Anda di halaman 1dari 3

FUNGSI PEMBANGKIT

Dalam bab ini di perkenalkan sebuah topik penting dalam kombinatorik yang disebut
fungsi fungsi pembangkit. Metode fungsi pembangkit ini berakar dari karya De Mavre
tahun 1720, dikembangkan oleh Euler dalam tahun 1743 untuk memecahkan masalah
paertisi, kemudian pada akhir abad18 dan awal abad 19 secara intensif dipakai oleh Laplace
sehubungan dengan teori Probabilitas.
Sebelum membahas metode fungsi pembangkit, kiranya perlu di perkenalkan
beberapa deret kuasa penting,yang akan menunjang pembahasan selanjutnya.

A. Deret Kuasa
Deret takhingga yang berbentuk

an x n
n=0

disebut deret kuasa. Bila ada

bilangan positif R sedemikian hingga deret kuasa ini konvergen untuk setiap x dengan
|x| < R, maka R disebut radius konvergenan. Adakalanya suatu deret kuasa tidak
konvergen untuk semua nilai x (x 0), dan dikatakan deret tersebut divergen. Perlu
dicatat, dalam banyak hal kelak kita tidak tertarik dengan kekonvergenan deret kuasa
n
tersebut, tapi kita tertarik dengan koefisien-koefisien dari x , dengan kata lain
kita pandang

an x n
n=0

sebagai sebuah ekspresi formal saja. Deret kuasa demikian

kita sebut deret kuasa formal.


Dalam pelajaran kalkulus kita telah mengenal mengenal bahwa deret Taylor
fungsi f(x) di sekitar x = 0 mempunyai bentuk sebagai berikut:

1 ( n)
n
f ( x )= f (0)x
n=0 n !

f ( 0 )+ f ' (0 ) x+

1 ' ' ( 0) x 1 ' ' ' ( 0) x


f
+ f
+
2!
3!
2

Dari formula tersebut, kita peroleh hasil-hasil sebagai berikut:


(*)
Untuk semua bilangan real berlaku
1 n
1
1
x = 1+ x 2+ x 3 +
n!
2!
3!
x

e =
n=0

(**)

Untuk bilangan real denagan |x|<1 berlaku

1
= x n=1+x+x 2 +x 3+
1x n=0

(***) Untuk bilangan real denagan |x|<1 berlaku

1
= n x n1=1+2 x+ 3 x 2 +4 x 4 +
(1x )2 n=0
(****) Perumuman Teorema Binomial:
Untuk Bilangan Real u, bilangan bulat non negatif k, dan |x| < 1 berlaku:

u
(1+ x) = u x k
k=0 k

()

dimana:

u=
k

()

u (u1 ) ( u2 ) ( uk +1 )
k!
1

B. Defenisi Fungsi Pembangkit


Misal ( a n) =( a0 , a1 ,)

jika k>0, jika k=0

adalah suatu barisan Fungsi Pembangkit Biasa

a
(
n) di defenisikan sebagai berikut:
(FPB) dari barisan

n
2
3
a x =a0 +a1 x+ a2 x +a 3 x +
P(x) =
n=0

(2.2.1)

Fungsi Pembangkit Eksponensial (FPE) dari

a
( n)

di defenisikan

sebagai berikut:
xn
x2
x3
an =a0 + a1 x +a2 + a3 +
n!
2!
3!

P(x) =

(2.2.2)

n=0

Misalnya,

P(x) =

e x =1+x +

x x
+ +
2! 3 !

adalah fungsi pembangkit biasa dari barisan


1 1
(1,1, , , )
2 ! 3!
atau fungsi pembangkit eksponensial dari barisan
(1,1,1,1, )
Bila diberikan suatu barisan, maka kita sering diminta untuk menuliskan
fungsi pembangkit dari barisan tersebut dalam bentuk sederhana mungkin.

Contoh:
1. Tuliskan bentuk sederhana fungsi pembangkit dari barisan-barisan berikut:
1
0,0, ,
2!
a.