Anda di halaman 1dari 12

I.

PENDAHULUAN

B. TUJUAN

Tujuan praktikum kali ini adalah untuk memberikan gambaran sifat fisik
beberapa jenis bahan kemasan kertas yaitu gramatur dan densitas kertas, kekuatan
kertas, kekuatan tarik, dan regangan putus, ketahanan gesek serta daya serap air
pada kertas.
A. TUJUAN

A. Bahan dan Alat


Bahan yang digunakan adalah lima jenis kertas. Sedangkan alat yang
diperlukan untuk menunjang praktikum adalah neraca, mistar, gunting, jangka
sorong, mikrometer sekrup, paper tensile strenght tester, abrasion resistance
tester, Cobb tester, dan DDI tester.

B. Metode
Penentuan Gramatur dan Densitas
Gramatur adalah nilai yang menunjukkan bobot kertas per satuan luas
(g/m2), sedangkan densitas adalah bobot per satuan volume (g/m3). Kertas
berukuran 10 x 10 diukur bobot sebanyak dua kali.

10.000 cm2
Bobot contoh (g)
Gramatur (g/m2) = x
100 cm2 1 m2

Densitas diperoleh dengan membagi gramatur kertas dan tebal kertas. Tebal
kertas diukur menggunakan mikrometer sekrup pada lima tempat berbeda dan
diambil rata-ratanya.

Gramatur kertas

Densitas (g/m3) =
Tebal kertas (m) x 1000

Penentuan Ketahanan Tarik dan Regangan Putus


Penentuan ketahanan tarik dan regangan putus dilakuakn menggunakan
paper tensile strength tester dengan contoh uji berukuran 22 x 1,5 cm. Bagian
ujung contoh uji dipasang pada bagian penjepit alas dan dikeraskan. Ujung kertas
lainnya dipasang pada klem bawah dan dikeraskan. Selanjutnya pengunci bagian
klem alas dikendorkan sehingga klem alas dapat bergerak untuk mendapatkan
penempatan contoh uji yang benar. Untuk pengukuran, tuas di sebelah kanan
ditekan ke bawah. Bersamaan dengan itu, jarum penunjuk bergerak ke alas. Pada
saat tertentu, contoh uji putus, jarum penunjuk berhenti bergerak. Nilai yang
ditunjukkan oleh jarum penunjuk adalah nilai beban tarik. Nilai kekuatan tarik
ditentukan dengan membagi nilai beban tarik dengan luas permukaan.
16 Nilai beban tarik (kgf)
Kekuatan tarik (kgf/cm2) = x
N
1,5 cm x t

N = banyak contoh kertas tiap uji


t = tebal lembar contoh uji (cm)

Ketika alat bekerja, diukur pula elongasi contoh uji. Elongasi (perpanjangan
putus) dilihat pada skala piringan. Persen perpanjangan putus ditentukan dengan
membagi perpanjangan contoh uji dengan panjang contoh uji.

Penentuan Ketahanan Gesek. Contoh uji berbentuk lingkaran dengan


diameter 10 cm diberi lubang kecil di tengah diameter 0.5 cm ditimbang terlebih
dahulu. Kemudian dipasang pada alat uji, dijepit bagian tengah dan tepinya.
Selanjutnya, alat dihidupkan termasuk pompa penghisap debu gesekan. Selama
alat bekerja, dilakukan pengamatan terhadap contoh uji hingga contoh uji rusak
maka pengujian dihentikan.
M1 M2
Kehilangan bobot setiap kali gesekan =
AxL
Penentuan Daya Serap Kertas terhadap Kertas
Penentuan daya serap kertas terhadap air menggunakan COBB tester.
Contoh uji berukuran 12 x 12 cm diselipkan di antara plat dan tabung, kemudian
dipasang baut penahan dengan rapat sehingga tidak akan bocor.
Air sejumlah 100 ml dimasukkan dalam COBB tester dan didiamkan 10
menit. Selanjutnya, air dikeluarkan dari alat dan diambil lembar contoh dari alat.
Lalu air diserap menggunakan kertas saring. Contoh uji ditimbang kembali.

