Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami ucapkankepada Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya
Kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pengelolaan Sampah di Swedia.Kami
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik materil
maupun spiritual dalam menyelesaikan makalah ini sehingga dapat diselesaikan dengan baik.
Kami menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dalam segi bahasa maupun cara penulisannya. Namun, demikian Kami
telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang Kamimiliki sehingga
makalah ini dapat diselesaikan. Untuk kesempurnaan penulisan di masa yang akan datang,
kritik dan saran yang sifatnya membangun sangatlah diharapkan. Dan Kami berharap semoga
makalah ini bermanfaat bagi seluruh pembaca. Agar dapat mencontoh pengelolaan sampah
yang ada di negara Swedia.

Pekanbaru, 3 Mei 2016

Kelompok

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kegiatan manusia menghasilkan berbagai sampah.Sampah sering dibuang begitusaja
karena dianggap tidak berguna dan tidak diinginkan. Padahal jika dikeloladengan baik,
sampah dapat digunakan menjadi sumber daya bagi masyarakat danindustri bahkan untuk
mendapatkan energi. Dengan kata lain, managemenpengelolaan sampah menjadi masalah
yang signifikan bagi masyarakat. Mengingatjumlah sampah per hari yang makin meningkat.
Managemen pengelolaan sampah yang dimaksudkan adalah metode pengumpulan,
pengangkutan, pemprosesan,pendaurulangan atau pembuangan ke TPA dari material sampah
untuk mengurangidampaknya terhadap kesehatan, lingkungan dan keindahan.Pengelolaan
sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam dan memberikan nilaiekonomi.
Pengelolaan sampah bisa berupa zat organik dan anorganik dengan metode dan keahlian
khusus untuk tiap jenis zat.
Managemen pengelolaan sampah antara satu negara dengan negara lainsangat
berbeda, begitu juga antar daerah atau antar wilayah. Namun demikiansejumlah peraturan
dan standar telah ditetapkan, baik pada tingkat internasional(melalui asosiasi), nasional
maupun daerah.Kebijakan pemerintah dan budaya masyarakat yang mengerti arti kebersihan
dan energi, membuat Swedia menjadi negara maju dalam pengelolaan sampah.Dalam data
statistik Eurostat, rata-rata jumlah sampah yang menjadi limbah di negara-negara Eropa
adalah 38 persen.Swedia berhasil menekan angka itu menjadi hanya satu persen.Swedia
merupakan negara terbesar ke-56 di dunia, dikenal memiliki manajemen sampah yang
baik.Mayoritas sampah rumah tangga di negara Swedia bisa didaur ulang atau digunakan
kembali.Satu-satunya dampak negatif dari kebijakan ini adalah Swedia kini kekurangan
sampah untuk dijadikan bahan bakar pembangkit energinya.Swedia kini mengimpor 800 ribu
ton sampah per tahun dari negara-negara tetangganya di Eropa.Mayoritas sampah ini berasal
dari Norwegia.Sampah-sampah ini sekaligus untuk memenuhi program sampah menjadi
energi (Waste-to-Energy) di Swedia.Dengan tujuan utama mengubah sampah menjadi energi
panas dan listrik.
1.2 Rumusan Masalah
1. Jelasakan pengelolaan sampah di Swedia!
2. Sebutkan beberapa kebijakan pemerintah Swedia dalam pengelolaan sampah!
3. Sebutkan tiga prinsip negara Swedia untuk menangani sampah!
4. Jelaskan salah satu perusahaan yang mengolah sampah di Swedia!

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengelolaan sampah di Swedia.
2. Mengetahui beberapa kebijakan pemerintah Swedia dalam pengelolaan sampah.
3. Mengetahui tiga prinsip negara Swedia untuk menangani sampah.
4. Mengetahui salah satu perusahaan yang mengolah sampah di Swedia.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengelolaan Sampah Di Swedia


