Anda di halaman 1dari 23

ANALYSIS STEP 1: BUSINESS STRATEGY ANALYSIS

(Studi Kasus PT BANK WOORI SAUDARA INDONESIA 1906 Tbk)


ANALYSIS STEP 1: Business Strategy Analysis
Studi Kasus PT BANK WOORI SAUDARA INDONESIA 1906 Tbk
Istilah strategi berasal dari kata Yunani yaitu strategia yang terdiri dari stratus yang berarti militer
dan ag yang berarti pemimpin. Maka arti dari strategi adalah seni atau ilmu untuk menjadi seorang
jendral. Sedangkan pada zaman sekarang, strategi digunakan sebagai program untuk menentukan dan
mencapai bisnis dan tujuan organisasi dan impelementasi visi misinya. Menurut Siagian (2002:15),
strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan
diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi
tersebut.
Menurut Craig & Grant (2002), strategi adalah penetapan sasaran dan tujuan rangka panjang
sebuh perusahaan dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran
dan tujuan.
Sementara definisi bisnis menurut ahli yang pertama adalah dari Buchari Alma (1998) yang
menyatakan bahwa bisnis adalah sejumlah total usaha yang meliputi pertanian, produksi, konstruksi,
distribusi, transportasi, komunikasi, usaha jasa dan pemerintah, yang bergerak dalam bidang membuat
dan memasarkan barang dan jasa kepada konsumen. Kemudian menurut Louis E. Boone (2007:5), bisnis
(business) terdiri dari seluruh aktivitas dan usaha untuk mencari keuntungand dengan menyediakan
barang dan jasa yang dibutuhkan bagi sistem perekonomian.
Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa definisi strategi bisnis adalah serangkaian keputusan dan
tindakan-tindakan yang dibuat oleh manajemen puncak yang diiimplementasikan ke seluruh struktur
organisasi yang diimplementasikan ke dalam aktivitas dan usaha untuk mencari keuntungan secara
optimal dengan cara menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan bagi sistem perekonomian.
Strategi bisnis juga dapat diartikan sebagai berikut menurut Rangkuti (2000) yang mengusulkan
strategi bisnis sebagai salah satu tipe dari 3 tipe strategi; strategi bisnis adalah strategi yang berorientasi
pada fungsi-fungsi kegiatan manajemen, misalnya strategi pemasaran, strategi produksi atau operasional,
strategi distribusi dan lain sebagainya.
Di dalam model Michael Porter (2008) dibahas mengenai bagaimana strategi kompetitif dan bisnis
harus terus mengembangkan berbagai strategi yang secara efektif mengatasi:
1. Ancaman dari masuknya pendatang atau pesaing baru.
2. Insensitas persaingan antar pemain yang sekarang ini beredar di pasar yang sama.
3. Kekuatan tawar menawar pemasok.
4. Kekuatan tawar pembeli.
5. Adanya ancaman produk pengganti.

DEGREE OF ACTUAL AND POTENTIAL COMPETITION


Rivalry Among
Existing Firms
Threat of New Entrants
Industry Growth
Concentration
Differentiation
Switching Cost
Scale/learning economies
Fixed- variable costs
Excess capacity
Exit barriers

Scale economies
First mover advantage
Distribution access
Relationships
Legal barriers

Threat of Substitute Products


Relative price and performance
Buyerswillingness to switch

INDUSTRY
PROFITABILITY

Bargaining power of buyers

Bargaining Power of suppliers

Switching costs
Switching costs
Differentiation
Differentiation
Importance of products for costs and quality
Importance of product for costs and quality
Number of buyers
Number of suppliers
Volume per buyer
Volume per supplier

BARGAINING POWER IN INPUT AND OUTPUT MARKETS


Maka berdasarkan poin-poin di atas, sudah sepantasnya sebuah perusahaan terus mencetuskan
perencanaan strategi-strategi bisnis baru yang memberikan inovasi agar tetap survive di pasaran.
Degree of actual and potential competition

Rivalry Among Existing Firms


1. Rivalry Among Existing Firms
Rata-rata tingkat profitabilitas sebagian besar industri dipengaruhi oleh persaingan antara perusahaanperusahaan yang ada dalam industri. Dalam beberapa industri, perusahaan bersaing secara agresif,
mendorong harga mendekati biaya marjinal. Di Industri lainnya perusahaan tidak bersaing secara agresif
pada harga. Sebaliknya, mereka menemukan cara untuk saling koordinasi harga, atau bersaing pada
dimensi nonharga seperti inovasi atau brand image. Beberapa faktor menentukan persaingan intensif
antara perusahaan yang ada dalam suatu industri .
(1) Industry Growth
Jika industri berkembang pesat, perusahaan tidak perlu merebut pangsa pasar satu sama lain untuk
berkembang. Sebaliknya, pada industri yang tidak berkembang satu-satunya cara perusahaan agar
dapat tumbuh adalah dengan mengambil pangsa jauh dari pemain lain. Dalam situasi perang harga
dapat terjadi di antara perusahaan-perusahaan
(2) Concentration and Balance of Competitors
Sejumlah perusahaan dalam suatu industri, dan ukuran perusahaan menentukan tingkat konsentrasi
perusahaan pada suatu industri. Tingkat konsentrasi mempengaruhi sejauh mana perusahaanperusahaan dalam suatu industri dapat mengkoordinasikan harga mereka dan pergerakan kompetitif
lainnya. Jika suatu industri terfragmentasi, persaingan harga cenderung berat.
(3) Degree of Differentiation and Switching Costs
Sejauh perusahaan yang dalam suatu industri dapat menghindari persaingan tergantung pada sejauh
mana mereka dapat membedakan produk dan layanan mereka. Jika produk dalam industri sangat
mirip, pelanggan siap untuk beralih dari satu pesaing yang lain atas dasar harga. Biaya switching
juga menentukan kecenderungan pelanggan untuk berpindah dari satu produk ke produk lain .
Ketika biaya switching rendah, ada insentif yang lebih besar bagi perusahaan-perusahaan dalam
suatu industri untuk terlibat dalam persaingan harga .
(4) Scale / Learning Economies and the Ratio of Fixed to Variable Costs
Apabila ada jenis lain skala ekonomi dalam suatu industri, ukuran perusahaan menjadi faktor
penting dalam industri. Dalam situasi seperti itu, ada insentif untuk terlibat dalam kompetisi yang
agresif untuk pangsa pasar. Demikian pula, jika rasio biaya tetap terhadap biaya variabel tinggi,
maka perusahaan memperoleh insentif untuk mengurangi harga untuk memanfaatkan kapasitas
terpasang. Pada industri penerbangan, di mana perang harga yang cukup sering terjadi adalah
contoh dari situasi seperti ini.
(5) Excess Capacity and Exit Barriers
Jika kapasitas dalam industri lebih besar dari permintaan pelanggan, ada insentif yang kuat bagi
perusahaan untuk memotong harga untuk mengisi kapasitas. Masalah kelebihan kapasitas
kemungkinan akan diperburuk jika ada hambatan yang signifikan bagi perusahaan untuk keluar dari
industri.
2. Persaingan Antar Perusahaan Bank Woori Saudara
Rata-rata tingkat profitabilitas sebagian besar industri dipengaruhi oleh persaingan antara perusahaanperusahaan yang ada dalam industri. Dalam beberapa industri, perusahaan bersaing secara agresif,
mendorong harga mendekati biaya marjinal. Di Industri lainnya perusahaan tidak bersaing secara agresif

pada harga. Sebaliknya, mereka menemukan cara untuk saling koordinasi harga, atau bersaing pada
dimensi nonharga seperti inovasi atau brand image. Beberapa faktor menentukan persaingan intensif
antara perusahaan yang ada dalam suatu industri .
(1) Perkembangan Industri Bank Woori Saudara
Kinerja dan reputasi Bank Woori Saudara yang cukup baik telah menarik perhatian dari Woori
Bank Korea, salah satu bank tertua dan terbesar di Korea yang berkedudukan di Korea Selatan.
Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Bank, pada awal tahun 2014 Bank menjalin kerjasama
strategis dengan Woori Bank Korea. Kerjasama tersebut ditandai dengan masuknya Woori Bank
Korea dan PT Bank Woori Indonesia (anak perusahaan dari Woori Bank Korea di Indonesia)
sebagai pemegang saham Bank.
Perubahan susunan pemegang saham tersebut dilakukan melalui proses pengalihan saham milik Ir
Arifin Panigoro dan PT Medco Intidinamika kepada Woori Bank Korea dan PT Bank Woori
Indonesia, sebagaimana tercantum dalam Akta No. 66 tertanggal 28 Januari 2014, dibuat dihadapan
Fathiah Helmi, SH, Notaris di Jakarta yang pemberitahuan perubahannya telah diterima dan dicatat
dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.10-08988 tertanggal 6 Maret 2014.
Pada akhir tahun 2014, PT Bank Woori Indonesia secara resmi melakukan penggabungan usaha
(merger) ke dalam Bank dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-00128.40.40.2014 tertanggal 30 Desember 2014.
Dengan telah efektifnya penggabungan usaha, nama PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk
berubah menjadi PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk berdasarkan Akta No. 42
tertanggal 24 Desember 2014, dibuat dihadapan Fathiah Helmi, SH, Notaris di Jakarta yang telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-00128.40.40.2014 tertanggal 30 Desember 2014.
Dengan telah efektifnya penggabungan usaha (merger), Bank merubah nama komersialnya dari
sebelumnya Bank Saudara menjadi Bank Woori Saudara diikuti dengan perubahan logo
perusahaan.
Penggabungan usaha tersebut merupakan pelaksanaan komitmen dari Woori Bank Korea sebagai
Pemegang Saham Pengendali Bank untuk mendukung penuh hanya pada 1 (satu) bank di Indonesia.
Dengan penggabungan ini, Bank Woori Saudara akan menjadi sebuah bank yang akan menempati
posisi yang lebih baik, mampu bersaing dan berkembang di lingkungan perbankan di Indonesia
yang semakin kompetitif serta menciptakan sinergi usaha dan memperkuat struktur permodalan
Bank.
Selain mempersiapkan diri menghadapi persaingan global, penerapan Tata Kelola Perusahaan yang
baik juga merupakan salah satu kunci utama dalam mencapai cita-cita Bank Woori Saudara sebagai
Bank dalam kategori 20 teratas di Indonesia.
Peningkatan total kredit pada segmen korporasi dan konsumer berjalan sinergis dengan
meningkatnya segmentasi produk tabungan yang didukung dengan infrastruktur TI terkini. Dari sisi
TI, Bank Woori Saudara terus melakukan peningkatan infrastruktur dengan target go live secara
sempurna pada Agustus 2016. Kesuksesan performa Perusahaan bisa ditinjau dari derasnya

