Anda di halaman 1dari 15

Tugas individu LK-1

Mengamati dan mengidentifikasi

1. Ayo amati nama nama produk yang ada di gambar


2. Plih minimal lima nama produk sesuai dengan potensi yang ada di daerahmu

Karet
Sagu
Susu Kedelai
Minyak Kayu Putih
Tahu

3. Buatlah pohon industri dari nama produk yang dipilih

Karet

Sagu

Susu Kedelai

Minyak Kayu Putih

Tahu

4. Bagaimana teknologi proses pembuatannya


Karet
Proses pembuatan karet sebagai berikut :
- Penerimaan Lateks Kebun
Tahap awal dalam pengolahan karet adalah penerimaan lateks kebun dari
pohon karet yang telah disadap. Lateks pada mangkuk sadap dikumpulkan
dalam suatu tempat kemudian disaring untuk memisahkan kotoran serta
bagian lateks yang telah mengalami prakoagulasi. Setelah proses
penerimaan selesai, lateks kemudian dialirkan ke dalam bak koagulasi
untuk proses pengenceran dengan air yang bertujuan untuk
menyeragamkan Kadar Karet Kering.
- Pengenceran
Tujuan pengenceran adalah untuk memudahkan penyaringan kotoran
serta menyeragamkan kadar karet kering sehingga cara pengolahan dan
mutunya dapat dijaga tetap. Pengenceran dapat dilakukan dengan
penambahan air yang bersih dan tidak mengandung unsur logam, pH air
antara 5.8-8.0, kesadahan air maks. 6 serta kadar bikarbonat tidak
melebihi 0.03 %. Pengenceran dilakukan hingga KKK mencapai 12-15 %.
Lateks dari tangki penerimaan dialirkan melalui talang dengan terlebih
dahulu disaring menggunakan saringan aluminium Pedoman Teknis
Pengolahan Karet Sit Yang Diasap (Ribbed Smoked Sit). Lateks yang telah
dibekukan dalam bentuk lembaran-lembaran (koagulum).
- Pembekuan
Pembekuan lateks dilakukan di dalam bak koagulasi dengan
menambahkan zat koagulan yang bersifat asam. Pada umunya digunakan

larutan asam format/asam semut atau asam asetat /asam cuka dengan
konsentrasi 1-2% ke dalam lateks dengan dosis 4 ml/kg karet kering Dasar
Pengolahan Karet. Jumlah tersebut dapat diperbesar jika di dalam lateks
telah ditambahkan zat antikoagulan sebelumnya. Penggunaan asam
semut didasarkan pada kemampuannya yang cukup baik dalam
menurunkan pH lateks serta harga yang cukup terjangkau bagi petani
karet dibandingkan bahan koagulan asam lainnya. Tujuan dari
penambahan asam adalah untuk menurunkan pH lateks pada titik
isoelektriknya sehingga lateks akan membeku atau berkoagulasi, yaitu
pada pH antara 4.5-4.7. Asam dalam hal ini ion H+ akan bereaksi dengan
ion OH- pada protein dan senyawa lainnya untuk menetralkan muatan
listrik sehingga terjadi koagulasi pada lateks.
Penambahan larutan asam diikuti dengan pengadukan agar tercampur ke
dalam lateks secara merata serta membantu mempercepat proses
pembekuan. Pengadukan dilakukan dengan 6-10 kali maju dan mundur
secara perlahan untuk mencegah terbentuknya gelembung udara yang
dapat mempegaruhi mutu sit yang dihasilkan. Kecepatan penggumpalan
dapat diatur dengan mengubah perbandingan lateks, air dan asam
sehingga diperoleh hasil bekuan atau disebut juga koagulum yang bersih
dan kuat. Lateks akan membeku setelah 40 menit. Proses selanjutnya
ialah pemasangan plat penyekat yang berfungsi untuk membentuk
koagulum dalam lembaran yang seragam.

