Anda di halaman 1dari 98

MANAJEMEN

KESEHATAN
Trining Widodorini , drg., MKes
Blok 4.7.13 TA. 2012 / 2013

TOPIK
MANAJEMEN KESEHATAN

MANAJEMEN PUSKESMAS
MANAJEMEN RUMAH SAKIT
ADMINISTRASI KESEHATAN
SISTEM KESEHATAN NASIONAL
ORGANISASI

DEFINISI

MANAJEMEN

Ilmu / seni menggunakan sumber


daya secara efisien, efektif dan
rasional untuk mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan
sebelumnya.

MANAJEMEN
KESEHATAN

Suatu kegiatan / seni untuk


mengatur para petugas kesehatan
dan non petugas kesehatan guna
meningkatkan masyarakat melalui
program kesehatan.

AZAZ-AZAZ MANAJEMEN
Henry Fayol
general principals of management :
1.
Asas pembagian kerja (division of work)
2.
Asas wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)
3.
Asas disiplin (discipline)
4.
Asas kesatuan perintah (unity of command)
5.
Asas kesatuan jurusan / arah (unity of direction)
6.
Asas kepentingan umum diatas kepentingan pribadi (sub ordination
of individual interest into general interest)
7.
Asas pembagian gaji yang wajar (renumeration of personnel)
8.
Asas pemusatan wewenang (centralization)
9.
Asas hirarki / rantai berkala (scalar of chain)
10. Asas keteraturan (order)
11. Asas keadilan (equity)
12. Asas inisiatif (initiative)
13. Asas kesatuan (esprit de corps)
14. Asas kestabilan masa jabatan (stability of turn-over personnel)

RUANG LINGKUP MANAJEMEN

Manajemen adalah pokok atau inti dari administrasi


Kepemimpinan adalah inti atau fokus dari manajemen
Pergerakan, motivasi, komunikasi dan HAM adalah kekuatan dari kepemimpinan

SISTEM MANAJEMEN
INPUT
Sumber Daya, Sarana / Prasarana
PROCESS
Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen
OUTPUT
Hasil langsung prosespelaksanaan
OUTCOME
Akibat / efek / dampak jangka pendek hasil
pelaksanaan
IMPACT
Dampak jangka panjang pada sasaran

FUNGSI MANAJEMEN
Menurut

G.R. Terry

Planning

Organizing

Actuating

Controlling

John F. Mee

Planning

Organizing

Motivating

Controlling

Louis A. Allen

Leading

Planning

Organizing

Controlling

Mc Namara

Planning

Programming

Budgeting

System

Henry Fayol

Planning

Organizing

Commanding

Coordinating

Controlling

Harold Koontz
& Cyril
ODonnel

Planning

Organizing

Staffing

Directing

Controlling

DR. S.P. Siagian

Planning

Organizing

Motivating

Controlling

Evaluating

Prof. Drs. Oey


Liang Lee

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengarahan

Pengkoordinasian

Pengontrolan

W.H. Newman

Planning

Organizing

Assembling
Resouces

Directing

Controlling

Luther Gullick

Planning

Organizing

Staffing

Directing

Forecasting

Planning

Organizing

Commanding

Directing

Facilitating

Lyndall
F.Urwick
John D. Millet

Coordinating

Reporting

Budgeting

Evaluating

Coordinating

Controlling

SIKLUS FUNGSI MANAJEMEN


ORGANIZING

PLANNING

ACTUATING

CONTROLLING

PLANNING / PERENCANAAN

DEFINISI

Kegiatan / proses penganalisisan dan


pemahaman sistem penyusunan konsep
dan kegiatan yang akan dilaksanakan
mencapai tujuan demi masa depan lebih
baik.
Proses yang menghasilkan suatu uraian
yang terinci dan lengkap tentang suatu
program atau kegiatan yang akan
dilaksanakan.

MACAM PERENCANAAN

Perencanaan Jangka Panjang (long term planning)


10 25 tahun

Perencanaan Jangka Menengah (medium range planning)


5 7 tahun

Perencanaan Jangka Pendek (short range planning)


1 tahun

MACAM PERENCANAAN

Perencanaan Induk
(masterplan)

lebih menitik
beratkan
uraian
kebijakan
organisasi
mempunyai
tujuan jangka
panjang dan
ruang lingkup
yang luas

Perencanaan
Operasional
(operational plan)

Perencanaan Harian
(day to day
planning)

lebih menitik
beratkan pada
pedoman atau
petunjuk
dalam
melaksanakan
suatu program

rencana harian
yang bersifat
rutin

MACAM PERENCANAAN

Perencanaan strategis (strategy planning)


Perencanaan taktis (tactical planning)
Perencanaan menyeluruh (comprehensive planning)
Perencanaan terintegrasi (integrated planning)

MACAM PERENCANAAN

Perencanaan strategis
(strategy planning)

Perencanaan taktis
(tactical planning)
Perencanaan menyeluruh
(comprehensive
planning)
Perencanaan terintegrasi
(integrated planning)

