Anda di halaman 1dari 33

86.

Seorang anak perempuan dibawa ibunya karena sering


bengong, mengecap, kalau diberi pertanyaan tidak menjawab. Tx?
a. Carbamazepin
b. Etosuximide
c. Clobazam
th
87. Wanita, 28 , G2P1A0 rutin periksa ANC. Tidak ada
keluhan. Haid siklus teratur 28 hari. HPHT 20 April

2012. Kapan

HPLnya?
a.
b.
c.
d.

27 Des 2012
25 Feb 2013
27 Feb 2013
22 Jan 2013

(Rumus penentuan HPL (H+7, B-3, T+1), jadinya adalah (20+7, 43, 2012+1) sehingga hasilnya 27-1-2013, atau 27 Januari 2013)
88. Anak, 5th, Riw kelahiran normal, ibu tidak memiliki riw
sakit atau minum obat obatan sewaktu hamil. Anak suka menyendiri,
apabila diajak main selalu menolak, tapi kalau sudah bermain sendiri kuat
sampai berjam jam, perhatian kurang, anak sering memutar mutar ban
mobil mainannya. Jika diajak bicara anak tidak pernah menatap orangnya.
Ayah anak tersebut tidak memiliki gejala yang sama. Dx?
a. ADHD
b. Asperger Syndrom
c. Autisme
d.
ADHD atau Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder adalah gangguan
perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik pada kebanyakan anak-anak
dan seringkali berlanjut sampai dewasa.
Ada dua aspek utama dalam ADHD. Yang pertama adalah kesulitan untuk
memusatkan perhatian dan kebiasaan hiperaktif (perilaku yang tidak bisa diam).
Dan yang kedua adalah impulsif (kesulitan untuk menunda respon / dorongan
untuk melakukan / mengatakan sesuatu dengan tidak sabar).
Faktor Risiko ADHD
Faktor resiko anak penderita ADHD atau ADD ternyata lebih banyak dipengaruhi
kondisi sang ibu saat hamil, serta riwayat keluarga.

Ibu yang terkena racun (toksin) pada saat hamil.

Merokok, minuman beralkohol atau penggunaan obat-obatan

ketika hamil.
Faktor keluarga dengan sejarah ADHD (keturunan) atau faktor
perilaku tertentu dan rusaknya suasana hati.

Kelahiran prematur

Gejala Aspergers syndrome bervariasi dan mempunyai rentang dari ringan hingga
berat. Gejala-gejala umum termasuk:
Gangguan keterampilan sosial. Anak-anak dengan Aspergers
syndrome pada umumnya kesulitan berinteraksi dengan orang lain dan
seringkali kaku dalam situasi sosial. Pada umumnya mereka sulit
berteman.

Perilahu eksentrik atau kebiasaan yang berulang-ulang. Anakanak dengan kondisi ini kemungkinan melakukan gerakan yang berulangulang, seperti meremas-remas atau memutar jari tangan. Ritual yang tidak
biasa. Anak dengan Aspergers syndrome kemungkinan mengembangkan
ritual yang selalu diikuti, seperti mengenakan pakaian dengan urutan
tertentu.

Kesulitan komunikasi. Orang-orang dengan Aspergers syndrome


kemungkinan tidak melakukan kontak mata saat berbicara dengan
seseorang. Mereka mungkin bermasalah menggunakan ekspresi dan gerak
tubuh serta kesulitan memahami bahasa tubuh. Selain itu, mereka
cenderung bermasalah memahami bahasa dalam konteks.

Keterbatasan ketertarikan. Anak dengan Aspergers syndrome


kemungkinan memiliki ketertarikan yang intens bahkan terobsesi terhadap
beberapa bidang, seperti jadwal olahraga, cuaca atau peta.

Masalah koordinasi. Gerakan anak dengan Aspergers syndrome


kelihatan ceroboh dan kaku.

Berbakat. Banyak anak dengan Aspergers syndrome sangat


berbakat di bidang tertentu, seperti musik atau matematika.

AUTISME
Banyak sekali definisi yang beredar tentang autisme. Akan tetapi berdasarkan
garis besar telah digunakan standar internasional tentang autis. ICD-10
(internasional classification of diseases) tahun 1993 dan DSM -IV (diagnostic and
statistical manual) thn 1994 merumuskan kriteria diagnosis untuk autis infantil
yang isinya sama dan saat ini dipakai diseluruh dunia.
Kriteria tersebut adalah:
I. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik, minimal harus ada
dua dari gejala-gejala berikut ini:
a. tidak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai, seperti: kontak
mata sangat kurang, ekspresi muka kurang hidup dan gerak-gerik kurang tertuju.
b. tidak bisa bermain dengan teman sebaya, tidak ada empati (tidak dapat
merasakan apa yg dirasakan orang lain).

c. kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional yg timbal-balik


II. Gangguan kualitatif dalam bidang komunikasi, minimal harus ada satu dari
gejala-gejala berikut ini:
a.perkembangan bicara terlambat atau sama sekali tidak berkembang. Anak tidak
berusaha untuk berkomunikasi secara nonverbal. Bila anak itu bisa bicara, maka
bicaranya tidak dipakai untuk berkomunikasi.
b. sering menggunakan bahasa yang aneh dan diulang-ulang.
c. cara bermain kurang variatif, kurang imajinatif dan kurang dapat meniru.
III. Adanya suatu pola yg dipertahankan dan diulang-ulang dalam perilaku, minat
dan kegiatan. Minimal harus ada satu dari gejala berikut ini:
a. mempertahankan satu minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan
berlebihan
b. terpaku pada suatu kegiatan yg ritualistik atau rutinitas dan tdk ada gunanya.
c. ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan diulang-ulang.
d. sering kali sangat terpukau pada bagian-bagian benda
IV. Sebelum umur 3 tahun tampak adanya keterlambatan atau gangguan dalam
bidang -interaksi sosial, bicara dan berbahasa-serta cara bermain yang monoton
dan kurang variatif.
Secara umum performa anak Asperger Disorder hampir sama dengan anak
autisme, yaitu memiliki gangguan pada kemampuan komunikasi, interaksi sosial
dan tingkah lakunya. Namun gangguan pada anak Asperger lebih ringan
dibandingkan anak autisme dan sering disebut dengan istilah High-fuctioning
autism. Hal-hal yang paling membedakan antara anak Autisme dan Asperger
adalah pada kemampuan bahasa bicaranya.
Kemampuan bahasa bicara anak Asperger jauh lebih baik dibandingkan anak
autisme. Intonasi bicara anak asperger cendrung monoton, ekspresi muka kurang
hidup cendrung murung dan berbibicara hanya seputar pada minatnya saja. Bila
anak autisme tidak bisa berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, anak asperger
masih bisa dan memiliki kemauan untuk berinteraksi dengan lingkungan
sosialnya.
Kecerdasan anak asperger biasanya ada pada great rata-rata keatas. Memiliki
minat yang sangat tinggi pada buku terutama yang bersifat ingatan/memori pada
satu

kategori.

Misalnya

menghafal

klasifikasi

hewan/tumbuhan

yang

menggunakan nama-nama latin.

89. Anak, 15th, datang dengan keluhan gatal gatal pada perut,
kemaluan, terutama pada sela sela jari. Gatal bertambah jika malam hari.
Anak tinggal di pesantren. Terapi yang sesuai adalah
a. Permetrin 5%
b. Mikonazole cream
c. Asam fusidat
d.
(Dari gejala di atas, diketahui adalah gejala skabies. Pilihan terapi
untuk skabies adalah Permetrin 5%, Gamexan 1%, Sulfur Presipitat
4-10%)
90. Anak, 7 bulan, datang dengan keluhan diare sering, tidak
ada riw muntah, awalnya demam. Anak minum ASI eksklusif. Berat badan
anak tidak naik naik. Makan tidak mau meski sudah diberi makanan
enak sama ibunya. PF : KU baik, VS dbn, minum banyak, turgor kulit
kembali cepat, ubun ubun datar, anus merah. Tx?
a. Oralit plan A, stop ASI, Zink 10mg
slama 5-10 hari
b. Oralit plan B, ASI teruskan, Zink 1020mg selama 7-10 hari
c. Oralit, ASI teruskan, Zink 10-20mg
selama 7-10 hari
d. Plan A, ASI teruskan, Zink 20mg
selama 10-14 hari
(Dari tanda yang ada, diketahui bahwa anak dalam keadaan tanpa
dehidrasi, sehingga plannya adalah lima langkah penanganan diare,
yaitu rehidrasi (dapat dengan pemberian oralit), lanjutkan makan
seperti biasa, berikan zink (<6bl 10mg/hari, >6bl 20mg/hari) 10-14
hari, berikan antibiotik sesuai indikasi, dan edukasi ibu)
91. Laki laki, 49th, di bawa ke UGD karena mengamuk,
pasien merasa berita yang disiarkan di tv adalah ide ide pikirnya.

