Anda di halaman 1dari 17

STASE OBSTETRI & GINEKOLOGI

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH R. SYAMSUDIN, SH


SUKABUMI
CASE REPORT
ABORTU INSIPIENS

Oleh :
Nama

: Aldila

NIM

: 2011730120

NIDM

: 23.16 860 2011

Pembimbing : dr. Muttawakil J Paransa, Sp. OG

Program Studi Kedokteran


Fakultas Kedokteran dan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2015

Kata Pengantar

Assalammualaikum Wr. Wb

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
hidayah kepada kita semua, sehingga berkat Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan
Case Report Abortus Insipiens Stase Obstetri dan Ginekologi RSUD R. SYAMSUDIN, SH
SUKABUMI JAWA BARAT.
Dalam penyusunan tugas, penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan Laporan Reading sehingga penulis dapat
menyelesaikan penyusunan tugas ini terutama kepada yang terhormat: dr. Muttawakil J Paransa,
Sp. OG, selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan serta bantuan kepada penulis.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun kepada pembaca
umumnya. Penulis mengakui masih banyak kekurangan dalam tugas ini baik dari segi isi maupun
cara penulisan. Oleh sebab itu, penulis menerima kritik dan saran dari semua pihak agar tugas ini
dapat disempurnakan menjadi lebih baik.

Wassalammuaalaikum Wr. Wb

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

Definisi
Abortus adalah berakhirnya kehamilan pada umur kehamilan < 20 minggu (berat janin < 500
gram) atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan. Abortus dapat dibagi
atas dua golongan yaitu abortus spontan dan abortus provokatus. Abortus spontan adalah abortus
yang terjadi secara spontan tanpa penyebab yang jelas (miscarriage). Abortus buatan adalah
abortus yang terjadi akibat intervensi tertentu yang bertujuan untuk mengakhiri proses kehamilan
(pengguguran, aborsi, abortus provokatus)
Klasifikasi
Klasifikasi abortus adalah sebagai berikut :
1. Abortus imminens
2. Abortus insipiens
3. Abortus inkomplit
4. Abortus komplit
5. Abortus tertunda
6. Abortus habitualis
Abortus Insipiens
Adalah abortus yang sedang berlangsung, ditandai oleh perdarahan ringan atau sedang
disertai kontraksi rahim dan akan berakhir sebagai abortus komplit atau inkomplit. Gejala klinis
dari abortus insipiens sebagai berikut :
Anamnesis : perdarahan dari jalan lahir disertai nyeri/kontraksi rahim.
Pemeriksaan dalam : ostium terbuka, buah kehamilan masih dalam rahim, ketuban utuh dan
dapat menonjol
Tatalaksana dari abortus insipiens dapat dilakukan :
a. Evakuasi dengan terminasi kehamilan
b. Pemberian uterotonika pasca evakuasi
3

c. Pemberian antibiotika selama 3 hari

BAB II
LAPORAN KASUS

IDENTITAS
1.1
Identitas Pasien
Nama

: Ny. Sri Dewi Rahayu

Usia

: 29 tahun

Pendidikan

: SMP

Pekerjaan

: Karyawan Swasta

Agama

: Islam

Suku

: Sunda

Kewarganegaraan

: WNI

Alamat

: Babakan Cirumput RT 02 RW 07 Kelurahan Bojong

Sawah Kecamatan Kebon Pedes Kabupaten Sukabumi

1.2

No rekam medis

: A 255760

Tanggal Masuk RS

: 06-08-15

Jaminan

: Jamsostek

Identitas Suami Pasien


Nama Suami

: Tn. Anwar

Usia

: 35 tahun

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: Buruh

Agama

: Islam
5

Suku

: Sunda

Kewarganegaraan

: WNI

Alamat

: Babakan Cirumput RT 02 RW 07 Kelurahan Bojong

Sawah Kecamatan Kebon Pedes Kab. Sukabumi

II

ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Perdarahan banyak dari jalan lahir sejak 14 hari yang lalu
Riwayat Penyakit sekarang:
G3P2A0 datang sendiri ke IGD Kebidanan RSUD R. Syamsudin, SH dengan keluhan
perdarahan dari jalan lahir sejak 14 hari yang lalu SMRS. Perdarahan sebanyak 6 kali
ganti pembalut dalam sehari. Keluhan disertai rasa sakit di bagian perut bawah dan mules
mules seperti ingin melahirkan. Pasien mengaku sedang hamil 11 minggu.
Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien tidak pernah mengalami keluhan perdarahan sebelumnya,


