Anda di halaman 1dari 28

Proses Pembuatan Cat

1.Pendahuluan
CatIndustricatadalahsalahsatuindustritertuadidunia.Sekitar20.000tahunlalu,
manusiayanghidupdiguaguamenggunakancatuntukkegiatankomunikasi,dekorasidan
proteksi.Merekamenggunakanmetrialmaterialyangtersediadialamsepertiarang(karbon),
darah,susu,dansadapandaritanamantanamanyangmemilikiwarnayangmenarik.Yang
mengejutkan, catcat ini mempunyai keawetan yang baik, seperti yang ditunjukkan pada
lukisanguadiAltamiraSpanyol,LascauxSpanyol,catbatuorangAborigindiArnhemLand
Australia,danlukisanlukisanprasejarahlainnyayangditemukan.
Orangorang Mesir kuno mengembangkan cat menjadi lebih kaya warna, mereka
menemukan cat warna biru, merah, dan hitam dengan mengambilnya dari akar tanaman
tertentu.KemudianorangorangMesiritumenemukankaseinsebagaiperekatnya.Seiring
dengan waktu, manusia mulai menemukan minyak tanaman dan resin dari fosil untuk
mengganti darah dan susu sebagai perekat cat. Saat ini walaupun telah ditemukan
perekat/resinyangsemakinbaikdenganberkembangnyateknologikimia,resinresinnatural
hinggakinimasihbanyakdipakai.
Salah satu cara meningkatkan nilai tambah suatu bahan adalah dengan melapisi
permukaanbahantersebutdenganbahanlainyanglebihlebihtingginilainya.Pengetahuan
tentang pelapisan permukaan bahan, secara umum dikenal sebagai surface coating
knowledge.Bagianinimeliputi:metalcoating(electrocoating,galvanizing),plasticcoating,
papercoating,powdercoating dantentangcatitusendiri.Jadicatmerupakanbagiankecil
darisebuahilmuyangjauhlebihbesar,yaituilmutentangsurfacecoating.
Catadalahsuatucairanyangdipakaiuntukmelapisipermukaansuatubahandengan
tujuan memperindah (decorative), memperkuat (reinforcing) atau melindungi (protective)
bahan tersebut. Setelah dikenakan pada permukaan dan mengering, cat akan membentuk
lapisan tipis yang melekat kuat dan padat pada permukaan tersebut. Pelekatan cat ke
permukaandapatdilakukandenganbanyakcara:diusapkan (wiping),dilumurkan,dikuas,
disemprotkan(spray),dicelupkan(dipping)ataudengancarayanglain.
Catadalahistilahumumyangdigunakanuntukkeluargaprodukyangdigunakanuntuk
melindungidanmemberikanwarnapadasuatuobjekataupermukaandenganmelapisinya
denganlapisanberpigmen.Catdapatdigunakanpadahampirsemuajenisobjek,antaralain

untuk menghasilkan karya seni (oleh pelukis untuk membuat lukisan), salutan industri
(industrial coating), bantuan pengemudi (marka jalan), atau pengawet (untuk mencegah
korosiataukerusakanolehair)
2.ProsesPembuatanCatSecaraIndustri
Tahapan pembuatan cat sangat dipengaruhi oleh seberapa canggih teknologi yang
dipakai untuk menunjang pembuatan cat tersebut, makin canggih tinggi teknologi yang
dipakaimakamakinsingkatdanmudahprosespembuatancatnya.
a.Persiapan
Padatahapinidimulaidenganmempersiapkanbahanbahanbakusesuaidenganformula
atau resep cat yang akan dibuat. Bahanbahan diambil dari gudang yang sudah teruji
kualitasnya,tidakkedaluwarsadantidakpulacacatataurusakbaikfisikmaupunkimia(yang
ditandaidenganadanyaperubahanbau,warna,bentuk,ataukekentalanpadabahantersebut).
Mengukurbahanyangakandiproses,bisadilakukandengancaraditimbangberatnya
ataudiukurvolumenya,tergantungdenganbasisapayangdigunakandalamformulaatau
resepnya.Ketelitiandankeakuratanpenimbanganmerupakanfaktorpentingterhadaphasil
akhir pembuatan cat, terutama pada penimbangan additive atau pigment. Bahanbahan
tersebutkemudiandiangkutkeareaproduksi,bisadilakukandengantenagamanusiabiasa,
forklifataumelaluisistimpemipaan(untukbahancair).
b.Produksi
Prosesproduksicatdibagimenurutjeniscatyangakandibuat:
1)CatTanpaPigment,ExtenderatauFiller
Pembuatannya hanya melibatkan proses penuangan, mixing dan stiring saja, yaitu
menuangbahanbahandenganurutandancarasesuaidenganjeniscatyangakandibuatke
dalamsebuahtangkidenganukuranpas.Kemudianmencampurbahanbahandenganputaran
mixerrelatifpelan,hinggadiperolehsuatucampuranyangbenarbenarmeratadisemuatitik.
Waktustiringdankecepatanmixerdisesuikandenganjumlahdankekentalancampuran.
Perlakuansepertiinijugadipakaiuntukmembuattinner,hardener,woodstain(solvent
+dyestuff) ataucampuranbahanlainyangtidakmengandungpigmentatauextenderasli
(padatan).Namunjikapigmentatauextendernyasudahdiprosesmenjadibahansetengahjadi
(pasta)terlebihdulu,makabahanataucampuraninibisadiprosessepertitersebutdiatas.

Gambar1.MacammacamPigmentcat
2)CatDenganPigmentdan/atauExtender
Prosespembuatancatjenisinijugadibagiberdasarkanpadaseberapahaluspadatan
(pigmentatauextender) terdispersididalamcampuran.Jikadiinginkanpadatanterdispersi
secarakasar(dengankehalusanantara2050mikro),makaprosesyangdibutuhkanadalah
cukupdenganprosesdispersisaja;namunjikadikehendakipadatanterdispersisecarahalus
(5 20 mikro) maka diperlukan proses penggilingan partikel padat dalam mesin giling.
Contohjeniscatyangdibuatcukupdenganprosesdispersisajaadalah:dempulataufiller,
catprimer,undercoat,intermediateatautembokdimanakehalusanpartikelbukanmerupakan
sifatyangharusdicapai.

Gambar2.Mixingcat
3)ProsesDispersi
Tahapandispersimerliputi:
a)Proses pembasahan permukaan partikelpartikel pigment dan/atau extender oleh bahan
bahancair(millbase).

b)Proses pemecahan secara mekanis terhadap kelompokkolompok partikel pigment


dan/extendermenjadikelompokkelompokyanglebihkecilataupartikelpartikelprimernya
sesuaidenganderajadkehalusanyangdikehendaki.
c)Mempertahan agar supaya kelompokkelompok partikel yang lebih kecil atau partikel
partikelprimerinitetapterpisahsatusamalain,tidakbersatukembali.
Proses dispersi akan mendapatkan hasil optimal bila prinsipprinsip dispersinya
terpenuhi.Adapunprinsipprinsipdispersiyangperlumendapatperhatianadalah:kecepatan
peripheralcampuran,bentukcakram,diametercakramterhadaptangki,tinggicakramdari
dasartangki,diametertangki,tinggitangkidanperbandinganpadatandancairancampuran
(kadarpadatan=PVC)sertapenambahansecaratepatadditivewettingdandispersingnya.
Jika kondisi ideal terpenuhi, maka akan terbentuk sebuah aliran yang menyerupai donat,
terbentukdoughnuteffect.Padakondisiinidiperolehprosesdispersiyangoptimal.

