Anda di halaman 1dari 62

SUNGAI BOGOWONTO

Dear backpacker,
Hujan datang lagi, saat yang tepat untuk kembali keceh (bermain air) di sungai.
Masih ingat dengan beberapa pengarungan kita di sungai Progo, Serayu atau Elo?
Tentu tak akan terlupa bukan, ngangeni. Arung jeram selalu membuat kita rindu.
Rindu untuk kembali bertemu dengan sungai. Rindu untuk kembali bertemu dengan
teman-teman baru, lalu bersahabat di sana. Dan mungkin akan bersahabat
selamanya dalam menjalani hobi backpacker berkeliling tempat-tempat indah di
dalam peta Indonesia. Begitulah, sungai mempertemukan kita semua.
Jawa Tengah didominasi oleh 3 sungai besar yang digunakan untuk wisata arung
jeram, yaitu sungai Progo, Elo dan Serayu. Setiap kita mempunyai motif yang kuat
untuk berkunjung merasakan tantangan di alirannya. Namun, sudahkah Anda
mengenal tentang sungai Bogowonto? Jarang bukan.
Jangan mengarung Bogowonto di musim kemarau! Ya, Bogowonto adalah sungai
yang spesial bagi mereka para penyuka hujan. Bogowonto tak akan diarungi di
musim kemarau dan akan mencapai gradien yang mengasyikkan untuk arung jeram
ketika musim penghujan. Bahkan untuk Bogowonto atas, tingkat kesulitan akan
melebihi beberapa sungai terkenal di Jawa.
Mari mengarung Bogowonto! Sebelum kemarau datang lagi. Ini taman bermain
yang baru bagi kita semua.
Equator Indonesia mengajak Anda untuk bermain air di sini. Event perdana di awal
tahun 2012 RUSH BOGOWONTO akan membuka operasional kami di sungai
Bogowonto.
..ingat duren, ingat purworejo, mrau nang kalen, kalene bogowonto..
HARGA
- Paket Jakarta : 680.000 IDR (umum), 615.000 IDR (mahasiswa)
- Paket Jogja : 470.000 IDR (umum), 425.000 IDR (mahasiswa)
- Paket Kutoarjo/Purworejo : 385.000 IDR (umum), 350.000 IDR (mahasiswa)
KONTAK
Equator Indonesia Jogyakarta( 0274 839 1263)
Jarody Hestu ( 081 328 173 781 )
Nurul Fitriani ( 0856 4319 4823)

salah satu pengarungan kami di sungai Progo

Hujan datang lagi, saat yang tepat untuk kembali keceh (bermain air) di sungai. Masih ingat
dengan beberapa pengarungan kita di Progo, Serayu atau Elo? Tentu tak akan terlupa bukan,
ngangeni. Arung jeram selalu membuat kita rindu. Rindu untuk kembali bertemu dengan
sungai. Rindu untuk kembali bertemu dengan teman-teman baru, lalu bersahabat di sana. Dan
mungkin akan bersahabat selamanya dalam menjalani hobi backpacker berkeliling tempattempat indah di dalam peta Indonesia. Begitulah, sungai mempertemukan kita semua.

Jawa Tengah didominasi oleh 3 sungai besar yang digunakan untuk wisata arung jeram, yaitu
sungai Progo, Elo dan Serayu. Setiap operator arung jeram berlomba-lomba dengan sehat untuk

mendatangkan tamunya. Namun, sudahkah Anda mengenal tentang sungai Bogowonto? Jarang
bukan.

Jangan mengarung Bogowonto di musim kemarau! Ya, Bogowonto adalah sungai yang spesial
bagi mereka para penyuka hujan. Bogowonto tak akan diarungi di musim kemarau dan akan
mencapai gradien yang mengasyikkan untuk arung jeram ketika musim penghujan. Bahkan
untuk Bogowonto atas, tingkat kesulitan akan melebihi beberapa sungai terkenal di Jawa.

Mari mengarung Bogowonto! Sebelum kemarau datang lagi. Ini taman bermain yang baru bagi
kita semua.
Equator Indonesia mengajak Anda untuk bermain air di sini. Event perdana di Januari 2012
RUSH BOGOWONTO akan membuka operasional kami di Bogowonto Raft.

~ sungai mempertemukan kita semua

jarody hestu
Equator Indonesia Jogyakarta
www.equator-indonesia.com

Jumat, 05 Februari 2010


Membelah Lembah Menoreh dalam Riuh Jeram Sungai Bogowonto (II, habis)

Riuh jeram memang selalu mengundang tanya dan mendongkrak adrenaline. Tiada cara lain
untuk mendapatkan jawaban atas segala tanya itu selain dengan pengarungan. Segerta saja kami
membongkar perahu yang berada di atas mobil, menurunkan piranti-piranti yang dikemas rapi di
lantainya. Lalu dengan seksama perahu segera kami pompa kembali setelah semua barang yang
ada di lantainya di keluarkan. Reja, kemudian segera membawa kayaknya menuju start point
pengarungan yang berada sekitar 300 m dari tempat kami memarkir mobil. Lalu setelah itu
barang-barang yang tidak perlu kami bawa kami tinggal dalam mobil. Kemudian berpamitan
dengan pemilik rumah di mana mobil kami titipkan. Saya dan Yoga segera mengangkat perahu
menuju start, sementara anggota tim yang lain membawa dayung, pelampung dan piranti yang
lain.

Sesampai di dam, bertemu dengan bapak Penjaga Dam, kemudian beliau menceritakan tentang
kondisi sungai penuh dengan air seperti ini mungkin hanya akan bertahan sekitar 1 bulan.
Memang sungai Bogowonto yang berhulu di gunung Guntur ini hanya bisa diarungi ketika
musim hujan karena ketika musim kemarau sungai akan menjadi sangat surut. Ketika musim
penghujan seperti sekarang ini luapan airnya mampu membanjiri daerah-daerah di sepanjang
daeraha aliran sungai, bahkan beberapa tahun yang lalu mampu membuat jembatan Tambak
nyaris roboh, karena tiang penyangganya terseret arus. Bencana seperti itu tentunya
membahayakan bagi penduduk sekitar, banjir bandang tentunya membawa kerugian yang cukup
besar. Hal ini pulalah yang harus kami waspadai dan tentunya para pengarung jeram lain, karena
hal ini akan sangat berbahaya jika terjadi di tengah pengarungan. Tetapi di musim kemarau
sungai ini akan surut, dan di pinggir sungai biasa dimanfaatkan penduduk untuk menanam
palawija sebagai tambahan dan penyambung hidup di tengah keringnya sawah. Saat ini debit air
di TMA menujukan angka 35 cm, cukup normal kata bapak penjaga.
Setelah itu kemudian kami bersiap melakukan pemanasan, lalu briefing tentang teknis
pengarungan sejenak, dilanjutkan dengan doa. Sesudah itu ritual rutin setiap sebelum
pengarungan, tos gaya Palapsi dengan teriakan " Never Give Up!!" membuat semangat kami
meningkat secara berlipat. Lalu kami turunkan perahu disungai jam menujukkan pukul 12.30
wib. Komposisi tim, Yoga dan Justin sebagai pendayung depan, Ciella dan Desty sebagai
pendayung tengah, dan saya dengan pak Mei berada di belakang sebagai skipper perahu. Di awal
kami harus menuruni dam setinggi kurang lebih 30 cm, tidak terlalu tinggi sehingga tidak
berbahaya, sesudah menuruni dam, langsung kami disambut dengan riuh berisik jeram dan riak
air berwarna putih dalam aliran sungai dalam balutan warna coklat muda ini. Inilah pengarungan
kami.