Pengelolaan sampah di Swedia selalu mengedepankan bahwa sampah merupakan
salah satu resources yang dapat digunakan sebagai sumber energi. Dasar pengelolaan sampah
diletakkan pada minimasi sampah dan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.
Keberhasilan penanganan sampah itu didukung oleh tingkat kesadaran masyarakat yang
sudah sangat tinggi. Landasan kebijakan Swedia yaitu, senyawa beracun yang terkandung
dalam sampah harus dikurangi sejak pada tingkat produksi. Minimasi jumlah sampah dan
daur ulang ditingkatkan. Pembuangan sampah yang masih memiliki nilai energi dikurangi
secara signifikan. Sehingga, kebijaksanaan pengelolaan sampah swedia antara lain meliputi:
Pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA harus berkurang sampai dengan 70 %
pada tahun 2015. Sampah yang dapat dibakar (combustible waste) tidak boleh dibuang ke
TPA sejak tahun 2002. Sampah organik tidak boleh dibuang ke TPA lagi pada tahun 2005.
Tahun 2008 pengelolaan lokasi landfill harus sesuai dengan ketentuan standar lingkungan.
Pengembangan teknologi tingkat tinggi pengolahan sampah untuk sumber energi harus
ditingkatkan.
Kebijakan pemerintah dan budaya masyarakat yang mengerti arti kebersihan dan
energi, membuat Swedia menjadi negara maju dalam pengelolaan sampah. Dalam data
statistik Eurostat, rata-rata jumlah sampah yang menjadi limbah di negara-negara Eropa
adalah 38 persen.Swedia berhasil menekan angka itu menjadi hanya satu persen. Swedia,

negara terbesar ke-56 di dunia, dikenal memiliki manajemen sampah yang baik. Mayoritas
sampah rumah tangga di negara Skandinavia itu bisa didaur ulang atau digunakan kembali.
Satu-satunya dampak negatif dari kebijakan ini adalah Swedia kini kekurangan sampah untuk
dijadikan bahan bakar pembangkit energinya.
Swedia kini mengimpor 800 ribu ton sampah per tahun dari negara-negara
tetangganya di Eropa. Mayoritas sampah ini berasal dari Norwegia. Sampah-sampah ini
sekaligus untuk memenuhi program Sampah-Menjadi-Energi (Waste-to-Energy) di Swedia.
Dengan tujuan utama mengubah sampah menjadi energi panas dan listrik. Norwegia, sebagai
negara pengekspor, bersedia dengan perjanjian ini karena dianggap lebih ekonomis dibanding
membakar sampah yang ada. Namun, dalam rencana perjanjian disebutkan, sampah beracun,
abu dari proses kremasi, atau yang penuh dengan dioksin, akan dikembalikan ke Norwegia.
Sedangkan bagi Swedia, mengimpor sampah adalah pemikiran maju dalam hal efisiensi dan
suplai energi bagi kebutuhan manusia. Membakar sampah dalam insinerator mampu
menghasilkan panas. Di mana energi panas ini kemudian didistribusikan melalui pipa ke
wilayah perumahan dan gedung komersial. Energi ini juga mampu menghasilkan listrik bagi
rumah-rumah di swedia.
Kebijakan ini bisa meningkatkan nilai dari sampah di masa depan. Seperti tindakan
menjual sampah karena ada krisis sumber daya di dunia. Sesudah Norwegia, Swedia
menargetkan mengimpor sampah dari Bulgaria, Rumania, dan Italia. Selain membantu
Swedia dalam menyediakan sumber energi, impor sampah ini juga menjadi solusi
pengelolaan sampah bagi negara-negara pengekspornya. Jadi penanggulangan sampah di
negara Swedia telah merata dan dengan teknologi modern sehingga di Negara Swedia
sampah pun sangat berharga karena dapat menjadi nilai ekonomis dan penghasil energi yang
lumayan bagus.
2.1.1 Pengumpulan dan Pewadahan Sampah di Swedia
Sortasi adalah salah satu kegiatan yang banyak makan biaya jika tidak dilakukan sejak
dari awal. Di Swedia, memilah sampah sudah dilakukan sejak pertama kali sampah dibuang.
Slogan 3R (Reuse, Recycle, Reduce) melibatkan proses sortasi atau memilah-milah sampah.
Sampah mana yang bisa digunakan kembali (Reuse) dan mana yang bisa didaur ulang lagi
(Recycle). Untuk daur ulang juga perlu dikelompokkan dan dipisahkan.Sampah plastik
dikumpulkan dengan plastik, kaleng dengan kaleng, kaca/glass dengan gelas, dan kertas
dengan kertas. Sampah-sampah organik juga dikelompokkan dengan sampah organik agar
bisa diolah menjadi biogas dan kompos. Proses sortasi rasanya sulit dilakukan dan akan
banyak makan biaya. Beberapa proyek sortasi sampah yang gagal di beberapa TPA (Tempat
Pembuangan Akhir) Sampah.
Masyarakat Swedia gemar memilah sampah, bahkan untuk jenis sampah padat,
mereka harus memilahnya ke dalam 14 jenis wadah yang berbeda. 14 jenis wadah itu terdiri
dari wadah untuk kardus, koran, kertas perkantoran, plastik, makanan, metal, kantong
belanja, botol kaca, tiga jenis bohlam di tiga tempat berbeda, alat elektronik dan baterai.