MACAM PERENCANAAN

Perencanaan memuaskan
(satisfying planning)
Perencanaan optimal
(optimizing planning)
Perencanaan adaptasi
(adaptivizer planning)

MACAM PERENCANAAN

Perencanaan
berorientasi masa
lalu-kini (pastpresent planning)

Perencanaan
berorientasi masa
depan (futureoriented planning)

Perencanaan redistributif (redistributive


planning)
Perencanaan spekulatif (speculative
planning)
Perencanaan kebijakan (policy planning)

PERENCANAAN STRATEGIS DAN PERENCANAAN


OPERASIONAL
George A. Steiner dan John B. Miner
Perencanaan strategis adalah proses pemilihan tujuan
organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan dan program
strategik yang diperlukan untuk pencapaian tujuan,
penetapan metode yang diperlukan untuk menjamin bahwa
stategi dan kebijaksanaan telah ditetapkan

Perencanaan stategis bersifat jangka panjang, menjadi kerangka dasar dan


acuan bagi perencanaan di tingkat berikutnya.
Perencanaan pada tingkat bawah pada dasarnya merupakan perencanaan
pelaksanaan / operasional, yang memusatkan perhatian pada saat berjalan /
sekarang terutama menekankan pada sisi efisiensi bukan efektifitas.

PERBEDAAN POKOK PERENCANAAN


STRATEGIS DAN PERENCANAAN
OPERASIONAL (BERNARD TAYLOR)
URAIAN

Pusat perhatian
Sasaran

Ruang lingkup
Sumber dan hasil yang
diharapkan
Informasi
Organisasi /
kepemimpinan
Pemecahan masalah

PERENCANAAN
PERENCANAAN
STRATEGIS
OPERASIONAL
Kelangsungan dan
Masalah-masalah
pengembangan jangka panjang perencanaan operasional
Keuntungan jangka panjang
Keuntungan saat ini

Akan datang

Saat sekarang

Pengembangan potensi yang


akan datang
Saat akan datang

Efisiensi dan stabilitas

Interpreneurship
Luwes
Orientasi perubahan
Antisipatif
Menemukan pendekatan
Risiko tinggi

Birokrasi
Konservatif
Stabil
Berdasarkan pengalaman
Kebiasaan
Risiko rendah

Saat ini

PROSES PERENCANAAN
Identifikasi Masalah
Menetapkan Prioritas Masalah

Menetapkan Tujuan
Menetapkan Rencana Kegiatan
Menetapkan Sasaran

Menetapkan Waktu
Organisasi dan Staf

Rencana Anggaran
Rencana Evaluasi

CONTOH

FLOW
CHART

CONTOH POA (PLAN OF ACTION)


No

U.
Pokok
Kegiata
n

Lo
ka
si

1
2

3
4
5
6
7
8
9
10

Sa
Tar
sar
get
an
4

Sumber Daya
Ten
a-ga

Ang
garan

Alkes

Bahan

P.
Jawab
Petuga
s

Waktu Pelaksanaan
Metode
1

10

1
1

1
2

RAGPIE
(RESOURCES ACTION GOAL PLANNING
IMPLEMENTATION EVALUATION)
SUMBER

KEGIATAN

TUJUAN

PERENCANAAN

Uraikan dengan
lengkap sumber
yang
direncanakan

Uraikan dengan
lengkap kegiatan
yang
direncanakan

Uraikan dengan
lengkap tujuan
yang
direncanakan

PELAKSANAAN

Uraikan dengan
lengkap sumber
yang berhasil
disediakan

Uraikan dengan
lengkap kegiatan
yang berhasil
dilaksanakan

Uraikan dengan
lengkap tujuan
yang berhasil
dicapai

PENILAIAN AKHIR

Uraikan dengan
lengkap sumber
yang telah
dimanfaatkan

Uraikan dengan
lengkap kegiatan
yang telah
dilaksanakan

Uraikan dengan
lengkap tujuan
yang telah
dicapai

GRAFIK SARANG LABA-LABA

ORGANIZING (PENGORGANISASIAN)

DEFINISI
Mengatur personil / staf yang ada dalam
institusi, agar semua kegiatan yang telah
ditetapkan dalam rencana dapat berjalan
dengan baik sehingga semua tujuan dapat
dicapai.
Pengkoordinasian kegiatan-kegiatan yang
akan dilakukan suatu institusi, guna
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

UNSUR POKOK PENGORGANISASIAN


Macam Pengorganisasian

Pengorganisasian Kegiatan
Pengorganisasian Tenaga Pelaksana
Proses Pengorganisasian

Hasil Pengorganisasian

STRUKTUR ORGANISASI
Struktur
organisasi
adalah
visualisasi
kegiatan dan
pelaksana
kegiatan
(personel)
dalam suatu
institusi.