Gambar3.TripleRollMill
4)Penggilingan
Denganhanyadispersi,kitabelummendapatkankehalusanpartikellebihrendahdari20
mikro, yaitu ukuran ratarata partikel primer dari pigment dan/atau extender. Untuk itu
diperlukan sebuah tahap lanjutan dimana ikatan fisik partikelpartikel pigment akan
dipecahkanlebihlanjutmenjadipatikelpartikelyanglebihkecillagi.Tahapaninidisebut
penggilingan.
Untukmemudahkandalampembuatancat;biasanya pigment,extender,sebagianresin
danadditivedigilingterlebihdahuluuntukdibuatpasta(bahansetengahjadi).Pastainibisa
disimpandalamgudangataulangsungdiprosesuntukdibuatcat,yaituhanyadenganproses
mixingbiasa,sepertidijelaskanpadaprosespembuatancattanpapigmentdiatas.
Alatdanprinsippenggilinganbermacammacam,diantaranyaadalah:
a)Melewatkan millbasediantaraduabuahataulebihsilinderyangberhimpitansatudengan
lainnya, dimana jarak diantara dua buah silinder ini bisa diatur sesuai dengan derajat
kehalusanyangdiinginkan.ContohdarialatiniadalahTriplerollMill.

b)Melewatkansecaraverticalatauhorizontalmillbasekedalammesingilingyangterdiridari
agitatordanbanyakglassbeaddidalamnya.Didalam silindergiling,glassbead bersama
denganmillbaseakandiputarolehagitatorpadakecepatantertentu,menyebabkanpigment
pigment secara mekanis akan terpecah karena tertumbuk oleh glass bead secara terus
menerus.Millbasemelaluisaringanakankeluar,sedangkanglassbeadakantetaptertahandi
dalamsilindergiling.Sekalipun glassbead terbuatdaribahanyangkerasdankuat,pada
akhirnya juga akan terpecah, ini akan menyebabkan proses penggilingan akan menurun
performancenyadan glassbead harusdigantidenganyangbaru.kecepatanputaragitator,
kekentalan,kadarpadatandanwaktutinggalmillbasedidalammesinadalahfaktorfaktor
yangmempengaruhiefektifitasnyaprosespenggilingan.Jikasatutahapprosespenggilingan
belummencapaihasilyangdiinginkan,millbasebiasanyadikembalikanlagikedalammesin,
dilakukanbisaberkalikalihinggadiperolehderajadkehalusanyangdiinginkan.

Gambar4.SandMill
c.Penyelesaian
Sepertisudahdijelaskanpadabagiandiatasbahwaprosespembuatancatdibagimenjadi
duabagianbesar,yaituprosesyangmelibatkandispersidan/ataupenggilingandanproses
yanghanyamelibatkanproses mixingsaja.Tahapakhirdarikeduaprosesinijugaberbeda,
pada proses yang melibatkan dispersi dan/atau penggilingan pigment, maka mengukur
derajad kehalusan dari partikelpartikelnya adalah tahap yang penting guna mengakhiri
prosestersebut.
Sedangproseslain,yanghanyamelibatkanprosesmixing,makauntukmelihatseberapa
jauh campuran sudah tercampur sempurna dan sesuai komposisi yang ditentukan, cukup
mengukur kekentalan atau viskositas campuran tersebut. Namun bila campuran tersebut
mengandungbeberapajenispasta,makamenyamakanwarna(colourmatching)campurancat

secara kasar perlu dilakukan, agar campuran tidak terlalu jauh berbeda dengan warna
standardnya.
Kedua tahapan ini biasanya disebut uji kualitas pendahuluan, yaitu tahapan antara
sebelumcatdiujisecaraseksamapadatahappalingakhirdariprosespembuatancat,yaitu
tahappengujiankualitascat.
3.CaraMembuatCatSkalaHomeIndustry(CatTembok)
Padadasaryabahanbakudaripembuatancattembokadalahkapur(CaCO3)yang
ditambahkandenganairdanpigmentwarna.Maka,tidaklahanehjikapadazamandulu,
Neneknenekkitaseringmengecatrumahnyayangterbuatdariayamanbambu(bilik)cukup
dengankapuryangditambahair.Tentusajawarnacatnyaakanmenjadiputih.Tetapi
kelemahancatsederhanasepertiiniadalahmudahnyacatuntukteroksidasisehingga
warnanyaakanberubah(pudar),selainitucatakanmudahterkelupas(bahkanmenempel
denganmudahdikulitataupakaian),danyangterakhirwarnacattidakmengkilap.Oleh
karenaitudiperlukanpenambahanzatlainnyaagarcatyangdibuatdapataaplikatifdantidak
berbedajauhdengancatbuatanindustri.Dibawahinidisediakansalahsatureseppembuatan
cattembokdengankualitasstandar:
Bahan:
1.CalsiumCarbonat(kapur)2Kgsebagaimediumpendispersi
2. Titanium Dioksida 2 ons (zat ini sudah dilarang dan sulit didapatkan, Fungsinya untuk
menghasilkanwarnaputihsehinggajikaditambahpigmentcolourakanmenghasilkanwarna
yangmurni)
3.PropyleneVinilAcrylic(PVAC)1kg,berfungsiagarcattidakcepatluntur
4.Airlitersebagaipelarutataumediumpendisfersi
5. Tepung tapioka secukupnya (digunakan untuk cat yang akan diaplikasikan pada
permukaanyangtidakrata,berfungsisebagaiperekat)
6.PigmentColoursecukupnyasebagaipewarna
7.Kaolin1kg,berfungsiagarcatmenjadimengkilap
8.PineOil10cc,berfungsiagarwarnacatmenjadistabil
Cara:
1.LarutkanCalsiumCarbonatkedalamairaduksampairata
2.LalumasukanPVACkedalamlarutan1sambilterusdiaduk.MasukanTitaniumDioksida.
3. Masukan kaolin ke dalamnya sampai seluruhnya bercampur dengan rata.Lalu masukan
pigmencolour.Pigmencoloradabermacammacamsesuaiseleradanpermintaan.
4.Tambahkanpineoil