Sagu
Proses pembuatan sagu sebagai berikut :
Melakukan Pengolahan Sagu tidak semudah yang dibayangkan dalam proses
mengestrak pati dari Pohon sagu membutuhkan waktu yang cukup lama sehinnga
dapat menguras banyak tenaga. Proses ini sering dilakukan secara manual. Hal yang
pertama dilakukan pada saat berada di lokasi adalah membuat bascamp yang berguna
sebagai tempat pengolahan, kemudian membuat bak penampungan pati sagu kira-kira
ukurannya 3x4 m yang terbuat dari terpal yang didesain mejadi seperti kolam tempat
penampungan air sagu yang berfungsi sebagai tempat pengendapan air sagu.
Lokasi Pembuatan Tempat Mengestrak Pohon Sagu yang akan diolah harus dekat
dengan sumber Air/Sungai. Langkah selanjutnya melakukan penebangan pohon sagu
yang dinilai sudah layak untuk dipanen atau produktif. Setelah itu lakukan
pengupasan mengunakan parang atau linggis. Kulit pohon sagu yang dikupas kira-kira
setebal 2 Cm agar bagian dalam batang yang lunak akan dapat diambil. Proses ini
membutuhkan waktu kira-kira 2 jam. Kemudian isi batang sagu yang telah dikupas di
parut mengunakan mesin pemarut.
Hasil Dari Parutan Tadi kemudian dibawa ke tempat pengolahan untuk di eksrak
yang serbuknya dimasukan kedalam sebuah saringan kemudian disiram dengan air
dan diinjak-injak agar sarinya keluar. Air tersebut kemudian ditampung dibak dan
ampasnya dibuang setelah seluruh sarinya dianggap telah habis
Setelah Itu Air yang berada dibak disimpan selama 1 Hari. Air yang ada dibak
tersebut dibuang maka tinggallah endapan dari pati sagu berwarna putih. Itulah yang
dinamakan sagu.
Susu Kedelai
Proses pembuatan susu kedelai :
1. Siapkan terlebih dahulu peralatan yang mau digunakan

2. Pilihlah kedelai yang bermutu baik, bersihkan dari kotoran, dan cuci dengan air
bersih.
3. Setelah bersih, kedelai direbus selama kurang lebih 15 menit, lalu direndam
dengan air jernih selama12 jam (semalam).
4. Setelah direndam semalam, kedelai dicuci kembali dengan air bersih sambil
diremas-remasagar kulit arinya terkelupas. Setelah semua kedelai bersih dari
kulitnya, kemudian kedelai dihancurkan sampai halus dengan penggiling (blender)
sambil ditambahkan airsedikit demi sedikit.
5. Kedelai yang sudah halus dicampur dengan air panas secukupnya dan diaduk
sampai rata, lalu disaringdengan kain saring untuk memperoleh filtratnya.
6. Filtrat yang diperoleh ditambah bahan kimia NaP04, gula pasir, dan perasa, lalu
disaring dan dipanaskan kembali (suhu 80 derajat Celcius), tetapi jangan sampai
mendidih. Selama pemanasan filtrat diaduk sampai rata, selain berguna untuk
melarutkan gula juga mencegah agar filtrat tidakmendidih.
7. Setelah dirasa bau kedelai telah hilang dan tergantikan dengan bau perasa, maka
susu kedelai dapat dimasukkan ke dalam botol yang sudah disterilkan
sebelumnya.Kemudian botol-botol yang berisi susu ini dimasukkan ke dalam
panci yang berisikan airmendidih selama 10 - 15 menit, hingga suhu dalam botol
mencapai 70 - 80 derajat Celcius. Pemanasan ini berguna untuk mengeluarkan
udara (exhausting), setelah itu botol ditutup rapat dengan menggunakan alat
penutup botol.
8. Selanjutnya, botol dimasukkan dalam panci yang berisi air mendidih selama + 15
menit, kondisi botol harus terendam seluruhnya. Kemudian botol diangkat dan
didinginkan pada suhu ruang. Susu kedelai siap diminum.
Minyak Kayu Putih
Pengolahan daun kayu putih dimaksudkan untuk mengekstrak minyak kayu putih
yang ada pada daun tanaman ini. Proses produksi dalam pembuatan minyak kayu
putih diawali dengan pemetikan daun kayu putih. Dalam proses pemetikan ada 2
macam cara, yaitu:
1. Pemetikan sistem rimbas, yaitu tegakan pohon kayu putih yang berumur 5 tahun
ke atas,dengan ketinggian 5 meter, daunnya dipangkas. Satu tahun berikutnya, setelah
tanaman kayu putih sudah mempunyai daun yang lebat, kemudian bisa dilakukan
perimbasan lagi.
2. Pemetikan sistem urut, yaitu dengan cara dipotong dengan menggunakan alat
(arit) khusus untuk daun-daun yang sudah cukup umur. Cara ini menjadi kurang
praktis, karena pemetik harus memilih daun satu per satu.