Pemerintah Swedia juga menetapkan beberapa kebijakan yang dinilai dapat mengurangi
produksi sampah, di antaranya adalah produsen harus bertanggung jawab penuh terhadap
sampah yang dihasilkannya, terutama perusahaan pengemasan, koran atau percetakan,
produsen ban, mobil, alat-alat listrik dan elektronik. Kegiatan pengumpulan sampah dan
pewadahan sampah di Swedia sudah sangat baik. Karena penduduk negara Swedia telah
memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga lingkungan. Pemerintah Swedia menyediakan
Kantong sampah berbahan kertas yang disediakan gratis. Biasanya digunakan penduduk
Swedia untuk sampah dirumah mereka. Sedangkan untuk sampah jenis lainnya seperti
plastik, kain, karet, dan lainnya disediakan tong sampah utnuk masing-masing jenis sampah.

2.1.2Pengangkutan Sampah di Swedia


Pengangkutan sampah di Swedia menggunakan mobil khusus yang dirancang untuk
mengangkut sampah dengan ukuran cukup besardan ada juga yang menggunakan truck
sampah kecil dimana sekeliling belakang truck diberi kawat berbentuk jaring agar sampah
tidak berjatuhan dijalanan.

2.1.3 Pembuangan Sampah ke TPA di Swedia


Swedia memiliki sistem penanganan sampah yang sangat efektif, hanya sekitar 4%
saja yang dibuang ke landfill atau TPA.Sampah organik misalnya sampah dapur, dedaunan
atau kotoran hewan diolah secara biologi menjadi kompos atau bisa juga menjadi biogas.
Untuk kertas bekas dan plastik yang recyclable akan didaur ulang sedangkan yang sudah
tidak bisa didaur ulang (non recyclable) akan dibakar di incinerator.Karena berbagai proses
minimasi timbulan sampah yang dilakuan negara Swedia sehingga negara ini kekurangan
sampah untuk diolah.

2.1.4 Pengolahan Sampah di Swedia


Swedia adalah negara yang tingkat daur ulang sampahnya paling tinggi di dunia, yakni 99%.
Sejak 2012 lalu mereka sudah mendaur ulang 96% sampahnya dan sekarang dalam waktu
dua tahun mereka telah berhasil meningkatkan efektivitas hingga 99%. Bagaimana cara
mereka melakukannya? Tentu di sana terdapat aturan daur ulang yang sangat ketat. Aturan
pertama adalah pemakaian sampah lebih sedikit. Mereka tak pernah membuat benda yang
berakhir sebagai sampah tanpa bisa didaur ulang. Jadi segala macam tempat makanan dan
minuman dibuat dari bahan yang bisa didaur ulang. Pemisahan sampah secara tepat juga
membuat proses daur ulang jadi sangat mudah dan cepat di Swedia. Saking hebatnya mereka
dalam mengolah sampah, Swedia bahkan berencana untuk mengimpor 800.000 ton sampah
dari negara-negara Eropa untuk dijadikan energi dalam program Waste-to-Energy.
Cara merubah Sampah Menjadi Energi Listrik