(Bobot awal-bobot akhir) x waktu

Banyak air yang diserap =


Luas

Pengujian Ketahanan Sobek


Ketahanan sobek merupakan besarnya gaya untuk menyobek kertas
sepanjang 1 cm menggunakan elemendorf tearing strength tester.
Contoh uji berukuran 76 x 63 mm sebanyak 16 lembar dipasang pada klip
penjepit dengan arah memanjang. Pendulum dipasang pada posisi siap. Sisa
contoh uji dijepit oleh klip penjepit pada pendulum. Jarum penunjuk diarahkan ke
bawah. Tombol pelepas pendulum ditekan sehingga pendulum bergerak
mengayun secara bebas. Skala yang ditunjuk merupakan nilai terbaca

Nilai terbaca x 16

Ketahanan sobek =
contoh dalam pengujian

Ketahanan sobek
Faktor sobek =
gramatur

Uji Ketahanan Jatuh. Kertas berukuran 10 x 10 cm di pasang pada alat


DDI (Dart Drop Impact). Lalu beban dijatuhkan dengan ketinggian tertentu.
Ukuran beban disesuaikan mulai dari yang terkecil hingga beban minimum yang
mampu membuat kertas bolong.

Kertas merupakan struktur lembaran yang terbuat dari pulp dan bahan lain
sebagai bahan tambahan dengan fungsi tertentu. Bagian terbesar kertas adalah
pulp, sedangkan bahan lain sebagai bahan tambahan hanya sedikit karena
digunakan hanya untuk mendapat sifat tertentu (Setyowati, 2000).
Pengujian terhadap kualitas kertas perlu dilakukan untuk menentukan jenis
kertas yang tepat dalam penggunaannya. Sebelum melakukan pengujian terhadap
kertas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu kalibrasi alat, pengambilan
contoh, dan kondisi pengujian (Syarief, 1988).
Salah satu sifat fisik kertas untuk keperluan pengemasan adalah
ketahanan/kekuatan tarik kertas. Sifat ini berkaitan dengan daya tahan kemasan
setelah diisi terutama berhuungan dengan penanganan produk terkemas (Yuliasih
et al., 2006). Kekuatan tarik adalah gaya tahan lembaran pulp atau kertas terhadap
gaya yang bekerja pada kedua ujungnya (Irawadi dan Yani, 1993). Kekuatan tarik
dibedakan menjadi kekuatan statis dinamis dan kekuatan kelim pada sambungan.
Uji kekuatan tarik memberi gambaran kekuatan kertas jika kertas tersebut ditarik
searah dengan alur kertas. Bahan pengemas seperti kertas sampul, kertas
pembungkus, dan lain sebagainya diuji dengan berbagai perlakuan yang akan
diterima bahan yaitu printing, pelapisan, dan sebagainya (Syarief, 1988).
Umumnya kekuatan tarik kertas pada arah sejajar mesin kertas (MD) lebih tinggi
dibanding arah tegak lurus kertas (CD) (Yuliasih, 2006). Prinsip penentuan
kekuatan tarik dan regangan kertas (elongasi) berdasarkan jumlah gaya yang
diperlukan untuk memutuskan potongan kertas erukuran 1 x 10 inchi setelah
kedua ujungnya ditarik berlawanan (Syarief, 988).
Pengujian daya serap air dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penetrasi
cairan ke dalam kertas. Dengan demikian dapat digunakan sekaligus untuk
menguji mutu bahan pengisi. Hal ini berguna untuk mengetahui kualitas CBF dan
SBF guna keperluan ekspor (Satiawihardja, 1985).
Densitas (porositas) kertas diperoleh dengan membagi gramatur kertas
dengan tebal kertas atau dengan mengukurnya menggunakan densonometer. Alat
ini mencatat waktu yang diperlukan untuk melakukan 100 m3 udara yang
dihembuskan melalui lembaran kertas seluas 1 inchi2. jika udara dapat menembus
kertas dengan cepat, maka kertas yang diuji relatif poros (Syarief, 1988).
Gramatur kertas dipengaruhi oleh kadar air dan kelembaban relatif udara di
sekitar kertas. Karena gramatur dinyatakan sebagai total berat kertas termasuk
kadar air, maka pengukuran harus dilakukan pada kondisi standar (Casey, 1981).
Menurut Casey (1981), secara teknis rapat massa mempunyai hubungan erat
dengan daya ikatan antar serat dan derajat fibrilisasi serat pulp yang nantinya
berpengaruh pada pencetakan. Dalam prosesnya, filler kaolin berpengaruh pada
sifat fisik lembaran kertas (densitas dan gramatur). Kaolin berfungsi sebagai
bahan pengisi antar serat, menambah bobot kertas dan menghaluskan kertas.
Adanya perbedaan kekuatan tarik pada kertas disebabkan adanya perbedaan
panjang serat yang menyusun kertas tersebut. Kekuatan tarik kertas sebanding
dengan kuadrat akar rata-rata perbandingan panjang serat dan bobotnya
(Nurmainah, 2002).
Indeks sobek tertinggi dihasilkan oleh kelompok massa jenis terendah.
Indeks sobek makin menurun dengan meningkatnya massa jenis (Mariati 1995).
Nilai indeks sobek juga diduga dipengaruhi oleh perbedaan kandungan kimia
terutama selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Selulosa dalam lembaran pulp
mempunyai daya gabung yang besar dan memudahkan terbentuknya jalinan antar
serat. Pulp yang mengandung hemiselulosa rendah sukar digiling dan
menghasilkan lembaran berkekuatan rendah, demikian pula pulp yang
mengandung kadar lignin tinggi (Casey, 1980).
Ketahanan gesek kertas berbeda pada kedua permukaannya. Sisi permukaan
felt pada umumnya memiliki ketahanan gesek yang lebih rendah dari pada sisi
permukaan roll. Daya tahan terhadap gesekan berkaitan dengan ketahanan
kemasan untuk digeser atau ditumpuk selama penanganan dan penyimpanan
(Yuliasih, 2006). Pada penentuan ketahanan gesek diperlukan penghisap debu
untuk memisahkan debu hasil penggesekan. Hal ini karena bila tidak ada
penghisap debu, maka debu hasil penggesekan akan menghalangi bidang
penggesekan sehingga mengganggu pengukuran (Nurmainah, 2002).
Kertas memiliki sizer yang berpengaruh terhadap daya serap air. Sizer
merupakan tambahan untuk meningkatkan ketahaan kertas terhadap cairan.
Permukaan sizer umumnya selaput tipis tepung, getah, dan polimer sintetis. Hasil
dari uji menunjukkan bahwa antara kertas tips dan tebal, permukaan tipis dan
tebal (Casey 1998).

