Anda di halaman 1dari 4

Muh Fuad Badrussalam

15/391654/PEK/21100
METODOLOGI PENELITIAN

ERGONOMICS, EMPLOYEE INVOLVEMENT,


AND THE TOYOTA PRODUCTION SYSTEM:
A CASE STUDY OF NUMMI'S 1993 MODEL INTRODUCTION
New United Motor Manufacturing, Inc. (NUMMI) adalah perusahaan patungan GMToyota yang telah dipuji untuk mencapai kinerja tinggi berdasarkan keterlibatan
karyawan tetapi dikritik karena mengintensifkan kerja dan merugikan pekerja.
Pada tahun 1993, OSHA dikutip NUMMI untuk memperhatikan cukup untuk
masalah ergonomis selama pengenalan model mobil baru. Para penulis
menganalisis

asal-usul

masalah

ergonomis

NUMMI

dan

tanggapan

dari

perusahaan, serikat buruh dan regulator; mereka juga membahas pengenalan


model yang lebih ergonomis sukses dua tahun berikut kutipan OSHA. Analisis ini
berfokus pada hubungan antara lean manufacturing, keterlibatan karyawan,
konflik pekerja-manajemen, organisasi belajar dan ergonomi.
1. Latar belakang perusahaan
Setelah GM Bangkrut dan melakukan PHK pada karyawannya ditahun
1982,

NUMMI

hadir

pada

tahun

1984.

Hasilnya

adalah

Toyota

menginvestasikan kepada NUMMI. Tahun 1988, ada terobosan baru terkait


dengan produknya yaitu munculnya Corolla dan Geo Prizm. Tidak lama
setelah itu, akhirnya produksi truck juga dilaksanakan.
2. TPS
Just In Time (JIT) Production, The Team Concept, The Jidoka Quality Focus,
dan Standar Kinerja dan Kaizen.
3. Supporting Policies
Toyota Production System (TPS) lebih mengutamakan komitmen dari para
pekerja dan formasi dari suatu keahlian.

4. Work Force Attitudes


Komitmen yang tinggi dari setiap pekerja,membuat suatu peningkatan
dalam kepuasan dari para pekerja yang berkontribusi dalam suatu
produksi atau dari suatu serikat kerja.
5. The 1993 Model Change
Jangka waktu dan kualitas dari produk NUMMI lebih cepat dari para
kompetitiornya dalam penerapan suatu model terbaru.
6. Challenges of the 1993 Model Introduction
NUMMI memiliki rencana memodifikasi dan membuat agar produknya
tersebut bisa modif dan berbeda dari pabrik Toyota di Japan. Disana
dikatakan Geo Prizm yang diubah desain interior dan eksteriornya
7. The Pilot Team
Pilot Team memegang peranan dan kendali yang penting terkait dengan
mekanisme proses organisasinya. Didalamnya terdapat team leader dan
team members dalam suatu unit kerja nya.
8. Problems in the Pilots
Terdapat tiga kendala yang dihadapi, yaitu kasus pada dokumentasinya,
kedua yaitu terkait dengan prosesnya yang tidak optimal karena spesifikasi
suku cadang yang ada tidak diinginkan. Ketiga adalah Supplier sulit
mengikuti perkembangan NUMMI yang terlalu cepat dalam berinovasi.
9. Start of Production
Manajemen ingin memastikan kualitas yang terbaik dan tingkat produksi
yang tinggi. Terjadi suatu rotasi dalam bekerja dengan tujuan agar team
members juga dapat berkontribusi secara optimal dalam pekerjaannya dan
juga keseluruhan pekerja tersebut dapat melakukan regenerasi yang baik
kedepannya.
10.

Problems

in

the

Ramp-Up

and

Their

Ergonomic

Consequences
Adanya spare parts yang sudah sampai kepada NUMMIs Pilot Team,
ternyata belum selesai permasalahannya karena adanya perubahan desain
yang tidak terdokumentasikan. Poin penting dari Ramp-Up ini adalah
adanya kesenjangan dari produktivitas hasil dan para pekerja.

11.

The OSHA Citations

OSHA menemukan dua rujukan serius terkait masalah ergonomic. Yang


pertama

adalah

perhatian

yang

tidak

cukup

terhadap

ergonomic

berdasarkan perencanaan perubahan model yang diterapkan pada tahun


1993. Kemudian yang kedua adalah NUMMI tidak merespond secara cepat
dan lugas untuk membenarkan terhadap statement banyaknya masalah
ergonomis pada perakitan Corolla dan Geo Prizm, selain itu juga tidak
melakukan koreksi sementara ketika masih menunggu suku cadang yang
belum tersedia.
12.

Implementing Ergonomic Countermeasures

Penanggulangan terhadap masalah mulai dikaji dan terdapat beberapa


factor untuk mengembangkan spesifikasi suku cadang dan peralatan yang
lebih baik. Tetapi dalam implementasinya masih terdapat inkonsistensi.
Orang yang bertanggungjawab dalam hal ini adalah asisten manager.
13.
OSHA

The OSHA Settlement


dan

juga

NUMMI

telah

mencapai

kesepakatan

dalam

penyelesaiannya. Hal tersebut dapat dilihat dengan menyatukan suatu


komitmen untuk melanjutkan dalam setiap pengawasan terhadap masalah
ergonomis, dibagi dalam baik itu sebelum dan setelah model berubah, dan
memastikan bahwa pilot team tersebut dapat berkembang dengan
mengkutin training agar masalah ergonomics dapat berjalan optimal.
14.

Short-Run Results

Perubahan model merupakan proses yang smooth dalam efisiensi dan


kualitas dibandingkan dengan pendekatan tradisional. Meskipun hasilnya
sudah impresife, namun masih belum berhasil dalam hal keamanan dan
keselamatan dari suatu relasi manajemen.
15.

The 1995 Truck Line Launch

Untuk memproduksi truck, maka NUMMI memiliki rencana tanpa adanya


masalah yang timbul secara sama dengan sebelumnya.
16.

Discussion: Ergonomics and NUMMIs Production System

Dalam suatu perusahaan entitas bisnis, harus memperhatikan dan


memahami mengenai keseluruhan komponennya, yaitu manajemennya,
serikat kerja nya, pekerja nya, kemudian regulatornya sebagai dasar acuan
peraturan yang harsu diterapkan. Dalam section ini, terdapat beberapa
factor dan indikator yang melandasi outcome ergonomic terhadap NUMMI.
17.

Conclusion

1. Ketika adanya keterlibatan yang cukup luas, maka kepentingan


manajemen dan pekerja bisa saja terjadi penyimpangan.
2.

Tidak ada sinkronisasi antara keuntungan yang didapat dengan


kesehatan atau sifatnya tidak statis.

3. Pergeseran kurva antara keuntungan dan kesehatan tidak dapat


terlaksana secara otomatis.
4. Kehadiran dari serikat pekerja dapat mempengaruhi regulasi yang
sudah ditetapkan dan dapat meningkatkan efektivitas dari regulasi itu
sendiri.