Teknologi pengolahan sampah ini untuk menjadi energi listrik pada prinsinya sangat
sederhana sekali yaitu:
Sampah di bakar sehingga menghasilkan panas (proses konversi thermal)
Panas dari hasil pembakaran dimanfaatkan untuk merubah air menjadi uap dengan
bantuan boiler.
Uap bertekanan tinggi digunakan untuk memutar bilah turbin
Turbin dihubungkan ke generator dengan bantuan poros
Generator menghasilkan listrik dan listrik dialirkan kerumah - rumah atau ke pabrik.
Proses Konversi Thermal dan Insinerasi
Proses konversi thermal dapat dicapai melalui beberapa cara, yaitu insinerasi, pirolisa, dan
gasifikasi. Insinerasipada dasarnya ialah proses oksidasi bahan-bahan organik menjadi bahan
anorganik. Prosesnya sendiri merupakan reaksi oksidasi cepat antara bahan organik dengan
oksigen.Pembangkit listrik tenaga sampah yang banyak digunakan saat ini menggunakan
proses insenerasi salah satu contohnya adalah lihat diagram dibawah ini:
Sampah dibongkar dari truk pengangkut sampah dan diumpankan ke
inserator.Didalam inserator sampah dibakar.Panas yang dihasilkan dari hasil pembakaran
digunakan untuk merubah air menjadi uap bertekanan tinggi. Uap dari boiler langsung ke
turbin Sisa pembakaran seperti debu diproses lebih lanjut agar tidak mencemari lingkungan
(truk mengangkut sisa proses pembakaran).Teknologi pengolahan sampah ini memang lebih
menguntungkan dari pembangkit listrik lainnya. Sebagai ilustrasi: 100.000 ton sampah
sebanding dengan 10.000 ton batu bara. Selain mengatasi masalah polusi bisa juga untuk
menghasilkan energi berbahan bahan bakar gratis juga bisa menghemat devisa.

2.2 Beberapa Kebijakan Pemerintah Swedia dalam Pengelolaan Sampah


Tempat Sampah yang Unik
Kalau di Indonesia sampah dibagi tiga kelompok saja: sampah organik, sampah
plastik, kertas, kaca, dan sampah logam. Lebih menyedihkan lagi, pemisahan sampah itu
hampir tidak berfungsi sama sekali. Tempat sampah dengan tiga macam warna seperti ini ada
di beberapa tempat.Di Swedia, pemerintah mendorong, menyediakan fasilitas, dan
memberikan insentif untuk memilah-milah sampah sesuai jenisnya. Tempat sampah ada
banyak jenisnya dan mulai dari yang kecil.Misalnya tempat sampah di ruangan kampus kami.
Tempat sampahnya ada beberapa macam: compostable, hard plastick, glass, metal, paper, non
compostable, dll. Di tempat-tempat lain juga mirip.Tempat sampahnya pun bagus, lebih mirip
lemari. Tempat sampahnya tidak kumuh,kotor,atau jelek. Tempat-tempat umum sampahnya
juga bagus dan dikelompokkan dalam beberapa kategori.Yang umum adalah sampah organik,
plastik, kertas, kaca, dan logam.
Rumah Ramah Lingkungan

Setiap kompleks apartemen juga memiliki tempat pembuangan sampah. Namanya


Miljhus, kalau diterjemahkan kurang lebih artinya Rumah Ramah Lingkungan. Jadi bukan
ditulis TEMPAT SAMPAH.Di dalamnya ada banyak tempat penampungan untuk berbagai
macam jenis sampah. Misalnya: tempat untuk sampah organik/compostable, sampah kertas
koran dan majalah, sampah kemasan box kertas, sampah hard plastik, sampah kaleng, sampah
botol bening, sampah botol bewarna, sampah elektronik, sampah kain dan baju, sampah kaca
lampu neon atau bohlam. Ada juga tempat sampah untuk sampah yang campur-campur &
tidak sempat disortasi. Biasanya ada juga sampah untuk barang-barang yang masih bisa
dipakai lagi, seperti tempat tidur, soffa, kursi, meja, lampu duduk, karpet, pakaian dan lainlain. Di beberapa apartemen biasanya ada tempat khusus atau lubang khusus untuk
membuang sampah organik.Kantong sampahnya dari kertas yang disediakan gratis.Di lubang
sampah ini hanya bahan organik yang boleh dimasukkan.
Buang Sampah dapat Uang
Salah satu insentif yang diberikan adalah menghargai sampah.Beberapa sampah
memiliki harga yang cukup besar.Sampah ini umumnya adalah sampah botol plastik, dan
kaleng.Untuk sampah-sampah semacam ini tertulis harganya di kemasannya. Kaleng
minuman beralkohol juga memiliki nilai yang besar.Ada tempat sampah khusus untuk
membuang sampah-sampah ini.Biasanya ada di dekat supermarket, seperti yang ada di
Henkp, Netto, Lidl, dan Willis.Ada tempat memasukkan sampah/botol.Kita masukkan
botolnya satu persatu. Mesin secara otomatis akan menghitung jumlah uangnya. Jika selesai
kita akan mendapatkan truk. Struk ini bias ditukar dengan uang diloket kasir. Jumlah uang
pengantian yang cukup besar membuat sampah ini sering dicari orang.Ada beberapa orang
yang mencari dan menggumpulkan sampah ini untuk mendapatkan sedikit uang tambahan.
Biasanya hari sabtu dan minggu banyak botol dan kaleng di tempat sampah. Maklum
weekend adalah waktu orang Swedia berpesta.
Diajarkan dan Dicontohkan Sejak Kecil
Sistem memilah sampah seperti ini bisa berjalan karena kesadaran masyarakat Swedia
akan sampah & kelestarian lingkungan sudah sangat tinggi. Mereka mengajarkan sejak masih
kecil untuk membuang sampah pada tempatnya. Saya lihat sendiri anak-anak sekolah
membuang sampah pada tempatnya, jika mereka tidak menemukannya mereka akan
mengantongi sampah dan membuangnya ketika menemukan tempat sampah. Orang-orang tua
memberi contoh bagaimana membuang sampah.Mereka tidak hanya menyuruh saja.Mereka
sendiri menyontohkan bagaimana membuang sampah yang benar.Saya melihat sendiri orang
Swedia sedang membuang sampah di Miljhus.Mereka memilah dan memasukkan sampah
ketempatnya.Menyadarkan masyarakat akan membuang sampah pada tempatnya &
kelestarian lingkungan bukan urusan sederhana. Kalau ingin negeri kita Nusantara- bersih,
pemerintah perlu memikirkan & membuat program jangka panjang yang serius. Membuang
sampah pada tempatnya bukan masalah sepele, ini masalah kelangsungan hidup umat
manusia, kelestarian lingkungan, & global warming. Kita mulai dari diri kita sendiri.
2.3 Tiga Prinsip Negara Swedia Untuk Menangani Sampah