Casey JP. 1980. Pulp and Paper ChemistryAnd Chemical Technology. John
Wiley. New York.
Mariati S. 1995. Studi Pembuatan Pulp Kraft untuk Kertas dari Campuran Kayu
Daun Lebar Berdasarkan Pengelompokan Massa Jenis. Skripsi.

Irawadi dan Yani M.1993. Pengemasan Bahan Pangan. Departemen Teknologi


Industri Pertanian IPB. Bogor.

Satiawihardja B. 1985. Pengemasan Bahan Pangan. Fakultas Tekonologi


Pertanian IOB. Bogor.

Setyowati K. 2000. Pengemasan 1. Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB.


Bogor.
Syarief et al. 1988. Teknik Pengemasan Pangan. PAU IPB. Bogor.

Yuliasih I et al. Modul Laboratorium Pengemasan dan Penyimpanan. Departemen


Teknologi Industri Pertanian IPB. Bogor.

PEMBAHASAN

Penentuan Gramatur dan Densitas Kertas

Pada percobaan ini, dilakukan pengulangan pengukuran sebanyak dua kali.


Hal tersebut penting karena percobaan yang baik menurut metode rancangan
percobaan menggunakan sedikitnya dua kali pengulangan. Dua kertas dengan
ukuran yang sama ditimbang bobotnya menggunakan timbangan listrik. Hasil
penimbangan menunjukkan adanya selisih yang tidak terlalu besar pada jenis
kertas karton, minyak, dan manila. Pengukuran bobot kertas kraft dan duplex
menunjukkan ukuran bobot yang sama pada ukuran kertas yang sama pula.
Kemudian dilakukan pengukuran terhadap tebal kertas. Diambil lima titik contoh
kertas untuk diukur nilai tebal menggunakan mikrometer sekrup. Lima titik
contoh terletak pada lokasi yang berbeda satu dengan lainnya. Hal ini karena
keadaan permukaan kertas tidak rata sehingga tebal kertas antara beberapa bagian
menunjukkan hasil yang berbeda. Dengan demikian, tebal kertas pada percobaan
kali ini diperoleh dari nilai rata-rata beberapa nilai tebal kertas di lima lokasi
berbeda.
Pengetahuan mengenai nilai gramatur dan densitas sangat penting untuk
menentukan kualitas kertas dalam penggunaannya sebagai bahan
kemasan.Berdasarkan percobaan, duplex memiliki nilai gramatur dan nilai
densitas yang tertinggi. Sedangkan nilai densitas dan nilai gramatur terendah
terdapat pada kertas jenis kraft. Nilai gramatur dan densitas kertas merupakan
acuan bagi sifat fisik kertas lainnya, misalnya ketahanan tarik, ketahanan sobek,
ketahanan jatuh, dan regangan putus kertas.
Dari hasil percobaan diketahui dupleks memiliki ketahanan tarik, ketahanan
sobek, ketahanan jatuh, dan regangan putus kertas yang rendah karena memiliki
densitas yang paling besar di antara lima jenis kertas contoh uji. Sedangkan kertas
minyak memiliki nilai ketahanan tarik, ketahanan sobek, ketahanan jatuh, dan
regangan putus kertas yang tinggi karena nilai densitas kertas minyak adalah yang
terendah di antara lainnya.
Dalam perdagangan digunakan satuan gramatur karena satuan ini cukup
mewakili pihak produsen (bobot kertas) dan pihak konsumen (luas kertas).
Densitas kertas pada dasarnya tidak banyak digunakan dalam industri grafika dan
industri kemasan.

