Anda di halaman 1dari 3

DINAS

KESEHATAN
KABUPATEN
PONOROGO

No Dok : 15/PM-I-22/2013
Tanggal : 24 Maret
2014

No Revisi : 1

Jl. Trunojoyo No 147 Ponorogo

PENJAHITAN
LASERASI PERINEUM
DERAJAT I DAN II
I.

Page 1 of 3

PENGERTIAN
Penjahitan robekan jalan lahir / perineum derajat I dan II pasca
persalinan

II.

TUJUAN
Sebagai acuan dalam melakukan penjahitan perineum derajat I dan II
sesuai standar profesi untuk mencegah terjadinya perdarahan

III.

DASAR HUKUM / REFERENSI


Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 19 Tahun 2008 tentang Pedoman
Standar Pelayanan Publik (SPP) di Satuan Kerja Perangkat Daerah
Kabupaten Ponorogo

IV.

RUANG LINGKUP
-

V.

KUALIFIKASI PETUGAS
-

VI.

ALAT DAN BAHAN


1. Bak instrument
2. APD
3. Heating set : pemegang jarum, jarum jahit, benang jahit kromik
atau catgut no.2/0 atau 3/0
4. Povidon-iodin
5. Kassa steril, tampon
6. Spuit sekali pakai 10 ml
7. Lidokain 1% ( lidokain tanpa epinefrin) perkirakan jumlah lidokain
yang akan digunakan (sesuaikan dengan luas/dalamnya robekan
perineum) dan aquabidest
8. Lampu sorot/ senter
9. Kain bersih

VII.

LANGKAH KERJA
1. Memposisikan ibu pada posisi litotomi

DINAS
KESEHATAN
KABUPATEN
PONOROGO

No Dok : 15/PM-I-22/2013
Tanggal : 24 Maret
2014

No Revisi : 1

Jl. Trunojoyo No 147 Ponorogo

PENJAHITAN
LASERASI PERINEUM
DERAJAT I DAN II

Page 2 of 3

2. Meletakkan kain di bawah bokong ibu dan memasang lampu sorot


3. Mencuci tangan, menggunakan sarung tangan steril
4. Membersihkan luka dari darah/cairan lain dengan menggunakan
kassa
5. Memeriksa vagina, serviks, dan perineum secara lengkap.
Memastikan bahwa robekan hanya derajat I dan II. Jika sfingter
terluka, ibu mengalami laserasi derajat III dan IV harus segera
dirujuk. Ibu juga dirujuk jika mengalami laserasi serviks
6. Memberikan anastesi local dan memastikan obat sudah bereaksi
7. Melakukan penjahitan pada perineum:
1) Mendekatkan tepi laserasi untuk menentukan bagaimana cara
menjahitnya menjadi satu dengan mudah
2) Membuka jahitan pertama 1 cm di atas ujung laserasi di
vagina bagian dalam
3) Menutup muka vagina dengan jahitan jelujur, jahit ke bawah
kearah cincin hymen, tepat sebelum cincin hymen, masukkan ke
dalam mukosa vagina lalu ke bawah cincin hymen sampai jarum
berada di bawah laserasi
4) Meeruskan kearah bawah tepi tepat pada luka, menggunakan
jahitan jelujur, hingga mencapai bagian bawah laserasi. Pastikan
bahwa jarak setiap jahitan sama dan otot yang terluka telah
dijahit. Jika laserasi meluas kedalam otot, mungkin perlu untuk
melakukan satu/dua lapisan jahitan terputus-putus untuk
menghentikan perdarahan dan/atau mendekatkan jaringan tubuh
secara efektif
5) Setelah mencapai ujung laserasi, mengarahkan jarum keatas dan
teruskan penjahitan, menggunakan jahitan jelujur untuk
menutup lapisan subkutikuler. Jahitan ini akan menjadi jahitan
lapis kedua. Periksa lubang bekas jarum. Jahit lapisan kedua ini
meninggalkan luka yang tepat terbuka berukuran 0.5 cm atau
kurang, luka ini akan menutup dengan sendirinya pada saat
penyembuhan luka
6) Menusuk jarum dari robekan perineum kedalam vagina. Jarum
harus keluar dari belakang cincin hymen
7) Mengikat benang dengan membuat simpul didalam vagina.
Potong ujung benang dan sisakan sekitar 1.5 cm. jika ujung
benang dipotong terlalu pendek, simpul akan longgar dan
laserasi akan membuka

DINAS
KESEHATAN
KABUPATEN
PONOROGO

No Dok : 15/PM-I-22/2013
Tanggal : 24 Maret
2014

No Revisi : 1

Jl. Trunojoyo No 147 Ponorogo

PENJAHITAN
LASERASI PERINEUM
DERAJAT I DAN II

Page 3 of 3

8) Mengulangi pemeriksaan vagina denga lembut untuk


memastikan bahwa tidak ada kasa/peralatan lain tertinggal
didalam
9) Dengan lembut memasukan jari paling kecil kedalam anus, raba
apakah ada jahitan pada rektum. Jika ada jahitan yang teraba,
ulangi pemeriksaan rectum enam minggu pasca persalinan. Jika
penyembuhan belum sempurna (misalnya ada fistula
rektovaginal/jika ibu melaporkan inkontinesia alvi/feses), ibu
segera rujuk ke fasilitas kesehatan rujukan
10) Mencuci daerah genetal dengan lembut dengan sabun dan air
DTT, kemudian dikeringkan. Bantu ibu mencari posisi yang lebih
nyaman
8. Menasehati ibu untuk :
1) Menjaga perineumnya selalu bersih dan kering
2) Menghindari penggunaan obat-obat tradisional pada
perineumnya
3) Mencuci perineumnya dengan sabun dan air bersih yang
mengalir 3-4 kali perhari
4) Kembali dalam seminggu untuk memeriksa penyembuhan
lukanya. Ibu harus kembali lebih awal jika ia mengalami
demam/mengeluarkan cairan yang berbau busuk dai daerah
lukanya/jika daerah tersebut menjadi lebih nyeri

VIII.

DOKUMEN TERKAIT
-