Anda di halaman 1dari 32

AKUNTANSI MANAJEMENA BAB 6 NGGARAN BERDASARKAN

FUNGSI DAN AKTIVITAS

BAB VI
ANGGARAN BERDASARKAN FUNGSI DAN AKTIVITAS
A.

Pendahuluan

Tujuan

Menjelaskan

anggaran

dan

peranannya

dalam

perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan

Semua

bisnis seharusnya mempersiapkan anggaran;

semua bisnis dengan skala besar melakukannya. Menurut Dr.


Jones, anggaran adalah hal yang juga penting bagi bisnis
dengan skala kecil. Setiap perusahaan baik itu laba maupun
nirlaba bisa mendapatkan manfaat dari perencanaan dan
pengendalian yang diberikan oleh anggaran.
Anggaran, Perencanaan, dan Pengendalian
Perencanaan adalah pandangan ke depan untuk melihat
tindakan

apa

mewujudkan

yang

seharusnya

tujuan-tujuan

dilakukan

tertentu.

agar

Pengendalian

dapat
adalah

melihat ke belakang, memutuskan apakah yang sebenarnya


telah terjadi dan membandingkannya dengan hasil yang
direncanakan sebelumnya.
Komponen utama dari perencanaan adalah anggaran,
yaitu rencana keuangan untuk masa depan, rencana tersebut
mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk
mencapainya.

Kelebihan yang Didapat dari Anggaran


Sistem anggaran memberikan beberapa kelebihan untuk
suatu organisasi
1.

Memaksa para manajer untuk melakukan perencanaan

2.

Menyediakan

informasi

yang

dapat

digunakan

untuk

memperbaiki pembuatan keputusan


3.

Menyediakan standar untuk evaluasi kinerja

4.

Memperbaik komunikasi dan koordinasi


B.

Mempersiapkan Anggaran Induk

Tujuan : Mendefinisikan dan mempersiapkan anggaran induk,


mengidentifikasi

komponen-komponen

utamanya,

dan

menjelaskan keterkaitan antara berbagai komponennya

Anggaran

induk

(master

budget),

adalah

rencana

keuangan komprehensif bagi organisasi secara keseluruhan.


Anggaran kontinu (continuous budge) adalah anggaran untuk
12 bulan.
1.

Mengarahkan dan Mengkoordinasi

2.

Komponen-komponen Utama Anggaran Induk


Anggaran

utama

dapat

dibagi

ke

dalam

anggaran

operasional dan anggaran keuangan.

Anggaran

operasional

(operational

budget),

mendiskripsikan aktivitas yang menghasilkan pendapatan bagi


perusahaan : penjualan, produksi, dan persediaan barang jadi.
Hasil akhir adalah suatu proforma atau perkiraan laporan laba
rugi.
Anggaran keuangan (financial budget), merinci aliran masuk
dan keluar kas serta posisi keuangan secara umum. Oleh

karena banyak aktivitas keuangan yang tidak dapat diketahui


hingga anggaran operasional diketahui, anggaran
operasional dipersiapkan lebih dahulu.
C.

Mempersiapkan Anggaran Operasional

Tujuan : Mahasiswa mampu menyusun anggaran operasional


1.

Anggaran Penjualan (sales budget)


Adalah proyeksi yang disetujui oleh komite anggaran,
yang menjelaskan penjualan yang diharapkan dalam satuan
unit dan uang. Oleh karena anggaran penjualan adalah dasar
bagi semua anggaran operasional lainnya dan sebagian besar dari
anggaran keuangan, maka anggaran penjualan yang seakurat mungkin
sangatlah penting.

Laporan 1 mengilustrasikan anggaran penjulan untuk lini


kaos standar PT. DAGADU.
Figur 5.1
PT DAGADU
Anggaran Penjualan
Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2006

Unit
Harga
per unit

1
1.000
x Rp10

Anggaran
Rp
Penjualan 10.000

2.

Kuartal
2
3
1.200
1.500
x Rp10 x Rp10

4
2.000
x Rp10

Rp12.0
00

Rp
Rp
20.000 57.000

Rp
15.000

Tahun
5.700
x
Rp10

Anggaran produksi (production budget ),


Menjelaskan berapa banyak unit harus diproduksi
untuk

memenuhi

kebutuhan

penjualan

dan

memenuhi

kebutuhan persediaan akhir. Guna menghitung unit yang akan


diproduksi,

dibutuhkan

penjualan

unit

dan

unit

untuk

persediaan awal dan akhir barang jadi :

Unit yang akan diproduksi =


Perkiraan penjualan unit + Unit dalam persediaan akhir Unit dalam
persediaan awal

Anggaplah bahwa kebijakan perusahaan mensyaratkan 20


persen penjualan kuartal berikutnya dari persediaan akhir, dan
persediaan awal kaos tersebut untuk kuartal pertama tahun
berjalan adalah 180.
Figur 5. 2
PT DAGADU
Anggaran Produksi
Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2006

Penjualan
(Laporan 1)
Persediaan
akhir
Total
kebutuhan
Persediaan
awal
Unit
diproduksi

Kuartal
1
2
3
1.000 1.200 1.500

4
2.00
0

Tahun
5.700

240

300

400

200*

200

1.240

1500

1.900

5.900

(180)

(240)

(300)

2.20
0
(400)

1.060 1.260

1.600

1.80
0

5.720

(180)

Kita melihat bahwa DAGADU mengantisipasi penjualan


sebanyak

1.000

kaos.

Sebagai

tambahan,

perusahaan

menginginkan adanya 240 kaos dalam persediaan akhir di akhir


kuartal pertama (0,20 x 1.200). Jadi 1.240 kaos dibutuhkan
selama kuartal pertama. Darimana 1.240 kaos diperoleh?