JENIS ORGANISASI

Organisasi LINI
Organisasi STAF
Organisasi LINI & STAf

ACTUATING (AKTUALISASI)

DEFINISI
-

Aktualisasi (actuating) = Pergerakan atau


Pelaksanaan (implementating)
Pergerakan ialah kegiatan yang dilakukan
oleh pimpinan untuk mengatur,
membimbing, mengarahkan bawahan
agar melaksanakan kegiatan untuk
mencapai tujuan organisasi

ACTUATING (AKTUALISASI)

Fungsi
pergerakan
berkaitan
dengan :

Kepemimpinan (leadership)
Motivasi (motivation)
Hubungan antar manusia
(human relationship)
Komunikasi
(communication)
Koordinasi (coordination)

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
George R. Terry
Kepemimpinan adalah hubungan yang tercipta dari
adanya pengaruh yang dimiliki oleh seseorang
terhadap orang lain sehingga orang tersebut
secara sukarela mau dan bersedia bekerja sama
untuk mencapai tujuan yang diinginkan
Douglas Mc Gregor
Gaya kepemimpinan dipengaruhi oleh sifat dan
perilaku yang dimiliki oleh pemimpin,
dikelompokkan menjadi teori X dan teori Y

CIRI-CIRI TEORI X & Y


(DOUGLAS MC. GREGOR)
TEORI X
- Pada umumnya para anggota
organisasi menolak dan tidak
memiliki kemampuan
melaksanakan tugas yang
diberikan kepadanya serta
cenderung lebih mementingkan
diri sendiri

TEORI Y
- Pada umumnya para anggota
organisasi menyenangi serta
memiliki kemampuan
melaksanakan tugas yang
diberikan kepadanya dan apabila
tujuan organisasi tercapai akan
timbul rasa puas

- Pada umumnya para anggota


- Pada umumnya para anggota
organisasi bersifat agresif, suka
organisasi memiliki inisiatif serta
melanggar ketentuan serta mudah
satu sama lain mampu saling
berselisih
mengawasi dan mengendalikan
diri
- Agar tujuan organisasi dapat
tercapai maka anggota tersebut
harus dipimpin, diarahkan serta
diawasi dengan ketat.

- Untuk mencapai tujuan organisasi


tidak perlu dipimpin, diarahkan
dan diawasi dengan ketat

GAYA KEPEMIMPINAN
(DOUGLAS MC. GREGOR)
Gaya Kepemimpinan Diktator (dictatorial leadership
style)
teori X

Gaya Kepemimpinan Autokratis (autocratic


leadership style)
teori X
Gaya Kepemimpinan Demokratis (democratic
leadership style)

teori Y
Gaya Kepemimpinan Santai (laissez-faire leadership
style)
teori Y

GAYA KEPEMIMPINAN
(MARY E. TRAMEL DAN HELEN REYNOLDS)
URAIAN KEGIATAN

GAYA
OTORITER

DEMOKRATIS

LIBERAL

Pembuat perencanaan

Pemimpin

Pemimpin & Kelompok

Perorangan / Kelompok

Yang memecahkan masalah

Pemimpin

Pemimpin & Kelompok

Perorangan / Kelompok

Pembuat keputusan

Pemimpin

Pemimpin & Kelompok

Perorangan / Kelompok

Arah komunikasi

Ke bawah

Ke bawah, ke atas dan


menyilang

Menyilang

Pemimpin

Pemimpin & Kelompok

Tidak Dirasakan

Pemimpin

Pemimpin

Pemimpin

Tidak Ada

Tinggi

Tinggi

Rendah

Tinggi

Diragukan

Tidak Ada

Banyak

Banyak

Manajemen krisis

Baik

Buruk

Kacau

Manajemen perubahan

Buruk

Baik

Tidak Efektif

Yang merasa tanggung jawab /


berprestasi
Siapakah yang sebenarnya
memikul tanggung jawab pada
akhirnya
Kepercayaan pemimpin pada
bawahan
Hubungan pemimpin dengan
bawahan
Banyaknya pelimpahan
wewenang oleh pemimpin

CARA, GAYA, TIPE, STYLE KEPEMIMPINAN

SIFAT- SIFAT MANAJER

MOTIVASI (MOTIVATION)

DEFINISI
upaya untuk menimbulkan rangsangan,
dorongan dan ataupun pembangkit tenaga
pada seseorang dan ataupun sekelompok
masyarakat agar mau berbuat dan
bekerjasama secara optimal melaksanakan
seseuatu yang telah direncanakan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan

KEBUTUHAN MANUSIA
(A.H. MASLOW)
Penampilan diri

dihargai dan
dihormati/ the esteem
needs
sosial (pengakuan dari
kelompok,cinta dan sayang)
rasa aman / safety needs (bebas dari
ancaman dan bahaya, termasuk ekonomi)

kebutuhan pokok faali / physiological needs (makan,


minum,tidur dan seksual)

TEORI-TEORI MOTIVASI

TUJUAN FUNGSI AKTUALISASI


1

2
3
4
5

Menciptakan kerjasama yang lebih efisien


Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan staf
Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan
Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang
meningkatkan motivasi dan prestasi kerja staf