Pemetikan dilakukan pada awal musim kemarau, pada saat sudah tidak banyak turun
hujan sehingga tidak mengganggu pekerjaan pemetikan daun. Di samping itu, jika
pemetikan dilakukan pada awal musim kemarau, pada akhir musim hujan (awal
musim kemarau) tiap tanaman telah menumbuhkan daun dalam jumlah yang
cukup banyak. Dengan demikian, pemetikan atau pengambilan daun-daun kayu putih
dapat dilakukan sekali dalam satu tahun, jika pertumbuhan tanaman subur. Setelah
pemetikan daun, daun kayu putih yang siap untuk disuling disimpan terlebih
dahulu.
Penyimpanan dilakukan dengan menebarkan daun di lantai yang kering dan memiliki
ketinggian sekitar 20cm, dengan kondisi suhu kamar dan sirkulasi udara terbatas.
Dalam penyimpanan ini, daun-daun tidak boleh disimpan dalam karung karena
akan mengakibatkan minyak yang dihasilkan berbau apeg dan kadar sineol dalam
minyak rendah. Penyimpanan daun dilakukan maksimal selama satu minggu.
Kerusakan minyak kayu putih akibat penyimpanan terutama terjadi karena proses
hidrolisis dan pendamaran komponen-komponen yang terdapat dalam daun.
Pengaruh hidrolisis ini dapat dicegah dengan menyimpan daun di tempat yang
kering dengan sirkulasi udara sekecil mungkin. Sedangkan pengaruh pendamaran
dapat diminimalkan dengan mempersingkat waktu penyimpanan dan menurunkan
suhu penyimpanan.
Dalam proses selanjutnya, daun kayu putih masuk dalam proses pembuatan
minyak kayu putih. Proses penyulingan minyak kayu putih ini terbagi dalam 3 tahap,
yaitu:
1. Pembuatan Uap
Alat-alat yang digunakan pada pembuatan uap sebagai pensuplai uap panas antara
lain:
a) Boiler berfungsi untuk memproduksi uap yang akan digunakan untuk mendestilasi
minyak kayu putih dari daun kayu putih pada bak daun yang dihasilkan air yang
berasal dari water softener yang dimasukkan ke dalam boiler dengan pompa. Pada
boiler dilengkapi dengan panel automatic, yang berfungsi sebagai pengontrol boiler
agar aman dan berfungsi dengan baik. Panel automatic juga berfungsi mengontrol
boiler untuk berhubungan dengan kipas penghisap asap keluar, pompa pengisi air
boiler dan pompa water softener.
b) Ruang Bakar Berfungsi sebagai tempat pembakaran bahan bakar dari daun
bekas masak kayu putih (bricket) dan sebagai tempat pemanasan air awal yang
dihubungkan dengan boiler. Konstruksi dinding api dari pipa-pipa uap yang
melengkung dan menjadi satu di atas dengan pipa uap diameter 10 dan
digabungkan dengan uap yang terbentuk di boiler. Lantai ruang bakar terbuat dari

