Anda di halaman 1dari 14

TUGAS

PTM/ALAT-ALAT BERAT

DISUSUN OLEH :

A.ARDHIZA SAVITRI
ILHAM ABUBAKAR
SATYA ADHYAKSA
RAKHMAT BAITULLAH
IKHSAN DWIPAYANA NUGRAHA

D111 13 011
D111 13 042
D111 13 319
D111 13 324
D111 13 535

TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016

Pada umumnya setiap pekerjaan pembangunan bangunan sipil selalu


berkaitan
dengan
masalah pekerjaan tanah. Pekerjaan tanah ini dilakukan mulai dari
menggali,
menggusur,
memindahkan dan memadatkan untuk mendapatkan spesifikasi tanah
yang
ditentukan.
Pada pelaksanaan proyek ini alat-alat berat yang digunakan yaitu Wheel
loader
tipe
WA
200-6, Backhoe dan Dump truck sebagai alat penunjang, memiliki
kelebihan
serta
kekurangan ditinjau dari segi teknis. Perlunya pengetahuan lebih lanjut
mengenai
produktivitas masing-masing alat sebagai upaya yang tepat agar
menghasilkan
pekerjaan
yang efektif dan efisien.
Adapun data yang didapat yaitu dengan cara metode pengumpulan data,
berdasarkan
hal
tersebut, tujuan yang ingin dicapai adalah menghitung anggaran biaya
berdasarkan
Pedoman Harga Satuan (PHS) dan Produktivitas Kerja Alat wheel loader
sehingga
pelaksanaan proyek lebih optimal. Data yang diperoleh dianalisa untuk
mendapatkan
hasil
produktivitas, jumlah alat berat yang dipergunakan dan jumlah biaya
sewa alat.
Dari hasil pengumpulan data dan perhitungan analisa didapat jumlah alat
berat
dan
jumlah
biaya sewa alat seperti berikut :
A. Backhoe : 1 Unit biaya sewa alat perjam Rp. 522,090,63
B. Dump truck : 2 Unit biaya sewa alat perjam Rp. 298,363,46
C. Wheel loader : 1 Unit biaya sewa alat perjam Rp. 397,337,18
1. PENDAHULUAN
Pembangunan dan pembinaan sarana dan prasarana selalu
dihadapkan pada terbatasnya sumber daya alat penunjang, salah
satunya adalah alat-alat berat, dengan adanya alat bantu tersebut,
dapat memaksimalkan suatu pekerjaan. Karena itu diperlukan
langkah-langkah yang tepat baik perencanaan maupun dalam
pelaksanaan. Maksud dari penulisan adalah untuk mengetahui dan
menganalisa anggaran biaya yang akan dipergunakan terhadap

penggunaan alat berat (mesin) pada perencanaan proyek


pengurugan lahan ini berdasarkan Pedoman Harga Satuan (PHS).
Alat berat yang digunakan dan dikaji adalah Backhoe, Wheel
Loader, Dump Truck
2. TINJAUAN TEORI
a. Produktivitas
Produktivitas dapat dibagi menjadi dua bagian : (sumber :
suryadharma dan Y. Wigroho).

Produktivitas Tenaga Kerja Selain dari tenaga-tenaga yang


tersedia, pelaksana harus mencari tenaga kerja baru untuk
mencukupi keperluan tenaga kerja. Hal ini mengharuskan
untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan,
seperti tenaga kerja berpendidikan tinggi, operator alat berat
dan lain sebagainya yang tentunya memerlukan suatu
perencanaan sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan
baik.
Produktivitas Alat-alat Berat Produktivitas alat berat adalah
batas kemampuan alat berat untuk bekerja Hubungan antara
tenaga yang dibutuhkan, tenaga yang tersedia dan tenaga
yang dapat dimanfaatkan sangat berpengaruh pada
produktivitas suatu alat berat.

