Anda di halaman 1dari 5

BSC & STRATEGY MAP

Urutan BSC:
Financial Customer Internal Busines Processes Learning and Growth (finansial
membawa arah ke L&G yang lebih baik.

Balance Scorecard
Balance Scorecard mengukur kinerja organisasi berdasar empat persepektif strategi berbeda
namum saling berhubungan dengan visi, strategi, dan tujuan organisasi.
1. Keuangan, bagaimana cara pemegang saham kami mengukur kesuksesan?
2. Pelanggan, bagaimana mencapai visi kami untuk tujuan keuangan dan cara kami
menciptakan nilai untuk pelanggan?
3. Proses, pada proses mana kami harus sangat baik gar dapat memuaskan pelanggan
dan pemegang saham?
4. Pembelajaran dan pertumbuhan, apakah kemampuan karyawan, sistem informasi,
dan kemampuan organisasi yang dibutuhkan agar dapat terus memperbaiki proses dan
hubungan pelanggan?.
BSC harus memilik hubungan casual dan BSC harus sesuai dengan strategy map atau visi
dan misis sebuah perusahaan

Objective: peningkatan kualitas pelanggan


Measurement: tingkat kebutuhan, survey jumlah komplain
Strategic Initiatives: pelatihan karyawan, dll

Visi, Misi, dan Strategi


Sebelum memilih tujuan dan pengukuran kinerjanya, perusahaan terlebih dahulu membuat
pernyataan visi dan msi. Pernyataan singkat ini menjadi arah dan tujuan umu organisasi.
Pernyataan ini menginspirasi dan sering memotivasi karyawan mengenai peran positif apa
yang harus ditampilkan oleh karyawan dan diinginkan perusahaan dalam masyarakat.
1. Visi, pernyataan singkat yang mendefinisikan sasaran jangka menengah dan jangka
panjang (3-10 tahun) organisasi. Visi tersebut sebaiknya berorientasi kepada pasa
serta mengekspresikan bagaimana organisasi ingin dipersepsikan oleh dunia.
2. Misi, pernyataan internal yang singkat dan terfokus mengenai harapan organisasi
untuk bersaing dan menyampaikan nilai bagi pelanggan. Misi tersebut sering
menyatakan alasan keberadaan organisasi, tujuan dasar yang disasar aktivitas
organisasi, dan nilai yang memandu aktivitas karyawan.
Strategi, proses untuk menentukan arah yang harus dituju oleh perusahaan agar misinya
tercapai dan sebagai daya dorong yang akan membantu perusahaan dalam menentukan
produk, jasa, dan pasarnya di masa depan. Dalam menjalankan aktifitas operasional setiap
hari di perusahaan, para pemimpin dan manajer puncak selalu merasa bingung dalam
memilih dan menentukan strategi yang tepat karena keadaan yang terus menerus berubah..
Strategi punya 2 fungsi prinsipal: satu, membuat keunggulan kompetitif dengan
memposisikan perusahaan dalam lingkungan eksternal dimana ketika sumber daya internal
dan kapabiltasnya dapat mengantarkan sesuatu yang lebih kepada pelanggan dibandingkan
para peesaingnya. Kedua, tujuan yang jelas mempunyai arahan untuk pengalokasian
sumberdaya dan membuat semua unit organisasi unuk membuat keputusan dan
mengimplemntasikan kebijakan yang konsisten untuk mencapai keunggulan kompetitif.
Tujuan, Ukuran, dan Target
Ketika visi, misi, dan strategi perusahaan telah ditetapkan, tim manajemen senior memilih
pengukuran kinerja untuk menjadi spesifikasi yang diperlukan yang mampu membuat
pernyataan visi, misi, dan strategi menjadi lebih berarti dan dapat dilakukan oleh karyawan.