semen tahan api dan berlubang-lubang untuk pemasukan udara segar dari luar yang
dihisap oleh exhaust fan.
c) Exhaust Fan Berfungsi menghisap udara panas yang telah dipakai untuk
memanasi ruang bakar dari ketel uap dan memasukkan udara segar ke dalam ruang
bakar untuk kemudian dihembuskan ke cycloon.
d) Cycloon Berfungsi memisahkan debu yang terhisap dari boiler oleh exhaust fan
agar tidak keluar ke udara bebas.
e) Chimney Berfungsi mengalirkan asap pembakaran ke udara. Sedangkan untuk
pengumpan air digunakan alat-alat sebagai berikut.
a) Pompa feeding water Berfungsi memompa air untuk masuk ke dalam boiler secara
otomatis dari tangki air umpan yang telah dilunakkan dalam tangki water
softener.
b) Water softener Berfungsi melunakkan air yang masuk ke dalam boiler dari
kadar kapur, agar tidak mudah membentuk lapisan kapur yang menempel di bagian
dalam boiler.
c) Feed pump water softener Berfungsi memompa air yang akan dilakukan ke dalam
water softener dari bak air.
d) Feed tank Berfungsi menyimpan air yang sudah dilewatkan water softener dan
sudah lunak untuk dipompa masuk ke dalam boiler.
2. Penguapan Daun
Alat-alat yang digunakan pada penguapan atau pemasakan daun adalah sebagai
berikut:
a) Bak Daun
Berfungsi sebagai wadah untuk keranjang yang berisi daun kayu putih yang akan
diberi uap panas dari ketel uap. Kapasitas bak adalah 1.500 kg. Jumlah bak daun di
pabrik ini ada 2 unit.
b) Keranjang Daun
Berfungsi untuk tempat daun kayu putih yang akan dimasak / diuapi dalam bak daun,
sehingga mudah untuk dimasukkan dan dikeluarkan. Kapasitas keranjang adalah
1.250 kg daun kayu putih. Jumlahnya 2 unit.
c) Hoist Crane

Berfungsi untuk memasukkan dan mengangkat keranjang daun dari bak daun yang
akan dan telah selesai dimasak. Kapasitas daya angkat 1 ton, sedang jumlahnya 1
buah.
3. Pendinginan dan Pemisahan Minyak dengan Air
Alat-alat yang digunakan pada proses pendinginan uap minyak daun kayu putih,
antara lain adalah:
a. Condensor
Berfungsi mengembunkan uap minyak air dan uap air yang keluar dari ketel uap
untuk dijadikan cairan dengan cara didinginkan.
b. Pompa air condensor
Berfungsi memompa air pendingin dari bak air pendingin untuk dipompa masuk
ke dalam condensor dan keluar lagi menuji cooling tower.
c. Cooling tower
Berfungsi mendinginkan air dari bak air yang akan dialirkan melalui condensor, dari
suhu 1040F (400C) menjadi 920F (330C). Sedangkan untuk memisahkan air dengan
minyak kayu putih, alat-alat yang digunakan adalah sebagai berikut:
a) Separator
Berfungsi memisahkan minyak kayu putih dari air yang keluar bersamaan dari
kondensor dengan menggunakan sistem gravitasi. Air akan keluar dari bagian
bawah dan langsung dibuang ke sungai, sedangkan minyak kayu putih
akan
keluar bagian atas. Proses pemisahan ini dikontrol melalui kaca
pengamat.
b) Tangki penampung minyak kayu putih
Berfungsi menampung minyak kayu putih dari separator. Kapasitas 200 liter.
Tahu
Proses pembuatan tahu :
1. Pembersihan Kedelai
Langkah pertama yaitu membersihkan kedelai dari segala macam kotoran yang menempel
menggunakan air bersih. Sebaiknya pencucian ini dilakukan dengan menggunakan air yang
mengalir agar kotorannya ikut mengalir bersama airnya. Lakukanlah pencucian kedelai untuk