Riwayat Penyakit Kronik :
Riwayat hipertensi disangkal, riwayat trauma disangkal, riwayat asma disangkal, riwayat
kencing manis disangkal, riwayat

jantung disangkal, riwayat operasi sebelumnya

disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada keluarga pasien mengalami keluhan seperti di atas
Riwayat Menstruasi :
Menarche

: usia 17 tahun

Siklus

: 28 hari

Durasi Haid

: 7-8 hari
6

Dismenorea

: ada saat hari pertama haid

HPHT

: 07 Juni 2015

Taksiran Persalinan

: 14 Maret 2016

Riwayat pernikahan :
Pasien menikah 1 kali. Masih menikah dengan suami sekarang sudah 11 tahun.
Riwayat Kontrasepsi :
Pasien pernah menggunakan kontrasepsi sebelumnya. Kontrasepsi yang digunakan jenis
suntik.
Riwayat Obstetri :
Hami

Usia

Cara

Tempat

Penolon

Penyuli

BBL

l ke

kehamila

Persalinan

lahir

(gram

n
1
2

III

L
L

9 tahun
11 bulan

)
Spontan

Praktek

Pervaginam

Bidan

Spontan

Praktek

Pervaginam

Bidan

Bidan

3000

Bidan

3000

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan Umum

: Sakit sedang

Kesadaran

: Komposmentis

Tanda Tanda Vital


Tekanan Darah

: 120/70 mmHg

Frekuensi Nadi

: 84 x/menit, irama nadi teratur, regular, kualitas cukup

Frekuensi Nafas

: 20 x/menit, regular, eupneu, normal


7

Suhu

: 36,5 C (aksilla)

Antropometri
Tinggi Badan

: - cm

Berat Badan

: 44 kg

Pemeriksaan Fisik Umum


Kepala

: normocephali, deformitas (-)

Wajah

: simetris

Mata : Konjungtiva anemis -/- Sclera ikterik -/-, cekung -/Mulut : Mukosa oral basah
Leher

: Tidak teraba massa, pembesaran KGB (-)

Thorax

Jantung

: Bunyi jantung I & II regular, gallop (-), murmur (-)

Pulmo

: Buyi nafas vesikuler +/+, ronkhi -/-, wheezing -/-

Mammae

: Hiperpigmentasi aerola -/-, retraksi putting -/-

Abdomen

Inspeksi

: tampak cembung, linea nigra (-), striae gravidarum (-)

Auskultasi

: Bising usus (+) normal

Palpasi

: cembung, tegang, nyeri tekan (-)

Perkusi

: timpani

Ekstremitas :
Superior

: Edema (-/-), Akral hangat (+/+), RCT < 2 detik (+/+)

Inferior

: Edema (-/-), Akral hangat (+/+), RCT < 2 detik (+/+)

Pemeriksaan Obstetrik

Pemeriksaan Luar

Pemeriksaan Dalam

IV

TFU : tidak teraba


Perdarahan : sedikit

v/v tidak ada kelainan


portio kuncup
ada pembukaan 1 jari
perdarahan (+)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium
Tanggal 06 Agustus 2015
Pemeriksaan