Jeram di depan segera di onsight atau pemilihan jalur oleh Justin dan Yoga dengan cepat jalur
ditentukan lalu dengan komando dari Pak Mei, maka jeram pertama ini berhasil kami lewati
dengan lancar. Demikian juga dengan kayak. Lalu sesudah jeram Dam ini kami lalui di depan
langsung kami disambut jeram lagi. Memang karakteristik sungai ini adalah adanya jeram yang
saling menyambung. Jeram-jeram di awal pengarungan banyak terdapat pillow atau batu yang
tertutup air, serta terdapat drop-drop (bentukan semacam air terjun kecil dengan terdapat arus
balik di akhir bentukan ini, biasanya karena adanya batu di bawahnya atau patahan sungai) kecil.
Kondisi arus sungai di jeram deras akibat dari gradien sungai yang cukup tajam. Kemudian kami
menemui jeram dengan gradien yang lagi-lagi cukup tinggi dan juga adanya tiga ombak besar di
endingnya. Kami menyebut jeram ini Triple Standing Wave. Kayaker kami sempat terbalik di
sini, karena kayak yang ditumpanginya membentur bentukan pillow sehingga membuat kayak
menjadi tidak stabil. Hal ini membuatnya terluka di bahunya, tetapi Reja masih bisa melanjutkan
pengarungan.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan, karakteristik jeram masih tetap sama selama 1 jam
perjalanan kami. Sepanjang jalan disuguhi dengan pemandangan sekeliling berupa hamparan
sawah, dan pegunungan menoreh yang mengintip dari sela-sela dinding sungai. Air juga terasa
segar, karena memang belum begitu banyak tercemari limbah buatan manusia. Kemudian kami
menemukan jeram cukup besar, terdapat drop-drop besar, dan diendingnya terdapat drop dengan
arus balik yang biasa disebut hole cukup besar, di jeram ini dituntut sekali kemampuan manuver
perahu. Perahu kami meliuk-liuk diantara arus dengan teriakan komando dari belakang untuk

pendayung depan dengan dibarengi dayungan sekuat tenaga dan pemilihan sudut arah perahu
yang pas maka jeram ini bisa kami lewati. Sementara itu kayaker kami memilih untuk scouting
atau berhenti kemudian menepi untuk melihat jalur di sungai dari darat terlebih dahulu. Tak lama
kami menunggu kemudian Reja sudah turun. Jeram ini kami sebut Little Budil van Bogowonto
karena bentukannya yang tidak beraturan mirip dengan jeram Budil di Progo Bawah akan tetapi
tidak sebesar jeram Budil yang legendaris itu.
Kemudian jeram-jeram sesudah ini berkarakteristik panjang dengan gradien yang tinggi tetap
banyak pillow. Terhitung ada 2 jeram yang cukup menarik, sebelum Jeram Little Budil van
Bogowonto terdapat Jeram Stopper dimana di tengahnya terdapt stopper besar yang akan terlihat
seperti ombak berada di tengah jeram. Sesudah jeram Little Budil van Bogowonto ini terdapat
satu jeram panjang lagi yakni jeram T di sini Reja kembali melakukan scouting, karena ending
dari jeram ini tidak begitu terlihat. Setelah dari jeram ini, jeram-jeram sesudahnya tidaklah
terlalu besar tetapi tetap menuntut kemampuan manuver perahu yang baik karena derasnya arus
sungai dan ornamen di sekitar sungai yang banyak terdapat pillow.
jam menunjukkan pukul 14.00 lewat beberapa menit. Ketika kami menjumpai pertemuan sungai
dengan sungai Semo, dan jembatan gantung. Di sini seharusnya Justin turun untuk mengambil
mobil. Tetapi kemudian mas Mogel mengisyratkan untuk terus saja hingga finish di dam Maron.
Sesampainya di dam, ternyata rencana awal kami ubah. Kami akan melanjutkan perjalanan
hingga bawah dam dan akan finish di jembatan Tambak. Maka kami melanjutkan pengarungan.
Proses awal adalah dengan menuruni dam ini, jelas ini bukanlah hal yang gampang dan bisa
dianggap sepele. Berbuat kesalahan di sini bisa berakibat fatal. Dan dengan tinggi kira-kira 3
meter ini, menyisakan boil cukup panjang di endingnya sehingga kami harus mendayung sekuat
tenaga untuk lepas dari sana. Akhirnya dengan segala pertimbangan dari scouting jalur kami pilih
jalur paling kiri, dengan boil paling rendah dan arus yang tidak terlalu deras rasa-rasanya jalur ini
aman bagi kami. Dan memang kami berhasil melewatinya. Demikian juga dengan kayaker kami,
walaupun sempat terbalik dan membuat seorang kakek yang melihat adegan itu dari atas dam
berteriak " astagfirullahaladzim ' dengan keras. Mas Mogel yang mendampingi kami berhasil
merekam proses kami menuruni dam ini, dengan kamera analog yang Reja bawa dari Jogja.

Jeram di bawah dam secara karakteristik memiliki debit air yang lebih banyak dan penampang
sungai yang lebih lebar, sehingga jelas juga sungai menjadi lebih dalam. Jeram di bawah dam
masih banyak karena gradien sungai yang curam. Ada satu jeram yang menarik, kami
menyebutnya jeram Metal Standing Wave karena terdapat empat buah ombak besar yang tinggi,

sehingga perahu kami yang ringan sekali ini serasa terbang ketika melewati tengah ombak itu
dalam posisi yang lurus. Adrenaline kami tergugah untuk menjaga perahu tetap lurus, jika miring
perahu bisa terbalik. Dan Reza lagi-lagi scouting terlebih dahulu.
Tak lama sesudah jeram ini kami melihat jembatan Tambak, kondisi sungai tenang dan arus tidak
begitu besar di finish point jembatan Tambak ini. Lalu kami menepi di kiri sungai. Segera
mengangkat perahu. Membawanya ke tepi jalan Purworejo- Kaligesing, kemudian Justin
bersama mas Mogel kembali ke start mengambil mobil.

Sementara tim lain mempacking kembali perahu dan segala pirantinya. Selesai berkemas-kemas
jam menunjukkan pukul 15. 55. Setengah jam sudah berlalu setelah kami finish, sekarang semua
barang sudah siap dinaikan ke mobil. Kami menunggu mobil datang sambil menikmati suasana
sore di kota kecil ini. Jalanan sempit, pasar Tambak, dinamika siswa pulang sekolah, dokar yang
berebut jalan dengan angkot, jalan sempit ini juga bagaiakan lautan motor, riuh jalanan ini
dipenuhi dengan bayangan dan harapan masing-masing orang yang melauinya. Mempermanis
suasana gerimis sore ini. Seperti kami juga yang membawa segudang harapan. Pengarungan
sudah usai, Justin telah datang dengan mobil saatnya kembali ke tempat mas Mogel,
membersihkan diri dan menyiapkan diri untuk segera pulang ke jogja. Jam 19.00 kami langsung
kembali ke Jogja. Dan pulang ke kota yang selalu membawa rindu ini pukul 21.30. Hari yang
manis, di lembahan Menoreh yang selalu melambai-lambai dan mengajak kami kembali.
Diposkan oleh Acheng Komz di 03:48

11 sungai di indonesia yang sering di pakai arung jeram

1. Aceh sungai alas


ciri : kategori kelas 2-3 kiri kanan hutan lebat , sawah atau perkebunan. di salah satu

titik, yakni desa ketambe,pelaku arum jeram, kalau beruntung bisa bertemu dengan
orang utan.
pengarungan sungai bisa 2 hari
2. sumatera utara sungai asahan

ciri : jenis sungai berbatu, lebar dengan jeram yang besar. kelas sungai 5, sehingga
benar benar menantang. lokasi sungai ini beberapa kali dijadikan tempat kejuaraan
nasional maupun internasional. kiri kanan hutan
3. sumatera barat sungai batang kuantan, sijunjung

ciri: sungai lebar jeram besar pemandangan kiri kanan alam liar dan tebing tebing .
kelas sungai mencapai 2-4 memerlukan perjalanan 2 har untuk mengarunginya
4. jambi sungai musi rawas dan enim

ciri : sungai datar kelas 2 sulit dicapai karena tempatnya kecil.