Membuat organisasi berkembang secara dinamis

CONTROLLING (PENGAWASAN)
DEFINISI :
- Disebut juga Pengawasan dan Pengendalian
(WasDal)
- Pengawasan adalah proses kegiatan pimpinan
untuk menjamin, agar pelaksanaan kegiatan
organisasi sesuai dengan rencana, kebijaksanaan
dan ketentuan yang telah ditetapkan.
- Pengawasan tidak ada tindakan koreksi, hanya
saran sedangkan pengendalian ada tindakan
koreksi

JENIS PENGAWASAN

Pengawasan fungsional (struktural)


dilakukan oleh pimpinan

Pengawasan publik
dilakukan oleh masyarakat melalui media masa,
kotak pos

Pengawasan non fungsional


contoh : DPR, BPK, BPKP, Inspektorat dll.

METODE PENGAWASAN & PENGENDALIAN


Pengawasan tidak langsung (mempelajari laporan
yang diperoleh secara aktif/pasif, tertulis/lisan)

Melakukan observasi langsung di tempat (inspeksi


mendadak)
Melalui wawancara
Dengan daftar pertanyaan (kuesioner)
Mempelajari data-data statistik

LANGKAH PENGAWASAN & PENGENDALIAN

Menetapkan alat ukur atau standar kriteria


maupun indikator (tolok ukur)
Penilaian atau evaluasi

Tindakan perbaikan

TUJUAN PENGAWASAN & PENGENDALIAN


1

Untuk mengetahui hasil kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai


dengan rencana

Agar pelaksanaan sesuai dengan kebijaksanaan, pengarahan,


prosedur dan pedoman yang telah ditetapkan

Mengetahui kesulitan, hambatan, tantangan, peluang dan potensi


yang penting diketahui untuk keberhasilan pencapaian tujuan,
bila perlu dilakukan tindakan koreksi

Pelaksanaan kegiatan agar berjalan efisien dan efektif sesuai


tenaga, biaya dan sarana prasarana yang ada

Mencegah penyimpangan, pemborosan dan kegagalan yang tidak


perlu.

MANAJEMEN PUSKESMAS

KONSEP DASAR PUSKESMAS


Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
128/MenKes/SK/II/2004 tentang Kebijakan
Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat

PENGERTIAN
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas
Kesehatan Kabupaten / Kota yang bertanggung
jawab menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di suatu wilayah kerja

PUSKESMAS
VISI

MISI
INDIKATOR
KECAMATAN
SEHAT

Terwujudnya pembangunan kesehatan di wilayah


kecamatan menuju Indonesia Sehat

Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah


kerjanya
Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan
masyarakat di wilayah kerjanya
Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan
keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan
Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga
dan masyarakat beserta lingkungannya

Lingkungan sehat
Perilaku sehat
Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu
Derajat kesehatan penduduk kecamatan

FUNGSI PUSKESMAS
Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
diukur melalui indeks potensi tatanan sehat (IPTS) : Tatanan sekolah,
Tatanan tempat kerja dan Tatanan tempat-tempat umum

Pusat pemberdayaan masyarakat


Memotivasi, memfasilitasi, menggali partisipasi aktif masyarakat di bidang
kesehatan (UKBM = Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat)
Kemitraan dengan berbagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan
organisasi kemasyarakatan lainnya.
Kemitraan dengan KonKes (Konsil Kesehatan), BPKM (Badan Peduli
Kesehatan Masyarakat) atau BPP (Badan Penyantun Puskesmas) dalam
membangun kesehatan masyarakat di wilayahnya.

Pusat pelayanan kesehatan strata pertama


Pelayanan kesehatan perorangan
Pelayanan kesehatan masyarakat

UPAYA KESEHATAN
Upaya
Kesehatan
Wajib
(Program
Pokok
Puskesmas)

Upaya
Kesehatan
Pengembangan (Program
Inovatif
Puskesmas)

Promosi Kesehatan
Upaya Penyehatan Lingkungan
Upaya Perbaikan Gizi
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak &
Keluarga Berencana
Pemberantasan Penyakit Menular
Pengobatan

Upaya kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja


Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
Upaya Pemberantasan Penyakit Menular
Upaya Perbaikan Gizi
Upaya Penyehatan Lingkungan
Upaya Pelayanan Rawat Inap
Laboratorium
Upaya Kesehatan Usila (Usia Lanjut)
Upaya Kesehatan Olahraga
Pemberdayaan Masyarakat
Pemeriksaan Penunjang
Upaya Kesehatan Kerja
Upaya Kesehatan Jiwa
Upaya Kesehatan Indera
Upaya Kesehatan Matra
Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan

UPAYA KESEHATAN

AZAS PENYELENGGARAAN
Azas Pertanggungjawaban Wilayah
Azas Pemberdayaan Masyarakat
Azas Keterpaduan
Keterpaduan Lintas Program
Keterpaduan Lintas Sektor

Azas Rujukan
Rujukan Usaha Kesehatan Perorangan
Rujukan Usaha Kesehatan Masyarakat

