang yang bervariasi.
Pada percobaan pertama dengan prisma = 60o, dengan menggunakan sudut datang (i1)
40o diperoleh sudut bias (r2) sebesar 40o sehingga diperoleh sudut deviasi prisma hasil
perhitungan sebesar 20 sedangkan sudut deviasi prisma berdasarkan hasil pengamatan
diperoleh nilai yang sama dengan perhitungan yaitu sebesar 20o. Pada pengulangan kedua
dengan menggunakan sudut datang (i1) 50o diperoleh sudut bias sebesar (r2) 55o sehingga
diperoleh sudut deviasi prisma hasil perhitungan sebesar 45 sedangkan sudut deviasi prisma
hasil pengamatan sebesar 50o. Pada pengulangan ketiga dengan menggunakan sudut datang
(i1) 60o diperoleh sudut bias (r2) sebesar 65o menghasilkan deviasi prisma perhitungan sebesar
65sedangkan sudut deviasi prisma pengamatan diperoleh sebesar 55. Devisiasi minimum

pada hasil pengamatan yaitu sebesar 20 o sedangkan pada teori dapat diperole.h devisiasi
minimum perhitungan sebesar 28o.
Pada percobaan kedua dengan prisma = 90o, dengan menggunakan sudut datang (i1) 50o
diperoleh sudut bias (r2) sebesar 55o sehingga diperoleh sudut deviasi prisma hasil
perhitungan sebesar 15 sedangkan sudut deviasi prisma berdasarkan hasil pengamatan
diperoleh nilai yaitu sebesar 20o. Pada pengulangan kedua dengan menggunakan sudut
datang (i1) 60o diperoleh sudut bias sebesar (r2) 60o sehingga diperoleh sudut deviasi prisma
hasil perhitungan sebesar 30 sedangkan sudut deviasi prisma hasil nilai pengamatan sama
dengan hasil perhitungan yaitu sebesar 30o. Pada pengulangan ketiga dengan menggunakan
sudut datang (i1) 70o diperoleh sudut bias (r2) sebesar 55o menghasilkan deviasi prisma
perhitungan sebesar 35 sedangkan sudut deviasi prisma pengamatan diperoleh sebesar 40.
Devisiasi minimum pada hasil pengamatan yaitu sebesar 20o sedangkan pada teori dapat
diperoleh devisiasi minimum perhitungan sebesar 40o.
.
C. Pembahasan
Praktikum Deviasi Minimum Prisma diperoleh hasil percobaan berupa sudut sinar bias
(r2), sudut deviasi hasil perhitungan (perhitungan), sudut deviasi hasil pengamatan (pengamatan), dan
sudut deviasi minimum (m). Hasil sudut deviasi dan sudut sinar bias tersebut nilainya
mengalami kenaikan berdasarkan hasil pengamatan maupun hasil perhitungan dengan ratarata pengamatan (41,6 10,93) dan taraf ketelitiannya sebesar 37,4%.
Dengan demikian, dapat dibuat sebuah grafik hubungan antara sudut sinar datang (i 1)
dengan pengamatan:

Grafik 4.1 Hubungan dengan i1 (prisma= 60o)


60

50

55
50

40

(o)

30
20
20

10

0
40

50

60

sudut sinar datang (o)

Gambar 4.1. Grafik terhadap i2 pada sudut prisma 60


Pada grafik tersebut, hubungan antara sudut sinar datang dan sudut deviasi hasil
perhitungan terjadi kenaikan. Pada sudut sinar datang 40o besar sudut deviasinya yaitu 20o.
Sudut deviasi tersebut meningkat pada sudut sinar datang 50o yaitu sebesar 50o dan kemudian
sudut deviasi meningkat kembali pada sudut sinar datang 60o yaitu sebesar 55o. Berdasarkan
data sudut deviasi minimum prisma pada prisma = 60o, maka dapat diketahui bahwa nilai sudut
deviasi minimum prisma berdasakan hasil perhitungan yang menunjukkan nilai paling kecil
pada = 60o adalah ketika sudut sinar datang (i1) sebesar 20o.
Dari grafik tersebut, dapat diketahui bahwa semakin besar nilai sudut datang (i ) maka
semakin besar nilai sudut deviasi (). Hal ini sesuai dengan dasar teori yang ada
Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwa sudut deviasi perhitungan terlihat
mengalami kenaikan dan nilai sudut sinar bias (r2) juga mengalami kenaikan dengan
bertambahnya nilai sinar datang (i1). Hasil sudut deviasi dan sudut sinar bias tersebut nilainya
mengalami kenaikan berdasarkan hasil pengamatan maupun hasil perhitungan dengan ratarata pengamatan (30 5,77) dan taraf ketelitiannya sebesar 80,8%.
Dengan demikian, dapat dibuat sebuah grafik hubungan antara sudut sinar datang (i 1)
dengan perhitungan:

Grafik 4.2 Hubungan dengan i1 (prisma=60o)


