Anda di halaman 1dari 13

TUGAS BUSINESS ETHICS

Barings plc
dan
Corporate Social Responsibility

Disusun oleh :
Aenul Yaqin
Agung Prastopo
Arya Mahatma Wasudewa
Erry Kartika Indria

(kelompok 3)

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2016

1. Who are the stakeholders in the case?


Jawaban :
- Pemegang saham dan pemilik Barings Bank
- Manager Baring Bank
- Nasabah
- Karyawan
- Asosiasi perbankan inggris
- Pemerintah inggris
2. What priority rank do you give to each stakeholder?
Jawaban :
Stakholder berdasarkan prioritas kerugian yang di utamakan
a. Pertama adalah pemegang saham dan pemilik dari Barings Bank, karena dalam kasus
ini yang paling mendapatkan kerugian terbesar adalah para pemiliknya karena mereka
kehilangan uang nya begitu banyak dalam hal ini $1 miliar
b. Kedua adalah nasabah. Nasabah menabungkan atau menginvestasikan uangnya dan
memberikan kepercayaan kepada Barings Bank dengan demikian semua uang yang di
tabung dan di investasikan menjadi tidak jelas keadaannya karena bank yang mereka
di berikan kepercayaan bangkrut.
c. Ketiga adalah karyawan dengan bangkrutnya Baring Bank maka yang menjadi korban
d.

berikutnya adalah karyawan karena mereka akan kehilangan pekerjaannya


Keempat adalah asosiasi perbankkan inggris dengan terjadinya kasus yang di alami
oleh Barings Bank maka kepercayaan orang akan sebuah Bank akan menurun dan
orang mulai berpikir ulang untuk menabungkan dan menginvestasikan uangnya

kepada bank.
e. Kelima adalah Pemerintah Inggris, Kejadian yang dialami oleh Barings Bank akak
membuat pemerintah inggris mendapatkan kerugian besar karena Bank tersebut
memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi pemerintah inggris, Bank tersebut sudah
berdiri sejak tahun 1717, dan berkat bank tersebut mereka dapat memenangkan
perang melawan perancis dan bahkan Ratu Elizabeth II pun menjadi nasabah dari
Bank tersebut
Stakeholder berdasarkan yang bersalah

Pertama adalah Nicholas William Leeson karena menyalah gunakan wewenang nya
sebagai karywan dari Baring Bank
Kedua adalah Peters Baring selaku pimpinan dari Baring Bank karena terlalu
memberikan wewenang yang terlalu berlebihan kepada satu orang karyawan, dan tidak
mengecek ulang apakah yang di katakana oleh Leeson benar atau tidaknya.
3. What role could the political struggle within Barings have played in its failure?
Kesalahan politik uyang dilakukan pada kejadian ini adalaj ketika lesson melakukan politik
dengan membuat 2 akun untuk keuntungan pribadinya dan atas nama perusahaan.dan
perlakuan dari baring securities yang tidak pernah menjalankan peringatan tentang adanya
indikasi trading dan penyelesaian operasinya ,karena pada dasarnya para atasan atau eksekutif
tidak ingin dijadikan roda dan diberitahu apa tindakan yang akan dilakukan sehingga disini
dapat dilihat konflik terlihat sekali di dalam perusahaan ini yang mengedepankan kepentingan
individu atau cakupan tersendiri.

4. Were any ethical norms or principles violated?


Jawaban :
Prinsip etika yang dilanggar dalam kasus tersebut adalah
a. Right
Leeson melanggar prinsip right karena Lesson tidak memnuhi hak-hak
perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari Leeson melainkan tidak dan memuat
perusahaan mendapatkan kerugian yang sangat besar. Lesson juga telah memanipulasi
data dari laporan keuangan. Leeson melaporkan jika perusahaan mendapatkan
keuntungan USD 46 juta pada kenyataannya mengalami kerugian sebesar USD 296
juta

(Jaka Eka Cahyono. Learning Leesons Lesson. Majalah Manajemen Risiko;

