Anda di halaman 1dari 3

Sarah, lebih tepatnya Sara Crewe.

Seorang gadis kecil yang hidup dan tinggal di negeri


India. Sara Crewe dan ayahnya Kapten Crewe merupakan bangsawan Inggris yang
menetap di India. Ayahnya sangat menyanyangi Sara Crewe. Sara sangat suka bercerita
tentang cerita rakyat India, yaitu Rama dan Sinta. Suatu saat, Kapten Crewe dipanggil
oleh Inggris yang memerlukannya untuk berperang di Eropa. Lalu, Sara disekolahkan di
sekolah asrama di New York, Amerika Serikat. Sekolah asrama itu dulunya merupakan
sekolah mendiang ibunya. Ibunya telah meninggal bersama dengan adik perempuan Sara
yang juga menjadi bidadari di surga. Sara selalu yakin dengan apa yang dikatakan oleh
Maya di India, bahwa semua wanita adalah seorang putri.
Dia berlayar menuju New York menggunakan kapal. Disana, Sara bertanya kepada
ayahnya apa yang Ia suka dari ibunya. Kemudian, ayahnya pun menjawab bahwa dia
suka ibunya saat mengedipkan mata dan juga saat sedang berdansa. Sara dan ayahnya
berdansa di atas kapal itu. Orang India yang menaiki kapal itu dan monyetnya melihat
dari kejauhan. Namanya adalah Ram Dass dan monyetnya Hanoman.
Sesampainya di asrama, mereka langsung disambut oleh Amelia. Dia mempunyai
saudari bernama Miss Minchin. Miss Minchin merupakan kepala sekolah asrama itu.
Miss Minchin menyambut mereka dengan baik. Miss Minchin langsung mengajak
mereka untuk berkeliling asrama dan menjelaskan peraturan - peraturan di sekolah
asrama tersebut. Sara sangat kagum dengan sekolah yang besar, megah dan mewah itu.
Saat berkeliling, Sara melihat anak kecil berkulit hitam yang sedang mengepel lantai.
Miss Minchin mengajak dia pergi ke kelas Bahasa Perancis.
Disana, Ayah dan Miss Minchin sedang berbicara empat mata. Dalam pandangan Sara,
ada siswi yang tiba - tiba melihatnya dengan sinis. Siswi itu mengambil rambut siswi di
depannya, memasukannya ke dalam tinta, tanpa ada yang mengetahui selain Sara dan
Lavinia. Setelah itu, Kapten Crewe setuju anaknya untuk sekolah disana. Miss Minchin
yang disiplin melarang liontin yang dipakai Sara. Sara dan ayahnya meminta agar kalung
itu tetap bisa Sara pakai saat waktu luang dan Miss Minchin pun mengizinkannya.

Sara dan ayahnya masuk kedalam kamar yang sangat megah dan terbesar di asrama itu.
Kamar Sara ini, dipenuhi oleh mainan - mainan yang sangat banyak. Di kamar itu, Miss
Minchin mempersilahkan Kapten Crewe dan Sara untuk berpamitan. Ayahnya
memberikan dia boneka yang bernama Emilly. Mereka pun berpisah dengan penuh
kesedihan.
Pagi pun tiba, Sara bersiap untuk sarapan perdananya. Sebelum itu, dia bertemu dengan
Miss Minchin dan guru Bahasa Perancis. Sara berkata bahwa Ia tidak perlu lagi belajar
Bahasa Perancis. Guru Bahasa Perancis di sekolah itu bernama Dufarge. Miss Minchin
mengira bahwa itu adalah kasar dan berkata kepada Sara bahwa dia harus minta maaf
kepada guru itu. Lalu, dia meminta maaf dengan fasih berbahasa Perancis. Dufarge
mengatakan bahwa Sara tidak perlu belajar Bahasa Perancis. Saat sarapan, gadis berkulit
hitam itu menyiapkan sarapan untuk semuanya. Setelah itu, mereka belajar matematika
di kelas. Siswi bergantian menyebut perkalian dengan hafalan mereka. Seorang siswi
berkacamata, Ermengarde tidak bisa dengan itu. Dia sedih karena dia sudah belajar
selama berjam - jam di kamar semalam. Miss Minchin tidak mempercayainya.
Hari Minggu, siswi - siswi diizinkan untuk menulis surat ke orang tuanya. Sara menulis
surat kepada ayahnya selagi melihat Mr. Randolph, seorang ayah yang tinggal disamping
asrama Sara sedang berpamitan dengan John anaknya. John harus pergi berperang ke
Eropa.
Lottie namanya, dia sering menangis dan berteriak untuk mencari perhatian orang,
khususnya Amelia. Sara meihat itu, dan berjalan ke arah Lottie. Ia bercerita tentang ibu
dan adik saudarinya yang telah menjadi bidadari surga. Dia bercerita tentang keindahan
surga kepada Lottie yang akhirnya tidak berteriak lagi. Saat bercerita Ermengarde dan
gadis berkulit hitam mendengar cerita Sara juga. Sara melihat gadis berkulit hitam itu.
Lottie bilang bahwa dia bernama Becky. Sara masuk ke kamar Becky yang sangat rapuh
dan jelek di atas loteng. Becky mengatakan dia hanya ganti sepatu, dan memohon agar
Sara keluar dari kamarnya. Jika tidak, Miss Minchin akan memarahi mereka berdua.
Setelah itu, siswi - siswi pergi ke gereja. Becky masuk kamarnya setelah ia bekerja.
Becky kaget dan senang menemukan hadiah sepatu dari Sara, sebagai permohonan
pertemanan. Dia mencoba sepatu itu dan dia sangat senang karena hal itu.

Malam itu, siswi - siswi mendengarkan cerita dari sebuah buku. Mereka bergantian
membaca buku itu dan giliran Sara yang membaca buku itu setelah Lavinia
membacanya. Di saat membaca, tiba - tiba Sara terdiam dan melihat bahwa teman temannya terlihat jenuh. Akhirnya, dia merubah alur cerita di buku itu. Anak - anak pun
bangun dari kejenuhannya dan mereka sangat tertarik dengan cerita itu. Miss Minchin
yang sedang memainkan dawai yang sangat ia sukai langsung memarahi Sara. Siswi siswi dilarang berimajinasi seperti itu lagi di asrama. Sebelum tidur, Lottie dan
Ermengarde dan siswi lainnya mengendap - ngendap masuk ke kamar Sara untuk
mendengar cerita darinya. Sara bercerita lagi tentang Rama dan Sinta dan bagaimana
indahnya India.
Esok hari,