AZAS RUJUKAN

PROGRAM MANAJEMEN PUSKESMAS


MANAJEMEN
OPERASIONAL

Menyusun Rencana
Memantau Proses Pelaksanaan dan
Hasil Kegiatan Puskesmas
Evaluasi Hasil Pelaksanaan

MANAJEMEN
SUMBER DAYA

Manajemen Peralatan Medik / Non


Medik
Manajemen Obat / Bahan di Puskesmas
Manajemen Keuangan di Puskesmas
Manajemen Tenaga di Puskesmas

MODEL MANAJEMEN
PIE (Planning, Implementation & Evaluation)
POAC (Planning, Organizing, Actuating & Controlling)
P1 - P2 - P3 (Perencanaan; Pergerakan Pelaksanaan; Pengawasan Pengendalian
Penilaian)
P1, berbentuk Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP/POA/Micro planning)
P2, berbentuk Lokakarya Mini Puskesmas / Mini workshop
P3, berbentuk Pemantauan Wilayah Setempat (PWS), pendekatan evaluasi, akreditasi dan
stratifikasi Puskesmas

ARRIF (Analisis, Rumusan, Rencana, Implementasi, Forum komunikasi)


ARRIME (Analisis, Rumusan, Rencana, Implementasi, Monitoring, Evaluasi)
ARRIMES (Analisis, Rumusan, Rencana, Implementasi, Monitoring, Evaluasi,
Sosialisai)

MODEL MANAJEMEN

MANAJEMEN RUMAH SAKIT

American
Hospital
Association
(1974)

Wolper &
Pena
(1997)

Rumah Sakit adalah suatu alat organisasi yang terdiri


dari tenaga medis profesional yang terorganisir serta
sarana kedokteran yang permanen,
menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan
keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis
serta pengobatan penyakit yang diderita pasien

Rumah Sakit adalah tempat dimana orang sakit


mencari dan menerima pelayanan kedokteran serta
tempat dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa
kedokteran, perawat dan tenaga profesi lainnya
diselenggarakan

FUNGSI RUMAH SAKIT


(PERMENKES RI NO.
159B/MENKES/PER/1998)
Menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan medik,
penunjang medik, rehabilitasi, pencegahan dan
peningkatan kesehatan.
Menyediakan tempat pendidikan dan atau latihan tenaga
medik dan paramedik.
Sebagai tempat penelitian dan pengembangan ilmu dan
teknologi bidang kesehatan

STRUKTUR ORGANISASI
DIREKTUR

KOMITE MEDIK
KEPERAWATAN
BIDANG
ADMINISTRASI
KEUANGAN

STAF MEDIK
FUNGSIONAL

BIDANG PELAYANAN
MEDIK- KEPERAWATAN

INSTALASI

PELAYANAN

BIDANG PELAYANAN
PENUNJANG MEDIK

TIPE RUMAH SAKIT


RUMAH SAKIT UMUM
Tipe A
Tipe B
Tipe C
Tipe D

Pendidikan dan Non Pendidikan

RUMAH SAKIT SPESIALIS


Spesialis JANTUNG
Spesialis JIWA
Spesialis KANKER
Spesialis IBU & ANAK

Dalam SKN 2004 : Rumah Sakit termasuk UKP Strata ke-2 dan ke-3

KEBIJAKAN TENTANG RUMAH SAKIT


Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
631/MenKes/SK/IV/2005 tentang Pedoman Peraturan Internal Staf Medis di
Rumah Sakit
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 496/MenKes/IV/2005
tentang Pedoman Audit Medis di Rumah Sakit
Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik
Indonesia No. YH.02.04.3.5.2504 tanggal 10 Juni 1997 tentang Pedoman Hak dan
Kewajiban Pasien, Dokter dan Rumah Sakit
Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
436/MenKes/SK/VI/1993 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit

Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan


Republik Indonesia No. 78/Yan Med/RS.Um.Dik/YMU/I/1991

KEBIJAKAN TENTANG RUMAH SAKIT


Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 749a/Menkes/Per/XII/1989
tentang Rekam Medis/Medical Record

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 585/Menkes/Per/IX/1989


tentang Persetujuan Tindakan Medis

Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik


Indonesia No. HK.00.6.1.5.01160

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


519b/MenKes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 924/MenKes/SK/XII/1986


tentang Kode Etik Rumah Sakit di Indonesia

ADMINISTRASI KESEHATAN

administrare

(ad : pada, ministrare : melayani)


memberikan pelayanan kepada

Pengertian
Administrasi

Dwight Waldo
Robert D. Calkins
George R. Terry
Koontz ODonnell
Social Science Encyclopedia

ADMINISTRASI KESEHATAN
(Komisi Pendidikan Administrasi
Kesehatan Amerika Serikat, 1974)
Administrasi Kesehatan ialah suatu proses yang
menyangkut
perencanaan,
pengorganisasian,
pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian dan
penilaian terhadap sumber, tata cara dan
kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi
kebutuhan dan tuntutan terhadap kesehatan,
perawatan kedokteran serta lingkungan yang sehat
dengan jalan menyediakan dan menyelenggarakan
berbagai upaya kesehatan yang ditujukan kepada
perorangan, keluarga, kelompok dan ataupun
masyarakat.

