Anda di halaman 1dari 39

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Bahan listrik dalam sistem tenaga listrik merupakan salah satu elemen penting
yang akan menentukan kualitas penyaluran energi listrik itu sendiri. Namun masih
banyak di antara kita yang belum memahami arti Ilmu Bahan Listrik. Bahan listrik
menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa teknik elektro.

Bahan listrik merupakan ilmu yang mempelajari tentang jenis-jenis bahan atau
benda yang memiliki sifat-sifat tertentu yang digolongkan menjadi konduktor, peyekat
atau isolator, semikonduktor, magnetis, superkonduktor

dan lain sebagainya.

pemahaman dan pengenalan tentang bahan-bahan listrik sangat diperlukan sebagai dasar
dalam penguasaan ilmu atau teknologi di bidang kelistrikan.

Dalam teknik listrik, khususnya pada pelajaran praktek, mempelajari dan


memahami bermacam-macam bahan beserta sifat-sifatnya merupakan hal yang sangat
penting, guna memilih suatu bahan penyekat misalnya, bahan tadi perlu disesuaikan
dengan penggunaannya, umpamanya penyekat harus memiliki sifat-sifat tahanan jenis
yang besar, tahan terhadap lembab, panas, reaksi bahan kimia dan sebagainya. Selain
sifat, bahan juga mempunyai bermacam -macam bentuk. Oleh sebab itu, dibuatlah
makalah ini untuk lebih meningkatkan pemahaman kita terutama mahasiswa teknik
elektro tentang bahan listrik dan sifat-sifatnya.

1.2.

Rumusan Masalah
Permasalahan dalam makalah ini dititikberatkan pada masalah mengenai
bagaimana sifat-sifat bahan listrik seperti bahan konduktor, isolator atau penyekat,
semikonduktor, magnetis dan superkonduktor

1.3.

Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk meningkatkan
pengetahuan dan pemahaman tentang sifat-sifat bahan listrik seperti bahan bahan
konduktor, isolator atau penyekat, semikonduktor, magnetis serta superkonduktor.

1.4.

Manfaat
Adapun manfaat yang dapat dipeoleh dari penyusunan makalah ini adalah kita
semua dapat mendalami dan memahami secara mendalam tentang sifat-sifat bahan listrik
yang memiliki manfaat tersendiri bagi kita dan agar kita terhindar dari hal-hal yang buruk
yang mungkin terjadi bagi kita yang disebabkan karena kurang memahami sifat-sifat dari
bahan listrik tersebut.

BAB 2
PEMBAHASAN
Suatu bahan dapat berbentuk padat, cair, atau gas. Wujud bahan tertentu juga bisa
berubah karena pengaruh suhu. Selain pengelompokkan berdasarkan wujud tersebut
dalam teknik listrik bahan-bahan juga dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1. Bahan penghantar
2. Bahan penyekat
3. Bahan semikonduktor
4. Bahan superkonduktor

2.1.

bahan penghantar (konduktor)


Penghantar dalam teknik elektronika adalah zat yang dapat

menghantarkan

arus listrik, baik berupa zat padat, cair atau gas. Karena sifatnya yang konduktif maka
disebut konduktor. Konduktor yang baik adalah yang memiliki tahanan jenis yang kecil.
Konduktor adalah bahan yang sangat baik kemampuannya dalam menghantarkan listrik,
hampir seluruh logam logam adalah konduktor.

contoh beberapa jenis konduktor

Contoh

konduktor

diantaranya

adalah emas, perak, tembaga, alumunium,

seng, besi berturut-turut memiliki tahanan jenis semakin membesar. Jadi sebagai
penghantar emas adalah sangat baik, tetapi karena sangat mahal harganya, maka secara
ekonomis tembaga dan alumunium paling banyak digunakan.
Yang termasuk bahan-bahan penghantar adalah bahan yang memiliki banyak
elektron bebas pada kulit terluar orbit. Elektron bebas ini akan sangat berpengaruh pada
sifat bahan tersebut. Jika suatu bahan listrik memiliki banyak elektron bebas pada orbitorbit elektron, bahan ini memiliki sifat sebagai penghantar listrik.
Bahan penghantar memiliki sifat-sifat penting, yaitu:
a. Daya Hantar Listrik
Arus yang mengalir dalam suatu penghantar selalu mengalami hambatan dari
penghantar itu sendiri. Besar hambatan tersebut tergantung dari bahannya. Besar
hambatan tiap meternya dengan luas penampang 1mm2 pada temperatur 200C
dinamakan hambatan jenis.
b. Koefisien Temperatur Hambatan
Telah kita ketahui bahwa dalam suaut bahan akan mengalami perubahan volume
bila terjadi perubahan temperatur. Bahan akan memuai jika temperatur suhu naik dan
akan menyusut jika temperatur suhu turun.
c. Daya Hantar Panas
Daya hantar panas menunjukkan jumlah panas yang melalui lapisan bahan satuan
waktu. Diperhitungkan dalam satuan KKa/Jam 0C. terutama diperhitungkan dalam
pemakaian mesin listrik beserta perlengkapannya. Pada umumnya logam mempunyai
daya hantar panas yang tinggi.

d. Daya Tegangan Tarik


Sifat mekanis bahan sangat penting, terutama untuk hantaran diatas tanah. Oleh
sebab itu, bahan yang dipakai untuk keperluan tersebut harus ketahui kekuatannya.
Terutama menyangkut penggunaan dalam pedistribusian tegangan tinggi.
e. Timbulnya daya Elektron-motoris Termo
Sifat ini sangat penting sekali terhadap dua titik kontak yang terbuat dari dua
bahan logam yang berlainan jenis, karena dalam suatu rangkaian, arus akan menimbulkan
daya elektro-motoris termo tersendiri bila terjadi perubahan temperatur suhu.
Daya elektro-motoris termo dapat terjadi lebih tinggi, sehingga dalam pengaturan
arus dan tegangan dapat menyimpang meskipun sangat kecil. Besarnya perbedaan
tegangan yang dibangkitkan tergantung pada sifat-sifat kedua bahan yang digunakan dan
sebanding dengan perbedaan temperaturnya. Daya elektro-motoris yang dibangkitkan
oleh perbedaan temperatur disebut dengan daya elektro-motoris termo.
Dari sekian banyak logam yang digunakan dalam teknik listrik dan elektronika,
antara lain ;alumunium, tembaga, seng, timah dan sebagainya. Bahan padat lain yang
dapat dipakai untuk peghantar adalah wolfram yang digunakan untuk filamen katoda
pada tabung elektron, lampu-lampu pijar, dan alat pemanas dengan temperatur yang
tinggi. Dwilogam atau yang sering disebut dengan bimetal adalah dua jenis logam yang
disambung menjadi satu. Pemakaian dalam bidang kelistrikan sangat luas, misal ; kontak
pengatur, regulator. Digunakan untuk menjaga agar temperatur panas selalu konstan.
Bimetal ini dipasang didalam pemanas dan fungsinya memutus rangkaian bila
temperaturnya meningkat dan akan menyambung kembali rangkaian bila temperaturnya
turun.

2.2.