tahu dengan berulang-ulang sampai 3-4 kali agar benar-benar bersih dan higienis. Hal ini
untuk meminimalisir adanya kuman dan bakteri yang masih tetap tinggal di kedelai.
2. Pengelupasan kulit Kedelai dan Menghaluskan
Setelah kedelai dicuci bersih kemudian kulit ari atau kulit tipis yang ada di kedelai dikelupas
menggunakan alat khusus yang masih tradisional untuk mengelupasnya. Setelah semua kulit
pada kedelai terkelupas, tinggal menggilingnya atau menumbuknya hingga halus. Hal ini
dilakukan agar tahu yang lembut dan lezat dapat dibuat dengan sempurna.
3. Pemasakan
Tahap yang ketiga merupakan tahap pemasakan. Pada tahap ini kedelai yang telah dihaluskan
tadi dimasukkan ke dalam wadah besar untuk dimasak sampai matang. Cara memasaknya
juga bukan menggunakan kompor gas atau minyak, tapi menggunakan tungku tradisional
dengan kayu sebagai pembakarnya. Hal ini akan membuat rasa tahu menjadi lebih nikmat.
4. Penyaringan
Pada tahap ini setelah tahu dimasak dengan menggunakan air sampai mendidih tadi telah
masak, saatnya ke proses penyaringan. Saringlah kedelai yang telah menjadi seperti bubur
tadi dengan menggunakan air asam sambil terus diaduk secara perlahan. Lakukan cara ini
hingga bubur kedelai tadi menjadi menggumpal.
5. Pemisahan Air
Setelah dilakukan tahap penyaringan dan mengalami proses penggumpalan, saatnya Anda
dapat mencetak tahu sesuai ukuran Anda. Tapi sebelum mencetaknya Anda perlu
memisahkan air asam yang ada pada tahu dengan bubur kedelai yang telah menggumpal.
Setelah itu, baru dapat mencetak tahu sesuai selera.
6. Proses Mencetak Tahu
Dalam proses pencetakan tahu ini, memerlukan alat berupa saringan tahu yang berupa kain
tipis dan kemudian di press. Proses ini dilakukan dengan menggunakan bantuan alat tersebut
agar tahu yang dihasilkan menjadi lebih padat dan juga sesuai dan sama bentuk tahu antara
satu dengan yang lainnya.
7. Proses Perebusan
Tahu yang telah selesai dicetak selanjutnya masuk ke tahap atau proses berikutnya yaitu
proses perebusan. Proses ini dilakukan agar tahu yang dicetak akan lebih padat dan kenyal
serta tahan lama. Dalam proses perebusan, ada dua pilihan pewarnaan. Tahu dapat dibiarkan
putih atau kuning. Jika tahu kuning, maka perlu ditambahkan bubuk kunyit saat proses
perebusan ini.
5. Inovasi teknologi tepat guna apa yang dapat dikembangkan dalam proses
produksinya

Karet

Dalam produksi karet dapat dikembangkan menjadi beberapa inovasi seperti banyak
benda yang terbuat dari karet, misalnya sandal, ban, karet gelang, dan lain lain
Sagu
Sagu dapat diolah menjadi Sinoggi, Papeda atau Kapurung. Untuk prosesnya terlebih
dahulu endapkan dengan air secukupnya agar sagu tersebut terlepas dari kotorannya.
Kemudian disriram dengan air mendidih dan secara bersamaan diaduk. Maka hasil
oleh sagu tersebut siap untuk disajikan dengan sayur sayuran, ikan, ayam, dan lain
lain.
Susu Kedelai
Proses pembuatan susu kedelai sangat panjang dan memerlukan waktu banyak seperti
pemilihan kedelai yang baik dan bagus, perendaman kedelai, pencucian dan
pengupasan, penggilingan, pemanasan,penyaringan dan peremasan, Sarinya di
panaskan lagi, pengemasan. Susu kedelai yang sudah jadi bisa langsung diminum dan
dijadikan sebagai pengganti susu sapi bagi mempunyai alergi protein susu sapi.
Minyak Kayu Putih
Proses pembuatan minyak kayu putih memelukan waktu yang panjang dimulai dari
pemetikan daun kayu putih, pengisian daun ke ketel, penyulingan, memisahkan air
dengan minyaknya, penyaringan kotoran. Minyak kayu putih yang sudah jadi
dijadikan sebagai obat oles yang sudah sering dipakai oleh masyarakat sampai saat
ini.
Tahu
Dalam produksi tahu dapat digunakan beberapa inovasi menjadi makanan yang
didasarkan pada bahan tahu, yaitu tahu crispy, kripik tahu, dan lain lain.

