Anda di halaman 1dari 2

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Herpes zoster (HZ) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh reaktivasi
virus varisela zoster (VVZ) yang laten berdiam terutama dalam sel neuronal dan
kadang- kadang di dalam sel satelit ganglion radiks dorsalis dan ganglion sensorik
saraf cranial.menyebar ke dermatom atau jaringan saraf yang sesuai dengan
segmen yang dipersarafinya.(Leung and Barankin, 2015).
Faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan reaktivasi adalah: pajanan Virus
Varisela zoster sebelumnya (cacar air, vaksinasi), usia lebih dari 50 tahun, keadaan
imunokompromais, obat-obatan imunosupresif, HIV/AIDS, transplantasi
sumsum tulang atau organ, keganasan, terapi steroid jangka panjang, stres
psikologis, trauma dan tindakan pembedaan.(KSHI, 2014)
Insiden herpes zoster diperkirakan 10-20% dari populasi. Mayoritas kasus
terjadi pada orang tua, Tidak terpengaruh oleh jenis kelamin. Infeksi ini jarang
terjadi

pada orang Afrika-Amerika dari populasi kulit

putih, sebagaimana

dibuktikan oleh sebuah studi di North Carolina. Sekitar 4% dari pasien yang
terkena

herpes zoster akan mengalami kekambuhan. seperti individu dengan

immunocompromised, penerima transplantasi, pasien yang terinfeksi HIV, dan


pasien yang menerima steroid jangka panjang, berada pada risiko lebih tinggi
terkena herpes zoster daripada populasi umum.( Leung and Barankin, 2015)
Kejadian HZ meningkat secara dramatis seiring dengan bertambahnya
usia. Kirakira 30% populasi (1 dari 3 orang) akan mengalami HZ selama masa
hidupnya, bahkan pada usia 85 tahun, 50 % (1 dari 2 orang) akan mengalami HZ.

Insidens HZ pada anak-anak 0.74 per 1000 orang per tahun. Insidens ini
meningkat menjadi 2,5 per 1000 orang di usia 20-50 tahun (adult age), 7 per 1000
orang di usia lebih dari 60 tahun (older adult age) dan mencapai 10 per 1000
orang per tahun di usia80 tahun. ( KSHI, 2014)
Lebih dari 53% dokter mendapat kesulitan dalam mendiagnosis HZ
sebelum muncul erupsi kulit (prodromal), sehingga memperlambat pengobatan
HZ. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan pengetahuan tentang diagnosis
dini pada primary health care (Puskesmas). Perlu memberi informasi dan edukasi
kepada pasien tentang penyakit HZ dan komplikasinya sehingga dapat berobat ke
dokter sedini mungkin. Melihat berbagai permasalahan tersebut di atas, diperlukan
diagnosis yang cepat dan pengobatan yang efektif, aman, dan tepat waktu, untuk
menghilangkan nyeri pada fase akut dan mencegah komplikasi yang dapat terjadi.
(KSHI, 2014)
Tujuan penulisan referat ini adalah untuk mengetahui tentang etiologi,
epidemiologi, patofisiologi, gambaran klinis, diagnosis, diagnosis banding,
komplikasi dan penatalaksanaan dan pencegahan Herpes Zoster.