Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Assalamu alaikum wr. Wb.


Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Karena berkat
limpahan rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul
Lipid. Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Farmakognosi II.
Makalah ini terdiri atas 3 bab, dimana bab I merupakan pendahuluan yang
berisikan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan. Bab II merupakan
pembahasan mengenai lipid. Bab III merupakan penutup yaitu kesimpulan dan
juga saran.
Dalam pembuatan makalah ini, masih banyak ditemui kekurangan.
Sehingga, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb.

Kendari,

Maret 2014

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
A.

LATAR BELAKANG...............................................................................1

B.

RUMUSAN MASALAH..........................................................................2

C.

TUJUAN...................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................3
A.

DEFINISI..................................................................................................3

B.

SIFAT-SIFAT LEMAK..............................................................................4

C.

CONTOH SIMPLISIA LIPID...................................................................5

D.

BIOSINTESIS.........................................................................................10

E.

MANFAAT LIPID...................................................................................10

BAB III PENUTUP...............................................................................................12


A.

KESIMPULAN.......................................................................................12

B.

SARAN...................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................13

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Lemak merupakan senyawa organik yang hanya bisa larut dalam
pelarut non polar, misalnya alkohol, eter, kloroform dan aseton. Lipida
memiliki beberapa fungsi utama, misalnya sebagai cadangan makanan
( energi ) utama misalnya triasilgliserol, sebagai penyusun struktur membran
misalnya phospholipidas yang merupakan penyusun utama membran sel.
Perbedaan utama antara lemak, minyak lemak dengan malam adalah
tipe alkoholnya, yaitu alkohol minyak dan minyak lemak adalah gliserol,
sedangkan malam adalah setilalkohol. Di alam, lemak ada yang berasal dari
tumbuhan (misal minyak wijen, minyak kacang) atau hewan (lemak sapi);
sedangkan malam berasal dari tumbuhan dan juga hewan.
Banyak senyawa yang tergolong lipida, beberapa lipida berfungsi
sebagai

vitamin(misalnya

vitamin

E) ,

beberapa

peran

sebagai

hormon steroid dan prostagladin, dan dapat pula berperan sebagai lipida
gabungan, misalnya lipoprotein, yang memiliki fungsi khusus dalam tubuh
organisme. Lemak juga dapat digunakan dalam bidang industri, farmasi dan
nutrisi.
Berbeda dengan protein, asam nukleat, dan polisakarida, lipida
bukana merupakan senyawa polimer. Senyawa yang tergolong lipida dilihat
dari strukturnya yang khas: memiliki kepala yang bersifat polar dan ekor

hidrokarbon yang bersifat nonpolar. Dalam suatu larutan, kepala yang bersifat
polardapat berasosiasi dgn air, sehingga dapat membentuk senyawa amfipatik.
B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah :
1.
2.
3.
4.
5.

Apa yang dimaksud dengan lipid atau lemak?


Apa saja yang menjadi sifat-sifat lemak?
Bagaimana cara bosintesis lemak?
Apa contoh simplisia yang mengandung lipid ?
Apa manfaat lipid dalam kehiduan sehari-hari?

C. TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk mengetahui definisi tentang lipid atau lemak.


Untuk mengetahui hal-hal yang menjadi sifat-sifat lemak.
Untuk mengetahui cara biosintesis lemak.
Untuk mengetahui contoh simplisia yang mengandung lipid.
Untuk mengetahui manfaat lipid dalam kehiduan sehari-hari.

BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI
Lemak merupakan senyawa organik yang hanya bisa larut dalam
pelarut non polar, misalnya alkohol, eter, kloroform dan aseton. Lipida
memiliki beberapa fungsi utama, misalnya sebagai cadangan makanan ( energi
) utama misalnya triasilgliserol, sebagai penyusun struktur membran misalnya
phospholipidas yang merupakan penyusun utama membran sel.
Perbedaan utama antara lemak, minyak lemak dengan malam adalah
tipe alkoholnya, yaitu alkohol minyak dan minyak lemak adalah gliserol,
sedangkan malam adalah setilalkohol. Di alam, lemak ada yang berasal dari
tumbuhan (misal minyak wijen, minyak kacang) atau hewan (lemak sapi);
sedangkan malam berasal dari tumbuhan dan juga hewan.
Lipid sebagai metabolit yang terdapat pada tumbuhan digunakan
sebagai cadangan makanan khususnya pada buah (bagian perikarpium) dan
paling banyak pada biji, contohnya biji kapok, Oleum Lini, Oleum Sesami,
dan Oleum Cocos. Pada hewan dan manusia digunakan sebagai cadangan
makanan yang terdapat di bawah kulit pada organ-organ sebelah dalam,
jaringan-jaringan otot, serta jaringan-jaringan aktif seperti otak dan hati, pada
fungi misalnya ergot, lipid juga digunakan sebagai cadangan makanan.