pertumbuhan laba Bank yang meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, begitu pun
dengan peningkatan aset Perusahaan
Penggabungan usaha antara Bank Saudara dengan BWI berpengaruh terhadap kegiatan usaha dan
produk yang dilakukan Bank Woori Saudara. Kegiatan usaha dan produk Bank Woori Saudara
merupakan hasil sinergi dari fokus usaha Bank Saudara pada kredit konsumer dan BWI pada kredit
korporasi. Berdasarkan Anggaran Dasar perusahaan Pasal 3 ayat 1, Bank Woori Saudara berusaha
dalam bidang Bank Umum sesuai dengan ketentuan yang ada dalam peraturan perundang-undangan
di Indonesia.
(2) Concentration and Balance of Competitors
Kegiatan usaha dan produk Bank Woori Saudara merupakan hasil sinergi dari fokus usaha Bank
Saudara pada kredit konsumer dan Bank Woori Indonesia pada kredit korporasi.
Di tengah iklim perekonomian yang belum stabil Bank Woori Saudara tetap berhasil membukukan
laba bersih usaha tahun 2015 sebesar Rp265,23 miliar (Laba 2015).
Angka tersebut meningkat sebesar 92,09% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar
Rp138,07 miliar (Laba 2014).
Sementara itu, jumlah aset neto Perusahaan pada tahun 2015 juga mengalami kenaikan sebesar
21,83% dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari Rp16,43 triliun pada tahun 2014 menjadi
Rp20,02 triliun pada tahun 2015.
Total Aset Penggabungan usaha yang dilakukan berpengaruh terhadap total aset Bank pada 2015
yang tercatat sebesar Rp20,02 triliun mengalami peningkatan 21,83% dari Rp16,43 triliun pada
2014.
Peningkatan aset pada 2015 terutama disebabkan oleh adanya peningkatan Pinjaman yang diberikan
sebesar Rp2,47 triliun.
Produk Pinjaman yang diberikan Bank Woori Saudara terbagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu:
Pinjaman Korporasi, Pinjaman Konsumer, dan Pembiayaan Lain.
Jumlah fasilitas pinjaman yang disalurkan Bank pada tahun 2015 mencapai Rp13,78 triliun. Angka
tersebut mengalami kenaikan sebesar 21,84% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar
Rp11,31 triliun. Kenaikan tersebut dikarenakan adanya perubahan strategi marketing yaitu fokus
pada peningkatan laba kredit dengan tetap memperhatikan dan menjaga kualitas kredit.
Total Liabilitas Total liabilitas Bank Woori Saudara pada 2015 sebesar Rp15,88 triliun meningkat
sebesar 26,78% pada 2014 yang tercatat sebesar Rp12,53 triliun. Hal ini disebabkan kenaikan dana
pihak ketiga sebesar Rp3,04 triliun. Pada 2015 jumlah dana nasabah melalui produk simpanan
tercatat mencapai Rp14,35 triliun tumbuh sebesar 26,91% dibandingkan pada 2014 sebesar
Rp11,30 triliun.
Produk simpanan Bank Woori Saudara hingga posisi 31 Desember 2015 dalam mata uang Rupiah
didominasi oleh produk deposito berjangka.
Sedangkan produk simpanan dalam valuta asing tercatat sebesar Rp5,27 triliun, angka tersebut
mengalami kenaikan sebesar Rp2,51 triliun atau 91% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Tabungan tercatat sebesar Rp2,20 triliun, naik 26,99% dibandingkan pada 2014 sebesar Rp1,74
triliun.
Deposito berjangka & installment deposit dalam valuta asing pada 2015 tercatat sebesar Rp10,67
triliun, naik 27,37% dibandingkan pada 2014 sebesar Rp8,37 triliun.
Produk Giro Rupiah dan Giro Valuta Asing (Valas) memberikan kontribusi didalam peningkatan
liabilitas. Giro mengalami peningkatan sebesar 23,62% menjadi Rp 1,48 triliun pada 2015 jika
dibandingan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut diantaranya didorong oleh
penambahan rekening nasabah korporasi, terutama untuk giro valas.
Komposisi tabungan terhadap DPK relatif sama jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu
sebesar 15,36% dari total DPK. Total produk Tabungan Bank Woori Saudara per tanggal 31
Desember 2015 adalah Rp2,20 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan
posisi 2014 sebesar Rp1,74 triliun.
Produk Deposito Berjangka memberikan kontribusi yang baik terhadap liabilitas Bank Woori
Saudara.
Pada deposito berjangka, per 31 Desember 2015 mengalami kenaikan sebesar 27,37% atau Rp2,29
triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp8,37
triliun. Kenaikan tersebut diantaranya didorong oleh peningkatan deposito berjangka diatas 12
bulan.
Total Ekuitas Jumlah ekuitas Bank Woori Saudara pada 2015 sebesar Rp 4,14 triliun meningkat
sebesar Rp231,67 miliar atau 5,93% dibandingkan 2014 Rp3,90 triliun.
Laba Bersih Bank Laba bersih Bank Woori Saudara pada 2015 Meningkat 92,09% sebesar
Rp265,23 miliar. Rata-rata tertimbang saham biasa beredar pada akhir 2015 tercatat sebesar Rp5,07
miliar nilainya mengalami peningkatan sebesar 75,20% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Jumlah laba bersih persaham pada 2015 sebesar Rp52,29 sedangkan pada 2014 nilai laba bersih
persaham sebesar Rp47,69.
(3) Degree of Differentiation and Switching Costs
Dalam kegiatan utamanya yaitu penghimpunan dana, Bank Woori Saudara menawarkan produk dan
jasa, antara lain:

Tabungan Woori Saudara


Adalah produk tabungan umum Bank Woori Saudara untuk perorangan atau perusahaan dengan
suku bunga menarik dan kompetitif juga fasilitas ATM Bersama.

Tabungan harian
Adalah produk tabungan umum Bank Woori Saudara yang dikhususkan untuk debitur KUPEG
dengan biaya administrasi ringan dan fasilitas ATM Bersama.

Tabungan Pensiunan

Adalah produk tabungan Bank Woori Saudara yang dikhususkan untuk nasabah pensiunan
dengan fasilitas bebas setoran awal, bebas biaya administrasi bulanan, dan bebas biaya
penutupan rekening.

TabunganKu
Adalah produk tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang
diterbitkan secara bersama-sama oleh bank-bank di guna menumbuhkan budaya menabung
serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tabungan Premium
Adalah produk tabungan yang memberikan keistimewaan dan kemudahan dalam melakukan
aktivitas keuangan dengan suku bunga yang kompetitif.

Tabungan Asuransi Berjangka (TASKA)


Merupakan simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya baru dapat dilakukan setelah jangka
waktu tertentu dan selama jangka waktu tersebut nasabah diwajibkan untuk melakukan
penyetoran angsuran sebesar nilai yang telah diperjanjikan. Keuntungan dari produk TASKA
ini adalah sebagai berikut:
a. Suku bunga menarik dan kompetitif
b. Fleksibel (target dana dan setoran bulanan)
c. Perlindungan asuransi jiwa
d. Membantu nasabah untuk disiplin menabung
e. Hadiah langsung yang menarik

Deposito Berjangka merupakan simpanan dari pihak ketiga pada Bank Woori Saudara yang
penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara
pihak ketiga dan Bank Woori Saudara. Jangka waktunya dapat diperpanjang secara otomatis
(automatic roll over) dimana hal tersebut diatur menurut perjanjian antara pihak ketiga dan
pihak Bank Woori Saudara pada saat penempatan simpanan.

Giro merupakan simpanan dari pihak ketiga pada Bank Woori Saudara yang penarikannya
dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, surat perintah penarikan
lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.

Produk Perkreditan Kredit Umum Pegawai (KUPEg) merupakan pinjaman/kredit yang


diberikan Bank Woori Saudara kepada debitur perorangan yang berstatus sebagai karyawan
suatu lembaga pemerintah/ swasta dimana pengembalian kredit dilakukan melalui angsuran
yang dipotong dari pendapatan/gaji debitur yang bersangkutan.

Kredit Pensiunan (KUPEN) merupakan pinjaman/kredit yang diberikan Bank Woori Saudara
kepada debitur perorangan yang berstatus sebagai pensiunan suatu instansi pemerintah/badan
usaha dimana pengembalian kredit dilakukan melalui angsuran yang dipotong dari manfaat
pensiun yang diterima pensiunan setiap bulan.