PERBEDAAN ADMINISTRASI & MANAJEMEN

Administrasi
berbeda
dengan
Manajemen

Administrasi
sama dengan
Manajemen

Administrasi lebih rendah dari manajemen


(Samuel Levey & Paul Loomba)
Administrasi lebih tinggi dari manajemen
(Herman Finer)

Kedua istilah tersebut sering dipakai


bergantian untuk macam kegiatan yang
sama

UNSUR POKOK ADM KESEHATAN

INPUT
PROCESS

sumber (resources) : labour, capital, natural


tata cara (procedures)
kesanggupan (capacity)
Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika
Serikat : PODCCE
Freeman : PACGFR
George R. Terry : POAC
Barton : POSBICRE
Luther M. Gullick : POSDCORB
Hendry Fayol : POCCC

OUTPUT

Pelayanan kedokteran (medical services)


Pelayanan kesehatan masyarakat (public health services)

TARGET

Perseorangan
Keluarga
Kelompok
Masyarakat

IMPACT

makin meningkatnya derajat kesehatan, yang ditandai dengan


terpenuhinya kebutuhan (needs) dan tuntutan (demands) dari
pemakai jasa pelayanan kesehatan (health consumers)

RUANG LINGKUP
Kegiatan Administrasi [= fungsi (POAC)
George R Terry]
Menurut Marry Arnold : Perencanaan , Pelaksanaan dan
Penilaian yang dilakukan terus menerus, berulang dan
berkesinambungan.

Objek dan Subjek Administrasi


Objek dan Subjek Administrasi adalah Sistem Kesehatan
dengan sub sistem Pelayanan Kesehatan dan subsistem
Pembiayaan Kesehatan

HUBUNGAN PERENCANAAN, PELAKSANAAN


DAN PENILAIAN MENURUT MARRY ARNOLD

MANFAAT
Dapat dikelola sumber, tata cara dan
kesanggupan secara efektif dan efisien

Frederick Winslow Taylor : efektif dan efisien erat


hubungannya dengan penggunaan waktu dan kegiatan
yang tidak produktif.
Hendry Fayol : efektifitas dan efisiensi dibahas melalui
pengkajian terhadap kemampuan pemimpin.
Dapat dipenuhi kebutuhan dan tuntutan
secara tepat dan sesuai
Dapat disediakan dan diselenggarakan
upaya kesehatan sebaik-baiknya dengan
menggunakan prinsip optimalisasi,
efektifitas dan efisiensi

SISTEM KESEHATAN NASIONAL


(KEPMENKES R.I NO: 374/MENKES/SK/V/2009)
SK Menteri Kesehatan RI No. 99a/Men.Kes/SK/III/1982
Sistem Kesehatan Nasional adalah suatu tatanan yang
mencerminkan upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan
kemampuan mencapai derajat kesehatan yang optimal sebagai
perwujudan kesejahteraan umum seperti yang dimaksud dalam
Pembukaan Undang- undang Dasar 1945

WHO (1984)
Sistem Kesehatan adalah kumpulan dari berbagai faktor yang
kompleks dan saling berhubungan yang terdapat dalam suatu
negara, yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan
kesehatan perseorangan, keluarga kelompok dan ataupun
masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan

JENJANG SISTEM
SUPRASISTEM
Adalah lingkungan dimana sistem tersebut berada,
dimana kedudukan dan peranannya lebih luas
SISTEM
Adalah sesuatu yang sedang diamati dan menjadi
obyek serta subyek pengamatan
SUBSISTEM
Adalah bagian dari sistem yang secara mandiri
membentuk sistem dimana kedudukan dan peranannya
lebih kecil daripada sistem

KEDUDUKAN SKN
Suprasistem SKN adalah ketahanan nasional.

Kedudukan SKN dalam Sistem Nasional lainnya bersinergis secara


dinamis seperti : Sistem Pendidikan Nasional, Sistem Perekonomian
Nasional, Sistem Hankamnas, Sistem Ketahanan Pangan Nasional dll.
Kedudukan SKN terhadap penyelenggaraan pembangunan kesehatan di
daerah, SKN merupakan acuan bentuk dan cara penyelenggaraan
pembangunan kesehatan di daerah.

