Anda di halaman 1dari 4

PERCOBAAN 2 GAYA TEKAN PADA SEGMEN L5/S1

HANA ZAHRA AISYAH (081411733001)


Dosen : Endah Purwanti
Tanggal Percobaan: 17/10/2016
FIB103-Praktikum Biomekanika

Laboratorium Teknobiomedik, Fak. Sains dan Teknologi Universitas Airlangga


Abstrak

Disc L5/S1 merupakan pengertian dari lumbar 5 dan saccrum 1, bagian


ini merupakan titik rawan dalam sistem rangka. Pada praktikum ini bertujuan
untuk mengukur parameter segmen tubuh manusia dan menentukan tekanan
perut, gaya otot pada spinal erector dan gaya tekan pada segmen L5/S1
dengan menitikberatkan pada kasus pengangkatan beban statis. Parameter
yang digunakan pada percobaan ini adalahrentang postur, ukuran beban dan
berat beban orang coba.
Kata kunci : Gaya tekan L5/S1, tekanan perut, gaya perut, gaya otot spinal erecto

1.

PENDAHULUAN

Sistem gerak pada tubuh manusia dibagi menjadi


dua, yaitu sistem gerak aktif dan sistem gerak
pasif.Sistem gerak aktif yang dimaksud adalah otot,
sedangkan yang pasif adalah tulang atau rangka. Selain
tulang dan otot jug atredapat jaringan pembantu dalam
proses gerak yaitu jaringan penghubung (connective
tissue).
Tulang adalah alat untuk meredam dan
mendistribusikan
gaya/tegangan
yang
ada
padanya.Tulang yang besar dan panjang berfungsi untuk
memberikan perbandingan terhadap beban yang terjadi
pada tulang tersebut.Mungkin dalam aplikasinya,
biomekanika selalu berhubungan dengan kerangka
manusia (Eko Nurmianto, 1996). Berikut ini adalah
gambar kerangka manusia:

Otot adalah organ tubuh yang mampu


berkontraksi untuk melakukan sebuah gerakan dengan
bantuan tulang atau rangka.Otot pada ubuh manusia ada
tiga macam, yaitu otot jantung, otot polos dan otot
rangka. Otot rangka inilah yang berperan dalam proses
bergerak. Otot rangka merupakan bagian penyusun
terbesar tubuh kita.
Jaringan penghubung(connective tissue) adalah
jaringan yang menghubungkan antara otot dengan tulang
dan tulang dengna tulang. Jaringan yang menghubungkan
otot dengan tulang adalah tendon.Tendon terdiri dari
serabut-serabut kolagen yang letaknya paralel dengan
panjang tendon. Tendon bergerak dalam sekelompok
jaringan serabut dalam satusatu area dimana adanya gaya
gesekan harus diminimalkan. Bagian dari jaringan ini
memerlukan cairan synovial sebagai pelumas.Sedangkan
jarring yang menghubungkan antara tulang dengan
tulang adalah ligamen.Ligamen berfungsi untuk
menyetabilkan sambungan (joint stability) atau
membentuk bagian sanbungan dan menempel pada
tulang.ligamen tersusun atas kolagen yang tidak paralel.
Adanya tegangan konstan akan memperpanjang ligamen
dan menjadikannya kurang stabil dalam menjaga
sambungan. Selain tendon dan ligamen, juga terdapat
sambungan cartilagenous yang memiliki fungsi sebagia
pergerakan yang relatif kecil, seperti sambungan tulang
iga dan pangkal tulang iga. Adanya gerakan yang relatif
kecil
pada
setiap
joint-nya
maka
dapat
mengakibatkanterjadinya fleksibilitas badan manusia
untuk membungkuk, menengadah dan memutar.
Gabungan dari tulang, otot dan jaringan
penghubung menghasilkan gaya dan momen gaya yang
dapat dihitung secara parsial untuk setiap segmen tubuh.
Berikut ini adalah gambar segmen tubuh beserta
prosentase beratnya:
.

Laporan Praktikum - Laboratorium Teknobiomedik Univ. Airlangga

Wt
=
Berat
punggung(N)

FC =W tot .cos 4F A + F m
Keterangan:
FC
= Gaya tekan pada segmen
L5/S1(N)
Wtot
= Berat total(N)
4
= Sudut inklinasi perut
FA
= Gaya perut (N)
Fm
= Gaya otot pada spinal erector

Pada bagian-bagian tertentu seperti telapak


tangan, lengan atas, lengan bawah, dan punggung,
memiliki peran yang berarti pada proses pengangkatan.
Berikut ini adalah perhitungan momen gaya yang bekerja
pada daerah tersebut:
a. Telapak tangan
b. Lengan bawah
c. Lengan atas
d. Punggung

2. METODOLOGI
Pada praktikum ini yang pertama kali dilakukan
adalah menimbang badan orang coba yang akan
diukur besar gaya tekannya pada L5/S1. Kemudian
dilanjutkan dengan mengukur panjang telapak
tangan, lengan bawah, lengan atas dan punggung.
Setelah itu atur posisi tubuh dari orang coba sesuai
dengan pada Gambar 3, pada posisi tersebut ukurlah
1, 2, 3, 4, H, dan T. Hitung gaya tekan pada
L5/S1 dengan menggunkan persamaan diatas. Pada
praktikum ini kami menggunakan 3 orang coba.