peserta arung jeram bisa mampir kedesa desa yang dilaluinya
5. jawa barat sungai citarik dan citatih sukabumi,cimanuk dan cikandang garut
cisadane bogor
citarik

citatih

cimanuk

cisadane
cirinya : sungai berbatu pemandangan kanan kirisawah di selingi permukiman kelas
sungai 2-4 akses mencapai lokasi sangat mudah
6. jawa tengah serayu, banjanegara, progo dan elo magelang

sungai serayu

sungai progo

sungai elo
ciri : kelas sungai serayu dan elo 2-3 sedangkan progo adalah 5. serayu memiliki
pemandangan indah dengan jeram berbatu sedangkan jalur progo memberi tantangan
yang lebih
7. jawa timur pakalen, probolingg0, kasembon malang

sungai pekalen

sungai kasembon
ciri: ciri khas sungai di jawa timur memiliki lebar yang sempit. pakalen adalah jenis
sungai berbatu dengan pemandangan kanan krii hutan jati .
ada beebrapa bagian dengan sisi tebing terlihat sehingga seperti lembah sedangkan
kesembon sempit sekali
8. bali ayung,unda telaga wajah

unda

sungai ayung
ciri sungai : sungai ayunh di gunakan oleh sejumlah operator sehingga ramai sepanjang
tahun. pada tahun 1990an masih memiliki pemandangan kiri kanan sawah sekarang
sudah banyak permukiman. jenis sungai di bali rata rata berbatu dan sempit namun rata
rata pemandangan kiri kanan sawah dengan terasering sehingga terlihat rapi
9. kalimantan timur

tubu,malinau,boh,mahakam,pujungan,bahan hulu

ciri : akses menuju entry point sulit , namun pemandangnannya luar biasa indah . ad
hutan liar penduduk jarang di temui.
namun sesekali anda bisa bertemu dengan penduduk dan menginap sekaligus belajar
budayanya .
untuk mencapai sungai boh bahkan harus menaiki pesawat kecil berpenumpang 4
orang. tak mengheran kan berarung jram di lokasi ini membutuhkan biaya yang sanagt
tinggi tapi pengalaman yang di dapat sanagt berlimpah .
mahakam adalah jalur yang asyik untuk dilalui karena jeramnnya besar tapi datar . aa
pengalaman unik dengan kupu kupu warna warni yang mengerubungi badan. namun
untuk mengarunginya membutuhkan pengetahuan dan teknik yang memadai dan
sepanjang sungai bnyak pohon buah buahan trgantung musimnya
10. kalimantan selatan kelayan
Ciri: mengarungi sungai bukan dengan perahun karet melainkan dengan perahu kayu
yang diorganisir oleh masyarakat setempat yang dibina LSM, banyak pelajaran yang
dipetik diataranya tentang kearifan lama dengan pola pertanian organik dengan
mengeahkan kerbau untuk membajak sekaligus memupuk . daerah iini terkenal dengan
beras organik adan , ada tur daerah setempat dan kegiatan treeking digunung karena
ecotourism sudah di tata disini .
aksesnya memang sulit dan memang lebih ditujukan untuk turis dengan minat kusus .
sebuah penelitian mengungkapkan banyak reptil yang tidak ada di tempat lain
11. sulawesi utara ranoyapo nimanga

SUNGAI PEKALEN

RAFTING DI SUNGAI PEKALEN

Arus Sungai Pekalen

Di Jawa Timur ada tempat rafting yang sangat indah, airnya bening, dan alamnya sangat eksotis.
Namanya sungai Pekalen. Rafting di Pekalen bagi para pecinta olahraga yang menantang
bukanlah tempat yang asing untuk berarung jeram, namun bagi yang belum pernah, rafting di
Sungai Pekalen ini sangat berkesan.
Sungai Pekalen terletak di Dusun Angin-angin, Desa Ranu Gendhang dan berakhir di Dusun
Gembleng, Desa Pesawahan atau Desa Condong Kecamatan Gending. Lama perjalanan yang di
tempuh untuk mencapai kurang lebih 3 jam jika kita berangkat dari Kota Surabaya atau
Malang.Rafting Pekalen dibagi menjadi 3 bagian untuk rafting, yaitu Pekalen atas, Pekalen
tengah, Pekalen bawah. Jarak dari trip rafting pun berbeda,
untuk Pekalen atas tripnya 12 km, Pekalen tengah 7 km, dan Pekalen bawah 10 km.

Untuk rafting bawah terdapat 32 jeram yang akan dilalui sepanjang jalur peraftingan. Masingmasing jeram punya nama sendiri. Pemberian nama-nama jeram tersebut tergolong unik, yaitu
berdasarkan peristiwa yang terjadi ketika melakukan pengarungan. Misalnya, sebuah jeram
bernama Jeram Indosat, nama tersebut diberikan karena di jeram tersebut seorang petinggi
Indosat terjatuh ke dalam air. Untuk Pekalen tengah, yang 7 km biasanya digabungkan dengan
Pekalen bawah karena jarak tempuhnya yang hanya 7 km, pasti akan terasa sangat tidak
memuaskan hati.
Di Pekalen Atas memiliki tingkat yang lebih tinggi untuk berarung jeram, dibandingkan dengan
Pekalen Bawah. Namun di Pekalen Atas kita dapat rating dan melewati air terjun yang sangat
indah. Jarak pengarungan dari Start-Finish kurang lebih 12 km yang ditempuh selama 3 jam.
Rafting di Pekalen tidak
perlu banyak mendayung, seperti halnya rafting di daerah lainnya, karena di Sungai Pekalen atas
jeramnya ada 55 buah seperti Welcome, Batu Jenggot, Pandawa, Rajawali dan masih banyak
lainnya. Ada juga Jeram yang mempunyai nama yang tak kalah uniknya, Jeram Inul di sebut
demikian karena untuk melewati jeram itu
setiap peserta harus bergoyang bak seperti Inul...
Seperti biasa, untuk rafting kita akan debriefing mengenai aba-aba untuk rafting, sepeti dayung
maju, mundur, stop dan lain-lain. Hal tersebut dimaksudkan agar saat melakukan rafting tidak
mengalami kesalahan..
Di Pekalen Atas yang sangat special adalah kita dapat melihat indahnya 10 air terjun. Bagi anda
yang masih baru pertama kali datang ke Sungai Pekalen pastianda tidak percaya kalau air terjun
tersebut jumlahnya ada 10..?

Yang lebih serunya lagi, kita tidak hanya melihat air terjun itu, tetapi langsung melewatinya.
Pertama kita akan melewati jeram kemudian kita akan sampai di balik air terjun. Kemudia kita
harus menyeberang melewati air terjun, karena guidenya, peserta sengaja diberhentikan tepat di
bawah derasnya guyuran air terjun.
Selain itu, kita juga dapat melihat Gua kelelawar. Di dalam Gua tersebut terdapat ratusan
kelelawar, sekali-kali apabila merasa terganggu, kelelawar tersebut pasti memekik atau
berterbangan kesana kemari melewati para rafting. Bukan kelelawar namanya apabila tidak
menghasilkan bau anyir ataupun kotorannya pasti dapat anda temui saat memasuki Gua
kelelawar itu.
Oh.. ya, saya juga belum memberikan informasi penting di awal entri saya ini. Menurut beberapa
sumber yang saya cari baik dari internet ataupun penduduk sekitar ternyata Sungai Pekalen
bersumber dari mata Gunung Lamongan dan Argopuro di Jawa Timur. Menurut penduduk,
tempat tersebut memiliki cerita historis tersendiri dimana Prabu Hayam Wuruk dan Patih Gajah
Mada pernah singgah di sana, Patih Gajah Mada ini pun diceritakan menghabiskan sisa hayatnya
di Air Terjun yang di kenal dengan Air Terjun Madakaripura. Ada juga 1 legenda yang sangat
terkenal bagi penduduk di Probolinggo khususnya sekitar Argopuro, yaitu cerita Dewi Rengganis
yang katanya dulu pernah singgah di sungai ini sebelum melarikan diri ke Gunung Argopuro,
sampai saat ini masih dipercaya bahwa di salah satu Sungai Pekalen terdapat pemandian Dewi
Rengganis. Anda juga jangan khawatir, Sungai Pekalen adalah sungai permanen, walaupun
musim kemarau pun, Sungai ini dapat menyabut anda dengan air yang deras, jadi jangan takut
untuk datang kemari walaupun saat bulan-bulan kemarau.