Kedudukan SKN terhadap berbagai sistem kemasyarakatan termasuk


swasta

SUBSISTEM SKN

PENDEKATAN
MANAJEMEN
KESEHATAN DAN
PENYELENGGARAAN
PEMBANGUNAN
KESEHATAN

Subsistem Upaya Kesehatan


Subsistem Pembiayaan Kesehatan
Subsistem Sumber Daya Manusia
Kesehatan
Subsistem Sediaan Farmasi, Alat
Kesehatan dan Makanan
Subsistem Manajemen dan Informasi
Kesehatan
Subsistem Pemberdayaaan Masyarakat

PELAKU PENYELENGGARAAN SKN


MASYARAKAT

berperan dalam advokasi,


pengawasan sosial dan
penyelenggaraan berbagai
upaya kesehatan sesuai
bidang keahlian

PEMERINTAH

menetapkan kebijakan
standar dan pedoman
pembangunan kesehatan
dalam lingkup nasional

BADAN
LEGISLATIF

melakukan persetujuan anggaran


dan pengawasan terhadap
penyelenggaraan pembangunan
kesehatan, melalui penyusunan
produk-produk hukum dan
mekanisme kemitraan antara
eksekutif dan legislatif

BADAN
YUDIKATIF

menegakkan pelaksanaan
hukum dan peraturan
perundang-undangan yang
berlaku di bidang
kesehatan

UPAYA KESEHATAN

UKM

USAHA KESEHATAN MASYARAKAT


setiap kegiatan yang dilakukan oleh
pemerintah dan atau masyarakat serta
dunia usaha untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan serta mencegah
dan menanggulangi timbulnya masalah
kesehatan di masyarakat

UKP

USAHA KESEHATAN PERORANGAN


setiap kegiatan yang dilakukan oleh
pemerintah dan atau masyarakat serta
swasta untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan serta mencegah
dan menyembuhkan penyakit serta
memulihkan kesehatan perorangan

UPAYA KESEHATAN

HUBUNGAN SKD & SKN


Sistem Kesehatan Daerah (Wilujeng, 2006) :
Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya
pemerintah, masyarakat dan sektor swasta di daerah
secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin
tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
SKN sebagai wujud penyelenggaraan kesehatan nasional
terdiri dari keseluruhan sistem kesehatan propinsi (SKP)
dan masing-masing SKP terdiri dari berbagai Sistem
Kesehatan Kabupaten / Kota (SKK) dalam wilayah
propinsi.

ORGANISASI

Luther
Gullick

Organisasi adalah alat saling berhubungan dari satu


satuan kerja yang memberikan kepada seseorang
tempat di dalam struktur dan otoritas (kewenangan)
sehingga pekerjaan dapat dikoordinasikan oleh
perintah atasan kepada bawahan yang menjangkau
ke puncak sampai ke bawahan dan seluruh bidang
usaha

Unsur
pengertian
organisasi

Organisasi merupakan suatu wadah sekelompok


orang
Dalam wadah tersebut terdapat proses kerjasama,
terdapat kedudukan dan tugas yang jelas dari para
anggotanya,
Dibentuk dengan suatu tujuan yang jelas
Bersifat legas aspek atau ikatan hukum / formal

AZAS ORGANISASI

James D.
Money
Warren
Haynes dan
Joseph
Massie

Azas Koordinasi (the

coordination principle)
Azas Hirarki (the scalar
principle)

Azas Kesatuan Komando

(unity of command)

Azas Rentang Kendali


Azas Perkecualian (exception)
Azas Skalar (scalar principle)

AZAS ORGANISASI
LINDALE URWICK

Prinsip tujuan (objectives)


Prinsip spesialisasi
Prinsip koordinasi
Prinsip kewenangan (authority)
Prinsip definisi
Prinsip tanggung jawab
Prinsip penyesuaian (correspondence)
Prinsip keseimbangan (balace)
Prinsip kontinuitas

AZAS ORGANISASI
SONDANG P. SIAGIAN
Ada tujuan yang jelas
Tujuan organisasi harus dipahami setiap anggota
Tujuan organisasi harus diterima setiap anggota
Perumusan tugas pokok dan fungsi secara jelas
Prinsip pembagian habis tugas
Tugas pokok dan fungsi terbagi habis
Prinsip koordinasi, intregasi dan sinkronisasi
Prinsip kontinuitas
Prinsip kesederhanaan
Prinsip fleksibilitas
Prinsip pengelompokan tugas sehomogen mungkin
Kesatuan arah
Kesatuan perintah
Keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab
Distribusi tugas pekerjaan
Pola dasar organisasi relatif permanen

FUNGSI ORGANISASI
Fungsi lini / garis

Fungsi staf

Fungsi lini adalah


fungsi yang erat
kaitannya dengan
pelaksanaan tugas
pokok organisasi
dengan
kewenangan resmi

Fungsi staf adalah


fungsi yang bersifat
menunjang/
membantu
pelaksanaan tugas
pokok/ pencapaian
organisasi

FUNGSI STAF
George R. Terry
Staf spesialis :
Staf Penasihat
Staf penyelenggara
jasa (service staff)
Staff pengawasan
Staf fungsional
Staf Personal :
Staf umum
Asisten staf umum

Hendry Fayol
Staf substantif

James D. Money
Staf Informasi

(Informative staff)

Staf administratif

Staf Penasihat

(Advisory staff)
Staf Pengawasan

(Supervisory Staff)