Satbilitas. Edisi no.29 tanggal 15 April-15 Mei 2008 hal.30-32 dan edisi no.30 MeiJuni 2008 hal.42-45)
b. Justice
Pemimpin Barings Bank telah melanggar etika keadilan karena mereka terlalu
memberikan wewenang yang berlebihan kepada Leeson dan tidak mempedulikan
usulan dari tim audit internal untuk membatasi kegiatan dari leeson dalam hal ini
mengindikasikan jika pemimpin dari Barings Bank membeda bedakan perlakuan
kesetiap karyawannya.
c. Utilitarian
Menurut kelompok kami Bank Baring telah melanggar prinsip utilitarian karena
terlalu memberikan kebebasan yang berlebih kepada Leeson. Prinsip utilitarian yang

bertujuan menekan biaya yang di keluarkan dan mendapatkan manfaat yang banyak.
Dalam kasus ini kebebasan yang di berikan kepada Leeson kami anggap sebagai
biaya, dan keuntungan yang di dapat kami anggap sebagai manfaat. Jika di timbang
maka hasilnya biaya yang di keluarkan berlebihan (kebebasan).
5. Who were the winner?
Jawaban :
Menurut kelompok kami dalam kasus tersebut tidak ada yang menjadi pemenang
karena semua yang memiliki kepentingan semuanya di rugikan, begitu juga dengan
Leeson yang awalnya mendapatkan bonus yang banyak akan tetapi pada akhirnya di
jadikan tahanan oleh pemerintah singapura selama 6,5 tahun.
6. Who were the losers?
Jawaban :
Menurut kelompok kami yang kalah dalam kasus ini adalah semua pihak yang terlibat :
Pertama
: Barings Bank di rugikan dan menjadi bangkrut
Kedua
: Karyawan dari Baring Bank kehilangan pekerjaannya
Ketiga
: pemegang saham dan pemilik Baring Bank kehilangan uangnya
Keempat
: Bank Ing membeli Baring Bank akan tetapi harus menanggung
semua kerugian dari Baring Bank
Kelima
: pemerintah inggris kehilangan asset bersejarahnya
Keenam
: Nasabah kehilangan uangnya
7. Would the outcome have been different if the Japanese stock market had not fallen?
Jika Japanese Stock Market tidak jatuh pun akan terjadi hal yang serupa di kemudian
hari karena ketika Lesson melakukan keputusan yang seharusnya di audit oleh tim
independent tidak dilakukan dan hal tersebut dapat mengurangi keakuratan tindakan yang
akan dilakukan dalam kegiatan trading tersebut.
8. Why actions could Barings have taken to prevent its failure?

Perusahaan sebaiknya tidak memberikan wewenang berlebih dan pengawasan pada tiap
tiap bagian
Dalam kasus ini Lesson diberikan wewenang sangat besar dan seperti memegang kunci vital
perusahaan dan dia melakukan transaksi settlement sendiri dan dia akan dapat dengan mudah
memanipulasinya dan melakukan illegal trading,jika dalam menjalankan mekanisme di
Barings diberlakukan pengawasan lebih ketat dan pengawasan dan melakukan semua yang
vital tidak terhadap satu orang maka resiko ini akan dapat dikurangi.

Perusahaan sebaiknya melakukan sinkronisasi semua data yang diinput dapat dilihat
langsung oleh pihak pengawas

Dalam hal ini jadi terjadinya manajemen pengurangan resikp dengan semua data yang diinput
oleh pengaudit dan semua arus kas keuangan dapat dilihat online ketika penginputan data jadi
kita bisa tau jika adapun sedikit pemanipulasian atau penyelewengan kita akan mengerti dan
tidak berangsur angsur.
Pengendalian control internal perusahaan.
Jadi pengendalian dari dalam perusahaan bisa dengan pembatasan dalam penggunaan
finansial missal untuk pembatasan untuk melakukan trading dengan perbandingan margin dan
mengecek seta mengawasi dengan ketat penggunaan uang serta finansial perusahaan serta
pemberian penegasan atau pelatihan agar top manajemen lebih mengerti ketika terjadi
penyimpangan finansial.