Kredit Pekerja (KUJA) merupakan kredit yang digunakan untuk berbagai keperluan (multi
guna) dan diperuntukan bagi para pekerja/operator dan line supervisor dengan masa kerja/
kontrak dengan penghasilan tetap setiap bulannya dari industri pengolahan dalam bidang
garmen, tekstil, makanan, industri farmasi dan otomotif.

Kredit Pemilikan hunian merupakan produk pembiayaan hunian yang ditujukan bagi debitur
perorangan untuk kepemilikan rumah tinggal.

Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan penyediaan fasilitas kredit
kepada perorangan atau badan usaha dalam rangka pembiayaan usaha mikro, usaha kecil atau
usaha menengah.

Linkage Program merupakan kerja sama pemberian kredit antara Bank Woori Saudara
kepada LKM/S dan Lembaga Pembiayaan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Bank Garansi adalah pemberian jaminan yang diberikan secara tertulis dari Bank Woori
Saudara kepada debitur untuk jangka waktu tertentu, jumlah tertentu dan keperluan tertentu
bahwa Bank Woori Saudara akan membayar kewajiban debitur apabila yang bersangkutan
wanprestasi. Objek Penjaminan adalah Bank Garansi yang digunakan untuk keperluan: a.Bid
Bond (Jaminan Penawaran); atau b. Performance Bond (Jaminan Pelaksanaan);

Personal Banking merupakan jasa layanan yang diberikan secara personal kepada nasabah
prioritas dalam memenuhi kebutuhan transaksi perbankan.

Safe Deposit Box adalah jasa Bank berupa penyediaan fasilitas tempat penyimpanan barang
berharga dan barang-barang lainnya yang tidak masuk kategori terlarang selama jangka waktu
tertentu.

International Banking :
a. Remitansi dan Inkaso Luar Negeri, kerjasama dengan bank-bank koresponden luar negeri
untuk layanan kiriman uang dalam multicurrency yang memungkinkan diterima dalam
mata uang lokal di lebih dari 125 negara di seluruh dunia. Jasa lainnya untuk penagihan
warkat dalam mata uang asing yang tertarik pada bank di luar negeri.
b. Layanan remitansi tunai, kerjasama dengan perusahaan penyedia jasa remitansi
internasional (money operator) seperti Western Union untuk layanan remitansi tunai dari
luar negeri ke wilayah pedesaan di Indonesia maupun sebaliknya.

Layanan Kustodian, yaitu :


1. Safe Keeping, merupakan jasa penyimpanan surat berharga milik nasabah dalam bentuk
scripless maupun dalam bentuk warkat.
2. Transactional handling, merupakan jasa penyelesaian transaksi baik untuk penerimaan
maupun pengiriman surat berharga dari dan kepada pihak lainnya atas instruksi nasabah,
baik yang disertai dengan pembayaran maupun tidak.
3. Corporate Action, merupakan layanan bantuan terkait pembayaran deviden, kupon obligasi,
registrasi saham, dll. 4. Fund Administration, jasa sebagai bank custodian untuk reksadana
dan pengelolaan dana secara individu.

Kerjasama dengan institusi pemerintah, termasuk BUMN, seperti :


1. Sebagai mitra pembayaran atas pensiun dan klaim asuransi ASABRI serta memberikan
kredit kepada pensiunan TNI dan kepolisian yang telah menjadi anggota ASABRI.
2. Sebagai mitra pembayaran pensiun serta memberikan kredit kepada pensiunan pegawai
negeri sipil anggota Taspen.

3. Sebagai mitra pembiayaan/penjaminan terhadap nasabah-nasabah perusahaan asuransi


atau nasabah BWS yang membutuhkan penjaminan dari perusahaan asuransi.
4. Pembiayaan maupun penjaminan atas nasabah ekspor.

Treasury Bank Woori Saudara menyediakan produk treasury kepada nasabah perorangan dan
nasabah perusahaan, dimana transaksi dapat dilakukan secara langsung melalui kantor pusat
dan melalui jaringan kantor cabang pembantu. BWS juga memberikan layanan informasi
terkini mengenai nilai tukar uang melalui SMS setiap hari. Produk treasury yang tersedia
adalah:
Today Transaction (TOD), Spot dan SWAP. BWS menyediakan
transaksi penjualan atau pembelian suatu mata uang terhadap mata uang lainnya yang
tanggal penyerahannya atau penerimaan dananya dilaksanakan pada hari yang sama (TOD),
dua hari kemudian (Spot) dan SWAP.

(4) Scale / Learning Economies and the Ratio of Fixed to Variable Costs
Bank Woori Saudara menjaga prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kebijakan operasional
perbankannya dengan memprioritaskan pelayanan kepada nasabahnya.
Risiko reputasi sangat mungkin timbul dari kegagalan mitigasi yang efektif dari satu atau lebih
risiko kredit, likuiditas, pasar, hukum, regulasi, dan risiko operasional, atau gagal untuk mematuhi
standar sosial, lingkungan dan etika yang memberi dampak terhadap harapan dari stakeholders dan
perolehan pendapatan di kemudian hari.
Risiko Reputasi pada Bank Woori Saudara dikelola oleh Departemen Corporate Communication
dan Departemen Service Quality.
Strategi pengelolaan risiko reputasi dilakukan melalui kegiatan sebagai berikut :
pemantauan pemberitaan yang berhubungan dengan Bank Woori Saudara dalam berbagai media;
penetapan/standarisasi kualitas layanan dan pengujian atas kualitas layanan yang dijalankan oleh unit-unit
bisnis;
komunikasi aktif dan terbuka dengan seluruh pihak stakeholder; baik pada saat kondisi normal maupun
pada saat kondisi krisis reputasi.
Peningkatan total kredit pada segmen korporasi dan konsumer berjalan sinergis dengan
meningkatnya segmentasi produk tabungan yang didukung dengan infrastruktur TI terkini.
Dari sisi TI, Bank Woori Saudara terus melakukan peningkatan infrastruktur dengan target go live
secara sempurna pada Agustus 2016.
Kesuksesan performa Perusahaan bisa ditinjau dari derasnya pertumbuhan laba Bank yang
meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, begitu pun dengan peningkatan aset
Perusahaan.
(5) Excess Capacity and Exit Barriers
Kegiatan usaha Bank Woori Saudara berjalan sinergis dengan mempertahankan segmen usaha yang
sudah ada seperti kredit pensiunan, kredit pegawai, dan lainnya, dan mulai merambah secara agresif
di segmen tabungan.
Peningkatan total kredit pada segmen korporasi dan konsumer juga berjalan sinergis dengan
meningkatnya segmentasi produk tabungan yang didukung dengan infrastruktur TI terkini.

Perpaduan dua kultur budaya kerja antara Indonesia dan Korea menjadi tulang punggung segenap
insan Perusahaan dalam berkarya demi meraih kesuksesan Bank. Bank juga senantiasa menjaga
konsistensi layanannya yang prima baik berupa produk maupun jasa dalam rangka mewujudkan
cita-cita untuk menjadi Bank dalam kategori 20 teratas di Indonesia
Keberhasilan Bank Woori Saudara yang tumbuh secara agresif di tahun 2015 merupakan buah dari
sinergi antar semua elemen Perusahaan demi hasil yang terbaik. Merger Bank mendatangkan iklim
usaha yang positif karena hasil sinergi membuahkan kebijakan strategi yang tepat sasaran dan
berjalan harmonis.
Kinerja Bank Woori Saudara tahun 2015
Total Aset Penggabungan usaha yang dilakukan berpengaruh terhadap total aset Bank pada 2015
yang tercatat sebesar Rp20,02 triliun mengalami peningkatan 21,83% dari Rp16,43 triliun pada
2014.
Peningkatan aset pada 2015 terutama disebabkan oleh adanya peningkatan Pinjaman yang diberikan
sebesar Rp2,47 triliun.
Produk Pinjaman yang diberikan Bank Woori Saudara terbagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu:
Pinjaman Korporasi, Pinjaman Konsumer, dan Pembiayaan Lain.
Jumlah fasilitas pinjaman yang disalurkan Bank pada tahun 2015 mencapai Rp13,78 triliun. Angka
tersebut mengalami kenaikan sebesar 21,84% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar
Rp11,31 triliun.
Kenaikan tersebut dikarenakan adanya perubahan strategi marketing yaitu fokus pada peningkatan
laba kredit dengan tetap memperhatikan dan menjaga kualitas kredit.
Total Liabilitas Total liabilitas Bank Woori Saudara pada 2015 sebesar Rp15,88 triliun meningkat
sebesar 26,78% pada 2014 yang tercatat sebesar Rp12,53 triliun. Hal ini disebabkan kenaikan dana
pihak ketiga sebesar Rp3,04 triliun.Pada 2015 jumlah dana nasabah melalui produk simpanan
tercatat mencapai Rp14,35 triliun tumbuh sebesar 26,91% dibandingkan pada 2014 sebesar
Rp11,30 triliun.
Produk simpanan Bank Woori Saudara hingga posisi 31 Desember 2015 dalam mata uang Rupiah
didominasi oleh produk deposito berjangka. Sedangkan produk simpanan dalam valuta asing
tercatat sebesar Rp5,27 triliun, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp2,51 triliun atau 91%
jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Tabungan tercatat sebesar Rp2,20 triliun, naik 26,99% dibandingkan pada 2014 sebesar Rp1,74
triliun Sedangkan, deposito berjangka & installment deposit dalam valuta asing pada 2015 tercatat
sebesar Rp10,67 triliun, naik 27,37% dibandingkan pada 2014 sebesar Rp8,37 triliun.
Produk Giro Rupiah dan Giro Valuta Asing (Valas) memberikan kontribusi didalam peningkatan
liabilitas. Giro mengalami peningkatan sebesar 23,62% menjadi Rp1,48 triliun pada 2015 jika
dibandingan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut diantaranya didorong oleh
penambahan rekening nasabah korporasi, terutama untuk giro valas.
Komposisi tabungan terhadap DPK relatif sama jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu
sebesar 15,36% dari total DPK. Total produk Tabungan Bank Woori Saudara per tanggal 31