Persediaan awal 180 kaos, sehingga tinggal 1.060 kaos yang


akan diproduksi selama kuartal pertama.
Hal hal penting yang harus diperhatikan :
Anggaran produksi dinyatakan dalam bentuk unit.
Persediaan awal untuk kuartal selalu sama dengan persediaan
akhir kuartal sebelumnya.

kolom tahun bukanlah hanya berupa penambahan jumlah


keempat kuartal tersebut.
Dalam kuartal kedua, persediaan awal adalah 240 kaos,
yang identik dengan persediaan akhir kuartal yang diinginkan.
Persediaan akhir yang diinginkan untuk tahun tersebut adalah
200 kaos yang sama dengan persediaan akhir yang diinginkan
untuk kuartal keempat. Persediaan awal untuk tahun tersebut
adalah 180 kaos, yang merupakan persediaan awal kuartal
pertama.

3.

Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung (direct materials


purchase budget ),
Menyatakan jumlah dan biaya bahan mentah yang dibeli
tiap

periode,

jumlahnya

tergantung

pada

perkiraan

penggunaan bahan baku dalam produksi dan persediaan bahan


mentah yang dibutuhkan perusahaan.
Bahan baku langsung yang dibutuhkan untuk produksi +
Pembelian = bahan baku langsung yang diinginkan dalam persediaan akhir
Bahan baku langsung dalam persediaan awal

Jumlah bahan baku langsung yang dibutuhkan untuk


produksi

tergantung

pada

jumlah

unit

yang

diproduksi.

Anggaplah bahwa logo kaos DAGADU membutuhkan dua tipe


bahan mentah : kaos polos berbiaya Rp 3 dan tinta (untuk

cetakan) berbiaya Rp 0,20 per ons. Untuk setiap unit, pabrik


membutuhkan 1 kaos dan 5 ons tinta untuk tiap kaos berlogo
yang diproduksi. Kemudian, jika DAGADU ingin memproduksi
1.060 kaos dalam tinta ( 5 ons x 1.060 kaos)
Jumlah

bahan

baku

langsung

dalam

persediaan

ditentukan oleh kebijakan persediaan perusahaan. Kebijakan


DAGADU adalah memiliki 10 % dari kebutuhan produksi bulan
berikutnya, dalam persediaan akhir mereka. Asumsikan bahwa
pabrik memiliki 58 kaos polos dan 390 ons tinta pada 1 Januari.
Salah satu anggaran pembelian bahan baku langsung untuk
DAGADU disajikan dalam Figur berikut.
Figur 5.3
PT DAGADU
Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung
Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2006
Kuartal
Kaos Polos
1
2
3
4
Penjualan
1.060
1.260
1.600
1.800
(Laporan 2)
Bahan baku
x
langsung per
x
1
x
1 x
1
1
unit
Persediaan akhir
126
160
180
106*
yang diharapkan
Total Kebutuhan
1.186
1.420
1.780
1.906
Persediaan awal
(58)
(126)
(160)
(180)
Bahan baku
1.128
1.294
1.620
1.726
langsung yang
dibeli
Biaya per ons
x Rp 3
x Rp 3 x Rp 3
x Rp
bahan
3
Total biaya
Rp3.38 Rp3.88 Rp4.86 Rp5.17
pembelian BB.L
4
2
0
8

Tahun
5.720
x

1
106
5.826
(58)
5.768

x Rp 3
Rp17.30
4

Perhatikan seberapa persis anggaran pembelian bahan


baku langsung dengan anggaran produksi. Mari kita telaah
kuartal pertama dalam laporan tersebut. Diperlukan 1 kaos
polos untuk tiap logo, sehingga 1.060 kaos berlogo yang
diproduksi dikalikan dengan angka 1 untuk memperoleh jumlah
kaos

polos

yang

diperlukan

untuk

produks.

Kemudian

persediaan akhir yang diharapkan, 126 ( 10% dari produksi

kuartal berikutnya yang dibutuhkan) ditambahkan. Perhatikan


bahwa 1.186 kaos polos dibutuhkan selama kuartal pertama.
Dari total ini , 58 kaos sudah dalam persediaan awal, artinya
sisa sebanyak 1.128 kaos harus dibeli. Mengkalikan 1.128 kaos
polos

dengan

memberikan

biaya

perkiraan

masing-masing

sebesar

biaya

Rp

sebesar

Rp

3.384

3,-,
untuk

pembelian kaos polos pada kuartal pertama tahun tersebut.


4.

Anggaran Tenaga Kerja Langsung (direct labor budget),


Menunjukkan total jam tenaga kerja langsung yang
dibutuhkan dan biaya yang berhubungan dengan jumlah unit
dalam anggaran produksi. Anggaran Jam tenaga kerja langsung
ditentukan oleh hubungan antara tenaga kerja dan outputnya.
Jika suatu batch 100 kaos berlogo membutuhkan 12 jam
tenaga kerja langsung, maka waktu tenaga kerja langsung per
kaos berlogo adalah 0,12 jam.Tarif upah (Rp 10 per jam) adalah
upah rata-rata yang dibayarkan pada tenaga kerja langusng
yang berhubungan dengan produksi kaos.

Figur 5.4
PT DAGADU
Anggaran Tenaga Kerja Langsung
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006

Penjualan
(Laporan 2)
Jam Tenaga
Kerja
Langsung
per unit (jam)
Total jam
yang
dibutuhkan
Rata-rata

1
1.060

Kuartal
2
3
1.260 1.600

4
1.800

Tahun
5.720

x
0,12

x
0,12

x
0,12

x
0,12

x
0,12

127,2

151,2

192

216

686,4

x Rp

x Rp

x Rp

x Rp

x Rp

upah per jam


Total biaya
tenaga kerja
langsung

5.