b. Pengenalan Dasar Alat-alat Berat


Alat-alat berat dalam fungsinya pada suatu proyek memegang
peranan
yang
sangat penting, dimana dalam setiap pengoperasiannya alat
berat ini membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga alatalat berat harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Faktor-faktor
yang menentukan dalam penggunaan alat berat adalah:
a. Tenaga yang dibutuhkan (Power required)
b. Tenaga yang tersedia (Power available)
c. Tenaga yang dapat dimanfaatkan (Power usable)
Pada dasarnya pekerjaan tanah dapat dipisahkan menjadi
beberapa kegiatan yaitu:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Pek. pemotongan tanah (cutting)


Pek. pemuatan (loading)
Pek. pengangkutan (hauling)
Penebaran tanah (spreading)
Pembersihan permukaan (shipping)
Pemadatan tanah (compacting)
Pembasahan (watering)

h. Penggalian tanah (excavating)


c. Dasar Bekerjanya Peralatan
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi gerakan peralatan
yaitu:
a. Tahanan Gelinding (Rolling Resistance)
b. Landai Permukaan (Grade)
c. Koefisien Traksi
d. Pengaruh Ketinggian
e. Tenaga Tarik (Draw Bar Pull = DBP)
f. Tenaga Roda (Rimpull)
g. Kemampuan Mendaki Ketinggian (Gradability)
h. Temperatur
i. Pengaruh Lain

d. Alat Berat Untuk Pekerjaan Tanah


1) Alat Pengankat Dan Pemuat
Back hoe
Power shovel
Dragline
Clamshell
Loaders
2) Alat Pengangkut
Dump truck
Lori
Wagin trailer
Belt conveyor
3) Alat Pemadat
Vibrator roller
Sheep foot roller
Three wheel roller
Tandem roller
Pneumatic tired roller

3. METODOLOGI
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah :

Metode Pengumpulan Data


- Data Primer
- Data Sekunder
Analisa dan hasil produktivitas
Kesimpulan.

a. Data Backhoe

Untuk pekerjaan penggalian tanah, alat yang digunakan


adalah Backhoe. Untuk mulai menggali dengan alat ini,
bucket dijulurkan ke depan ke tempat galian, bila bucket
sudah pada posisi yang diinginkan bucket diayunkan ke
bawah seperti dicangkulkan, kemudian lengan bucket ditarik
kearah alatnya. Setelah bucket terisi penuh lalu diangkat dari
tempat penggalian dan dilakukan swing. Untuk mengangkut
hasil penggalian digunakan dump truck. Untuk Produksi
Backhoe

Dimana :
Q = Produksi backhoe (m3/jam)
Q = Produksi persiklus (m)
E = Efisiensi Kerja (lihat tabel 2.6)
Cm = Waktu siklus (detik)
Produksi persiklus dapat ditentukan
dengan rumus :
q = ql x k
Dimana:
q = Produksi tiap gerakan (m3)
ql = Kapasitas bucket (m3)
k = Faktor bucket

b. Data Loader
Loader yang digunakan adalah Loader jenis beroda ban dan
digerakan dengan kendali hidrolis. Loader melakukan
pembersihan lapangan dan penggusuran serta pemadatan
tanah yang telah ditumpahkan oleh dump truck, serta
perataan sesuai dengan elevasi rencana. Untuk menghitung
produksi loader, faktor yang mempengaruhi adalah ukuran
bucket,
cycle
time
dan
kondisi
kerja/efisiensi kerja. Menurut komatsu untuk produksi wheel
loader digunakan rumus berikut :

Keterangan :
T = Cycle time (menit)

BC = Kapasitas bucket (m)


JM = Kondisi manajemen dan medan kerja
BF = Faktor pengisian bucket
c. Data Dump Truck
Untuk
pengangkutan
material
timbunan dan galian
dipergunakan alat dump truck, dump truck yang digunakan
adalah dump truck bertipe pengangkatan ke belakang.
material dari hasil galian backhoe lalu dimasukan kedalam
dump truck kemudian dibuang ke tempat pembuangan atau
tempat timbunan. Cara pembuangan material dengan cara
bak truk didorong dengan alat hidrolik sehingga didapat
kemiringan bak truk yang sesuai dengan kemiringan yang
diinginkan. Untuk menghitung produksi perjam total dari
beberapa dump truck yang mengerjakan pekerjaan yang
sama secara simultan dapat dihitung dengan rumus :