Songa
Setelah dari bromo lanjut ke madakalipura, coba mampir ke Pekalen sebelum
ke arah PLTU paiton. Mencoba uji adrenalin. Sungai Pekalen, terletak 25 km
dari kota Probolinggo tepatnya terbentang di antara tiga kecamatan
berturut-turut yaitu kecamatan Tiris, kecamatan Maron, dan kecamatan
Gading. Bantaran sungai yang bisa diarungi berjarak 29 km yang terbagi
atas 3 area. Dan Songa membagi paketnya menjadi 3 bagian ; Sungai
Pekalen Atas berjarak 12 km, Sungai Pekalen Tengah berjarak 7 km, dan
Sungai Pekalen Bawah berjarak 10 km.

Karakteristik sungai berbelok dan bertebing, Panorama alam yang indah,


puluhan jeram (grade 2 s/d 3+) yang exotic dan menantang, kemegahan air
terjun, dan kemolekan gua-gua kelelawar, serta masih ditemuinya beberapa
satwa langka seperti burung elang, burung kepodang, monyet, biawak,
linsang, tupai dll menjadi daya tarik tersendiri yang dapat Anda nikmati
selama perjalanan.

ARUNG JERAM SUNGAI PEKALEN, WISATA ADRENALIN


TERBAIK DI INDONESIA
Posted on September 25, 2011

Rate This

Pekalen River Rafting


Mari sejenak tinggalkan kepenatan dalam beraktifitas pekerjaan. Ini saatnya Anda untuk
mencoba wisata adrenalin di Sungai Pekalen, Probolinggo.
Berteriaklah dengan keras sepuasnya, hal ini juga mungkin paling tepat untuk melepaskan diri
dari semua masalah yang membebani pikiran Anda.
Adrenalin Anda pun akan dipacu berpadu dengan kekaguman akan keindahan alam Probolinggo
yang begitu memukau.
Keindahan alam disekitarnya telah membuat terpesona Raja Majapahit Hayam Wuruk dan
patihnya yang terkenal yaitu Gajah Mada betah berlama-lama bercengkrama dengan alam,
karena itu pula tempat ini kemudian bernama prabu linggih yang lambat laun mengalami
perubahan lafal menjadi Probolinggo.
Awal tahun 2000an, Sungai Pekalen di Probolinggo menjadi tempat paling sempurna untuk
arung jeram bahkan terpanjang di Indonesia. Anda bisa menjajal bagaimana ketegangan
membelah arus air, bebatuan, pepohonan, hingga air terjunnya yang menawan.
Olahraga arung jeram sendiri populer di Indonesia sejak tahun 90-an. Sebelumnya lebih banyak
dilakukan pencinta alam sehingga menampilkan kesan bahwa arung jeram hanya bisa dilakukan
oleh orang yang sudah ahli dan berpengalaman. Sekarang semua bisa menikmatinya, karena pada
dasarnya olahraga arung jeram bisa dilakukan siapa saja, tentunya dengan persyaratan tertentu
untuk menjaga keselamatan.
Kegiatan Arung jeram sangat menggairahkan, mengasyikkan, sedikit liar, tetapi sangat
memuaskan. Seperti kegiatan petualangan lainnya, arung jeram tetap memiliki resiko dan
bahaya. Namun resiko tersebut justru menambah semangat dan menjadi pengalaman yang sangat
memuaskan. Perlu Anda ketahui bahwa seorang pemandu arung jeram (skipper) atau kadang
disebut capten sangat berpengalaman untuk meminimalisasi resiko dan bahaya. Saat beratraksi

maka Anda akan selalu mengenakan pelampung (life jacket) dengan daya apung tinggi.
Pelampung ini akan tetap menjaga Anda berada di atas permukaan air, bahkan pada saat anda
terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai. Perahu karet yang dipakai adalah jenis inflatable
raft yang memang diperuntukkan untuk melewati jeram dengan aman karena berisi udara yang
dapat meredam benturan antara badan perahu dengan bebatuan jeram.
Apabila Anda tidak bisa berenang maka tidak perlu khawatir. Karena banyak orang yang tidak
dapat berenang justru mengikuti kegiatan arung jeram dan mereka sangat menikmatinya. Penting
diketahui bahwa Anda tidak panik saat terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai.
Sungai Pekalen terletak 25 km dari kota Probolinggo, terbentang di antara tiga kecamatan yaitu
Tiris, Maron, dan Gading. Jalur sungai yang bisa diarungi berjarak 29 km yang terbagi atas 3
area. Sungai Pekalen bersumber dari mata air Gunung Argopuro dan Gunung Lamongan dengan
lebar sungai rata-rata 5-20 meter, memiliki tingkat kesulitan (grade atau class) 2 hingga 3+ dan
kedalaman air kurang lebih 1-3 meter. Jarak pengarungan dari start hingga finish untuk jalur
Sungai Pekalen Bawah sepanjang 9 km, dan 12 kilometer untuk jalur Sungai Pekalen Atas
dengan jumlah jeram masing-masing sekitar 50 buah.
Sungai Pekalen Atas berjarak 12 km, Sungai Pekalen Tengah berjarak 7 km, dan Sungai Pekalen
Bawah berjarak 10 km. Sebagai awal, Anda dapat mulai pada sungai dengan tingkat kesulitan
class 2 atau class 3. Jika merasa yakin dengan kemampuan yang Anda miliki, sehat dan haus
tantangan, maka mengapa tidak mencoba sungai dengan tingkat kesulitan class 4, meskipun
belum memiliki pengalaman sebelumnya. Hal itu karena pemandu akan melatih Anda terlebih
dahulu dan menjelaskan bagaimana cara penyelamatan di sungai serta teknik mendayungnya.
Sedangkan untuk sungai dengan class 5, Anda harus memiliki pengalaman pengarungan sungai
dengan tingkat kesulitan class 4 sebelumnya.

Terbaru

NOARS RAFTING, LOKASI WISATA ARUNG JERAM


SUNGAI PEKALEN PROBOLINGGO

Kamu suka dengan olahraga yang memacu adrenalin


kamu? Jika iya, arung jeram patut kamu coba. Karena selain memacu adrenalin, arung jeram
juga sangat menyenangkan. Arung jeram adalah jenis olahraga yang menantang nyali kamu
dengan mengarungi derasnya air sungai. Bukan hanya derasnya aliran air sungai yang membuat
jantungmu berdegup kencang. Melainkan akan ada banyak rintangan atau jeram-jeram seru yang
kamu lalui. Seperti pusaran air dan batu-batu besar yang membuat perjalanan kamu dalam
menyusuri sungai lebih seru.

Olahraga ini selain untuk memacu adrenalin kamu, juga melatih sifat kerja sama kamu dengan
orang lain pada keadaan yang tidak bisa dikatakan tenang. Karena kamu akan dibagi dalam
kelompok-kelompok saat mengarung jeram. Setiap kelaompok akan ditempatkan pada sebuah
perahu karet. Satu kelompok akan terdiri dari 4-5 orang. Setiap orang dalam kelompok dituntut
untuk bekerja sama dengan baik untuk menjaga perahu karet agar tidak terbalik saat melewati
jeram atau menabrak batu. Bukan perkara mudah untuk melakukannya, karena berdasarkan
pengalamanku sangat sulit menjaga perahu agar tetap melaju dengan aman tanpa menabrak atau
bahkan tersangkut di batu-batu kali.
Salah satu tempat arung jeram atau yang biasa dikenal rafting yang aku rekomendasikan adalah
di NOARS RAFTING di kawasan PROBOLINGGO. Menggunakan sungai pekalen sebagai
medianya, NOARS RAFTING menghadirkan paket lengkap untuk rafting. Mulai dari paket
rombongan besar hingga paket rombongan kecil. Selain itu, yang paling mengesankan NOARS
RAFTING menawarkan paket night adventure. Yaitu kita akan berarung jeram ria pada malam
hari. Pastinya pengalaman yang didapat jauh lebih menegangkan dan menantang dibandingkan
day adventure. Harga yang ditawarkan NOARS RAFTING juga sebanding dengan apa yang
akan kita dapat nantinya. Dengan bandrol harga kurang lebih 195.000 NOARS RAFTING

