Anda di halaman 1dari 6

TEORI AKUNTANSI

RMK SAP 11

NAMA KELOMPOK VII :

NI MADE AGET LUWIH


(1406305119)
NI PUTU SURATNINGSIH
(1406305147)
NI MADE MEGA LAPINAYANTI (1406305162)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2016
PEMBAHASAN
0

PSAK No. 18 ( Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya )


Dana Pensiun merupakan suatu badan hukum yang berdiri sendiri dan terpisah
dari Pemberi Kerja, yang berfungsi untuk mengelola dan menjalankan program pensiun
sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Dana Pensiun mempunyai tujuan
dan kegiatan usaha yang berlainan dengan perusahaan pada umumnya, maka perlu
disusun Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku khusus untuk Dana Pensiun sebagai
pedoman proses akuntansi serta proses penyusunan laporan keuangan. Kekhususan
Standar Akuntansi Keuangan Dana Pensiun terutama mengenai isi laporan keuangan,
penilaian aset dan penentuan kewajiban manfaat pensiun. Program Pensiun adalah suatu
program yang mengupayakan tersedianya uang pensiun (atau disebut juga manfaat
pensiun) bagi pesertanya. Program Pensiun dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
a. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), besar manfaat kita sangat tergantung pada
besar iuran yang disetor oleh hasil pengembangan dana yang mempunyai potensi
lebih menguntungkan dibandingkan dengan beberapa produk keuangan lain
karena dana pension memperoleh fasilitas pajak dari pemerintah.
b. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), besar manfaat pension ditentkan

berdasarkan rumus tertentu yang telah ditetapkan di awal. Rumus tersebut


biasanya dikaitkan dengan masa kerja dan besar penghasilan kita. Dana Pensiun
adalah lembaga keuangan nonbank yang menyelenggarakan program pensiun.
Dana pension merupakan badan hukun dengan manajemen, kegiatan operasional
dan kekayaan yang terpisah dari pendirinya.
Dana Pensiun dapat berupa :
1. Dana Pensiun Pemberi Kerja atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Adalah
dana pension yang didirikan oleh pemberi kerja bagi sebagian atau seluruh
karyawannya. Dana Pensiun Pemberi Kerja dapat menyelenggarakan PPIP
atau PPMP,
2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan hanya dapat menyelenggarakan PPIP.
Adalah dana pension yang didirikan oleh bank atau perusahaan asuransu jiwa
bagi masyarakat umum, baik karyawan maupun pekerja mandiri.
Pembentukan dan pengelolaan Dana Pensiun harus didasarkan pada peraturan
perundangan yang berlaku.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
1

a. Kemampuan financial
Mengikuti program pension pada dasarnya tidak membutuhkan biaya yang besar.
Namun, dalam memilih desain program pension yang tepat kita perlu
memperhatikan kemampuan financial kita. Bagi yang mengharapkan program
manfaat pasti, kemampuan financial pemberi kerja perlu menjadi pertimbangan
utama.
b. Biaya
Penyelenggaraan dana pensiun, baik DPPK dan DPLK membutuhkan biaya.
Setiap calon peserta perlu mempertimbangkan besar biaya yang dibebankan
kepadanya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dana pension yang
membebankan biaya lebih tinggi tidak serta merta berarti lebih buruj daripada
menawarkan biaya lebih rendah. Calon peserta perlu membandingkan biaya yang
dibebankan kepadanya dengan manfaat dan jasa yang akan diperoleh dari dana
pensiun.
c. Waktu
Ketika bermaksud untuk mempersiapkan kesinambungan penghasilan di hari tua,
kita sebenarnya, akan semakin ringan biaya yang harus kita keluarkan setiap
tahun atau bulan. Semakin panjang masa mengiur kita, semakin besar pula
akumulasi dana yang dapat kita kumpulkam untuk hari tua kita.
Laporan keuangan Dana Pensiun, baik yang menyelenggarakan Program Pensiun
Manfaat Pasti (PPMP) maupun Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), Mencakup: laporan
aset bersih;laporan perubahan aset bersih;neraca;perhitungan hasil usaha; laporan arus
kas;catatan atas laporan keuangan.
Penilaian Aktiva Dana Pensiun
Untuk tujuan penyusunan laporan aktiva bersih dan laporan perubahan aktiva bersih,
aktiva dinilai sebagai berikut :
a. Uang tunai, rekening giro dan deposito di bank di nilai menurut nilai nominal;
b. Sertifikat deposito, SBBI, SBPU, dan surat pengakuan hutang dari setahun dinilai
berdasarkan nilai tunai;
c. Surat berharga berupa saham dan obligasi yang diperjualbelikan di bursa efek,
dinilai menurut nilai pasar yang wajar pada tanggal laporan;

