Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah


Kabupaten Halmahera Timur merupakan salah satu kabupaten yang
berada di Maluku Utara. Sama halnya dengan kabupaten-kabupaten lain yang
berada di sekitarnya, kabupaten ini juga sedang melakukan perkembangan di
masa era globalisasi yang berada di berbagai sektor misalnya sektor ekonomi,
pendidikan, pariwisata, dan teknologi yang begitu pesat semenjak kabupaten ini
diresmikan hingga sekarang dan akan terus berkembang, hal ini mesti didukung
dengan adanya jaringan Jalan Raya sebagai prasarana transportasi darat yang
memegang peranan sangat penting dalam sektor perhubungan terutama untuk
kesinambungan distribusi barang dan jasa.
Keberadaan jalan raya sangat diperlukan untuk menunjang laju
pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya kebutuhan sarana
transportasi yang dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang merupakan
sentra produksi pertanian. Jalan Subaim Buli misalnya, jalan ini merupakan
akses utama untuk menghubungkan Kecamatan dan daerah-daerah terpencil di
kabupaten Halmahera timur dengan Ibu Kota Kabupaten.
Ditahun 2008 silam pembangunan jalan Subaim Buli dilaksanakan
dengan panjang total perencanaan yaitu sepanjang 35 km, dengan data
perencanaan yang diperlihatkan pada tabel berikut ini :

Tabel 1.1 Klasifikasi Perencanaan Jalan Subaim Buli tahun 2008

Sumber : SNVT Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasioanl (P2JN) Maluku Utara

Mengacu pada klasifikasi perencanaan awal yang ada pada tabel di atas,
jalan ini berfungsi sebagai sistem jaringan jalan yang mempunyai peranan
pelayanan jasa distribusi bagi masyarakat setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak
dekat dan kecepatan rata-ratanya rendah yaitu 20 30 km/jam. Akan tetapi
keberadaan jalan Subaim Buli yang dimana merupakan akses utama menuju
Kabupaten Halmahera Timur dilihat dari peranan pelayanan jasa distribusinya,
sistem jaringan jalan ini telah beralih fungsi dari lokal ke arteri atau jaringan jalan
yang melayani angkutan jarak jauh dengan kecepatan rata-rata tinggi yang berkisar
antara 40 70 km/jam dan berperan sebagai distribusi untuk pengembangan
semua wilayah di tingkat nasional dengan semua simpul jasa distribusi yang

kemudian berwujud kota, dengan adanya hal ini maka jumlah kualitas dan kwantitas
kendaraan makin meningkat, sehingga akan berdampak pada perkerasan jalan
yang menerima muatan sumbu terberat yang berlebihan dan juga penyebab
terjadinya kerusakan konstruksi jalan raya, langsung maupun tidak langsung
disebabkan oleh air yang erat hubungannya dengan hydrology dan sistem
drainase jalan.
Dari klasifikasi perencanaan awal jalan Subaim Buli terdapat beberapa
item yang tidak sejalan dengan tata cara perencanaan geometrik jalan antar kota
(TPGJAK) No : 038/T/BM/1997, tipe medan misalnya, mengacu pada kecepatan
rencana (VR) = 20 30 km/jam, jalan ini masuk pada klasifikasi tipe medan
pegunungan, sedangkan pada kemiringan medan dijelaskan bahwa kemiringan
medan dari jalan ini mencapai 3 25 %, jikalau bersandarkan pada tata cara
perencanaan geometrik jalan antar kota (TPGJAK) No : 038/T/BM/1997 kemiringan
medan dengan nilai 3 25 % merupakan klasifikasi tipe medan perbukitan dan > 25
% merupakan klasifikasi tipe medan pegunungan.
Ruas jalan Uni-uni merupakan salah satu ruas jalan yang berada pada
Jalan Subaim Buli, ruas jalan ini bernama uni-uni dikarenakan jalan ini berada di
gunung uni-uni Kabupaten Halmahera Timur atau tepatnya di STA 18 700 STA
29 600. Ruas jalan ini juga merupakan salah satu ruas jalan yang tertinggi atau
berkarakter medan pegunungan di jalan Subaim Buli. Di awal STA ruas jalan ini
atau tepatnya pada STA 18 700 memiliki ketinggian sebesar 278,2 meter dari
permukaan laut (mdpl), dan diakhir STA atau tepatnya pada STA 29 600 memiliki
ketinggian sebesar 108,4 meter dari permukaan laut (mdp), sedangkan ketinggian