Desember 2015 adalah Rp2,20 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan
posisi 2014 sebesar Rp1,74 triliun.
Produk Deposito Berjangka memberikan kontribusi yang baik terhadap liabilitas Bank Woori
Saudara. Pada deposito berjangka, per 31 Desember 2015 mengalami kenaikan sebesar 27,37% atau
Rp2,29 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sebesar
Rp8,37 triliun. Kenaikan tersebut diantaranya didorong oleh peningkatan deposito berjangka diatas
12 bulan.
Total Ekuitas Jumlah ekuitas Bank Woori Saudara pada 2015 sebesar Rp4,14 triliun meningkat
sebesar Rp231,67 miliar atau 5,93% dibandingkan 2014 Rp3,90 triliun.
Laba Bersih Bank Laba bersih Bank Woori Saudara pada 2015 Meningkat 92,09% sebesar
Rp265,23 miliar. Rata-rata tertimbang saham biasa beredar pada akhir 2015 tercatat sebesar Rp5,07
miliar nilainya mengalami peningkatan sebesar 75,20% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah laba bersih persaham pada 2015 sebesar Rp52,29 sedangkan pada 2014 nilai
laba bersih persaham sebesar Rp47,69.
Threat of Entrants
Ancaman dari pendatang baru, merupakan strategi untu kmelihat apakah suatu pendatang baru
yang masuk mempengaruhi pasar yang telah kita jalani atau tidak. Kekuatan ini biasanya
dipengaruhi oleh besar kecilnya hambatan masuk ke dalam industry. Contohnya, besarnya biaya
investasi yang dibutuhkan, perizinan, akses terhadap bahan mentah, akses terhadap saluran
distribusi, ekuitas merk dan masih banyak lagi. Jika hambatan masuk dalam industry tersebut
tinggi, maka pendatang baru untuk masuk ke dalam persaingan industry rendah.

Ancaman dari pendatang baru ( threat of new entrants ). Pendatang baru dapat membahayakan
perusahaan-perusahaan yang telah ada, karena menghasilkan kapasitas produksi tambahan,
dimana kapasitas tambahan ini akan menekan agar biaya bagi pembeli rendah, yang
mengakibatkan turunnya penjualan dan laba bagi perusahaan yang ada dalam industri tersebut.
Seringkali pendatang baru memiliki sumber daya dalam jumlah besar dan memiliki kemauan
yang kuat untuk memperoleh pangsa pasar.

Terdapat enam sumber utama terhadap masuknya pendatang baru:


1. Skala ekonomi
Para pendatang baru ini tidak segan segan untuk mengeluarkan biaya yang bisa terbilang mahal
hanya untuk bersaing dengan pendahulunya bahwa mereka adalah toko ritel masa kini dan jauh
lebih lengkap.
Hasil analisa terhadap PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk pada skala ekonomi
pelayanan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk baik terutama pada nasabah pensiunan
PNS, sehingga meningkatkan pangsa pasar di skala pemerintahan.
2. Diferensiasi produk/jasa

Diferensiasi produk yang begitu jauh terhadap pendatang baru membuat konsumen tidak segan
-segan untuk beralih dari indomaret yang hanya menyediakan produk yang datar. teknologi yang
digunakan pendatang baru untuk produk yang mereka tawarkan juga mampu memikat para
konsumen untuk mencobanya.

3.

4.

5.

6.

Saat ini PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk sudah memiliki brand identification yang
cukup kuat terutama dikalangan PNS pensiunan. Lagipula, diferensiasi produk bukanlah kekutan
utama yang ditawarkan oleh usaha perbankan, terbukti dengan jenis produk yang serupa antar
bank saat ini. Hal ini mempersulit competitor baru untuk masuk bisnis perbankan.
Persyaratan modal
Dari data 2015 modal dasar PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk sebesar 1,5 Triliun
rupiah. Hal ini tentu akan menyulitkan competitor masuk ke dalam usaha perbankan dan
menyaingi PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk, karena diperlukan modal minimal
sebesar triliunan Rupiah
Kerugian biaya yang tidak dipengaruhi oleh ukuran perusahaan
Dengan Keunggulan biaya yang dimiliki PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk terhadap
pesaingnya, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk bergerak cepat untuk mengambil tempat
yang sangat bagus untuk mereka sebelum para pendatang baru melihat tempat tersebut dan
kualitas PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk sudah dipercaya oleh para konsumen,
sehingga para pendatang baru harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk mengubah mind
set para calon konsumennya.
Akses terhadap saluran distribusi
Hasil analisa terhadap PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk, dimana Bank Woori saudara
tidak membutuhkan distributor,karena mereka sendiri lah yang menjadi distributor. Berbeda
dengan perusahaan manufaktur, bagi pemain baru akan sulit untuk meminta space lebih ke
armada distribusi (pihak ke III) bila pemainyang sudah mapan dan lama menggunakan distributor
yang sama
Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah mengenai dunia perbankan didukung oleh OJK (otoritas jasa keuangan)
dan Bank Indonesia.
Threat of Substitute Products

Relative Price and Performance


Strategi Harga Kompetitif terdiri dari :
1. Relative Pricing / Harga Relatif
Strategi harga relative price adalah menentukan harga di atas, di bawah atau sama dengan
tingkat harga persaingan dimana gerakan harganya mengikuti gerakan pesaing.
2. Follow The Leader Pricing
Strategi harga follow the leader pricing adalah penetapan harga produk baik barang maupun
jasa diserahkan para pimpinan pasar/pemimpin pasar dan tidak menetapkan harga sendiri.

Implementasi Relative Price pada Bank Woori Saudara


Harga relatif yang ditetapkan oleh Bank Woori Saudara bersaing dengan harga yang ditawarkan
oleh para pesaing diantaranya pada produk simpanan dan kredit yang diberikan. Dengan harga yang
ditetapkan ini, Bank Woori Saudara dapat bersaing dan tetap mempertahankan customer. Hal ini
ditunjukkan dengan jumlah dana nasabah melalui produk simpanan tercatat mencapai Rp. 14,35 triliun
yang tumbuh sebesar 26,91% dibandingkan pada tahun 2014 sebesar Rp. 11,30 triliun. Tabungan tercatat
sebesar Rp. 2,20 triliun yang naik sebesar 26,99% dibandingkan pada tahun 2014 sebesar Rp. 1,74 triliun.
Pada giro rupiah dan valuta asing mengalami penigkatan sebesar 23,62% menjadi Rp. 1,48 triliun
pada tahun 2015 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut diantaranya didorong

oleh penambahan rekening nasabah dan rekening nasabah korporasi. Pada deposito berjangka, per 31
Desember 2015 mengalami kenaikan sebesar 27,37% atau Rp. 2,29 triliun jika dibandingkan dengan
periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 8,37 triliun. Kenaikan tersebut diantaranya
didorong oleh peningkatan deposito berjangka di atas 12 bulan.
Menurut Rosyida (2010:11) pengertian performance/kinerja adalah Hasil kinerja yang dapat
dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi baik secara kualitatif maupun secara
kuantitatif, sesuai dengan kewenangan, tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai
tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum, dan sesuai dengan moral ataupun
etika.
Implementasi Performance pada Bank Woori Saudara
Bank Woori Saudara pada tahun 2015 berhasil membukukan angka yang luar biasa yang terlihat
dari pencapaian realisasi RKAP dari laba usaha, asset dan pendapatan investasi dengan hasil yang
menggembirakan. Bank Woori Saudara berhasil memperoleh laba pada tahun 2015 sebesar Rp. 265,23
miliar. Nilai tersebut meningkat sebesar 92,09% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp.
138,07 miliar. Sementara itu, jumlah asset neto Bank Woori Saudara pada tahun 2015 juga mengalami
kenaikan sebesar 21,83% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu dari Rp. 16,43 triliun pada tahun
2014 menjadi Rp. 20,02 triliun pada tahun 2015. Jumlah ekuitas Bank Woori Saudara pada tahun 2015
sebesar Rp. 4,14 triliun meningkat sebesar Rp. 231,67 miliar atau 5,93% dibandingkan tahun 2014 yaitu
sebesar Rp. 3,90 triliun.

