Anda di halaman 1dari 9

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari ..................... tanggal ....................., Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama
Alamat
No. KTP
No. Telp

:
:
:
:

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri. Selanjutnya dalam perjanjian ini
disebut sebagai PIHAK KESATU, dan :
Nama
Alamat
No. KTP
No. Telp

:
:
:
:

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri. Selanjutnya dalam perjanjian ini
disebut sebagai PIHAK KEDUA.
Kedua belah pihak terlebih dahulu menerangkan hal hal sebagai berikut :
1. Kedua belah pihak menjamin bahwa masing masing pihak memiliki wewenang
dan kecakapan hukum untuk terikat serta berbuat sebagaimana diatur dalam
perjanjian ini.
2. Bahwa pada waktu yang telah lalu semasa PIHAK KEDUA masih bekerja di
....................., PIHAK KEDUA telah mengajuan permohonan pinjaman kepada
PIHAK KESATU
3. Bahwa atas pengajuan PIHAK KEDUA, PIHAK KESATU telah menyetujui untuk
meminjamkan :
a. Uang tunai sebesar Rp 5.000.000,00
b. 1 Unit laptop merk Asus dengan spesifikasi RAM 2 GB, 1 GB VGA Ati Radeon,
250 GB Hardisk, Intel Core i3 bewarna putih
Kepada PIHAK KEDUA yang sampai saat ini kedua bentuk pinjaman tersebut di
atas, masih dikuasai oleh PIHAK KEDUA
4. Bahwa PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA sepakat untuk membuat perjanjian
ini untuk mengatur tempo waktu pembayaran dan pengembalian barang barang
yang dipinjam PIHAK KEDUA sampai waktu yang ditentukan dalam perjanjian ini.
5. Bahwa pembayaran pinjaman oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU
dilakukan selambat lambatnya tanggal .....................
6. Apabila PIHAK KEDUA tidak melunasi pembayaran pinjaman dan mengembalikan
barang barang pinjaman tersebut kepada PIHAK KESATU sesuai waktu yang telah
disepakati, maka PIHAK KEDUA bersedia dilaporkan kepada pihak yang berwajib
oleh PIHAK KESATU dan akan diselesaikan di wilayah hukum .....................

Demikian perjanjian hutang piutang ini dibuat dan ditanda tangani dalam keadaan sadar

tanpa adanya unsur paksaan diantara KEDUA BELAH PIHAK yang dibuat rangkap dua
asli, bermaterai 6000, yang masing masing memiliki kekuatan hukum yang sama dan
berlaku sejak ditandatanganinya perjanjian ini oleh KEDUA BELAH PIHAK.

Yogyakarta, 24 Oktober 2016


PIHAK KESATU

(................................)

PIHAK KEDUA

(................................)
SAKSI SAKSI

(................................)

(................................)

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari ..................... tanggal ....................., Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama
Alamat
No. KTP
No. Telp

:
:
:
:

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri. Selanjutnya dalam perjanjian ini
disebut sebagai PIHAK KESATU, dan :
Nama
Alamat
No. KTP
No. Telp

:
:
:
:

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri. Selanjutnya dalam perjanjian ini
disebut sebagai PIHAK KEDUA.
Kedua belah pihak terlebih dahulu menerangkan hal hal sebagai berikut :
1. Bahwa pada tanggal ....................., PIHAK KESATU telah mengajukan pinjaman
kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp 10.000.000,00 (Sepuluh Juta Rupiah) secara
tunai
2. Bahwa atas pengajuan PIHAK KESATU, PIHAK KEDUA telah menyetujui untuk
meminjamkan uang tunai sebesar Rp 10.000.000,00 (Sepuluh Juta Rupiah) secara
tunai kepada PIHAK KESATU pada tanggal .....................
3. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA telah sepakat bahwa pembayaran pinjaman
oleh PIHAK KESATU dilakukan dengan cicilan oleh PIHAK KESATU kepada
PIHAK KEDUA sebanyak Rp 1.000.000,00 (Satu Juta Perbulan) setiap bulan selama
..................... bulan yang dimulai pada bulan .....................berakhir pada
......................
4. Perjanjian hutang piutang ini dibuat dan ditanda tangani dalam keadaan sadar tanpa
adanya unsur paksaan diantara KEDUA BELAH PIHAK yang dibuat rangkap dua
asli, bermaterai 6000, yang masing masing memiliki kekuatan hukum yang sama
dan berlaku sejak ditandatanganinya perjanjian ini oleh KEDUA BELAH PIHAK
5. Apabila PIHAK KEDUA tidak melunasi pembayaran pinjaman kepada PIHAK
KESATU sesuai waktu yang telah disepakati, maka PIHAK KEDUA bersedia

dilaporkan kepada pihak yang berwajib oleh PIHAK KESATU dan akan
diselesaikan di wilayah hukum .....................

