Anda di halaman 1dari 2

SOP

PENGOBATAN GANGGUAN JIWA


No. Dokumen : SOP/UKP/POLI UMUM/32
No. Revisi
: 00
Januari 2016
Tanggal Terbit :
Halaman

: 1/2

UPTD PUSKESMAS
Peni Dwi Sulistyani, SKM
KESAMBEN
NIP.197404242000032002
1. Pengertian
Pengobatan Gangguan jiwa adalah: Memberikan pelayanan kesehatan pada penderita
gangguan jiwa dan orang-orang yang beresiko gangguan jiwa.Kesehatan Jiwa adalah: Kondisi
dimana seseorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan social
sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat
bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.
2. Tujuan

Untuk memberikan pengobatan pada pasien-pasien dengan gangguan jiwa, dan


mengidentifikasi , masalah-masalah pasien dengan gangguan mental psikiatri, merencanakan
secara sistimatis.

3. Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kesamben nomor 188/02.2/415.25.27/2016 tentang


Penunjukan Penanggung jawab Program

4. Referensi

Keputusan Mentri Kesehatan .Nomor / 406 / Menkes / SK / VI / 2009 tentang Kesehatan


Jiwa Komunitas.
Modu Pelatihan Basic Course Community Mental Health Nursing oleh Tim BC-CMHN dan
Dinkles Propinsi Jatim Th 2014.

.
5. Alat dan Bahan

6. Langkah
langkah

1. Tensi meter.
2. Alat Tulis.
3. Timbangan Digital
1. Menerima Pendaftaran pasien kunjungan baru lama,rujukan dari kader jiwa.
Memeriksa persyaratan.menuliskan identitas pasien dibuku regester dan buku rekam
medis.memberikan kartu pendaftaran dan buku rekam medis kepada pasien.
2. Pemereksaan Pasien, meliputi: anamnesis, pemereksaan tanda-tanda vital
pemereksaan fisik, penentuan diagnose( untuk yang baru,) penulisan resep, dan
prognosis.
3. Pemereksaan Penunjang bagi pasien-pasien yang memerlukan pemereksaan laborat
menerima formulir pemereksaan laborat, macam-macam pemereksaan laborat
meliputim mengambil sediaan: pemereksaa darah, urine, feses, dahak, melakukan
pemereksaan, menulis hasil pemereksaan & membuat laporan, kemudian menyerahkan
hasil pemereksaan laborat kepada pasien.
4. Pemberian obat untuk pasien gangguan jiwa lama diberikan obat rutin seperti biasa
ditambah keluhan baru, untuk pasien baru diberi pengobatan sesuai gejala.
5. Pemberian dan penyerahan obat.
6. Rujukan ke RSU Poli Jiwa.( untuk kasus yang memerlukan rujukan

1/2

7. Bagan alir

Menerima pendafataran pasien

Pemereksaan Pasien

Pemereksaan penunjang.(bila
diperlukan )
Pemberian obat untuk ODGJ
Penyerahan obat

8. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan

9. Unit terkait

Rujukan ke poli Jiwa


RSUD/RSJ bila perlu

1. Dalam anamnese dan saran-saran kepada pasien-pasien dengan gangguan jiwa dan
orang-orang yang beresiko gangguan jiwa ,Petugas jangan sampai menyinggung
perasaan pasien.
2. Saran pada pasien dan keluarga, Pasien-pasien gangguan jiwa harus rutin minum
obat.
3. Saran pada keluarga, Pasien-pasien dengan gangguan jiwa dan pasien-pasien yang
beresiko gangguan jiwa harus mendapat dukungan positif dari keluarga dan
lingkungan sekitar.
1. Bidan Desa.
2. Kader kesehatan jiwa.
3. Lintas sektoral.
4. RSU.

10. Dokumen terkait


Indikator SPM

11. Rekaman
historis
No
Yang diubah
perubahan

Isi Perubahan

2/2

Tanggal mulai diberlakukan