Buyers willingness to switch


Keinginan para customer untuk beralih pada dasarnya karena ada ancaman produk atau layanan
jasa pengganti. Prosuk-produk substitusi yang perlu diperhatikan secara strategis adalah produk-produk
substitusi yang memiliki daya pikat yang baru dan mengikuti perkembangan zaman sehingga sangat
penting bagi perusahaan untuk mengikuti trend an selalu berinovasi agar tidak tertinggal dengan produk
substitusi yang ada di pasar.
Implementasi Buyers willingness to switch pada Bank Woori Saudara
Alasan yang mendasari para customer untuk beralih ke produk atau layanan substitusi yang lebih
baik adalah karena tidak puas dengan layanan dan produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Hal ini dapat
disebabkan oleh harga produk yang mahal, proses pengajuan kredit yang panjang, bunga yang tinggi,dll.
Produk dan layanan substitusi untuk Bank Woori Saudara adalah pegadaian dan koperasi dimana dalam
layanan ini pegadaian dan koperasi menawarkan bunga pinjaman lebih rendah dan pengajuan kredit yang
relatif mudah.
Namun tidak ada produk atau layanan yang benar-benar spesifik yang dapat menjadi substitusi
dari produk dan layanan perbankan, karena pada pegadaian dan koperasi lebih bersifat pada kredit
pinjaman dan tidak terfokus pada layanan seperti yang ditawarkan pada Bank Woori Saudara seperti
adanya tabungan perbankan dan layanan lainnya.
Hal ini ditunjukkan dengan total kredit pada segmen korporasi dan konsumer berjalan sinergis
dengan meningkatnya segmentasi produk tabungan yang didukung dengan infrastruktur TI terkini dan
pertumbuhan laba Bank Woori Saudara meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, begitu
pun dengan peningkatan asset perusahaan. Pada tahun 2015 jumlah fasilitas pinjaman yang disalurkan
oleh Bank Woori Saudara mencapai Rp. 13,78 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp.
21,84% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp. 11,31 triliun. Kenaikan tersebut
dikarenakan adanya perubahan strategi dimana Bank Woori Saudara fokus pada peningkatan laba kredit
dengan tetap memperhatikan dan menjaga kualitas kredit yang diberikan sehingga para customer tidak
beralih ke produk atau layanan substitusi yang lain.
Bargaining Power Iput and Output Markets

Bargaining Power of Buyers

Switching Cost
Switching
cost adalah
biaya
atau
pengorbanan
yang
harus
ditanggung
oleh customer apabila customer memutuskan untuk berpindah ke supplier lain. Jenis-jenis biaya
perpindahan antara lain: exit fees, search costs, learning costs, cognitive effort, emotional
costs, equipment costs, installation and start-up cost, financial risk,psychological risk, and social risk.
Beberapa perusahaan
ke supplier lain.

memiliki customer

loyalty

program agar

customer-nya

tidak

berpindah

a. Singapore Airline
Memiliki program yang disebut frequent fliers, yaitu penumpang mendapat points setiap
menggunakan Singapore Airline (SQ), apabila points yang dimiliki oleh customer tersebut telah
mencapai jumlah tertentu, dapat digunakan untuk mendapatkan tiket secara gratis, dan dapat
untuk menaikkan status loyalitas pelanggan, yaitu silver, gold, ataupun platinum yang akan
membedakan tingkat pelayanan (privilage) yang bisa didapatkan oleh customer tersebut. Maksud
program frequent flier ini adalah agar customer tetap menggunakan SQ karena semakin sering
menggunakan SQ akan mendapatkan privilage tertentu dan customer akan merasa merugi apabila
berpindah ke airline lain. Jadi, SQ menciptakan program agar customer tidak berpindah
ke airline lain karena bila berpindah akan menimbulkan switching cost yang signifikan.
b. Berobat
Pasien yang berpindah ke dokter lain juga dapat menimbulkan switching cost yang signifikan
karena dokter barunya mungkin meminta pemeriksaan laboratorium ataupun pemeriksaan
pendahuluan lainnya karena data (riwayat sakit) pasien ada di dokter sebelumnya.
c. Provider
Perpindahan pelanggan dari satu provider telepon seluler ke provider telepon seluler lainnya. Kita
lihat sekarang bahwa semua provider telepon seluler melakukan perang tarif. Para pelanggan
dihadapkan pada beberapa pilihan provider telepon seluler dengan tarif yang berbeda-beda.
Pelanggan yang berpindah ke provider telepon seluler lain harus rela mengeluarkan biaya-biaya
seperti membeli atau menyediakan beberapa perangkat telepon seluler tambahan/baru,
mengirimkan sms atau menelepon para kerabat, teman, dan kolega untuk memberitahukan nomor
barunya, membeli kartu perdana baru (starter pack), kehilangan sejumlah pulsa (pulsanya
hangus), dan sebagainya. Semua biaya-biaya tersebut adalah biaya perpindahan (switching cost).
Implementasi Switching Cost pada Bank Woori Saudara
26 Februari 2015
Grand Launching Perubahan Nama dan Logo Baru Bank Woori Saudara PT Bank Himpunan Saudara
1906 Tbk (Bank Saudara) mengumumkan pergantian nama dan logo pada hari Kamis 26 februari 2015
bertempat di Soehanna Hall, The Energy SCBD Jakarta. Pergantian nama dan logo ini merupakan tindak
lanjut setelah melakukan merger dengan Bank Woori Indonesia efektif pada tanggal 30 Desember 2014.
Setelah penggabungan ini, nama resmi perusahaan berubah menjadi PT Bank Woori Saudara Indonesia
1906 Tbk, dan nama panggilan komersial akan menjadi Bank Woori Saudara.
10 Maret 2015
Peringkat Bank Woori Saudara naik ke idA+ PEFINDO menaikkan peringkat PT Bank Woori Saudara
Indonesia 1906 Tbk. (Bank Woori Saudara) dan Obligasi II/2012 milik Bank yang masih beredar menjadi

A+ dari sebelumnya A. Peringkat untuk Obligasi Subordinasi I/2012 milik Bank yang masih beredar
juga dinaikkan menjadi A dari sebelumnya BBB+. Peningkatan peringkat mencerminkan dukungan
dan komitmen dari Woori Bank Korea (Woori Bank atau induk, mendapat peringkat, A-/ stabil dari S&P),
posisi bisnis yang lebih kuat di industri perbankan serta meningkatnya diversifikasi bisnis, yang
merupakan hasil dari penggabungan usaha dengan PT Bank Woori Indonesia (Bank Woori Indonesia).
Prospek atas peringkat perusahaan direvisi menjadi Stabil dari Positif, mencerminkan terwujudkan
penggabungan usaha antara PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk. (Bank Saudara) dan Bank Woori
Indonesia. Peringkat mencerminkan status bank sebagai anak perusahaan strategis dari Woori Bank
Korea, permodalan yang sangat kuat, dan meningkatnya diversifikasi bisnis sebagai hasil penggabungan
usaha. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh pendanaan yang terkonsentrasi dan profitabilitas.
1. Kinerja dan reputasi Bank yang cukup baik telah menarik perhatian dari Woori Bank Korea, salah
satu bank tertua dan terbesar di Korea yang berkedudukan di Korea Selatan. Dalam rangka
mewujudkan visi dan misi Bank, pada awal tahun 2014 Bank menjalin kerjasama strategis
dengan Woori Bank Korea. Kerjasama tersebut ditandai dengan masuknya Woori Bank Korea dan
PT Bank Woori Indonesia (anak perusahaan dari Woori Bank Korea di Indonesia) sebagai
pemegang saham Bank.
2. Arti perubahan nama bukan sekedar merek berubah, tetapi lambang transformasi. Paska berganti
nama, Bank Woori Saudara tetap akan berkantor pusat di Bandung tetapi melayani seluruh
Indonesia (Jawa, Bali, dan Sumatra). Penggabungan usaha yang dilakukan berpengaruh terhadap
total aset Bank pada 2015 yang tercatat sebesar Rp20,02 triliun mengalami peningkatan 21,83%
dari Rp16,43 triliun pada 2014. Peningkatan aset pada 2015 terutama disebabkan oleh adanya
peningkatan Pinjaman yang diberikan sebesar Rp2,47 triliun. Produk Pinjaman yang diberikan
Bank Woori Saudara terbagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu: Pinjaman Korporasi, Pinjaman
Konsumer, dan Pembiayaan Lain. Jumlah fasilitas pinjaman yang disalurkan Bank pada tahun
2015 mencapai Rp13,78 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 21,84% jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp11,31 triliun. Kenaikan tersebut dikarenakan
adanya perubahan strategi marketing yaitu fokus pada peningkatan laba kredit dengan tetap
memperhatikan dan menjaga kualitas kredit.
3. Komposisi pemegang saham tersebut diatas mengalami perubahan pada tanggal 9 Januari 2015
yang diakibatkan adanya pembelian saham milik pemegang saham publik yang bermaksud untuk
menjual sahamnya sehubungan dengan penggabungan usaha (merger) antara Bank Saudara dan
BWI oleh Woori Bank, Korea dan PT Medco Intidinamika yang mengakibatkan kepemilikan
Woori Bank, Korea menjadi 74,02% dan PT Medco Intidinamika menjadi 6,06%.
Uraian

