Anda di halaman 1dari 6

3.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini terbagi menjadi beberapa tahapan dimana setiap tahapan dari kegiatan
tersebut terdapat hasil atau kemajuan yang ditargetkan. Keseluruhan tahap penelitian yang
terlihat pada Gambar 3.1. akan dilaksanakan selama 6 bulan.

Gambar 3.1. Metode Penelitian dan Korelasi Antara Setiap Tahapan

3.1.

Bahan
Pada penelitian ini menggunakan bahan baku buah labu kuning yang diperoleh dari

daerah Ambarawa. Labu buah kuning dikupas kulitnya dan dicuci terlebih dahulu sebelum
masuk dalam tahap juicing. Proses likuifaksi -karoten menggunakan enzim Pectinase Cellulase dan CaSO4.

3.2.

Alat
Penelitian ini menggunakan rangkaian alat proses likuifaksi, homogenator, dan tray

dryer. Rangkaian alat likuifaksi sederhana terdiri dari ekstraktor yang dilengkapi dengan
pengaduk sehingga intensitas tumbukan antara pomace dengan enzim dapat ditingkatkan.
Sumber panas yang digunakan berasal dari pemanas elektrik. Ekstraktor tersebut dilengkapi
dengan thermostat yang berfungsi untuk menjaga suhu operasi agar tetap berada pada kisaran
yang diijinkan. Pengaturan pH operasi menggunakan pH meter. Homogenator terdiri dari tangki
yang dilengkapi dengan agitator. Produk homogenasi tersebut kemudian diukur viskositasnya
menggunakan viskosimeter ostwald dan dikeringkan menggunakan tray dryer. Gambar 3.2.
menunjukkan rangkaian alat proses likuifaksi.
11

Gambar 3.2. Rangkaian Alat Proses Likuifaksi Berbasis Enzim

Keterangan :
1. Thermoset

4. Agitator

2. Beaker glass

5. Valve

3. Pemanas elektrik

6. Tray dryer

3.3.

7. Tangki

Rancangan Penelitian

3.3.1. Menentukan Variabel yang Berpengaruh


Rancangan penelitian yang akan digunakan untuk mencari variabel yang paling
berpengaruh dalam penelitian ini adalah dengan metode faktorial desain. Metode ini merupakan
kombinasi dari n faktor yang masing-masing diletakkan dalam dua level atau bisa dituliskan
dalam bentuk 2n faktorial, dimana n adalah jumlah variabel yang akan divariasikan, sedangkan
angka 2 memiliki arti dalam setiap variabel memiliki dua level, yaitu level atas (high level) dan
level bawah (low level).
Dalam penelitian ini digunakan model faktorial design 23 yang berarti bahwa akan
divariasikan 3 variabel, dimana masing-masing dari variabel tersebut akan digunakan dua level,
sebagai level atas, dan level bawah. Tabel 3.1. menunjukkan rancangan penelitian yang akan
digunakan.
12

Tabel 3.1. Matriks rancangan percobaan tahap penentuan parameter yang berpengaruh

Run
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Parameter Percobaan
Rasio enzyme
Suhu likuifaksi
(PU:CY)
1:1
3:1
1:1
3:1
1:1
3:1
1:1
3:1

(C)
35
35
60
60
35
35
60
60

Respon
pH

Viskositas

- Karoten

3,5
3,5
3,5
3,5
4,5
4,5
4,5
4,5

(% dari nilai awal)

Keterangan :
Variabel tetap :
a.

Berat suspensi pomace : 400 gr

b.

Konsentrasi enzim

: 1000 ppm

c.

Konsentrasi Ca2+

: 1000 ppm

d.

Waktu likuifaksi

: 3 jam

e.

Suhu pemekatan

: 70 - 80C

Variabel bebas :
a.

Rasio enzim (PU:CY)

: level atas (1:1) ; level bawah (3:1)

b.