Poses pembuatan balance scorecard sebaiknya dimulai bukan dengan pengukuran melainkan
dengan pernyataan kata, yang disebut tujuan (objective), yang menjelaskan yang diusahakan
akan dicapai oleh perusahaan. Tujuan umumnya ditulis dalam frase tindakan dan juga
memasukkan cara hasl yang diinginkan. Dibawah ini adalah tujuan umum yang ditemukan
dalam keempat perspektif Balance Scorecard:
1. Menaikkan pendapatan melalui perluasan penjualan kepada pelanggan yang ada
(keuangan)
2. Menjadi berorientasi layanan (pelanggan)
3. Mencapai keunggulan dibidang pemenuhan pesanan melalui perbaikan proses yang
berkesinambungan (proses)
4. Menghubungkan insentif dan imbalan kerja karyawan dengan strategi (pembelajaran
dan pertumbuhan)
Ukuran (measures) menjelaskan bagaimana cara menentukan kesuksesan pencapaian tujuan.
Pengukuran menyediakan spesifikasi dan mengurangi ambiguitas yang lazim terjadi pada
pernyataan kata. Pengukuran yang dipilih juga menyediakan fokus yang jelas bagi karyawan
tentang bagaimana usaha perbaikan mereka akan dievaluasi. Karena itu, pengukuran adalah
alat yang kuat untuk mengkomunikasikan dengan jelas dan tanpa ambigu apa yang dimaksud
perusahaan terkait pernyataan tujuan, misi, dan visi strateginya.

Perspektif Finansial: harus mengandung tujuan dan pengukuran yang menggambarkan


pemgukuran kesukesan utama untuk perusahaan pencari laba.
Perspektif Pelanggan: harus mendeskripsikan bagaimana sebuah perusahaan bisa menarik,
mempertahankan dan mencari hubungan yang lebih mendalam dengan pelanggan, dan
mencari perbedaan dengan para kompetitor.

Perspektif Proses: mengidentifikasi operasi kritikal manajemen, manajemen pelanggan,


inovasi, dan regulsi serta sosial proses yang mana perusahaan harus unggul untuk mencapi
pelanggan, pertumbuhan pendapatan, dan tujuan profitability.
Perspektif Learning and Growth: identifkasi tujuan untuk orang-orang, teknologi
informasi, dan arah tujuan organisational yang akan mengantarkan improvement dalam
berbagai tujuan proses.
Balance Scorecard pada organisasi publik (nirlaba dan pemerintah)
Organisasi pubik merupakan organisasi yang didirikan dengan tujuan memberikan pelayanan
kepada masyarakat bukan mendapatkan keuntungan (profit). Organisasi ini bisa berupa
organisasi pemerintah dan organisasi nonprofit lainnya. Meskipun organisasi publik bukan
bertujuan mencari profit, organisasi ini dapat mengukur efektivitas dan efisiensinya dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu organisasi publik dapat menggunakan
balanced scorecard dalam pengukuran kinerjanya.
Untuk dapat memenuhi kebutuhan organisasi publik yang berbeda dengan organisasi bisnis,
maka sebelum digunakan ada beberapa perubahan yang dilakukan dalam konsep balanced
scorecard. Perubahan yang terjadi antara lain:
1. Perubahan framework dimana yang menjadi driver dalam balanced scorecard untuk
organisasi publik adalah misi untuk melayani masyarakat.
2. Perubahan posisi antara perspektif finansial dan perspektif pelanggan.
3. Perspektif customers menjadi perspektif customers & stakeholders.
4. Perubahan perspektif learning dan growth menjadi perspektif employess and
organization capacity.

Kelemahan Balance Scorecard


Setiap sistem pasti terdapat suatu kelemahan dan balanced scorecard merupakan
perkembangan baru dalam dalam suatu manajemen perusahaan yaitu sebagai sarana
pengukuran kinerja yang telah dicapai, dan harus kita sadari bahwa masih banyak
permasalahan yang belum dapat dipecahkan dengan balanced scorecard, misalnya :
1.
2.
3.
4.

Manajemen senior tidak berkomitmen.


Tanggung jawab scorecard tidak mengalir ke bawah.
Solusi dirancang berlebihan atau scorecard diperlakukan sebagai peristiwa satu kali.
Balance scorecard diperlakukan sebagai sistem atau proyek konsultasi.