10
Rp1.2
72

10
Rp1.5
12

10
Rp1.9
20

10
Rp2.1
60

10
Rp6.86
4

Anggaran Overhead ( overhead budget )


Menunjukkan

biaya

yang

diharapkan

dari

semua

komponen produksi tidak langsung. Tidak seperti bahan baku


langsung

dan

tenaga

kerja

langsung,

dalam

komponen

overhead tidak terdapat hubungan input-output yang telah


tersedia untuk diidentifikasi.
Sebagai contoh, anggaplah bahwa dua kesatuan biaya
overhead dibuat, satu untuk overhead aktivitas berubah sesuai
dengan jam tenaga kerja langsung, dan satunya untuk semua
aktivitas lainnya, yang bersifat tetap. Tarif overhead variabel
adalah Rp 5 per jam tenaga kerja langsung; overhead tetap
dianggarkan RP 6.580 (Rp1.645 per kuartal).

Figur 5.5
PT DAGADU
Anggaran Overhead
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006

Jam Tenaga
Kerja
Langsung

1
127,2

Kuartal
2
3
151,2
192

4
216

Tahun
686,4

yang
dianggarkan
(Laporan 4)
Tarif
overhead
variabel
Overhead
variabel
yang
dianggarkan
Overhead
tetap yang
dianggarkan*
Total
overhead

x Rp 5

x Rp 5

x Rp 5

x Rp 5

x Rp 5

Rp
636

Rp
756

Rp
960

Rp
1.080

Rp
3.432

1.645

1.645

1.645

1.645

6.580

Rp2.2 Rp2.4 Rp2.6 Rp2.7


81
01
05
25
*Termasuk Rp 540 penyusutan dalam tiap kuartal

Rp10.0
12

6.

Anggaran Persediaan Akhir Barang Jadi (ending finished


goods inventory budget)
Memberikan informasi yang dibutuhkan untuk neraca dan
juga bertindak sebagai input penting untuk persiapan anggaran
harga pokok penjualan. Guna mempersiapkan anggaran ini,
biaya per unit untuk memproduksi harus dihitung dengan
menggunakan informasi dari Laporan 3, 4, dan 5.
Figur 5. 6
PT DAGADU
Anggaran Persediaan Akhir Barang Jadi
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006
Penghitungan biaya per unit :
Bahan
baku
langsung
(Rp
3
+
1)
Rp. 4,00
Tenaga kerja langsung (0,12 jam @ Rp 10)
Rp 1,20
Overhead:
Variabel
(0,12
jam
@
5)
0,60
Tetap
(0,12
jam
@
9,59)*
1,15**
Total
biaya
unit
Rp.6,95

Overhead yang dianggarkan (Laporan 5)

Rp

Rp
Rp
per

Jam tenaga kerja langsung yang dianggarkan (Laporan 4)


= Rp 6.580 / 686,4 = Rp 9,59 **
** Dibulatkan
7.

Anggaran Harga Pokok Penjualan (cost of good sold budget ),


Mengungkapkan harga yang diharapkan untuk barang
yang

akan

dijual.

Anggaran

dapat

dipersiapkan

dengan

menggunakan laporan 3, 4, 5, dan 6. Laporan harga pokok


penjualan adalah laporan terakhir yang diperlukan sebelum
anggaran laporan laba rugi dapat dipersiapkan. Laporan 7
menggunakan anggapan bahwa persediaan awal barang jadi
bernilai Rp 1.251
Figur 5.7
PT DAGADU
Anggaran Harga Pokok Penjualan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006
Bahan baku langsung yang digunakan (Laporan 3)*

Rp

22.880
Tenaga kerja langsung yang digunakan (Laporan 4)
6.864
Overhead
(Laporan
5)
10.012
Harga pokok produksi yang dianggarkan
Rp 39.756
Barang jadi awal
1.251
Barang yang tersedia untuk
dijual
Rp 41.007
Barang jadi akhir (Laporan
6)
(1.390)
Harga pokok penjualan yang dianggarkan
Rp 39.617
* Produksi yang dibutuhkan = (5.720 kaos polos x Rp 3 ) + (28.600 ons
tinta x Rp 0,20)

8.

Anggaran Beban Penjualan dan Administrasi (selling and


administrative

budget),

menguraikan

pengeluaran

yang

direncanakan untuk aktivitas non produksi.


Figur 5. 8
PT DAGADU
Anggaran Beban Penjualan dan Administrasi
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006
Penjualan per unit
yang
direncanakan
(Laporan 1)
Beban penjualan
dan administrasi
Per unit variabel
Total beban
variabel
Pengeluaran tetap
penjualan dan
adm.
Gaji
Utilitas
Iklan
Penyusutan
Asuransi
Total beban tetap
Total beban
penjualan & adm.

Kuartal
2
3
1.200
1.500

1
1.000

x
x
Rp0,10 Rp0,10

x
Rp0,10

Rp 100

Rp 120

Rp 150

Rp1.42
0
50
100
150
Rp1.72
0
Rp1.82
0

Rp1.42
0
50
200
150
Rp1.82
0
Rp1.94
0

Rp1.42
0
50
300
150
500
Rp2.42
0
Rp2.57
0

4
2.000

Tahun
5.700

x
Rp0,10

x
Rp0,1
0
Rp 200
Rp
570

Rp1.42
0
50
500
150
Rp2.12
0
Rp2.32
0

9.
Laporan
Laba

Rugi

yang

Rp1.4
20
50
1.100
600
500
Rp8.0
80
Rp8.6
50

Dianggarkan
Laba operasional (operational income) tidak sama
dengan

laba

bersih

perusahaan.