1. How do you define CSR??


Corporate Social Responsibility atau sering disingkat dengan CSR
merupakan istilah yang berasal dari bahasa inggris yang terdiri dari tiga
kata yaitu Corporate yang berarti perusahaan besar, Social yang berarti
masyarakat dan Responsibility yang berarti pertanggung jawaban.
Sehingga CSR berarti sebuah pertanggung jawaban perusahaan besar
terhadap masyarakat sekitar perusahaan beroperasi.
Menurut situs Wikipedia, CSR merupakan sebuah tanggung jawab
perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingan dalam perusahaan

tersebut seperti karyawan, pemegang saham, konsumen, komunitas,


masyarakat dan lingkungan sekitar. Kebijakan CSR ini didasari atas
keinginan perusahaan untuk melakukan pembangunan perusahaan secara
berkelanjutan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan ekonomi
perusahaan (profit, deviden, dll) tetapi juga bisa berdampak positif untuk
kehidupan sosial dan lingkungan sekitar dalam jangka pendek, menengah,
dan panjang. Senada dengan apa yang dituliskan Wikipedia, Investopedia
juga mengartikan CSR sebagai kebijakan perusahaan untuk memberikan
tanggung jawabnya kepada lingkungan sekitar dan kesejahteraan
masyarakatnya. Istilah ini umumnya diartikan sebagai usaha perusahaan
untuk memenuhi persyaratan dan regulasi terhadap dampak sosial dan
lingkungan. Dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membiayai
program-program CSR memang tidak langsung memberikan keuntungan
akan tetapi hal ini dapat meningkatkan citra positif perusahaan
dimasyarakat dan lingkungan sekitar.
Menurut Bertens. K (2004:133) Tanggung Jawab (Responsibility) berarti
suatu keharusan seseorang sebagai makhluk rasional dan bebas untuk
tidak mengelak serta memberikan penjelasan mengenai perbuatannya,
secara retrospektif dan prospektif. Sementara itu, Kast (2003:212)
mendefinisikan Tanggung jawab sosial (Social Responsibility) sebagai
bentuk keterlibatan dari organisasi dalam upaya mengatasi kelaparan dan
kemiskinan, mengurangi pengangguran dan tunjangan untuk pendidikan
dan kesenian. Hal ini didasari pemikiran bahwa semua organisasi adalah
sistem yang bergantung pada lingkungannya dan karena ketergantungan
itulah maka suatu organisasi perlu memperhatikan pandangan dan
harapan masyarakat.
The World Business Council for Sustainable Development didalam
Rahman (2009:10) mendefinisikan CSR sebagai suatu komitmen bisnis
untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, bekerja
dengan karyawan perusahaan, keluarga karyawan tersebut, berikut
komunitas setempat (lokal) dan masyarakat secara keseluruhan dalam
rangka meningkatkan kualitas hidup.
Sedangkan Suharto (2007:16) menyatakan bahwa CSR merupakan
operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan
keuntungan perusahaan secara finansial, melainkan
pula
untuk
pembangunan sosial ekonomi kawasan secara holistik, melembaga dan
berkelanjutan. Dalam konteks pemberdayaan, CSR merupakan bagian dari
policy perusahaan yang dijalankan secara profesional dan melembaga.
CSR kemudian identik dengan CSP (corporate social policy), yakni strategi
dan roadmap perusahaan yang mengintegrasikan tanggung jawab
ekonomis korporasi dengan tanggung jawab legal, etis, dan social.
2. Provide some examples of CSR practices!!