Bahan Penyekat (isolator/insulator)


Bahan yang disebut sebagai bahan isolator adalah bahan dielektrik, ini disebabkan
jumlah elektron yang terikat oleh gaya tarik inti sangat kuat. Elektro-elektronya sulit
untuk bergerak atau bahkan tidak sangat sulit berpindah, walaupun telah terkena
dorongan dari luar. Bahan isolator sering digunakan untuk bahan penyekat (dielektrik).
Pentyekat listrik terutama dimaksudkan agar listrik tidak dapat mengalir jika pada bahan
penyekat tersebut diberi tegangan listrik. Untuk dapat memenuhi persyaratan tersebut,
diperlukan jenis bahan yang sesuai.

Termos merupakan contoh aplikasi dari isolator


Selain syarat tersebut juga diperlukan syarat yang lain yang dipertimbangkan
untuk memenuhi pemakaianya, antara lain :
a. Sifat Kelistrikan
Bahan penyekat mempunyai tahanan listrik yang besar. Penyekat listrik ditujukan
untuk mencegah terjadinya kebocoran arus listrik antara kedua penghantar yang berbeda
potensial atau untuk mencegah loncatan listrik ketanah. Kebocoran arus listrik harus
dibatasi sekecil-kecilnya (tidak melampui batas yang telah ditentukan oleh peraturan
yang berlaku).

b. Sifat Mekanis
Mengingat

luasnya

pemakaiannya

pemakaian

bahan

penyekat,

maka

dipertimbangkan kekuatan struktur bahannya. Dengan demikian, dapat dibatasi hal-hal


penyebab kerusakan dikarenakan kesalahan pemakaiannya. Misalnya diperlukan bahan
yang tahan tarikan, maka kita harus menggunakan bahan dari kain daripada kertas. Bahan
kain lebih kuat terhadap tarikan daripada bahan kertas.

c. Sifat Termis
Panas yang ditimbulkan dari dalam oleh arus listrik atau oleh arus gaya magnet,
berpengaruh terhadap kekuatan bahan penyekat. Demikian panas yang berasal dari luar
(alam sekitar). Dalam hal ini, kalau panas yang ditimbulkan cukup tinggi, maka penyekat
yang digunakan harus tepat. Adanya panas juga harus dipertimbangkan, agar tidak
merusak bahan penyekat yang digunakan.
d. Sifat Kimia
Panas yang tinggi yang diterima oleh bahan penyekat dapat mengakibatkan
perubahan susunan kimia bahan. Demikian juga pengaruh adanya kelembaban udara,
basah yang ada di sekitar bahan penyekat. Jika kelembaban tidak dapat dihindari,
haruslah dipilih bahan penyekat yang tahan terhadap air. Demikian juga adanya zat-zat
lain dapat merusak struktur kimia bahan. Mengingat adanya bermacam-macam asal, sifat
dan ciri bahan penyekat, maka untuk memudahkan kita dalam memilih untuk aplikasi
dalam kelistrikan, kita akan membagi bahan penyekat berdasar kelompoknya. Pembagian
kelompok bahan penyekat adalah sebagai berikut :
* Bahan tambang (batu pualam, asbes, mika, dan sebagainya)
* Bahan berserat (benang, kain, kertas, prespon, kayu, dan sebagainya)
* Gelas dan keramik
7

* Plastik
* Karet, bakelit, ebonit, dan sebagainya
* Bahan yang dipadatkan.

Penyekat bentuk cair yang penting dan banyak digunakan adalah minyak
transformator dan macam-macam hasil minyak bumi. Sedang penyekat bentuk gas adalah
nitrogen dan karbondioksida (CO2). Penggunaan bahan isolator selain sebagai bahan
penyekat adalah sebagai bahan tahanan (resistor). Bahan tahanan yang umumnya dipakai
merupakan paduan/ campuran logam-logam terdiri dari dua atau lebih unsur bahan
campuran. Pemakaian bahan tahanan dalam kelistrikan, antara lain
* Untuk pembuatan kotak tahanan standart dan shunt
* Untuk tahanan dan rheostats
* Untuk unsur pemanas, kompor listrik dan sebagainya.

Sesuai dengan penggunaanya bahan tahanan haruslah memiliki tahanan jenis yang
tinggi, koefisien temperatur yang tinggi, dan memiliki daya elektro-motoris termo yang
kecil. Pada penggunaan yang membutuhkan daya tahan panas tinggi, bahan tahanan harus
dipilih yang memiliki titik cair yang tinggi, selain itu bahan tahanan. pada keadaan panas
yang tinggi tidak mudak dioksidir sehingga menjadi berkarat.

2.2.1. Bentuk-bentuk Penyekat

Seperti keadaan benda pada umumnya, maka penyekat-penyekat juga memiliki


bentuk-bentuk yang serupa yaitu padat, cair, dan gas.

A. Penyekat Padat
Penyekat padat dibedakan menurut kelompok-kelompoknya yaitu :

1) Bahan tambang

Batu Pualam, Kwalitas ditentukan oleh kepadatan dan penggosokannya.


Semakin padat dan semakin licin, semakin kurang daya penyerapan
airnya. Karena sifatnya mudah pecah dan berat, maka sekarang kurang
banyak dipakai.

Asbes, Asbes merupakan bahan berserat, tidak kuat, dan mudah putus.
Bukan penyekat yang baik. Keistimewaannya adalah tidak dapat dibakar,
jadi tahan panas tinggi. Banyak digunakan pada peralatan listrik rumah
tangga seperti setrika listrik, kompor listrik, dan alat-alat pemanas
lainnya.

Mika, Data teknisnya : Daya sekat listrik dan kekuatan mekanis sangat
tinggi dan elastis pula. Daya tahan panas tinggi (tidak sampai ratusan
derajat) dan penahan air yang baik. Sangat ringan, dan bening
(transparan). Banyak digunakan pada peralatan listrik rumah tangga
seperti setrika listrik, kompor listrik, dan alat-alat pemanas lainnya.

Mikanit, Mikanit adalah mika yang telah mendapat perubahan bentuk


maupun susunan bahannya. Berbentuk agak padat. Biasa dipakai pada
Komutator.

Mikafolium, Semacam mikanit dan sebagai bahan digunakan di atas


lapisan kertas tipis. Mudah dibengkokkan dengan pemanas. Biasanya
dipakai untuk membungkus kawat atau batang lilitan sebagai penyekat
pada mesin listrik tegangan tinggi.

Mikalek, Digunakan gelas dan plastic sebagai bahan dasar. Bubuk mika
merupakan bahan pengisi. Kekuatan mekanis tinggi dan sering dipakai
pada penyearah arus logam (air raksa), peralatan radio dan tenaga listrik.
Mikalek merupakan mika terbaik, sehingga dapat memenuhi persyaratan
yang diperlukan sebagai penyekat.

B. Bahan Berserat
Sebenarnya bahan ini kurang baik karena sifat yang sangat menyerap air.
Beberapa contohnya:

Benang, Sebenarnya tidak semata-mata digunakan sebagai penyekat,


tetapi lebih condong digunakan sebagai pengisi kabel, terutama kabel
tanah.

