Anda di halaman 1dari 14

DAFTAR ISI

Halaman Judul............................................................................................................
Kata Pengantar...........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...............................................................................................
B. Tujuan.............................................................................................................

BAB II KASUS DAN PEMBAHASAN


A. Kasus..............................................................................................................
B. Analisis Kasus................................................................................................
C. Hasil Study Literature....................................................................................

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ...................................................................................................
B. Saran...............................................................................................................

Daftar Pustaka............................................................................................................

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya yang
berlimpah, sehingga terbentuklah makalah ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari
pembentukan karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Legal Ethic In
Nursing Practice pada semester V, dengan judul Dilema Etik Keperawatan.
Terbentuknya makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kesulitan, baik penulisan
maupun pemahaman pembaca. Namun, berkat bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak,
makalah ini dapat terbentuk menjadi baik. Oleh karena itu kami ucapkan terima kasih kepada:
1.

2.
3.

Ns. Nindita Kumalawati Santoso.,M.NS. selaku dosen yang terus memberikan


pemahaman-pemahaman baru dan selalu memberikan arahan yang baik di setiap
pertemuan.
Keluarga terutama orang tua yang tidak pernah lupa memberikan semangat, dorongan,
dan motivasinya baik secara moral, maupun secara spiritual.
Teman-teman yang selalu memberikan bantuan dan motivasi baik secara langsung
maupun tidak langsung.
Kami menyadari dalam tahap pembuatan makalah ini, masih banyak kekurangan kami

dalam segi apapun, oleh karena itu kami sangat membutuhkan kritik dan saran bagi pembaca,
agar dapat lebih baik lagi pada pembuatan makalah kami di masa yang akan datang

Yogyakarta, 1 Oktober 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. latar belakang

Indonesia merupakan negara hukum yang mengatur negara dan kehidupan bagi
semua warga negaranya. Dunia kesehatan pun tidak terlepas dari aspek legalitas dan etika
yang biasa disebut dengan kode etik. Etika adalah peraturan yang dapat digunakan
sebagai acuan bagi perilaku seseorang yang berkaitan dengan tindakan baik atau buruk
yang dilakukan seseorang dan merupakan suatu kewajiban serta tanggungjawab moral.
Etika keperawatan bertujuan untuk mempertahankan kepercayaan klien kepada perawat,
kepercayaan antara sesama perawat dan kepercayaan masyarakat kepada profesi
keperawatan (Damayanti, 2013)
Kewajiban perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan harus menerapkan
prinsip-prinsip etik, namun dalam realitanya banyak sekali tenaga kesehatan yang jarang
mengedepankan penerapan prinsip-prinsip etik tersebut. Salah satu hambatan tenaga
kesehatan tidak menerapkan prinsip etik adalah kurangnya kesadaran diri dari masingmasing tenaga medis dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Masyarakat
yang mulai kritis terhadap kesehatan tidak semua sepemahaman dengan tenaga kesehatan
yang seringkali menimbulkan konflik dilema etik terutama dalam hal pengambilan
keputusan. Faktor yang menyebabkan timbulnya dilema etik antara lain kepercayaan,
sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dsb.
Dilema etik tidak hanya terjadi antara petugas kesehatan dengan masyarakat,
tetapi juga antar teman sejawat, dan dengan profesi kesehatan lain. Konflik dalam dilema
etik membutuhkan alternatif penyelesaian yang tidak hanya berfokus pada salah satu
pihak, namun harus saling menguntungkan bagi semua pihak. Pengambilan keputusan
juga harus sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, sehingga hak dan kewajiban dari
semua pihak bisa terpenuhi. Oleh sebab itu, perawat harus bisa mengambil keputusan
dengan baik sesuai dengan ilmu yang telah dimiliki dan menerapkan prinsip etik dalam
pemenuhan pelayanan kesehatan.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum

Mahasiswa mampu mengetahui konsep tentang dilema etik khususnya dibidang


keperawatan
2. Tujuan Khusus
3

a. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami konsep dilema etik


b. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami issue terkini mengenai dilema

etik keperawatan dan cara penyelesaiannya

BAB II
Kasus dan Pembahasan
A. Kasus

By. Ny. S umur 2 hari di rawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit
(NICU) dengan diagnosa medis Respiratory Distress Syndrom (RDS). Berdasarkan
4

kondisi klien diperlukan tindakan pemasangan ventilator untuk mengatasi masalah RDS.
Pihak RS (dokter dan perawat) sudah memberikan informasi tentang kondisi
kesehatan bayi pada orang tua dan keluarga klien. Dokter menjelaskan perlunya
tindakan pemasangan ventilator, tetapi orang tua tetap memutuskan untuk tidak
melakukan pemasangan ventilator tersebut karena dianggap sia-sia saja dan anak
dianggap tidak akan bertahan lama. Perawat kemudian memberikan tanda Do Not
Resuscitate (DNR) pada By. Ny. A dan memberikan perawatan minimal pada klien
(seperti pemberian oksigen dan terapi cairan intra vena).
B. Analisis Kasus
1. Mencari kata sulit dan mendefinisikan kata sulit
a. Ventilator

:
Alat bantu pernafasan yang sebelumnya dilakukan dilakukan tindakan instubasi
untuk mempertahankan ventilasi tekanan positif.
b. RDS
Syndrome gagal nafas atau keterlambatan, kematangan fungsi paru-paru dengan
gejala takipnea pada BBL.
c. NICU
Unit perawatan intensif kasus ada bayi untuk mencegah kegagalan yang fatal.
d. DNR
Pasien mungkin mendapatkan resusitasi atas perintah untuk tidak melakukan RJP.
2. Membuat daftar pertanyaan
a. Pengertian dilema etik !
b. Sikap perawat dalam menghadapi dilema etik !
c. Masalah etika dalam praktek keperawatan yang sering terjadi!
d. Langkah-langkah penyelesaian dilema etik!
e. Konflik yang timbul ada kasus !
f.

Prinsip dilema etik dalam kasus !

3. Menjawab pertanyaan sesuai pengetahuan awal yang dimiliki (Brain storming)


a. Pengertian dilema etik :
1) Suatu problem yang sulit dimana tidak ada alternatif yang memuaskan
2) Dimana seorang perawat dihadapkan oleh 2 masalah atau lebih untuk mengambil

solusi terbaik dengan memperhatikan resiko dan mana yang harus dilakukan lebih
dahulu
5

b. Sikap perawat dalam menghadapi dilema etik :


c.

d.

e.

f.

Menerapkan prinsip etik.


Masalah etika dalam praktek keperawatan yang sering terjadi :
1) Pasien koma (euthanasia)
2) Kurangnya kemampuan perawat dalam penyampaian informasi
Langkah-langkah penyelesaian dilema etik :
1) Mengembangkan data dasar
2) Tindakan yang diusulkan
3) Maksud tindakan tersebut
4) Pengambilan keputusan
Konflik yang timbul ada kasus :
1) Konflik etis
2) Perbedaan pendapat
3) Konflik ekonomi
Prinsip Dilema etik pada kasus :
1) Otonomi (Melindungi nyawa)
2) Menghargai
3) Berkata jujur

g. Membuat Topic Tree atau Mind Mapping

ETIKA KEPERAWATAN
h.
i.

DILEMA ETIK PROBLEM YANG DIHADAPI TENAGA MEDIS

KONSEP DILEMA EIK

ISLMAIC RELATIONSHIP KNOWLEDGE

PENCEGAHAN DILEMA ETIK

ISSUE DILEMA ETIK TERKINI

Membuat Daftar LO (Learning Outcome)


a. Definisi dilemma etik
b. Macam-macam dilemma etik
c. Sebutkan langkah-langkah penyelesaian dilemma etik
d. Apa saja factor penyebab timbulnya dilemma etik
e. Apa saja pendekatan dilemma etik
f. Apa pengaruh dilemma etik terhadap etika keperawatan
g. Definisi etika keperawatan
h. Masalah dilemma etik yang srring dihadapi oleh tenaga medis
i. Issue terkini mengenai dilemma etik (di dalam/ diluar negeri)
j. Islamic relationship knowledge (IRK) sesuai kasus
C. Hasil Study Literature
1. Apa definisi dilemma etik
Dilemma etik merupakan suatu kondisi yang terjadi dalam pelayanan khusunya
pelayanan kesehatan yang mnegharuskan perawat untuk menapis, melakukan analisa dan
j.

sintesa serta menetapkan keputusan yang terbauk bagi klien, terutama bagi kesehatan dan
integritasnya sebagai manusia.
2. Macam-macam dilemma etik
a. Agama/kepercayaan
Perbedaan ini akan membuat perawat dank lien memiliki cara pandang yang berbeda
dalam menyelesaikan masalah.
b. Hubungan perawat dengan klien
1) Mampu berkata jujur atau tidak dalam menyampaikan berbagai informasi terkait
permasalahan klien
2) Kepercayaan klien, bagaimana perawat dank lien bisa membina hubungan saling
percaya untuk mempercepat proses penyembuhan klien.
3) Membagi perhatian, dengan memperhatikan tingkat kebutuhab klien misalkan
dengan mengutamakan pemberian asuhan keperawatan terhadap pasien dengan
kondisi gawat darurat.

