Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Secara kelembagaan, perkembangan asuransi syariah global ditandai
dengan kehadiran perusahaan asuransi syariah di berbagai belahan dunia,
antara lain Sudanese Islamic Insurance (1979), Islamic Arab Insurance Co.
(1979), Dar Al-Maal Al-Islami, Geneva (1981), Islamic Takafol Company
(I.T.C), S.A. Luxembourg (1983), Islamic Takafol and Re-Takafol
Company, Bahamas (1983), Syarikat Al-takafol Al-Islamiah Bahrain, E.C.
(1983),Takaful Malaysia (1985).
Munculnya asuransi syariah pertama kali di Indonesia tak lepas dari
nama Asuransi Takaful, yang dibentuk oleh holding company PT Syarikat
Takaful Indonesia (STI) pada tahun 1994.
Terbentuknya Asuransi Takaful saat itu memperkuat keberadaan
lembaga perbankan syariah yang sudah ada terlebih dahulu, yakni Bank
Muamalat karena asumsinya Bank Muamalat juga membutuhkan lembaga
asuransi yang dijalankan dengan prinsip yang sama.
Pembentukan awal Takaful disponsori oleh, Yayasan Abdi Bangsa,
Bank Muamalat Indonesia, dan Asuransi Jiwa Tugu Mandiri. Saat itu para
wakil dari tiga lembaga ini membentuk Tim Pembentukan Asuransi
Takaful Indonesia atau TEPATI, yang dipimpin oleh direktur utama PT
STI, Rahmat Saleh.
Sebagai langkah awal. Lima orang anggota TEPATI melakukan studi
banding ke Malaysia pada September 1993. Malaysia memang merupakan
negara ASEAN pertama yang menerapkan asuransi dengan prinsip syariah
sejak tahun 1985. Di negara jiran ini, asuransi syariah dikelola oleh
Syarikat Takafu Malaysia. Setelah berbagai persiapan dilakukan, di Jakarta
digelar seminar nasional, dan berikutnya STI mendirikan PT Asuransi
Takaful Keluarga dan PT Asuransi Takaful Umum. Secara resmi, PT
Asuransi Takaful Keluarga didirikan pada 25 Agustus 1994, dengan modal
disetor sebesar Rp 5 miliar. Sementara PT Asuransi Takaful Umum secara
resmi didirikan pada 2 Juni 1995.

Setelah Asuransi Takaful Umum dibuka, selanjutnya sejumlah


lembaga ikut mendirikan asuransi syariah, yakni Asuransi Syariah
Mubarakah, Asuransi Jiwa Asih Great Eastern, MAA Life Insurance,
Asuransi Bringin Jiwa Sejahtera, dan pada akhir 2002 didirikan cabang
syariah Asuransi Tri Pakarta. Pada Maret tahun ini (2003) AJB Bumiputera
1912 juga akan mengembangkan asuransi syariah.
B. RUMUSAN MASALAH

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN ASURANSI SYARIAH


Istilah
asuransi
di
Indonesia

berasal

dari

kata

Belanda assurantie yang kemudian menjadi asuransi dalam bahasa


Indonesia. Sebenarnya bukanlah istilah asli bahasa Belanda akan tetapi
berasal dari bahasa latin, yaitu assecurare yang berarti meyakinkan
orang. Menurut etimologi bahasa Arab istilah Asuransi Syariah atau
Takaful berasal dari akar kata kafala. Dalam ilmu tashrif atau sharaf,
tafakul termasuk dalam barisan bina mutaaadi. Yaitu tafaaala, artinya
saling menanggung. Dan ada juga yang meterjemahkannya dengan makna
saling menjamin. Asuransi Syariah atau takaful menurut Juhaya S. Praja
adalah Saling memikul risiko di antara sesame orang sehingga antara satu
dengan lainnya menjadi penanggung atas risiko yang lainnya. Saling pikul
risiko itu dilakukan atas dasar saling tolong-menolong dalam kebaikan
dengan cara masingmasing mengeluarkan dana ibadah (tabarru) yang
ditunjukkan untuk menanggung risiko tersebut.
Dasar hukum yang terkait dengan asuransi syariah, yaitu QS. alMaidah (5):2 Allah berfirman Dan tolong-menolonglah kamu dalam
(mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran.
Dalam
sebuah
hadis

shahih

rasulullah

juga

menyabdakan:Perumpamaan orang-orang yang mukmin dalam saling


berempati, mengasihi, dan bersimpati diantara mereka sama seperti satu
tubuh yang jika salah satu anggota tubuh lainnya akan meresponnya
dengan begadang (tidak bisa tidur) dan demam. (HR. Muslim).
B. PERBEDAAN

ASURANSI

SYARIAH

DAN

ASURANSI

KONVENSIOL
No. Dari Segi

Konvensional

Syariah

Perjanjian antara dua pihak atau lebih,


pihak penanggung mengikatkan diri
1.