Suhu likuifaksi

: level atas (60C) ; level bawah (35C)

c.

pH

: level atas (4,5) ; level bawah (3,5)

3.3.2. Optimasi Variabel yang Paling Berpengaruh


Setelah didapatkan variabel yang paling berpengaruh, percobaan dilanjutkan dengan
penentuan kondisi optimum operasi. Variabel tetap yang digunakan adalah variabel yang
kurang berpengaruh, sedangkan variabel yang paling berpengaruh menjadi variabel bebas.
Kondisi yang paling optimum adalah kondisi yang menghasilkan konsentrasi -karoten yang
paling banyak.
13

3.4.

Prosedur Kerja

3.4.1. Persiapan Bahan Baku


Labu kuning yang telah lolos dari tahap disortisasi dikupas dan dibersihkan dengan air
bersih, kemudian dipotong-potong sebelum dimasukkan kedalam juicer. Produk juicer
berupa sari buah dan pomace akan digunakan dalam tahap berikutnya.

3.4.2. Karakterisasi Bahan Baku


Tahapan ini dimaksudkan untuk mengetahui komposisi dari sari buah dan ampas
(pomace) labu kuning. Komposisi kimia meliputi kadar karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, mineral dan abu dapat diketahui menggunakan analisa proksimat. Kandungan
nutrisi lain seperti -karoten yang terdapat dalam sari buah dan pomace dari labu kuning
juga akan dianalisa dalam tahap ini.

3.4.3. Penentuan Parameter Proses Likuifaksi -karoten


Tahapan proses likuifaksi -karoten adalah sebagai berikut :
(i)

Proses juicing : dalam tahap ini, labu kuning dimasukkan dalam juicer sehingga
didapatkan jus labu kuning dan ampasnya (pomace).

(ii) Hidrolisa enzimatik : 400 gram suspensi pomace (atau setara dengan 66,7 gram
pomace kering) diaduk menggunakan agitator dalam beaker berukuran 1000 ml.
Pengaturan pH, dan temperatur serta pemberian rasio kombinasi enzim dapat
dilihat pada Tabel 3.1. Pengaturan pH menggunakan asam organik, seperti
konsentrat jus lemon. Proses tersebut menggunakan konsentrasi enzim 1000 ppm
dan konsentrasi Ca2+ 1000 ppm selama 3 jam.
(iii) Homogenasi : proses pencampuran produk likuifaksi menggunakan homogenizer
yang dilengkapi dengan agitator,
(iv) Pemekatan : dilakukan dengan mengalirkan hasil produk likuifaksi pada apparatus
pada suhu 70-80C. Diagram alir proses likuifaksi pomace ditunjukkan oleh Gambar
3.3.

14

Gambar 3.3. Diagram Alir Proses Likuifaksi Pomace Labu Kuning

3.4.4. Optimasi Proses Likuifaksi Karoten


Optimasi proses likuifaksi memerlukan data dari tahapan sebelumnya, yaitu tahap
penentuan parameter yang berpengaruh terhadap proses likuifaksi dari pomace labu
kuning. Data tersebut menjadi acuan dalam perancangan percobaan dalam tahap ini.
Setelah didapatkan variabel yang paling berpengaruh, percobaan dilanjutkan dengan
penentuan kondisi optimum operasi. Variabel tetap yang digunakan adalah variabel yang
kurang berpengaruh, sedangkan variabel yang paling berpengaruh menjadi variabel
bebas. Kondisi yang paling optimum adalah kondisi yang menghasilkan konsentrasi karoten yang paling banyak

3.4.5. Analisa Hasil


1.

Kadar -karoten
Analisa menggunakan spektrofotometri dengan panjang gelombang 450 nm
(Bhaskarachary, dkk., 1995).

2.

Uji viskositas
15

Analisa menggunakan alat viscometer ostwald.

3.4.6. Pengolahan Data dan Analisa Data


Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan
analisis terhadap bahan baku, produk setengah jadi, dan produk final. Data-data tersebut
kemudian dianalisa menggunakan program Statistika. Hasil pengolahan statistika akan
menunjukkan variabel mana yang paling berpengaruh, serta mendapatkan data operasi
optimum.

16