Kelompok kami mengambil contoh dari program CSR yang dilakukan


oleh Garuda Indonesia. Garuda Indonesia mempunyai program CSR yang
salah satunya dinamakan dengan Garuda Indonesia Peduli. Melalui Garuda
Indonesia Peduli, Garuda Indonesia telah menjalankan program CSR yang
dirancang
untuk
mendukung
perkembangan
masyarakat
dan
pembangunan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Programprogram yang dijalankan juga kerap disinergikan dengan upaya
Pemerintah, dan institusi lainnya baik domestik maupun internasional
yang menyentuh 3 aspek CSR yakni Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan
secara konsisten dan berkesinambungan.
Bidang Ekonomi
Hingga akhir 2014, Program Pinjaman Kemitraan Garuda Indonesia
telah merangkul 5.151 mitra binaan yang terdiri dari 800 mitra binaan
Garuda Indonesia dan 4.351 mitra binaan hasil sinergi dengan
BUMN/Lembaga Penyalur lain yang tersebar di 16 provinsi di seluruh
Indonesia. Jumlah dan sebaran UKM mitra binaan itu akan terus
bertambah seiring
tumbuh kembangnya sektor usaha
informal di
masyarakat.
Kemudian, sampai akhir 2014, para petani dan pelaku UKM sektor
pertanian mendapat porsi terbesar, mencapai 50.6% dalam penyaluran
pinjaman kemitraan. Diikuti dengan bidang industri (26.1%), perdagangan
(7.1%), perkebunan (8.7%), jasa (3%), perikanan (3.4%), dan peternakan
(1.2%). Hal tersebut sejalan dengan komitmen Garuda Indonesia untuk
turut mensukseskan program pemerintah, khususnya ketahanan pangan
nasional.
Selain itu Garuda Indonesia tidak sekadar membantu permodalan,
upaya pemberdayaan UKM itu juga diiringi dengan program pendidikan
dan pelatihan hingga kegiatan promosi demi mengoptimalkan hasil karya
dan meningkatkan pangsa pasar produk mitra binaan. Selain keikutsertaan
dalam pameran-pameran di tingkat nasional maupun internasional, lebih
jauh Garuda Indonesia mempromosikan produk mitra binaan pada
katalogSales On Board Garuda (Arcade) sejak edisi Januari 2013. Kedepan,
akan semakin banyak produk mitra binaan yang dipromosikan melalui
media ini. Bahkan, salah satu produk mitra binaan di industri kerajinan
perak Utami Silver, terpilih menjadi pemasok aksesoris berupa bros yang
disematkan pada seragam awak kabin Garuda Indonesia.
Bidang Lingkungan
Aspek lingkungan sebagai pilar CSR menjadi bagian komitmen Garuda
Indonesia untuk mejadi Green Airline yang mampu menghindari atau
setidaknya meminimalkan dampak terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Komitmen operasional perusahaan yang ramah lingkungan itu telah
terwujud melalui program-program Garuda Indonesia Peduli Lingkungan
diantaranya:

1.
2.
3.
4.
5.

Buku Daur Ulang


Program More Passengers More Trees
Bank Halon
Konservasi Penyu dan Jalak Bali
Pembersihan Pantai Bali (Bali Beach Clean Up dan Bali Big Eco
Weekend)
6. Kerjasama IATA dan Garuda Indonesia dalam Carbon Offset
Bidang Sosial
Program Pembinaan Masyarakat (Community Development) Garuda
Indonesia adalah wujud kepedulian dan komitmen perusahaan untuk
membantu memperbaiki kondisi dan membina masyarakat melalui
bantuan pada sektor-sektor Pendidikan, Pelatihan dan Olahraga.
Program profesi Airline Business, Airport Passenger Service &
Flight Operation Officer
Bekerjasama dengan Garuda Indonesia Training Center, Garuda
Indonesia memberikan pelatihan bagi lulusan SMA/SMK berprestasi
yang berasal dari kalangan masyarakat tidak mampu khususnya di
daerah Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Indonesia Timur. Siswa-siswi
yang telah menyelesaikan program ini akan siap memasuki dunia kerja
dan beberapa di antara lulusan program bekerja di Garuda Indonesia.
Program Menjadi Indonesia
Melalui kerjasama dengan Tempo dan General Electric (GE), Garuda
Indonesia menggelar pelatihan metode penulisan serta kompetisi essai
bagi mahasiswa. Tujuan program ini adalah menanamkan nasionalisme
pada diri mahasiswa melalui media tulisan.
Program Guru Terbang Bersama Garuda Indonesia dan Program
Bantuan Peningkatan Kualitas Guru
Program Guru Terbang Bersama Garuda indonesia bertujuan
menambah wawasan dan membekali ilmu para guru yang berasal dari
Aceh, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Salah satunya adalah program
Kerjasama Pelatihan Untuk Guru Wilayah Surabaya dan Aceh dengan
materi "Active Learning: Metode Pembelajaran Aktif yang Berpusat
pada Murid" untuk meningkatkan kompetensi guru terutama dalam
melaksanakan pembelajaran efektif untuk memaksimalkan daya serap
para murid.
Program Renovasi Sekolah dan Bantuan Fasilitas Belajar
Mengajar
Garuda Indonesia turut merenovasi Sekolah Dasar (SD) yang tidak
layak digunakan di berbagai wilayah Indonesia, di antaranya di Nusa
Tenggara Barat, Bali, dan Papua (Biak). Demikian halnya dengan
penyaluran 574.120 buku tulis daur ulang untuk murid SD di
Manokwari, Biak, Pacitan, Bali, Pontianak dan Jakarta. Garuda Indonesia