Dimana :
Q = Produksi Dump Truck (m3/jam)
Q = Produksi persiklus (m)
Et = Efisiensi Kerja
Cm = Waktu siklus (menit)
Cm = cycle time =
- Waktu pemuatan (T1)
- Waktu pengangkutan (Th)
- Waktu menumpah (Td)
- Waktu kembali (Tr)
- Waktu menunggu (Tw)
Total cycle time :
= T1 + Th + Td + Tr +Tw
a. Waktu pemuatan
(Loading time) = T1

Dimana :

T1 = Waktu pemuatan (det)


Cd= Kemampuan muat dump truck (m3)
q1 = Kapasitas bucket backhoe (m3)
k = Faktor bucket
Cm1 = Waktu siklus backhoe tiap sekali muat
b. Waktu pengangkutan
(Hauling time) = Th

Dimana :
Th = Waktu pengangkutan (det)
D = Jarak angkut (m)
V1 = Kecepatan rata-rata pada saat muatan penuh (m/menit)
c. Waktu kembali
(returning time) = Tr

Dimana :
Tr = Waktu kembali (det)
D = Jarak angkut (m)
V2 = Kecepatan kembali pada saat muatan kosong (m/menit)

4. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN


Membahas mengenai analisa data kerja wheel loader, dimana akan
meneliti dan menghitung produktivitas kerja alat dari jenis wheel
loader dengan kapasitas bucket 2,4 m. Untuk mendapatkan data
mengenai kerja wheel loader dilakukan dengan cara meninjau dan
mencatat
langsung
waktu
mengangkat
material,
waktu
menumpahkan material, waktu kembali kepada posisi semula.
Setelah didapat kerja alat wheel loader, kemudian dengan
perhitungan rata-rata kerja wheel loader dari material yang ditinjau
serta akan dihitung waktu siklus yang dibutuhkan untuk
mendapatkan perhitungan produktivitas kerja alat.

Total Volume Galian


Total Volume Timbunan

= 10000 m3
= 6480 m3

Durasi rencana proyek yaitu 50 hari kerja, sehingga:


- Volume Galian per hari :

- Volume Timbunan per hari :

a. Analisa Pekerjaan Galian


Dalam pekerjaan galian ini digunakan 2 (dua) jenis alat berat
yang akan dianalisis yaitu Backhoe dan Dump Truck .
Analisa Backhoe
- Nama alat
= Backhoe
- Tipe alat
= Hydraulic Excavator 320D LRR
Tahun 2010
- Volume Bucket (ql)
= 0.9 m3
- Kondisi Alat
= Baik sekali
- Jenis tanah
= Tanah berpasir/tanah biasa
- Kondisi Operator = Baik
- Faktor Bucket (K) = 0,8 (tabel 2.12)
- Efisiensi Kerja
= 0,81 (tabel 2.6)
- Waktu gali
= 13 dtk (tabel 2.10)
- Waktu Buang
= 5 dtk (diperkirakan)
- Waktu Putar
= 8 dtk (tabel 2.11)
Analisa Dump truck
- Nama alat
= Dump Truck
- Tipe alat
= FE 74 HD 125 PS 6 RODA
DUMP Tahun 2010
- Kapasitas bak (c) = 6 m3
- Kondisi Alat
= Baik sekali
- Kondisi Operator = Baik
- Efisiensi Kerja
= 0.75 (tabel 2.6)
- Jarak angkut
= 12 km = 12000 m
- Cycle Time backhoe
= Waktu gali + (waktu putar x
2 ) + waktu buang
- Kapasitas bucket backhoe = 0.9 m3
- Kecepatan rata-rata isi = 30 km/jam
1000 = 30000
1 jam = 60 menit = 30000/60 = 500
m/menit
- Kecepatan rata-rata kosong = 50 km/jam

= 50 x 1000 = 50000
= 1 jam = 60 menit
= 50000/60 = 833.3 m/menit
Selanjutnya data-data tersebut akan dimasukan dalam Tabel Perhitungan
Analisa
Harga
Satuan Alat untuk Galian untuk dihitung produktivitas alat dan koefisien
penggunaaan
alat per m3 seperti terlihat pada tabel 1.