6. Ayo, uraikan gagasan kamu dalam lembar laporan

Tugas Kelompok LK-2


Observasi
1.
2.
3.
4.

Amati lingkungan di daerahmu.


Catatlah aneka jenis penggunaan teknologi tepat guna.
Tuliskan manfaatnya
Ungkapkan perasaan yang timbul dengan adanya teknologi tepat guna di
Negara Indonesia
5. Apa rencana selanjutnya setelah kamu mengetahui berbagai bentuk
teknologi tepat guna

Lembar Kerja

Nama Kelompok : NO NAME


Nama Anggota

Maria Fransiska / 20
Ayu Dwi Ramadhani / 31
Kelas

: XI IPA 1

Identifikasi ragam karya inovasi teknologi tepat guna


Nama karya
Kompor energi surya dari payung bekas

Pemeras santan kelapa

Alat perontok padi

Alat pemotong padi

Keterangan
Alat ini terdiri atas payung bekas yang
dilapisi aluminium bekas, penyalur energi
dan kompor listrik. Alat ini digunakan untuk
pengganti kompor gas yang sering digunakan
oleh masyarakat. Payung bekas tersebut
digunakan sebagai reflektor radiasi matahari.
Energi yang dipancarkan matahari masuk ke
payung bekas berpindah ke kompor listrik.
Alat sederhana ini terdiri dari silinder untuk
menampung parutan kelapa yang akan
diperas dan ulir pres. Prisip kerja alat ini
memanfaatkan tenaga dari pres ulir untuk
mengeluarkan santan dari parutan kelapa.
Alat ini bisa dibuat dengan material silinder
besi, besi siku dan baut besar.
Alat ini terdiri dari silinder yang dipasangi
gigi gigi perontong gabah, rumah atau
kerangka perontok gabah, pedal atau papan
injak sebagai penggerak.Cara kerja alat ini
sangat sederhana, silinder tersebut berputar
digerakan dengan pedal dan petani
memegang batang jerami dan memasukkan
nya sampai padi rontok semua.
Penggunaannya mirip dengan pembajak
sawah atau hand traktor. Mesin ini dijalankan
dengan tenaga mesin diesel dan dilengkapi
oleh pisau potong untuk memotong batang
padi. Mesin ini juga dilengkapi dengan mesin
pemutar untuk merontokkan padi menjadi

gabah. Setelah itu, gabah yang dihasilkan


langsung masuk ke dalam karung yang sudah
disiapkan.

Kesimpulan :
Di berbagai negara di dunia sudah memanfaatkan teknologi tepat guna karena
adanya bahan yang ada disekitarnya bisa digunakan sebagai alat teknologi tepat
guna untuk mempermudah pekerjaan mereka. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
teknologi tepat guna sangat berguna bagi manusia dalam kegiatan mereka sehari
hari. Bukan hanya digunakan untuk mempermudah pekerjaan saja, teknologi
tepat guna bisa memacu kreatifitas dan inovatif pembuatnya untuk terus
berkarya menciptakan teknologi tepat guna lainnya.

Tugas individu LK-1


Mengamati dan mengidentifikasi

Nama

: Ayu Dwi Ramadhani

Kelas

: XI IPA 1

No. Absen : 31

Tugas Kelompok LK-2


Observasi

Nama Kelompok :
Maria Fransiska / 20
Ayu Dwi Ramadhani / 31
Kelas

: XI IPA 1