4.BahayaZatKimiaPembuatCat
Cat merupakan campuran bahan kimia yang sudah dikenal sejak dahulu dan banyak
digunakandiberbagaitempat.Catmerupakanbahanyangmudahmenguapdancatsemprot
akanmengubahsubstansimenjadibentukaerosolyangmudahterisapCatdapatmasukke
dalam tubuh manusia melalui inhalasi, kontak kulit dan oral, hal ini merupakan pajanan
potensial.Catmengandungbahankimiayangdapatmenyebabkankankerterutamakanker
paru di samping kanker esofagus, abdomen dan kandung kencing.8 Isosianat yang
dikombinasidenganbahanbahankimialaindalamcatsemprot,pelapispolyurethaneserta
beberapa industri dapat mempeng aruhi kesehatan bila dihirup dalam bentuk aerosol.
Isosianat dapat menyebabkan beberapa kelainan paru seperti asma danpneumonitis
hipersensitif.
Pajanan isosianat dapat menyebab kan asma pada 515% pekerja dan merupakan
penyebabparukerjayangseringdijumpaididaerahindustri.Catsemprotyangmengandung
hidrokarbon, suatu bahan yang mudah menguap dapat menimbulkan sensasi euforia dan
halusinasi,sehinggadapatdisalahgunakan(abuse)terutamadikalanganremaja.Pajananakut
dankronikdapatmempengaruhikesehatanparudanbahkandapatmenyebabkankematian.
Catberisibahankandungancatdanbahanpewarna berupacampuranzatkimiapadat
dengan medium cair, digunakan sebagai lapisan proteksi atau dekorasi permukaan; akan
mengeringdenganoksidasi,polimerisasidanevaporasi.Pekerjacatdanorangdisekitarnya
dapatterpajanolehbahanbahankimiayangterdapatdalamcat.
Cat pada umumnya berbahan dasar air atau minyak dan terdiri atas tiga komponen
penting,yaitu:
1.Tiner
Semua cat mengandung pelarut/solvent yang biasanya berupa tiner. Tiner akan menguap
segera setelah cat dioleskan, saat itu pekerja cat dapat mengisap bahan berbahaya yang
terkandungdalamsolven.Pajananterhadapsolventdapatmenyebabkansakitkepala,pusing,
iritasimata,hidungdantenggorokan,masalahreproduksidankanker.
2.Binder
Binderyang dapat menyebabkan masalah kesehatan adalah resin(epoxy sindanurethane
resin)menimbulkaniritasihidung,mata,tenggorokandankulit.
3.Pigmen
Pigmendalamcatbergunauntukmewarnaidanmeningkatkanketahanancat.
Banyak jenis pigmen merupakan bahan berbahaya yaitu: Lead chromate: digunakan
untukmemberiwarnahijau,kuningdanmerah;dapatmenyebabkankerusakansistemsaraf

pusat.Kromium:memberikanwarnahijau,kuningdanoranye;dapatmenyebabkankanker
parudaniritasikulit,hidungdansalurannapasatas.Kadmium:memberiwarnahijau,kuning,
oranyedanmerah;dapatmenyebabkankankerparu.
Tabel1.BahanCatdanFungsinya
Bahan
Bahan pembentuk lapisan(filmforming
materials): Linseed oil,Soybean oil,Tung
oil,Dehydrated Castor oil,Fish oil,Oiticica
oil,Perilla

oil,Casein,Latex

emulsion,Varnishes

Tiner(thinners):
Hidrokarbon alifatik,naphtha, fraksi
petroleumlain

Fungsi

Membentuklapisanpelindungmelalui
oksidasidanpolimerisasiminyaktak
jenuh

Sebagai suspensi pewarna cat


(pigmen),
terlarut dalam bahan pembentuk
lapisanndan konsentrasinya sedikit
dalamcat

Turpentin(turpentine):
Seperti hidrokarbon aromatik: toluen,
silol(xylol),methylatednaphthalene

Mempercepat

pengeringan

lapisan(film) melalui oksidasi dan


polimerisasi

Pengering(driers):
Co,Mn,Pb,Zn,naphthalene,resin,octoates, Memberikan elastisitas pada lapisan
linoleat,tallatesAntiskinningagents:

sehingga mengurangi atau mencegah

Polyhydroxyphenols.Plasticizers:

prosespenguraian

Beberapamacamminyak
Tabel2.PigmenCatdanFungsinya
Pigmen
Fungsi
Pewarna putih:timah putih, titanium Untuk melindungi lapisan cat dari
dioksida,Znoksida,lithopone,Zn

sengatan matahari, menguatkan

sulfida,basicleadsulphate

lapisan dan memberi tampilan

Pewarna hitam:karbon hitam, lampblack,

menarik(estetik)

graphite,magnetiteblack
Pewarna biru:ultramarine, cobalt blue,
copperphthalocyanine,ironblue
Pewarna

merah:timah

merah,iron

oxides,kadmiummerah,tonersand
lakes
Pewarna metalik: aluminum, debu
seng,bubuktembaga
Pewarna kuning:litharge, ochre, timah atau
Znkromat,hansayellows,
ferriteyellows,cadmiumlithopone
Pewarna jingga:basic lead chromate,
cadmiumorange,molybdenum
orange
Pewarna hijau: kromium oksida,kromat
hijau,hydratedchromiumoxide,
phthalocyaninegreen,permansagreen
Pewarna coklat:burnt sienna, burnt amber,
vandykebrown
Metal protective pigments: timah merah,
timahbiru,seng,basiclead,
bariumpotassiumchromates
PigmentsExtenders:
China clay, talk, asbestos, silika, gips,
mika,barytes,blancfixe

Mengurangibiayapewarnadan
meningkatkanketahananwarna

Catsemprotbanyakdigunakandiindustriindustrimobil,mebel,pesawat,kapallautdan
industrilain.Catsemprotlebihberbahayadaripadacatkuaskarenapartikelnyayangkecil
dapat tersebar luas. Cat semprot mengubah substansi menjadi aerosol, yaitu kumpulan
partikelhalusberupacairataupadat,yangkarenaukurannyayangkecilakanmudahterisap,
sehingga potensial merupakan pajanan khususnya terhadap kesehatan paru, berpotensi
menyebabkan penyakit paru akibat kerja; antara lain kanker, asma dan pneumonitis
hipersensitivitas.
.Selainitucatdapatmempengaruhibeberapaorganlainsepertisusunansarafpusat,hati,
ginjal,kulit,mata,organreproduksi,jantungdanparu.Disampingitucatsemprotyang
mengandung hidrokarbon dapat disalahgunakan karena dapat memberikan sensasi euforia
atauhalusinasi;intoksikasihidrokarbondapatmenyebabkankelainanparubahkankematian.
Catsemprotberupapartikelhalusyangdapatterisapkedalamsalurannapas.Lokasi
deposisi partikel di saluran napas ditentukan oleh konsentrasi, kelarutan dan ukurannya.
Partikelberukuran10mataulebihakanmengendapdihidungdanfaring,yangberukuran
kurangdari5mdapatpenetrasisampaikealveoli,danpartikelberukuransedang(510m)
akanmengendapdibeberapatempatdisalurannapasbesar.Lokasideposisipartikelakan
memberikan respons atau penyakit yang berbeda. Faktor manusia juga berperan penting
dalam berkembangnya penyakit, seperti kebiasaan merokok, kecepatan aliran udara,
pernapasan,ukuranparudanfaktorfamilial.
Catjenistertentudidugamengandungbeberapazatyangbersifatkarsinogenik.Sebagian
besar pajanan cat melalui inhalasi walaupun dapat juga melalui kontak kulit atau oral.
Beberapabahandalamcatyangdapatmenyebabkankankerparuantaralaintimah,kromium,
molybdenum,asbestos,arsenik,titaniumdanmineraloil(polycyclicaromatichydrocarbon).
Arsendanpewarnacatyangmengandungmetalsepertititaniumoksida,kromiumdan
besisaatinijarangdigunakankarenasejaktahun1960digunakancatdenganberbahandasar
airyanghanyasedikitmengandungpelarutdankurangberbahaya.
Isosianatsering diidentifikasi sebagai penyebab asma kerja pada pekerja cat semprot
yang dikenal sebaga

isocyanateinduced asthma. Prevalensiisocyanateinduced

asthmadiperkirakan berkisar antara 515% dan sering dijumpai di negara berkembang.


Isosianatmerupakanbahanutamacatsemprot,selainitudapatjugadijumpaipadavarnis,
lemdanpolyurethane.