Sekarang pasien takut akan dicari cari oleh badan intelegensi karena ide
ide pikirnya merupakan rahasia berkas berkas Negara. 2 minggu ini
pasien merasa gelisah & sulit tidur. Pasien sudah berulang kali masuk RSJ
tapi tidak sembuh sembuh. Apakah terapi yang tepat?
a. Amitriptilin
b.
c. CPZ
d. THP
e.
(Pasien ini mengalami gangguan psikotik berupa waham. Maka
untuk meredakan gejala tersebut, yang paling tepat adalah
pemberian obat antipsikotik seperti haloperidol, klorpromazin,
fluvenazin, risperidon)
92. Berdasarkan

laporan

bulanan

Puskesmas

terjadi

peningkatan penyakit degenerative, salah satunya penyakit Hipertensi.


Secara teori hipertensi dapat disebabkan karena factor genetic, usia, dll.
Anda sebagai dokter Puskesmas ingin melakukan penelitian mengenai
factor resiko yang menyebabkan hipertensi. Untuk mengetahui factor
resiko yang paling dominan maka menggunakan penelitian?
a. Case Control
b. Cohort
c. Eksperiment
d. Deskripsi
e. Cross Sectional
Penelitian Case Control adalah rancangan epidemiologis
yang mempelajari hubungan antara paparan (amatan
penelitian) dan penyakit, dengan cara membandingkan
kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status
paparannya. Mempelajari seberapa jauh faktor risiko
mempengaruhi terjadinya efek.
Penelitian

Kohort

adalah

rancangan

penelitian

epidemiologi analitik observasional yang mempelajari


hubungan antara paparan dan penyakit, dengan cara
membandingkan kelompok terpapar dan kelompok tidak

terpapar berdasarkan status penyakit.

93. Laki laki, 10th, nyeri perut bagian bawah dan disertai
demam tinggi. Pada ekstremitas bawah bagian femur kanan atas terdapat
lesi. Biopsi lesi didaptkan (LUPA) terdapat peningkatan ESR. Dx?
a. Osteosarkoma
b. Osteomilitis
c. Artitis Juvenil
d. Artitis Rematoid
ESR itu eritrosit sedimentation rate. Gejala klinis utama yang terlihat secara
obyektif adalah artritis, dimana sendi yang terkena teraba hangat dan biasanya
tidak terlihat eritema. Secara klinis artritis ditentukan dengan menemukan salah
satu dari gejala pembengkakan atau efusi sendi; atau dengan menemukan paling
sedikit 2 gejala inflamasi sendi, yaitu gerakan sendi yang terbatas, nyeri atau sakit
pada pergerakan dan panas. Pembengkakan disebabkan oleh edema jaringan lunak
periartikular, efusi intra-artikular, atau dari hipertofi membran sinovial. Rasa nyeri
atau sakit sendi pada pergerakan biasanya tidak begitu menonjol, namun gerakan
aktif atau pasif tertentu, terutama gerakan yang ekstrim, dapat memicu nyeri. Pada
anak kecil yang lebih jelas adalah kekakuan sendi pada pergerakan terutama pada
pagi hari. Gejala konstitusional yang dapat muncul antara lain anoreksia,
penurunan berat badan, gejala gastrointestinal dan gagal tumbuh. Kelelahan
(fatigue) dapat muncul pada tipe poliartritis dan sistemik, ditandai dengan
peningkatan kebutuhan tidur, merasa lemas dan iritabilitas.
Tipe onset poliartritis terdapat pada penderita yang menunjukkan gejala artritis
pada lebih dari 4 sendi, sedangkan tipe onset oligoartritis bila mengenai 4 sendi
atau kurang. Pada tipe oligoartritis sendi besar lebih sering terkena dan biasanya
di daerah tungkai. Keterlibatan sendi kecil di tangan menunjukkan perkembangan
ke arah poliartritis. Selain itu dapat ditemukan atrofi otot ekstensor (seperti vastus
lateralis dan quadriceps) dan kontraktur otot fleksor. Pada tipe poliartritis lebih
sering terdapat pada sendi-sendi jari dan biasanya simetris, tetapi di samping itu
dapat ditemukan pula pada sendi lutut, pergelangan kaki, dan siku. Tipe onset
sistemik ditandai oleh demam intermiten dengan puncak tunggal atau ganda lebih
dari 39oC selama dua minggu atau lebih, artritis, dan biasanya disertai kelainan
sistemik lain berupa ruam reumatoid linier di tubuh atau ekstremitas, serta
kelainan viseral (hepatosplenomegali, serositis, limfadenopati). Ruam juga
memberat dengan adanya demam.
Gejala klinis yang lain dapat berupa tenosinovitis, yang biasa terjadi pada
pembungkus tendon ekstensor dari dorsum manus, pembungkus tendon ekstensor
dari dorsum pedis, tendon tibia posterior, tendon peroneus longus dan brevis di
sekitar pergelangan kaki.
94. Laki laki, 58th, sesak nafas, T 38,1, Ronkhi pada seluruh
lapang paru. Ro : peningkatan vaskuler haziness dengan konsolidasi

perihiller sinistra. Ph 7,1, PCO2 meningkat. Dx?


a. Asma eksaserbasi
b. Silikosis terekselerasi
c. Bronkiektasis terinfeksi
d. ARDS
e. TB relaps
95. Wanita, 5th, demam, pembengkakan mata

kanan,

pembesaran limfonod, riw berlibur ke BRAZIL. Sediaan darah ditemukan


benda asing berbentuk huruf C atau U di luar eritrosit, inti sel 1, berflagel.
Dx?
a. Sleeping

disease

banyak

ditemukan di Afrika, disebabkan oleh Trypanosoma brucei


gambiense''''atau''Trypanosoma brucei rhodesiense . Ditularkan
melalui lalat tsetse.
b. Chagas
ditemukan

di

Trypanosoma

brazil,
cruzi,

disebabkan
ditularkan

pertama

oleh

protozoa

bernama

melalui

gigitan

serangga

Disease

(Triatomina). Gejala yang sering muncul adalah demam,


pembesaran KGB, rash, fatigue, mual, muntah, diare, bengkak
pada mata.
c. Babesiasis
d. Rhodisianesis
th
96. Laki, 8 , mengantuk, riw demam. PF : somnolen, T 38,
petekie, akral dingin, nadi lemah, hipotensi, AT 9000, HT 46. Tx?
a. RL 10ml/KgBB dlm 15

menit

pertama
b. RL 20ml/KgBB

dlm

15

menit

c. RL 20ml/KgBB

dlm

30

menit

pertama
pertama
d. Koloid 10ml/KgBB dlm 30 menit
pertama
e. Koloid 20ml/KgBB dlm 3m menit
pertama
(Dari gejala, diketahui adalah DHF. Penatalaksanaan cairan pada
DHF dengan syok adalah berikan kristaloid 20 ml/kg secepatnya.

Jika tidak menunjukkan perbaikan klinis, ulangi pemberian


kristaloid 20 mg/kgBB secepatnya (maksimal 30 menit) atau
pertimbangkan pemberian koloid 10-20 ml/kgBB/jam maksimal 30
ml/kgBB/24jam. Jadi kemungkinan jawabannya antara b dan c)
97. Luka tusuk dipaha kiri dengan panjang 3cm kedalaman
7cm. Pisau yang digunakan?
a. Panjang 5cm Lebar 2cm
b. Panjang 6cm Lebar 5cm
c. Panjang 9cm Lebar 2cm
d. Panjang 8cm Lebar 4cm
e. Panjang 6cm Lebar 3cm
98. (Pokoknya gejalanya Carpal Tunnel Sindrom), bagian yang
terkena?
a.
b.
c.
d.