Penentuan Ketahanan tarik dan Regangan Putus


Pengujian kekuatan tarik beberapa jenis kertas uji dilakukan dua kali
pengulangan dengan arah posisi kertas yang berbeda (vertikal dan horizontal).
Nilai kekuatan tarik suatu kertas bila arah serat kertas tersebut searah dengan arah
tarikan (MD) berbeda jika arah serat tersebut tegak lurus dengan arah tarikan
(CD). Hal ini dikarenakan pada posisi CD, paper tensile strength tester menarik
ikatan antar rantai selulosa kertas yang berupa ikatan lemah (van der waals).
Sedangkan pada posisi CD alat penguji menarik ikatan atom-atom pada rantai
selulosa berupa ikatan kuat sehingga sulit putus.
Seperti telah ditulis sebelumnya, densitas dan gramatur mempengaruhi
kekuatan tarik kertas. Kertas yang memiliki nilai gramatur dan densitas tinggi
mempunyai nilai kekuatan tarik yang rendah. Sebaliknya kertas yang berdensitas
dan bergramatur rendah memiliki nilai kekuatan tarik yang tinggi. Pada
percobaan, kertas minyak memiliki nilai kekuatan tarik yang paling tinggi di
antara jenis kertas lainnya. Faktor yang mempengaruhinya adalah densitas dan
gramatur kertas minyak yang rendah. Maksudnya, kualitas kertas minyak sebagai
bahan pengemas hanya digunakan untuk produk-produk tertentu (berbobot
ringan). Berbeda dengan duplex yang nilai kekuatan tariknya secara umum adalah
rendah. Hal ini menunjukkan duplex memiliki kualitas yang paling baik bila diisi
bahan produk. Duplex mampu menahan bobot dengan produk tertentu.
Selain densitas dan gramatur, panjang serat juga merupakan faktor penentu
kekuatan tarik (Nurmainah, 2002). Semakin panjang suatu serat maka nilai
elongasinya semakin besar pula yang menyebabkan nilai kekuatan tarik menjadi
kecil. Duplex merupakan bahan kemasan yang ukuran seratnya berukuran panjang
sehingga mempengaruhi nilai kekuatan tarik menjadi kecil. Sebaliknya kertas
minyak memiliki ukuran panjang serat yang pendek menyebabkan nilai kekuatan
tariknya paling tinggi di antara lima jenis contoh uji.
Pada percobaan dapat diperkirakan arah MD dan CD suatu kertas dilhat
berdasarkan kekuatan tariknya. Kekuatan tarik kertas pada posisi MD mempunyai
nilai yang lebih tinggi dibanding bila kertas pada posisi CD. Percobaan ulangan 1
menempatkan posisi kertas searah MD, hal ini diketahui dari nilai kekuatan tarik
kertas (MD) yang lebih tinggi dari pada posisi kertas tegak lurus CD (ulangan 2).