Nilai

Unit

Normal

Hemoglobin

12,6

g/dL

12 14

Leukosit

12.400

/l

4.000 10.000

Hematokrit

37

37 47

Eritrosit

4,5

Juta/L

3,8 5,2

Trombosit

185.000

/L

150.000 450.000

MCV

82

fL

80 100

MCH

28

Pg

26 34

MCV

35

g/dL

32 36

Darah Rutin

Indeks Eritrosit

Urine
Test Kehamilan
V

Positif

RESUME

Wanita 29 tahun G3P2A0 datang dengan keluhan perdarahan per vaginam sejak 14 hari
SMRS. Perdarahan sebanyak 6x ganti pembalut dalam sehari. Keluhan disertai rasa sakit di
bagian perut bawah dan rasa mules mules seperti ingin melahirkan.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan KU: sakit sedang, kesadaran compos mentis, tanda
vital stabil, status gizi baik, TFU tidak teraba, PD v/v tak, portio kuncup, ada pembukaan 1 jari,
Lab : Hb 12,6, Leukosit 12.400, tes kehamilan (+)

VI

DIAGNOSA KERJA
Ny SDR, 29 tahun G3P2A0 Gravida 11 minggu dengan Abortus Insipiens

VII DIAGNOSA BANDING


Ny SDR, 29 tahun G3P2A0 Gravida 11 minggu dengan Abortus Tertunda
VIII SARAN
Informed consent tentang keadaan pasien pada pasien atau keluarga pasien serta rencana
kuretase

IX

TATALAKSANA
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Pasang IVFD RL
Pemberian misoprostol 1 tablet
Pemberian uterotonika 2 ampul Oksitosin : 1 ampul Metilergometri
Kuretase
Cek darah rutin post kuretase
Antibiotik : Cefadroxil 2x1 tab
Analgetik : Asam Mefenamat 3x1 tab
Uterotonika : Bledstop (Metilergometrin) 3x1 tab

LAPORAN OPERASI
a. Ruang Operasi : VK
b. Waktu :
Mulai Operasi : 11.00
Selesai Operasi : 11.10
Lama Operasi : 10 menit
c. Indikasi Operasi : Abortus Insipiens
d. Diagnosa :
10

Pra Bedah : Abortus Insipiens


Pasca Bedah : Abortus Komplit
e. Jenis Operasi : Kuretase
f. Posisi Penderita : Lithotomi
g. Temuan saat Operasi :
Ada aseptic dan antiseptic vulva, vagina dan perineum
Dilakukan anatesi local pada portio di jam 11
Pengukuran uterus dengan sonde sepanjang 11 cm
h. Laporan Jalannya Operasi :
Dilakukan kuretase searah jarum jam dengan sendok kuret no 6

XI

5 gram
Perdarahan sekitar 30 cc
Isi janin abortus

DIAGNOSA AKHIR
P2A1 Post Kuretase Abortus Komplit atas indikasi Abortus Insipiens

XII PROGNOSIS
Quo ad vitam dubia ad bonam
Quo ad functionam dubia ad bonam
Quo ad sanationam ad bonam
XIII

FOLLOW UP DI MP

Tanggal
06 Agustus 2015

Subject
Perdarahan

(+)
mules (+)

Object
KU: sakit sedang
KS: Composmentis

Assessment
Planning
G2P2A0 dengan Cek Lab
Abortus
Insipiens

Tanda Vital :

Suhu: 36,9

Nadi: 84 x/m
Pernapasan: 22 x/m
TD: 90/60 mmHg

Status Gizi :

BB: 44 kg
TB: 150 cm

Darah

Rutin
Pro Kuretase
Citostol 1 tab

Lab:

Hb: 12,6
Leukosit: 12.400
Ht: 37
Eritrosit: 4,5 juta
MCV: 82
MCH: 28
MCHC: 35
11

Trombosit:

185.000
Tes kehamilan: (+)

G2P2A0 dengan

Abortus

Pro kuretase
Cek darah rutin

Insipiens

post kuretase
Cefadroxil 2x1 tab
Asam Mefenamat

Abdomen :

Inspeksi:

lembut
Auskultasi: BU (+)

normal
Palpasi: nyeri tekan

(+)
Perkusi: timpani

datar,

Status Obstetri :