N. Medianus
N. Radialis
N. Ulnaris

Carpal Tunnel Syndrome adalah suatu keadaan medis dimana terjadi kompresi
nervus medianus pada pergelangan tangan baik oleh karena penyakit lokal
maupun sistemik.
a. Gejala klinis
CTS dapat menyebabkan kumpulan berbagai gejala klinis seperti nyeri,
rasa tebal, mati rasa, rasa tertusuk, rasa terbakar, rasa bengkak, dingin dan
kadang-kadang lemas dan kaku jika menggunakan jari terutama ujung ibu
jari, jari telunjuk dan jari tengah, biasanya bilateral dan berlangsung 6-12
bulan. Gejala bertambah hebat pada malam hari, pada saat bangun tidur,
pada waktu mengangkat tangan atau setelah mengerjakan sesuatu seperti
mengetik atau menjahit.
Gejala klasik yang sering ditemukan adalah nyeri dan parestesia/hipestesia
pada bagian yang dipersarafi oleh nervus medianus meskipun sering
ditemukan rasa tebal pada seluruh jari. Rasa nyeri yang sangat pada malam
hari sering membangunkan penderita dari tidur dan untuk mengurangi
gejala ini biasanya penderita secara cepat menggoyangkan tangannya
seperti menggoyang termometer. Pada penderita CTS rasa nyeri dan
parestesia/hipestesia dapat menyebar kelengan, siku dan bahu. Pada
keadaan yang lebih berat dapat ditemukan penurunan kekuatan
menggenggam, kemampuan ketangkasan dan terjadi atrofi muskulus tenar.
Jika satu tangan mengalami gejala yang berat hal ini dapat mempengaruhi
kedua tangan.
b. Pemeriksaan fisik

Gambaran fisik adalah pengurangan sensitivitas dan keringat diatas ibu


jari tangan, jari telunjuk, jari tengah dan setengah radialis jari manis, atropi
tenar, kelemahan abduksi dan aposisi ibu jari tangan.
Sensitivitas normal ada ditelapak tangan proksimal yang dipersarafi oleh
ramus kutaneus palmaris nervi medianus berjalan superfisial terhadap
retinaculum fleksorum manus (Urbaniak dan James, 1994). Tes sensorik
pada CTS dapat juga dilakukan dengan pemeriksaan two point
discrimination, vibrasi dan monofilamen testing.
Tes klinik yang penting dalam CTS adalah Phalen dan tanda Tinel. Phalen
positif jika penderita diminta untuk mengangkat lengan bawah secara
vertikal dan melakukan fleksi pada pergelangan tangan secara maksimal
dan jari-jari ektensi selama 1 menit timbul rasa tebal dan kesemutan pada
daerah distribusi nervus medianus. Tanda tunnel posistif jika perkusi
positif diatas nervus medianus pada pergelangan tangan. Caranya
mengetuk dengan menggunakan hammer reflek pada nervus medianus
dengan posisi pergelangan tangan sedikit dorsi fleksi, maka timbul rasa
tebal pada daerah distribusi nervus medianus
99. Anak, terdiagnosis Hemangioma Kapiler. Cirinya?
a. Batas Tegas
b. Berkapsul
c. Tidak mudah berdarah
d.
Hemangioma Kapiler (superficial hemangioma)
terjadi pada kulit bagian atas. Hemangioma Kapiler disebut juga Strawberry
Hemangioma (hemangioma simplek), terjadi pada waktu lahir atau beberapa
hari setelah lahir. Sering terjadi pada bayi premature dan biasanya akan
menghilang beberapa hari atau beberapa minggu kemudian. Gejalanya:
tampak bercak merah yang lama kelamaan makin besar. Lama kelamaan
warnanya menjadi merah menyala, berbatas tegas dan keras bila diraba
100.

Penelitian membandingkan obat baru dengan obat

standart. Hasil Shapiro- Spirgov p = 0,042. Metode yang digunakan?


a. Kruskall Wallis
b. Mann Whitney
c. T Tes tidak berpasangan
d.
(Mungkin yang dimaksud adalah Uji Shapiro Wilk, Kolmogorof

Smirnov. Kalau p<0,05 berarti persebarannya data tidak normal


sehingga masuk ke dalam uji non parametrik. Untuk uji t
berpasangan dapat digunakan metode Wilcoxon, untuk t tidak
berpasangan dapat digunakan Mann Whitney)
101.

Suatu

daerah

terdapat

kasus

DBD,

kepala

Puskesmas berencana membagikan kelambu kepada masyarakat sebagai


usaha pencegahan. Termasuk pencegahan seperti apakah ini?
a. Primary Preventive
b. Secondary Preventive
c. Tersier Preventive
d.
2.1 Tingkatan pencegahan penyakit
a.

Pencegahan tingkat pertama (primary prevention) seperti promosi kesehatan dan


pencegahan

khusus.

Sasarannya

ialah

faktor

penyebab,

lingkungan

&

pejamu. Langkah pencegahaan di faktor penyebab misalnya, menurunkan


pengaruh serendah mungkin (desinfeksi, pasteurisasi, strerilisasi, penyemprotan
insektisida) agar memutus rantai penularan. Langkah pencegahan di faktor
lingkungan misalnya, perbaikan lingkungan fisik agar air, sanitasi lingkungan &
perumahan

menjadi

bersih.

Langkah

pencegahan

di

faktor

pejamu

misalnya perbaikan status gizi, status kesehatan, pemberian imunisasi.


Tujuan pencegahan primer adalah mencegah awitan suatu penyakit atau cedera
selama masa prapatogenesis (sebelum proses suatu penyakit dimulai). Contoh
pencegahan primer antara lain, progam pendidikan kesehatan dan promosi
kesehatan, proyek rumah aman dan pengembangan personalitas dan pembentukan
karakter.
Sayangnya penyakit atau cedera tidak dapat selalu dicegah.penyakit kronis
khususnya,terkadang menyebabkan disabilitas (ketidakmampuan) yang cukup

parah sebelum akhirnya terdektesi dan akhirnya diobati.dalam hal ini, intervensi
segera mencegah kematian atau membatasi disabilitas.
b.

Pencegahan tingkat kedua (secondary prevention) seperti diagnosis dini serta


pengobatan tepat. Sasarannya ialah pada penderita / seseorang yang dianggap
menderita (suspect) & terancam menderita. Tujuannya adalah untuk diagnosis dini
& pengobatan tepat (mencegah meluasnya penyakit/ timbulnya wabah & proses
penyakit lebih lanjut/ akibat samping & komplikasi). Beberapa usaha
pencegahannya ialah seperti pencarian penderita, pemberian chemoprophylaxis
(Prepatogenesis / patogenesis penyakit tertentu).
Tindakan pencegahan skunder yang paling penting adalah skrining kesehatan.
Tujuannya bukan untuk mencegah terjadinya penyakit tetapi lebih untuk
mendeteksi

keberadaanya

selama

masa

pathogenesis

awal,

sehingga

intervensi(pengobatan) dini dan pembatasan disabilitas sudah dapat dilakukan.


Tujuan skrining kesehatan juga bukan untuk mendiagnosis penyakit, tujuannya
adalah memilah secara ekonomi dan efisien mereka yang kemungkinan sehat dari
mereka yang kemungkinan positif terjangkit penyakit.
c.

Pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention) seperti pencegahan terhadap cacat


dan rehabilitasi. Sasarannya adalah penderita penyakit tertentu. Tujuannya ialah
mencegah jangan sampai mengalami cacat & bertambah parahnya penyakit juga
kematian dan rehabilitasi (pengembalian kondisi fisik/ medis, mental/ psikologis
& sosial, serta melatih kembali,mendidik kembali, dan merehabilitasi pasien yang
mengalami disabilitas permanen. tindakan pencegahan tersier mencakup tindakan
yang diterapkan setelah berlangsungnya masa patogenesis. terapi untuk pasien

jantung merupakan contoh pencegahan tersier


102.
103.

Parasit. Bentuk oval, transparan, dinding berlapis?


Imunisasi gratis yang disediakan pemerintah?
a. BCG, DPT, Polio, hepatitis C
b. BCG, DPT, Polio, hepatitis B
c.