Isosianat merupakan bahan kimia reaktif yang dapat mengiritasi saluran napas dan
membranmukosa.Dahulutoluenediisocyanate(TDI)seringdigunakandalamkomponencat
semprot kendaraan bermotor; saat ini digantikan oleh1,6 hexamethylene
diisocyanate(OCN(CH2)6NCO(HDI) dan methylene diphenyl diisocyanate(MDI).HDI
merupakandiisosianatalifatik;HDImonomersangatmudahmenguap,sehinggasebagian
besarHDIdalambentukprepolimer.
Pajananisosianatyangtinggidapatmenyebabkaniritasimata,sensitisasidaninflamasi
kulitsertaedemaparu.Padapekerja yangtelahtersensitisasiolehisosianat,pajanandosis
kecil (kurang dari 1 ppb =parts per billion) dapat menyebabkan asma yang dapat tetap
dideritabertahuntahunsetelahpajanandihentikan.Tandadangejalayangseringyaitubatuk
denganatautanpaproduksisputum,sesakataurasaberatdidada,mengi,mengigil,malaise,
nyeri otot, dan gejala seperti flu(flu like symptoms)pada saat bekerja. Demam disertai
lekositosisdapatjugadijumpaipadaasmakerja(5%).Padabeberapapasiendapatdijumpai
gejala yang tidak khas seperti batuk kronik atau bronkitis. Foto dada biasanya normal
walaupundapatjugaditemukaninfiltratinterstisialataumenyebar.Padapemeriksaanarus
paksa ekspirasi serial (APE) didapatkan nilai APE yang lebih rendah saat berada di
lingkunganpekerjaan.
Isosianatmerupakansenyawadenganberatmolekulrendah(kurangdari5000dalton);
mekanismenya sebagai penyebab asma belum jelas; diperkirakan melalui mekanisme
imunologi dan nonimunologi.MekanismeisocyanateinducedasthmamelaluinonIgE
dependentkarenaantibodiIgE(imunoglobulinE)yangspesifikterhadapproteinkonjugat
hanyasedikitdijumpai(1030%).
Eosinofiljarangdijumpaipadaasmakerja;berhubungandenganberatnyapenyakitdan
peningkatan reversibilitas terhadap bronkodilator Hidrokarbon adalah bahan kimia yang
terdapatdidalamcat,lem,pelarutdanbahanbakar(bensin);merupakankomponenorganik
yangterdiriatasmolekulkarbondanhidrogen;terbagiatasjenishidrokarbonaromatikdan
alifatik.
Toksisitashidrokarbondisebabkankarenabahaninimudahmenguap(volatil)sehingga
mempengaruhiorganrespirasi(paru);disampingitudapatjugamempengaruhisistemsaraf,
jantung,ginjal,hatidangastrointestinal.Hidrokarbonvolatilsepertibensen,toluendansilen
dapatmemberikansensasi euforia danhalusinasisehinggaseringdisalahgunakan(abuse).

Sejakduadekadeterakhirterjadipeningkatanpenyalahgunaancatsemprotyangmengandung
hidrokarbonpadaremajadengansosialekonomirendahkarenamurahdanmudahdidapat.
Teknik inhalasi melalui hidung, mulut atau cat disemprotkan ke kantong kemudian
dihirup.Catsemprotyangdisukaiadalahcatsemprotwarnametalikkarenamengandung
toluenekonsentrasitinggi.

DaftarPustaka
Maurits.1999.ManajemenPenerapanHiperkesdiPerusahaandanRumahSakit,NaskahSeminar
PenerapanK3dalamMeningkatkanPelayananKesehatanKerjadanMenyongsong
AkreditasiRumahSakit.
Rohery,B.1985.SistemManajemenLingkunganISO14000.PTPustakaBinamanPressindo:Jakarta.
Soegiarto.DiktatKuliahKeselamatanKerjadanHigienePerusahaan,
Sumamur.1981.KeselamatanKerjadanPencegahanKecelakaan.PTTokoGunungAgung:Jakarta.

Pembuatan Cat
2.1. Teknologi Pembuatan Cat
Pada dasarnya pembuatan cat menggunakan teknologi yang berkaitan dengan teknologi kimia
organik dan kimia polimer. Prosesnya dengan memanfaatkan kimia antar permukaan, kimia
koloid, elektrokimia dan petrokimia.
Rancangan polimer untuk cat berupa komposit dengan persyaratn tinggi untuk mencapai
tinggi untuk mencapai berbagai fungsi, sebagai aplikasi utama dari kimia polimer. Resin
sintetis untuk cat berupa polimer yang dibuat dengan menggabung beberapa monomer untuk
mencapai berbagai karakteristik. Ada banyak jenis resin seperti resin linier termoplastik, resin
thermosetting yang dapat ditaut silang, resin tak jenuh, dan masih banyak lagi jenis yang lain.
Yang diterapkan terutama teknologi sintetis resin, polimerisasi tambahan dan polimerisasi
kondensasi, sementara teknologi polimerisasi baru lainnya saat ini banyal dikembangkan oleh
para ahli kimia.
Untuk mencapai mutu mendasar sebagai cat, yang sangat penting adalah berbagai faktor yang
terkait dengan kimia antara cat dan substract, kadar basah (wettability) cat, adhesi dan
absorpsi, serta reologi.
Kurang lebih 75% dari bahan utama cat seperti resin, aditif dan pelarut bergantung pada
produk minyak bumi, sehingga petrokimia dan kimia organik sangat terkait erat dengan cat.
Cat didefinisikan sebagai tebaran koloid dari pigmen dalam sarana (resin dan pelarut).
Dengan demikian properti cat sangat tergantung pada ukuran partikel dan permukaan pigmen.
Tebaran pigmen adalah proses untuk membasahi dan melepas partikel utama pigmen dan
menebarkannya ke dalam sarana secara merata. Untuk menghindari koagulasi dan menjaga
agar kondisi tetap stabil, yang sangat penting adalah kontrol yang didasarkan atas kimia
koloid dan kimia antar permukaan. Berbagai properti cat, seperti fluiditas, kehalusan, kilap,
kekuatan menyembunyikan dan stabilitas penyimpanan sangat dipengaruhi oleh penebaran
pigmen ini (Anonim, 2007c).
2.2. Bahan-Bahan Penyusun Cat
2.2.1. Resin Atau Binder
Resin atau binder merupakan komponen utama dalam cat. Resin berfungsi merekatkan
komponen-komponen yang ada dan melekatkan keseluruhan bahan pada permukaan suatu
bahan (membentuk film). Resin pada dasarnya adalah polymer dimana pada temperatur ruang
(atau temperatur applikasi) bentuknya cair, bersifat lengket dan kental. Ada banyak jenis
resin, seperti: Natural Oil, Alkyd, Nitro Cellulose, Polyester, Melamine, Acrylic, Epoxy,
Polyurethane, Silicone, Fluorocarbon, Venyl, Cellolosic, dll. Resin dibagi berdasarkan
mekanisme mengering atau mengerasnya (pembentukan film).

Tabel 2.1. Pembagian resin berdasarkan mekanisme mengering atau mengerasnya


(pembentukan film)

PENGUAPAN
SOLVENT

(Lacquer dan Duco)

Mengering atau mengerasnya resin terjadi karena


penguapan solvent yang ada. Bahan yang padat akan
tertinggal dan menempel merata pada seluruh permukaan
bahan yang dicat. Selama solventnya masih ada maka
resin ini belum mengeras. Untuk mempercepat proses
menguapnya solvent, biasanya dibantu dengan
pemanasan.