Yogyakarta, 24 Oktober 2016


PIHAK KESATU

(................................)

PIHAK KEDUA

(................................)
SAKSI SAKSI

(................................)

(................................)

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari ..................... tanggal ....................., Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama
Alamat
No. KTP
No. Telp

:
:
:
:

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri. Selanjutnya dalam perjanjian ini
disebut sebagai PIHAK KESATU, dan :
Nama
Alamat
No. KTP
No. Telp

:
:
:
:

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri. Selanjutnya dalam perjanjian ini
disebut sebagai PIHAK KEDUA.
Kedua belah pihak terlebih dahulu menerangkan hal hal sebagai berikut :
1. Bahwa PIHAK KESATU telah memijam dari PIHAK KEDUA sejumlah uang
sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) secara tunai.
2. Bahwa dengan uang pinjaman dari PIHAK KEDUA, PIHAK KESATU tersebut,
telah membeli sebuah bangunan rumah tinggal berikut turutan dan pekarangannya
yang terletak dalam daerah wilayah Jl. Jendral Sudirman No 32a Rt/Rw : 12/03 Desa
Sri Kasih Kabupaten Sleman Yogyakarta, berikut dengan segala hak-hak dan
kepentingan diatas sebidang tanah dimana didirikan bangunan/ rumah tinggal
tersebut.
3. Bahwa mengenai pinjaman uang tersebut dan sekalian mengenai pemberian jaminan
atas bangunan rumah tinggal berikut dengan bidang tanahnya tersebut KEDUA
BELAH PIHAK bermaksud hendak menetapkan dalam suatu perjanjian.
PASAL 1
JUMLAH PINJAMAN
PIHAK KESATU dengan ini telah meminjam dari PIHAK KEDUA uang sejumlah
Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) untuk dapat membeli dalam keadaan kosong

bangunan rumah tinggal berikut dengan turutan yang terletak di Jalan Jl. Jendral

Sudirman No 32a Rt/Rw : 12/03 Desa Sri Kasih Kabupaten Sleman


Yogyakarta berikut dengan segala hak-hak dan kepentingan-kepentingan di atas
bidang tanah tersebut.
PASAL 2
PENYERAHAN PINJAMAN
PIHAK KEDUA telah menyerahkan uang sebagai pinjaman sebesar Rp. 100.000.000,(seratus juta rupiah) tersebut secara tunai dan sekaligus kepada PIHAK KESATU pada
saat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani dan PIHAK KESATU menyatakan telah
menerimanya dengan menandatangani bukti penerimaan (kuitansi) yang sah.
PASAL 3
BUNGA
1. Atas hutang sejumlah Rp. 100.000.000,- (serausjuta rupiah) tersebut, PIHAK
KESATU dikenakan bunga setiap bulannya sebesar 0,25% (nol koma dua puluh
lima persen) oleh PIHAK KEDUA.
2. Yang dikenakan bunga sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini adalah sisa
hutang yang belum dibayar oleh PIHAK KESATU.
PASAL 4
SISTEM PENGEMBALIAN
PIHAK KESATU wajib membayar kembali hutangnya tersebut kepada PIHAK
KEDUA dengan cara pembayaran angsuran sebesar Rp. 2.000.000,-(lima juta rupiah)
setiap bulan, selama 50 bulan, yang dimulai pada bulan Januari, 2016 dan berakhir
pada Maret 2020.
PASAL 5
BIAYA PENAGIHAN
1. Bilamana untuk pembayaran kembali atas segala sesuatu yang berdasarkan
perjanjian ini diperlukan tindakan-tindakan penagihan oleh PIHAK KEDUA

maka segala biaya-biaya penagihan itu baik di hadapan maupun di luar pengadilan

semuanya menjadi tangungan dan wajib dibayar oleh PIHAK KESATU.