STRUKTUR ORGANISASI
1
2
3

Struktur lini / organisasi garis


Struktur / organisasi garis dan staf
Struktur / organisasi fungsional
Struktur organisasi panitia (committes

organization)

STRUKTUR / ORGANISASI LINI


Ciri-ciri
Tujuan sederhana
Organisasi kecil
Jumlah karyawan
sedikit
Pimpinan dan sesama
karyawan saling
mengenal dan dapat
berhubungan setiap
hari kerja

STRUKTUR / ORGANISASI LINI & STAF


Ciri-ciri

Organisasi besar dan kompleks


Jumlah karyawan banyak
Daerah kerja luas
Hubungan kerja yang bersifat
langsung tidak mungkin
dilaksanakan
Pimpinan dan sesama karyawan
tidak lagi saling mengenal
Spesialisasi beraneka ragam
Ada 3 (tiga) komponen utama,
yaitu : Pimpinan, Pembantu
Pimpinan (staf) dan pekerja
(karyawan)

STRUKTUR / ORGANISASI FUNGSIONAL


Ciri-ciri
Pembidangan tugas tegas dan
jelas
Pembagian unit organisasi
didasarkan atas fungsi
spesialistis / spesialisasi tugas
Pelaksana bawahan tiap
bidang fungsi tugas ke bawah
umumnya tidak memerlukan
banyak koordinasi
Para direktur fungsional
mempunyai wewenang
komando pada unti
dibawahnya tanpa atas nama
direktur utamanya

STRUKTUR / ORGANISASI PANITIA


Ciri-ciri
Seluruh unsur pimpinan duduk dalam panitia, baik
sebagai ketua atau anggota
Tugas kepemimpinan dilakukan secara kolektif dan
menjadi tanggung jawab kolektif
Semua anggota / pimpinan mempunyai hak, wewenang
dan tanggung jawab yang sama
Para pelaksana dikelompokkan menurut bidang tugas
tertentu yang harus dilaksanakan dalam bentuk task force
(tugas-tugas khusus)
Umumnya tugasnya tertentu dan jangka waktunya
terbatas

5 ELEMEN DASAR ORGANISASI


(HENRY MINZBERG)
Strategic Apex (puncak
strategis)

kesatuan di tingkat puncak organisasi

Operating core (inti


operasional)

pelaksana operasional dasar


organisasi

Middle line
manajer tingkat menengah

Techno structure (staf teknis)


kelompok pembantu pimpinan
organisasi dalam bidang / fungsi
manajemen

Support staff (staf penunjang)


kelompok pembantu pimpinan di
bidang pelayanan penunjang

5 KONFIGURASI STRUKTUR ORGANISASI


(HENRY MINZBERG)
Simple Structure (struktur sederhana)
Terdiri dari dua elemen dasar, yaitu stategic apex dan
operating core
Struktur sederhana, jumlah anggota kecil
Jenis usaha bersifat enterpreneur klasik

Professional Bureaucracy (birokrasi


profesional)
Terdiri dari empat elemen dasar, yaitu stategic apex,
operating core, support staff dan techno structure
Organisasi mengutamakan pelaksanaan kerja ketrampilan
profesional, misalnya fakultas dan rumah sakit

5 KONFIGURASI STRUKTUR ORGANISASI


(HENRY MINZBERG)
Machine Bureaucracy (birokrasi permesinan)
Terdiri dari lima elemen dasar, yaitu stategic apex, middle line,
operating core, support staff dan techno structure
Administrasi besar dan luas, jumlah karyawan banyak, misalnya
industri

Divisionalized Form (organisasi divisional)


Mirip organisasi birokrasi profesional tetapi elemen middle line terbagi
dalam banyak divisi, misalnya divisi wilayah dan divisi produksi

Adocracy (struktur ad hoc)


Pembentukan organisasi ad-hoc sebagai pelaksana suatu tugas
khusus / proyek khusus
Struktur sulit dijelaskan dengan 5 dasar organisasi

STRUKTUR ORGANISASI KHUSUS


STRUKTUR DIVISIONAL

STRUKTUR ORGANISASI KHUSUS


STRUKTUR MATRIKS

DAFTAR PUSTAKA
Adisasmito, Wiku. 2007. Sistem Kesehatan. Jakarta : PT
RajaGrafindo Persada.
Azwar, Azrul. 2010. Pengantar Administrasi Kesehatan. Edisi Ketiga.
Jakarta: Binarupa Aksara.
Hasibuan, Malayu S.P. 2005. Manajemen : Dasar, Pengertian dan
Masalah. Edisi Revisi. Jakarta : Bumi Aksara.
Muninjaya, A.A. Gde. 2004. Manajemen Kesehatan. Jakarta : EGC.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu & Seni.


Jakarta : Rineka Cipta.
Supriyanto, S., Damayanti N.A. 2007. Perencanaan & Evaluasi.
Surabaya : Airlangga University Press.
Wijono, Djoko. 1997. Manajemen Kepemimpinan dan Organisasi
Kesehatan. Surabaya : Airlangga University Press.