TFU: belum teraba


HIS: (-)
Pem. Dalam : v/v
t.a.k, portio kuncup,
tidak

07 Agustus 2015

Perdarahan

banyak (+)
mules (+)
lemas (+)
pusing (+)

ada

pembukaan
KU: sakit sedang
KS: komposmentis

Tanda Vital :

Suhu: 36,8

Nadi: 80 x/m
TD: 90/60 mmHg
Pernapasan: 20 x/m

3x1 tab
Bledstop 3x1 tab
Drip

oxytocin

metergin = 2:1 di RL
dengan kecepatan 30

Abdomen :

gtt/menit

Inspeksi:

lembut
Auskultasi: BU (+)

normal
Palpasi: nyeri tekan

(+)
Perkusi: timpani

datar,
Lab:

Hb: 11,1
Leukosit: 14.200
Ht: 33
Eritrosit: 4,0 juta
MCV: 82
MCH: 28
12

Status Obstetri :

MCHC: 34
Trombosit:
158.000

TFU: belum teraba


HIS: (-)
Pem. Dalam : v/v
t.a.k, portio kuncup,
tidak

08 Agustus 2015

Bercak
perdarahan

(+)
mules (-)

ada

pembukaan
KU: sakit sedang
KS: komposmentis

Tanda Vital :

post
kuretase abortus

Cefadroxil 2x1 tab


Asam Mefenamat

komplit

3x1 tab
Bledstop 3x1 tab

P2A1

a/i

perdarahan

Suhu: 36,6

pervaginam

Nadi: 86 x/m
TD: 110/70 mmHg
Pernapasan: 23 x/m

abortus insipiens

e.c

Abdomen :

Inspeksi:

lembut
Auskultasi: BU (+)

normal
Palpasi: nyeri tekan

(+)
Perkusi: timpani

datar,

13

BAB III
PEMBAHASAN
Definisi
Abortus adalah berakhirnya kehamilan pada umur kehamilan < 20 minggu (berat janin <
500 gram) atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan. Abortus dapat
dibagi atas dua golongan yaitu abortus spontan dan abortus provokatus. Abortus spontan adalah
abortus yang terjadi secara spontan tanpa penyebab yang jelas (miscarriage). Abortus buatan
adalah abortus yang terjadi akibat intervensi tertentu yang bertujuan untuk mengakhiri proses
kehamilan (pengguguran, aborsi, abortus provokatus)
Klasifikasi
Klasifikasi abortus adalah sebagai berikut :
a. Abortus imminens
Adalah abortus yang mengancam, di tandai oleh perdarahan bercak dari jalan lahir
dapat disertai nyeri perut bawah yang ringan, buah kehamilan masih mungkin
berlanjut atau dipertahankan. Gejala klinis sebagai berikut :
Anamnesis : perdarahan sedikit dari jalan lahir, nyeri perut tidak ada atau ringan
Pemeriksaan dalam : fluksus sedikit dan ostium uteri tertutup
Pemeriksaan penunjang :
USG, hasilnya dapat ditemukan :
a) Buah kehamilan masih utuh, ada tanda kehidupan janin
b) Meragukan (kantong kehamilan masih utuh, pulsasi jantung masih belum jelas
Terapi :
a) Bila kehamilan utuh, ada tanda kehidupan janin :
Rawat jalan
Tidak diperlukan tirah baring total
Anjurkan tidak melakukan aktivitas berlebihan atau hubungan seksual
b) Bila hasil USG meragukan, ulangi pemeriksaan USG 1 2 minggu kemudian
c) Bila hasil USG tidak baik : evaluasi tergantung umur kehamilan
b. Abortus insipiens
Adalah abortus yang sedang berlangsung, ditandai oleh perdarahan ringan atau
sedang disertai kontraksi rahim dan akan berakhir sebagai abortus komplit atau
inkomplit. Gejala klinis dari abortus insipiens sebagai berikut :
Anamnesis : perdarahan dari jalan lahir disertai nyeri/kontraksi Rahim.
14