Untuk

mendapatkan

penghasilan bersih, beban bunga dan pajak harus dikurangkan


dari laba bersih.

Pengurangan beban bunga diambil dari

anggaran kas yang ditunjukkan dalam Laporan 10. Utang pajak


tergantung pada hukum pajak yang berlaku.
Figure 5. 9
PT DAGADU
Laporan laba rugi yang Dianggarkan

Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006


Penjualan
1)
Harga
7)

Pokok
( 39.617)

(Laporan
Rp 57.000
Penjualan

(Laporan
Marjin

kotor

Rp 17.383

Beban penjualan & administrasi (Laporan 8)


(8.650)
Laba operasional
Rp 8.733
Beban bunga (Laporan 10)
(60)
Pendapatan sebelum pajak
penghasilan
Rp 8.673
Pajak penghasilan (Laporan
10)
(2.550)
Laba
bersih
Rp 6.123

D.

Mempersiapkan Anggaran Keuangan

Tujuan : Mahasiswa mampu menyusun anggaran keuangan


Anggaran yang tersisa dalam anggaran induk adalah
anggaran

keuangan.

Anggaran

keuangan

yang

biasanya

disiapkan adalah :
1.

Anggaran kas

2.

Anggaran neraca

3.

Anggaran untuk pengeluaran modal


1. Anggaran Kas
Arus kas adalah darah kehidupan bagi suatu organisasi,
anggaran kas adalah salah satu anggaran paling penting dalam
anggaran induk. Perusahaan menggunakan anggaran kas untuk
mendokumentasikan kebutuhan atas uang tunai, dan juga
mengenai kemampuan untuk membayar kembali.

Figur 5.10
Anggaran Kas
Saldo awal kas
Kas yang diterima
Kas yang tersedia
Pengeluaran kas
Minimum saldo kas
Kelebihan (kekurangan) kas
Kas dari pinjaman
Pembayaran kembali pinjaman
xxx
Saldo minimum kas
Saldo akhir kas

xxx
xxx +
xxx
(xxx)
(xxx)
xxx
xxx
xxx xxx+
xxx

Bagian pengeluaran kas mendaftar semua pengeluaran


kas yang direncanakan periode tersebut. Semua beban yang
tidak menyebabkan keluarnya kas, tidak dimasukkan dalam
daftar. Garis kelebihan atau kekurangan kas, membandingkan
kas yang tersedia dengan kas yang dibutuhkan. Kas yang
dibutuhkan adalah total pengeluaran kas plus saldo minimum
kas

yang

dibutuhkan

oleh

kebijakan

perusahaan.

Saldo

minimum kas hanyalah jumlah terkecil kas yang menurut


perusahaan dapat diterima.
Bagian akhir anggaran kas terdiri dari pinjaman dan
pembayaran kembali. Jika terdapat suatu kekurangan, bagian
ini menunjukkan jumlah yang perlu dipinjam. Ketika kelebihan
kas tersedia, bagian ini menunjukkan pembayaran kembali
yang direncanakan, termasuk beban bunga.

Contoh ilustrasi anggaran kas, asumsikan hal hal berikut


ini untuk DAGADU :
a.

Saldo kas minimum Rp 1.000 dibutuhkan untuk akhir tiap


kuartal. Uang dapat dipinjamkan dan dibayar kembali dalam
kelipatan

Rp1.000.

Bunganya

adalah

12

per

tahun.

Pembayaran bunga dilakukan hanya untuk jumlah pinjaman


pokok yang harus dibayar kembali. Semua pinjaman dilakukan
pada awal kuartal, dan semua pembayaran kembali dilakukan
pada akhir kuartal.
b.

Seperempat dari total penjualan adalah tunai kas, 90 persen


dari penjualan kredit ditagih dalam kuartal penjualan, dan
sisanya 10 persen diambil dalam kuartal berikutnya. Penjualan
kuartal keempat tahun 2005 adalah Rp 18.000.

c.

Pembelian bahan baku langsung dilakukan secara kredit : 80


% pembelian dibayar pada kuartal pembelian. Sisanya 20%
dibayar dalam kuartal berikutnya. Pembelian pada kuartal
keempat tahun 2005 adalah Rp 5.000,-

d.

Penyusutan yang dianggarkan adalah Rp 540 per kuartal


untuk overhead dan Rp 150,- per kuartal untuk beban
penjualan dan administrasi (lihat laporan 5 dan 8)

e.

Anggaran

modal

2006

mengungkapkan

rencana

untuk

membeli tambahan peralatan cetak. Pengeluaran kas untuk


peralatan, Rp 6.500 akan dilakukan dalam kuartal pertama.
Perusahaan berencana untik membiayai pembelian peralatan
dengan kas operasi, dan menambahnya dengan pinjaman
jangka pendek sebanyak diperlukan.
f.

Pajak penghasilan perusahaan sekitar Rp 2.550, dan akan


dibayar pada akhir kuartal keempat (Laporan 9)

g.

Saldo awal kas sama dengan Rp 5.200

h.

Semua jumlah dalam anggaran dibulatkan ke rupiah terdekat.