2. Apabila PIHAK KESATU lalai dalam membayar biaya-biaya penagihanpenagihan yang dibayar pada ayat 1 pasal ini, maka terhadap seluruh biaya-biaya
tersebut juga dikenakan bunga sebesar 0,20% (nol koma dua puluh persen) per
hari sampai seluruh penagihannya tersebut lunas.
PASAL 6
PENGEMBALIAN SEKALIGUS
1. Apabila PIHAK KESATU karena sebab apapun juga lalai atau ingkar dari
perjanjian ini sedangkan masih ada hutang yang belum lunas dibayar oleh PIHAK
KESATU maka selambat-lambatnya dalam waktu dua bulan terhitung semenjak
tanggal jatuh tempo, PIHAK KESATU wajib membayar lunas seluruh tunggakan
yang belum dilunasi oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA.
2. Yang digolongkan sebagai kelalaian atau ingkar janji PIHAK KESATU
sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini, bilamana :
a) PIHAK KESATU tidak atau lalai memenuhi salah satu kewajibannya yang
ditetapkan dalam perjanjian ini. Terhadap PIHAK KESATU diajukan
permohonan kepada instansi yang berwenang untuk diletakan dibawah
pengakuan

atau

untuk

dinyatakan

pailit.

b) Bilamana harta kekayaan dari PIHAK KESATU terutama bangunan rumah


tinggal berikut dengan bidang tanahnya disita atau bilamana terhadap PIHAK
KESATU dilakukan tindakan eksekusi untuk pembayaran kepada PIHAK
KEDUA.
c)Bilamana PIHAK KESATU meninggal dunia.
PASAL 7
JAMINAN
Untuk menjamin pembayaran kembali yang tertib dan sebagaimana mestinya atas
segala sesuatu yang berdasarkan perjanjian ini masih terutang oleh PIHAK KESATU
kepada PIHAK KEDUA, berikut dengan ongkos-ongkos lainnya serta biaya-biaya

penagihan, maka akan dibuat sebuah perjanjian di mana PIHAK KESATU akan

menyerahkan sebagaimana jaminan kepada PIHAK KEDUA sebagai bangunan milik


PIHAK KESATU terbuat dari dinding tembok lantai ubin dan atap genteng terletak
di Jl. Jendral Sudirman No 32a Rt/Rw : 12/03 Desa Sri Kasih Kabupaten Sleman
Yogyakarta didirikan di atas sebidang tanah seluas kurang lebih 982 m2, Blok A jenis
Klaster No. 31 tertanggal 15 Maret 2016 berikut dengan segala hak dan kepentingan
yang sekarang atau dikemudian hari akan diperoleh PIHAK KESATU atas sebidang
tanah tersebut diatas.
PASAL 8
KUASA
1. PIHAK KESATU dengan ini memberikan kuasa kepada PIHAK KEDUA untuk
mengambil dan menguasai rumah dan tanah serta turutannya sebagaimana disebut
pada pasal 7 untuk menjual atau melakukan lelang atau memiliki sendiri atas
benda jaminan tersebut dalam rangka melunasi hutang PIHAK KESATU.
2. Kuasa yang diberikan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA didalam
atau berdasarkan perjanjian ini, merupakan bagian yang terpenting dan tidak
terpisahkan dari perjanjian ini, kuasa mana tidak dapat ditarik kembali dan juga
tidak akan berakhir karena meninggal dunianya PIHAK KESATU atau karena
sebab apapun juga.
PASAL 9
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
1. Apabila ada hal-hal yang tidak atau belum diatur dalam perjanjian ini dan juga
jika terjadi perbedaan penafsiran atas seluruh atau sebagian dari perjanjian ini
maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah
untuk mufakat.
2. Jika penyelesaian secara mesyawarah untuk mufakat juga ternyata tidak
menyelesaikan perselisihan tersebut maka perselisihan tersebut akan diselesaikan
secara hukum yang berlaku di Indonesia dan oleh karena itu KEDUA BELAH
PIHAK memilih tempat tinggal yang tetap dan seumumnya di Kepaniteraan
Pengadilan Negeri Daerah Istimewa Kota Yogyakarta.

Pasal 10
LAIN-LAIN
Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan diatur lebih
lanjut dalam bentuk surat menyurat dan atau addendum perjanjian yang ditandatangani
oleh para pihak yang merupakan salah satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan
dari perjanjian ini.
PASAL 11
PENUTUP
Perjanjian Hutang Piutang uang ini dibuat rangkap 2 (dua) di atas kertas bermaterai
6.000 untuk masing-masing pihak yang mempunyai kekuatan hukum yang sama dan
ditanda tangani oleh kedua belah belah pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani,
serta tanpa unsur paksaan dari pihak manapun.
Yogyakarta, 01 Januari 2016
PIHAK KESATU

(................................)

PIHAK KEDUA

(................................)
SAKSI SAKSI

(................................)

(................................)