45
40

40
35
30

30

25

(o)

20
20
15
10
5
0
50

60

70

sudut sinar datang (o)

Gambar 4.2. Grafik terhadap i2 pada sudut prisma 45


Pada grafik tersebut, hubungan antara sudut sinar datang (i 1) dan perhitungan terjadi
kenaikan. Pada sudut sinar datang (i1) 50 sudut deviasi sebesar 20 pada sudut sinar datang
60 perhitungan sudut deviasi yang dihasilkan terjadi kenaikan yaitu sebesar 30 dan
kemudian pada sudut sinar datang 70 perhitungan sudut deviasi yang dihasilkan terjadi
kenaikan kembali sebesar 35. Dengan demikian, nilai sudut deviasi perhitungan paling kecil
pada = 90o adalah ketika sudut sinar datang (i1) sebesar 50o dan sudut deviasi minimum
prismanya yaitu 15o.
Dari grafik tersebut, dapat diketahui bahwa semakin besar nilai sudut datang (i ) maka
semakin besar nilai sudut deviasi (). Hal ini sesuai dengan dasar teori yang ada
Dari data pengamatan deviasi minimum prisma dapat di cari nilai sudut deviasi minimum
prisma pada setiap perlakuan yang dihitung dengan rumus (n-1) Sedangkan, nilai sudut
deviasi minimum prisma yang dihitung dengan rumus sin (+ m) = (np/nm) sin .
Dari data sudut deviasi minimum dari data pengamatan dan perhitungan terdapat perbedaan
yang segnifikan pada sudut prisma 60 dan 90. Pada prisma 60 dihasilkan deviasi
minimum pengamatan sebesar 20 sedangkan deviasi minimum pengamatan dihasilkan
sebesar 28 sedangkan pada minimum pada 90 dihasilkan minimum pengamatan sebesar
20 dan minimum perhitungan sebesar 40. Hasil ini tidak sesuai dengan teori yang ada,
pada teori dikatakan bahwa nilai dari perhitungan dan pengamatan adalah sama.

Selain itu dapat diperoleh besar sudut deviasi perhitungan ( perhitungan)dan sudut deviasi
pengamatan (pengamatan). Secara teori nilai dari perhitungan dan pengamatan adalah sama, karena
rumus perhitungan berasal dari segitiga-segitiga yang dibentuk oleh perpanjangan sinar datang,
sinar bias, dan garis normal. Sudut deviasi secara perhitungan dengan rumus = i2 + r2 .
Namun pada percobaan kami dari data sudut deviasi minimum dari data pengamatan dan
perhitungan terdapat perbedaan yang segnifikan pada setiap data. .
Berdasarkan sudut deviasi () yang terbentuk, maka dapat ditentukan sudut deviasi
minimum prisma (m). Sudut deviasi minimum prisma terbentuk ketika nilai sudut sinar
datang (i1) dan sudut sinar bias (r2) sama. Dengan demikian dapat diperoleh sudut deviasi
minimum prisma hasilnya akan 0o. Namun dalam percobaan ini, kami tidak menemukan
sudut deviasi minimum tersebut (m). Pada prisma 90 pada percobaan kedua dengan sudut
datang dan sudut sinar bias yang sama yaitu sebesar 60 tidak menghasilkan deviasi
minimum dan hasilnya adalah 30.
Berdasarkan data-data yang diperoleh dari percobaan maupun perhitungan terdapat
beberapa perbedaan dan ketidaksesuaian dengan kajian teori yang ada yaitu perbedaan data
sudut deviasi dan sudut deviasi minimum prisma secara pengamatan dan perhitungan. Hal ini
disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kesalahan paralak (kesalahan saat memebaca skala
pada percobaan), kekeliruan tindakan (kesalahan dalam menggunakan alat dan bahan), dan
kesalahan dalam memanipulasi data sudut datang pada percobaan sehingga menghasilkan
data yang tidak sesuai.

Menghitung taraf ketelitian pada sudut deviasi () hasil pengamatan


a. prisma = 60o
pengamatan
20o
50o
55o
Rata-rata = 41,6

D
21,6
8,4
13,4

d2
466,56
70,56
179,56
d2 = 716,68

d2
n (n1)

716,68
3( 31)

716,68
6

119,45

= 10,93
Ketidakpastian = ketelitian/rata-rata x 100%
= 10,93/41,6 x 100%
= 0,262 x 100%
= 62,6 %
Taraf ketelitian = 100% - ketidakpastian
= 100% - 62,6%
= 37,4%

b.

prisma = 90o
pengamatan
20o
30o
40o
Rata-rata = 30

d2
n (n1)

200
3( 31)

D
10
0
10

d2
100
0
100
d2 = 200

33,33

200
6

= 5,77
Ketidakpastian = ketelitian/rata-rata x 100%
= 5,77/30 x 100%
= 0.192x 100%
= 19,2%
Taraf ketelitian = 100% - ketidakpastian
= 100% - 15,5%
= 80,8%