Swedia memegang tiga prinsip berikut untuk menangani sampah, yaitu :


- Mencegah produksi sampah
Strategi ini adalah yang terpenting dalam pola pengelolaan sampah yangsangat terkait dengan
upaya perusahaan untuk memimimalisir kemasan dan upayamemengaruhi konsumen untuk
membeli produk-produk yang ramah lingkungan.Strategi ini akan mengurangi sampah secara
signifikan dan mendorongpenggunaan bahan-bahan ramah lingkungan dalam setiap produk
yangdikonsumsi oleh masyarakat.
- Mendaur ulang dan menggunakan kembali suatu produk
Jika kita masih sulit untuk mencegah terciptanya sampah, langkah daurulang adalah langkah
alternatif yang bisa dilakukan untuk menguranginya.Di Swedia sudah menentukan
jenissampah apa saja yang menjadi prioritas untuk diolah dan didaur ulang, meliputisampah
kemasan, limbah kendaraan, beterai, peralatan listrik dan sampahelektronik.
Swedia juga meminta negara-negara anggotanya untuk membuatperaturan tentang
pengumpulan sampah, daur ulang, penggunaan kembali danpembuangan sampah-sampah di
atas. Hasilnya tingkat daur ulang sampahkemasan di beberapa negara anggota Uni Eropa
mencapai lebih dari 50%.
- Memperbaiki cara pengawasan dan pembuangan sampah akhir
Jika sampah tidak berhasil didaur ulang atau digunakan kembali sampahharus dibakar dengan
aman.Lokasi pembuangan sampah adalah solusi terakhir.Kedua metode ini memerlukan
pengawasan yang ketat karena berpotensi merusaklingkungan. Uni Eropa baru-baru ini
menyetujui peraturan pengelolaan TPA yangsangat ketat dengan melarang pembuangan ban
bekas dan metetapkan targetpengurangan sampah yang bisa terurai secara biologis.Batas
polusi di tempat pembakaran sampah juga telah ditetapkan. Merekajuga berupaya
mengurangi polusi dioksin dan gas asam seperti nitrogen oksida(NOx), sulfur dioksida
(SO2), dan hidrogen chlorida (HCL), yang sangatberbahaya bagi kesehatan.
Swedia merupakan negara terbaik di dunia dalam pengelolaan limbah.Negara ini berhasil
menekan angka rata-rata jumlah sampah yang menjadi limbahmenjadi hanya satu persen, jau
lebig baik dari rata-rata negara Eropa lain sebesar38 persen. Bahkan Swedia kini mengimpor
800 ribu ton sampah per tahun darinegara-negara tetangganya di Eropa.Mayoritas sampah ini
berasal dari Norwegia.Sampah-sampah ini sekaligus untuk memenuhi program SampahMenjadi-Energi(Waste-to-Energy) di Swedia. Dengan tujuan utama mengubah sampah
menjadienergi panas dan listrik.
2.4 Perusahaan Yang Mengolah Sampah Di Swedia