Figur 5. 10
DAGADU
Anggaran Kas
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006
Kuartal
1
Saldo awal
kas
Penagihan :
Kas
penjualan
Penjualan
kredit :
Kuartal
berjalan
Kuartal
sebelumnya
Total kas yang
tersedia
Dikurangi
pengeluaran :
Bahan
baku
langsung :

Rp

Tahun

Sumb
er a

5.200

2.500

b.1

6.750

b.1

1.350
15.80
0

b.1

Rp

Rp

(3,59
4)

Kuartal
berjalan

(1,00
0)

C.3

Kuartal
sebelumnya
Tenaga
kerja
langsung

(1,27
2)

C.3

(1,74
1)

(1,67
0)

d.5

Overhead
Penjualan
& Adm

Pajak
penghasilan
Peralatan
Total
pengeluaran
Saldo kas
minimum
Total kas
yang
dibutuhkan
Kelebihan
(kekurangan)
kas
yang
tersedia

Rp

(6,50
0)
(15,7
77)

Rp

(1,00
0)
(16,7
77)

Rp

(977)

d.8
f,9
e

Pembiayaan :
Pinjaman
Pembayara
n kembali

1,000

Bunga (b)
Total
pembiayaan
Saldo akhir
kas (c)

Rp

1.000

Rp

1.023

b. Pembayaran bunga adalah 6/12 x 0,12 x Rp 1.000. Oleh


karena pinjaman muncul pada awal kuartal dan pembayaran
kembali

pada

akhir

kuartal,

pembayaran

kembali

pokok

pinjaman terjadi setelah enam bulan.


c. Total kas yang tersedia minus total pengeluaran plus (atau
minus) total pembiayaan.

E.

Neraca yang Dianggarkan


Neraca yang dianggarkan tergantung pada informasi yang

terkandung dalam neraca saat ini dan yang berada dalam


anggaran lain di anggaran induk.
F.

Menggunakan Anggaran untuk Evaluasi Kinerja

Tujuan : Menjelaskan anggaran fleksibel, dan mendaftar


berbagai

fitur

anggaran,

yang

untuk

seharusnya

mendorong

dimiliki

para

sebuah

manajer

sistem

menerapkan

perilaku yang sesuai tujuan


1.

Anggaran Statis (static budget )


Adalah

anggaran

untuk

tingkat

aktivitas

tertentu.

Anggaran ini tidak terlalu berguna untuk menyiapkan laporan


kinerja.
Anggaplah bahwa penjualan kuartal pertama DAGADU
lebih banyak dari yang diperkirakan; total 1.100 kaos terjual

bukan 1.000 kaos seperti yang dianggarkan dalan Laporan 1.


Oleh karena kenaikan aktivitas penjualan, produksi meningkat
di atas tingkat yang direncanakan. Sebagai ganti memproduksi
1.060 unit (Laporan 2), DAGADU memproduksi 1.200 unit kaos
berlogo.
Laporan Kinerja Biaya Produksi Kuartalan
SESUNGGUHNYA

DIANGGARKAN

Unit
yang
diproduksi
B.BBL

VARIAN
F
U

B.TKL
U
Overhead
Variabel :
Perlengaka
pan
Listrik

U
U

Tetap :
Supervisi
F
Penyusuta
n
Total
U

2.

Anggaran Fleksibel (flexible budget ),


Adalah anggaran yang memungkinkan suatu perusahaan
untuk menghitung perkiraaan biaya dalam suatu tingkat
aktivitas. Kunci untuk membentuk anggaran fleksibel adalah
pengetahuan atas biaya tetap dan variabel. Anggaran fleksibel
adalah kunci untuk memberikan umpan balik secara lebih
sering yang dibutuhkan para manajer untuk menerapkan
pengendalian
perusahaan.

dan

secara

efektif

menjalankan

rencana

Anggaran fleksibel adalah alat pengendalian yang


sangat bagus karena anggaran ini memungkinkan pihak
manajemen untuk menghitung berapa biaya yang seharusnya
untuk tingkat output sesungguhnya tersebut.

Dimensi Perilaku Anggaran


Anggaran sering digunakan untuk menilai kinerja para
manaer.
sejalan

Perilaku positif muncul ketika tujuan tiap manajer


dengan

tujuan

organisasi,

dan

manajer

memiliki

penggerak untuk mencapainya.


Umpan Balik Berkala atas Kinerja Para
Manajer perlu mengetahui bagaimana kinerja mereka
sejalan dengan berlalunya tahun. Dengan menyediakan laporan
kinerja secara berkala, manajer dapat mengambil tindakan
korektif,

dan

untuk

mengubah

rencana

sebagaimana

diperlukan.
Insentif Uang dan Bukan Uang
Insentif adala cara yang digunakan organisasi untuk
mempengaruhi manajer agar melakukan lebih banyak usaha
dalam mencapai tujuan organisasi. Insentif uang digunakan
untuk mengendalikan kecenderungan seorang manajer untuk
melalaikan

dan

membuang-buang

sumber

daya,

dengan

menghubungkan kinerja anggaran pada kenaikan gaji, bonus,


dan promosi. Insentif bukan uang, termasuk memperkaya
pekerjaan (job enrichment), meningkatkan tanggung jawab dan

otonomi, program penghargaan non-uang dan lainnya, dapat


digunakan untuk meningkatkan sistem pengendalian anggaran.

3.

Anggaran Partisipatif (participative budgeting)


Memungkinkan para manajer tingkat bawah untuk turut
sertad

alam

pembuatan

mengkomunikasikan
manajer

tingkat

rasa
bawah

anggaran.

bertanggung
dan

Anggaran

jawab

mendorong

pada

ini
para

kreativitas.

Peningkatan tanggung jawab dan tantangan yang inheren


dalam proses tersebut memberikan insentif non-uang yuang
mengarah pada tingkat kinerja yang lebih tinggi.

G.