Resin jenis ini secara alamiah polymer-nya sudah cukup besar


sehingga film yang terbentuk sekalipun tidak terjadi reaksi kimia
sudah cukup kuat dan padat.
Kecepatan mongering, kualitas rata dan kilap dari permukaan film
sangat dipengaruhi oleh pemilihan jenis dan komposisi solventnya.
Contoh resin jenis ini adalah Nitro Cellulosa (NC), Cellolose
Acetate Butyrate (CAB), Chlorinated Rubber, Acrylic Co-polymer,
dll
Mengering atau mengeras karena ada reaksi kimia antara
komponen udara (oksigen atau air) dengan resin tersebut
membentuk molekul-molekul baru yang lebih besar dan
saling berikatan satu sama lain.

REAKSI DENGAN
UDARA

(Varnish dan Syntetic


Enamel)

Resin Alkyd atau Natural Oil (atau kombinasi keduanya)


mempunyai ikatan rangkap (tak jenuh) dalam struktur molekulnya,
oleh karenanya resin ini bersifat reaktif terhadap oksigen, namun
pada temperatur ruang raktifitasnya masih kurang, perlu
ditingkatkan reaktifitasnya dengan penambahan katalis (dryer) jika
akan dipakai.
Pada resin Prepolymer Polyisocyanate terjadi reaksi moisture
cure antara gugus fungsional yang reaktif dengan air (kelembaban)
di udara.
Ciri utama cat yang mempergunakan Resin jenis ini adalah akan
mudah mengeras pada permukaannya (atau mengulit), bila kena
udara (terbuka kalengnya cukup lama).

REAKSI
POLYMERISASI

Campuran akan mengeras atau mengering karena terjadi


reaksi kimia antara dua resin yang ada dalam campuran
cat, reaksi ini sering disebut reaksi polymerisasi.

Reaksi polymerisasi (baik kondensasi maupun addisi) dapat

berlangsung karena adanya katalis, tanpa katalis (non katalis), panas


atau radiasi UV.
Hasil reaksinya adalah sebuah campuran polymer yang mempunyai
berat molekul jauh lebih besar dan mempunyai ikatan tiga demensi
(crosslink) yang jauh lebih kuat dibanding reaksi yang dijelaskan
sebelumnya.
Pada suhu ruang, dua pasang resin jenis ini
sudah cukup reaktif untuk memulai reaksi,
maka pasangan resin jenis ini harus
dipisahkan satu sama lain sebelum dipakai,
dicampur satu dengan lainnya jika hanya
akan digunakan.
Tanpa katalis

Tergolong dalam jenis ini adalah resin Epoxy


(2 Pack Enamel) dengan Polyamide dan Polyol dengan
Polyisocyanate. Resin kedua dalam pasangan
tersebut, polyamide atau polyisocyanate biasa
disebut sebagai hardener, karena setelah resin
ini dicampurkan dengan pasangannya akan terjadi
reaksi polymerisasi dimana hasilnya ditandai
dengan mengerasnya campuran tersebut.
Karena pasangan dua resin ini tidak cukup
reactive, maka perlu ditambahkan katalis
untuk memulai reaksinya. Resin jenis ini
bisa dicampur dan disimpan dalam satu
wadah satu dengan lainnya.
Dengan Katalis Selama katalis belum dicampurkan maka tidak

akan terjadi pengerasan pada bahan-bahan


tersebut. Contoh resin ini adalah resin amino
(melamine) dan alkyd polyol yang akan bereaksi
atau mengeras bila ditambahkan katalis yaitu
berupa asam organik atau anorganik.
Disamping katalis seperti sudah disebutkan
di atas, panas juga biasa digunakan
Panas (Stoving
sebagai alat untuk mempercepat reaksi
kimia. Contohnya adalah resin amino dan
Enamel)
alkyd polyol yang dipakai pada cat jenis
stoving (pangggang) pada cat-cat mobil.
Radiasi UV

Beberapa resin tertentu, seperti: Polyester


tidak jenuh, bisa bereaksi satu dengan

yang lain bila diradiasi dengan sinar UV.


Pengeringan dan pengerasan terjadi
setelah campuran resin dikenai sinar UV.

Setiap jenis resin mempunyai banyak sekali type dan turunanya, bahkan kombinasi antara
satu resin dengan resin yang lain juga menambah perbendaharaan jenis resin baru. Daya
tahan, kekuatan dan karakter cat secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh jenis resin yang
dipakai.
Pemilihan resin yang dipakai sangat dipengaruhi oleh banyak pertimbangan diantaranya
adalah sebagai berikut:

Pemakaian, jika akan digunakan dengan kuas maka sebaiknya dipakai


resin yang secara alami encer dan agak lambat keringnya. Resin yang
cocok adalah alkyd dengan kadar oil yang cukup banyak (alkyd long oil).
Resin dengan kekentalan tinggi dan cepat kering sangat tidak cocok
dipakai untuk pemakain dengan kuas, akan menimbulkan permukaan yang
tidak rata setelah cat kering. Begitu juga resin yang encer dan lambat
kering sangat tidak cocok untuk pemakaian dengan spray pada
permukaan vertical.

Kekuatan, jika dibutuhkan cat dengan daya tahan tinggi terhadap sinar
matahari, maka resin yang tepat adalah Acrylic atau Polyurethane, namun
jika dibutuhkan cat dengan kekuatan tinggi terhadap kimia, gesekan,
benturan, dll namun untuk pemakian di dalam, maka resin Epoxy adalah
jawabannya.

Dan pertimbangan-pertimbangan yang lain seperti ongkos/harga, substrat


(permukaan bahan yang akan di cat), lingkungan (berair, kering, korosif,
), dan lain-lain.

(Susyanto, 2009g).
2.2.2. Pigment Dan Extender (Filler)
Pigment dan dyestuff adalah bagian dari colorant. Dyestuff bersifat larut dalam solvent,
sedang pigment tidak.
Pigment merupakan padatan halus (bubuk) yang ditambahkan ke dalam cat dengan beberapa
fungsi berikut:
Tabel 2.2. Beberapa fungsi pigment

OPTIS

Memberi karakter khas pada penampakan cat tersebut,


seperti: warna, derajat kilap (gloss) maupun daya
tutupnya

PROTECTIVE

Memberi nilai tambah pada karakter kekutan cat

tersebut, seperti: kekuatan terhadap cuaca, korosi,


panas atau api, dll
REINFORCING

Meningkatkan sifat, seperti meningkatkan kekerasan,


kelenturan, daya tahan terhadap abrasi, dll

Gambar 2.1. Pigmen


Kekuatan, daya tahan dan sifat-sifat lain yang diinginkan dari cat dapat dibentuk atau
diciptakan dengan menambahkan pigment yang tepat dan konsentrasi yang sesuai. Untuk
memilih pigment yang tepat dan benar perlu dipelajari sifat-sifat umum dari pigment itu
sendiri. Sifat-sifat pigment tersebut adalah:

Warna dasar

Bentuk dan ukuran partikel

Berat jenis, density atau specific gravity

Oil absorption

Hiding power (refractive index)

Daya tahan terhadap panas dan asam basa

PH

Muatan Listrik

Bleeding

Secara umum pigment terbagi dalam dua kategori besar berikut:


Tabel 2.3. Pembagian pigment
PIGMENT
ORGANIK

Pigment yang terbentuk dari senyawa-senyawa organic


(karbon)

PIGMENT
ANORGANIK

Terbentuk dari mineral-mineral atau garam-garaman


logam yang terbentuk secara alami (bahan galian)
ataupun dari hasil reaksi kimia di pabrik. Pada jenis ini
dikenal true pigment (atau disebut sebagai pigment saja)
dan extender atau filler.