Konsep

kepada tertanggung dengan menerima


premi

asuransi,

untuk

memberikan

pergantian kepada tertanggung.

Sekumpulan orang yang


saling membantu, saling
menjamin, dan bekerja
sama, dengan cara masing
- masing mengeluarkan
danatabarru.
Ada,

2.

yang

berfungsi

mengawasi

pelaksanaan

DPS (Dewan Tidak ada, sehingga dalam prakteknya operasional

perusahaan

Pengawas

bertentangan

Syariah)

syara

dengan

kaidah-kaidah agar terbebas dari praktek


- praktek muamalah yang
bertentangan

dengan

prinsip-prinsip syariah.
Akad tabarru dan
3.

Akad

Akad jual beli (akad gharar)

tijarah

akad

(mudharabah,

wakalah, wadiah, syirkah)


Sharing of risk, dimana
4.

Jaminan/Risk Transfer of risk, dimana terjadi transfer


(Resiko)

dari tertanggung kepada penanggung

terjadi

proses

menanggu
peserta

saling

antara
dan

satu

peserta

lainnya (taawun)
5.

Pengelolaan

Tidak

ada

pemisahan

Dana

berakibat pada terjadinya dana hangus saving


(untuk produk saving life)

dana,

yang Pada

produk-produk
(life)

pemisahan

terjadi

dana,

yaitu

dana tabarru , sehingga


tidak

mengenal

dana

hangus. Sedangkan untuk


term insurance (life) dan
general
semuanya

insurance
bersifat

tabarru.
Dana yang terkumpul dari
peserta
Dana yang terkumpul dari premi peserta
6.

Kemilikan

seluruhnya menjadi milik perusahaan.

Dana

Perusahaan bebas menggunakan dan


menginvestasikan kemna saja.

dalam

iuran

atau

bentuk

kontribusi.

Merupakan milik peserta


atau

(shahibul

maal),

asuransi syariah hanya


sebagai

pemegang

amanah (mudarib) dalam


mengelola dana tersebut.
Sumber

pembayaran

klaim
Sumber
7.

biaya

klaim

adalah

perusahaan,

rekening

pembayaran

konsekuensi

Klaim

tertanggung. Murni bisnis dan tidak ada satu


nuansa syariah.

dari

dari rekening tabarru dimana

Sumber

penangung

diperoleh

sebagai peserta

saling

terhadap menanggung. Jika salah


peserta

musibah

mendapat

maka

peserta

lainnya ikut menanggung


bersama resiko tersebut.
Profit yang diperoleh dari
surplus
Keuntungan
8.

Keuntungan

diperoleh

surplus komisi re asuransi, dan

underwrinting, komisi reasuransi, dan hasil

(profit Share) hasil

investasi

seluruhnya

keuntungan perusahaan.

underwrinting,
investasi

bukan

adalah seluruhnya menjadi milik


perusahaan
dilakukan

tetapi
bagi

(mudharabah)

C. PERATURAN HUKUM ASURANSI SYARIAH


Peraturan perundang-undangan tentang perasuransian syariah di
Indonesia masih terbatas dan belum diatur secara khusus dalam undang-

hasil

undang. Secara lebih teknis operasional perusahaan asuransi berdasarkan


prinsip syariah mengacu kepada SK Dirjen Lembaga Keuangan. Di
samping itu, perasuransian syariah di Indonesia juga diatur di dalam
beberapa fatwa DSN-MUI antara lain Fatwa DSN-MUI No. 21/DSNMUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah. Fatwa DSN-MUI
No. 51/DSM-MUI/III/2006 tentang AkadMudharabah Musyarakah pada
asuransi syariah, Fatwa DSN-MUI No. 52/DSN-MUI/III/2006 tentang
akad wakalah bil ujrah pada asuransi dan reasuransi syariah, Fatwa DSN
MUI No.53/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Tabarru pada asuransi dan
reasuransi.

D. DAMPAK PERKEMBANGAN ASURANSI SYARIAH


Menurut sebagian pengamat ekonomi, khususnya ekonomi muslim
saat ini masyarakat dunia telah mengalami kejenuhan dengan sistem
ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis . Selain itu, dengan
mengembangkan kedua sistem itu dunia semakin hari semakin tidak
teratur yang pada gilirannya melahirkan negara negara yang semakin
hari semakin kaya disisi lain melahirkan negara negara yang semakin
miskin. Dengan kata lain dengan menjalankan kedua sistem ekonomi
tersebut akan melahirkan ketidak seimbangan dalam perkembangan
ekonomi.
Asuransi syariah dan lembaga-lembaga ekonomi syariah lainnya
muncul sebagai bukan hanya untuk meningkatkan ekonomi umatnya saja.
Tetapi sekaligus menjadi solusi bagi bangsa yang sedang terpuruk ini
untuk bisa bangkit kembali menjadi bangsa yang bermartabat, tidak
diperhamba bangsa-bangsa lain.
Berdirinya Asuransi Syariah jelas akan meningkatkan kesadaran
berasuransi, sehingga disamping ikut membangun untuk memperkuat
sumber daya keuangan dalam negeri, juga akan memberikan dampak
kontraksi moneter untuk menahan laju inflasi. Dengan optimalnya

investasi yang dilakukan sesuai dengan prinsip syariah islam, maka akan
dapat membantu pertumbuhan ekonomi secara maksimal.