Tabel Pertumbuhan DPK


2015

Giro
Tabungan
Deposito

1.476.865
2.203.764
10.665.618

2014

2013

1.194.686
1.735.339
8.373.933

1.073.865
1.356.661
1.066.804

Pertumbuhan
(%)
23.62%
26.99%
27.37%

29 April 2015
Mou Signing Ceremony woori Card dan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia Pada tanggal 29 April 2015,
dilaksanakan MoU Signing Ceremony antara Woori Card dengan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia
(AKKI) yang bertempat di Energy Building 7 Floor Bank Woori Saudara Meeting Room, Jakarta.
Kesepakatan kerjasama ini mengenai Business Cooperation Agreement. Diharapkan dengan adanya
kesepakatan tersebut mempermudah Bank Woori Saudara dalam pengembangan research and

development mengenai kartu kredit sehingga setelah masuk dalam BUKU 3 Bank Woori Saudara dapat
mempersembahkan kartu kredit bagi nasabahnya.
8 Desember 2015
Bank Woori Saudara Tingkatkan Pelayanan Transaksi dengan Rilis BWS Debit Card Bank Woori Saudara
(BWS) meluncurkan BWS Debit Card yang dapat memudahkan para nasabah dalam bertransaksi.
Peluncuran BWS Debit Card ini dilaksanakan di Hotel Horison Bandung tanggal 8 Desember 2015.
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerjasama antara BWS dengan merchant-merchant yaitu (PT
Metropolitan Golden Management (Manajemen Hotel Horison Group), PT Perisai Utama (The Secret),
PT Bonli Cipta Sejahtera (BCS), Caf Braga Punya Cerita).
13 Desember 2015
MEDCO - BWS Fun Run Pada hari Minggu, 13 Desember 2015 di The Energy Building SCBD Jakarta
dilakukan penandatanganan MoU dengan PT Medco Energi Internasional, Tbk dan PT. Medco Inti
Dinamika, Tbk. Acara tersebut juga bertepatan dengan Medco BWS Fun Run yang diikuti oleh sekitar
500 karyawan Medco dan BWS dimana syarat untuk mengikuti acara tersebut adalah dengan menukarkan
debit BWS yang lama dengan yang baru. Selain berolah raga bersama acara tersebut juga merupakan
ajang silaturahmi dan gathering karyawan Medco Group dan BWS.
1. Periode-periode sebelumnya BWS belum meluncurkan produk kartu kredit dan debit card, agar
lebih mencakup kredit konsumsi yang maksimal kepada nasabahnya. Dalam peluncuran dan
pengembangannya terdapat Biaya-biaya yang besar dalam memasarkan kartu kredit dan debit
card BWS.
28 Desember 2015
Mewujudkan Pembayaran Manfaat Asuransi TNI-POLRI Berbasis Teknologi Informasi Pada hari Senin,
28 Desember 2015 PT ASABRI (Persero) dan Bank Woori Saudara (BWS) telah merealisasikan
kerjasama pembayaran manfaat asuransi berbasis Teknologi Informasi yang dinamakan program Aplikasi
Santunan (APSAN). Saat ini baru satu Bank BUMN yang telah bekerjasama dengan PT ASABRI
(Persero) untuk melakukan pembayaran manfaat asuransi. BWS dengan APSAN-nya, telah menjadi Bank
Swasta Tbk pertama yang bekerjasama dengan ASABRI untuk melakukan pembayaran manfaat asuransi.
1. Teknologi Informasi (APSAN) yang diluncurkan merupakan salah satu pengembangan yang
efektif dalam mengelola pembayaran asuransi dan pension keanggotaan ASABRI.
2. Produk tersebut merupakan turunan dari produk TASKA (Tabungan Jangka Panjang), namun
khusus untuk keanggotaan ASABRI.
3. Aset institusi pemerintah dan BUMN memiliki nilai yang cukup besar sehingga diperlukan mitra
dalam pengelolaan kegiatan usahanya.
4. Hampir semua institusi pemerintah dan BUMN memiliki anak perusahaan dan dana pensiun yang
memiliki potensi yang tinggi.
5. Jumlah institusi pemerintah di Indonesia saat ini mencapai 119 perusahaan dan merupakan
pangsa pasar yang cukup besar
6. Disatu sisi biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan produk yang sudah ada menjadi
layanan lebih komersil, BWS membutuhkan dana cukup besar dan menjaga kepercayaan yang
telah dibangun antara ASABRI dengan BWS.

Differentiation
Menurut bung Hermawan Kertajaya, definisi diferensiasi adalah sebagai berikut : Semua upaya yang
dilakukan perusahaan untuk menciptakan perbedaan diantara pesaing dengan tujuan memberikan nilai
yang terbaik untuk konsumen.
Untuk menciptakan diferensiasi yang kuat, anda harus berkonsentrasi pada tiga hal :

1. Konten (what to offer)


Yaitu apa value yang anda tawarkan kepada pelanggan. Jadi anda membedakan diri dengan pesaing
berdasarkan apa yang anda tawarkan kepada pelanggan.
2. Konteks (how to offer)
Yaitu cara anda menawarkan value atau nilai kepada pelanggan. Disini anda membedakan diri dari
pesaing berdasarkan pada bagaimana cara anda menawarkan value atau nilai tersebut kepada
pelanggan.
3. Infrastruktur (enabler)
Yaitu faktor-faktor yang mendukung terlaksananya diferensiasi konten maupun konteks diatas.
Infrastruktur ini menunjukkan pembedaan terhadap pesaing berdasarkan kemampuan teknologi,
kemampuan sumber daya manusia dan fasilitas yang dipunyai untuk mendukung terlaksananya
diferensiasi konten dan konteks diatas. Pendek kata, infrastruktur adalah semua hal yang anda punyai
yang bisa menciptakan perbedaan apa yang anda tawarkan dan bagaimana cara anda menawarkan
kepada pelanggan.
Dalam membuat diferensiasi kita harus memperhatikanTapi dua hal berikut:
1. Kreatif
Menghasilkan yang unik yang menghindari produk komoditas.
2. Positif
Diferensiasi yang dibangun haruslah memberikan atau menambah nilai pada produk atau layanan
yang kita berikan.
Strategi Differentiation
Efektif bila :
a. Kebutuhan konsumen yang beragam sehingga sulit dipenuhi oleh satu jenis produk tertentu
b. Studi tentang perilaku konsumen tentang faktor penentu diferensiasi produk akan membantu
mendeteksi preferensi konsumen.
c. Akan menaikkan profitabilitas perusahaan bla keuntungan dari harga mampu menutup biaya
untuk diferensiasi produk
Daya Tarik Differentiation
Menjadi benteng pertahanan karena konsumen menjadi loyal terhadap merk/model yang menjadi
preferensi mereka.
Manfaat lainnya :
a. Membentengi perusahaan dari masuknya pesaing.
b. Mengurangi kekuatan tawar menawar dari pembeli.
c. Menempatkan perusahaan pada persaingan yang lebih kuat dari perusahaan lain yang
menghasilkan produk substitusi.
Resiko Penerapan Differentiation
a. Bila konsumen hanya melihat sedikit nilai yang diciptakan karena diferensiasi, maka strategi
biaya rendah akan menggesernya.
b. Mudah tergeser bila pesaing dapat merekayasa strategi yang sama dalam waktu yang singkat.
c. Untuk mendapatkan produk yang unik dibutuhkan investasi yang cukup besar
Contoh: Bank Syariah Mandiri Cabang Jember melakukan diferensiasi produk adalah menjawab
kebutuhan Customer Bank Syariah Mandiri Cabang Jember, selain adanya persaingan antara Bank
Syariah. Perbaikan dari sistem yang lama kepada sistem yang baru, menjadikan Bank Syariah Mandiri

Cabang Jember memiliki perbedaan yang menjadi keunggulan untuk bersaing dan merupakan sebuah
nilai tambah yang bisa ditonjolkan kepada nasabah dan kepada pesaing mereka. One Day Service
merupakan hasil dari evaluasi yang dilakukan Bank Syariah Mandiri pada produk Talangan Haji. One day
Service juga merupakan excellent value dari Bank Syariah Mandiri Cabang jember untuk produk
Talangan Haji. Peningkatan untuk produk talangan haji mencapai 40 persen dari 31,72 persen per 2013.
Saran yang bisa menjadi pertimbangan oleh Bank Sayriah Mandiri Cabang Jember adalah agar
mempertahankan kualitas kinerja yang ada dalam produk agar agar tetap menjadi Bank Syariah yang
selalu mengedepankan pelayanan terhadap nasabah. Serta tetap bisa berinovasi dalam sistem produk, agar
menjadi produk yang berbeda dan menarik dari produk bank syariah pesaing. Penambahan kantor-kantor
di setiap kecamatan bisa lebih mempermudah nasabah dalam bertransaksi.
Implementasi Defferentiation pada Bank Woori Saudara
BWS memiliki produk-produk unggulan yang sangat menarik, diantaranya, kredit umum
pensiunan (Kupen), kredit ini untuk melayani pensiunan. Kemudian ada tabungan woori saudara
berjangka yang disingkat Taska.
Keunggulan Taska ini nasabah bebas menentukan jumlah nominal dan jangka waktu yang sesuai
dengan keinginan dan juga mendapatkan suku bunga yang kompetitif dan menarik dan lebih tinggi dari
tabungan biasa.
Syarat cukup mudah, tinggal mengisi formulir pembukaan Taska dan mendapatkan perlindungan
asuransi jiwa, serta mendapatkan suvenir menarik selama pameran. Tabungan ini, sangat cocok untuk
perencanaan masa depan sebagai contoh untuk umroh, biaya sekolah, wisata, qurban, rumah, mobil dan
sebagainya, dengan keunggulan bunga setara deposito dan berasuransi.
Sedangkan Kupen, merupakan fasilitas pinjaman diberikan kepada pensiunan dengan bungan
sangat kompetitif serta fokus melayani pembayaran gaji pensiunan baik sipil, TNI/Polri. Dalam hal ini
Bank Woori Saudara telah bekerjasama dengan PT Taspen dan PT Asabri.