Lima imunisasi dasar dari pemerintah:


1. Hepatitis B untuk mencegah penyakit akibat infeksi hepatitis B yang dapat
menyerang dan merusak hati, bila berlangsung sampai dewasa dapat menjadi
kanker hati. dan sebaiknya diberikan beberapa jam setelah bayi lahir, lalu diulang
pada usia 1 bulan dan 6 bulan.
2. Imunisasi BCG untuk mencegah tuberkulosis paru, kelenjar, tulang dan radang
otak yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan. Imunisasi BCG hanya
dilakukan sekali yakni ketika bayi berusia 2-3 bulan.
3. Polio untuk mencegah penyakit polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan
permanen. Vaksin polio pertama diberikan setelah lahir. Kemudian diberikan 3
kali, saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini bisa diulang pada
usia 3 tahun dan 6 tahun.
4. Imunisasi DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Vaksin
ini diberikan sebanyak 5 kali yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 1,5-2 tahun
dan 5 tahun.
5. Imunisasi campak untuk mencegah radang paru, diare, dan radang otak karena
virus campak. Vaksin ini diberikan pada usia 9 bulan dan 6 tahun.
104.

Fraktur pada lengan seperti sendok??

Menurut Arif Mansjoer (2000: 351) ada 4 klasifikasi fraktur antebrachii


antaralain:
1. Fraktur Colles
Deformitas pada fraktur ini berbentuk seperti sendok makan (dinner fork
deformity). Pasien terjatuh dalam keadaan tangan terbuka dan pronasi, tubuh
beserta lengan berputar ke dalam (endorotasi). Tangan terbuka terfiksasi di tanah
berputar keluar (eksorotasi supinasi).
2. Fraktur Smith.
Fraktur dislokasi ke arah anterior (volar), karena itu sering disebut reverse colles
fracture. Fraktur ini biasa terjadi pada orang muda. Pasien jatuh dengan tangan
menahan badan sedang posisi tangan dalam keadaan volar fleksi pada pergelangan
tangan dan pronasi.
3. Fraktur Galeazzi.
Fraktur radius distal disertai dislokasi sendi radius radius ulna distal. Saat pasien
jatuh dengan tangan terbuka yang menahan badan, terjadi pula rotasi lengan
bawah dalam posisi pronasi waktu menahan berat badan yang memberi gaya
supinasi.
4. Fraktur Montegia.

Fraktur sepertiga proksimal ulna disertai dislokasi sendi radius ulna proksimal
105.

Seorang wanita mengalami perdarahan post partum

hebat dikirim oleh bidan. Bidan tidak yakin telah mengeluarkan semua
plasenta, terdapat rupture perineum grade 4. PF : VS msh dbn, kontraksi
uterus mulai jelek. Apa yang dilakukan pertama kali?
a. Injeksi uterotonika
b. Manual plasenta
c. Transfusi
d. Jahit perineum
e. ..
101.

Seorang istri didiagnosis terkena Ca. Saat sampai

rumah, suami bertanya tapi istri mengaku baik2 saja, seakan akan
tidak terjadi apa2. Pertahanan ego apa yang istri lakukan?
a. Denial
b. Sublimasi
c. Proyeksi
PEMBAHASAN:
Menurut Freud ada tujuh macam mekanisme pertahanan ego, yaitu :
1. Represi
Yang dimaksud dengan represi adalah mekanisme yang dilakukan oleh ego untuk
meredakan kecemasan dengan jalan menekan dorongan-dorongan atau keinginankeinginan yang menjadi penyebab kecemasan tersebut kedalam tak sadar
2. Sublimasi
Yang dimksud dengan sublimasi adalah mekanisme pertahanan ego yang ditujukan untuk
mencegah dan atau meredakan kecemasan dengan cara mengubah dan menyesuaikan
dorongan primitive id yang menjadi penyebab kecemasan ke dalam bentuk (tingkah
laku) yang bisa diterima dan bahkan dihargai oleh masyarakat. Contohnya seorang yang
pemuda yang mengalami kecemasan sehubungan dengan hasrat seksualnya yang besar,
kemudia bergiat dibidang olahraga.
3. Proyeksi
Yang dimaksud dengan proyeksi adalah pengalihan dorongan, sikap atau tingkah laku
yang menimbulkan kecemasan pada orang lain. Sebagai contoh seorang siswa yang
malas kemudian tidak lulus ujian mengatakan kepada orang tuanya, bahwa dia tidak lulus
bukan karena malas, malainkan karena guru sentimen kepadanya.
4. Displacement
Yang dimaksud dengan displacement adalah pengungkapan dorongan yang menimbulkan
kecemasan kepada objek atau individu yang kurang berbahaya atau kurang mengancam
dibanding dengan objek atau individu semula. Contohnya, seorang siswa yang dihukum
oleh gurunya kemudian melampiaskan keinginan untuk melakukan pembalasan dengan
merusak
perabotan
sekolahnya.
5. Rasionalisasi
Istilah rasionalisasi menunjuk kepada upaya individu menyelewengkan atau
memutarbalikkan kenyataan, dalam hal ini kenyataan yang mengancam ego, malalui dalih
atau alasan tertentu seakan-akan masuk akal sehingga kenyataan tersebut tidak
mengancam ego individu yang bersangkutan. Contoh, seorang pemuda berniat mendekati

seorang gadis cantik yang menarik hatinya. Tetapi karena takut ditolak, si pemuda
memberikan alasan bahwa gadis tersebut sesungguhnya tidak menarik.
6. Reaksi formasi
Kadang-kadang ego individu bisa mengendalikan dorongan-dorongan primitive agar
tidak muncul sambil secara sadar menungkapkan tingkah laku sebaliknya.contoh dari
reaksi formasi adalah seorang ibu membenci anaknya, tetapi karena kebencian terhadap
anak itu merupakan suatu sikap yang tercela dan karenanya membuat si ibu mengalami
rasa berdosa dan kecemasan, maka si ibu kemudian mengungkapkan sikap sebaliknya,
yakni
menyayangi
anaknya
secara
berlebihan.
7. Regresi
Yang dimaksud dengan regresi adalah suatu mekanisme dimana individu untuk
menghindarkan diri dari kenyataan yang mengancam, kembali ke taraf perkembangan
yang lebih rendah itu. Contoh seorang anak yang merasa cemas kasih saying orang
tuanya direbut oleh adiknya yang baru lahir, menjadi sering ngopol ketika dia masih bayi.

102.

Seorang

wanita

merasa

tertekan

sepanjang

hidupnya. Tidak ada gangguan dalam melaksanakan kegiatan seharihari, tidak ada usaha bunuh diri, tidak ada gejala psikotik. Dx?
a. Gangguan penyesuaian
b. Depresi mayor
c.
PEMBAHASAN:
Gangguan penyesuaian (F 43.0)adalah gangguan psikologis yang paling ringan dan
merupakan suatu reaksi maladaptive (tidak bereaksi terhadap lingkungan) suatu stressor
yang dikenali dan berkembang beberapa bulan sejak munculnya stressor. Reaksi
maladaptive terlihat dari adanya hendaya yang bermakna (signifikan) dalam fungsi sosial,
pekerjaan, akademis, atau adanya kondisi distress emosional yang melebihi batas normal.
Onset 1bln stlh peristiwa pemicu stres dan tdk melebihi 6 bln.
Menurut PPDGJ III depresi adalah gangguan yang memiliki karakteristik:
a.GejalaUtama
Afek depresif
Kehilangan minat dan kegembiraan
Berkurangnya energi yang menuju pada meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah
yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktifitas.
b. Gejala lainnya
Konsentrasi dan perhatian berkurang
Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis
Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri
Tidur terganggu
Nafsu makan berkurang

1. Episode depresif ringan


Minimal harus ada dua dari tiga gejala utama depresi seperti
kriteria PPDGJ
Ditambah sekurang- kurangnya dua gejala sampingan (yang
tidak boleh ada gejala berat diantaranya)
Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya

sekitar 2 minggu
Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial
yang biasa dilakukannya.
2. episode depresif sedang
minimal harus ada dua dari 3 gejala utama
ditambah sekurang- kurangnya 3 (dan sebaiknya empat) dari
gejala lainnya
seluruh episode berlangsung minimal 2 minggu
menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan
sosial, pekerjaan dan urusan rumah tangga.
Tanpa gejala somatik atau dengan gejala somatik.
3. episode depresif berat tanpa gejala psikotik
semua gejala utama harus ada
ditambah minimal 4 dari gejala lainnya dan beberapa
diantaranya harus berintensitas berat
episode depresi terjadi minimal 2 minggu, namun dibenarkan
dalam kurung waktu yang lebih singkat apabila gejala luar biasa
beratnya dan berlangsung cepat.
Sangat tidak mungkin pasien untuk meneruskan kegiatan
sosial, pekerjaan, atau urusan rumah tangga kecuali pada taraf
yang sangat terbatas.
4. episode depresif berat dengan gejala psikotik
memenuhi seluruh kriteria episode depresif berat tanpa gejala
psikotik
disertai waham, halusinasi, atau stupor depresif

103.