E. KENDALA DAN

STRATEGI

PERKEMBANGAN ASURANSI

SYARIAH
Dalam perkembangannya, asuransi syariah menghadpi beberpa kendala,
diantaranya :
1. Rendahnya tingkat perhatian masyarakat terhadap keberadaan asuransi
syariah yang relative baru dibandingkan dengan asuransi konvebsional
2.

yang telah lama mereka kenal, baik nama dan operasinya.


Asuransi bukanlah bank yang banyak berpeluang untuk bisa
berhubungan

dengan

masyarakat

dalam

hal

pendanaan

atau

pembiayaan. Artinya, dengan produknya bank lebih lebih banyak


3.

berpeluang untuk bisa selalu berhubungan dengan masyarakat.


Asuransi syariah, sebagaimana bank dan lembaga keuangan syariah
lain, masih dalam proses mencari bentuk. Oleh karenanya, diperlukan
langkah langkah sosialisasi, baik untuk mendapatkan perhatian
masyarakat maupun sebagai upaya mencari masukan demi perbaikan

4.

system yang ada


Rendahnya profesialisme sumber daya manusia ( SDM) menghambat
laju pertumbnuhan asuransi syariah. Penyediaan sumber daya manusia
dapat dilakukan dengan kerjasama dengan berbagai pihak terutama
lembaga lembaga pendidikan untuk membuka atau memperkenalkan
pendidikan asuransi syariah

Adapun strategi yang diperlukan untuk pengembangan asuransi syariah


diantaranya sebagai berikut :
1.

Perlu strategi pemasaran yang lebih terfokus kepada upaya untuk


memenuhi pemahaman masyarakat tentang asuransi syariah. Maka
asuransi syariah perlu meningkatkan kualitas pelayanan kepada
pemenuhan pemahaman masyarakat ini, misalnya mengenai apa

asuransi syariah, bagaimana operasi asuransi syariah, keuntungan


2.

apa yang di dapat dari asuransi syariah, dan sebagainya


Sebagai lembaga keuangan yang menggunakan system syariah
tentunya aspek syiar islam merupakan bagian dari operasi asuransi
tersebut. Syiar islam tidak hanya dalam bentuk normative kajian
kitab misalnya, tetapi juga hubungan antara perusahaan asuransi
dengan masyarakat. Dalam hal ini asuransi syariah sebagai
perusahaan yang berhubungan denganm masalah kemanusiaan
(kematian, kecelakaan, kerusakan dll), setidaknya dalam masalah
yang berhubungan dengan klaim nasabah asuransi syariah bias
memberikan pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan

3.

asuransi konvensional
Dukungan dari berbagai pihak teruitama pemerinyah, ulama,
akademis, dan masyarakat diperlukan untuk memberikan masukan
dalam penyelenggaraan operasi asuransi syariah. Hal ini diperlukan
selain memberikan control bagi asuransi syariah untuk berjalan pada
system yang berlaku, juga meningkatkan kemampuan asuransi
syariah dalam menangkapa kebutuhan dan keinginan masyarakat.

F. ASURANSI BUMI PUTERA SYARIAH


1. Sejarah Singkat
Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera Syariah adalah Perusahaan
Asuransi Jiwa Nasional milik Bangsa Indonesia yang pertama &
tertua. Didirikan pada tanggal 12 Februari 1912 atas prakarsa seorang
guru sederhana, bernama M.Ng.Dwidjosewojo , Sekretaris Persatuan
Guruguru, Hindia Belanda (PGHB), Sekaligus Sekretaris I, Pengurus
Besar Budi Utomo.