b. Analisa Pekerjaan Timbunan


Dalam pekerjaan timbunan ini digunakan 1 (satu) jenis alat berat
yang
akan
dianalisa
yaitu Jenis Loader.
Analisa Bulldozer
- Nama alat
= Loader
- Tipe alat
= Wheel Loader WA 200-6 Tahun
2007
- Kapasitas Bucket = 2.44 m
- Kondisi Alat
= Baik sekali
- Kondisi Operator = Baik
- Efisiensi Kerja
= 0.81 (tabel 2.6)
- Jarak Gusur
= 35 m
- Waktu Ganti Perseneling
= 0.1 menit
- Kecepatan maju
= 10.8 km/jam = 180 m/menit
- Kecepatan mundur
= 12.9 km/jam = 215 m/menit
Selanjutnya data tersebut akan dimasukan dalam Tabel Perhitungan
Analisa
Harga
Satuan
Alat
untuk Timbunan untuk dihitung produktivitas alat dan koefisien
penggunaaan alat per m3 seperti terlihat pada tabel 2.

a. Produksi Wheel Loader

Keterangan :
T = Cycle time (menit)
BC = Kapasitas bucket (m)
JM = Kondisi manajemen dan medan kerja
BF = Faktor pengisian bucket

Produksi per hari :


= m / jam x jam kerja per hari
Cycle Time :

b. Perhitunga Analisa Biaya Sewa Alat Berat (Wheel Loader)


Biaya Produksi
a. Sewa alat
= Harga per jam x Jam kerja per hari
b. Bahan bakar
= Jumlah liter x Harga per liter x
Jam kerja per hari
c. Upah Operator
= Upah per jam x Jam kerja per
hari
d. Upah Pembantu Operator
= Upah per jam x Jam kerja per
hari
Total Biaya Per hari : = a + b + c + d
c. Perhitungan Jumlah Alat Berat yang Digunakan
Untuk menghitung jumlah alat berat diperlukan data volume
pekerjaan tanah per hari di bagi dengan produktivitas alat
perhari
Total Volume Galian
= 10000 m3
Total Volume Timbunan
= 6480 m3
Durasi rencana proyek yaitu 50 hari kerja, sehingga:
Volume Galian per hari :

Volume timbunan per hari:

Untuk perhitungan jumlah efektif alat berat dapat dilihat pada tabel 3 dan
tabel 4

5. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan
sebagai berikut :
Perencanaan pekerjaan dengan menggunakan alat-alat berat
dipengaruhi oleh pemilihan alat berat, kondisi alat berat,
kemampuan operator, situasi dan kondisi medan kerja.
Jenis alat berat yang digunakan untuk pekerjaan tanah pada
proyek
ini
adalah
Wheel
loader.
- Wheel loader dipilih karena sebagai pengangkut material jarak
pendek yang lebih baik dari pada bulldozer, karena bulldozer ada
material yang tercecer, sedang pada loader material tidak ada
yang tercecer.
Dari hasil analisa didapatkan jumlah alat berat yang digunakan
pada pelaksanaan proyek Pengurugan Lahan KPRI MEKAR
Rangkasbitung sbb :
- Hydraulic Excavator 320D LRR
Tahun 2010 = 1 unit
- FE 74 HD 125 PS 6 RODA DUMP
Tahun 2012 = 2 unit
- Komatsu Wheel Loader WA 200-6
Tahun 2007 = 1 unit

Menurut sumber dari perhitungan Pedoman Harga Satuan (PHS)


dan Dari hasil perhitungan analisa alat didapatkan biaya pasti
per jam, biaya operasi per jam, dan total biaya sewa alat per jam
sebagai berikut :

A. Backhoe
: 1 Unit biaya sewa alat perjam Rp. 522,090,63
B. Dump truck
: 2 Unit biaya sewa alat perjam Rp.
298,363,46
C. Wheel loader
: 1 Unit biaya sewa alat perjam Rp.
397,337,18