Pigment anorganik mempunyai daya tahan solvent, kimia, daya tutup, kemudahan terdispersi,
stabilitas terhadap panas, cahaya dan cuaca yang lebih bagus dibanding pigment organic.
Namun dalam kecerahan dan tinting strength, pigment organic umumnya lebih bagus
dibanding anorganik.

Extender atau filler ditambahkan ke dalam cat dengan tujuan untuk menurunkan harga,
namun dalam hal tertentu extender ditambahkan untuk memberbaiki sifat cat. Extender
umumnya mempunyai refractive index yang kecil (atau rendah daya tutupnya) dibanding
pigment (Susyanto, 2009f).
2.2.3. Solvent
Seperti sudah dijelaskan dalam bagian sebelumnya bahwa masing-masing komponen
penyususun cat mempunyai fungsi dan peran yang berbeda-beda. Resin membentuk film dan
memberi kontribusi terhadap karakter film yang terbentuk, sedang pigment disamping
memberi warna juga berfungsi menambah kekuatan mekanis film.
Bagaimana dengan solvent ? Sekalipun setelah pemakaian solvent akan terbuang ke
lingkungan dan tidak menjadi bagian dari lapisan cat, namun peran solvent selama proses
pembuatan, penyimpanan dan pemakaian cat, memperlihatkan peran yang dominan
dibanding komponen lainnya.
Pada saat pembuatan cat, solvent memberi kontribusi sedemikian rupa sehingga campuran
mempunyai kekentalan yang pas untuk diproses: diaduk, dicampur, digiling dan lain-lain.
Dengan penambahan solvent yang tepat dan cukup akan menurunkan kekentalan dari resin
atau campuran pada suatu titik dimana kekentalannya memenuhi syarat untuk masing-masing
proses.
Demikian halnya pada saat pemakaian cat, dengan penambahan jenis solvent yang tepat dan
dengan takaran pas, maka cat bisa dikuas, dispray atau dilumurkan dengan mudah pada
obyek yang akan dicat. Komposi solvent yang tepat juga memberi pengaruh optimal pula
pada mekanisme penguapan dari solvent-solvent yang ada, sehingga akan membentuk film
yang maksimal karakteristiknya, baik textur permukaannya, sifat kilapnya maupun kecepatan
keringnya.
Cat merupakan sebuah system campuran yang kompleks, ada padatan (solute) yang terlarut
atau terdispersi dalam pelarut cair (solvent), ada juga cairan (solvent active) yang terlarut
dalam cairan lain (diluent). Jadi definisi solvent adalah cairan (biasanya mudah menguap)
yang berperan melarutkan atau mendispersi komponen-komponen pembentuk film (resin,
pigment dan/atau additive) yang akan menguap terbuang ke lingkungan selama proses
pengeringan.
Membicarakan solvent tidak bisa lepas dari thinner, karena keduanya saling berkaitan satu
dengan yang lain. Thinner adalah campuran beberapa solvent yang dipakai untuk melarutkan
resin di dalam cat atau mengencerkan cat selama penggunaan. Di dalam prakteknya resin atau
cat dilarutkan oleh tidak hanya satu jenis solvent , tetapi oleh beberapa macam kategori
solvent. Bagaimana dengan cat water base, solvent dan thinner-nya adalah setali tiga uang
atau sama saja, yaitu air. Untuk cat jenis water base dimana air adalah sebagai pelarutnya,
tidak akan dibahas dibagian ini.

Solvent biasanya dibagi berdasarkan struktur kimia atau karakteristik fisikanya.


Penggolongan solvent berdasarkan struktur kimia adalah sebagai berikut:
1. Hidrokarbon

Sesuai namanya maka pada golongan ini terdiri dari solvent-solvent dimana unsur hidrogen
(H) dan carbon (C) menjadi struktur dasarnya. Golongan ini terbagi lagi menjadi tiga sub
golongan, yaitu: aliphatis, aromatis dan halogenated hidrokarbon. Sedang sub golongan
aliphatis dibagi lagi menjadi aliphatis jenuh (saturated) dan tidak jenuh (unsaturated).
Solvent-solvent golongan hidrokarbon hampir seluruhnya berasal dari hasil distilasi minyak
bumi yang merupakan campuran dari beberapa sub-sub golongan (bukan senyawa murni),
sehingga titik didihnya berupa range dari minimum sampai maksimum, bukan merupakan
titik didih tunggal.
1. Oksigenated Solvent

Oksigenated sovent atau solvent dengan atom oksigen adalah solvent-solvent yang struktur
kimianya mengandung atom oksigen. Termasuk dalam kategori ini adalah golongan ester,
ether, ketone dan alkohol.
Faktor penting bagaimana solvent menjalankan fungsinga didalam cat adalah kemampuannya
untuk melarutkan resin, kemudian membentuk larutan yang stabil dan homogen. Beberapa
parameter dalam hubungannya terhadap daya larut solvent adalah sebagai berikut:
Solubility Parameter solvent; solvent hidrokarbon mempunyai hubungan yang proporsional
dengan harga Kauri Butanol (KB); semakin besar harga KB-nya, semakin besar solubility
parameternya atau dengan kata lain semakin besar pula daya larut solvent tersebut. Range
harga KB adalah antara 20 -105. Untuk beberapa solvent hidrokarbonn aliphatis berkisar
antara 28 40, sedang untuk hidrokarbon aromatis lebih besar dari 70. Cara lain untuk
menentukan daya larut solvent-solvent hydrokarbon adalah dengan menentukan Titik Anilin
(TA); makin rendah TA, makin besar daya larut solvent tersebut.
Hidrogen Bonding Index adalah merupakan ukuran kekuatan ikatan antara atom-atom
hidrogen (relatif positif) dan atom-atom negatif seperti oksigen dalam solvent tersebut,
harganya berkisar antara 15 sampai + 18. Solvent-solvent hidrokarbon mempunyai harga
rendah dan jenis alkohol mempunyai harga yang tinggi, sedang lainnya berkisar di antara dua
jenis solvent tersebut.
Dipole Moment adalah polaritas suatu solvent yang tergantung dengan nilai konstanta
dielektriknya. Pada umumnya makin polar suatu bahan yang dilarutkan akan membutuhkan
semakin polar pula bahan pelarutnya.
Dalam hubungannya dengan resin Nitro Cellulose (NC) ada beberapa istilah yang berkaitan
dengan solvent yang perlu dibahas, yaitu Active Solvent, Latent Solvent dan Diluent. Active
solvent adalah solvent yang secara nyata melarutkan NC, contoh: hampir semua keton