Sweden is running a problem you dont hear about everyday: it doesnt have enough trash
Tidak sesederhana pengetahuan kita seperti tiga macam tong sampah yang ada di
Indonesia (plastik, kertas, dan sampah basah), atau lebih sederhana lagi hanya dua tempat

sampah (organik dan anorganik).secara kasat mata, dapat terlihat kurang lebih 14 jenis wadah
berbeda untuk setiap jenis sampah. Jenis-jenis sampah tersebut adalah: kardus, koran, kertas
perkantoran, plastik, makanan, metal, kantong belanja, botol kaca, tiga jenis bohlam di tiga
tempat terpisah, alat elektronik, dan baterai. Sampah-sampah tersebut terpisah menjadi
banyak jenis karena tiap sampah membutuhkan proses pegolahan yang berbeda dan
menghasilkan output yang berbeda pula. Sebagai contoh: Baterai bisa diolah menjadi tujuh
bahan kimia yang berbeda melalui serangkaian proses, sedangkan sampah rumah tangga yang
bersifat organik, 100% akan diolah menjadi pupuk dan diberikan kepada petani.
Ada dua alasan Renova menggunakan ruang kaca untuk menampung berbagai jenis
sampah tersebut.Alasan pertama adalah agar terdapat cahaya matahari yang masuk, alasan
kedua adalah faktor sosial, yakni agar para pekerja tidak merasa teorisolir dalam ruang
tempat menampung sampah. Sampah adalah ketika sebuah benda sudah tidak diinginkan lagi
oleh orang yang memilikinya. Sebuah benda resmi menjadi sampah ketika seseorang
memasukan benda tersebut ke dalam tong sampah. Sedangkan ketika di alam terbuka, atau di
pinggir jalan, dan seseorang memiliki bungkus plastik yang tidak terpakai.Maka bungkus
plastik itu bukanlah sampah.Bungkus plastik tersebut adalah tanggung jawab dari si pemilik.
Bungkus plastik akan menjadi sampah ketika ia menaruh benda tersebut ke tong sampah. Dan
setelah itu, bungkus plastik akan jadi hak milik pemerintah untuk diolah. Sehingga
seharusnya tidak ada yang berhak membuang benda sembarangan ke pinggir jalan karena
benda tersebut bukanlah sampah.
Kurt juga menjelaskan bahwa di Swedia terdapat lima kategori perusahaan yang bergerak
dalam pengelolaan sampah. Renova hanyalah salah satu diantaranya yang bergerak dalam
bidang solid waste (dengan ke-14 jenis sampah yang telah saya sebutkan sebelumnya).
Perusahaan lain fokus pada kategori sampah yang berbeda seperti liquidwaste dan sampah
toilet.
Dari ruang kaca tersebut, selanjutnya Kurt mengajak rekan-rekan PPI Swedia ke dalam
sebuah aula untuk memberikan presentasi mengenai sistem pengelolaan sampah di
Renova.Bagaimana pembakaran sampah dengan 800o celcius menghasilkan energi,
bagaimana limbah air diolah kembali menjadi jernih. Bagaimana membersihkan uap air hasil
pembakaran, bagaimana mengelola sulfur hasil proses pengolahan sampah gypsum dan
proses lainnya.
Sistem dan seluruh mesin di Renova untuk mengolah sampah