juga memberi
bantuan alat peraga pendidikan, olah raga dan
kesenian.
Komitmen Garuda Indonesia terhadap Olahraga Tenis melalui Garuda
Indonesia Tennis Open.
Sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk mengembangkan
olahraga nasional dan sebagai bagian dari program Corporate Social
Responsibilty (CSR), Garuda Indonesia turut mendukung dan berperan
serta dalam pengembangan olahraga nasional.Garuda Indonesia
melaksanakan dukungan dalam bidang olahraga dalam bentuk
pembinaan dan pengembangan berkelanjutan pada cabang olahraga
tenis, dukungan terhadap kegiatan olahraga nasional, dan dukungan
keikutsertaan atlet nasional dalam kegiatan kegiatan olah raga di luar
negeri.
Bentuk dukungan untuk mengembangkan olah raga tenis tersebut
antara lain dilaksanakan melalui penyelenggaraan turnamen tenis
tahunan Garuda Indonesia Tennis Open yang bertujuan untuk
menyaring dan membina atlet muda berbakat di Indonesia hingga
dapat berkembang menjadi pemain tenis yang berprestasi di kancah
internasional. Turnamen tersebut sebelumnya dikenal sebagai Garuda
Indonesia Tennis Master dan telah dilaksanakan sejak tahun 2008.
Melalui Garuda Indonesia Tennis Open, Garuda Indonesia membuka
kesempatan bagi pemain internasional untuk berpartisipasi. Peserta
Garuda Indonesia Tennis Open terdiri dari 32 petenis putra dan 16
petenis putri yang didasarkan pada ranking International Tennis
Federation (ITF) dan Peringkat Nasional PELTI (PNP) berbeda dari
turnamen tahun-tahun sebelumnya dimana peserta turnamen terdiri
dari delapan petenis terbaik unggulan nasional berdasarkan peringkat
dari ITF dan PNP.
Pada tahun ini juga, untuk pertama kalinya Garuda Indonesia
melaksanakan Garuda Indonesia Tennis Master Junior yang diikuti
oleh delapan pemain terbaik putra dan delapan pemain terbaik putri
nasional berusia dibawah 16 tahun. Pemain junior tersebut berasal dari
lima turnamen junior terbesar di Indonesia, yaitu Tugu Muda, New
Armada, Thamrin Cup, Widjojo Sudjono, dan Turnamen TenisFiks.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ajang pembinaan para
pemain muda untuk menjadi pemain tenis profesional yang dapat
mengharumkan nama bangsa di pentas internasional. Selain
melaksanakan berbagai kegiatan pengembangan tenis, Garuda
Indonesia juga memberikan dukungan bagi para pemain untuk
mengikuti pertandingan mancanegara, seperti Davis Cup ke Taiwan,
Hongkong, dan Australia. Bahkan, bagi para atlet tenis yang
berprestasi, Garuda Indonesia membuka kesempatan untuk berkarya
di Garuda Indonesia Group.