(MEK), ester (ethyl atau butyl acetate) dan ether (aceton). Latent solvent atau juga disebut
co-solvent adalah solvent yang bila sendirian tidak bisa melarutkan NC, tetapi digunakan
untuk meningkatkan daya larut active solventnya. Peningkatan daya larut active solvent dapat
dilihat dari penurunan kekentalan larutan yang cukup besar setelah ditambah latent solvent
(dibanding dengan penambahan yang sama active solvent atau solvent jenis lain), contoh
latent solvent adalah alkohol. Sedang diluent adalah solvent yang dipakai untuk melarutkan
kedua jenis campuran solvent tersebut (thinner), sehingga harganya diharapkan lebih murah,
dibanding bila hanya ada dua jenis solvent tersebut (Susyanto, 2009h).
2.2.4. Additive
Disamping ke tiga komponen seperti sudah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, yaitu: resin,
pigment dan solvent, ada beberapa komponen lain yang ditambahkan dalam jumlah sangat
sedikit ke dalam cat. Komponen-komponen ini, sekalipun ditambahkan dalam jumlah sedikit,
namun memberi kontribusi yang sangat besar terhadap sifat cat, sehingga cat dapat diproses,
disimpan dan dipakai seperti harapan kita.
Penambahan additive yang ada dalam cat tidaklah serta merta muncul begitu saja, merupakan
suatu proses panjang dari beberapa percobaan atau riset pada cat tersebut. Selama proses
pembuatan, penyimpanan dan pemakaian dinilai kualitasnya secara menyeluruh, kemudian
kelemahan dan masalah yang timbul dicoba untuk diatasi dengan variasi jenis dan takaran
beberapa additive, hingga akhirnya muncul nama jenis dan takaran additive tertentu yang pas
untuk campuran cat tersebut.
Additive ditambahkan ke dalam cat disesuaikan dengan solvent apa yang dipakai (solvent
atau water base), apa jenis resinnya, bagaimana pemakaiannya dan bagaimana mekanisme
pengeringannya. Setiap supplier additive biasanya memberi informasi yang jelas tentang apa
dan bagaimana additive harus digunakan.
Additive biasanya dibagi berdasarkan fungsinya. Berikut ini adalah beberapa additive yang
biasa dipakai dalam industri cat.
Tabel 2.3. Pembagian additive
KATEGORI

NAMA

KETERANGAN

WETTING AGENT

Mempermudah atau
mempercepat proses
penggantian udara dan air oleh
resin pada permukaan pigment
atau extender

DISPERSING AGENT

Mempermudah distribusi
pigment dan extender ke dalam
cairan resin

MEMPERCEPAT ATAU
MEMPERMUDAH PROSES

MENGURANGI AKIBAT
JELEK SELAMA
PENYIMPANAN

ANTI SKINNING
AGENT

Mencegah proses pengulitan


pada permukaan cat (oil atau
alkyd base resin) selama
penyimpanan

THICKENING AGENT

Mempertahankan kekentalan
cat atau melindungi cat selalu
dalam kondisi koloid

ANTI SETTLING
AGENT

Mempertahankan pigment
selalu berada pada kondisi
dispersi yang stabil dalam
campuran, sehingga tidak
mengendap.

ANTI SAGGING

Mencegah turunnya atau


melelehnya cat jika dipakai
pada permukaan tegak

LEVELLING AGENT

Meningkatkan kualitas
permukaan cat, sehingga
permukaannya rata tidak
bergelombang

ANTI FLOODING &


FLOATING

Mencegah pemisahan pigment


baik secara vertikal maupun
horisontal

ANTI FOAMING

Mencegah atau menghilangkan


timbulnya busa pada
permukaan cat

ANTI STATIC AGENT

Mencegah atau mengurangi


timbulnya arus listrik static
selama pemaikaian

DRYER

Mempercepat reaksi oksidasi


dan polymerisasi dari ikatan tak
jenuh pada cat jenis alkyd atau
synthetic (mengandung drying
oil).

MENGURANGI AKIBAT
JELEK SELAMA PEMAKAIAN

MEMPERBAIKI ATAU
MERUBAH SIFAT FILM

CATALYST

Untuk mempercepat reaksi


crosslinking antara resin amino
dan alkyd polyol (atau
turunannya), biasanya dipakai
senyawa-senyawa asam organik

maupun anorganik

PLASTICIZER

Meningkatkan fleksibilitas cat,


terutama pada cat yang
mempunyai berat molekul yang
besar, seperti NC.

ANTI FOULING
AGENT

Mencegah timbulnya atau


melekatnya tumbuhan air laut
pada dasar dinding kapal

MATTING AGENT

Menurunkan derajad kilap


lapisan cat (dari gloss ke semi
gloss atau dari semi ke
dof/matt)

ANTI FUNGUS

Mencegah timbulnya jamur

4.1.1. Jenis-Jenis Cat


Banyak teori yang berkembang untuk mengelompokan cat, diantaranya adalah berdasarkan
bahan baku utama, mekanisme pengeringan, letak dan dimana cat itu dipakai, kondisi cat,
jenis dan keberadaan solvent, fungsi, methode pengecatan, jenis substratnya dan lain-lain.
Tabel pengelompokan berikut memberi kemudahan dalam kita mempelajari cat.
Tabel 4.1. Jenis-jenis cat
DASAR PENGELOMPOKAN JENIS DAN KETERANGAN
Berdasarkan jenis resin yang dipakai: cat epoxy,
polyurethane, acrylic, melamine, alkyd, nitro
cellulose, polyester, vinyl, chlorinated rubber,
dll
Bahan Baku

Berdasarkan ada tidaknya pigment dalam cat


tersebut, yaitu varnish atau lacquer
(transparent, tidak mengandung pigment); duco
atau enamel (berwarna dan menutup
permukaan bahan, mengandung pigment).

FUNGSI

Cat dempul (filler), anti karat (anti corrosion),


anti jamur (anti fungus), tahan api, tahan panas
(heat resistance), anti bocor (water proofing),
decorative, protective, heavy duty, industrial dll.

METHODE PENGECATAN

Cat kuas, spray, celup, wiping, elektrostatik,


roll, dll.

LETAK PEMAKAIAN

Cat Primer (sebagai dasar), undercoat,

intermediate (ditengah-tengah), top


coat/finishing (pada permukaan paling atas dari
beberapa lapisan cat), interior (di dalam tidak
terkena secara langsung sinar matahari) dan
exterior (di luar), dll.

JENIS SUBSTRAT

Cat besi (metal protective), lantai (flooring


systems), kayu (wood finishing), beton
(concrete paint), kapal (marine paint), mobil
(automotive paint, plastik, kulit, tembok, dll.

KONDISI DAN BENTUK


CAMPURAN

Cat pasta, ready-mixed, emulsi, aerosol, dll.

ADA TIDAKNYA SOLVENT

Water base, cat solvent base, tanpa solvent,


powder, dll.

MEKANISME
PENGERINGAN

Cat kering udara (varnish dan syntetic enamel),


cat stoving (panggang), cat UV curing, cat
penguapan solvent (lacquer dan duco), dll.

(Susyanto, 2009c).
4.1.2. Kualitas Cat
Untuk mendapatkan kualitas cat seperti yang diharapkan oleh pelanggan, berbagai usaha
harus diarahkan untuk mendapatkan kualitas hasil akhir dari setiap proses seoptimal
mungkin. Setiap proses dimulai dari pembelian bahan baku, penyimpanan bahan baku,
pemrosesan bahan baku menjadi bahan setengah jadi maupun bahan jadi, penyimpanan bahan
jadi dan pengiriman bahan jadi ke pelanggan harus dikontrol dengan jadwal, pengujian dan
pelayanan yang memadai.
Beberapa pengujian harus dilakukan untuk meyakinkan bahwa resin, pigment, extender,
solvent dan additive yang dibeli dan kemudian disimpan di dalam gudang sesuai spesifikasi,
tidak terjadi salah barang, penyimpangan dan perubahan kualitasnya.
Proses pembuatan pasta menghasilkan pasta yang stabil, tidak gampang mengulit, mengeras
dan dengan dengan derajad kehalusan sesuai kebutuhan.
Proses pembuatan cat menghasilkan cat dan film dengan kualitas seperti yang diharapkan.
Untuk itu harus dilakukan pengujian-pengujian dasar sebagai bertikut:
Tabel 4.2. Uji kualitas cat
KATEGOR JENIS

PENGUJIAN KETERANGAN

I BAHAN BAHAN
BAHAN
BAKU

RESIN

Membandingkan penampilan, seperti :


permukaan, bahan asing, endapan,
kejernihan, gumpalan dan warna sample
resin dengan standard yang ada.
Penampilan

Untuk warna resin dinyatakan dengan bilangan


Gardner, yaitu menyamakan warna sample dengan
skala warna Gardner. Warna jernih (1) hingga
warna merah pekat (18)
Mengukur waktu yang dibutuhkan untuk
menghabiskan seluruh cairan keluar dari
sebuah flow cup standard. Nilai kekentalan
dibuat atas dasar waktu yang dibutuhkan
dari mulai mengalir sampai putusnya aliran
tersebut. Cara ini efektif jika cairannya
dalah jenis newtonian dan mempunyai
range kekentalan dibawah 200 detik.