Anggaran Berdasarkan Aktivitas

Tujuan

Menjelaskan

bagaimana

cara

kerja

anggaran

berdasarkan aktivitas

Sistem

anggaran pada tingkat aktivitas dapat menjadi

pendekatan yang berguna untuk mendukung manajemen


perbaikan dan proses yang berkelanjutan. Pendekaan anggaran
berdasarkan ativitas dapat digunakan untuk menekankan
penurunan biaya melalui peniadaan aktivitas yang tidak
berguna dan untuk memperbaiki efisiensi aktivitas yang
diperlukan.
Anggaran Fleksibel Aktivitas (activity flexible budgeting )
adalah prediksi berapa biaya aktivitas nantinya jika terdapat
perubahan pada output aktivitas.

Analisis

varians

dalam

suatu

kerangka

kerja

aktivitas

memungkinkan perbaikan dalam pelaporan kinerja anggaran


tradisional. Hal ini juga meningkatkan kemampuan untuk
mengelola aktivitas.
Laporan Kinerja Berdasarkan Aktivitas
BIAYA
SESUNGGUHNYA

VARIANS
DIANGGARKAN

ANGGARAN

Bahan baku langsung


Tenaga Kerja Langsung
Pemeliharaan
Permesinan
Inspeksi
Penyetelan
Pembelian
Total

Contoh soal
1. Aggaran Operasional yang Terpilih
Young Products memproduksi rak mantel. Proyeksi penjualan
untuk kuartal pertama tahun yang akan datang dan persediaan
awal serta akhir adalah sebagai berikut :
Unit
penjualan
100.000
Harga per unit
Rp 15
Unit
dalam
persediaan
awal
8.000
Unit dalam persediaan akhir yang ditargetkan
12.000

Rak mantel dicetak dan kemudian dicat. Masing-masing rak


membutuhkan empat pon logam, yang bernilai Rp2,50 per pon.
Persediaan awal bahwan baku adalah 4.000 pon. Young
products ingin memiliki 6.000 pon logam dalam persediaan di

akhir kuartal tersebut. Tiap rak yang diproduksi membutuhkan


30 menit jam tenaga kerja langsung, yang dibebankan sebesar
Rp9 per jam.
Diminta :
1. Siapkan anggaran penjualan untuk kuartal pertama
2. Siapkan anggaran produksi untuk kuartal pertama
3.

Siapkan pembelian bahan baku langsung untuk kuartal


pertama

4. Siapkan tenaga kerja langsung untuk kuartal pertama


Jawab :
1. Anggaran penjualan
Young Products
Anggaran Penjualan
Untuk Kuartal Pertama
Unit
Harga per unit

100.000
x
Rp 15
Penjualan

Rp1.500.000

2. Anggaran Produksi
Young Products
Anggaran Produksi
Untuk Kuartal Pertama
Penjualan (dalam unit)
Persediaan akhir yang diinginkan
dibutuhkan
Persediaan awal

100.000
Total
112.000

12.000
yang
( 8.000)

Unit yang diproduksi


104.000

3. Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung


Young Products

Anggaran Pembelian Bahan baku Langsung


Untuk Kuartal Pertama
Unit yang diproduksi
Bahan baku langsung per unit (pons)
Produksi yang dibutuhkan (pons)
Produksi akhir yang dibutuhkan
(pons)
Total yang dibutuhkan (pons)
Persediaan awal (pons)
Bahan baku yang perlu dibeli (pons)
Biaya per pon
Total biaya pembelian

104.000
4
416.000
6.000
422.000
4.000
418.000

x
Rp2,50
Rp1.045.000

4. Anggaran Tenaga Kerja Langsung


Young Products
Anggaran Tenaga Kerja Langsung
Untuk Kuartal Pertama
Unit
yang
diproduksi
104.000
Tenaga kerja : jam per unit
0,5
Total jam yang dibutuhkan
52.000
Biaya per jam
x
Rp 9
Total biaya tenaga kerja langsung
468.000

Rp

Rp

2. Anggaran Kas
Rogier, Inc., berharap untuk menerima kas dari penjualan
Rp45.000 dalam bulan Maret. Sebagai tambahan, Rogier
berharap untuk menjual sebauh bangunan senilai Rp 3.500.
Pembayaran untuk bahan baku dan perlengkapan diperkirakan
memiliki nilai total Rp 10.000, gaji tenaga kerja langsung akan

senilai Rp12.500, dan pengeluaran lain dianggarkan sebesar


Rp14.900. Pada 1 Maret, saldo akun kas adalah Rp1.230
Diminta :
1. Siapkan anggaran kas bagi Rogier, Inc,. untuk bulan Maret
2. Asumsikan Rogier , Inc. menginginkan saldo minimum kas Rp
15.000 dan perusahaan tersebut dapat meminjam dari bank
dalam kelipatan Rp 1.000 dengan tarif bunga 12 persen per
tahun. Berapakah jadinya besar nilai saldo akhir pada bulan
Maret setelah disesuaikan? Berapa banyak bunga utang Rogier
dalam bulan April dengan anggapan bahwa seluruh jumlah
yang dipinjam dalam bulan Maret akan dibayar kembali?
Jawab:
1. Anggaran Kas
Rogier,Inc
Anggaran Kas untuk Bulan Maret
Saldo awal kas
Penjualan tunai
Penjualan bangunan
Total kas yang tersedia
Pengeluaran :
Bahan & perlengkapan
Gaji tenaga kerja langsung
Pengeluaran lain-lain
Total pengeluaran
Saldo kas terakhir

Rp 1.230
45.000
3.500
49.730
Rp 10.000
12.500
14.900
37.400
12.330

2. Saldo yang disesuaikan


Saldo akhir yang belum disesuaikan
Plus pinjaman
Saldo akhir yang disesuaikan

Dalam bulan April, bunga terutang menjadi :