Tekstil, Dari benang ditenun menjadi pita dan kain dengan berbagai
corak, ukuran, dan kwalitasnya. Bahan tekstil digunakan dalam bidang
kelistrikan sebagai penyekat kawat lilitan mesin listrik, pengikat, dsb.
Karena bersifat menyerap cairan, untuk perbaikan daya sekat dilapis atau
dicelup ke dalam cairan lak penyekat.

Kertas, Kertas bahan penyekat dengan alkali memiliki harga yang mahal.
Berwarna kuning atau coklat muda. Kekuatan kertas tergantung dari kadar
airnya. Untuk mengatasinya kertas dilapisi lak penyekat. Biasa digunakan
pada lilitan kawat, kumparan, penyekat kabel, dan kondensator kertas.
Biasanya memiliki ketebalan tertentu.

Prespan, Dibanding dengan kertas, prespan lebih padat, jadi kurang


menyerap air.

Kayu, Pada jaman dahulu sering digunakan untuk tiang listrik. Kayu dapat
rusak karena factor biologi, supaya tahan lama kayu harus diawetkan lebih
dulu. Kayu juga harus dimampatkan agar kadar airnya dapat berkurang

C. Gelas dan Keramik

Gelas, Merupakan penyekat yang baik untuk listrik, namun sangat rapuh.
Biasanya dipakai dalam pembuatan bola lampu pijar.

Keramik, Keramik memiliki daya sekat yang tinggi. Biasanya dibuat


menjadi porselin dan steatite.

10

Steatit, Bagian dari dalam saklar dan kotak tusuk. Biasanya juga
pembuatan manik-manik untuk menyekat kawat penghubung yang dapat
melentur dan letaknya berdekatan dengan alat pemanas listrik.

Porselin, Merupakan bahan yang penting dalam penyekatan karena


memiliki kekukuhan mekanis yang sangat besar.Untuk pembuatan bagian
isolasi alat-alat listrik yang harus menahan gaya tekan yang berat, bahan
porselin baik sekali. Air tidak dapat menyerap karena adanya email pada
permukaan.

D. Plastik
Sifat baik dari bahan plastik antara lain : ringan, daya hantar panas rendah,
tahan air, dan daya sekat tinggi. Untuk dipakai pada bahan yang lebih panas,
plastik kurang baik. Ada 2 jenis plastik yaitu:

Thermoplastic. Pada suhu 60 derajat sudah menjadi lunak. Pemanasan


sampai mencair tidak merubah struktur kimiawi.

Thermosetting plastic, Bahan ini telah mengalami proses pencairan dan


telah dicetak dan mengalami perubahan struktur kimiawi sehingga tidak
dapat lunak lagi walaupun dipanaskan.

E. Karet dan Ebonit

Karet, Bersifat elastis dan berguna untuk menahan tumbukan. Digunakan


sebagai penyekat hantaran listrik, penggunaan pipa karet untuk menyekat
sepatu kabel, dan pembungkus kabel.

Ebonit, Dapat dibengkokan dalam air yang mendidih, dapat dikikir, dibor,
dan dibubut. Tahan terhadap asam dan dipakai sebagai bak akumulator.
Tidak dapat menyerap air. Tidak tahan panas.

11

F. Bahan Cair

Air, Air suling atau air murni dapat disebut sebagai bahan penyekat
walaupun masih dapat mengantar arus listrik dalam jumlah yang sangat
kecil.

Minyak

Transformator,

Diperlukan

sebagai

pendingin

pada

transformator yang di akibatkan lilitan kawat. Tanpa pendinginan akan


merusak penyekat inti, lilitan dan pada bagian tertentu. Minyak
transformator harus memenuhi eprsyaratan kelayakan penggunaan.

Minyak kabel, Umumnya dibuat pekat dan untuk menambah pekat dapat
dicampur dengan dammar. Digunakan untuk memadatkan penyekat kertas
pada kabel tenaga, kabel tanah, terutama kabel tegangan tinggi.

G. Bahan Gas

Nitrogen, Digunakan sebagai pengontrol saluran kabel pengisi/distribusi


untuk mengetahui masih baik tidaknya penyekat kabel yang dipakai.
Terutama pada kabel tanah yang sering terjadi karat, goresan dan retak
pada timah hitam,

Hidrogen, Digunakan sebagai pendingin turbogenerator dan kondensor


sinkron. Walaupun sebagai pendingin juga merupakan penyekat panas dan
listrik.

Karbon dioksida, Digunakan dalam turbogenerator. Memiliki sifat


mematikan api. Sebagai pengaman untuk pencampuran hydrogen dan
udara yang dapat mengakibatkan ledakan.

12

2.3. Semi Konduktor


2.3.1. Struktur Fisis Bahan Semi konduktor
Silikon dan germanium adalah bahan yang biasanya dipakai sebagai bahan semi
konduktor. Kedua bahan tersebut terdapat dalam kolom ke empat dari sistem periodik unsurunsur kimia. Pada material ini, lapisan terluar elektron-elektron yang sering juga disebut
lapisan valensi (menurut model atom Bohr), terdiri dari empat elektron yang memungkinkan
suatu hablur atau kristal murni untuk membentuk ikatan-ikatan kovalen yang kuat.
Pada struktur atom silikon murni terdapat tiga lapisan yaitu lapisan dalam mempunyai
dua elektron, lapisan tengah mempunyai delapan elektron, dan lapisan luar mempunyai empat
elektron. Sedangkan pada struktur atom germanium murni, terdapat empat lapisan masingmasing mengandung dua, delapan, delapan belas, dan empat elektron.
Ikatan kovalen yang terjadi adalah sangat kuat sekali, sehingga akan diperlukan
energi yang cukup besar untuk membebaskan sebuah elektron dari ikatannya. Dapat
dikatakan bahwa pada temperatur kamar, bahan semi konduktor murni mempunyai tahanan
listrik yang sangat tinggi, oleh karena itu merupakan bahan isolator. Tahanan jenis bahan
semi konduktor akan turun dengan naiknya temperatur. Untuk mempersiapkan bahan semi
konduktor murni, misalnya digunakan sebagai transistor atau penyearah (rectifier), perlu
dilakukan rekayasa (engineering) sehingga energi dari elektron-elektron pada lapisan valensi
bertambah. Hal ini dapat dilakukan dengan suatu proses yang biasanya disebut Doping,
dimana bahan semi konduktor dicampur dengan bahan lain. Dengan kata lain, Doping yaitu
proses untuk menambahkan ketidakmurnian (Impurity) pada Semikonduktor yang murni
(semikonduktor Intrinsik) sehingga dapat merubah sifat atau karakteristik kelistrikannya

Integrated Circuit (IC) merupakan contoh dari semi konduktor


13

2.3.2.