d. Penyertaan pada perusahaan yang sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek,


dilaporkan berdasarkan nilai appraisal sebagai hasil penilaian independen;
e. Investasi pada tanah dan bangunan dilaporkan berdasarkan nilai appraisal sebagai
hasil penilaian independen;
f. Piutang

dilaporkan

berdasarkan

jumlah

yang

dapat

ditagih,

setelah

memperhitungkan penyisihan piutang tak tertagih; dan


g. Aktiva operasional antara lain computer, peralatan kantor dan peralatan lainnya
dilaporkan berdasarkan nilai buku.
Jika penerapan Pernyataan ini mengakibatkan perubahan kebijakan akuntansi,
perubahan tersebut dilaporkan secara prospektif.
Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan Dana Pensiun yang mencakup
periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini
dianjurkan
PSAK No.53 ( Pembayaran Berbasis Saham )
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 53 (revisi 2010): Pembayaran Berbasis
Saham terdiri dari paragraf 1- 68. PSAK 53 (revisi 2010) dilengkapi dengan Pedoman
Aplikasi yang bukan merupakan bagian dari PSAK 53 (revisi 2010). Seluruh paragraf
dalam PSAK ini memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan
huruf tebal dan miring mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK 5 (revisi 2010) harus
dibaca dalam konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan
Penyajian Laporan Keuangan. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan
Estimasi Akuntansi dan Kesalahan memberikan dasar untuk memilih dan menerapkan
kebijakan akuntansi ketika tidak ada panduan yang eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib
diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material.
1. Tujuan.
Dalam ED PSAK 53 tujuannya adalah Mensyaratkan entitas untuk menyajikan
dalam laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan dampak transaksi pembayaran
berbasis saham.
2. Ruang lingkup.
Secara jelas membagi transaksi pembayaran berbasis saham dikelompokkan menjadi:
3

a. Transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan dengan instrumen


ekuitas
b. Transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan dengan instrumen kas
c. Transaksi yang memberikan pilihan kepada entitas atau suplier untuk diselesaikan
dengan instrumen ekuitas atau dengan kas.
1. Defenisi
Tanggal pemberian adalah tanggal pada saat persetujuan tersebut diperoleh.
2. Defenisi kondisi vesting, Dijelaskan dengan baik pada pedoman implementasi.
3. Pengukuran Tidak mengatur.
4. Klasifikasi

transaksi

PBS

yang

diselesaikan

dengan

kas.

Entitas harus mengukur barang atau jasa yang diperoleh dan liabilitas yang timbul
sebesar nilai wajar liabilitas. Sampai dengan liabilitas tersebut diselesaikan, entitas
harus mengukur kembali nilai wajar liabilitas pada setiap akhir periode pelaporan
dan pada tanggal penyelesaian, dimana setiap perubahan nilai wajar diakui dalam
laporan laba rugi pada periode tersebut.
5. Transaksi Pembayaran berbasis saham yang memberikan opsi kepada entitas atau
suplier untuk diselesaikan dengan instrument ekuitas atau kas. Transaksi PBS dimana
persyaratan perjanjian memberikan pilihan kepada entitas atau suplier untuk
diselesaikan dengan kas (atau aset lain) atau dengan penerbitan instrumen ekuitas,
maka entitas harus mengakui transaksi tersebut atau komponen transaksi tersebut
sebagai transaksi pembayaran berbasis saham dengan penyelesaian kas, jika dan
sepanjang, entitas telah menimbulkan liabilitas untuk diselesaikan dengan kas atau
aset lain, atau sebagai transaksi pembayaran berbasis saham dengan diselesaikan
instrumen ekuitas jika dan sepanjang, tidak terdapat liabilitas yang timbul.
6. Ketentuan transisi Retrospektif.

DAFTAR PUSTAKA

Diakses pada tanggal 13 Nopember 2016 di http://iaiglobal.or.id/v03/standar-akuntansikeuangan/pernyataan-sak-19-psak-18-akuntansi-dan-pelaporan-program-manfaatpurnakarya


Diakses pada tanggal 13 Nopember 2016 di http://iaiglobal.or.id/v03/standar-akuntansikeuangan/pernyataan-sak-36-psak-53-pembayaran-berbasis-saham