Anda di halaman 1dari 4

MSDS AgNo3 Berbahasa Indonesia

MSDS PERAK (I) NITRAT


1. Identifikasi Produk
Sinonim : lunar kaustik,perak (I) nitrat, perak (1 +) nitrat, garam asam nitrat perak
Rumus molekul

: AgNO 3

Berat molekul

: 169,87

CAS No

: 7761-88-8

EC No

: 231-853-9

Indeks EC No

: 047-001-00-2

Kode Produk

: JT Baker: 3426, 3429 , Mallinckrodt: 2160, 2169, 7992

2. Komposisi Bahan
Nama
Perak Nitrat

CAS #
7761-88-8

% berdasarkan berat
100

Toksikologi Data Bahan: Perak nitrat: LISAN (LD50): akut: 1173 mg / kg [Tikus]. 50 mg / kg
[Mouse]. 473 mg / kg [Babi Guinea].
3. Identifikasi Bahaya
Beracun, berbahaya, korosif. menyebabkan luka bakar pada setiap jaringan tubuh. bisa fatal jika
tertelan. berbahaya jika dihirup. oksidator kuat. dapat menyebabkan kebakaran apabila kontak
dengan bahan lain.
Data rangking bahaya, meliputi :
Kesehatan

: 3 (keracunan hebat)

Mudah terbakar: 0 - Tidak ada


Reaktivitas

: 3 - parah (oksidator)

Kontak

: 3 - parah (Korosif)

alat pelindung : GOGGLES & SHIELD; jas lab & Apron, Vent HOOD; GLOVES PROPER
Kode Warna penyimpanan

: Kuning (reaktif)

Beberapa efek kesehatan:


Inhalasi:
Sangat merusak jaringan dari selaput lendir dan saluran pernapasan bagian atas. Uap yang

terhirup dapat menyebabkan batuk, mengi, radang tenggorokan, sesak nafas, sakit kepala mual
dan muntah. Debu yang mengendap di paru-paru dapat menyebabkan pneumokoniosis.
Tertelan: Korosif.
Menelan dapat menyebabkan luka bakar parah pada tenggorokan, mulut, dan perut. Dapat
menyebabkan sakit tenggorokan, muntah, diare. Dan beracun. Gejalanya meliputi nyeri dan
terbakar di mulut, menghitamkan kulit dan selaput lendir, tenggorokan, dan perut, air liur,
muntah bahan hitam, diare, kolaps, syok, koma dan kematian.
Kontak Kulit: Korosif.
Gejala kemerahan, nyeri, dan dapat membakar kulit.
Kontak Mata: Korosif.
Dapat menyebabkan penglihatan kabur, kemerahan, nyeri, luka bakar jaringan dan kerusakan
mata.
Chronic Exposure: jika tertelan secara terus-menerus dapat menyebabkan perubahan warna
kebiruan permanen pada konjungtiva, kulit, dan selaput lendir. inhalasi berulang dapat
menyebabkan penyakit paru-paru. Orang yang memiliki kelainan kulit, masalah mata atau
gangguan fungsi pernafasan mungkin lebih rentan terhadap efek dari zat.
4. Pertolongan Pertama
Inhalasi:
Hilangkan dengan udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit
bernapas, berikan oksigen. Mendapatkan perhatian medis segera.
Ingesti:
Jangan menyedot langsung dengan mulut. Berikan minum yang banyak. Jangan pernah
memberikan sesuatu melalui mulut kepada orang yang tidak sadar. Segera beri pertolongan
medis.
Kontak Kulit:
Segera basuh kulit dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit sambil menghilangkan
kontaminan pada pakaian dan sepatu. Segera beri pertolongan medis. Cuci pakaian sebelum
digunakan kembali. Bersihkan sepatu sebelum digunakan kembali.

Kontak Mata:

Segera basuh mata dengan banyak air selama minimal 15 menit, sambil dikedip-kedipkan.
Segera beri pertolongan medis.
5. Tindakan Menghindari Kebakaran
Api:
Bahan pengoksidasi ini mudah terbakar bila didekatkan dengan bahan yang mudah terbakar.
Ledakan:
Beberapa reaksi dapat menyebabkan ledakan, misalnya bereaksi dengan ammonia membentuk
senyawa yang mudah meledak.
Media pemadaman api:
Gunakan air untuk menyiram. Jangan gunakan bahan kimia kering, karbon dioksida atau Halon.
Jangan

biarkan

limpasan

air

masuk

pembuangan

atau

saluran

air.

Informasi Khusus:
jika terjadi kebakaran, pakailah full protective clothing dan NIOSH-approved self, terdiri dari
alat pernapasan dengan penutup wajah penuh dan dioperasikan pada tekanan yang diinginkan
atau mode tekanan positif lainnya.
1. Penanganan dan Penyimpanan
Simpan dalam wadah tertutup rapat, dingin, kering,, dan berventilasi. Hindari kerusakan fisik,
tempat-tempat yang lembab, sinar matahari langsung, sumber panas, api, penyimpanan di lantai
kayu, bahan-bahan lain yang sifatnya bertentangan dengan perak nitrat, bahan yang mudah
menyala, organik atau bahan mudah teroksidasi lainnya. Wadah bahan ini mungkin berbahaya
ketika kosong karena wadah dapat mempertahankan residu produk (debu, padat); amati semua
peringatan dan tindakan pencegahan yang terdaftar untuk produk.
7. Proteksi Diri
Perlindungan kulit:
Pakailah pakaian pelindung, yaitu sepatu bot, sarung tangan, jas lab, apron atau baju, yang
sesuai, untuk mencegah kontak kulit.
Perlindungan mata:

Gunakan chemical safety goggles dan / atau full face shield yang mampu melindungi mata dari
debu atau percikan larutan. Sediakan eye washer untuk pertolongan pertama jika terjadi
kecelakaan pada mata.
8. Sifat-sifat Fisika dan kimia
kenampakan: Transparan, kristal tak berwarna.
Bau: Tidak berbau.
Kelarutan: air 219g/100g @ 200C (68F).
berat jenis: 4.352
pH: ca. 6 (netral untuk lakmus)
% Volatil dengan volume @ 210C (70F): 0
Titik didih: 444C (831F) terurai.
titik leleh: 212C (414F)
Densitas uap (udara = 1): 4.4
Tekanan Uap (mm Hg): Sangat rendah.
kecepatan evaporasi (BuAc = 1): informasi tidak ditemukan.
9. Stabilitas dan Reaktifitas
Stabilitas: Stabil pada suhu kamar dalam wadah tertutup. Saat terkena cahaya warna berubah
menjadi hitam.
Bahaya Dekomposisi Produk: Oksida nitrogen.
Bahaya Polimerisasi: Tidak akan terjadi.
Bahan yang bertentangan: Amoniak, alkali, garam antimon, garam arsenik, bromida, karbonat,
klorida,

iodida,

tiosianat,

garam

besi,

fosfat,

asam

tannic

dan

tartrates.

Kondisi yang harus dihindari: Panas, api, sumber api, cahaya dan bahan yang bertentangan.
Tim Supervisi Ditjen Dikti.2002. Pelatihan Manajemen Laboratorium. Dirjen DIKTI. Proyek Peningkatan
Manajemen Pendidikan Tinggi.

Anda mungkin juga menyukai