Macam-macam bahan semi konduktor

A. Semi konduktor Intrinsik (bahan semi konduktor murni)


Jenis bahan semi konduktor intrinsik umumnya mempunyai valensi empat dan
ikatan dalam kristalnya adalah ikatan kovalen, hal ini dapat dimengerti karena
elektron valensi pada kulit terluar dipakai bersama-sama. Pada bahan semi konduktor
intrinsik, hantaran listrik yang terjadi disebabkan oleh mengalirnya elektron karena
panas. Apabila temperatur naik, maka akan terjadi random thermos sehingga akan
ada elektron yang terbebas dari ikatan atomnya (elektron pada kulit terluarnya).
Dengan terlepasnya elektron ini, maka terjadilah kekosongan elektron yang sering
disebut hole. Hole ini mempunyai sifat seperti partikel-pertikel yang dapat
menghantarkan arus listrik karena dapat berpindah-pindah, dan dianggap sebagai
partikel yang bermuatan positif sebesar muatan elektron. Gerakan hole ini
menyebabkan gerakan elektron yang terikat.
Sifat-sifat semi konduktor intrinsik:

Jumlah elektron bebas sama dengan hole

Hantaran arus disebabkan oleh elektron bebas dan hole

Arah pergerakan hole sama dengan arah polaritas medan listrik E dan berlawanan
arah dengan pergerakan elektron

Umur rata-ratanya adalah antara 100-1000 detik atau lebih. Umur rata-rata dari
sepasang elektron-hole (electron-hole pair) adalah jumlah waktu saat tertutupnya
pasangan elektron-hole sampai bertemunya elektron bebas dengan hole. Adapun
yang mengisi hole pada umumnya adalah elektron yang terikat dilapisan sebelah
bawahnya.

B.

Semi konduktor Ekstrinsik (semi konduktor tidak murni)


Jenis bahan semi konduktor ekstrinsik didapat dengan jalan mengadakan
Doping antara bahan semi konduktor intrinsik dengan bahan yang valensinya berada
dibawah atau di atas bahan intrinsik tersebut. Atas dasar tersebut, dibedakan dua
jenis semi konduktor ekstrinsik, yaitu :
14

a) N-type semi konduktor


b) P-type semi konduktor

a) N-type semi konduktor


Apabila atom semi konduktor intrinsik yang bervalensi empat diDoping
dengan atom lain yang valensinya lebih tinggi (misalnya valensi 5), maka molekul
bahan campuran tersebut akan mengalami kelebihan satu elektron, selanjutnya
elektron ini merupakan elektron bebas (lihat gambar -3 diatas).
PenDopingan dapat dilakukan melalui proses pemanasan, sehingga akan terjadi
penyesuaian diri dari dua macam atom yang berbeda valensinya dalam
membentuk suatu molekul/kristal. Atom yang menyebabkan terjadinya elektron
bebas dalam satu susunan kristal atom disebut atom donor, dan jenis bahan
macam ini dinamakan N-type semi konduktor.
Di dalam tubuh N-type semi konduktor dapat diperoleh dua pembawa
muatan yaitu :

Elektron sebagai majority carrier

Hole sebagai minority carrier

Dengan adanya kelebihan elektron, maka akan memberikan level energi


baru dimana elektron akan mudah ber-eksitasi ke pita valensi. Jadi pada N-type
semi konduktor akan terjadi level energi baru yang disebut energy level
donor (Ed), dimana pada level ini berisi penuh dengan elektron, sehingga apabila
ada elektron berpindah ke pita valensi, maka elekatron ini akan meninggalkan
muatan positif pada level donor. Akibatnya pada atom bervalensi 5 terkumpul
muatan positif

b) P-type semi konduktor


Apabila atom semi konduktor intrinsik yang bervalensi 4, diDoping
dengan atom yang bervalensi 3, maka pada pencampuran ini akan terjadi
kekurangan elektron atau akan terdapat lubang (hole). Seperti halnya pada N-type

15

semi konduktor, maka Doping ini dilakukan dengan pemanasan, sehingga setiap
atom dapat menyesuaikan dirinya dengan baik dan akan membentuk kristal.
Dengan adanya hole (kekurangan elektron), maka hole ini akan menarik elektron
dari atom yang berdekatan dan selanjutnya atom yang telah kehilangan elektron
tersebut akan menjadi lubang. Dengan demikian maka hole dapat berganti-ganti,
seakan-akan merupakan muatan listrik positif yang sedang bergerak.

2.3.3. Bahan-bahan semi konduktor


Bahan-bahan semi konduktor yang sering digunakan adalah Germanium dan
Silikon. Sifat-sifat bahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

A. Germanium
Germanium merupakan salah satu bahan semi konduktor yang banyak dipakai.
Germanium diperoleh sebagai serbuk berwarna kelabu melalui proses kimia, yaitu
dengan mereduksi germanium oksida. Selain itu juga dapat diperoleh dari pemurnian
Kadmium dan seng.
Pada temperatur yang rendah, bahan semi konduktor ini bersifat sebagai isolator,
kemudian pada suhu yang cukup tinggi, bahan ini berubah sifatnya menjadi bahan
penghantar yang baik. Germanium merupakan bahan yang sangat luas pemakaianya
didalam pembuatan rectifier, transistor, dan peralatan semi konduktor yang lain.
Germanium yang dicampur dengan Arsen (As) disebut N-Germanium. N artinya
negatif, karena pada temperatur kamar, germanium tipe N ini mempunyai banyak
elektron bebas yang bermuatan negatif. Arsen yang memberikan elektron disebut donor.
Germanium yang dicampur dengan Indium (In) yang mempunyai 3 elektron valensi
disebut P-Germanium. P artinya positif, dan menunjukkan bahwa banyak sekali hole
yang bermuatan positif yang ada dalam Germanium tipe P ini.

16

B. Silikon
Silikon (Si) tidak ditemukan dalam bentuk aslinya, akan tetapi ditemukan dalam
bentuk silica yang direduksi dengan kokas dan kemudian dimurnikan dengan converter,
menghasilkan SiO atau SiHCL atau dengan proses destilasi secara berulang-ulang dan
kemudian direduksi dengan hydrogen menghasilkan SiH.
Sifat-sifat silikon :
1. Mempunyai mobilitas yang tinggi
2. Konstanta dielektriknya kecil
3. Konduktivitas termis yang besar
4. Disipasi panas yang baik.
5. Impurity ionization energy yang sangat kecil
Dari sifat-sifat silikon tersebut diatas, maka silikon banyak digunakan sebagai
bahan semi konduktor, misalnya sebagai dioda rectifier, thyristor (SCR), dan lain-lain.
Senyawa silikon, SiO (quartz), sering dipergunakan pada alat-alat optik dengan index
bias 1,54.

2.4.

Bahan Magnetis
Medan magnet suatu bahan ditimbulkan oleh arus listrik, sedangkan arus listrik
ditimbuLkan akibat aliran/gerak elektron.
Bahan-bahan yang dapat di tarik oleh magnet disebut bahan magnetikdan yang
tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan non magnetik. Lebih lanjut, bahan
magnetik di klasifikasikan sebagai berikut.
1. Bahan ferrromagnetik, bahan yang ditarik kuat oleh magnet. Contohnya adalah besi, baja,
kobalt, dan nikel.
2. Bahan paramagnetik, bahan yang ditarik lemah oleh magnet. Contohnya adalah
alumunium dan platina.
3. Bahan diamagnetik, bahan yang ditolak lemah oleh magnet. Contohnya adalah seng,
bismuth, dan natrium klorida.
17

A. Bahan Diamagnetik

Bahan yang resultan medan magnet atomis masing-masing atom/molekulnya adalah nol.