Renova mengolah berbagai jenis sampah tersebut menjadi tiga outcome yang
dapatdimanfaatkan oleh masyarakat Swedia.
1. Outcome pertama adalah agriculture bio fertilizer atau dalam bahasa sederhannya,
pupuk. Dihasilkan dari limbah-limbah organik rumah tangga.
2. Outcome kedua adalah industry raw material yaitu bahan-bahan hasil daur ulang seperti
kardus, plastic, kertas yang telah diolah menjadi bahan setengah jadi dan bias digunakan
untuk produksi ulang.
3. Dan outcome ketiga adalah energi yang digunakan sebagai sumber electricity di kota,
pemanas ruangan, dan juga pemanas air. Energi ini dihasilkan dari proses pembakaran
sampah-sampah campuran.
Renova yang setiap tahunnya mendapatkan 700 ribu ton sampah menghasilkan 1500 gigawatt
hour (GWH) panas yang menyumbang 30% energy heating untuk distrik Gteborg dan juga
menghasilkan 270 GWH electricity yang menutupi 5% kebutuhan listrik kota. Renovapun
menyimpan kubik-kubik sampah sebagai cadangan saat musim dingin. Satu meter kubik
sampah setara dengan 800kg.
Setelah presentasi dari Kurt selesai, penulis yang berlatar belakang dari bidang sosial yakni
psikologi hanya bisa takjub dan tercengan melihat semua proses tersebut. Dalam sesi Tanya
jawab, penulis penasaran tentang bagaimana masyarakat swedia begitu terdidik dan sadar
akan kondisi lingkungan sehingga dengan tertib telah memisahkan sampah. Kurt menjawab
bahwa hal tersebut sebenarnya bukanlah hal yang mudah.Dibutuhkan pemerintah yang sangat
kuat dan benar-benar serius peduli terhadap masalah sampah ini.Pemerintah Swedia telah
memulai mengkampanyekan pemilihan sampah sejak tahun 1980.Salah satu mahasiswa
Indonesia yang mengambil studi doktoral dalam manajemen persampahan juga mengatakan
bahwa pemerintah swedia telah lama bergerak dan mensosialisasikan hal ini.Pengolahan
sampahpun juga masuk dalam kurikulum sekolah.Sehingga hasilnya, sekarang, di setiap
rumah dan perkantoran.Semua sampah telah terpisah.
Tur renova diakhiri dengan masuk ke dalam pabrik menggunakan seragam seperti di gambar
3.Rekan-rekan PPI Swedia diajak masuk ke dalam pabrik dan melihat semua mesin yang
terdapat dalam gambar 2.
Gambar 2: PPI Swedia dengan seragam khusus dari Renova

Masih tentang sampah yang 60% berasal dari industri dan 40% dari rumah tangga.Sampah di
Swedia benar-benar menjadi komoditas yang menguntungkan.Dalam istilah sehari-hari dalam
bahasa Indonesia, membawa berkah.Kini sampah menjadi komoditas yang diperebutkan
karena setiap perusahaan pengolah sampah berusaha mendapatkan sampah sebanyakbanyaknya.Swedia pun mengimpor 800.000 ton sampah setiap tahunnya dari negara-negara
tetangganya

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

1. Pengelolaan sampah di Swedia selalu mengedepankan bahwa sampah merupakan salah


satu resources yang dapat digunakan sebagai sumber energi.dasar pengelolaan sampah
diletakkan pada minimasi sampah dan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.
Keberhasilan penanganan sampah itu didukung oleh tingkat kesadaran masyarakat yang
sudah sangat tinggi.
2. Beberapa kebijakan pemerintah Swedia dalam pengelolaan sampah yaitu : Tempat
sampah yang unik, rumahramah lingkungan , buang sampah dapat uang, serta diajarkan
dan dicontohkan sejak kecil.
3. Swedia masyarakat.memegang tiga prinsip berikut untuk menangani sampah,
yaitu :Mencegah produksi sampah, Mendaur ulang dan menggunakan kembali suatu
produk, sertaMemperbaiki cara pengawasan dan pembuangan sampah akhir.
4. Salah satu perusahaan yang mengolah sampah di Swedia yaitu Renova mengolah
berbagai jenis sampah tersebut menjadi tiga outcome yang dapatdimanfaatkan oleh
masyarakat Swedia,yaitu :
Outcome pertama adalah agriculture bio fertilizer atau dalam bahasa sederhannya,
pupuk. Dihasilkan dari limbah-limbah organik rumah tangga.
Outcome kedua adalah industry raw material yaitu bahan-bahan hasil daur ulang
seperti kardus, plastic, kertas yang telah diolah menjadi bahan setengah jadi dan bias
digunakan untuk produksi ulang.
Dan outcome ketiga adalah energi yang digunakan sebagai sumber electricity di
kota, pemanas ruangan, dan juga pemanas air. Energi ini dihasilkan dari proses
pembakaran sampah-sampah campuran.

DAFTAR PUSTAKA