B. SIFAT-SIFAT LEMAK
Lemak atau lipid mempunyai sifat-sifat khas baik secara fisik maupun
kimia. Hal-hal yang menjadi sifat-sifat dari lemak yaitu sebagai berikut.
1. Warna : Minyak lemak dan lemak umumnya berwarna pucat, berwarna
kuning karena mengandung pigmen Karotenoid. Juga dapat berwarna
Jingga (Dalam bentuk padatannya). Apabila minyak dihidrogenasi maka
akan terjadi hidrogenasi pada pigmen yang dikandungnya, sehingga terjadi
pengurangan warna pada minyak tersebut.
2. Bau : Berbau Wangi disebabkan adanya senyawa Nonyl Metil Keton (pada
minyak kelapa) & -ionon (pada minyak kelapa sawit). adanya rantai asam
yang sangat pendek akan menyebabkan kerusakan pada minyak dan akan
mengalami perubahan bau (Tengik)
3. Kelarutan : Tidak larut dalam air kecuali Castor oil, sedikit larut dalam
alkohol, larut dalam eter, karbon disulfida, dan kloroform.
4. Titik Cair : Minyak lemak dapat memadat dan dapat mencair pada batas
temperatur tertentu, ini berguna untuk pengenalan komponen. Namun
keadaan padat cairnya minyak lemak dan lemak tidak tentu, contohnya
Oleum Chaulmogra pada daerah tropis berupa minyak cair, sedangkan
pada daerah sub tropis berbentuk padat. Oleum Olivarum pada suhu
rendah dapat menjadi padat, dan gliserida-gliserida dari asam lemak tidak
jenuh berbentuk cair.

5. Titik didih : Titik didih asam lemak semakin besar sesuai dengan panjang
rantai karbon dari asam lemak penyusunnya.
C. CONTOH SIMPLISIA LIPID
1. Yang Berasal Dari Hewan
Lemak yang berasal dari hewan : dari sapi (Bos taurus; Bovidae)
disebut cowvet untuk makanan; dari domba (Ovis aries; Bovidae) disebut
Adeps lanae untuk dasar salep pelembab; dari hati ikan (Gadus morrhua;
Gadidae) disebut Oleum Iecoris Aselli (cod-liver oil) untuk sumber
vitamin A dan D, serta EPA dan DHA, sedangkan halibut liver oil berasal
dari Hippoglussus vulgaris (Pleumectideae) dengan kegunaan sama
dengan minyak ikan.
2. Yang Berasal dari Tumbuhan
Nama

Tumbuhan

Bagian

Kandunga

Komposis

Kegunaan /

minyak

asal

yang

n minyak asam

lemak

digunaka

(%)

(%)

Oleum

Arachis

n
Biji

45-55%

Oleat (35-72%)

Arachidis

hypogaea

Linoleat

(Minyak

(Leguminosae

43%)

Kacang)

Palmitat

lemak keterangan

(13- emolien,

(7- Minyak

16%)
Stearat (1-7%)
Behenat (1-5%)
Arakidat (13%)

Dasar

makan

Oleum Ricini

Ricinus

Biji

35=55%

Risinoleat (80- Dasar

(Minyak

communis

90%)

emolien,

jarak)

(Euphorbiacea

Oleat (4-9%)

Purgatif,

e)

Linoleat (2-7%)

sabun

Palmitat (2-3%)
Stearat (2-3%)
Oleum cocos

Cocos

Biji

65-68%

Laurat

(Minyak

nucifera

53%)

kelapa)

(Palmae)

Miristat

(43- Sabun,
minyak
(15- makan,

21%)

sampo

Palmitat

(7- Fraksinasi

11%)

minyak

Kaprilat

Oleum

Gossypium

Gossypii

hirsutum

Biji

15-35%

(5- kelapa

10%)

kandungan

Kaprat (5-10%)

utama asam

Oleat (6-8%)

kaprilat dan

Stearat (2-4 %)

kaprat

Linoleat

(untuk diet)
(33- Sabun,

58%)

minyak

(Minyak biji (Malvaceae)

Palmitat

kapas)

29%)

mengandung

Oleat (13-44%)

gosipol (1,1-

(17- untuk injeksi

Stearat (1-4%)
Sterkulat

Oleum

Zea mays

Maydis

(poaceae

(minyak

Graminae)

Embrio

33-39%

jagung)

1,3%)

dan antifertilitas

malvalat

laki-laki

Linoleat

(34- Minyak

62%)

makan,

Oleat (19-50%)

pelengkap

Palmitat

(8- diet, pelarut

19%)

untuk injeksi

Stearat (0-4%)
Oleum

Olea europaea

Olivarum

(Oleaceae)

