Anda di halaman 1dari 2

1.

Lava Lamp
Pada percobaan pertama praktikan melakukan pembutaan lava lamp sederhana. Alat dan
bahan yang digunakan adalah beakerglass digunakan untuk mengukur cairan, erlenmeyer (500
ml) digunakan sebagai tempat minyak dan air, redoxon untuk menghasilkan gelembung, minyak,
air, pewarna makanan untuk memperindah cairan, dan garam sebagai penyatu antara minyak, air,
dan pewarna. Pertama praktikan menyiapkan alat dan bahan kemudian mengukur minyak dan air
dengan perbandingan 2:1 (minyak goreng sebanyak 200 ml dan air sebanyak 100 ml)
menggunakan beakerglas kedalam erlenmeyer. Tahap selanjutnya menambahkan 7 tetes pewarna
hijau dan redoxon. Memasukkan garam kedalam cairan setelah tablet redoxon sudah mulai habis
dan mengamati yang terjadi.
Berdasarkan hasil pengamatan dalam percobaan ini minyak goreng mengapung (berada
atas) jika dimasukkan kedalam air. Berdasarkan literature hal ini dikarenakan massa jenis air
lebih besar dari pada minyak goreng (minyak lebih ringan dari air atau kurang padat
dibandingkan dengan air). Sebenarnya air dan minyak adalah dua molekul yang tak pernah
menyatu bila berada di satu tempat yang sama. Sebab, adanya polaritas antarmolekul (gaya tarik
antarmolekul), dimana molekul air lebih berat ketimbang minyak. Polaritas molekul berarti
molekul air tertarik ke molekul minyak lainnya. Tetapi struktur dari dua molekul tersebut tidak
memungkinkan mereka untuk bersatu. Akibatnya, minyak akan tampak mengapung di atas
permukaan air (Tipler,1998: 267). Namun kondisi itu dapat disiasati dengan menambahkan
pewarna makanan. Yang akhirnya, berat jenis air dan minyak sama berat dan dapat menyatu.
Berdasarkan literature selain pewarna makanan, bubuk deterjen juga dapat membuat air dan
minyak menyatu. Karena pewarna makanan dan deterjen memiliki emulsi (zat yang bersifat cair
dan padat) yang dapat berubah sebagai penyeimbang/penyerap molekul satu zat yang dominan
(Tipler,1998: 268).
Berdasarkan hasil pengamatan ketika pewarna dimasukkan ke dalam cairan, pewarna
tidak dapat menembus ke air masih dalam cairan minyak goreng. Namun setelah dimasukan
redoxon warnanya menyebar merata setelah mencapai air. Percobaan ini berkaitan dengan
hukum Archimedes (Gaya tekan atas), salah satu prinsip lava lamp sangat berhubungan, yang
mana sebelum tablet redoxon dimasukan, minyak dan air dalam kondisi tenang dan tidak
bercampur. Ketika tablet redoxon dimasukan, tablet redoxon yang terkena air akan bereaksi dan
menghasilkan gelembung karbon dioksida (sama halnya ketika kita mencampur cuka dengan
soda kue). Gelembung karbon dioksida tersebut membuat air pada dasar botol terangkat ke atas.
Berdasarkan literature, ketika tablet dimasukan dan menyentuh air maka akan ada gaya yang
ditimbulkan sehingga mengakibatkan timbulnya gas karbon dioksida dengan minyak dan air
akan bercampur walau tidak seluruhnya. Pencampuran air dan minyak juga bergantung dari
media pencampurnya (Kanginan,1996:123)
Berdasarkan hasil pengamatan ketika redoxon sampai ke permukaan, gas karbon dioksida
terlepas dan menyebabkan air yang tadinya berada di atas, menjadi turun kembali ke dasar botol.
Ketika gumpalan air mencapai ke atas, gas dari redoxon kemudian melarikan diri dan pergi
kebagian bawah air. Gelembung-gelembung tersebut sama dengan massa jenis karena masa jenis
benda yang dimasukan ke dalam air sama dengan masa cair jenis zat cairnya. Percobaan ini bisa
diulang tergantung banyaknya redoxon yang dimasukkan. Semakin banyak tablet redoxon yang
dimasukan maka semakin banyak pula gelembung karbondioksida yang dihasilkan.

Berdasarkan literature fungsi garam dalam pembuatan lampu lava sebagai


penyatu antara minyak, air, dan pewarna. Oleh karena itu, dalam percobaan
ini garam yang dimasukkan tidak terlalu banyak. Beradasarkan hasil pengamatan
ketika garam di masukkan, lalu di kocok dengan mudah air, minyak, dan
pewarna menyatu, tapi kalau dibiarkan beberapa menit akan kembali seperti
awal (Kanginan, 1996:123). Berdasarkan literature hal ini berhubungan dengan
polaritas zat. Air yang bersifat polar, garam yang bersifat polar sedangkan
minyak bersifat non-polar (Tipler,1998: 269). Oleh karena itu lah diantara air
dan minyak tidak akan menyatu walau telah dikocok, sedangkan garam
(NaCl) bersifat polar sama dengan air, inilah sebabnya minyak tidak
bercampur dengan air, dan garam membantu pewarna makanan untuk cepat
larut. Oleh karena itu garam dapat di larutkan dalam proses pembuatan
lampu lava sederhana. Berdasarkan literatur jika kadar garam mencapai
lebih dari 10% dan 25% masa air, pewarna makanan semakin larut. Meskipun
percobaan ini cara kerjanya berbeda dengan lava lamp yang memanfaatkan panas, tetapi
percobaan ini memberikan efek yang hampir sama dengan lava lamp.

Kesimpulan
Prinsip kerja dari pembuatan lava lamp sederhana ini berkaitan dengan hukum
Archimedes (Gaya tekan atas), salah satu prinsip lava lamp sangat berhubungan, yang mana
sebelum tablet redoxon dimasukan, minyak dan air dalam kondisi tenang dan tidak bercampur.
Ketika tablet redoxon dimasukan, tablet redoxon yang terkena air akan bereaksi dan
menghasilkan gelembung karbon dioksida (sama halnya ketika kita mencampur cuka dengan
soda kue). Gelembung karbon dioksida tersebut membuat air pada dasar botol terangkat ke atas.
Ketika tablet dimasukan dan menyentuh air maka akan ada gaya yang ditimbulkan sehingga
mengakibatkan timbulnya gas karbon dioksida dengan minyak dan air akan bercampur walau
tidak seluruhnya. Pencampuran air dan minyak juga bergantung dari media pencampurnya.
Percobaan ini bisa diulang tergantung banyaknya tablet redoxon yang dimasukkan. Meskipun
percobaan ini cara kerjanya berbeda dengan lava lamp yang memanfaatkan panas, tetapi
percobaan ini memberikan efek yang hampir sama dengan lava lamp.
Kanginan, Marthen. 1996. Fisika SMA. Jakarta : Penerbit Erlangga
Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penebit
Erlangga