Anda di halaman 1dari 4

F.2.

Trasmisi Mekanik Power Screw

Gambar 1: contoh momen puntir pada sebuah roda

Power screw digunakan untuk mentransmisi gaya rotari menjadi gerakan


linier. Bagian utama dari power screw terdiri dari idan nut. Pada umumnya power
screw memiliki bentuk ulir meruncing (Acme), kotak (square),
penopang (Butreess).

dan dinding

Setiap profile memiliki kelebihan masing-masing.

Gambar 2 : Bentuk profile ulir pada power screw

Kelebihan ulir kotak (square thread) lebih efisien mentransfer torsi menjadi
gerakan linier. Kelebihan ulir lancip (Acme thread) mudah dalam pembuatannya,
manun tingkat keefisienan dalam mentranfer gaya lebih rendah di banding dengan
ulir kotak. Sedang untuk kelebihan dari setiap bentuk ulir dapat di lihat di tabel 1

Table 1. karakteristik profile ulir


No Profile
1.
Ulir kotak (square thread)

Karakteristik
Paling efisien dalam mentransfer
torsi menjadi gaya linier

2.

Ulir lancip (acme thread)

Mudah dalam proses pembuatan

Efisiensi lebih rendah dibading


ulir kotak

3.

Ulir dinding penopang (buttess


thread)

Lebih efisien dibanding dengan


ulir lacip dan hamper mendekati
ulir kotak, namun pada satu arah
gerakan.

F.2.1. Torsi pada power screw (square thread)


Sebelum melangkah lebih lanjut masalah perhitungan torsi yang dibutuhkan
untuk menggerakan beban, perlu diketahui parameter-parameter yang bekerja pada
power screw terutama pada profile ulir kotak.
.5P

D
Gambar 3 : pofile ulir kotak

Dimana D = diameter ulir


p = pich ulir
sehingga dapat di hitung :
Kedalam ulir (H) 0.5p dengan lebar (L) 0.5p
Mean deameter (Dm) = D

H
2

W
FL

FR

N
Dp

P
N
Dp

(a)

(b)

Gambar 4 : (a) gaya pada saat mengangkat beban (b) gaya pada saat menurunkan
beban

Keterangan : F
f
N
W

p
Dp

= gaya yang dibutuhkan (N)


= koefisien gesek kinetik
= gaya reaksi terhadap beban (N)
= berat benda (N)
= sudur kemiringan/helix
= pich/Lead ulir (mm)
= diameter pich
p
Dimana besarnya sudut adalah tan
Dm
Dari gambar gambar 5 diperoleh pehitungan resultan gaya secara Horisontal dan
Vertikal untuk gambar a)

F
F

FR N sin f N cos 0

W N cos f N sin 0

....................(pers2)
....................(pers3)

Dan untuk gambar b) diperloleh

F
F

FL N sin f N cos 0

....................(pers4)

W N cos f N sin 0

....................(pers5)

Dari persamaan 2 dan persamaan 3 dapat di cari besarnya F yang dibutuhkan untuk
menggerakan benda, dengan cara mengeleminasi N
FR

W sin f cos
cos f sin

....................(pers6)

FL

W f cos sin
cos f sin

....................(pers7)

Dengan cara membagi setiap penyebut dan pembilang pada persamaan 6 dan 7
p
dengan cos , dan apabila tan
, maka didapat persamana baru
Dm

FR
Fl

W p dm f
1 f p dm

W f p dm
1 f p dm

....................(pers8)

....................(pers9)

Berdasarkan persamaan 1 maka besarnya momen puntir/torsi yang dibutuhkan


adalah perkaian antara jari terhadat gaya pada, dengan memanfaatkan persamaan
yang telah dihitung sebelumnya (persamaan 8 dan 9), maka perhitunga torsi pada
power screw
TR

Wd m

p f d m

d f p

m
Wd m f d m p
TL

2 d m f p
2

....................(pers10)
....................(per11)