memberikan fasilitas yang memadai. Mulai dari pelampung, helm, dayung, makan siang dan
snack. Tidak lupa NOARS RAFTING menyertakan asuransi jiwa dalam penawarannya.
Keselamatan adalah salah satu hal terpenting dalam olahraga ini. Karena tanpa peralatan
pengaman yang memadai dan tenaga ahli yang profesional, kecelakaan mudah saja terjadi. Oleh
karena itu, NOARS RAFTING sangat memperhatikan keselamatan para klien. Pihak pengelola
membekali setiap kliennya dengan pelampungan keselamatan, helm, guide yang akan
menjelaskan tentang sungai Pekalen, tim penyelamat yang akan memastikan keamanan jeram
dan penjelasan singkat mengenai bagaimana menggunakan pelampung, helm, cara berenang di
dalam sungai berjeram maupun cara agar perahu tidak terbalik. Karena keamanan yang terjamin
ini, kamu nggak perlu khawatir mencoba RAFTING di NOARS RAFTING.
Kawasan NOARS RAFTING yang masih sangat perawan dan sarat akan suasana pedesaan
dengan rumah- rumah dan penduduk asli pedesaan menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis,
baik domestik maupun mancanegara. Walaupun berada di kawasan yang jauh dari hingar bingar
kota, kamu jangan khawatir karena sarana menuju NOAR sangat memadai. Kamu bisa naik
kendaraan pribadi yang nantinya dapat diparkir pada lahan parkir yang telah disediakan oleh
pengelola yang tentunya aman. Atau bagi kamu yang naik kendaraan umum, juga mudah sekali
akses menuju NOARS RAFTING. Kamu bisa naik angkutan dari terminal Probolinggo.
Bukan hanya sarananya saja yang memadai, tetapi juga prasarana yang dimiliki NOARS
RAFTING. Walaupun suasana khas pedesaan masih kental terasa, kamu tidak perlu khawatir
akan buang air di kali ato tambak. Karena NOARS RAFTING juga menyediakan WC dan Kamar
pancuran yang bersih terjaga, walaupun tidak mewah. Jangan khawatir juga kamu nggak bakal
kegelapan bagi kamu yang takut gelap. Karena NOARS RAFTING telah dilengkapi dengan
listrik. Jadi walaupun terletak di pedesaan, NOARS RAFTING memiliki fasilitas seperti di
rumah sendiri.
Petualangan kamu mengarungi sungai Pekalen dengan perahu karet akan memakan waktu sekitar
2 jam. Kamu nggak bakal kelaparan saat mengarungi sungai Pekalen. Karena di tengah
petualangan kamu, NOARS RAFTING menyediakan pos khusus untuk mengisi tenaga kamu
alias kamu bakalan dapat snack dan minuman hangat seperti teh atau wedang jahe.
Kamu juga akan melihat indahnya sungai Pekalen dari sudut pandang yang berbeda dari hanya
sekedar sungai berbatu. Karena kamu akan melihat jeram-jeram besar dan kecil yang cukup
menantang. Selain itu kamu juga akan disuguhi dengan pemandangan gua kelelawar dan air
terjun kecil yang sangat memesona. Kamu bisa berfoto sepuasnya di sini. Bisa dengan kamera
yang kamu bawa sendiri atau kamu bisa meminta tolong petugas NOARS RAFTING untuk
memotret kamu. Petualangan kamu tidak akan berakhir sampai disitu saja. Karena di dekat pos
pemberhentian terdapat sebuah tantang lain dari NOARS RAFTING. NOARS RAFTING
menantang kamu yang ngaku bernyali besar untuk jumping dari tebing dengan ketinggian kurang
lebih 5 meter. Aku sudah mencobanya. Bahkan aku sampai jumping dua kali karena ketagihan.
Cukup menantang dan memacu adrenalin kamu bukan?
Setelah lelah karena mengarungi sungai Pekalen, NOARS RAFTING menyediakan makan siang
ala pedesaan. Yang walau sederhana namun menggugah selera karena saking laparnya perut kita.

Ada berbagai macam masakan khas penduduk desa yang disuguhkan. Menu yang paling aku
sukai adalah nasi panas, ikan goreng, sayur, sambel cobek, krupuk dan teh hangat. Sambil
menyantap makan siang, kamu dapat melihat TV yang disediakan oleh NOARS RAFTING atau
melihat hasil foto-foto jepretan petugas NOARS RAFTING saat kamu berpetualang .
NOARS RAFTING akan ramai pengunjung jika musim liburan atau weekend tiba. Banyak
terlihat rombongan anak sekolahan atau orang kantoran. Tak sedikit rombongan keluarga yang
datang ingin mencoba keganasan sungai Pekalen. Bagi kamu yang kurang suka keramaian, kamu
bisa datang diluar waktu liburan atau weekend.
September 21, 2011 | Categories: Arung Jeram, Informasi | Tags: lokasi wisata arung jeram,
noars rafting, rafting pekalen, sungai pekalen, tempat wisata arung jeram | Tinggalkan komentar

NOARS RAFTING, Tempat arung jeram yang exotic


NOARS RAFTING beroperasi di Sungai Pekalen Atas yang mengalir dari start point noars
rafting dusun angin-angin ds. ranu gedang dan finish di dusun Gembleng ds. pesawahan
kecamatan Tiris, kabupaten Probolinggo, propinsi Jawa Timur Indonesia.
Jarak pengarungan dari Start-Finish kurang lebih 12 kilometer yang ditempuh selama 3,5 jam.
Jumlah jeram sekitar 50 buah seperti Wellcome, Batu Jenggot, Pandawa, Rajawali, Xtravaganza,
KPLA, Tripple Ace, The Fly Matador, Hiu, Cucak Rowo, Long Rapid, Good Bye. Ada pula
Jeram Inul, disebut demikian karena untuk melewati jeram itu, setiap peserta harus bergoyang
bak Inul.

Tingkat kesulitan arung jeram disini yaitu grade II sampai III+.


Untuk menemukan lokasi basecamp dari Noars tidaklah begitu sulit karena dari jalan raya
Probolinggo tinggal melihat papan petunjuk besar yang terletak di pinggir jalan. Dari jalan raya
ini harus menempuh jarak sekitar 15 km untuk sampai ke basecamp. Sayangnya kondisi jalan
menuju kesana tidak begitu bagus, sehingga mau tidak mau memaksa para pengunjung terlebih

dahulu harus berarung jeram melawati jalan akses yang berlubang-lubang. Perjalanan dari jalan
raya sampai ke basecamp ini memakan waktu sekitar 1 jam.
Tiba di basecamp NOARS RAFTING di desa Pesawahan Kec. Tiris Probolinggo, peserta akan
dipersilahkan dulu beristirahat sejenak sambil disuguhi makanan kecil berupa pisang rebus dan
minuman yang dinamakan Poka, yang terbuat dari teh dicampur jahe, keningar dan kayu manis.
Diberi kesempatan juga untuk berganti pakaian dengan pakaian yang memang siap untuk basah
karena pasti akan terciprat derasnya air sungai. Para penikmat wisata arung jeram dilengkapi
pelindung keselamatan seperti helm dan jaket pelampung, serta dipandu oleh seorang guide yang
telah terlatih dan berpengalaman. Perahu karet yang dipakai adalah jenis inflatable raft yang
memang diperuntukkan untuk melewati jeram dengan aman karena berisi udara yang dapat
meredam benturan antara badan perahu dengan bebatuan jeram.
Sebelum berangkat peserta akan diberi penjelasan singkat oleh team Guide NOARS RAFTING
tentang cara berarung jeram. Disini peserta akan dikenalkan dengan beberapa istilah ABAABA / komunikasi diatas perahu selam pengarung. Seperti Dayung Maju yang berarti
mendayung maju, Dayung Mundur yang berarti mendayung mundur, Stop berarti berhenti
mendayung, Kiri Mundur yang berarti pendayung kiri mendayung mundur dan pendayung
kanan tetap mendayung maju, Kanan Mundur berarti pendayung kanan mendayung mundur
dan pendayung kiri tetap mendayung maju, Pindah Kiri/Kanan/Belakang yang berarti peserta
harus pindah duduk ke arah yang diperintahkan dan yang paling penting yaitu Boom yang
berarti peserta harus duduk di lantai dalam perahu dan mengangkat dayungnya menghadap ke
atas ini dilakukan apabila melewati jeram yang sangat deras dengan dinding samping yang