yang paling tertinggi di ruas jalan ini berada di STA 29 600, dengan ketinggian
sebesar 538,7 meter dari permukaan laut (mdpl). Dengan berbedanya nilai
ketinggian tadi maka beda tinggi (H) dari medan ruas jalan Uni-uni sudah dapat
diketahui.
Mengacu pada hal ini dan beberapa faktor yang telah diuraikan diatas,
maka harus adanya peninjauan kembali untuk memikirkan pertimbanganpertimbangan

perencanaan,

diantaranya

pertimbangan

konstruksi

dan

pemeliharaan, beserta pertimbangan lingkungan, maka peneliti mengangkat judul


Tinjauan Desain Geometrik Jalan Subaim Buli Ruas Jalan Uni-uni
Kabupaten Halmahera Timur
1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka, proposal penelitian ini diarahkan
pada masalah yakni :
1. Bagaimana merencanakan geometrik jalan dengan karateristik tipe medan
pegunungan agar memperoleh jalan yang sesuai dengan fungsi dan kelasnya,
yang berpedoman pada Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota
Nomor : 038/T/BM/1997
2. Bagaimana merencanakan tebal perkerasan lentur yang di butuhkan jalan
tersebut menggunakan Petunjuk Tebal Perkerasan Lentur Jalan raya Dengan
Metode Analisa Komponen, SKBI 2.3.26.1987.UDC : 625.73 (02).
3. Berapa dimensi saluran tepi jalan menggunakan Tata Cara Perencanaaan
Drainase

1.3

Permukaan

Batasan Masalah

Jalan,

SNI 03-3424-1994

dan

referensi lain.

Untuk mempermudah dan memperjelas agar dapat memenuhi tujuan tugas


akhir ini, maka peneliti membatasi permasalahan yang ada pada hal-hal sebagai
berikut :
1. Merencanakan bentuk geometrik dari jalan kelas fungsi arteri
2. Merencanakan tebal perkerasan pada jalan tersebut
3. Perencanaan dimensi saluran tepi jalan
4. Umur rencana konstruksi adalah 10 tahun
5. Tidak membahas tentang gorong-gorong, dan hanya membahas tentang saluran
tepi jalan.
6. Tidak memperhitungkan analisa stabilitas lereng, analisa persimpangan, dan
perencanaan jembatan
7. Tidak memperhitungkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari hasil perhitungan
1.4

volume galian (Cut) dan volume timbunan (Fill)


Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini yaitu :
1. Dapat merubah geometrik jalan yang sudah ada, khususnya pada ruas jalan Uniuni sesuai dengan fungsi jalan dan tipe medan dari jalan tersebut, yaitu jalan
arteri luar kota dengan tipe medan pegunungan yang berpedoman pada Tata
Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota Nomor : 038/T/BM/1997.
2. Merencanakan tebal perkerasan lentur yang disesuaikan dengan keadaan
lapangan dan iklim, yang dapat mempengaruhi keadaan pembebanan daya
dukung tanah, beserta perkerasan yang terdapat pada ruas jalan ini, sehingga
dapat ditentukan tebal perkerasan yang ideal sampai dengan umur rencana
yang berpedoman pada Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan
Raya Dengan Metode Analisa Komponen SKBI-2.3.26.1987.
3. Dapat merencanakan dimensi saluran tepi yang dapat mengendalikan limpasan
air hujan di permukaan jalan dan dari daerah sekitarnya agar tidak merusak
konstruksi jalan, seperti banjir dan erosi, yang mengacu pada Petunjuk Desain

Drainase Permukaan Jalan No. 008/T/BNKT/1990.


1.5 Sistematika Penulisan

Metode penulisan tugas akhir ini disusun berdasarkan panduan penyusunan


tugas akhir yang dikeluarkan Fakultas Teknik Sipil.
Sistematika penulisan dalam Proposal ini, meliputi :
BAB I PENDAHULUAN
Menguraikan hal-hal yang mencakup latar belakang masalah, rumusan
masalah, maksud dan tujuan penulisan, batasan masalah, serta
sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi tentang teori-teori dasar mengenai desain perencanaan
geometrik dan perkerasan jalan raya.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini membahas tentang metode penelitian yang meliputi lokasi
penelitian, cara pengambilan data, bagaimana cara menganalisa data dan
tahapan perencanaan.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi hasil penelitian dan pembahasannya..
BAB V PENUTUP
Bab ini merupakan bagian akhir dari dari tulisan yang memberikan
kesimpulan akhir dari penelitian yang dilakukan, yang disertai dengan
saran-saran.