Dengan menggunakan teknik perhitungan


keseimbangan gaya pada tiap segmen tubuh manusia,
maka didapat moment resultan pada L5/S1. Kemudian
untuk mencapai keseimbangan tubuh pada aktivitas
pengangkatan, moment pada L5/S1 tersebut diimbangi
gaya otot pada spinal erector (FM) yang cukup besar dan
juga gaya perut (FA) sebagai pengaruh tekanan perut
(PA) atau Abdominal Pressure yang berfungsi untuk
membantu kestabilan badan karena pengaruh momen dan
gaya yang ada. Gaya otot pada spinal erector dirumuskan
sebagia berikut:

F M E=M L5/ S 1F A D

FM
=Gaya otot pada spinal erector(N)
E
=Panjang lengan momen otot spinal erector dari
L5/S1(0,05 m) Dimana M(L5/S1)=MT=momen resultan
pada L5/S1.
FA
=Gaya perut(N)
D
=Jarak dari gaya perut ke L5/S1.(0,11 m)
Untuk mencari gaya perut FA, maka perlu mencari
tekanan perut PA dengan menggunakan rumus:

Keterangan:
PA
= Tekanan Perut(N/cm2)
FA
= Gaya perut(N)
AA
= Luas Diafragma (465 cm2)
v
= Sudut inklinasi perut
T
= Sudut inklinasi kaki

W tot =W o +2W H +2 W LA +2 W UA +W t

Keterangan:
Wtot
= Total gaya yang terjadi(N)
Wo
= Berat badan(N)
WH
= Berat telapak tangan(N)
WLA
= Berat lengan bawah(N)
WUA
= Berat lengan atas(N)
Laporan Praktikum - Laboratorium Teknobiomedik Univ. Airlangga

3.

1. Sehingga dengan membahas ini diharapkan kita dapat


mengetahui seberapa besar gaya tekan yang terjadi pada
bagian tersebut jika kita mengangkat beban dengan berat
tertentu.

HASIL PENGAMATAN DAN ANALISIS

Orang Coba 1 (Wbdn= 48 kg x 10 = 480 N)


No
.

Segmentasi
tubuh

Panjang

Sudut saat WO =
10 N

1.

Telapak tangan

18 cm

15o

2.

Lengan bawah

27 cm

25o

3.

Lengan atas

32 cm

90o

4.
No
.
5.
1.
6.
2.

Punggung
Segmentasi
tubuh
Inklinasi perut
Telapak tangan
Inklinasi kaki
Lengan bawah

50 cm
Panjang

3.

Lengan atas

35 cm

75o

4.

Punggung

54 cm

60o

5.

Inklinasi perut

43 cm

30o

6.

Inklinasi kaki

43 cm

45o

37 cm
20 cm
37 cm
30 cm

Orang
Coba 2
(Wbdn=
72 kg x
10 = 720
N)
Hasil
analisis

50 WO
Sudut saat
= 30 N
40o
o
30
50o
o
20

perhitungan
data sesuai
dengan
persamaan
diatas:
O
ra
ng

coba 1
Bagian yang dianalisa
Momen telapak tangan
Momen Gaya Lengan Bawah
Momen Gaya Lengan Atas
Momen Gaya Punggung
Tekanan Perut
Gaya Perut
Gaya Otot Spinal Erector
Gaya Tekan pada L5/S1

(Wo = 10 N)
5,87 Nm
16,22 Nm
16,22 Nm
93,41 Nm
0,0122 Pa

56,8 104 N
18 71,79 N
1359,738 N

Orang coba 2
Bagian yang dianalisa

(Wo = 20 N)