Jika solenoida dirnasukkan bahan ini, induksi magnetik yang timbul lebih kecil.

Permeabilitas bahan ini: m < mo.


Contoh: Bismuth, tembaga, emas, perak, seng, garam dapur.

B. Bahan Paramagnetik

Bahan yang resultan medan magnet atomis masing-masing atom/molekulnya adalah tidak
nol.

Jika solenoida dimasuki bahan ini akan dihasilkan induksi magnetik yang lebih besar.

Permeabilitas bahan: m > mo.


Contoh: aluminium, magnesium, wolfram, platina, kayu

C. Bahan Ferromagnetik

Bahan yang mempunyai resultan medan magnetis atomis besar.

Tetap bersifat magnetik sangat baik sebagai magnet permanen

Jika solenoida diisi bahan ini akan dihasilkan induksi magnetik sangat besar (bisa ribuan
kali).Permeabilitas bahan ini: m > mo.
Contoh: besi, baja, besi silikon, nikel, kobalt.

Berdasarkan asalnya magnet dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:


1. Magnet alam, yakni magnet yang ditemukan di alam
2. Magnet buatan, yakni magnet yang sengaja di buat oleh manusia
Selanjutnya, berdasarkan sifat kemagnetannya, magnet buatan dikelompokkan
menjadi dua, yakni magnet tetap (permanen) dan magnet sementara. Magnet tetap adalah

18

magnet yang sifat kemagnetannya tetap dan terjadi dalam waktu relatif lama. Sebaliknya,
magnet sementara adalah magnet yang sifatnya tisdak tetap atau sementara.
Magnet permanen (tetap) umumnya terbuat dari baja, sedangkan magnet tidak
tetap terbuat dari besi lunak. Disesuaikan dengan kegunaannya, dewasa ini magnet dibuat
dari beberapa jenis logam. Berdasarkan bahan yang digunakannya itu, magnet dapat
dibedakan menjadi empat tipe:
a. Tipe Magnet Permanen Campuran
Berdasarkan bahan campurannya, magnet permanen campuran dibagi menjadi
1. Magnet alcomax, dibuat dari campuran besi dan alumunium
2. Magnet alnico, dibuat dari campuran besi dan nikel
3. Magnet triconal, dibuat dari campuran besi dan kobal

b. Tipe Magnet Keramik


Tipe magnet ini disebut juga magnadur, terbuat dari serbuk ferit dan bersifat
keras serta memiliki gaya tarik kuat.

c. Tipe magnet Besi Lunak


Tipe magnet besi lunak juga disebut dengan stalloy, terbuat dari 96% besi dan 4%
silikon. Sifat kemagnetannya tidak keras atau sementara.

d. Tipe Magnet Pelindung


Tipe magnet ini disebut juga mumetal, terbuat dari 74% nikel, 20% besi, 5%
tembaga dan 1% mangan. Magnet ini tidak keras atau sementara.

Berdasarkan penggolongan magnet buatan di atas serta kemampuan bahan


menyimpan sifat magnetnya, maka kita dapat menggolongkan bahan-bahan magnetik
dalam magnet keras dan magnet lunak. Sebagai contoh bahan-bahan magnet keras ialah
baja dan alcomax. Bahan ini sangan sulit dijadikan magnet. Namun demikian, setelah
19

bahan tersebut dijadikan magnet maka bahan-bahan magnet keras ini akan menyimpan
sifat magnetiknya relatif sangat lama. Karena pertimbangan atau alasan itulah bahanbahan magnet keras ini lebih banyak dijadikan untuk membuat magnet tetap (permanen).
Contoh pemakaiannya adalah untuk membuat pita kaset atau kompas.

Sedangkan bahan-bahan magnet lunak misalnya besi dan mumetal, jauh lebih
mudah untuk dijadikan magnet. Namun demikian,sifat kemagnetannya hanya sementara
dan mudah hilang. Itulah sebabnya, bahan magnet lunak banyak dipakai untuk membuat
elektromagnet.

2.5.

Bahan Superkonduktor
Sifat-Sifat Bahan Superkonduktor adalah sebagai berikut :
1. Sifat Kelistrikan Superkonduktor
Bahan logam konduktor tersusun dari kisi-kisi dan basis serta elektron bebas.
Ketika medan listrik diberikan pada bahan, elektron akan mendapat percepatan. Medan
listrik akan menghamburkan elektron ke segala arah dan menumbuk atom-atom pada kisi.
Hal ini menyebabkan adanya hambatan listrik pada logam konduktor.
Pada bahan superkonduktor juga terjadi interaksi antara elektron dengan inti
atom. Namun, elektron dapat melewati inti tanpa mengalami hambatan dari atom kisi.
Ketika elektron melewati kisi, inti yang bermuatan positif menarik elektron yang
bermuatan negatif dan mengakibatkan elektron bergetar. Jika ada dua buah elektron yang
melewati kisi, elektron kedua akan mendekati elektron pertama karena gaya tarik dari inti
atom-atom kisi lebih besar. Gaya ini melebihi gaya tolak-menolak antar elektron
20

sehingga kedua elektron bergerak berpasangan. Pasangan ini disebut Cooper Pairs. Efek
ini dapat disebut dengan istilah Phonons. Ketika elektron pertama pada Cooper Pairs
melewati inti atom kisi. Elektron yang mendekati inti atom kisi akan bergetar dan
memancarkan Phonon, sedangkan elektron lainnya menyerap Phonon. Pertukaran Phonon
ini mengakibatkan gaya tarik menarik antar elektron. Pasangan elektron ini akan melalui
kisi tanpa gangguan dengan kata lain tanpa hambatan.

2. Sifat Kemagnetan Superkonduktor


Bahan Superkonduktor mempunyai sifat diamagnetisme sempurna. Hal ini terjadi
karena superkonduktor menghasilkan medan magnet dalam bahan yang berlawanan arah
dengan medan magnet luar yang diberikan. Efek yang sama dapat diamati jika medan
magnet diberikan pada bahan dalam suhu normal kemudian didinginkan sampai menjadi
superkonduktor. Pada suhu kritis, medan magnet akan ditolak. Efek ini dinamakan Efek
Meissner. Efek Meissner adalah efek dimana superkonduktor menghasilkan medan
magnet. Efek Meissner ini sangat kuat sehingga sebuah magnet dapat melayang karena
ditolak oleh superkonduktor. Medan magnet ini juga tidak boleh terlalu besar. Apabila
medan magnetnya terlalu besar, maka efek Meissner ini akan hilang dan material akan
kehilangan sifat superkonduktivitasnya.
3. Sifat Quantum Superkonduktor
Teori dasar Quantum untuk superkonduktor dirumuskan melalui tulisan Bardeen,
Cooper dan Schriefer pada tahun 1957. Teori ini dinamakan dengan teori BCS. Teori
BCS menjelaskan bahwa :
a. Interaksi tarik menarik antara elektron dapat menyebabkan keadaan dasar terpisah
dengan keadaan tereksitasi oleh energi gap.
b. Interaksi antara elektron, elektron dan kisi menyebabkan adanya energi gap yang
diamati. Mekanisme interaksi yang tidak langsung ini terjadi ketika satu elektron
berinteraksi dengan kisi dan merusaknya. Elektron kedua memanfaatkan

