Anda di halaman 1dari 7

NAMA : SANTY ATHIFAH ZAKIYAH

NIM : 1137040062
PEMBAHASAN
1. Penyepuhan koin
Penyepuhan bertujuan untuk melindungi logam terhadap
korosi atau memperbaiki penampilan.Pada penyepuhan, logam yang
dilapisi dijadikan katoda sedangkan logam penyepuhnya sebagai
anoda.

Kedua

elektroda

dicelupkan

pada

larutan

garam

penyepuhnya. Pada katoda akan terjadi pengendapan logam


penyepuhnya sedangkan logam anoda larut terus menerus.
Proses elektroplating membutuhkan listrik untuk memberikan
beda potensial antara kedua elektrodanya. Ada dua jenis arus listrik
yang dikenal, yaitu arus bolak-balik (Alternating Current, disingkat
AC) dan arus searah (DirectCurrent, disingkat DC). Listrik yang
dibutuhkan untuk proses elektroplating adalah arus searah (DC).
Pada elektroplating, arus akan mengalir dari elektroda yang
memiliki potensial lebih tinggi ke elektroda yang memiliki potensial
lebih rendah, sehingga satu elektroda akan bertindak sebagai
penyedia elektron dan yang lain penerima elektron. Listrik untuk
proses elektroplating umumnya mempunyai beda potensial kecil
namun dengan arus yang tinggi. Antara aliran arus dan tegangan
mempunyai analogi yang sama dengan aliran air dengan beda
ketinggian.
Zat yang dielektrolisis merupakan elektrolit, baik berupa
larutan atau cairan (leburan) zat murni. Bila suatu cairan atau
larutan elektrolit dialiri listrik arus searah melalui batang electrode,
maka ion-ion yang ada dalam cairan atau larutan tersebut akan
bergerak menuju electrode yang berlawanan muatannya.
Sebelum
melakukan
percobaan,koin
dibersihkan
menggunakan

amplas

terlebih

dahulu

yang

bertujuan

untuk

menghilangkan oksidator pada logam agar penyepuhan dapat


berjalan sempurna. Setelah itu koin dilubangi lalu ditimbang. Lalu
pada koin diberi tanda x.

Lalu koin dihubungkan pada arus listrik yang bermuatan


negatif sedangkan grafit pada arus listrik yang bermuatan positif
dan keduanya dicelupkan kedalam larutan garam NiCl2. Maka
terjadilah reaksi :
anoda: 4H+ + 4e +O2 2H2O
katode: Cu2+ 2e + Cu
Setelah dialiri arus listrik pada katode terbentuk endapan Cu,
sedangkan pada anode H2O menbentuk gelembung O2. Ion-ion
mengalami reduksi adalah Cu2+ menjadi Cu, karena Cu memiliki
potensial reduksi lebih rendah dari pada H 2O, dan Cu termasuk
golongan transisi sehingga yang direduksi adalah kationnya itu
sendiri. Dikatoda terdapat logam Cu yang terlapisi oleh Nikel.
Larutan NiCl2 yang dialiri listrik arus searah yang berasal dari batu
baterai melalui batang elektrode, maka ion-ion Ni 2+ akan bergerak
menuju katode yang berlawanan muatan.
elektrode yang terdapat pada anoda adalah grafit yang mana
merupakan logam inert. Maka elektrode tidak mengalami oksidasi
atau reduksi. Jadi yang mengalami oksidasi atau reduksi spesi-spesi
yang ada di sekitar elektrode. karena elektrode dianoda merupakan
logam inert maka elektrode tidak teroksidasi. Secara umum, logam
yang tidak teroksidasi itu memiliki potensial oksidasi lebihbesar
daripada air dan anion sisa asam sehingga reaksi oksidasi yang
terjadi di anode bergantung pada jenis anion dalam larutan. Anion
Cl- memiliki potensial oksidasi lebih besar daripada air, anion itu
akan teroksidasi.
Katoda
elektrik.Oleh