Kekentalan
Untuk cairan yang sangat kental maka digunakan
(detik atau
cara Gardner, yaitu membandingkan kecepatan
mPas)

naiknya gelembung udara yang berisi cairan


sample dengan cairan standard dalam tabung
dengan ukuran tertentu dari yang paling encer (A)
hingga yang paling kental (Z6).
Atau bisa dilakukan dengan alat Brokfield dengan
range pengukuran kekentalan antara 10 hingga
8.106 mPas

Membandingkan berat sample terhadap


Berat Jenis
volumenya dengan menggunakan gallon
(gram/cm3)
cup pada temperatur tertentu.

Kadar
Padatan
(%)

membandingkan berat sample sesudah


dikeringkan (110oC selama 1 jam) dengan
sebelum dikeringkan. Biasa disebut dengan
NV(non volatile matter) dengan basis v/v
atau w/w> basis v/v (volume/volume) lebih
sering dipakai.

Bilangan
Asam

mengetahui senyawa asam yang


terkandung dalam resin

Membandingkan penampilan, seperti:


bahan asing, gumpalan dan warna sample
dengan standard yang ada.

Untuk membandingkan warna pigment, sample


harus didispersikan atau digrinding dalam resin
tertentu kemudian ditarik pada kertas rungkut
dengan ketebalan 60 micron dan dibandingkan
Penampilan dengan warna standard
PIGMENT
DAN
EXTENDER

Untuk dyestuff perlu dilarutkan pada pelarut


tertentu hingga membentuk larutan denga
konsentrasi 3 (DZ) atau 10% (PP), kemudian
dicampur dengan resin tertentu dan dilanjutkan
seperti tersebut di atas.
Mengetahui seberapa besar penyerapan
Oil
pigment atau extender terhadap oil atau
Absorption minyak nabati dalam satuan ml per 100 g
sample.
Membandingkan penampilan, seperti :
bahan asing, endapan, kejernihan,
Penampilan
gumpalan dan warna sample dengan
standard yang ada.

SOLVENT

Resistivity

Mengukur resistivity (tahanan = Mega ohm)


suatu solvent dengan dua dip elektroda
pada jarak tertentu (1 cm). Besaran ini
menggambarkan bisa tidaknya solvent
tersebut dipakai dengan spray jenis
elektrostatik

Jenis dan
Mengukur derajad kemurnian solvent atau
Komposisi menganalisa jenis dan fraksi komponenkomponent komponen dalam campuran solvent

ADDITIVE

BAHAN
SETENGA PASTA
H JADI

Biasanya diuji secara langsung dengan menambahkan


pada resep bahan setengah jadi (pasta) atau cat,
diproses dan dipakai dan kemudian dibandingkan
dengan additive standard pada semua aspek pengujian.
Mengamati pengulitan, pengerasan
Kestabilan (gelling) dan kehalusan secara rutin selama
pasta disimpan

Kehalusan
(mm)

Dengan mempergunakan grindo meter


kehalusan pigment atau extender dalam
cat dapat ditentukan. Pasta atau cat ditarik
pada parit dengan kedalaman berbeda dari
paling dalam hingga paling dangkal,
sehingga partikel yang ukuran besar akan
terjebak pada posisi sesuai dengan ukuran
partikelnya.

Kadar
Padatan
(%)

Idem di atas

Warna

Setelah dijadikan cat, dengan mencapur


pasta dengan komponen lain, kemudian
ditarik pada kertas rungkut dengan
ketebalan 60 micron dan dibandingkan
dengan warna standard

Membandingkan penampilan sampel cat,


Penampilan
seperti : bahan asing, endapan, kejernihan
Cat
dan gumpalan dengan standard yang ada.
Kekentalan Idem di atas
Berat Jenis Idem di atas

CAT

TANPA
PIGMENT

Waktu
Kering

Dengan mempergunakan sentuhan,


tempel atau tekanan jari pada cat yang
masih basah. Waktu kering meliputi : kering
sentuh, tekan dan kering sempurna.

Kadar
Padatan

Idem di atas

Resistivity

Idem di atas

Pengujian film dilakukan setelah cat


dikenakan pada substrat tertentu dan
kemudian mengering. Penampilan filim
Penampilan
meliputi ada tidaknya: kulit jeruk,
Film
gelembung udara, bercak-bercak, tidak
meratanya kilap, lekukan-lekukan kawah,
kerut dan lain-lain.
Mengukur cahaya yang dipantulkan oleh
Daya Kilap
film. Alat yang dipakai adalah Glossmeter
Film (gloss)
atau reflektometer

Film cat kering digores dengan sudut cutter


(30-45o) dan pada kecepatan 0.5 detik per
satuan potongan sehingga didapat 25
kotak dengan jarak pemotongan sesuai
Daya Lekat
ketebalan catnya. Kemudian dilekatkan
Film
selotip dan ditarik dengan kuat. Dari
(adhesi)
banyaknya kotak lapisan cat yang
terangkat bisa kita nilai daya lekat film
tersebut ( GT 0, tidak ada yang terkelupas
hingga GT 4, terkelupas > 65%)

Sifat
Mekanis
Film

Sifat mekanis film meliputi: daya tahan


terhadap impact, kekerasan dan lain-lain.
Untuk daya tahan impact diuji dengan
impact tester, kekerasan dengan hardness
pendulum tester, hardness Dur-O-Test atau
dengan pencil hardness.

Semua pengujian yang dilakukan pada cat tanpa


pigment juga dilakukan untuk cat dengan pigment dan
ditambah beberapa pengujian berikut

DENGAN
PIGMENT

Selama pencocokan warna (colour


maching), sample cat dibandingkan dengan
warna standarnya, bisa dilakukan dengan
methoda tersebut di atas (pasta) atau
Penampilan
dengan mempergunakan alat pencari
Warna
warna (hunter lab colour matching), hingga
diperoleh hasil selisih antara warna sample
dengan standard sekecil mungkin (sesuai
spesifikasi).
Kehalusan

Idem di atas (pasta)

Merupakan ketebalan minimal film dari cat


dimana pola hitam-putih dari kertas kotakkotak tidak dapat kelihatan. Pengujiannya
Daya Tutup adalah dengan menarik cat basah dengan
applikator dimulai ketebalan paling besar
hingga paling kecil, kemudian setelah
kering dinilai daya tutupnya.

Pengujian tersebut di atas bisa juga diperluas atau ditambah sesuai dengan penggunanan cat
dan kebutuhan, seperti : daya tahan terhadap sinar matahari perlu dilakukan untuk jenis cat
yang dipakai di luar terkena sinar matahari, daya tahan terhadap korosi pada cat yang dipakai
pada lingkungan korosif, dan masih banyak pengujian-pengujian yang lain (Susyanto,
2009d).