Gagasan Pendirian Perusahaan Asuransi ini

didorong oleh keprihatinan yang mendalam terhadap nasib para guru


Bumiputera (Pribumi) dalam pendirian tersebut. M.Ng.Dwidjosewojo
dibantu bersama dua orang guru lainnya MKH. Soebroto dan M.Ad i
Mijojo. Sejak awal pendiriannya Bumiputera sudah menganut sistem

kepemilikan dan kepenguasaan yang unik yakni bentuk Badan Usaha


Mutual atau Usaha Bersama. Semua Pemegang Polis adalah
pemilik Perusahaan yang mempercayakan wakil-wakil mereka di
Badan Perwakilan Anggota (BPA) untuk mengawasi jalannya
perusahaan, tidak seperti perusahaan berbentuk PT (Perseroan
Terbatas), yang kepemilikannya hanya oleh pemodal tertentu
Perjalanan Bumiputera kini mencapai 9 Dasawarsa. Sepanjang itu
tentu saja tidak lepas dari Pasang Surut. Memasuki Millenium ketiga,
Bumiputera mempunyai jaringan lebih dari 600 Kantor, Asset 11
Triliyun,7 juta Pemegang Polis, 3 ribu Pegawai dan 30 ribu tenaga
pemasaran yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Bumiputera Syariah sendiri dibentuk tahun 2002 atas dasar:
1. Fatwa Dewan Syari'ah Nasional No. 21/DSN MUI/ X/2001 tanggal
2.

17 Oktober 2001
Keputusan Menteri Keuangan RI No.Kep-268/KM-6/2002 tanggal
7 November 2002.
Walaupun masih dalam naungan AJB Bumiputera 1912 namun

pengelolaan keuangan Bumiputera Syariah terpisah dari induknya.


Pengelolaan keuangannya berdasarkan Syariah Islam yang didasarkan
oleh Al Qur'an dan Al Hadits. Adapun Badan Pengawas Syariah (BPS)
Bumiputera Syariah adalah tokoh-tokoh ternama yang mengerti ilmu
ekonomi islam yaitu:
1. Prof. K. H. A. Sahal Mahfudz (Ketua) yaitu Tokoh Nahdlatul
Ulama (NU)
2. dr. H. Endy M. Astiwara, MA, AAAI-J (Anggota) yaitu Dosen
Luar Biasa UIN Bidang Asuransi Syariah.
2. Visi dan Misi
Visi :
AJB Bumiputera Syariah menjadi perusahaan asuransi jiwa nasional yang
kuat, modern dan menguntungkan didukung oleh Sumber Daya Manusia
(SDM) profesional yang menjunjung tinggi nilai-nilai idealisme serta
mutualisme.
Misi :

a.

Menyediakan pelayanan dan produk jasa asuransi jiwa ber kualitas


sebagai wujud partisipasi dalam pembangunan nasional melalui

b.

peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.


Menyelenggarakan ber bagai pendidikan dan pelatihan untuk
menjamin

pertumbuhan

kompetensi

karyawan,

peningkatan

produktivitas dan peningkatan kesejahteraan, dalam kerangka


c.

peningkatan kualitas pelayanan perusahaan kepada pemegang polis.


Mendorong terciptanya iklim kerja yang motivatif dan inovatif untuk
mendukung proses bisnis internal perusahaan yang efektif dan
efisien.

3. Produk Bumiputera Syariah :


a. Asuransi Perorangan (ASPER) Syariah:
1. Mitra Mabrur Plus
Dan Allah mewajibkan manusia mengerjakan ibadah haji,
yaitu bagi yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah ; QS.
Ali Imran (3): 97.
Jutaan orang bermimpi untuk mengunjungi Baitullah
(Ka'bah) ... menunaikan ibadah haji ke Mekkah... menjalankan
Rukun Islam yang kelima... namun biaya perjalanan dan tanggung
jawab kita terhadap keluarga membuat impian kita, tetaplah
menjadi impian.
Mitra Mabrur Plus membantu mewujudkan impian tersebut.
Mitra Mabrur Plus tidak hanya membantu Anda menyisihkan dana
tabungan haji secara teratur, tetapi juga menyediakan dana bagi
hasil

(Mudharabah)

dan

asuransi

perlindungan,

sehingga

memungkinkan bagi Anda menunaikan ibadah haji dengan tenang


tanpa mencemaskan keluarga di rumah, dan semuanya sesuai
dengan Syariah.
2. Mitra Iqro' Plus
Mitra Iqra Plus AJB Bumiputera 1912 merupakan program
asuransi dalam mata uang Rupiah didasarkan pada Syariah dan
dirancang untuk memberikan perlindungan dan membiayai
pendidikan bagi anak-anak hingga akhir pendidikan mereka.