disambungkan
karena

itu

ia

dengan

puncak negatif

mengandungi

banyak

sumber
elektron-

elektron.Kation merupakan atom-atom (biasanya logam) bebas yang


kekurangan elektron dan bermuatan positif. Oleh karena berlawanan
cas, kation akan bergerak ke katoda. Di situ, elektron-elektron yang
banyak akan diberi kepada kation untuk memenuhi kekurangan
elektron padanya.Apabila kation mendapat elektron ia menjadi

netral dan bersifat bahan atom.Biasanya dalam elektrolisis bahan


atom akan melapisi katoda atau akan termendap kebagian bawah
sebagai hasil penguraian. Arus listrik yang digunakan untuk
mengubah energy listrik suatu voltmeter menjadi reaksi redoks.
Setelah 15 menit koin diangkat. Lalu koin dibersihkan dengan
aseton untuk menghilangkan tanda x nya. Setelah diamati koin yang
awalnya

berwarna

kuning

berubah

menjadi

perak.

Hal

ini

dikarenakan koin tersebut telah terlapisi oleh Ni.akan tetapi pada


bagian

berkas

dikarenakan

tanda

pada

tidak

bagian

mengalami

tersebut

koin

perubahan
tidak

hal

terlapisi

ini
oleh

Ni.selanjutnya koin ditimbang.


Pada

saat

menimbang

kawat

tembaga

setelah

penyepuhan, sebaiknya kawat dalam keadaan kering, karena hasil


penimbangan berpengaruh terhadap kadar perak yang dihasilkan.
Oleh karena itu sebelum melakukan penimbangan kawat tembaga
harus dikeringkan terledih dahulu dengan cara mengoven kawat
tembaga tersebut.
Hasil penimbangan koin setelah penyepuhan lebih berat dari
sebelunya. Hal ini membuktikan adanya pengaruh dari logam Ni
yang melapisi koin.
2. Pemurnian bioetanol dengan proses absorbsi
Pemurnian merupakan salah proses penting dalam industri
pembuatan suatu produk. Pemurnian ini bertujuan agar produk yang
akan didapat telah bebas dari pengotor ataupun produk sampingan.
Salah satu tenik pemisahan dan pemurnian dalam penghilangan
pengotor atau produk samping adalah adsorpsi. Adsorpsi terjadi
oleh karena adsorben berpori dan memiliki gugus-gugus yang
secara kimia mampu menarik zat-zat yang akan diserap. Apabila
rongga-rongga dalam adsorben tertutup maka daya absorpsinya
akan berkurang ataupun hilang. Hal ini disebabkan karena pori-pori
tersebut telah terisi oleh pengotor senyawa organik maupun
senyawa anorganik.
Salah satu absorben yang sering dikenal adalah zeolit alam.
Zeolit alam merupakan mineral alumina silikat dengan struktur

kerangka tiga dimensi, memiliki rongga sebesar 20 dan saluran


yang

saling

permukaannya

berhubungan
menjadi

sehingga

sangat

luas.

menyebabkan
Namun

bagian

kemampuan

adsorpsinya rendah terhadap molekul yang berukuran besar.


Mengingat begitu pentingnya peranan zeolit dalam kehidupan,
maka perlu dilakukan usaha untuk mendapatkan zeolit dengan daya
guna yang lebih dibanding zeolit alam.
Semua zeolit yang ditemukan di alam selalu mengandung air.
Air merupakan molekul polar yang sangat mudah teradsorpsi di
permukaan zeolit. Karena ukurannya kecil, air akan mengisi seluruh
saluran dan rongga-rongga dalam kristal zeolit.
Semakin kecil ukuran adsorben maka luas permukaannya
semakin besar dan porositasnya semakin kecil. Semakin luas
permukaan adsorben maka semakin banyak air yang terjerap.
Sedangkan semakin kecil porositas, semakin lama waktu yang
dibutuhkan untuk menetes.
Dalam praktikum ini dilakukan 2 perlakuan pada zeolit. Zeolit
yang pertama yaitu zeolit yang hanya dilarutkan dalam air(yang
tidak ditangani) dan yang kedua selain dilarutkan dalam air,
zeolitpun dilarutkan dalam HCl(yang ditangani).
Pada zeolit yang tidak ditangani, zeolit ditambahkan dengan
air sebanyak 100 mL. Lalu keduanya diaduk dengan menggunakan
stirer magnetik selama 15 menit. Penambahan aquades pada zeolit
bertujuan untuk homogenitas ukuran permukaan zeolit dan untuk
memperbesar