sangat sempit.
Start point NOARS RAFTING berada di dusun Angin-angin, Desa Ranu Gedang. Di tengahtengah perjalanan akan berhenti di Rest Area Kedung Adem-adem dimana peserta sekali lagi
akan dijamu dengan minuman Poka, STMJ dan sajian pisang goreng sajian khas NOARS
RAFTING. Sungguh pas dinikmati di tengah dinginnya deburan air sungai Pekalen. Finish pointnya terletak di Dusun Gembleng, Desa Pesawahan.
Selama perjalanan pengarungan di NOARS RAFTING peserta akan disuguhi indahnya 7 air
terjun (diantaranya bernama Air Terjun semilir angin, noars beautiful waterfall, air terjun kuba,
air terjun tangga dewa ) goa-goa kelelawar dan struktur batuan alami. Sungguh menakjubkan air
terjun yang ada disana. Masih begitu alami dan airnya masih begitu jernih dan segar. apalagi oleh
guide-nya, peserta sengaja diberhentikan tepat di bawah derasnya guyuran air terjun. Dijamin

semua peserta akan langsung dapat merasakan segar dan derasnya guyuran air terjunnya. Goa
kelelawarnya pun masih begitu lengkap dengan ratusan kelelawar yang sekali-kali memekik dan
beterbangan kesana-kemari. Bau anyir dari kelelawar dan kotorannya begitu terasa ketika
melewati sana. Terdapat pula tempat untuk jumping area noar rafting dari ketinggian sekitar -+5
meter. Tempat yang pas untuk melepaskan ketegangan.
Berarung jeram disini memang begitu menyenangkan. Dijamin rasa penat dan capek pun hilang
begitu melihat keindahan dan merasakan serunya ber-arung jeram di sini. Suasananya pun begitu
tenang sehingga membuat kita tidak habis-habis mengagumi ciptaan Tuhan ini. Jalur setelah
Finish Point belum dibuka karena terlalu terjal, sempit dan berbatu sehingga tidak dapat dilalui
oleh perahu. Tim rafting kami sudah mencoba jalur tersebut tapi masih dirasakan terlalu
berbahaya untuk pemula jadi belum bisa dijadikan rute umum.
Begitu finish peserta jalan setapak -+ 200 meter menuju base camp noars rafting yang begitu
alami nan indah. Sesampainya di basecamp peserta dapat segera membersihkan badan dan
berganti pakaian. Sesudah itu semua, sajian yang menggoda selera siap menggoda. Tempe, tahu
dan ikan penyet, urap-urap dan lodeh siap mengenyangkan perut para peserta yang energinya
begitu terkuras setelah berarung jeram.
September 21, 2011 | Categories: Arung Jeram | Tags: arung jeram pekalen, noars rafting, rafting
noars, rafting pekalen | Tinggalkan komentar

NOARS Rafting di Sungai Pekalen


cisthouse.com, 31 Januari 2011 -Rafting Day with MDC FM
100.5
Akhirnya posting juga, oke menurut judul postingan diatas yaitu tentang NOARS Rafting di
Sungai Pekalen, benar sekali jika kalian menganggap saya lagi rafting disana, tapi salah, jika
kalian mengira kalau saya sedang melaksanakan liputan disana (NOARS Rafting). :p
Tepatnya, 29/01 yang lalu saya bersama teman-teman dari STIKOM Surabaya, Frenavit, Joshua,
Ira, Ditya, Dhika dan pacarnya Ditya dan tentunya MDC FM yang sudah dengan berbaik hati
menyediakan sarana transportasinya, Rafting kali ini sebenarnya adalah acara Rafting Day
bersama MDC FM yang kebetulan sedang bekerja sama dengan NOARS Rafting di Probolinggo
Jawa Timur.

Oh Iya, kalau ada teman-teman yang belum tahu dimana sih,


NOARS Rafting itu, tepatnya di Sungai Pekalen Atas Probolinggo Jawa Timur atau langsung
bisa contact di Telp : 031 5674090
The Story :
Pertama, kumpul dulu di Radio MDC FM, yaitu di putat gede Surabaya, sekitar pukul 05.30
WIB, berangkat menuju ke Probolinggo. Sampai di Probolinggo atau ditempat check point
pertama sekitar pukul 08.30, disana kami disediakan minuman Apel gratis, karena sudah satu
paket, enak kan ?.
Tips sebelum rafting :
- Simpan barang pribadi ditempat penyimpanan barang.
- Simpan barang elektronik, HP, Kamera, dll , yang rentan rusak jika terkena air ( kalau
ingin dibawa silahkan, namun resikonya akan terkena air, atau jika sudah mempunyai
pengaman, silahkan dibawa).
- Pakailah Sandal/Sepatu Gunung, karena mudah sekali terselip atau terpeleset.
- Jangan takut, karena semakin takut anda akan tercebur / keluar dari perahu dan terseret
arus air :p ( tenang saja, ada NOARS tim yang akan selalu standby jika anda tercebur ) so
be brave.
- Bawa Air Putih.
Selesai menyimpan barang pribadi, selanjutnya mengambil peralatan rafting. Dayung,
Pelampung, dan Helm rafting. Setelah semua terambil, jangan lupa bawa air minum ya, sangat
vital sekali ketika rafting. Selesai semuanya siap, perjalanan dilanjutkan kembali menggunakan
kendaraan yang sudah disediakan oleh NOARS Rafting.
Ternyata, tidak langsung sampai dipinggir sungai, kalian harus berjalan kira-kira 1Km untuk
menuju ke Sungai, Melewati hutan, jalanan licin, namun tenang saja, tidak ada hewan buas kok.

Selesai berjalan 1Km, kamu akan dimanjakan dengan pemandangan yang sangat indah, (sayang
saya tidak bisa mengabadikannya), sekali lagi jangan terlena, karena rentan terpeleset.
Selanjutnya tiba di garis START RAFTING, tapi sebelumnya, pengkoordinasian dimulai,
masing-masing team melakukan briefing dengan guide, kebetulan guide saya kali ini adalah pak
Brenx, beliau sangat enak sekali dalam memberikan arahan. Selesai Briefing, Gideon salah satu
penyiar paling eksis di MDC FM 100.5 nekat menceburkan diri ke sungai sambil pegangan
kapal, alhasil, START Rafting dimulai dengan terceburnya Gideon, what a start
PANIK!!! itulah yang saya alami, baru pertama kali rafting, namun sudah disuguhi dengan yang
seperti ini. tapi Pak Brenx tersenyum, karena inilah serunya rafting, hehe.. tersenyum juga deh
akhirnya semua yang ada di Kapal.
>>> Ada berbagai macam sebutan Jeram buat rute yang dijalani ketika rafting bersama NOARS
Rafting :
Start point sungai peserta di sambut oleh Jeram Selamat Datang (dedicated by Roy
Boomerang, event INDOSAT, lakecamp, 2008 ) Gideon Jatuh, Jeram eXtravaganza
(dedicated by Aming eXtravaganza, event EO Jakarta, 2008) , Jeram Inul (dedicated:
struktur jeram dengan boat terlihat seperti goyang ngebor Inul Daratista, Hehe, jeram inul
memang jeram yang sangat mengasyikkan, hehe.. namun masih ada lagi yang lebih seram
dan mengasyikkan, Jeram Pandawa, KPLA, Jeram Panjang hingga Jeram Good Bye (Finish
Point) setelah mencoba tantangan Fantastic Jumping area, loncat bebas dari atas tebing (4-5
meter) didampingi oleh guide NOARS
Itu tadi adalah rute NOARS Rafting disungai pekalen Probolinggo, cukup menegangkan juga,
12Km dengan rute yang cukup panjang. ( lagi-lagi sayang tidak bisa mengabadikannya )
Selain itu ada juga pemandangan yang lain selain rute Jeram yaitu ada air terjun yang setia
memanjakan mata kita ketika rafting, sedikitnya ada 7 air terjun yang menemani kita antara
lain :
- Air Terjun Semilir Angin,
- Air Terjun Gua Kelelawar,
- Beautiful NOARS Waterfall,
- Air Terjun Gua Kuba,
- Air Terjun Ular,
- Air Terjun Tangga Dewa,
- dan di Point Interest Beautiful NOARS Waterfall
Selesai menikmati itu semua, rafting pun selesai, 12Km dimanjakan dengan naik turunnya
jantung kita dengan jeram yang khas dari NOARS Rafting, kemudian mata kita yang dimanjakan
dengan 7 Air Terjun spesial persembahan dari NOARS Rafting untuk kita semua, terima kasih
kepada NOARS Rafting dan MDC FM yang sudah memberikan fasilitas kepada saya dan temanteman STIKOM Surabaya.