3. Langkah penyelesaian dilemma etik

Kerangka pemecahan dilema etik (kozier & erb, 1989 )


a. Mengembangkan data dasar
Untuk melakukan langkah ini, perawat memerlukan pengumpulan informasi
sebanyak mungkin meliputi :
1) Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut dan bagaimana keterlibatannya
2) Apa tindakan yang diusulkan
3) Apa maksud dari tindakan yang diusulkan
4) Apa konsekuensi yang mungkin muncul dari tindakan yang diusulkan
b. Mengidentifikasi konflik yang terjadi berdasarkan situasi tersebut
c. Membuat tindakan alternatiftentang rangkaian tindakan yang direncanakan dan
mempertimbangkan hasil akhir atau konsekuensi tindakan tersebut
d. Menentukan siapa yang terlibat dan siapa pengambil keputusan yang tepat
e. Mengidentifikasi kewajiban perawat
f. Membuat keputusan
Langkah penyelesaian dilema etik, menurut Tappen, 2005 yaitu :
a. Pengkajian
b. Perencanaan meliputi :
1) Tentukan tujuan perawatan
8

2) Identifikasi pembuatan keputusan


3) Daftarkan atau beri bobot seuruh opsi atau pilihan
c. Implementasi : pasien atau keluarga mengambil keputusan dan tenaga kesehatan

saling bernegosiasi. Peran perawat di dalam step ini adalah untuk menjaga
komunikasii, tidak memperburuk komunikasi karena dilema etik seringkali
meyebabkan efek emosional seperti rasa bersalah, perasaan sedih, marah, dsb. Emosi
yang meluap tersebut dapat menyebabkan gagalnya komunikasi.
d. Evaluasi
a. Yaitu mengevaluasi perubahan status klien, kemungkinan treatment medik,
faktor sosial untuk evaluasi ulang situasi dan akibat dari treatment yang
diberikan.
4. Factor penyebab munculnya dilemma etik
a. Factor agama dan adat istiadat
Agama serta latar belakang adat istiadat merupakan factor utama dalam membuat
keputusan etis. Setiap perawat disarankan memahami nilai yang diyakini maupun
kaidah agama yang dianutnya. Sebagai negara berketuhanan, segala kebikjakan atau
aturan yang dibuat diupayakan tidak bertentangan dengan aspek agama yang ada di
Indonesia..
b. Factor social
Meliputi factor social budaya, IPTEK, hokum dan oeraturan perundang-undangan
(Ellis, Hartley, 1980)
c. Factor IPTEK
Kemajuan di bidang kesehatan telah mampu meningkatkan kualitas hidup serta
memperpanjang usia manusia dengan ditemukannya berbagai mesin mekanik
kesehatan, cara prosedur baru, dan bahan atau obat baru. Misalnya, klien dengan
gangguan ginjal yang dapat diperpanjang usianya berkat adanya mesin hemodialisis.
Wanita yang mengalami kesulitan hamil dapat dibantu dengan berbagai inseminasi.
d. Factor legislasi dan keputusan yuridis
Perubahan social dan legislasi secara konstan saling berkaitan. Setiap perubahan
social atau legislasi menyebabkan timbulnya suatu tindakan yang merupakan reaksi
perubahan tersebut. Legislasi merupakan jaminan tindakan menurut hokum, sehingga
oprang yang bertindak tidak sesuai hokum dapat menimbulkan suatu konflik (Ellis,
Hartley, 1990).
e. Factor dana atau keuangan
Perawat sebagai tenaga kesehatan yang setiap hari menghadapi klien, sering
menerima keluhan klien mengenai pendanaan. Dalam daftar kategori diagnosis
9

5.

6.

7.

8.