21

keuntungan dari deformasi kisi. Kedua elektron ini beronteraksi melalui


deformasi kisi.
c. London Penetration Depth merupakan konsekuensi dari Teori BCS. London
Penetration Depth merupakan keadaan dimana superkonduktor berada pada
medan magnet luar yang lemah, medan magnet akan menembus superkonduktor
pada jarak yang sangat kecil dan dinamakan London Penetration Depth. Pada
bahan superkonduktor umumnya London Penetration Depth sekitar 100 nm

Dalam pemilihan jenis bahan listrik, selain sifat listrik, perlu dipertimbangkan beberapa sifat lain
dari bahan, yaitu :
A.

Sifat Mekanis,
Sifat mekanis yaitu perubahan bentuk dari suatu benda padat akibat adanya gayagaya dari luar yang bekerja pada benda tersebut. Jadi adanya perubahan itu tergantung
kepada besar kecilnya gaya, bentuk benda, dan dari bahan apa benda tersebut dibuat.
Jika tidak ada gaya dari luar yang bekerja, maka ada tiga kemungkinan yang akan terjadi
pada suatu benda :

Bentuk benda akan kembali ke bentuk semula, hal ini karena benda mempunyai
sifat kenyal (elastis)

Bentuk benda sebagian saja akan kembali ke bentuk semula, hal ini hanya
sebagian saja

yang dapat kembali ke bentuk semula karena besar gaya yang

bekerja melampaui batas kekenyalan sehingga sifat kekenyalan menjadi


berkurang.

Bentuk benda berubah sama sekali, hal ini dapat terjadi karena besar gaya yang
bekerja jauh melampaui batas kekenyalan sehingga sifat kekenyalan sama sekali
hilang.

22

B.

Sifat Fisis

Sifat fisis adalah Benda padat mempunyai bentuk yang tetap (bentuk sendiri),
dimana pada suhu

yang tetap benda padat mempunyai isi yang tetap pula. Isi akan

bertambah atau memuai jika mengalami kenaikkan suhu dan sebaliknya benda akan
menyusut jika suhunya menurun. Karena berat benda tetap , maka kepadatan benda akan
bertambah, sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut :

C.

Jika isi (volume) bertambah (memuai), maka kepadatannya akan berkurang

Jika isinya berkurang (menyusut), maka kepadatan akan bertambah

Jadi benda lebih padat dalam keadaan dingin daripada dalam keadaan panas

Sifat Kimia,
berkarat adalah termasuk sifat kimia dari suatu bahan yang terbuat dari logam.
Hal ini terjadi karena reaksi kimia dari bahan itu sendiri dengan sekitarnya atau bahan itu
sendiri dengan bahan cairan. Biasanya reaksi kimia dengan bahan cairan itulah yang
disebut berkarat atau korosi. Sedangkan reaksi kimia dengan sekitarnya disebut
pemburaman.

23

BAB 3
PENUTUP
a. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari pembahasan tersebut adalah bahwa bahan-bahan listrik
dapat dikelompokan menjadi bahan konduktor, bahan isolator, bahan semikonduktor,
bahan magnetis dan bahan superkonduktor. Bahan konduktor memiliki daya hantar
energy listrik atau panas yang sangat baik. Bahan isolator memiliki tahanan listrik yang
tinggi. Semikonduktor memiliki daya hantar yang tidak sebaik konduktor dan memiliki
tahanan listrik yang tidak seburuk isolator. Bahan magnetis dapat menarik benda logam
yang ada di sekitarnya karena memiliki medan magnet. bahan magnetis terdiri atas
feromagnetis, diamagnetis dan paramagnetis. bahan superkonduktor memiliki daya
konduktor atau daya hantar listrik yang sangat hebat. Jadi setiap bahan memiliki sifatsifat tersendiri yang membedakannya dengan bahan lainnya yang dapat dimanfaatkan
oleh manusia untuk penambahan wawasan dan keilmuan tentang bahan-bahan listrik dan
karakteristiknya.

b. Saran
Makalah ini dinilai masih jauh dari sempurna. Materinya sebagian besar diambil dari
internet. Jadi diperlukan literatur-literatur cetak seperti buku-buku, jurnal-jurnal tentang
bahan-bahan listrik dan sifat-sifatnya untuk menambah, memperbaiki dan melengkapi
informasi

atau

pembahasan

yang

terdapat

di

makalah

ini

untuk

menutupi

ketidaksempurnaan dari penyusunan makalah ini.

24

SOAL-SOAL
1. Bahan yang memiliki tahanan jenis (electrical resistance) yang sangat kecil disebut..
a. isolator
b. konduktif
c. konduktor
d. superkonduktor
e. microprosesor
2. Berikut ini yang termasuk contoh bahan penghantar atau konduktor adalah..
a. emas, karet, besi
b. kawat, lilin, tembaga
c. besi, tembaga, kaca
d. plastik, kaca, tembaga
e. alumunium, besi, tembaga

3. Sifak konduktifitas (sifat penghantar listrik) pada suatu bahan akan muncul apabila suatu
bahan tersebut..
a. memiliki jumlah atom yang banyak
b. memiliki banyak electron terikat
c. tidak memiliki electron bebas pada atom-atomnya
d. meimiliki banyak electron bebas yang dapat bergerak bebas
e. tidak dialiri arus listrik
4. Bahan konduktor memiliki hambatan yang kecil disebabkan karena..
a. memiliki hambatan jenis yang kecil
b. bisa berperan sebagai isolator
c. karena bahan konduktor memiliki sifat seperti bahan semikonduktor
d. memiliki hambatan jenis yang besar
e. elektronnya tidak dapat bergerak bebas

25

5. Salah satu bahan yang memiliki daya hantar yang paling baik adalah emas. Hal tersebut
disebabkan karena ..
a. emas merupakan bahan anti karat
b. emas memiliki electron bebas yang paling banyak di antara logam lainnya
c. emas memiliki beberapa electron bebas
d. emas memiliki electron terikat yang paling banyak di antara logam lainnya
e. emas sulit berkarat

6. Berikut ini yang bukan merupakan bahan-bahan yang tidak mudah menghantarkan listrik
dengan baik adalah, kecuali..
a. emas, besi, tembaga
b. nikel, emas, kaca
c. asbes, porselin, mikafolium
d. alumunium, mikafolium, seng
e. baja, asbes, besi

7. Daya yang timbul akibat terjadinya perubahan temperature pada bahan-bahan logam yang
berlainan jenis dinamakan..
a. pneomatolistis
b. elektrolisis
c. daya electron-motoris termo
d. elektrovolt
e. Daya hantar panas
8. Besar hambatan tiap meternya dengan luas penampang 1mm2 pada temperatur 200 C
dinamakan..
a. hambatan jenis
b. konduktif
c. electron-motoris termo
d. hambatan penghantar
e. hambatan biasa
26

9. Bahan-bahan konduktif mampu menghantarkan listrik dengan baik. Selain itu juga, bahan
konduktif dapat menghantarkan dengan baik juga
a. sinyal
b. suara
c. kalor
d. energy
f. semuanya benar

10. Bahan-bahan yang memiliki sifat konduktor, berarti memiliki.....


a. electrical konduktivity yang tinggi
b. electrical conductivity yang rendah
c. electrical resistance yang rendah
d. electrical conductivity yang tinggi dan electrical resistance yang rendah
e. electrical resistance yang rendah dan electrical conductivity yang rendah juga.