Buah

15-40%

Oleat (56-85%)
Linoleat

(Minyak

20%)

zaitun)

Palmitat

Minyak

(4- makan, dasar


emolien
(6-

20%)
Oleum Elaeis

Elaeis

Daging

(Minyak

guineensis

buah

sawit)

(Palmae

45-50%

Stearat (1-4%)
Laurat
(40- Sabun,
52%)

Miristat

Arecaceae)

minyak
(14- makan

18%)

Dengan

Oleat (9-16%)

menghidroge

Palmitoleat (6- nasi

dan

10%)

mengfraksi,

Kaprilat (3-6%)

hasilnya

Oleum Soyae

Glycine max

(Minyak

(Leguminosae)

Biji

18-20%

kedelai)

Kaprat (3-5%)

digunakan

Stearat (1-4%)

untuk

Linoleat (1-3%)

supositoria

Linoleat

basis

(44- Minyak

62%)

makan

Oleat (19-30%)

pelengkap

-linoleat

dan

(4- diet

11%)
Palmitat

(7-

14%)
Stearat (1-5%)
Oleum

Sesamum

Biji

44-54%

Sesami

indicum

Linoleat

(Minyak

(Pedaliaceae)

50%)

wijen)

Oleat (35-50%)

Palmitat

Sabun,

(35- minyak
makan,
(7- pelarut

12%)

injeksi

Stearat (4-6%)
Oleum Cacao

Theobroma

Biji

35-50%

Oleat (35%)

Basis

cacao

Stearat (35%)

supositoria,

(Sterculiaceae)

Palmitat (26%)

coklat,

Linoleat (3 %)

cacao butter
berbentuk

Oleat (30%)

padat
Minyak

annuus

Linoleat (60%)

makan

(Compositae)

Palmitat (6,5%)

Oleum

Helianthus

Helianthi
(Minyak

Biji

22-36%

bunga

Stearat (5,5 %)

matahari)

D. BIOSINTESIS

E. MANFAAT LIPID
Bagi manusia atau hewan lipid dalam tubuh mempunyai peranan:
1. Sebagai sumber energi yang terkonsentrasi.
2. Suplai asam-asam lemak esensial.
3. Pengangkut vitamin yang larut dalam lemak.
4. Mempunyai palability (rasa enak) dan satiety (rasa kenyang) seperti beras
ketan.
5. Sebagai isolator dari cuaca dingin.

10

6. Sebagai sumber gizi dan kesehatan


Lipid dalam bidang industri digunakan sebagai bahan dasar
pembuatan margarine, sabun, kosmetik, plastik, pembuatan cat, dan
berbagai produk lainnya. Dalam bidang farmasi minyak lemak dan lemak
digunakan sebagai emolient, emulgator, basis salep, pelarut obat suntik,.
Juga memiliki fungsi terafeutis seperti minyak jarak dan minyak
chalmougra berkhasiat obat pencahar dengan cara merangsang gerakan
peristaltik.

11

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari pembahasan mengenai lipid, dapat disimpulkan bahwa :
1. Lipid atau lemak merupakan senyawa organik yang hanya bisa larut dalam
pelarut non polar, misalnya alkohol, eter, kloroform dan aseton.
2. Sifat-sifat lemak yaitu : mwmiliki warna yang pucat, berbau wangi tetapi
dapat berbau tengik jika bereaksi dengan udara bebas, tidak larut dalam
air, minyak lemak dapat memadat dan dapat mencair pada batas
temperatur tertentu, ini berguna untuk pengenalan komponen, dan titik
didih asam lemak semakin besar sesuai dengan panjang rantai karbon dari
asam lemak penyusunnya.
3.

B. SARAN

12

DAFTAR PUSTAKA
Astawan, M., 2008, Khasiat Warna-Warni Makanan, Penerbit PT Gramedia
Utama, Jakarta.
Gultom, J.U., Heny Y., Almunadi T.P., 2011, Analisis Kualitatif dan Kuantitatif
Asam Lemak Tak Jenuh Omega-3 dari Minyak Ikan Patin (Pangasius
pangasius) dengan Metoda Kromatogra Gas, Jurnal Penelitian Sains Vol.
14 No. 4, Sumatera Selatan.
Kuchel, P., Gregory B.R., 2002, Biochemistry; Schaums Easy Outline, Penerbit
Erlangga, Jakarta.
Sukma, L.N., Zackiyah, Gun G.G., 2010, Rekayasa Asam Lemak Tak Jenuh Pada
Bekatul Dengan Cara Fermentasi Padat Menggunakan Apergillus terreus,
Jurnal Sains Dan Teknologi Kimia, Bandung.

13