9.

keperawatan tidak ada pernyataan yang menyatakan ketidakcukupan dana, tetapi hal
ini dapat menjadi etiologi bagi berbagai diagnosis keperawatan, anatara lain ansietas
dan ketidakpatuhan.
Apa saja pendekatan dalam dilemma ditik?
a. Mendapatkan fakta-fakta yang relevan
b. Menentukan issue-issie etika dari fakta-fakta
c. Menentukan siapa dan bagaimana orang atau kelompok orang yang dipengaruhi
dilemma
d. Menentukan alternative yang terjadi dalam memecahkan dilemma
e. Menentukan konsekuensi yang muncul dari setiap alternatif
f. Menetapkan tindakan yang tepat
Konsep etika keperawatan
Etika keperawatan adalah nilai-nilai dan prinsip yang diyakini oleh profesi
keperawatan dalam melaksanakan tugasnya yang berhubungan dengan pasien,
masyarakat, hubungan perawat dengan teman sejawat, maupun dengan organisasi profesi
dan juga dalam pengaturan praktik keperawatan itu sendiri (Berger dan Williams, 1999)
Etika keperawatan merupakan suatu acuan dalam melaksanakan praktik
keperawatan,. Berguna untuk pengawasan terhadap kompetensi professional,
tanggunjawab, tanggung gugat dan untuk pengawasan umum dari nilai positif profesi
keperawatan.
Apa pengaruh dilema etik terhadap etika keperawatan?
Akibat nilai-nilai perawat ,klien dan lingkungan tidak kohesi (keeratan hubungan)
sehingga timbul pertentangan dalam mengambil keputusan (Thompson, 1981)
Apa saja masalah dilema etik yang sering dihadapi tenaga medis?
a. Masalah antara merawat dan mengobati
b. Masalah perawat denga teman sejawat
c. Masalah perawat dengan klien
d. Masalah perawat dengan profesi kesehatan lain (Mimin, 2002)
Apa saja issue terkini mengenai dilemma etik
EUTHANASIA
a. Amerika
Eutanasia agresif dinyatakan ilegal dibanyak negara bagian di Amerika. Saat ini satusatunya negara bagian di Amerika yang hukumnya secara eksplisit mengizinkan
pasien terminal ( pasien yang tidak mungkin lagi disembuhkan) mengakhiri hidupnya
adalah negara bagian Oregon, yang pada tahun 1997 melegalisasikan kemungkinan
10

dilakukannya eutanasia dengan memberlakukan UU tentang kematian yang pantas


(Oregon Death with Dignity Act)[8].
b. Belanda
Pada tanggal 10 April 2001 Belanda menerbitkan undang-undang yang
mengizinkan eutanasia, undang-undang ini dinyatakan efektif berlaku sejak tanggal 1
April 2002 , yang menjadikan Belanda menjadi negara pertama di dunia yang
melegalisasi praktik eutanasia. Pasien-pasien yang mengalami sakit menahun dan tak
tersembuhkan, diberi hak untuk mengakhiri penderitaannya. Tetapi perlu ditekankan,
bahwa dalam Kitab Hukum Pidana Belanda secara formal euthanasia dan bunuh diri
berbantuan masih dipertahankan sebagai perbuatan kriminal.
Sejak tahun 1994 setiap dokter di Belanda dimungkinkan melakukan eutanasia
dan tidak akan dituntut di pengadilan asalkan mengikuti beberapa prosedur yang telah
ditetapkan. Prosedur tersebut adalah mengadakan konsultasi dengan rekan sejawat
(tidak harus seorang spesialis) dan membuat laporan dengan menjawab sekitar 50
pertanyaan.
c. Indonesia

Berdasarkan hukum di Indonesia maka eutanasia adalah sesuatu perbuatan yang


melawan hukum, hal ini dapat dilihat pada peraturan perundang-undangan yang ada
yaitu pada Pasal 344 Kitab Undangundang Hukum Pidana yang menyatakan bahwa
Barang siapa menghilangkan nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri,
yang disebutkannya dengan nyata dan sungguh-sungguh, dihukum penjara selamalamanya 12 tahun.
d. Perkembangan euthanasia di negara Eropa, disana sudah dilegalkan dalam melakukan
euthanasia, sehingga tidak ada hukuman jika euthanasia diminta oleh pasien itu
sendiri. Hak asasi manusia di negara Eropa sudah sangat dihormati sehingga setiap
manusia mempunyai hak atas dirinya sendiri termasuk hak untuk mengakhiri
hidupnya (menentukan nasibnya sendiri) atau biasa disebut dengan The Right Self
Determination (TORS).
Euthanasia dapat dilakukan dengan memenuhi beberapa syarat dibawah ini :
Orang yang ingin diakhiri hidupnya adalah orang yang sakit atau tidak dapat
diobati. Misal : Kanker.
Mempunyai penyakit terminal, dan kemungkinan hidupnya kecil/ tinggal bebeapa
hari saja.
Merasakan sakit yang teramat sangat dan hanya dapat diobati dengan morfin.
Yang boleh melakukan euthanasia yaitu keluarga dan dokter.
11