Setiap orang tua menginginkan agar anak mereka memiliki


awal yang terbaik dalam hidup mereka, dengan mendapatkan
pendidikan yang baik, dan mencemaskan hal yang mungkin terjadi
kepada mereka jika tidak dapat memenuhi biaya yang terus
meningkat untuk pendidikan sekolah dan perguruan tinggi, atau
jika mereka meninggal dunia lebih awal dan meninggalkan anakanak mereka tanpa perlindungan dan tidak mampu menyelesaikan
pendidikan mereka.
Anda dapat meningkatkan dana untuk pendidikan anak
Anda sejak awal dengan menabung sebagian dari pendapatan Anda
secara teratur. Kami siap untuk mengelolanya melalui program
Mitra Iqra AJB Bumiputera 1912.
Dengan Mitra Iqra Plus, Anda bukan hanya mempersiapkan
dana pendidikan, tetapi juga melindungi anak-anak Anda jika
sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi sewaktu-waktu.
Dengan mendapatkan pengetahuan pada tingkat tertinggi,
putra-putri Anda akan menjadi orang yang baik dan tetangga yang
baik.
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang
seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang
lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.
Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan
hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. --- AnNisaa (4): 9
3. Mitra Amanah
Sebuah amanah adalah wajib hukumnya dijaga dan
ditunaikan sebaik-baiknya kemudian dipertanggung jawabkan
kepada Tuhan. Menjalankan amanah tidak bisa dipandang sebelah
mata. Bagaimana tidak, sebagai seorang kepala keluarga atau diri
sendiri, Anda berusaha keras untuk mewujudkan hidup sejahtera
dan masa depan cerah.
Mitra (Bumiputera) Amanah, solusi perencanaan keuangan
yang bijak dan tepat untuk membantu Anda dan keluarga dalam

menjaga dan menunaikan amanah. Mitra Amanah adalah Program


Asuransi Jiwa syariah, memberikan berbagai manfaat seperti
perlindungan jiwa dan manfaat hasil investasi yang kompetitif.
Selain itu, ada manfaat tambahan (rider) dengan pilihan
seperti santunan meninggal dunia akibat kecelakaan, penggantian
biaya harian rawat inap rumah sakit, santunan bebas kontribusi
akibat penyakit kritis dan cacat tetap total akibat penyakit ataupun
kecelakaan.
Tunaikan amanah Anda dengan Mitra (Bumiputera)
Amanah. Anda dan keluarga Anda terjamin, nyaman, dan tenang
dalam menjalani kehidupan yang terencana dengan sebaik-baiknya.
4. Manfaat mengunalakan asuransi bumi putra syariah
Manfaat Utama:
1. Bila Pihak Yang Diasuransikan (PYD) meninggal dunia dalam masa
asuransi, maka Ahli Waris akan menerima 100% Manfaat Awal
(berlaku ketenttuan masa observasi) ditambah Saldo Dana Investasi,
2.

dan selanjutnya asuransi berakhir.


Apabila PYD hidup sampai akhir masa kontrak asuransi atau
mengundurkan diri sebelum masa asuransi berakhir maka Pihak Yang
Diasuransikan akan menerima manfaat sebesar Saldo Dana Investasi

3.

dan selanjutnya asuransi berakhir.


Jika PYD mengambil tambahan manfaat (Rider), manfaat tambahan

4.
5.

mengikuti ketentuan yang berlaku sesuai dengan rider yang diambil.


Untuk menambah Dana Investasi dapat dilakukan Top Up.
Setelah masa asuransi berjalan 2 tahun, PYD dapat mengambil
sebagian Dana Investasi (reedem).

Manfaat Awal:
Dengan pilihan cara bayar kontribusi (premi) bulanan, triwulanan,
semesteran, tahunan maupun tunggal, Anda dapat menentukan sendiri
Manfaat Awal sesuai kebutuhan (tergantung kecukupan kontribusi).
Manfaat Tambahan (rider):
Rider Mitra Perlindungan Kecelakaan Diri - Syariah:

1.

Resiko A: Apabila PYD meninggal dunia akibat kecelakaan, maka


kepada Ahli Waris yang ditunjuk akan menerima tambahan santunan
sebesar 100% Manfaat Awal Dana Kebajikan.

2.

Resiko B: Apabila PYD mengalami cacat tetap akibat kecelakaan,


maka kepada PYD akan menerima santunan sebesar prosentase
tertentu dari Manfaat Awal sesuai ketentuan yang berlaku.

3.

Resiko D: Apabila PYD dirawat di RS / Dokter akibat kecelakaan,


maka kepada PYD akan menerima santunan sebesar 10% dari MA
Rider.

4.

Rider Mitra Cash Plan - Syariah: Apabila PYD dirawat inap di rumah
sakit, baik karena penyakit atau kecelakaan atas anjuran dokter, maka
akan mendapatkan jaminan santunan harian, maksimal sebesar Rp
1.000.000,-/ hari & maksimal selama 120 hari/tahun.

5.

Rider

Mitra

Waiver

of

Kontribusium

(WOP)

Syariah

Memberikan manfaat pembebasan kontribusi apabila PYD mengalami


cacat tetap baik pada permulaan diderita maupun setelah itu yang
menyebabkan PYD tidak pernah akan dapat melakukan pekerjaan,
memegang

jabatan

atau

profesi

apapun

untuk

memperoleh

penghasilan, imbalan atau keuntungan.