luas

permukaan

zeolit

sehingga

kemampuan

adsorsinya dapat lebih optimal. Pada zeolit yang ditangani sebelum


ditambahkan air sebelumnya zeolit ditambahkan HCl sebanyak 100
mL lalu diaduk dengan stirer magnetik selama 15 menit. Hal ini
bertujuan untuk dealuminasi yangmana dengan Hal ini untuk
mengoptimalkan Si (dalam bentuk Si(OH)4) yang akan dimasukkan
untuk mengganti (replacement) atom-atom Al pada framework
zeolit. Pada dealuminasi, ion H + yang dihasilkan dari reaksi
penguraian HCl dalam medium air akan mengurai ikatan atom Al
yang berada pada framework zeolit. Ion H+ ini akan diserang oleh

atom oksigen yang terikat pada Si dan Al. Berdasarkan harga energi
dissosiasi ikatan Al-O (116 kkal/mol) jauh lebih rendah dibandingkan
enrgi disosiasi ikatan Si-O (190 kkal/mol), maka ikatan Al-O jauh
lebih mudah terurai dibandingkan Si-O. Sehingga ion H + akan
cenderung menyebabkan terjadinya pemutusan ikatan Al-O dan
akan terbentuk gugus silanol. Sedangkan ion Cl - hasil penguraian
ion HCL juga akan mempengaruhi kekuatan ikatan Al-O dan Si-O. Ion
Cl- memiliki elektronegativitas yang tinggi (3,16) dan berukuran
kecil (r = 0,97), sehingga menyebabkan ion ini mudas berikatan
dengan kation bervalensi besar seperti Si 4+ dan Al3+. Tetapi ion Clakan cenderung berikatan dengan atom Al dikarenakan harga
elektronegativitas

atom

Al

lebih

kecil

(1,61)

dibanding

elektronegativitas atom Si (1,90). HCl dikenal sebagai asam yang


mampu

melarutkan

senyawa

yang

bersifat

anorganik.Dengan

larutan HCl dapat menyebabkan terlarutnya komponen-komponen


pengotor berupa logam besi dan kalsium yang terletak pada bagian
luar dari zeolit dan juga melarutkan sejumlah Al2O3.
Setelah itu barulah ditambahkan dengan aquades dan diaduk
lagi dengan stirer magnetik selama 80 menit. Selanjutnya kedua
zeolit disaring untuk memisahkan filtrat dan residu zeolit. Setelah
itu zeolit dikeringkan dalm oven. Hal ini dimaksudkan untuk
menghilangkan Al yang masih tersisa pada zeolit selain itu juga
untuk mengilahkan/menguapkan air yang terdapat dalam adsorben.
Hal ini dikarenakan air merupakan molekul polar yang sangat
mudah teradsorpsi di permukaan zeolit. Karena ukurannya kecil, air
akan mengisi seluruh saluran dan rongga-rongga dalam kristal zeolit
sehingga akan mengpengaruhi proses adsorbsi zeolit. Semakin
tinggi suhu, maka daya adsorpsi zeolit meningkat karena air dalam
pori-pori zeolit semakin banyak yang hilang dan pori-pori zeolit juga
semakin

terbuka

sehingga

akan

memudahkan

zeolit

untuk

mengadsorpsi air. kenaikan suhu kalsinasi untuk zeolit alam


mempunyai batasan hingga 10500C. Untuk pemanasan dengan suhu
lebih dari 7000C akan merusak struktur dari zeolit, sehingga