Anak, selalu tertidur saat di sekolah. Ibunya

mengaku si anak selalu tidur malam tepat waktu. Tidak ada gangguan
tidur malam harinya. Walaupun sudah dibangunkan gurunya, si anak
tetap tertidur di jam sekolah (jam yg sama). Dx?
NARKOLEPSI
a. Insomnia
b. Parasomnia
c.
PEMBAHASAN:
Parasomnia adalah gangguan yang ditandai oleh gerakan yang tidak diinginkan,
fenomena verbal, atau pengalaman yang terjadi dalam hubungannya dengan
tidur, tahap spesifik dari tidur, atau transisi fase tidur-terjaga. Parasomnia dapat
dikategorikan sebagai parasomnia primer, yaitu gangguan tidur tanpa penyebab
lain dan parasomnia sekunder, yaitu gangguan dari sistem organ lain yang
mungkin terwujud saat tidur, seperti epilepsi nokturnal, obstuctive sleep apnea,
aritmia, dan refluks gastroesofagus. Beberapa jenis parasomnia antara lain
adalah gangguan mimpi buruk, gangguan teror malam dan gangguan tidur
sambil berjalan (somnambulisme).
Narkolepsi
Ditandai oleh serangan mendadak tidur yang tidak dapat dihindari pada siang
hari, biasanya hanya berlangsung 10-20 menit atau selalu kurang dari 1 jam,

setelah itu pasien akan segar kembali dan terulang kembali 2-3 jam berikutnya.
Gambaran tidurnya menunjukkan penurunan fase REM
30-70%. Pada serangan tidur dimulai dengan fase REM.
Berbagai bentuk narkolepsi:
- Narkolepsi kataplesia, adalah kehilangan tonus otot yang sementara baik
sebagian atau seluruh otot tubuh seperti jaw drop, head drop
- Hypnagogic halusinasi auditorik/visual adalah halusinasi pada saat jatuh tidur
sehingga pasien dalam keadaan jaga, kemudian ke kerangka pikiran normal.
- Sleep paralis adalah otot volunter mengalami paralis pada saat masuk tidur
sehingga pasien sadar ia tidak mampu menggerakkan ototnya.

104.

Wanita 20 tahun mengeluh nyeri sendi sejak 1 hari

yg lalu, awalnya nyeri sendi pada bagian lutut, esokan harinya


membaik, kemudian nyeri berpindah bagian siku kanan. Pada anamnesis
lanjutan didapatkan 3 minggu sebelummya pasien mengalami nyeri
tenggorok dan minum antibiotik 2 hari setelah itu membaik. VS : TD
110/70, HR 120x/ menit, T 37,8C, murmur (+). Bakteri apakah yang ada
pada pasien? (Lupa pertanyaannya gimana, yg jelas tentang bakteri)
a. Streptococcus aureus
b. Staphylococcus aureus
c. Streptococcus beta hemolitikus
group A
d. Staphylococcus

beta

hemolitikus

group B
105.

e. Enterococcus
Seorang laki-laki usia 10 tahun, mengeluh nyeri

tenggorok dan suka mengorok sejak 1 tahun yll, yang dirasa mengganggu.
Pemeriksaan fisik, ukuran tonsil T3-T3, kripte melebar dan tampak
detritus. Indikasi dilakukan tonsilidektomi pada pasien?
a. Suka mengorok sejak 1 thn yll
b. Pembesaran tonsil
c. Tampak kripte melebar dan terdapat
detritus
106.

d. Lupa
e. Usianya sudah memungkinkan
Seorang wanita datang ke IGD dengan keluhan

sesak nafas. Selain itu pasien juga mengeluh batuk dengan dahak kental
putih. Pasien memiliki riwayat asma. Pemeriksaan fisik tampak sesak,
posisi duduk, TD 100/60, HR 120x/menit, RR 38x/menit, wheezing (+).
Obat apa yg diberikan pada pasien?

107.

a. Beta2 agonis
b. Antihistamin
c. Lupa
Seorang wanita 55 tahun datang ke RS untuk Cek

laboratorium. Hasilnya didapatkan : Kolesterol : 500, Trigliserida : 350,


HDL : 30, (Lupa Nama depannya) : Negatif. Hitung LDL direct
menggunakan rumus Friedwalk?
a.
b.
c.
d.
e.

100 mg/dL
200 mg/dL
300 mg/dL
400 mg/dL
500 mg/dL

PEMBAHASAN:
Rumus Friedwald Kadar LDL= Kolesterol Total - Kolesterol HDL Trigliseride/5
*tdk berlaku jika TG > 400mg/dL

108.

Seorang wanita 22 tahun dibawa ke IGD RS setelah

meminum lebih dari 12 tablet paracetamol dalam upaya percobaan bunuh


diri 2 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan penurunan
kesadaran tetapi tanda vital lain dalam batas normal. Apakah terapi yang
paling tepat?

109.

a. Sulfas atropin
b. Diazepam intravena
c. Bilas lambung
d. Pemberian karbon aktif
e. Pemberian susu
Seorang pria 43 tahun datang dengan keluhan nyeri

pada ibu jari kaki kiri. Keluhan dirasakan setelah mengonsumsi jeroan
(ati, babat, limpa) dan pernah dirasakan 2 tahun yang lalu. Keluhan
disertai dengan bengkak dan kemerahan pada ibu jari kaki kiri. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan metatarsophalangeal joint pedis sinistra
tampak bengkak, eritem, dan teraba panas. Pemeriksaan laboratorium
apakah yang dapat menunjang diagnosis?
a. Asam urat
b. Kadar fosfat
c. Kadar kalsium
PEMBAHASAN:

110.

Anak laki-laki berumur 2 tahun diantar ibunya ke

Puskesmas untuk imunisasi. Sang ibu lupa jadwal imunisasi anak.


Seharusnya anak mendapatkan imunisasi DPT-3 tetapi anak masih dalam
pengobatan antibiotik selama 4 hari karena menderita diare lendir darah
dan demam. Saat ini anak tidak ada keluhan, sudah bebas diare 4 hari dan
bebas demam 2 hari. Apa yang sebaiknya kita lakukan?
a. Imunisasi tetap dilakukan dan
antibiotik dihentikan sementara
b. Imunisasi tetap dilakukan dan
antibiotik diteruskan
c. Imunisasi ditunda sampai 1 minggu
bebas demam
d. Imunisasi ditunda sampai 1 mingggu
bebas diare
e. Imunisasi ditunda sampai 1 minggu
bebas antibiotik
PEMBAHASAN:
KAPAN IMUNISASI DITUNDA
Source: WHO, AAP,IDAI
Indikasi kontra imunisasi.
Pada dasarnya, sedikit sekali kondisi yang menyebabkan imunisasi harus
ditunda. Pilek, batuk, suhu sedikit meningkat, bukan halangan untuk imunisasi.
Beberapa kondisi di bawah ini bukan halangan untuk imunisasi:

- Gangguan saluran napas atas atau gangguan saluran cerna ringan


- Riwayat efek samping imunisasi dalam keluarga.
- Riwayat kejang dalam keluarga.
- Riwayat kejang demam
- Riwayat penyakit infeksi terdahulu
- Kontak dengan penderita suatu penyakit infeksi
- Kelainan saraf menetap seperti palsi serebral, sindrom Down
- Eksim dan kelainan lokal di kulit
- Penyakit kronis (jantung, paru, penyakit metabolik)
- Terapi antibiotika; terapi steroid topikal (terapi lokal, kulit, mata)
- Riwayat kuning pada masa neonatus atau beberapa hari setelah lahir
- Berat lahir rendah
- Ibu si anak sedang hamil
- Usia anak melebihi usia rekomendasi imunisasi
Kondisi dimana imunisasi tidak dapat diberikan atau imunisasi boleh
ditunda:
- Sakit berat dan akut; Demam tinggi (>38,5C);
- Reaksi alergi yang berat atau reaksi anafilaktik;
- Bila anak menderita gangguan sistem imun berat (sedang menjalani terapi
steroid jangka lama, HIV) tidak boleh diberi vaksin hidup (polio oral, MMR,
BCG, cacar air).
- Alergi terhadap telur, hindari imunisasi influenza

111.