September 21, 2011 | Categories: Arung Jeram | Tags: arung jeram pekalen, noars rafting, rafting
noars, rafting pekalen, sungai pekalen | Tinggalkan komentar

Hello Rafter !
Selamat Datang di Situs Wisata Arung Jeram NOARS

Situs ini akan membantu anda untuk mendapatkan informasi seputar arung jeram di sungai
Pekalen Probolinggo.
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi : Mas Bagus (031-71453654, 0817585446,
081357225708)

Selamat ber-Arung JeramSalam Jeram..

SUNGAI KASEMBON
Menguji Adrenalin di Sungai Sumberdandang Kasembon

This is it!!
Kabupaten Malang memiliki asset yang sangat mempesona, selain wilayahnya yang
sangat luas, Kabupaten ini memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan, salah
satunya adalah Kasembon Rafting. Tempat ini mulai diresmikan pada tanggal 9
Desember 2006 oleh Bupati Malang Bapak Sujud Pribadi. Kasembon Rafting terletak di
desa Bayem, kecamatan Kasembon, kabupaten Malang.
sedang sungai yang digunakan adalah sungai Sumberdandang dengan panjang jalur
rafting 7,5 km atau bagi para rafter pemula dapat ditempuh sekitar dua jam.
Walaupun tergolong relative baru namun fasilitas penunjang di tempat ini sudah sangat
baik. Tempat rafting ini dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Malang dan
untuk operasional teknis diserahkan kepada CV. K-Land Citra Perdana.
Lokasi ini memiliki area parker yang luas, tempat ini juga dilengkapi penginapan,
mushola dan ruang marchindise model gazebo. Setibanya di lokasi, pengunjung akan di
sambut para pemandu dan langsung diarahkan menuju meja receptionist untuk
mengambil welcome drink, pelayanannya sangat memuaskan dan bersahabat.
Setelah puas menikmati welcome drink pengunjung akan diarahkan pemandu
menuju area perlengkapan rafting untuk mengganti kostum,biasanya pemandu
membantu pengunjung memasang pelampung dan helm. Selanjutnya setelah
mendapatkan dayung,pemandu meminta peserta untuk berkumpul mendegarkan
pengarahan teknis sebelum rafting,seperti cara penggunaan dayung,posisi duduk dan
kode-kode haluan.
Jalur rafting ini melawati desa Bayem,Beji Rejo, Sepudak, dan berakhir di desa
Mangir yang masih berada dalam wilayah Kecamatan Kasembon. Arus sungai dari
tempat rafting ini memiliki lima kanal dengan ketinggian 2 sampai3 meter.
Perjalanan rafting yang memakan waktu 2 jam ini benar-benar sangat
melelahkan,udara dingin cukup membuat peserta kelaparan,namun lagi-lagipihak
pengelola melayanikami denganbaik, kami dipersilahkan makanan secara prasmanan,
menunya ala desa, nasi jagung, sayur asam, ikan asin, tempe, tahu dan sambel terong
super"Hot", ditambah semangka dan wedang jahe makin tambah lezat.

Jika Anda tertantang dan berniat menguji adrenalin maka Kasembon Rafting
adalah tempat yang cocok dan tidak terlalu mahal, hanya dipungut biaya Rp 150.000,00
perorang pengunjung sudah dapat menikmati rafting selamadua jam, plus minumdan
makan ala desayang lezat. Pihak pengelola juga menyediakan marchindise yang
menarik dan dokumentasi dalam format picture JPG dengan harga Rp 15.000
perfile.Selamat mencoba!

Mencapai lokasi Kasembon Rafting tidak terlalu sulit, perjalanan dari arah kota Malang dapat
ditempuh sekitar 45 menit perjalanan sedangkan dari arah kota Kediri dapat ditempuh sekitar

satu jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. Dari Kota Malang para rafter harus menuju arah
barat melewati kota Batu-Pujon-Kasembon. Sedang dari kota Kediri Para Rafter menuju arah
timur melewati kota Pare-Kandangan-Kasembon.

Infrastuktur yang cukup baik dengan ditunjang penunjuk arah ke lokasi disisi-sisi jalan menuju
lokasi menjadikan para rafter akan mudah mencapai lokasi tersebut. Tempat rafting ini memiliki

aliran spoting atau irigasi murni sehingga debit aliran dari sungai ini dapat dibesarkan atau
dikecilkan. Adanya aliran spoting ini maka dapat mempermudah bagi rafter-rafter pemula
maupun profesional untuk mencoba seberapa besar tingkat difficulty yang mereka inginkan.

Setelah dibuka selama satu tahun saat ini tempat rafting ini setiap hari selalu dikunjungi oleh
pengunjung yang ingin mencoba berrafting dengan rata-rata pengunjung perbulan yang datang

yaitu 200 orang yang berasal dari kalangan eksekutif muda, rafter profesional, para penggila
olahraga Adventure, aktivis lingkungan dan karyawan-karyawan dari instansi-instansi swata
maupun pemerintah.

Tarif per paket untuk dapat melakukan rafting ditempat ini yaitu pada hari biasa Rp. 150.000,
sedangkan tarif pada Weekend day yaitu Rp.175.000, dan pengunjung juga akan mendapatkan

fasilitas-fasilitas seperti soft drink, Perlengkapan standar rafting, kendaraan penjemput dari
finish hingga kembali ke shelter, guide profesional , air mineral, snack, kelapa muda, makan
siang dan asuransi dari pengelola tempat ini.

Aceh
Sumatera
Utara
Sumatera
Barat
Riau
Kep
Riau
Bengkulu
Sumatera Selatan
Lampung
Kep. Bangka
Belitung

Jambi
Banten
Jakarta
Jawa
Barat
Jawa
Tengah
Yogyakarta
Jawa
Timur
Kalimantan
Barat
Kalimantan
Tengah
Kalimantan
Timur
Kalimantan
Selatan
Sulawesi
Barat
Sulawesi
Tengah
Gorontalo
Sulawesi
Utara
Sulawesi
Selatan
Sulawesi
Tenggara
Bali

Nusa Tenggara
Barat
Nusa Tenggara
Timur
Maluku
Utara
Maluku
Papua
Papua
Barat
Klik nama provinsi untuk langsung menuju ke bagian tentang provinsi bersangkutan.