10. Bagaimana islam memandang dilemma etik yang muncul saat ini

Seperti dalam agama-agama ibrahim lainnya (Yahudi dan Kristen), islam


mengakui hak seseorang untuk hidup dan mati, namun hak tersebut merupakan anugerah
Allah kepada manusia. Hanya Allah yang dapat menentukan kapan seseorang lahir dan
kapan ia mati (QS 22: 66; 2: 243). Oleh karena itu, bunuh diri diharamkan dalam hukum
Islam meskipun tidak tercantum dalam Al Quran maupun Hadis yang secara eksplisit
melarang bunuh diri. Kendati demikian, ada sebuah ayat yang menyiratkan hal tersebut,
"Dan belanjakanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu
sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang berbuat baik." (QS 2: 195)
Ayat lain menyebutkan, "Janganlah engkau membunuh dirimu sendiri," (QS 4:
29), yang makna langsungnya adalah "Janganlah kamu saling berbunuhan." Dengan
demikian, seorang muslim (dokter) yang membunuh seorang muslim lainnya (pasien)
disetarakan dengan membunuh dirinya sendiri.[25] Eutanasia dalam ajaran islam disebut
qatl ar-rahmah atau taisir almaut (eutanasia), yaitu suatu tindakan memudahkan kematian
seseorang dengan sengaja tanpa merasakan sakit, karena kasih sayang, dengan tujuan
meringankan penderitaan si sakit, baik dengan cara positif maupun negatif.
Q.S Al-Anam ayat 151 yang berbunyi :
Katakanlah (Muhammad), Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu.
Jangan mempersekutukan-Nya dengan apapun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah
membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan
kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat
maupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah
kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar
kamu mengerti.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Berbagai permasalahan etik dapat terjadi dalam tatanan klinis yang melibatkan
interaksi antara keluarga,klien, dan perawat. Permasalahan bisa menyangkut keputusan
anatara mempertahankan hidup dengan kebebasan dalam menentukan kematian, upaya
12

menjaga keselamatan pasien yangbbertentangan dengan kebebasan menentukan nasibnya


dan penerapan terapi yang tidak ilmiah dalam mengatasi permasalahan pasien.
Dalam membuat keputusan terhadap masalah dilema etik, semua tenaga kesehatan
dituntut dapat mengambil keputusan yang menguntungkan bagi pasien dan tenaga
kesehatan dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang di yakini pasien dan keluarga.
Pengambilan keputusan yang tepat di harapkan tidak ada pihak yang dirugikan sehingga
semua merasa nyaman dan mutu asuhan keperawatan dapat dipertahankan.
B.

Saran
Pembelajaran tentang etika dan moral dalam dunia profesi

terutama

dibidangkeperawatan harus ditanamkan kepada mahasiswa sedinimungkin supaya


kedepannya mereka bisa memahami tentang etika keperawatan sehingga akan berbuat
atau bertindak sesuai dengan kode etiknya (etika keperawatan).
Perawat harus berusaha meningkatkan kemampuan professional secara mandiri
atau secara kolaborasi dengan jalan menambah ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan
suatu dilema etik.

DAFTAR PUSTAKA

Damayanti, Denidya. 2013. Buku Pintar Perawat Professional Teori dan Praktik Asuhan
Keperawatan. Yogyakarta : Mantra Books
Suhaemi.M.E. 2002. Etika Keperawatan Aplikasi pada Praktik. Jakarta : EGC
Trtiwibowo, Cecep. 2014. Etika dan Hukum Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika
Sumijatun. 2011. Membudayakan Etika dalam Praktik Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
13

Jusuf Hanafiah, Amri Amir. 1999. Etika kedokteran dan Hukum Kesehatan. Jakarta : Penerbit
Buku Kedokteran EGC

14