Seorang wanita dibawa ke Puskesmas karena

demam dan gusi berdarah. Agar tidak terjadi wabah, dokter puskesmas
kemudian memberitahu masyrakat sekitar rumah pasien tentang penyakit
tersebut melalui film. Peran dokter dalam kasus ini adalah?
a. Community leader
b. Care provider
c. Communicator
d. Manager
e. Decision maker
112.
Seorang laki-laki usia 36 tahun, datang dengan
keluhan lemas, nyeri kepala, pasien bekerja sebagai buruh perkebunan dan
bekerja tidak menggunakan alas kaki. Dari pemeriksaan fisik, konjungtiva
anemis, Hb : 7, dan dari pemeriksaan didapakan telur berdinding tipis
dan segmented ovum (blastomer). Penatalaksanaan yang tepat pada
kasus diatas ?
a. Pirantel pamoat 125 mg, selama 3
hari
b. Mebendazol 2 x 100 mg, selama 3
hari
c. Albendazole 400 mg, single dose
d. Prazikuantel ?
e. Niklosamid ?

PEMBAHASAN:
Ancylostomiasis (Hookworm Disease)
Microscopic features During its passage down the intestine, the ovum develops and
thus the eggs passed in feces have a segmented ovum, usually with 4 to 8
blastomeres. As the eggs of both Ancylostoma and Necator (and most other
hookworm species) are indistinguishable, to identify the genus, they must be cultured
in the lab to allow larvae to hatch out.
Treatment guidelines
Drug of choice

Mebendazole (O)

Adult and Children over 2 years 100 mg every 12 hours for 3 days.
Second choice

Pyrantel (O)

Adult and Children over 2 years 10 mg/kg body weight as a single dose for light infections.
Or
10 mg/kg body weight as a single dose daily for 3 days for heavy infections.
Children below 2 years

10 mg/kg body weight as single dose

Source:
http://collections.infocollections.org/whocountry/en/d/Jh4336e/4.1.1.3.html#Jh43
36e.4.1.1.3

113.

Pasien wanita G2P1A0 melakukan pemeriksaan

ANC pada bidan. Riwayat persalinan anak pertama SC 2 tahun yang lalu,
BBL 2800 gram, imunisasi lengkap. Sebelumnya psien menggunakan
kontrasepsi hormonal. Dari hasil pemeriksaan fisik pasien didapatkan
besar masa kehamilan setinggi pertengahan pusat dan simpisis. Berapa
perkiraan usia kehamilan ?
a.
b.
c.
d.
e.

12 minggu
14 minggu
16 minggu
18 minggu
20 minggu

PEMBAHASAN:
Umur Kehamilan

Tinggi Fundus Uteri

12 minggu

1/3 di atas simpisis

16 minggu

simpisis-pusat

20 minggu

2/3 di atas simpisis

24 minggu

Setinggi pusat

28 minggu

1/3 di atas pusat

34 minggu

pusat-prosessus xifoideus

36 minggu

Setinggi prosessus xifoideus

40 minggu

2 jari di bawah prosessus xifoideus

114.

Seorang bayi cukuyp bulan dilahirkan secara

sepontan, berat 2500 gram, APGAR baik. Setelah 20 jam paska kelahiran
bayi mendadak seluruh bibir dan hidung, badan, tangan dan tungkai
ikterik. Penyebab ikterik pada kasus diatas ?
a. golongan darah ibu Rh AB (+), bayi
Rh O (+)
b. golongan darah ibu Rh AB(+), bayi
Rh B (-)
c. golongan darah ibu Rh A (+), bayi
Rh B (+)
d. golongan darah ibu Rh B (+), bayi
Rh O (+)
e. golongan darah ibu Rh O (+), bayi
Rh A (+)
PEMBAHASAN (source:williams obstetry)

115.

Suatu studi The diabetic chemoterapi and compluen

trial sebagai terapi diabetes yang intensif terhadap kasus neuropati.


Terdapat 1441 subyek yang berkontribusi. Pada 730 subjek dilakukan
usuali therapy selama 3 bulan dan menghasilkan 70 penderita neuropati.
Pda 711 subjek dilakukan intensif therapy selam 3 bulan dan menghasilkan
20 penderita neuropati. Berapa insiden subjek usual therapy terhadap

kejadian neuropati?
a.
b.
c.
d.
e.

70/1441
70/730
730/1441
(20/70)x 711
(70/730)x 1441

PEMBAHASAN:
Insidence rate =

116.

Apa yang menyebabkan ledir cervik pada saat

persalinan itu keluar?


117.
Seorang remaja, riwayat asrama, ada papul miliar di
sela jari dan selangkangan, obat? permetrin 2%, kui mengecoh jawab e
gameksan
PEMBAHASAN: Permetrin 5% & Gameksan 1%
118.
Penyebab keluhan trowongan pada kasus diatas ?
skabies
119.

Seorang dokter melakukan penyuluhan supaya

masyarakatnya lebih maju, apa tindakan yang dilakukan dokter? termasuk


pemberdayaan masyarakat
120.
Seorang korban kematian akibat luka tusuk sedalam
bla bla bla, item pada yang harus ada pada visum? penyebab pasti
kematian
121.

Sel target talasemia

PEMBAHASAN:
a.
Poikilositosis
Disebut poikilositosis apabila pada suatu sediaan apus ditemukan bermacam-macam
variasi bentuk eritrosit. Ditemukan pada:
Anemia yang berat disertai regenerasi aktif eritrosit atau hemopoesis
ekstrameduler
Eritropoesis abnormal (anemia megaloblastik, leukemia, mielosklerosis,dll)
Dekstruksi eritrosit di dalam pembuluh darah (anemia hemolitik)
b.
Sferosit
Eritrosit tidak berbentuk bikonkaf tetapi bentuknya sferik dengan tebal 3 mikron atau
lebih. Diameter biasanya kurang dari 6.5 mikron dan kelihatan l;ebih hiperkromik daqn
tidak mempunyai sentral akromia. Ditemukan pada:
Sferositosis herediter
Luka bakar
Anemia hemolitik
c.
Elliptosis (Ovalosit)
Bentuk sangat bervariasi seperti oval, pensil dan cerutu dengan konsentrasi Hb umumnya
tidak menunjukkan hipokromik. Hb berkumpil pada kedua kutub sel. Ditemukan pada:
Elliptositosis herediter ( 90 95% eritrosit berbentuk ellips)

Anemia megaloblastik dan anemia hipokromik (gambaran elliptosit tidak > 10 %)


Elliptositosis dapat menyolok pada mielosklerosis
d.
Sel Target (Mexican Het cell, bulls eye cell)
Eritrosit berbentuk tipis atau ketebalan kurang dari normal dengan bentuk target
di tengah (target like appearance). Ratio permukaan/volume sel akan meningkat,
ditemukan pada:
Talasemia
Penyakit hati kronik
Hb-pati
Pasca splenektomi
e.
Stomatosit
Sentral akromia eritrosit tidak berbentuk lingkaran tetapi memanjang seperti celah bibir
mulut. Jumlahnya biasanya sedikit apabila jumlahnya banyak disebut stomatositosis.
Ditemukan pada:
Stomasitosis herediter
Keracunan timah
Alkoholisme akut
Penyakit hati menahun
Talasemia
Anemia hemolitik
f.
Sel Sabit (sickle cell; drepanocyte; cresent cell; menyscocyte)
Eritrosit berbentuk bulan sabit atau arit . Kadang-kadang bervariasi berupa lanset huruf
L, V, atau S dan kedua ujungnya lancip. Terjadi oleh karena gangguan oksigenasi
sel. Ditemukan pada penyakit-penyakit Hb-pati seperti Hb S dan lain-lain
g.
Sistosit ( fragmented cell; keratocytes)
Merupakan suatu pecahan eritrosit dengan berbagai macam bentuk. Ukurannya lebih
kecil dari eritrosit normal. Bentuk fragmen dapat bermacam-macam seperti helmet cell,
triangular cell, dan sputnik cell. Ditemukan pada:
Anemia hemolitik
Purpura trombotik trombosistik
Kelainan katup jantung
Talasemia Major
Penyakit keganasan
Hipertensi maligna
Uremia
h.
Sel Spikel (sel bertaji)
Ada 2 jenis sel bertaji yaitu akantosit dan ekinosit
1.
Akantosit (Spurr cell) adalah eritrosit yang pada dinding terdapat tonjolan
tonjolan sitoplasma yang berbentuk duri (runcing), disebut tidak merata dengan jumlah 5
10 buah, panjang dan besar tonjolan bervariasi, ditemukan pada:
Abetalipoproteinemia herediter
Pengaruh pengobatan heparin
Pyruvate kinase deficiency
Peny. Hati dengan anemia hemolitik
Pasca splenektomi
2.
Echynocyte (Burr cell, Crenated cell, sea-urchin cell) merupakan eritrosit dengan
tonjolan duri yang lebih banyak ( 10 30 buah), berukuran sama. Tersebar merata pada
pada permukaan sel. Ditemukan pada:
Penyakit ginjal menahun (uremia)
Karsinoma lambung
Artefak waktu preparasi
Hepatitis
Bleeding peptic ulcer
Pyruvate kinase deficiency
Sirosis hepatic