12.330
3.000
Rp
15.330

(1/12 x 0,12 x Rp3.000) = Rp 30

G. LATIHAN SOAL
1. Fresh n clean, Inc, memproduksi dua produk cucian: deterjen
dan bubuk perendam cucian. Kedua produk tersebut dijual
dalam kotak 32 ons. Deterjen dijual dengan harga Rp3 per
kotak, dan bubuk perendam cucian dijual seharga Rp3,50 per
kotak. Penjualan yang diproyeksikan (dalam satuan kotak)
untuk empat kuartal yang akan datang adalah sebagai berikut :
Deterjen
Kuartal
Kuartal
Kuartal
Kuartal
Kuartal

Wakil

pertama, 2006
kedua, 2006
ketiga, 2006
keempat, 2006
pertama, 2007

direktur

40.000
55.000
62.000
70.000
45.000

utama bagian

Bubuk Perendam
Cucian
50.000
50.000
60.000
70.000
55.000

penjualan

yakin

bahwa

penjualan yang diproyeksikan tersebut realistis dan dapat


dicapai oleh perusahaan.
Diminta :
1.

Siapkan suatu anggaran penjualan untuk tiap kuartal tahun


2006,

dan

untuk

tahun

tersebut

secara

keseluruhan.

Perlihatkan penjualan berdasarkan tiap produk dan dalam


jumlah total untuk tiap periode waktu.
2.

Bagaimana

Fresh

Clean,Inc

menggunakan

anggaran

penjualan ini?
2.

Merujuk pada Latihan 1, Fresh n Clean, Inc, berikutnya


persiapkan anggaran produksi untuk tiap produk. Persediaan
awal untuk deterjen pada 1 Januari adalah 2.000 kotak.

Kebijakan

perusahaan

adalah

untuk

memiliki

10

persen

penjualan deterjen kuartal berikutnya dalam persediaan akhir.


Persediaan awal bubuk perendam cucian pada 1 Januari adalah
3.200 kotak. Kebijakan perusahaan adalah untuk memiliki 20
persen penjualan bubuk perendam pada kuartal berikutnya
dalam persediaan akhir.
Diminta :
Siapkanlah anggaran produksi untuk tiap produk per kuartal
dan secara keseluruhan, untuk tahun tersebut
3.

Capn Ahab, Inc memproduksi sejumlah produk kopi yang


berbeda.

Diantaranya

adalah

10

ons

kantong

biji

kopi.

Anggaran penjualan untuk empat bulan pertama tahun berjalan


ditunjukkan dibawah ini:
Unit Penjualan
Januari
Februari
Maret
April

200.000
140.000
180.000
210.000

Penjualan
dalam satuan uang
Rp1.000.000
700.000
900.000
1.050.000

Kebijakan perusahaan mensyaratkan persediaan akhir tiap


bulan adalah 20 persen dari penjualan bulan berikutnya. Pada
awal Januari, persediaan biji kopi adalah 35.000 kantong.
Diminta :
Siapkanlah anggaran produksi untuk kuartal pertama tahun
berjalan. Tunjukkan jumlah kantong yang harus diproduksi tiap
bulan, juga jumlah total untuk satu kuartal.
4.

Dengan merujuk pada no.3, anggaplah bahwa dua bahan


mentah diperlukan untuk membuat kantong kopi Capn Ahab

dan biji kopi yang dipanggang. Masing-masing kantong kopi


membutuhkan satu kantong dan 10 ons biji panggang.
Kebijakan perusahaan meminta agar persediaan akhir bahan
mentah tiap bulan adalah 10 persen dari produksi yang
dibutuhkan bulan berikutnya. Kebijkan ini dipenuhi pada 1
Januari.
Diminta :
1.

Siapkan anggaran pembelian bahan baku langsung kantong


untuk bulan Januari dan Februari

2.

Siapkan anggaran pembelian bahan baku langsung biji


panggang untuk bulan Januari dan Februari

5. Carson, Inc, memproduksi perlengkapan kantor, seperti pensil.


Pensil didikat dalam paket-paket, tiap paket dijual seharga
Rp0,50. Anggaran penjualan untuk empat bulan pertama tahun
berjalan untuk produk ini adalah sebagai berikut :
Unit Penjualan
Januari
Februari
Maret
April

200.000
240.000
220.000
200.000

Penjualan
dalam satuan uang
Rp100.000
120.000
110.000
100.000

Kebijakan perusahaan mensyaratkan persediaan akhir tiap


bulan adalah 15 persen dari penjualan bulan berikutnya. Tetapi,
pada awal Januari, oleh karena penjualan yang lebih banyak
dalam bulan Desember daripada yang diantisipasi, persediaan
awal pensil hanya 18.000 paket.
Diminta :

Siapkan anggaran produksi kuartal pertama tahun berjalan.


Tunjukkan jumlah unit yang harus diproduksi tiap bulan, seperti
juga untuk keseluruhan kuartal.
6. Lanning company memproduksi beragam label, termasuk label
nama yang melekat dengan disterika, yang dijual pada para
orang tua yang anak-anaknya di kamp perkemahan. (Kamp
perkemahan tersebut meminta para peserta menaruh nama
masing-masing di tiap baju). Masing-masing rol mengandung
25 yard pita kertas dengan 1.000 salinan nama anak. Masingmasing

yard

pita

kertas

bernilai

Rp0,15.

Lanning

telah

menganggarkan produksi rol label untuk empat bulan ke depan


sebagai berikut :
Rol dalam unit
10.000
30.000
50.000
6.000

Maret
April
Mei
Juni

Kebijakan persediaan mensyaratkan jumlah pita kertas yang


cukup dalam persedaan akhir tiap bulan, untuk memenuhi 20
persen

kebutuhan

produksi

bulanan

yang

mendatang.

