Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

PENGUKURAN TEKNIK

Disusun oleh:
Imam Safii
Nim:10510637
2012
Jurusan Mesin
Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Jl. Budi Utomo 10 Ponorogo

KATA PENGANTAR
Puji syukur patut dipersembahkan hanya untuk Allah SWT yang telah
melimpahkan berbagai kenikmatan kepada hamba-Nya. Sholawat serta Salam kita
panjatkan kepada Suri Tauladan kita Nabi Muhammad SAW.
Sungguh merupakan nikmat terbesar bagi hamba-Nya adalah nikmat Iman dan Islam
yang akan mengantarkan pemiliknya kekekalan yang abadi di alam Akhirat dengan
segala kenikmatan yang ada di Surga kelak.
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan
tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu
dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari
kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, tim penulis
telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga
dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan
dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan
makalah ini.
Akhirnya tim penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
seluruh pembaca

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.latar belakang masalah
2.perumusan masalah.
BAB II PEMBAHASAN
1.metode pengukuran secara manual
2.Metode pengukuran secara otomatis
BAB III PENUTUP

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan,
sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia.
Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama
belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa
dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem
pendidikan yang mapan, memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif.
Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat
yang cerdas. Untuk mencapai bangsa yang cerdas, harus terbentuk masyarakat belajar.
Masyarakat belajar dapat terbentuk jika memiliki kemampuan dan keterampilan
mendengar dan minat baca yang besar. Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan
dan membudaya dalam masyarakat, maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.
Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai
salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan inilah perpustakaan
dan pelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai salah satu instalasi untuk
mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan merupakan
bagian

yang

vital

dan

besar

pengaruhnya

terhadap

mutu

pendidikan.

Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan
perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.
B. Perumusan makalah
Makalah ini dibuat untuk mampu menjelaskan mengenai teknik pengukuran yang
pembahasannya di batasi yaitu :
1.metode pengukuran manual
2.metode pengukuran otomatis

BAB II
Pengukuran adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menentukan
nilai suatu besaran dalam bentuk angka (kwantitatif). Jadi mengukur adalah suatu
proses mengaitkan angka secara empirik dan obyektif pada sifatsifat obyek atau
kejadian nyata sehingga angka yang diperoleh tersebut dapat memberikan gambaran
yang jelas mengenai obyekatau kejadian yang diukur.
Instrumentasi (Instrumentation)
Bidang ilmu dan teknologi yang mencakup perencanaan, pembuatan dan
penggunaan instrument atau alat ukur besaran fisika atau sistem instrument untuk
keperluan diteksi, penelitian, pengukuran, pengaturan serta pengolahan data.
Dalam pengukuran ada dua jenis jika dilihat dari sudut pandang cara pengukuran
yaitu pengukuran secara manual dan pengukuran secara otomatis. Dalam mempelajari
pengukuran dikenal beberapa istilah, antara lain :

Instrumen : adalah alat ukur untuk menentukan nilai atau besaran suatu

kuantitas atau variabel.


Ketelitian : harga terdekat dengan mana suatu pembacaan instrumen mendekati

harga sebenarnya dari variabel yang diukur.


Ketepatan : suatu ukuran kemampuan untuk hasil pengukuran yang serupa
Sensitivitas : perbandingan antara sinyal keluaran atau respons instrumen

terhadap perubahan masukan atau variable yang diukur.


Resolusi : :perubahan terkecil dalam nilai yang diukur yang mana instrumen

akan memberi respon atau tanggapan.


Kesalahan : penyimpangan variabel yang diukur dari harga (nilai) yang
sebenarnya.
Metode pengukuran yang tepat adalah metode pengukuran yang sesuai dengan

apa yang kita inginkan. Ilmu pengetahuan dan teknik menggunakan dua jenis satuan,
yaitu satuan dasar dan satuan turunan. Satuan-satuan dasar dalam mekanika terdiri
dari panjang, massa dan waktu. Biasa disebut dengan satuan satuan dasar utama.
Dalam beberapa besaran fisis tertentu pada ilmu termal, listrik dan penerangan juga
dinyatakan satuan-satuan dasar. Arus listrik, temperatur, intensitas cahaya disebut
dengan satuan dasar tambahan. Sistem satuan dasar tersebut selanjutnya dikenal
sebagai sistem internasional yang disebut sistem SI. Satuan-satuan lain yang dapat

dinyatakan

dengan

satuan-satuan

dasar

disebut

satuan-satuanturunan.