Kesehatan
Kepedulian terhadap Anak-anak Penderita Kanker
Garuda Indonesia turut peduli terhadap anak-anak penderita
kanker. Melalui kerjasama dengan Yayasan Kanker Anak Indonesia
(YKAKI), Garuda Indonesia menyediakan fasilitas lengkap di rumah
singgah (Rumah Kita) di Jakarta. Selain itu, Garuda dan YKAKI
memberikan pembekalan perihal deteksi dini kanker anak pada dokter
dan bidan Puskesmas di Indonesia.
Program Garuda Indonesia Peduli Kesehatan Masyarakat
Garuda Indonesia juga menjalankan program pengobatan gratis
kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, seperti di Padang,
Biak (Papua), Manokwari (Papua Barat) dan KapukMuara (Jakarta).
Layanan pengobatan yang diberikan terdiri dari layanan speasialis,
umum, dan gigi yang telah melayani lebihkurang 3.850 warga. Secara
khusus, Garuda Indonesia juga telah memberikan penyuluhan
Kesehatan Gigi dan penyuluhan Pencegahan HIV/AIDS di Biak, Papua
Penyaluran bantuan alat bantu penyandang cacat.
Garuda Indonesia turut membantu pengadaan alat kesehatan bagi
penyandang tuna netra berupa jam tangan braile, untuk penyandang
tuna daksa berupa kursi roda,penyandang tuna rungu berupa hearing
aid, dan electric talking bookuntuk penyandangtuna grahita di Jakarta.
Garuda Indonesia juga menyumbangkan kaki palsu bagi penderita
kanker tulang (osteo sarcoma) pada tempurung kaki.
Prasarana dan Sarana Umum serta Sarana Ibadah
Untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana umum di
bawah kondisi layak pakai, Garuda Indonesia memberikan bantuan
perbaikan maupun pembangunan. Garuda Indonesia juga telah
membantu perbaikan sarana ibadah di beberapa wilayah di Indonesia
seperti di NTB, Bali, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat dan DKI
Jakarta.
Bencana Alam
Garuda Indonesia menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat
yang menjadi korban bencana alam di seluruh Indonesia melalu
pemberian bantuan yang biasanya berupa sandang, pangan dan
kesehatan (medis). Selain itu, Garuda Indonesia juga turut membantu
korban bencana di luar negeri, salah satunya para korban gempa dan
tsunami yang melanda Jepang pada tahun 2011 silam. Garuda
Indonesia membantu mengangkut bantuan kebutuhan sehari-hari
seperti paket lauk pauk, makanan bergizi, selimut dan air kemasan
melalui penerbangan kargo secara cuma-cuma. Tidak hanya itu,

Garuda juga membantu pengangkutan batu baterai dari Panasonic ke


Jepang untuk korban gempa yang mengalami krisis listrik.
3. How do you link CSR and Ethics??
Perusahaan mendefinisikan CSR secara beragam. Namun, pada intinya
CSR harus memiliki makna bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab
kepada para stakeholder (pemangku kepentingan), bukan hanya kepada
para shareholder(pemegang saham).
Kepentingan bisnis untuk jangka panjang dapat dicapai tidak hanya
melalui pertumbuhan dan laba. Namun juga sejalan dengan kesejahteraan
masyarakat, kelestarian lingkungan hidup, dan perbaikan kualitias hidup.
Implementasi etika bisnis tersebut akan memiliki beberapa manfaat.
Antara lain, memastikan bahwa segenap sumber daya perusahaan dikelola
secara bertanggung jawab untuk kepentingan seluruh stakeholder.
Kemudian, meningkatkan kinerja perusahaan dengan cara yang
berkelanjutan (sustainable), meningkatkan kepercayaan investor terhadap
manajemen perusahaan sehingga dapat membuat perusahaan menjadi
lebih menarik sebagai target investasi.
Selain itu, meningkatkan citra perusahaan dimata stakeholder sebagai
good corporate citizen, sehingga mengurangi biaya untuk melawan citra
perusahaan yang negatif serta meningkatkan nilai perusahaan. Dunia
bisnis harus sadar dan yakin apabila menjalankan usaha dengan benar
maka akan membuat bisnis yang dijalankan tersebut menjadi lebih baik
dan bertahan dalam menghadapi kerasnya persaingan dengan kompetitor.
4. What are the benefits of CSR programs? Why companies are
motivated to engage in CSR activities??
Ada tiga alasan mengapa perusahaan melakukan CSR. Tiga alasan
tersebut yaitu compliance, risk minimisation dan value creation. Ketiganya
membentuk sebuah kontinum (Bhatt, 2002:6). Berikut diuraikan
penjelasan singkat mengenai ketiga hal tersebut.
Compliance Perusahaan setidaknya harus patuh (comply) terhadap
peraturan nasional. Demikian pula dengan multinasional yang harus
mematuhi ketentuan hukum, kesepakatan, konvensi ataupun standar
internasional yang berlaku.
Risk minimisation Lebih dari sekedar kepatuhan, perusahaan harus
menyadari impact nyata dan impact potensial secara sosio ekonimi, politik
maupun lingkungan. Berdasarkan pada kesadaran inilah, perusahaan
harus mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan serta
prosedur untuk meminimalisasi berbagai kerusakan atau kerugian yang
mungkin dihasilkan dari operasi perusahaan atau dari rekanan bisnisnya.
Value Creation Lebih dari sekedar kepatuhan dan meminimalisasi
kerusakan, perusahaan dapat menciptakan positive social value dengan