Anemia hemolitik
i.
Tear Drop cell
Eritrosit memperlihatkan tonjolan plasma yang mirip ekor sehingga seperti tetes air
mata atau buah pir. Ditemukan pada:
Anemia megaloblastik
Myelofibrosis
Hemopoesis ekstramedullar
Kadang-kadang pada talasemia
j.
Sel krenasi
Eritrosit memperlihatkan tonjolan-tonjolan tumpul di seluruh permukaan sel. Letaknya
tidak beraturan, ditemukan pada hemolisis intravaskuler.
k.
Kristal Hemoglobin C
Bentuk kristal tetragonal. Ditemulan pada penderita hemoglobin C yang telah di
Splenektomi

Ada trombosiopeni, hepato megali pada anak dan leukositosis, AUROD?


leukomia akut (AML)
PEMBAHASAN:
Kelainan hematologis AML
Anemia dengan jumlah eritrosit yang menurun sekitar 1-3 x 106/mm3.
Leukositosis dengan jumlah leukosit antara 50-100 x 10 3 /mm3. Leukosit yang ada dalam
darah tepi terbanyak adalah myeloblas.
Trombosit jumlah menurun. Mieloblas yang tampak kadang-kadang mengandung badan
auer suatu kelainan yang pathogonomis untuk AML.
Sumsum tulang hiperseluler karena mengandung mieloblas yang masif, sedang
megakariosit dan pronormoblas dijumpai sangat jarang. Kelainan sumsum tulang ini
sudah akan jelas meskipun myeloblas belum tampak dalam darah tepi. Jadi kadangkadang ditemukan kasus dengan pansitopenia perifer akan tetapi sumsum tulang

sudah jelas hiperseluler karena infiltrasi dengan myeloblas. Kadan-kadang ditemukan


Auer body dalam mieloblas. Kadang manifestasi pertama sebagai eritroleukemia
(ploriferasi eritroblas dan mieloblas dalam sumsum tulang) yang berlangsung
beberapa bulan/tahun sebelum fambaran mieloblastiknya menjadi jelas benar.

122.
Dischard vagina, berbusa tricomonas
PEMBAHASAN:
Gejala klinisnya trichomonas vaginalis :
dijumpainya cairan vagina bewarna kuning kehijauan, pada kasus yang berat
dapat
berbusa.
cairan vagina berbau tidak sedap
rasa gatal
panas
iritasi
dispareunia
perdarahan vagina abnormal, terutama setelah coitus
disuria ringan

123.

Serorang wanita penurunan kesadaran, pasca pergi

dari papua, nah pemeriksaan apa yang dilakukan untuk menegakan


diagnosis ? apusan darah tepi, darah tebal, LCS
124.
Nyeri sendi pagi hari, 1 jam ? rematoid atritis
125.
G2P1A0, 38 minggu kepuskesmas mengeluh nyeri
ulu hati dan nyeri kepala. Riwayat kejang (+). PF didapatkan TD 160/100.
Proteinuria +3. Penanganan yang tepat adalah...
a. Infus RL + MgSO4
b. Diazepam perektal 10mg
c. Infus MgSO4
d. Rujuk Spesialis kandungan
e. Nifedipin
Pembahasan : sebenernya bingung ama soalnya dengan keterangan
riwayat kejang (+), apakah mksud nya sudah ada kejang di rumah
sebelum ke puskesmas. Atau mempunyai riwayat kejang seperti
epilepsi, namun jika belum ada kejang sebelum sampa puskesmas
maka dalam soal diatas pasien sudah mengalami imending
eklampsia dengan dasar
. Preeclampsia Berat :
- tek.darah : 160/100mmHg
atau:

kenaikan tekanan sistolik > 60mmHg


kenaikan tekanan diastolik > 30mmHg

- protein uria :
* kualitatif +3 atau +4
* kuantitatif 5 g/liter dlm 24 jam
- oedema : lokal/anasarka
Ada suatu tingkatan keadaan yg disebut empending eclampsia

Yaitu keadaan sblm trjadi eclampsia :


- Oligo Uria, yakni < 25 cc/jam (0,5cc/kg)
- edema yang massif
- gangguan visus yang cerebral
- nyeri epigastrium/nyeri kuadran atas abdomen/muntah2
- terdapat komplikasi IUGR
- terdapat HELLP syndrome (Hemolysis, Elevated Liver
Enzymes and low Platelet Count)
Penatalaksanaan

impending

eklampsia

adalah

dengan

penatalaksanaan eklampsia karena impending eklampsia adalah di


eklampsia kan.
a. Penderita dirawat diruang yg tenang, tidur miring ke kiri
b. Diet cukup protein, 100gr/hari & kurang garam yakni sampai 0,5
gr/hari
c. Infus ringer laktat 60-125ml/jam (20tetes/menit)
d. Drug Of Choice (Magnesium Sulfat/MgSO4), dgn alasan:
- antihipertensi ringan
- antikejang ringan
- sedatif ringan
- diuretik ringan
- memperbaiki sirkulasi uteroplasenter
Syarat pemberian MgSO4:
* Refleksi patela (+)

* Respirasi >/16 per menit


* Produksi urine 25cc/jam
* Tersedia antidotum,yakni kalsium glukonat
Bila syarat diatas tdk terpenuhi, akan trjadi:
+ keracunan MgSO4 dg tanda: refleksi patela (-),respirasi
<16kali, oligo/anuria,cardiac arrest kemudian segera diberikan
antidotumnya (kalsium glukonat)
berikan MgSO4 2 gr larutan 20% dlm waktu 2 menit, bila masih
kejang berikan amobarbital smpai 250 mg intravena pelan.
126.

Pasien mengeluh pusing setelah bangun tidur,

berputar, mual dan muntah. Tidak nyeri kepala. Ada riwayat kecelakaan
sebelumnya. Tidak ada penurunan kesadaran memar dibagian temporal.
Pemeriksaan yang tepat untuk mendiagnosa adalah...
a. Romberg test
b. Hallpike test
c. Barany chair test
d. Stepping test
e. reflex test
pembahasan : berdasarkan soal, diagnosis mengarah ke ertigo post trauma akut
vertigo post trauma akut sering disebut sindroma komosio labirintes.
Karena trauma timbul paresis vesribuler unilateral yang dapat dibuktikan oleh test
kalorik.
Tapi bingung jawaban nya apa, maaph ya teman, huhuhu
tes Romberg
Adalah suatu cara untuk melihat adanya kelemahan pada vestibular.
Cara:
a)

Pasien diinstruksikan untuk berdiri dan membuka mata.

b)
Kemudian pasien diinstruksikan untuk menutup mata (pastikan anda dapat
menopang pasien jika dia jatuh).
c)

Kemudian perhatikan apakah pasien terlalu banyak bergoyang atau

kehilangan keseimbangan.
Indikasi: jika pasien menutup mata kemudian jatuh, hal ini mengindikasikan
adanya kelemahan pada proprioseptif atau vestibular.
Helpick Pick Manuver
Adalah Tes Neurologi yang digunakan untuk mengevaluasi adanya vertigo,
misalnya vertigo paroksismal jinak posisional, dengan mengamati nystagmus
disebabkan oleh perubahan posisi.
Manuver Hallpike digunakan untuk membantu mendiagnosis vertigo posisional
paroksismal jinak (BPPV). Cara :
a)

Tempatkan kepala pada brankar dari tempat tidur ke bawah datar.

b)
Ubah posisi pasien sehingga ia duduk 12 inci atau lebih dekat ke arah kepala
ranjang dorong datar.
c)
Putar kepala pasien 45 derajat.
Bantu pasien berbaring ke belakang dengan cepat.
d) Kepala pasien harus menggantung di tepi ranjang dorong pada sekitar 20
derajat ekstensi.
e) Amati nystagmus rotasi setelah periode laten 5-10 detik, yang menegaskan
BPPV.
Percobaan dengan kursi Barany
Suruhlah orang percobaan duduk tegak di kursi Barany dengan kedua
tangannyamemegang erat tangan kursi.Tutup kedua matanya dengan saputangan
dan tundukan kepalanya 30 derajat ke depan.
Putarlah kursi ke kanan 10 kali dalam 20 detik secara teratur dan tanpa sentakan.
Hentikan pemutaran kursi dengan tiba-tiba. Bukalah saputangan dan suruhlah
orang percobaan melihat jauh ke depan. Perhatikan adanya nistagmus.
127.