Untuk

memudahkan beberapa satuan turunan telah diberi nama baru, contoh untuk daya
dalam SI dinamakan watt
yaitu menggantikan j/s.
A. PENGUKURAN SECARA MANUAL
Pengukuran secara manual adalah pengukuran yang untuk mengetahui peruban
pada objek pengukuran kita harus selalu melakuakan pengukuran ulang secara
langsung dengan tangan. Ada beberapa alat ukur manual diantaranya yaitu:
1. Jangka sorong
Skala tetap pada jangka sorong disebut skala dasar (SD) dengan batas skala 10 cm.
Skala geser pada Jangka Sorong disebut skala pembantu (SP) dengan batas skala10
mm. Kegunaan Jangka Sorong:
Digunakan untuk mengukur panjang, lebar, tebal, atau pun kedalaman benda/zat .
Ketelitian Jangka Sorong:
Paling tidak ada 2 jenis jangka sorong, yakni jangka sorong yang memiliki ketelitian
0,05 mm dan yang memiliki ketelitian 0,1 mm.
2. Mikrometer Sekrup
Kegunaan mikrometer sekrup:
Alat ini biasanya difungsikan untuk mengukur diameter benda-benda berukuran
milimeter atau beberapa centimeter saja.
Ketelitian mikrometer sekrup:
Micrometer sekrup hanya ada satu macam, yakni yang berketelitian 0.01 mm.dalam
micrometer sekrup ada dua skala yaitu:
Skala tetap pada micrometer sekrup disebut skala dasar (SD) dengan batas skala 10
cm.
Skala geser pada micrometer sekrup disebut skala pembantu (SP) dengan batas
skala10 mm.
3. Neraca Dua Lengan
Untuk menentukan hasil pengukuran massa benda dengan neraca dua lengan baik itu

timbangan dacin, Ohauss, timbangan pasar, cukup dengan cara meletakkan beban
pada salah satu lengan, dan meletakkan massa kalibrasi standar pada lengan satunya.
Amati sampai punggung lengan pada posisi sama mendatar.
B. PENGUKURAN SECARA OTOMATIS
Pengukuran secara otomatis yaitu pengukuran yang mana apabila terjadi perubahan
pada objek yang di ukur maka akan dapat langsung di baca oleh pengukur.
Ada beberapa alat ukur otomatis diantaranya yaitu :
1. Spedometer
spedo meter yaitu alat yang digunakan untuk mengetahui kecepatan suatu
kendaraan yaitu dengan cara mengetahui putaran pada poros roda suatu kendaraan.
Ada dua jenis speedometer yaitu speedometer analog dan spedo meter digital.
Speedometer analog menggunakan kawat yang dihubungkan ke alat pembaca dari as
roda suatu kendaraan. Spedometer digital adalah speedometer yang untuk mengetahui
kecepatan kendaran dengan cara mengirimkan sinyal kealat penunjuk tanpa kawat.
2. Meter bahan bakar
meter bahan bakar adalah alat yang digunakan untuk mengetahui jumlah bahan
bakar yang ada di penampungan bahan bakar atau tangki. Meter bahan bakar
menggunakan perubahan tahanan dengan cara menempatkan pelampung untuk
menggerakkan alat penghubung. Sehingga apabila terjadi pergerakan pelampung maka
tahanan akan berubah sehingga pada alat penunjuk juga mengalami perubahan
3. Takometer
meter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui putaran poros engkol pada
kendaraan bermotor. Cara kerja alat ini mirip dengan cara kerja spedo meter alat ini
juga ada yang analog dan digital

BAB III

PENUTUP
Demikian laporan ini saya susun. Dan penulis mengucapkan banyak terima kasih
atas pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini, sehingga
penulis dapat menyelesaikannya.
Penulis merasa cukup sekian kata penutup yang disampaikan. Tak ada gading yang
tak retak. Dalam laporan ini penulis merasa masih banyak kekurangan. Oleh karena itu
saran dan kritik yang dapat membangun perbaikan makalah ini dan sedikit banyaknya
saya ucapkan terima kasih.