[sunting] Daftar sungai-sungai di Indonesia


[sunting] Bali

Tukad Ayung

Sungai Bubuh

Jeh Ajung

Jeh He

Jeh Jinah

Jeh Poh

Jeh Sungi

Tukad Buleleng

Tukad Banjumala

Tukad Pakerisan

Sungai Balangan

Sungai Batulaya

Sungai Pancuran

Sungai Pangi

[sunting] Bengkulu

Sungai Alas

Sungai Bantai

Air Bengkulen

Sungai Bengkulu

Air Blimbing

Air Dendan

Air Lais

Air Lemau

Air Lintang-kiri

Sungai lpuh

Air Keru

Air Palik

Air Pikat

Sungai Ketahun

Sungai Nasal

Air Nelas

Sungai Seblat

Sungai Seluma

Sungai Tanjungaur

Sungai Luas

Sungai Padanggila

Air Bengkulen Map

[sunting] Daerah Istimewa Yogyakarta

Kali Bening

Kali Code

Kali Gebang

Kali Kampar

Kali Kongkhangan

Kali Mlese

Kali Nglusah

Kali Progo

Kali Tangkisan

Kali Sangiran

Kali Sosonopan

Kali Waro

Kali Winongo

Selokan Mataram

Sungai Opak

Sungai Oyo

Sungai Tepus

[sunting] DKI Jakarta

Sungai Aluran

Kali Cantiga

Kali Gebjuran

Kali Grogol

Kali Krukut

Kali Malang

Kali Mokervart

Kali Pesanggrahan

Kali Sunter

Sungai Tengah

Kali Semanan

Sungai Udang

Kali Angke

Ci Liwung

Ci Pinang

[sunting] Jambi

Batang Asam

Batang Hari

Sungai Bulian

Sungai Danaubangko

Sungai Kahidupankaor

Sungai Kumpe

Sungai Pengabuan

Batang Tembesi

Sungai Serengam

Sungai Singkati-gedang

Sungai Singoan

[sunting] Jawa Barat

Ci Beet

Ci Binong

Ci Bulan

Ci Danau

Ci Durian

Ci Hideung

Ci Karang

Ci Katomas

Ci Kapundung

Ci Kubang

Ci Langkub

Ci Losari

Ci Mandiri

Ci Mantiung

Ci Manuk

Ci Ojar

Ci Pada

Ci Paku

Ci Picung

Ci Punegara

Ci Rawa

Ci Sadane

Ci Sanggarung

Ci Sarua

Ci Tandui

Ci Tarum

Ci Ujung

[sunting] Jawa Tengah

Kali Ampobendo

Kali Bendungan

Bengawan Solo

Kali Bodri

Kali Bogowonto

Kali Dogleg

Kali Kedu Dua

Kali Dukuh

Kali Comal

Kali Geritri

Kali Gondok

Sungai Juwana

Kali KapulogoK

Kali Klampis

Kali Lusi

Kali Maron

Kali Pemali/ Kali Brebes

Sungai Progo

Sungai Serang

Sungai Serayu

Kali Urang

Sungai Kebuyutan

[sunting] Jawa Timur

Sungai Ajung

Kali Bandojudo

Sungai Bajulmati

Sungai Bedadung

Kali Besukkoboan

Kali Besuksemut

Kali Besuktunggeng

Sungai Brangkal

Sungai Brantas

Kali Grobogan

Kali jatiroto

Sungai Lamongan

Sungai Madiun

Kali Mujur

Kali Rejali

Sungai Rejoso

Sungai Sampean

Sungai Sumbermarijing

Kali Suko

Kali Winong

Sungai Glagah

Sungai Jagir

[sunting] Kalimantan Barat

Sungai Airhitam

Sungai Beliang

Sungai Embuan

Sungai Ensabal

Sungai Jelai

Sungai Kapuas

Sungai Landak

Sungai Melawi

Sungai Meliau

Sungai Mengkiang

Sungai Mempawah

Sungai Muna

Sungai Kedukul

Sungai Paloh

Sungai Pawan

Sungai Sambas

Sungai Saju

Sungai Sekajam

Sungai Sengarit

[sunting] Kalimantan Selatan

Sungai Aingbantai

Sungai Alalak

Sungai Ayu

Sungai Baharangan

Sungai Balangan

Sungai Barabai

Sungai Barito

Sungai Cegal

Sungai Gelombang

Sungai Haruan

Sungai jaing

Sungai jangkung

Sungai Kurambu

Sungai Martapura

Sungai Negara

Sungai Pitap

Sungai Riam

Sungai Tabalong

Sungai Tabuan

Sungai Tapin

[sunting] Kalimantan Tengah

Sungai Kahayan

Sungai Kalanaman

Sungai Katingan

Sungai Lamandau

Sungai Mendawai

Sungai Pembuang

Sungai Sampit

Sungai Seruyan

[sunting] Kalimantan Timur

Sungai Angisa

Sungai Bahan

Sungai Bani

Sungai Berau

Sungai Kayan

Sungai Mahakam

Sungai Senyiur

Sungai Sesayap

Sungai Telen

Sungai Wahan

[sunting] Lampung

Sungai Basai

Sungai Jepara

Sungai Kambas

Sungai Pameriliun

Sungai Sekampung

Sungai Semah

Sungai Seputih

Sungai Simpang Balek

Sungai Sukadana

Sungai Tuiangbawang

[sunting] Maluku

Sungai Apu

Sungai Castelo

Sungai Marikrubu

Sungai Masiulang

Sungai Ruate

Sungai Sapatewa

Sungai Sapulawa

Sungai Sarafo

Sungai Togorala

Sungai Yalua

[sunting] Aceh

Sungai Geumpang

Sungai Kruet

Sungai Meureudu

Sungai Peureula

Sungai Peusangan

Sungai Ranggos

Sungai Simpang Kanan

Sungai Simpang Kiri

Sungai Teunom

Sungai Waila

[sunting] Nusa Tenggara Barat

Sungai Ampang

Sungai Gurakara

Sungai Jangklok

Sungai Kampu

Sungai Nal

Sungai Pliwis

Sungai Putih

Sungai Sidutan

Sungai Sumpel

Sungai Tepa

Sungai Emboko

Sungai Fai

Sungai Jamal

Sungai Kanjiji

Sungai Lingeh

Sungai Polapare

Sungai Rissa

Sungai Wajalu

Sungai Wera

[sunting] Papua

Sungai Baliem

Sungai Bian

Sungai Digul

Sungai Kamundan

Sungai Lorentz

Sungai Mayu

Sungai Mamberamo

Sungai Merauke

Sungai Noordwese

Sungai Sircanden

Sungai Torasi

Sungai Warenoi

[sunting] Riau

Sungai Bangko

Sungai Gaung

Sungai Kampar Kanan

Sungai Kampar Kiri

Sungai Ketanan

Sungai Kuantan/Indragiri

Sungai Reteh

Sungai Rokan Kanan

Sungai Rokan Kiri

Sungai Siak

[sunting] SuIawesi Tengah

Sungai Ulkuli

[sunting] Sulawesi Selatan

Sungai Bila

Sungai Bulucenrana

Sungai Girirang

Sungai Jeneberang

Sungai Karana

Sungai Malasa

Sungai Mandar

Sungai Maraleng

Sungai Sadong

Sungai Singga

Sungai Tangkok

Sungai Walanae

[sunting] Sulawesi Tengah

Sungai Batui

Sungai Bongkal

Sungai Buol

Sungai Maraju

Sungai Mesup

Sungai Palu

Sungai Poso

Sungai Takuwono

Sungai Toili

Sungai Wesanga

[sunting] Sulawesi Tenggara

Sungai Konoweha

Sungai Labandia

Sungai Lalindu

Sungai Lasolo

Sungai Matarombeo

Sungai Peleang

Sungai Sampolawa

Sungai Watumakale

[sunting] Sulawesi Utara

Sungai Ayong

Sungai Binebase

Sungai Bone

Sungai Laini

Sungai Naha

Sungai Polgar

Sungai Ranayapu

Sungai Tabalong

Sungai Tutul

[sunting] Sumatera Barat

Batang Anai

Batang Arau

Batang Sri Antokan

Batang Agam

Batang Ombilin

Batang Selo

Batang Tabik

Batang Kuantan

Batang Kasang

Batang Sinamar

Batang Hari

Batang Tarusan

Batang Kandis

Batang Masang

Batang Alahan Panjang

Batang Sangir

Batang Pasaman

Batang Kinali

Sungai Jujuhan

Sungai Sihilang

Sungai Sindung

Sungai Sirantih

[sunting] Sumatera Selatan

Sungai Lilin

Sungai Bulurangtiding

Sungai Komering

Sungai Keruh

Sungai Lakitan

Sungai Lematang

Sungai Mesuji

Sungai Musi

Sungai Ogan

Sungai Rambang

Sungai Rawas

Sungai Saleh

[sunting] Sumatera Utara

Sungai Angkola

Sungai Asahan

Sungai Batanggadis

Sungai Belawan

Sungai Batang Toru

Sungai Besitang

Sungai Nalipang

Sungai Sarkam

Sungai Sibundung

Sungai Singkuang

Sungai Wampu