6.

Rider Mitra 53 CIA Syariah Merupakan percepatan (acceleration


benefit) dari pertanggungan produk basic (pertanggungan atas
kematian), yaitu jika tertanggung terdiagnosa menderita penyakit yang
dijamin dalam daftar 53 penyakit kritis. Besarnya manfaat asuransi
adalah 50% dari Manfaat Awal dengan maksimum sebesar Rp
500.000.000,-.

7.

Rider Mitra 53 CIWP Syariah Pembebasan dari membayar


kontribusi asuransi apabila PYD terdiagnosa salah satu penyakit dari
53 jenis penyakit kritis oleh dokter.

5. Kontribusi asuransi bumi putra syariah


1. Kontribusi Dasar yang terjangkau dan dapat dikombinasikan
dengan Top Up Reguler (berkala) yang besarnya tetap sesuai cara
bayar kontribusi untuk menambah dana Investasi.
2. Kontribusi Top Up Irreguler (tambahan dana Investasi) yang dapat
dilakukan kapan saja (minimal 1 hari setelah polis terbit) untuk
meningkatkan

dana

investasi

dengan

besaran

minimal

Rp.1.000.000,3. Perubahan cara bayar Kontribusi (khusus cara bayar Reguler) yang
dapat dilakukan pada saat ulang tahun Polis.
4. Penambahan rider akan mengurangi (didebet) dari dana investasi.
5. Minimum kontribusi dengan cara bayar:
a. Bulanan: Rp 200.000,b. Triwulanan: Rp 500.000,c. Semesteran: Rp 1.000.000,d. Tahunan: Rp 2.000.0000,e. Tunggal: Rp 10.000.000,REEDEM - Penarikan Sebagian Dana Investasi
1. Dana Investasi dapat diambil sebagian setelah melewati 2 tahun polis.
Jika sebelum 2 tahun penarikan dana investasi akan dikenakan biaya
sebesar 2% dari jumlah penarikan.

2. Jika telah melewati 2 tahun polis, maka penarikan untuk 2 (dua) kali
penarikan dalam setahun polis tidak dikenakan biaya. Penarikan yang
ke-3 dst dalam satu tahun polis dikenakan biaya penarikan sebesar
1,25% dari dana yang ditarik.
3. Minimum penarikan sebesar Rp.1.000.000,- dengan minimum sisa
nilai tunai/akumulasi dana sebesar Rp.1.500.000,ANDA BERMINAT?
1.

Jika Anda berusia minimal 18 tahun dapat menjadi Pihak Yang

Diasuransikan (PYD) dengan maksimal usia PYD 60 tahun.


2.

Peserta wajib berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.

3.

Minimal pembayaran kontribusi adalah 5 tahun.

4.

Pembayaran kontribusi dilakukan melalui transfer bank.

5.

Masa asuransi minimal 5 tahun dan maksimal 99 tahun.

6.

Hasil dana investasi tidak mengikat.

ILUSTRASI
a.

Nama Peserta, Umur : Tn. M. Rahmat (25 tahun)

b.

Masa Bayar : 10 tahun

c.

Masa Asuransi : 30 tahun

d.

Cara bayar : Tahunan

e.

Kontribusi Dasar : Rp. 5.000.000,-

f.

Top Up Reguler* : Rp. 5.000.000,-

g.

Jumlah Kontribusi / tahun : Rp. 10.000.000,-

h.

Manfaat Awal (MA)**

1)

MA minimal (5 x kontribusi dasar) : Rp. 25.000.000,-

2)

MA maksimal (sesuai pilihan Calon) ** : Rp.100.000.000,-

i.

Manfaat Tambahan (Rider)***

1)

Rider PKD Risiko A : Rp.100.000.000,-

2)

Rider 53 CIA (50%x MA Produk Dasar )**** : Rp. 50.000.000,-

3)

Rider Cash Plan***** : Rp. 1.000.000,-

j.

Manfaat Asuransi :

1)

Meninggal Dunia (Natural Death) : Rp.100.000.000,-

2)

Meninggal Karena Kecelakaan : Rp.200.000.000,-

3)

Terdiagnosa salah satu 53 Penyakit Kritis : Rp. 50.000.000,-

4)

Penggantian Biaya Rawat Inap / hari : Rp. 1.000.000,-

k.