Penentuan Ketahanan Gesek


Ketahanan gesek kertas diujikan pada abrasion resistace tester untuk
mengetahui ketahanan gesek kertas dengan melihat kehilangan bobot dari kertas
akibat jumlah gesekan yang diberikan saat tertentu. Dengan mengetahui
ketahanan gesek kertas dapat ditentukan kelayakan kertas sebagai bahan kemasan
ketika mengalami gesekan. Kegunaan uji ini berhubungan dengan aplikasi
terhadap ketahanan kemasan digeser selama transportasi serta ketika ditumpuk
saat penyimpanan (Nurmainah, 2002).
Pada penentuan ketahanan gesek diperlukan penghisap debu untuk
memisahkan debu hasil penggesekan. Hal ini karena bila tidak ada penghisap
debu, maka debu hasil penggesekan akan menghalangi bidang penggesekan
sehingga mengganggu pengukuran (Nurmainah, 2002).
Sisi permukaan kertas yang licin (felt) memiliki nilai gesekan yang rendah.
Lain halnya dengan sisi permukaan kertas yang kasar (roll) memiliki nilai gesekan
yang tinggi. Pada permukaan felt, gesekan yang terjadi sangat kecil karena
koefisien gesek terhadap kertas juga rendah yang disebabkan oleh sifat licin
kertas. Pada permukaan roll, gesekan yang terjadi besar karena koefisien gesek
terhadap kertas adalah besar yang dipengaruhi oleh kekasaran kertas.
Pada percobaan, sifat kertas duplex tidak dapat dibandingkan karena data
yang ada tidak lengkap. Kertas kraft memiliki kehilangan bobot yang paling
tinggi. Ini berarti kemasan dari kertas kraft tidak baik kualitasnya berupa
sensifitas terhadap gesekan. Sementara itu, kertas manila baik digunakan sebagai
kemasan karena sensitifitasnya terhadap gesekan adalah rendah. Kehilangan bobot
akibat gesekan pada manila merupakan nilai terkecil yang berarti manila tahan
terhadap gesekan selama proses penyimpanan.
Sisi felt dan roll pada kertas tidak dapat dibedakan secara jelas. Hal ini
karena kedua permukaan memiliki sifat yang identik di kedua permukaannya.
Hasil percobaan memperlihatkan bahwa kehilangan bobot pada dua kali ulangan
satu jenis kertas tidak terdapat selisih data yang signifikan. Ini berarti kedua
permukaan kertas sulit ditentukan sisi felt dan roll.

Penentuan Daya Serap Kertas terhadap Air


Daya serap kertas terhadap air dipengaruhi keadaan permukaan suatu
kertas. Kertas yang memiliki permukaan kasar (roll) berpori-pori luas sehingga air
dengan mudah masuk ke dalamnya. Sementara itu, pori-pori pada kertas
permukaan halus (felt) berukuran kecil sehingga peluang air untuk masuk sangat
sukar. Lagipula pada permukaan halus koefisien gesek yang terjadi mendekati nol
sehingga gaya gesek hampir tidak ada yang menyebabkan air dapat bergerak
bebas di atas permukaan sebagai aliran.
Pada ulangan 2 kertas karton, minyak, manila, kraft, dan duplex dapat
diduga merupakan sisi roll karena bobot air yang lebih banyak ditemukan pada
ulangan 2. Ulangan 1 diduga sebagai sisi felt karena jumlah air yang diserap
dalam waktu tertentu lebih sedikit dari pada data ulangan 2.
Pengetahuan mengenai daya serap kertas terhadap air berguna untuk
mengetahui kualitas kertas agar dapat dimanfaatkan menjadi produk tertentu. Hal
ini berkaitan juga dengan kemampuan kertas untuk menyerap tinta saat dilakukan
printing. Nilai daya serap kertas terhadap air yang optimum berpengaruh pada
layout design yang menggunakan tinta.

Penentuan Ketahanan Sobek


Ketahanan sobek erat kaitannya dengan daya tahan kemasan untuk
mengalami kerusakan berupa sobekan. Pada percobaan kertas yang dapat
dibandingkan hanya jenis karton, minyak, dan manila. Ketahanan sobek tertinggi
terdapat pada kertas karton. Sedangkan yang terendah terdapat pada kertas
minyak. Hal ini berarti karton rentan terhadap gesekan karena pengaruh
permukaan yang kasar. Sedangkan ketahanan sobek terendah terdapat pada kertas
minyak. Hal ini juga dipengaruhi oleh sifat permukaan kertas yang halus.

DDI Tester
Uji ini ingin mengetahui bobot maksimum yang masih dapat ditanggung
oleh bahan kemasan kertas dalam pengemasan. Pada percobaan hanya terdapat
jenis kertas yang dapat dibandingkan. Duplex memiliki nilai DDI yang tinggi. Hal
ini memperlihatkan bahwa kertas duplex termasuk kualitas baik karena masih
dapat menanggung beban 705 gram. Dibandingkan dupleks, kualitas uji DDI
manila lebih rendah, yakni 37,5 gram.
Hasil uji DDI yang berbeda tergantung pada gramatur dan densitas. Makin
tinggi nilai gramatur dan densitas maka makin tinggi nilai DDI tester.
Gramatur dan densitas manila lebih rendah dari pada duplex. Ini sejalan
dengan nilai DDI tester manila yang lebih rendah dari duplex.