melibatkan masyarakat di dalamnya (engage in), seperti inovasi investasi


sosial (innovative social investment), konsultasi dengan stakeholders,
dialog kebijakan (policy dialogue), dan membangun istitusi masyarakat
(building civic institution), baik secara mandiri ataupun bersama dengan
perusahaan yang lain.
Demikian salah satu perspektif alasan mengapa perusahaan-perusahaan
melakukan program atau kegiatan CSR.
Meningkatkan Citra Perusahaan
Dengan melakukan kegiatan CSR, konsumen dapat lebih mengenal perusahaan sebagai
perusahaan yang selalu melakukan kegiatan yang baik bagi masyarakat.
Memperkuat Brand Perusahaan
Melalui kegiatan memberikan product knowledge kepada konsumen dengan cara
membagikan produk secara gratis, dapat menimbulkan kesadaran konsumen akan keberadaan
produk perusahaan sehingga dapat meningkatkan posisi brand perusahaan.
Mengembangkan Kerja Sama dengan Para Pemangku Kepentingan
Dalam melaksanakan kegiatan CSR, perusahaan tentunya tidak mampu mengerjakan
sendiri, jadi harus dibantu dengan para pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah,
masyarakat, dan universitas lokal. Maka perusahaan dapat membuka relasi yang baik dengan
para pemangku kepentingan tersebut.
Membedakan Perusahaan dengan Pesaingnya
Jika CSR dilakukan sendiri oleh perusahaan, perusahaan mempunyai kesempatan
menonjolkan keunggulan komparatifnya sehingga dapat membedakannya dengan pesaing
yang menawarkan produk atau jasa yang sama.
Menghasilkan Inovasi dan Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengaruh Perusahaan
Memilih kegiatan CSR yang sesuai dengan kegiatan utama perusahaan memerlukan
kreativitas. Merencanakan CSR secara konsisten dan berkala dapat memicu inovasi dalam
perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan peran dan posisi perusahaan dalam bisnis
global.

Sumber:
1. https://www.garuda-indonesia.com

2. http://csrindonesiaku.blogspot.co.id/2013/10/apa-itu-csr.html
3. http://pengertian-pengertian-info.blogspot.co.id/2015/12/pengertiancsr-menurut-ahli.html
4. http://www.materibelajar.id/2015/12/apa-itu-program-csr-dandefinisi.html
5. https://ichaimucu.wordpress.com/2012/11/30/hubungan-etika-bisnisdengan-csr-corporate-social-responsibility/
6. http://ramadhanaga.blogspot.co.id/2013/10/pengertian-csr-manfaatbagi-masyarakat.html?m=1
7. http://csrineducation.blogspot.co.id/2012/09/mengapa-perusahaanmelakukan-csr.html?m=1