Habis Kontrak :

1)

Akumulasi Dana + Hasil Investasi ****** : Rp.316.109.128,-

* Top Up Reguler merupakan pilihan yang ditetapkan sejak awal penutupan, jika
diambil sifatnya tetap.
** Besar Manfaat Awal (MA) boleh diambil lebih dari MA minimal asal dananya
masih cukup.
*** Manfaat tambahan (Rider) dapat diambil sesuai pilihan calon, kecukupan
dana dan ketentuan pada Produk Rider. Khusus untuk Rider WOP dan WICP,
Peserta dan PYD harus sama.
**** Manfaat Rider 5
3 CIA, minimal 20.000.000 (50 % MA Produk Dasar) dan Maksimal
500.000.000,***** Manfaat Rider Cash Plan, sesuai pilihan calon & % MA Produk Dasar, dan
minimal 100 ribu dan maksimal 1jt/hri

****** Hasil investasi dalam ilustrasi diasumsikan sebesar 7 % pertahun.


Ilustrasi ini hanyalah gambaran umum mengenai Produk dan tidak merupakan
Bagian dari Polis, ilustrasi dan penjelasan secara detail untuk pemohon dapat
diperoleh dalam lembar tersendiri.

b.

Asuransi Kumpulan (ASKUM) Syariah:

1)

Mitra Ekawarsa

Mengantisipasi segala hal yang tidak terduga Perpaduan dari Misi Pribadi dan
Misi Sosial Asuransi Mitra Ekawarsa adalah program asuransi yang dirancang
untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam melindungi kesejahteraan
karyawannya dan keluarga jika terjadi risiko meninggal dunia.
Perlindungan
Jika pihak yang diasuransikan meninggal dunia, ahli waris yang ditunjuk berhak
menerima santunan sebesar 100% Manfaat Awal.
Pembagian Keuntungan*)
Pemegang Polis berhak atas bagian dari pembagian keuntungan sesuai dengan
perhitungan

dan

prinsip

Syariah.

*) Syarat dan Ketentuan berlaku


Kontribusi Praktis dan Terjangkau
Pembayaran Kontribusi dilakukan hanya sekali di muka pada saat asuransi
dimulai.
Fleksibel
Masa kepesertaan asuransi Mitra Ekawarsa adalah 1 (satu) tahun, dan dapat
diperpanjang.

2)

Mitra Perlindungan Kecelakaan Diri

" Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga)
kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab
sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan
yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka
sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan."
( QS. Ali Imran : 186 )

Perpaduan dari Misi Pribadi dan Misi Sosial


Mitra Perlindungan Kecelakaan Diri merupakan program asuransi kumpulan
berbasis Syariah yang dirancang untuk melindungi Anda untuk dapat menjalankan
kehidupan dengan tenang. Dengan menjadi peserta Mitra Perlindungan
Kecelakaan Diri, Anda dapat menjaga keluarga yang Anda cintai dari kesulitan
ketika terjadi musibah kematian atau kecacatan karena kecelakaan.
Fleksibel
Masa kepersertaaan asuransi Mitra Perlindungan Kecelakaan Diri adalah 1 (satu)
tahun dan dapat diperpanjang.
Kontribusi Ringan
Pembayaran kontribusi dilakukan hanya sekali pada saat asuransi dimulai.
Beragam Perlindungan
Menawarkan 3 pilihan perlindungan:
1.

Perlindungan A

2.

Perlindungan A, B.

3.

Perlindungan A, B dan D.

Perlindungan A

Bila pihak yang diasuransikan meninggal dunia akibat kecelakaan, maka ahli
waris berhak menerima santunan meninggal yang nilainya maksimal sebesar
Manfaat Awal.
Perlindungan B
Bila pihak yang diasuransikan mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cacat
tetap total, maka peserta berhak menerima santunan kecelakaan yang nilainya
maksimal sebesar Manfaat Awal.
Perlindungan D
Bila pihak yang diasuransikan mengalami kecelakaan sehingga harus menjalani
rawat inap di rumah sakit, maka peserta berhak mendapat penggantian biaya
rumah sakit sebesar kuitansi, maksimal 10% dari Manfaat Awal per kejadian dan
maksimal 10 kali kejadian dalam setahun.
Persyaratan
Anda berhak menjadi peserta Mitra Perlindungan Kecelakaan Diri, jika berusia
minimal 15 tahun, dan maksimal 59 tahun.
3)

Mitra Ta'awun Pembiayaan

"Sesungguhnya seorang yang beriman ialah siapa yang memberik keselamatan


dan perlindungan terhadap harta dan jiwa manusia." (HR. Ibnu Majah)
Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk modal usaha, membeli rumah impian
atau membeli mobil baru? Pastikan terjamin pelunasannya, sekalipun takdir
berkata lain.

Perpaduan Misi Pribadi dan Misi Sosial


Mitra Ta'awun Pembiayaan merupakan program asuransi kumpulan berbasis
Syariah yang dirancang untuk membantu kreditur dan melindungi debiturnya,
dengan merencanakan pelunasan pinjaman jika terjadi musibah kematian.

Fleksibel
1.

Masa asuransi sesuai dengan pembayaran angsuran pinjaman, maksimal 240

(dua ratus empat puluh) bulan.