11. Bahan yang tidak memiliki kemampuan menghantarkan listrik dengan baik dinamakan..
a. semikonduktor
b.semiisoloator
c. hambatan jenis
d. isolator
e. superkonduktor
12. Berikut ini yang termasuk contoh bahan penyekat atau bahan isolator adalah..
a. asbes, porselin, mikafolium
b. mika, asbes, tembaga
c. kertas, zink, kayu
d. kaca, porselin, magnesium
e. keramik, mikafolium, alumunium

27

13. Sifat electrical resistance yang tinggi pada suatu bahan akan muncul apabila suatu bahan
tersebut..
a. memiliki electron-elektron yang dapat bergerak dengan bebas
b. jika bahan tersebut bisa dialiri arus listrik
c. memiliki electron-elektron yang sulit untuk bergerak
d. berfungsi sebagai penghantar kalor
e. merupakan bahan logam

14. Nama lain dari isolator adalah.....


a. konduktor
b. elektrolit
c. bahan penghantar
d. bahan penyekat
e. non isolator
15. Tujuan dari diberikannya penyekat listrik adalah..
a. untuk mencegah kebocoran gas pipa bawah tanah
b. agar bisa dialiri arus listrik
c. agar elektronnya dapat bergerak bebas
d. agar listrik tidak dapat mengalir jika pada bahan penyekat tersebut diberi tegangan
listrik
e. untuk mencegah kebocoran arus listrik antara kedua penghantar yang sama potensialnya

16. Bahan penyekat dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok. Salah satunya adalah bahan
penyekat dari bahan tambang. Berikut ini yang merupakan bahan penyekat dari bahan
tambang adalah ..
a. emas, tembaga, baja
b. emas, plastic, mikafolium
c. tembafa, alumunium, plastic
d. mikafolium, asbes, mikanit
e. asbes, mikanit, besi
28

17. Syarat suatu bahan dapat dikatakan sebagai isolator atau bahan tahanan haruslah
memiliki..
a. koefisien temperature tinggi, daya elektro-motoris termo kecil
b. koefisien temperature tinggi, tahanan jenis rendah
c. electrical konduktivity tinggi
d. daya hantar panas yang baik
e. tahanan jenis yang kecil, daya elektri-motori termo yang kecil juga
18. Isolator memiliki electrical resistance yang tinggi karena..
a. memiliki tahanan jenis yang tinggi
b. dapat menghantarkan arus listrik
c. dapat berperan sebagai konduktor dan isolator
d. terdapat electron bebas
e. semuanya benar
19. Bahan berikut yang berperan sebagai isolator yang baik adalah..
a. besi
b. timah
c. seng
d. porselin
e. baju besi
20. Pegangan setrika terbuat dari kayu karena..
a. sifatnya tidak menghantarkan panas
b. sifatnya ringan dan penghantar panas
c. memiliki daya hantar panas yang baik
d. sifatnya memindahkan panas
e. semuanya benar

29

21. Bahan yang memiliki daya hantar tidak sebaik konduktor dan daya tahan yang tidak seburuk
resistor disebut..
a. semi konduktor
b. isolator
c. superkonduktor
d. semikonduktor
e. magnetis

22. Bahan yang termasuk ke dalam bahan semikonduktor di bawah ini adalah
a. silicon dan besi
b. germanium dan titanium
c. silicon dan germanium
d. timah dan seng
e. silicon dan silika

23. Dalam suhu kamar, bahan semi konduktor murni akan mengalami
a. tahanan listrik yang sangat tinggi
b. daya hantar listrik yang sangat tinggi
c. kemampuan menahan listrik akan berkurang
d. tahan listrik yang rendah
e. gaya lorenz

24. Proses untuk menambahkan ketidakmurnian (Impurity) pada Semikonduktor yang murni
(semikonduktor Intrinsik) sehingga dapat merubah sifat atau karakteristik kelistrikannya
disebut..
a. elektrolisis
b. Doping
c. hole
d. droping
e. resistensi

30

25. Apabila temperature naik, maka electron akan terbebas dari ikatan atomnya (electron pada
kulit terluar) sehingga terjadilah kekosongan elektron yang sering disebut..
a. Doping
b. elektrolisis
c. hole
d. elektrovoresis
e. electron bebas
26. Berikut ini yang termasuk sifat-sifat semikonduktor intrinsik adalah..
a. jumlah electron bebas sama dengan hole
b. jumlah electron bebas tidak sama dengan hole
c. hantaran arus listrik hanya disebabkan oleh hole
d. hantaran listrik hanya disebabkan oleh electron bebas
e. semuanya benar

27. Bahan semi konduktor yang tidak murni dinamakan..


a. semi konduktor intrinsk
b. semi kondukor ekstrinsik
c. superkonduktor
d. bahan isolator
e. nuklir

28. Atom yang menyebabkan terjadinya atau terbentuknya electron bebas dalam suatu susunan
kristal atom disebut..
a. atom-atoman
b. atom akseptor
c. atom donor
d. atomic
e.atom valensi

31

29. Pernyataan berikut ini yang benar tentang semi konduktor adalah..
a. semi konduktor ekstrinsik dibedakan menjadi 3 jenis semikonduktor
b. N-type dan P-type semi konduktor merupakan jenis semi konduktor ekstrinsik
c. Semikonduktor bisa berperan sebagai konduktor atau isolator sepenuhnya
d. bahan semikonduktor hanya bisa menghantarkan listrik
e. semikonduktor ekstrinsik merupakan semikondukor murni

30. Germanium merupakan contoh bahan semikonduktor. Bahan germanium akan berperan
sebagai isolator jika..
a. berada pada temperature yang tinggi
b. berada pada temperature rendah
c. jika dioksidasi dengan germanium oksida
d. terdapat electron bebas
e. tidak ada jawaban yang benar

31. Bahan semikondukor merupakan elemen dasar komponen elektronika. Yang termasuk contoh
bahan semi konduktor dalam komponen elektronika adalah..
a. integrated circuit, transistor
b. solder, diode
c. diode, setrika
d. rectifier dan emas
e. diode, tembaga

32. Bahan yang mampu menarik bahan logam di sekitrarnya karena memiliki gaya tarik
dinamakan bahan..
a. konduktor
b. isolator
c. semikonduktor
d. magnetis
e. nuklir