Importance of Product for Costs and Quality


Kualitas layanan dan kepuasan pelanggan adalah konsep yang berbeda dengan argumen bahwa
kualitas layanan yang dipersepsikan merupakan suatu bentuk sikap, yaitu evaluasi menyeluruh dalam
jangka panjang, sedangkan kepuasan menunjukkan ukuran transaksi tertentu. Oleh karena itu kepuasan
berlangsung dalam jangka waktu yang pendek. Semakin tinggi kualitas layanan yang dipersepsikan,
semakin meningkat kepuasan pelanggan (Karsono, 2007).
Dalam penelitian yang dilakukan Sumairi (2007) mengenai mempertahankan loyalitas pelanggan
telephone fixed wireline melalui peningkatan kepuasan pelanggan dan citra produk menunjukkan bahwa
kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan dan yang paling dominan adalah
kepuasan pelanggan diantara indikator-indikator lainnya, hal ini menunjukkan bahwa tercapai atau
tidaknya kepuasan pelanggan akan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.
Contoh: Bagi pihak manajemen PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, bahwa nasabah berpendapat
kualitas produk TAPLUS mempunyai pengaruh yang baik terhadap kepuasan dan berdampak pada
loyalitas. Artinya kualitas produk yang dirasakan sebanding dengan harga yang ditawarkan dan sesuai
dengan harapan nasabah. Hal ini penting bagi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk
mempertahankan serta lebih meningkatkan kualitas produk yang ada dengan tentunya melihat kebutuhan
nasabah dan perkembangan yang terjadi seiring dengan perubahan jaman.
Implementasi Importance of Product for Costs and Quality Pada Bank Woori Saudara
1. Program Peningkatan Kualitas Layanan

a. Yaitu program Program Duta Layanan, yaitu : Suatu kegiatan dalam rangka
memperingati hari pelanggan nasional yang jatuh pada tanggal 4 September 2015, maka
dibuatlah program duta layanan Bank Woori Saudara dimana setiap Unit Bisnis
menunjuk dari salah satu karyawan/ti sebagai perwakilan untuk Duta Layanan.
Adapun tujuan dari dibuatnya program duta layanan tersebut adalah sebagai berikut:
i. Sebagai salah satu bentuk campaign service dalam rangka meningkatkan
awareness nasabah maupun calon nasabah terhadap Bank Woori Saudara.
ii. Sebagai simbol pemberian layanan prima dari Bank Woori Saudara terhadap
setiap nasabah yang datang ke unit bisnis Bank Woori Saudara maupun
masyarakat yang berada di area sekitar unit bisnis dengan memberikan gimmick
dan flyer.
2. Mewujudkan Pembayaran Manfaat Asuransi TNI-POLRI Berbasis Teknologi Informasi Pada hari
Senin, 28 Desember 2015 PT ASABRI (Persero) dan Bank Woori Saudara (BWS) telah
merealisasikan kerjasama pembayaran manfaat asuransi berbasis Teknologi Informasi yang
dinamakan program Aplikasi Santunan (APSAN). Saat ini baru satu Bank BUMN yang telah
bekerjasama dengan PT ASABRI (Persero) untuk melakukan pembayaran manfaat asuransi.
BWS dengan APSAN-nya, telah menjadi Bank Swasta Tbk pertama yang bekerjasama dengan
ASABRI untuk melakukan pembayaran manfaat asuransi.
a. Bantuan Infrastruktur dan Bedah Rumah Dalam Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 47 tahun 2012 Pasal 3 tentang Tanggung Jawab Sosial dan lingkungan
Perseroan terbatas menjelaskan tentang kewajiban CSR yang dilakukan dilingkungan
ataupun diluar lingkungan perseroan, Bank Woori Saudara ikut serta dalam pembangunan
infrastruktur masyarakat dilingkungan kantor Bank Woori Saudara. Bekerjasama dengan
KODIM 0609 Cimahi, KODIM 0607 Sukabumi, ASABRI, Bank Woori Saudara telah
menggulirkan dana sebesar Rp50.000.000 untuk pembangunan infrastruktur atau bedah
rumah masyarakat.
b. Evaluasi Kepuasan Nasabah, yaitu: Kegiatan yang dilakukan oleh Team Departement
service Quality dengan menggunakan metode survey kepuasan nasabah terhadap seluruh
produk dan layanan Bank Woori Saudara di setiap Unit Bisnis
c. Cross Visit, yaitu Kegiatan yang dilakukan dengan cara mendatangi langsung ke setiap
Unit Bisnis dengan pendekatan kuantitatif yaitu dengan cara metode pengumpulan data
face to face interview terhadap frontliner yang ada di setiap Unit Bisnis, yang bertujuan
untuk mengetahui sejauh mana standard layanan sudah di implementasikan oleh unit
bisnis terhadap layanan kepada nasabah.
d. Program mystery calling merupakan bentuk penilaian untuk mengetahui apakah seluruh
unit bisnis sudah menjalankan ketentuan berkaitan dengan etika bertelepon terhadap
nasabah Bank Woori Saudara.

Implementasi Number of Buyers pada Bank Woori Saudara


1. Treasury Bank Woori Saudara menyediakan produk treasury kepada nasabah perorangan dan
nasabah perusahaan, dimana transaksi dapat dilakukan secara langsung melalui kantor pusat
dan melalui jaringan kantor cabang pembantu. BWS juga memberikan layanan informasi
terkini mengenai nilai tukar uang melalui SMS setiap hari.
Produk treasury yang tersedia adalah: Today Transaction (TOD), Spot dan SWAP. BWS
menyediakan transaksi penjualan atau pembelian suatu mata uang terhadap mata uang
lainnya yang tanggal penyerahannya atau penerimaan dananya dilaksanakan pada hari yang
sama (TOD), dua hari kemudian (Spot) dan SWAP.
2. Komposisi pemegang saham kurang dari 5% (per 31 Desember 2015) adalah dimiliki
masyarakat sebesar 7,46% atau dengan jumlah saham yaitu 378.587.313 lembar saham.

Pada tanggal 9 Januari 2015, terjadi perubahan komposisi Pemegang Saham yang diakibatkan
karena adanya pembelian saham milik pemegang saham publik yang telah menyatakan
kehendak untuk menjual sahamnya sehubungan dengan Penggabungan Usaha (merger)
antara PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk dan PT Bank Woori Indonesia oleh Woori Bank
Korea dan PT Medco Intidinamika.
3. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilaksanakan pada tanggal 21 April
2010. Pemegang saham Bank telah menyetujui untuk memberikan hak opsi pembelian saham
baru Bank kepada karyawan Bank melalui program Employee Stock Option Plan (ESOP) dan
kepada Manajemen Bank melalui program Management Stock Option Plan (MSOP) yang
memenuhi persyaratan dengan jumlah sebanyak-banyaknya 10% dari keseluruhan modal
disetor atau sejumlah 225.000.000 lembar saham. Pelaksanaan program ESOP/MSOP
dilakukan melalui penerbitan saham baru Bank sejumlah 225.000.000 lembar saham dengan
harga Rp247 per saham. Program ESOP/ MSOP dilaksanakan dalam 4 (empat) tahap, yaitu
Tahap 1 terdiri dari 22.500.000 lembar saham, Tahap 2 terdiri dari 45.000.000 lembar saham,
Tahap 3 dan Tahap 4 masing-masing terdiri dari 67.500.000 dan 90.000.000 lembar saham.
Melalui program ESOP dan MSOP tersebut, terjadi penambahan modal disetor Bank menjadi
sebesar Rp231.637.300.000,.
Pemegang Saham
Shareholders
A. Modal Dasar Authorized Capital
B. Modal Ditempatkan dan Disetor
Issued and Paid-in Capital
1. Woori Bank Korea
2. Ir. H. Arifin Panigoro
3. PT Medco Intidinamika
4. Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan
Disetor Total Issued and Paid-up
Capital
C. Saham dalam Portepel Treasury
Shares

Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp100) Persentase


Total Shares
Nominal Value (Rp100)
(%)
15.000.000.000
1.500.000.000.000

3.754.701.359
631.785.585
307.282.403
378.587.313
5.072.356.660

375.470.135.900
63.178.558.500
30.728.240.300
37.858.731.300
507.235.666.000

9.927.643

.340 992.764.334.000

74,02
12,46
6,06
7,46
100,00

a. Terlihat pada catatan laporan keuangan BWS, penggunan produk DPK valas mengalami
peningkatan pada produk tabungan dan deposito, penurunan terjadi pada produk giro, kondisi ini
cukup baik dalam proses pengembangan bisnis pada valuta asing.
Volume of Buyers
1. Sensitivitas harga: Pembeli akan lebih sensitif terhadap produk diferensiasi dan perubahan biaya
ketika berbiaya rendah.