Momen telapak tangan

10,08 Nm

Momen Gaya Lengan Bawah

29,6 Nm

Momen Gaya Lengan Atas

40,23 Nm

Momen Gaya Punggung

113,59 Nm

Tekanan Perut
Gaya Perut
Gaya Otot Spinal Erector

0,00408 Pa
1,8972 10-4 N
3995,99 N

Gaya Tekan pada L5/S1

3368,73 N

Pada percobaan menggunakan analisa biomekanika


yaitu nilai rentang postur atau posisi aktifitas kerja,
ukuran beban dan berat badan orang coba. Dari analisa
tersebut kami menggunakan 2 orang coba yang
semuanya bergender perempuan dan laki-laki berat
badan dan massa benda masing-masing coba adalah 48
kg untuk orang coba 1 dengan berat benda 1 kg, 72 kg
untuk orang coba 2 dengan berat benda 3 kg. Kemudian
mengambil dan mengukur data-data yang dibutuhkan.
Setelah semua data terkumpul dilakukan analisis data
untuk menentukan besar momen gaya pada telapak
tangan, lengan atas, lengan bawah, punggung, tekanan
perut (PA), gaya perut (FA), gaya otot pada spinal
erector, dan gaya tekan segmen L5/S1.
Setelah dilakukan perhitungann terhadap hasil data
yang didapatkan ketika percobaan, data yang diperoleh
untuk menentukan hasil akhir percobaan yaitu gaya tekan
pada segmen L5/S1 adalah untuk orang coba 1 yaitu
1359,738 N, orang coba 2 sebesar 3368,73 N.
Berdasarkan pada teori, MPL (Maximum
Permissible Limit) merupakan batas besarnya gaya tekan
pada segmen L5/S1 dari kegiatan pengangkatan dalam
satuan newton yang distandarkan oleh NIOSH (National
Institute of Occupational Safety and Health) tahun 1981.
Besar gaya tekannya adalah dibawah 6500 N pada L5/S1.
Sedangkan batasan gaya angkatan normal (the Action
Limit) sebesar 3500 N pada L5/S1. Sehingga, apabila Fc
< Al (aman), Al < Fc < MPL (perlu hati-hati), dan apabila
Fc > MPL (berbahaya). Batasan gaya angkat maksimum
yang diizinkan, yang direkomendasikan NIOSH (1991)
adalah berdasarkan gaya tekan sebesar 6500 N pada
L5/S1, namun hanya 1% wanita dan 25% pria yang
diperkirakan mampu melewati batasan angkat ini.
Dari hasil yang diperoleh tersebut pada masingmasing orang coba dikatakan aman. Karena tidak
melebehi dari batas besar gaya tekan pada L5/S1 yaitu
6.500 N.

5.

KESIMPULAN

Orang coba 1 dengan berat badan 48 kg

4.

PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini mempelajari tentang gaya


tekan pada segmen L5/S1 (Lumbal 5/Saccrum 1) yanag
bertujuan untuk mengukur parameter segmen tubuh
manusia dan menentukan tekanan perut gaya otot pada
spinal erector dan gaya tekan ada segmen L5/S1 dengan
menitikberatkan pada kasus pengangkatan beban statis.
Percobaan ini perlu dibahas karena sebagian besar gaya
tekan yang dialami oleh tubuh ketika menerima beban
atau mengangkat beban adalah segmen lumbal 5/sacrum

Bagian yang dianalisa


Momen telapak tangan
Momen Gaya Lengan Bawah
Momen Gaya Lengan Atas
Momen Gaya Punggung
Tekanan Perut
Gaya Perut
Gaya Otot Spinal Erector
Gaya Tekan pada L5/S1

(Wo = 10 N)
5,87 Nm
16,22 Nm
16,22 Nm
93,41 Nm
0,0122 Pa
4

56,8 10 N
18 71,79 N
1359,738 N

Orang coba 2 dengan berat badan 72 kg

Laporan Praktikum - Laboratorium Teknobiomedik Univ. Airlangga

Bagian yang dianalisa

(Wo = 20 N)

Momen telapak tangan

10,08 Nm

Momen Gaya Lengan Bawah

29,6 Nm

Momen Gaya Lengan Atas

40,23 Nm

Momen Gaya Punggung

113,59 Nm

Tekanan Perut
Gaya Perut
Gaya Otot Spinal Erector

0,00408 Pa
1,8972 10-4 N
3995,99 N

Gaya Tekan pada L5/S1

3368,73 N

Biotransportasi. Surabaya: Universitas


Airlangga.

Dari hasil yang diperoleh tersebut pada masing-masing


orang coba dikatakan aman. Karena tidak melebehi dari
batas besar gaya tekan pada L5/S1 yaitu 6.500 N.
DAFTAR PUSTAKA
[1]

Helianty,Yanti,Citra Mona, Caecilia S.,


dan Wahyuning.Rancangan Alat Bantu
untuk Meminimasi Gaya Tekan pada
Lempeng Tulang Belakang Bagian
Bawah
(L5/S1).
Jurusan
Teknik
Industri, Institut Teknologi Nasional
Bandung

[2]

Fadli Ama, Endah Purwanti, dkk. 2015.


Pedoman Praktikum Biomekanika &

Laporan Praktikum - Laboratorium Teknobiomedik Univ. Airlangga