Pasien mengeluh nyeri di rahang kanan selama

setahun ini. Sering kambuh lebih dari sekali dalam seminggu, terutama
diinduksi oleh es krim atau minuman dingin lainnya. Semua gigi sudah
dilakukan perawatan dan 2 giginya yang rusak sudah dicabut tetapi
keluhan tidak sembuh. Pengobatan awal yang diberikan adalah...
a. Clonazepam
b. Diazepam
c. Asam Valproat
d. Indometasin
e. Carbamazepin
Pemnahsasan : maaph teman, ini juga bigung jawaban nya apa,..tapi
mungkin indometasin ya,..maaph teman,..
Clonazepam dan diazepam obat golongan benzodiazepin. Asam

valproat dan carbamazepin obat antikonvulsi, indometasin golongan


OAINS,
128.

Pasien mengeluh nyeri sejak 4 hari yang lalu dai

leher menjalar hingga siku. Pasien adalah penjual jamu gendong.


Pemeriksaan yang tepat untuk dilakukan adalah,,,
a. Lasegue
b. Bragad
c. Lhermite
d. Phallen
e. Patrick
Pembahasan :
Lasegue sign : Untuk pemeriksaan ini dilakukan pada pasien yang
berbaring lalu kedua tungkai diluruskan (diekstensikan), kemudian
satu tungkai diangkat lurus, dibengkokkan (fleksi) persendian
panggulnya. Tungkai yang satu lagi harus selalu berada dalam
keadaan ekstensi (lurus). Pada keadaan normal dapat dicapai sudut
70 sebelum timbul rasa sakit dan tahanan. Bila sudah timbul rasa
sakit dan tahanan sebelum mencapai 70 maka disebut tanda
Lasegue positif. Namun pada pasien yang sudah lanjut usianya
diambil patokan 60.
Tes Bragard: Modifikasi yang lebih sensitif dari tes laseque.
Caranya sama seperti tes laseque dengan ditambah dorsofleksi
kaki.
Tes ini dilakukan dengan cara menekan atau kompresi kepala
pasien untuk mendeteksi ada tidaknya penekanan di foramen
intervertebralis bagian cervical. Tes ini dikatakan positif apabila
timbul nyeri sesuai dengan tingkat kompresi. Tes kompresi pada
kepala dapat juga dilakukan dalam berbagai posisi : side fleksi
kanan atau kiri, ekstensi dan fleksi kepala. Tes ini dikenal dengan
ama Lhermitte test atau Spurling test.
Test Phalen : Apabila terdapat penyempiatan pada terowongan
carpal dipergelangan tangan bagian volar yang dilintasi cabang
nervus madinus, maka penekukan di wrist joint akan menimbulkan
rasa nyeri atau parestisia dikawasan n. medianus.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara palmar fleksi kedua wrist,


lalu saling tekankan kedua dorsum manus satu dengan lainnya
sekuat-kuatnya.
Tangan yang merasakan nyeri atau kesemutan memberi indikasi
bahwa terowongan karpal tersebut menyempit. Selain cara
tersebut diatas tes phalen dapat pula dilakukan dengan cara
pergelangan tangan dipertahankan selama kira-kira setengah menit
dalam posisi palmar fleksi penuh, Jika posisi ini dierahankan
cukup lama, pada setiap orang akan timbuk rasa kesemutan, akan
tetapi pada sindrom terowongan carpal rasa kesemutan akan
timbul dalam waktu yang sangat singkat, pasti dalam waktu 30
detik, terkadang parestesia baru timbul saat pergelangan tangan
digerakkan kembali dari posisi palmar fleksi maksimal.
Tes Patrick (Fabere Test) : Pasien tidur terlentang dan calcaneus
menyentuh patella dan tangan pemeriksa berada di SIAS dan
bagian medial dari knee. Setelah itu lakukan kompresi, apabila
terjadi nyeri maka ada kelainan di group adductor atau Lig.
anterior hip, atau ligament Anterior Sacroiliaca Joint.
129.

Seorang ibu melahirkan anak laki-laki. Pasien

meminta izin kepada dokter untuk menyelipkan bawang putih dipakaian


bayi. Dokter mengizinkannya. Apa bentuk penghormatan yang dilakukan
dokter itu?
a.
b.
c.
d.
e.

Etika
Moral
Nilai
Adat
Administratif

Pembahasan : maaph ya teman, tpi soal ini aq cari dasar nya gax
ada, tpi klo dari isi soal dengan kata kata Pasien meminta izin
kepada dokter untuk menyelipkan bawang putih dipakaian bayi
lebih ngarah ke adat gax sih. Hehehe,...
130.

2 mayat ditemukan dalam sumur, terdapat tanda-

tanda hipoksia jaringan.keracunan apakah?


a. CO
b. Oksigen
c. Karbondioksida
d. Arsen
e. Nitrogen

Pembahasan : penyebab keracunan adalah dari mengirup gas


karbonmonoksida yang ada pada sumur yang biasa nya karena gas
buangan dari mesin diesel. Cara untuk melakukan tes apakah di
dalam sumur ada gas lain selain C02 adalah dengan memasukan
lampu teplok (pada tau gax sih lampu telpok, ahaha) ke dalam
sumur, jika lampu mati menandakan ada gas lain selain CO2, maka
tidak aman untuk kita masuk sumur.
131.

Seorang perempuan mengeluh nyeri perut kanan

bawah, hari ini nyeri dirasakan di seluruh lapang perut. Defens muscular
(+).
a.
b.
c.
d.

Appendicitis
Peritonitis
Salpingitis
Kolelitiasis

Pembahasan : dikarenakan pada soal nyeri sudah pada seluruh


lapang perut dengan defens muscukar (+) maka sudah berkembang
menjadi peritonitis.
132.

Mengeluh mual Dan muntah terutama sehabis

makan makanan berlemak. Pemeriksaan yg mungkin didapatkan adalah....


a. Sklera ikterik
b. BAB berwarna hitam
c. BAB tidak berwarna hitam
Pembahasan : dengan ada nya keterang pada soal dengan keterang
mual muntah terutama setelah makan makanan berlemak maka
diagnosis mungkin mengarah kepada kelainan pada metabolisme
lemak, yakni merupakan tugas kantung empedu. Ketika kantong
empedu terdapat kelainan baik kolelitiasis atau kolesistitis maka
akan ada kelainan pada metabolisme biliribun. Gejala yang muncul
pada metabolisme bilirubin adalah
a. sklera ikterik
b. BAB akan berwarna pucat. karena tidak adanya zat warna hasil

metabolisme bilirubin pada feses.


133.

Laki-laki hipertensi 15 tahun, sudah minum

captopril. BMI saat ini 30. Apa yang menyebabkan kondisi diatas?
Pembahasan : maaph ya teman, aq gax mudeng ama soal ini maksud arah
nya kemana.
134.

Seorang laki laki datang ke IGD dengan keluhan

perut kanan terasa nyeri menjalar hingga punggung belakang. Pasien


mengaku mempunyai kolesterol tinggi, dan jarang makan sayur dan buah.
Pada pemeriksaan fisik TB 145 BB 60, tanda vital dbn. Pada px abdomen
didapatkan Murphy Sign (+). Organ apa yang mengalami gangguan?
a. Hepar
b. Gaster
c. Pankreas
d. Kantong empedu
e. Usus 12 jari
Pembahasan : dalam soal ini keluhan mengarah pada colelitiasis
dengan dasar nyeri perut kanan menjalar hingga ke punggung
belakang, faktor resiko yaknia mempunyai kolesterol tinggi, BMI
pasien yang masuk kategori obesitas, dan adanya murphy sign. Jika
keluhan diatas disertai dengan adanya demam dapat mengarah pada
kolesistitis. Sebenarnya faktor resiko dari colelitiasi dapat disingkat
dengan 4F yakni female, fat,fourty dan fertile,