2. Kemampuan Relatif Menawar: Dalam pasar monopoli terdapat kemampuan menawar rendah
dari pembeli, dan di pasar yang baik terdapat kemampuan menawar tinggi dari pembeli. Pada
akhirnya hal ini akan tergantung pada jumlah pembeli relatif terhadap jumlah penjual, serta
ukuran setiap pembeli.
Ancaman Pembeli
Pembeli yang sangat kuat adalah ancaman bagi perusahaan ketika mereka bersikeras pada harga
rendah atau kualitas tinggi dan pelayanan dari pemasok mereka. Harga rendah dapat mengancam
kestabilan penghasilan perusahaan. Kualitas yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya perusahaan.
Pemimpin biaya bisa mendapati penghasilan mereka dikurangi oleh ancaman pembeli dan tetap mendapat
penghasilan normal atau diatas normal. Perusahaan ini juga dapat menyerap biaya yang lebih besar dari
peningkatan kualitas atau pelayanan dan bisa tetap memiliki keuntungan biaya dari persaingan mereka.
Dimana pembeli lebih suka membeli produk dengan harga serendah mungkin. Hal ini
mengakibatkan industri dapat memperoleh pengembalian (laba) serendah mungkin. Pembeli akan
menuntut kualitas yang lebih tinggi, pelayanan yang lebih baik serta harga yang murah, dimana hal ini
mendorong persaingan antar perusahaan dalam suatu industri.
Implementasi Volume of Buyers Pada Bank Woori Saudara
1. Keberhasilan Bank Woori Saudara yang tumbuh secara agresif di tahun 2015 merupakan buah
dari sinergi antar semua elemen Perusahaan demi hasil yang terbaik. Merger Bank mendatangkan
iklim usaha yang positif karena hasil sinergi membuahkan kebijakan strategi yang tepat sasaran
dan berjalan harmonis. Kesuksesan performa Bank Woori Saudara tak lepas dari perpaduan dua
kultur usaha yang memiliki visi yang sama terhadap kemajuan Bank dalam menyambut masa
depan yang penuh tantangan.
2. Kegiatan usaha Bank Woori Saudara berjalan sinergis dengan mempertahankan segmen usaha
yang sudah ada seperti kredit pensiunan, kredit pegawai, dan lainnya, dan mulai merambah secara
agresif di segmen tabungan. Peningkatan total kredit pada segmen korporasi dan konsumer juga
berjalan sinergis dengan meningkatnya segmentasi produk tabungan yang didukung dengan
infrastruktur TI terkini. Perpaduan dua kultur budaya kerja antara Indonesia dan Korea menjadi
tulang punggung segenap insan Perusahaan dalam berkarya demi meraih kesuksesan Bank. Bank
juga senantiasa menjaga konsistensi layanannya yang prima baik berupa produk maupun jasa
dalam rangka mewujudkan cita-cita untuk menjadi Bank dalam kategori 20 teratas di Indonesia.
3. Fasilitas Kredit
Produk Perkreditan Bank Woori Saudara terbagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu:
1. Pinjaman Korporasi
2. Personal Loan
3. Pembiayaan lain
Jumlah fasilitas kredit (bruto) yang disalurkan Bank pada tahun 2015 mencapai Rp13,96 triliun
dimana KUPEN masih merupakan produk unggulan. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar
21,72% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp11,47 triliun. Peningkatan
volume kredit khususnya pada Kupen dengan pertumbuhan sebesar Rp1,5 triliun dimana
komposisi terbesar ada pada segmen market pensiunan usia muda. Hal tersebut dilakukan sebagai
strategi untuk menjaring pensiunan baru yang dimulai dengan memberikan pelayanan sebagai
kantor bayar pensiun di BWS. Dengan meningkatnya volume kredit tentunya tetap
memperhatikan dan menjaga kualitas kredit dengan cara lebih selektif dalam mendapatkan kredit
dan monitoring kredit yang dilakukan oleh semua Unit Bisnis lebih ditingkatkan.
4. Layanan Remitensi InternasIonal Sebagai wujud komitmen BWS untuk senantiasa memberikan
layanan terbaik bagi kebutuhan nasabahnya, khususnya di bidang remitansi internasional, BWS
banyak didukung oleh bank-bank koresponden di berbagai negara yang memfasilitasi layanan
remitansi internasional. Khusus untuk layanan remitansi tunai dimana BWS bekerjasama dengan

perusahaan penyedia jasa remitansi internasional seperti Western Union, beberapa strategi yang
telah dilakukan untuk peningkatan transaksi :
1. Memperluas jaringan dengan bekerjasama dengan beberapa perusahaan, BPR dan koperasi
yang berada di daerah-daerah potensi TKI.
2. Melakukan promosi dengan memberikan souvenir ataupun sembako terutama pada saat-saat
tertentu seperti di bulan Ramadhan, Hari Raya Keagamaan ataupun pada acara-acara
perayaan di daerah.
5. Prospek Perusahaan Salah satu strategi bisnis untuk mendukung pengembangan usaha BWS
adalah bekerjasama dengan institusi pemerintah dan BUMN yang memiliki potensi yang sangat
besar karena :
1. Aset institusi pemerintah dan BUMN memiliki nilai yang cukup besar sehingga diperlukan
mitra dalam pengelolaan kegiatan usahanya.
2. Hampir semua institusi pemerintah dan BUMN memiliki anak perusahaan dan dana pensiun
yang memiliki potensi yang tinggi.
3. Jumlah institusi pemerintah di Indonesia saat ini mencapai 119 perusahaan dan merupakan
pangsa pasar yang cukup besar
The bargaining power of suppliers
Implementasi Switching Cost pada Bank Woori Saudara
1. Sejalan dengan Rencana Kerja Taktis Penerapan Teknologi Informasi (TI) untuk: Pengembangan
Single Core Banking System (WGSS) secara bertahap, sebagaimana tercantum dalam Rencana
Bisnis Bank (2015-2017), Bank telah menjalin kerjasama dengan beberapa instansi terkait
pengembangan sistem dan persiapan infrastruktur.
2. Salah satu perjanjian yang signifikan adalah sehubungan dengan Perjanjian Proyek
Pembangunan Sistem Perbankan Bank Woori Saudara yang baru antara Bank dengan PT
Electronic Data Systems Indonesia, tertanggal 15 Oktober 2015. Jangka waktu proyek mulai
tanggal 15 Oktober 2015 sampai dengan 15 September 2016.
Implementasi Differentiation pada Bank Woori Saudara
1. Pada hari Senin, 28 Desember 2015 PT ASABRI (Persero) dan Bank Woori Saudara (BWS)
telah merealisasikan kerjasama pembayaran manfaat asuransi berbasis Teknologi Informasi
yang dinamakan program Aplikasi Santunan (APSAN). Saat ini baru satu Bank BUMN yang
telah bekerjasama dengan PT ASABRI (Persero) untuk melakukan pembayaran manfaat
asuransi. BWS dengan APSAN-nya, telah menjadi Bank Swasta Tbk pertama yang
bekerjasama dengan ASABRI untuk melakukan pembayaran manfaat asuransi.
Untuk membangun atau mengubah sistem sangatlah sulit dan juga memiliki kemudahan
untuk nasabah (ASABRI) dalam mengoperasikan sistem tersebut.
Implementasi Importance of Product for Costs and Quality pada Bank Woori Saudara
Merealisasikan penambahan kantor fokus bisnis Funding di Jakarta dan Bandung.
Mengembangkan program payroll dengan target market perusahaan-perusahaan Korean
Program promosi kepada Korean community, meliputi: gathering, pemasangan iklan di media
cetak, brosur dan exhibition.
4. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan Divisi Sistem & Teknologi untuk
mengembangkan produk dan layanan yang berbasis teknologi.
5. Memperluas jaringan dengan bekerjasama dengan beberapa perusahaan, BPR dan koperasi yang
berada di daerah-daerah potensi TKI.

1.
2.
3.

Implementasi Number for Suppliers pada Bank Woori Saudara

Bank Woori Saudara telah melakukan integrasi pada seluruh aspek utama perusahaan yang
meliputi corporate identity, struktur organisasi dan kebijakan internal. Sejalan dengan hal itu,
pada tahun 2015 Bank Woori Saudara mulai melakukan pengembangan single platform core
banking system, yang dinamakan Woori Global Standard System (WGSS), yang diharapkan dapat
diimplementasikan pada pertengahan tahun 2016. Melalui integrasi sistem tersebut akan semakin
meningkatkan kualitas pengendalian risiko operasional sekaligus memperkuat daya saing dan
posisi Bank Woori Saudara di perbankan Indonesia.

Implementasi Volume for Suppliers pada Bank Woori Saudara


1. Persaingan bank dalam memberikan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) semakin tinggi,
namun BWS mampu meningkatkan simpanan nasabahnya.
Simpanan nasabah Bank terdiri dari giro, tabungan dan deposito berjangka. Sepanjang 2015
dan 2014 terdapat perubahan bunga efektif rata-rata dalam mata uang Rupiah. Jumlah
simpanan nasabah naik sebesar 26,91% menjadi Rp14,35 triliun. Kenaikan tersebut
disebabkan oleh kenaikan deposito berjangka sebesar 27,37% dari Rp8,37 triliun pada 2014
menjadi Rp10,67 triliun pada 2015.
2. Hubungan kerjasama dengan institusi pemerintah, termasuk BUMN, seperti:
a. ASABRI, kerjasama sebagai mitra pembayaran atas pensiun dan klaim asuransi ASABRI
serta memberikan kredit kepada pensiunan TNI dan kepolisian yang telah menjadi
anggota ASABRI.
b. TASPEN, kerjasama sebagai mitra pembayaran pensiun serta memberikan kredit kepada
pensiunan pegawai negeri sipil anggota Taspen.
c. ASEI, kerjasama sebagai mitra pembiayaan/penjaminan terhadap nasabah-nasabah ASEI
atau nasabah Bank Woori Saudara yang membutuhkan penjaminan dari ASEI.
d. ASKRINDO, kerjasama sebagai mitra pembiayaan/ penjaminan terhadap nasabahnasabah ASKRINDO atau nasabah Bank Woori Saudara yang membutuhkan penjaminan
dari ASKRINDO.
e. Indonesia Exim Bank, kerjasama dalam pembiayaan maupun jaminan atas nasabah
ekspor dan juga kerjasama dalam memenuhi kebutuhan likuiditas dalam pasar uang antar
bank.
f. Bank-Bank BUMN, seperti Bank Mandiri, BNI dan BRI, kerjasama dalam kegiatan pasar
uang antar bank dan korespondensi dalam rangka penerusan transaksi jasa pembiayaan
perdagangan.