2.

Peserta berhak menentukan manfaat asuransi sesuai pembiayaan.

Manfaat
Jika Debitur melunasi pinjaman sebelum jatuh tempo, maka sebagian premi
asuransi akan dikembalikan sesuai perhitungan masa asuransi yang belum
dijalani.
Kontribusi Ringan
Pembayaran kontribusi hanya sekali pada saat asuransi dimulai.

Jenis Perlindungan
1.

Ta'awun Manfaat Tetap. Jika pihak yang diasuransikan meninggal dunia

dalam masa asuransi maka dibayarkan santunan sebesar Manfaat Awal.


2.

Ta'awun Manfaat Menurun Proporsional. Jika pihak yang diasuransikan

meninggal dunia dalam masa asuransi maka dibayarkan santunan sebesar sisa
pokok pembiayaan yang menurun secara proporsional dan kepesertaan asuransi
berakhir.
3.

Ta'awun Manfaat Menurun Majemuk. Jika pihak yang diasuransikan

meninggal dunia dalam masa asuransi maka dibayarkan santunan sebesar sisa
pokok pembiayaan yang menurun secara majemuk.
Persyaratan
Anda berhak menjadi peserta Mitra Ta'awun Pembiayaan, jika Anda berusia
minimal 21 tahun.

BAB III
PENUTUP

A.

Kesimpulan

Bumiputera Syariah merupakan bagian atau Divisi dari Perusahaan Asuransi Jiwa
Tertua di Indonesia yaitu AJB Bumiputera 1912. Didirikan pada tanggal 12
Februari 1912 di Magelang, Jawa Tengah atas prakarsa seorang guru sederhana
bernama M.Ng. Dwidjosewojo. Beliau adalah sekretaris Persatuan Guru Hindia
Belanda (PGHB) sekaligus Sekretaris Pengurus Besar Budi Utomo.
Gagasan pendirian perusahaan asuransi jiwa ini terdorong oleh keprihatinanan
terhadap nasib para guru pribumi. Dalam pendirian perusahaan tersebut M.Ng.
Dwidjosejewo dibantu oleh dua orang guru lain yaitu M.KH. Soebroto dan M.
Adimidjojo.

Jadi,

AJB

Bumiputera

1912

merupakan

tonggak

sejarah

perekenomian bangsa Indonesia.


Tidak seperti perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT) yang kepemilikannya
hanya oleh pemodal tertentu, sejak awal pendiriannya Bumiputera sudah
menganut sistem kepemilikan dan penguasaan yang unik, yakni bentuk badan
usaha mutual atau usaha bersama. SEMUA PEMEGANG POLIS ADALAH
PEMILIK PERUSAHAN. Dari pemegang polis tersebut kemudian dipilih sebagai
perwakilan untuk menjadi Badan Pengawas Asuransi (BPA) untuk mengawasi
keuangan.
Bumiputera Syariah sendiri dibentuk tahun 2002 atas dasar:
1)

Fatwa Dewan Syari'ah Nasional No. 21/DSN MUI/ X/2001 tanggal 17

Oktober 2001, dan


2)

Keputusan Menteri Keuangan RI No.Kep-268/KM-6/2002 tanggal 7

November 2002.

Walaupun masih dalam naungan AJB Bumiputera 1912 namun pengelolaan


keuangan Bumiputera Syariah terpisah dari induknya. Pengelolaan keuangannya
berdasarkan Syariah Islam yang didasarkan oleh Al Qur'an dan Al Hadits. Adapun
Badan Pengawas Syariah (BPS) Bumiputera Syariah adalah tokoh-tokoh ternama
yang

mengerti

ilmu

ekonomi

islam

yaitu:

1. Prof. K. H. A. Sahal Mahfudz (Ketua) yaitu Tokoh Nahdlatul Ulama (NU)


2. dr. H. Endy M. Astiwara, MA, AAAI-J (Anggota) yaitu Dosen Luar Biasa UIN
Bidang

Asuransi

Syariah

3. Belum ada Pengganti. Dulu beliau adalah Tokoh Muhammdiyah yaitu Alm. Dr.
H.

Fattah

Produk

Wibisono,

MA,

Bumiputera

FISS.
Syariah:

1. Asuransi Perorangan (ASPER) Syariah:


a.

Mitra Mabrur Plus

b.

Mitra Iqro' Plus

c.

Mitra Amanah

2.

Asuransi

a.
b.

Kumpulan

(ASKUM)

Mitra
Mitra

c. Mitra Ta'awun Pembiayaan

Perlindungan

Syariah:
Ekawarsa

Kecelakaan

Diri

DAFTAR PUSTAKA

www.bumiputera.com
http://kangalwi.blogspot.co.id/p/bumiputera-syariah.html
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22915/4/Chapter%20II.pdf