Persediaan pita kertas pada awal Maret persis sama dengan


jumlah

yang

dibutuhkan

untuk

memenuhi

kebijakan

persediaan.
Diminta :
Siapkan anggaran pembelian bahan baku langsung bulan
Maret, April, dan Mei yang menunjukkan pembelian dalam unit
dan

dalam

keseluruhan.

satuan

uang

untuk

tiap

bulan

dan

secara

7.

Dengan merujuk pada anggaran produksi dalam latihan 6,


masing-masing rol label yang diproduksi membutuhkan (ratarata_ 0,04 jam tenaga kerja langsung . Biaya rata-rata tenaga
kerja langsung adalah Rp 12 per jam.

Diminta :
Siapkanlah anggaran tenaga kerja langsung untuk bulan Maret,
April, dan Mei yang menunjukkan jam yang dibutuhkan dan
biaya tenaga kerja langsung untuk tiap bulan dan secara
keseluruhan.
8.

Penjual grosir pipa air telah meminta anggaran kas untuk


bulan

Juni.

Setelah

menguji

catatan

perusahaan,

Anda

menemukan hal berikut :


a. Saldo kas 1 Juni adalah Rp1.345
b. Penjualan aktual untuk bulan April dan Mei adalah :
Penjualan kas
Penjualan kredit
Total Penjualan

c.

April
Rp 10.000
50.000
60.000

Mei
Rp15.000
85.000
100.000

Penjualan kredit ditagih selama periode tiga bulanan : 50


persen dalam bulan penjualan, 30 persen pada bulan kedua,
dan 16 persen untuk bulan ketiga. Penjualan yang ditagih untuk
bulan ketiga dibebani dengan 1,5 persen biaya keterlambatan,
tapi

hanya

separuh

pelanggan

yang

terkena

biaya

keterlambatan ini yang membayar biaya tersebut, dan pemilik


perusahaan tidak berpikir cukup berharga baginya untuk
mencoba mengumpulkan setengah sisanya. Sisa penjualan
tidak tertagih.

d.

Pembelian persediaan rata-rata 80 persen total penjualan


suatu bulan. Dari pembelian-pembelian tersebut, 40 persen
dibayar dalam bualan pembelian. Sisanya 60 persen dibayar
dalam bulan berikutnya.

e.

Gaji dan upah total Rp10.300 dalam satu bulan; jumlah ini
termasuk Rp54.500 gaji yang dibayarkan pada pemilik.

f. Sewa Rp 2.200 per bulan


g. Pajak yang dibayar dalam bulan Juni adalah Rp 5.500
Pemilik

juga

memberitahukan

memperkirakan

penjualan

pada

tunai

Anda

adalah

bahwa

Rp20.000

dia
dan

penjualan kredit Rp90.000 untuk bulan Juni. Tidak terdapat


saldo kas minimum yang diminta. Pemilik perusahaan tidak
memiliki akses terhadap pinjaman jangka pendek.
Diminta :
1. Siapkan anggaran kas bulan Juni. Masukkan laporan-laporan
pendukung untuk penagihan kas dan pembayaran kas.
2. Apakah bisnis menunjukkan saldo kas negatif untuk bulan Juni?
Anggaplah bahwa pemilik tersebut tidak lagi memiliki harapan
untuk

membuat

pengajuan

kredit

bagi

bisnis

tersebut.

Rekomendasi apa yang akan Anda berikan untuk menangani


saldo kas yang negatif tersebut?
9.

Regina

Johnson,

kontroler

Pet-Care

Company,

telah

diinstruksikan mengembangkan suatu anggaran fleksibel untuk


biaya overhead. Perusahaan tersebut memproduksi dua tipe
makanan anjing. Pertama, BasicDiet, adalah sautu standar
campuran untuk anjing yang sehat. Kedua, SpecDiet, adalah
suatu formulasi dengan protein yang dikurangi untuk anjing
yuang lebih tua dengan problem kesehatan. Kedua makanan

anjing tersebut menggunakan bahan mentah yang sama dalam


proporsi

yang

memproduksi

berbeda.
100.000

Perusahaan

kantong

berharap

masing-masing

untuk
seberat

limapuluh pon untuk tiap produk, selama tahun mendatang.


BasicDiet membutuhkan 0,25 jam tenaga kerja langsung per
kantong, dan SpecDiet membutuhkan 0,30. Regina telah
mengembangkan biaya tetap dan variabel berikut untuk
masing-masing overhead:
Overhead

Biaya Tetap

Pemeliharaan
Listrik
Tenaga Kerja tidak Langsung
Sewa

Rp 17.000
26.500
18.000

Tarif variabel per jam


Tenaga Kerja Langsung
Rp 0,40
0,50
1,60

Diminta :
1.

Siapkan anggaran overhead untuk tingkat aktivitas yang


diharapkan dalam tahun mendatang

2.

Siapkan anggaran overhead yang mencerminkan produksi


yang 10 persen lebih tinggi dari yang diharapkan (untuk kedua
produk) dan satu untuk produksi yang 20 persen lebih rendah
dari yang diharapkan

10. Dengan merujuk pada informasi yang diberikan dalam Latihan


9,

anggaplah

bahwa

Pet-care

sebenarnya

memproduksi

120.000 kantong Basic Diet dan 100.000 SpecDiet. Biaya aktual


overhead yang muncul adalah sebagai berikut :
Pemeliharaan
Listrik
Tenaga Kerja tidak Langsung
Sewa

Diminta :

Rp 40.500
31.700
119.000
18.000

1. Siapkan laporan kinerja untuk tahun berjalan.


2. Berdasarkan pada laporan tersebut, apakah Anda akan menilai
salah

satu

memikirkan

varians

tersebut

bebrapa

kemungkinan

varians tersebut?

signifikan?
alasan

Dapatkah
untuk

anda

varians-