32

33. Bahan yang dapat ditarik dengan kuat oleh bahan magnet dinamakan bahan..
a. penyekat
b. diamagnetis
c. paramagnetis
d. feromagnetis
e. penghantar
33. Bahan yang dapat ditarik dengan lemah oleh bahan magnet dinamakan bahan..
a. penyekat
b. diamagnetis
c. paramagnetis
d. feromagnetis
e. penghantar

34. Bahan yang tidak dapat ditarik oleh bahan magnet dinamakan bahan..
a. penyekat
b. diamagnetis
c. paramagnetis
d. feromagnetis
e. penghantar

35. Seng, bismuth, natrium klorida merupakan contoh dari salah satu klasifikasi bahan magnetis
yaitu..
a. bahan paramagnetis
b. bahan diamagnetis
c. bahan feromagnetis
d. bahan penyekat
e. bahan penghantar

33

36. Alumunium dan platina merupakan contoh dari salah satu klasifikasi bahan magnetis
yaitu..
a. bahan paramagnetis
b. bahan diamagnetis
c. bahan feromagnetis
d. bahan penyekat
e. bahan penghantar

37. Besi, baja, kobal, nikel merupakan contoh dari salah satu klasifikasi bahan magnetis yaitu..
a. bahan paramagnetis
b. bahan diamagnetis
c. bahan feromagnetis
d. bahan penyekat
e. bahan penghantar
38. Magnet alam dan magnet buatan merupakan pengelompokan bahan magnetis berdasarkan..
a. cara pembuatannya
b. proses terjadinya
c. asalnya
d. cara mendapatkannya
e. sifat kemagnetannya

39. Bahan yang mempunyai resultan medan magnetis atomis besar disebut.....
a. bahan paramagnetis
b. bahan diamagnetis
c. bahan feromagnetis
d. bahan penyekat
e. bahan penghantar

34

40. Sedangkan Bahan yang resultan medan magnet atomis masing-masing atom/molekulnya
adalah nol merupakan sifat..
a. bahan paramagnetis
b. bahan diamagnetis
c. bahan feromagnetis
d. bahan penyekat
e. bahan penghantar
41. Berikut ini merupakan pernyataan yang benar mengenai bahan magnetis..
a. bahan magnetic memiliki gaya tarik dengan logam di sekitarnya
b. magnet alam dan magnet buatan merupakan pengelompokan magnet berdasarkan asalnya
c. bahan diamagnetis memiliki Bahan yang resultan medan magnet atomis adalah 0
d. alumunium dan platina merupakan contoh dari bahan paramagnetis
e. semuanya benar
42. Berikut ini merupakan pernyataan yang salah mengenai bahan magnetis..
a. bahan magnetic memiliki gaya tarik dengan logam di sekitarnya
b. seng, bismuth, natrium klorida merupakan bahan paramagnetis
c. besi, baja, kobal, nikel merupakan bahan feromagnetis
d. bahan feromagnetis mempunyai resultan medan magnetis atomis besar
e. diamagnetis, paramagnetis dan feromagnetis adalah klasifikasi bahan magnetis

43. Medan magnet ditimbulkan oleh adanya arus listrik. Hal tersebut terjadi karena..
a. karena adanya aliran atau gerak electron
b. dapat berperan sebagai isolator
c. merupakan bahan yang sangat penting dalam elektronika
d. electron tidak bergerak bebas
e. karena bersifat logam

35

44. Baja dapat juga dibuat menjadi magnet yang mampu menyimpan sifat kemagnetan yang
tahan lama karena bersifat..
a. bersifat sementara
b. bersifat permanen
c. mampu menghantarkan listrik dengan baik
d. merupakan bahan isolator
e. elektronnya dapat bergerak bebas

45. Salah satu jenis magnet permanen campuran adalah magnet alcomax. Magnet alcomax
terbuat dari..
a. campuran alumunium dan besi
b. campuran besi dan nikel
c. campuran kobal dan besi
d. campuran besi dan tembaga
e. emas dan tembaga

46. Magnet dapat digolongkan menjadi magnet keras dan magnet lunak. Berikut ini yang
merupakann contoh magnet keras adalah..
a. baja dan alcomax
b. besi dan nikel
c. tembaga dan emas
d. kertas dan besi
e. besi dan kobalt

47. Bahan yang bisa menghantarkan listrik dengan sangat hebat dan memiliki tahanan listrik 0
disebut..
a. bahan konduktor
b. bahan isolator
c. bahan semikonduktor
d. bahan superkonduktor
e. bahan magnetis
36

48. Superkonduktor mampu menghasilkan medan magnet dalam bahan yang berlawanan arah
dengan medan magnet luar yang diberikan. Oleh sebab itu, superkonduktor memiliki sifat..
a. sifat paramagnetis
b. tidak mampu menghantarkan lstrik
c. diamagnetis sempurna
d. non magnetis
f. tidak ada jawaban yang benar
49. Yang dimaksud dengan efek Meissner dalam superkonduktor adalah..
a. efek di mana superkonduktor menghasilkan medan magnet
b. efek di mana superkonduktor tidak mampu menghasilkan medan magnet
c. efek di mana superkonduktor dapat berperan sebagai konduktor
d. efek di mana superkonduktor dapat berperan sebagai isolator
e. efek saat menyerap listrik

50. Suhu di mana terjadi perubahan sifat konduktivitas menjadi superkonduktor disebut..
a. temperature kamar
b. temperatus kritis
c. temperature non kritis
d. suhu mutlak
e. suhu konduktif

37

38

DAFTAR PUSTAKA
Subeki, Ahmad. Sifat Kelistrikan Bahan. [Online]. Tersedia: http://idkf.bogor.net/yuesbi/eDU.KU/edukasi.net/SMP/Fisika/Sifat%20Kelistrikan%20Bahan/materi2.html. [19 September
2014]
Anonim. 2012. Listrik : Sifat serta Macam Bahan Penghantar dan Isolator. [Online]. Tersedia :
http://yantekbansel.wordpress.com/2012/05/25/listrik-sifat-serta-macam-bahan-penghantar-danisolator-read-more-listrik-sifat-serta-macam-bahan-penghantar-dan-isolator/ [19 September
2014]
Anonim. 2011. Semi Konduktor. [Online]. Tersedia :
http://elektro63.blogspot.com/2011/12/semi-konduktor_4524.html [19 September 2014]
Ardi, Joni. (2010). Sifat Bahan Isolator. [Online].
Tersedia:http://jonioke.blogspot.com/2010/04/sifat-bahan-isolator.html. [19 September 2014]
Putri, Serli. (2013). Superkonduktor. [Online]. Tersedia:
http://serlyputri.blogspot.com/2013/10/superkonduktor.html. [19 September 2014]
Safani, Mega Permata. (2011). Isolator. [Online]. Tersedia:
http://materiilmupelajaran.blogspot.com/2011/05/isolator.html [19 September 2014]
Windriyana, Gustin. Benda Magnetik dan Non Magnetik. Tersedia:
http://gustinwindriyana.wordpress.com/ipa-3-2/kemagnetan/benda-magnetik-non-magnetik/ [21
September 2014]

39

Anda mungkin juga menyukai