kemampuan adsorpsi zeolit akan menurun sedangkan suhu di


bawah 2000C tidak akan menguapkan seluruh air yang ada di dalam
pori-pori zeolit sebab memerlukan suhu yang lebih tinggi dari suhu
penguapan air untuk menguapkan air yang ada di dalam pori-pori.
Selanjutnya zeolit yang tidak ditangani dan yang ditangani
tersebut dilarutkan dalam etanol. Proses ini bertujuan untuk
memurnikan etanol dengan prinsip penyerapan zat pengotor dalam
etanol

pada

permukaan

zeolit

(adsorpsi).

Zeolit

tersebut

dicampurkan dengan etanol dan diaduk dengan stirer magnetik


selama semalam. Pada saat proses tersebut molekul-molekul air
yang

kemungkinan

adalah

zat

pengotor

dalam

etanol

akan

teradsorpsi dipermukaan zeolit. Karena ukurannya yang kecil air


akan

mengisi seluruh saluran dan rongga-rongga dalam kristal

zeolit. Selain dapat menyerap air proses pemurnian karena zeolit


alam mampu menyerap etanol dalam larutam sehingga semakin
lama waktu pendiaman maka semakin banyak pula etanol yang
terjerap didalamnya.
Setelah itu campuran tersebut disaring dan filtrat ditimbang
dalam

piknometer

untuk

mengetahui

massa

jenis.

Setelah

memplotkan pada grafik diketahui bahwa kadar etanol terjadi


penurunan bukan kenaikan. Hal ini bisa disebabkan karena lamnya
waktu pengadukan. Semakin lama waktu pengadukan berpengaruh
terhadap jumlah etanol yang dapat diserap oleh adsorbent. Semakin
lama pengadukan, maka semakin banyak etanol dan air yang akan
diserap.

Kontakantara

larutan

dan

adsorbent

yang

lama

mengakibatkan transfer massa etanol kedalam adsorbent semakin


banyak. Selain itu juga sedikitnya zeolit yang digunakan (5 g)
karena semakin banyakzeolit yang digunakan sebagai absorbent,
maka kadar etanol yang akan dihasilkan akan semakin tinggi.
Karena semakin banyak jumlah zeolit dan adanyakonsentrasi
larutan etanol mula-mula yang tetap, maka air yang terjerap
akansemakin banyak.
KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :


a. Proses penyepuhan terjadi karena koin Cu yang disimpan dibagian
katode akan terlapisi oleh Ni yang berasal dari larutan garam
dengan bantuan listrik searah. Elektroda grafit pada anode tidak
ikut bereaksi.
b. Berat koin setelah dilakukan penyepuhan mengalami kenaikan
sebesar 0,03 gram
c. Pada proses pemurnian etanol dengan zeolit alam berdasarkan
proses penyerapan pada permukaan zeolit (adsorpsi).
d. Kadar etanol yang diadsorpsi dengan zeolit yang tidak ditangani dan
yang ditangani adalah 67,44 % dan 67,44%
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Uji adsorpsi zeolit alam terdealuminasi. Diakses pada 30
November

2015

pukul

20.00

melalui:

http://ruanganhijau.blogspot.co.id/2011/10/uji-absorpsi-zeolit-alamterdealuminasi.html
Chang, Raymond. 2004. Kimia dasar : konsep-konsep inti jilid 1. Jakarta :
Erlangga
Dermawan, Ade. 2012. Penyepuhan dan pemurnian logam. Diakses pada
30

November

2015

pukul

20.30

melalui:

https://doakalian.wordpress.com/2012/07/14/penyepuhan-danpemurnian-logam/
Svehla, G. 1990. Buku teks analisis anorganik kualiastif makro dan
semimikro bagian I. Jakarta : PT kalman Media Pusaka
Svehla, G. 1990. Buku teks analisis anorganik kualitatif makro dan
semimikro bagian II. Jakarta : PT kalman Media Pusaka