Pemeriksaan dalam : ostium terbuka, buah kehamilan masih dalam Rahim,


ketuban utuh dan dapat menonjol
Terapi :
a) Evakuasi dengan terminasi kehamilan
b) Pemberian uterotonika pasca evakuasi
c) Pemberian antibiotika selama 3 hari

c. Abortus inkomplit
Adalah sebagian buah kehamilan telah keluar melalui kanalis servikalis dan masih
terdapat sisa konsepsi dalam rongga rahim. Abortus inkomplit sering berhubungan
dengan aborsi/abortus yang tidak aman. Oleh karena itu, periksa tanda tanda
komplikasi yang mungkin terjadi akibat abortus provokatus seperti perforasi, tanda
tanda infeksi atau sepsis.
Anamnesis : perdarah dari jalan lahir, biasanya banyak. Nyeri kontraksi Rahim

ada. Bila perdarahan banyak, terjadi syok.


Pemeriksaan dalam : ostium uteri terbuka, teraba sisa jaringan buah kehamilan
Terapi :
a) Bila ada syok, atasi dulu syok (perbaikan KU)
b) Evakuasi dengan terminasi kehamilan
c) Pemberian uterotonika/metilergometrin
d) Pemberian antibiotika berspektrum luas selama 3 hari

d. Abortus komplit
Seluruh buah kehamilan telah keluar dari rongga rahim melalui kanalis servikalis
secara lengkap.
Anamnesis : perdarah dari jalan lahir sedikit, pernah keluar buah kehamilan.
Pemeriksaan dalam : ostium biasanya tertutup, bila ostium terbuka teraba rongga

uterus kosong
Terapi :
a) Pemberian antibiotika selama 3 hari
b) Pemberian uterotonika

e. Abortus tertunda
Tertahannya (retensi)

hasil konsepsi yang telah mati dalam rahim selama 8

minggu atau lebih. Kematian janin dan belum dikeluarkan dari dalam rahim selama 8
minggu atau lebih.
Anamnesis : perdarahan dapat ada atau tidak.
Pemeriksaan : fundus uteri lebih kecil dari usia kehamilan
Pemeriksaan penunjang :
a) USG : terdapat tanda janin mati
15

b) Lab : Hb, trombosit, fibrinogen, waktu perdarahan, waktu pembekuan, waktu

protombin.
Terapi :
a) Evakuasi pada umumnya kanalis servikalis dalam keadaan tertutup, sehingga
perlu tindakan dilatasi; hati hati karena pada keadaan ini biasanya plasenta
bisa melekat sangat erat sehingga prosedur kuretase lebih sulit dan berisiko
tidak bersih/perdarahan pasca evakuasi
b) Pemberian uterotonika pasca evakuasi
c) Antibiotika selama 3 hari

f. Abortus habitualis
Abortus spontan yang berlangsung berurutan sebanyak 3 kali atau lebih.
g. Abortus infeksiosa/febrilis
Abortus yang disertai infeksi, biasanya ditandai rasa nyeri dan febris
Anamnesis : waktu masuk rumah sakit mungkin disertai syok septik. Tanyakan
kemungkinan abortus provokatus dan cari tanda tanda komplikasi yang dapat

menyertainya (perforasi, peritonitis)


Pemeriksaan : ostium uteri umumnya terbuka dan teraba sisa jaringan, baik rahim
maupun adneksa terasa nyeri pada perabaan, fluksus berbau.
Terapi :
a) Perbaikan keadaan umum (pasang infus atau transfuse darah, bila perlu), atasi
syok septik bila ada
b) Posisi Fowler
c) Antibiotika yang adekuat (berspektrum luas, aerob dan anaerob dilanjutkan
dengan tindakan kuretase)
d) Uterotonika (metil ergometrin 0,2 mg IM)
e) Kuretase untuk mengevakuasi sisa jaringan dilakukan setelah 6 jam
pemberian antibiotic dan uterotonika parenteral

16

Daftar Pustaka

Permadi W. 2015. Buku Panduan Praktik Klinis Obstetri & Ginekologi. RSHS Bandung

17