Anda di halaman 1dari 3

CEDERA KEPALA

Definisi
Cedera kepala mencakup trauma pada kulit kepala, tengkorak (kranium dan
tulang wajah), atau otak. Keparahan cedera berhubungan dengan tingkat
kerusakan awal otak dan patologi sekunder yang terkait.
Cedera primer terjadi bersamaan dengan dampak dari gaya akselerasi-deselerasi
atau gaya rotasi, dan mencakup fraktur, gegar, kontusio, dan laserasi. Efek
cedera pada jaringan ota dapat berupa fokal atau difus. Cedera sekunder dapat
dimulai pada saat trauma terjadi atau pada wakt setelahnya. Cedera sekunder
mencakup respons selular dan respons biokimia terhadap trauma serta penyakit
sistemik yang memperburuk cedera primer dan meyebabkan kerusakan SSP
tambahan. Cedera hipotensi, hipertermia, hipoksemia dan hiperkapnia. Setiap
usaha harus dilakukan untuk mencegah atau mengontrol cedera sekunder, yang
meningkatkan morbiditas dan mortalitas.
Tanda dan Gejala
Defisit neurologis bergantung pada luas, tingkat dan lokasi cedera otak
a. Cedera kulit kepala
- Kontusio merupakan Cedera memar pada jaringan kulit kepala, dengan
kemungkinan efusi darah ke dalam ruang subkutan tanpa
ditemukannya robekan kulit
- Abrasi merupakan Bagian lapisan atas kulit pada kulit kepala lecet
- Laserasi merupakan luka atau robekan jaringan kulit kepala yang
cenderung terjadi perdarahan yang banyak
b. Cedera Fraktur tengkorak
- Linier merupakan fraktur tengkorak yang tidak bergeser pada area
cedera ; pembengakan, ekimosis atau nyeri tekan terjadi pada kulit
kepala, kontusio atau laserasi kulit kepala juga dapat terjadi.
- Communited merupakan fraktur linier banyak fragmen
- Depressed merupakan pergeseran fragmen yang remuk, terkait
dengan laserasi dura dan cedera otak: periksa kebocoran cairan
serebrospinal dari telinga (otorea) atau hidung (rinorea),
pembengkakan, ekimosis dan cedera kulit kepala lainnya biasa terjadi.
- Compound : Mungkin linier, communited atau depressed terdapat
lubang eksternal pada kulit kepala, membran mukosa sinus, atau
timpanum
- Dasar tengkorak merupakan fraktur linier dari dasar tulang tempora
atau frontal yang meluas ke fosa anterior, median atau posterior,
fraktur ini menimbulkan gambaran klinis yang khas, yang bergantung
pada lokasi fraktur ( mis.. racoon,s eyes [ ekimosi periorbital ], tanda
Battle [ ekimosis mastoid] ,otorea,rinoreadan anosmia [ gangguan
pengindra bau]
- Wajah merupakan fraktur tulang wajah menyebabkan kerusakan dan
disfungsi motorik serta sensorik wajah

Robekan meningal merupakan laserasi dura akibat fraktur compound


atau depressed atau akibat penetrasi benda, Tanda dan Gejala
meningitis terjadi ( peningkatan suhu, leher,nyeri saat melakukan fleki
leher, deeriorasi tanda neurologis, peningkatan SDP)
Gegar merupakan guncangan yang keras pada otak atau gegar otak
menyeabkan penurunan kesadaran sementara, kehilangan memori,
mual, muntah, pusing, sempoyongan, sakit kepala.
Cedera akson difus merupakan regangan atau robekan akson yang
terjadi dengan akselesarasi- deselerasi kecepatan tinggi (kecelakaan
kendaraan bermotor) hal ini mengakibatkan koma dengan segera,
deserebrasi, dimulai dengan TIK yang rendah, keadaan vegetatiif dan
kematian
Cedera otak hipoksia merupakan kekurangan suplai oksigen yang
adekuat akibat henti jantung atau cedera kepala nonpenetrasi, variasa
derajat peningkatan TIK, defisit kognitif yang ringan smapai keadaan
vegetatif terjadi

c. Cedera serebral fokal


-

Kontusio merupakan memar pada otak disertai hemoragi perivaskuler,


penurunan kesadaran, gangguan kemampuan berbicara, gangguan
sensorik motorik, yang bergantung pada lokasi yang terkena dan
kehilangan memori anterograd atau retrograd terjadi.
Laserasi merupakan robekan jaringan otak disertai pembengkan fokal,
hal ini dapat mengakibatkan perdarahan intrakinal, pergeseran otak
dan kematian.
Penurunan tingkat kesedaran, disfungsi sensori motorik, ukuran dan
reaksi pupil abnormal, paralisisi ekstraokular, disfungsi saraf kranial
yang lain, kejang, dan afasia diobservasi
Cedera batang Otak : Primer disebabkan oleh trauma langsung, fraktur
atau cedera torsi, sekunder dapat terjadi akibat kompresi dari
peningkatan TIK dan herniasi lobus temporal dan menimbulkan
penurunan TK, pola nafas abnormal, defisit fungsi motorik dan refles
abnormal

d. Hemoragi
- Hematoma subdural merupakan perdarahan pada ruang subdural
( antara dura mater dan diatas lapisan araknoid), hematoma
disebabkan oleh perdarahan lambat yang biasanyan berasal dari
pembuluh darah vena. Tanda dan gejala biasanya lebih lambat
daripada hematoma epidural, perubahan tingkat kesadaran, sakit
kepala, perubahan kepribadian, dilatasi pupil ipsilateral dan kelemahan
kontralteral ditemukan.
- Hematoma intraserebral merupakan perdarahan terdapat pada
jaringan otak dan dapat mencakupmarteri atau vena yang kecil,
mortalitas tnggi. Tanda dan gejala bergantung pada lokasi dan ukuran
serta seringkali tidak dapat dicedakan secara mendadak dapat disertai
mual dan muntah, deteriosasi yang cepat disertasi distress perbafasan
dan koma terlihat

Hematoma epidural merupakan perdarahan ekstradural diatas dura


mater ( antara lapiasan periostel tengkorak dan dura mater) biasanya
disebabkan oleh perdarahan arteri dari robekan arteri meningea media
dan seringkali dikaitkan dengan fraktur tulang temporal, bekuan darah
menekan otak dan dapat menyebabkan herniasi yanng cepat dan
kematian , penurunan kesadaran dalam waktu singkat diikuti oleh
periode yang jelas, muntah yang berlebihan, sakit kepala, deteriosasi
cepat disertai penurunan tingkat kesadaran, dilatasi puil ipsilateral,
hemiparesis kontralateral dan kejang dapat terjadi
Hemoragi subraknoid dan hemoragi intraventrikal merupakan
perdarahan biasanyan dikaitkan dengan ruptur aneusrisma atau
malfomasi anteriovenosa, tanda dan gejala kegilasahan, sakit kepala
hebat, kaki kuduk, peningkatan suhu, tanda jkernig positif ( kehilangan
kemampuan untuk mengekstensikan tungkai ketika paha difesikan
pada abdomen dan fotofobia terjadi.