Anda di halaman 1dari 7

Daftar Isi

Daftar Isi.........................................................................................................................i
Kehidupan Dalam Berorganisasi...................................................................................1
Daftar Pustaka................................................................................................................6

Kehidupan Dalam Berorganisasi

Di dunia ini seseorang pastilah merasakan dirinya berada dalam sebuah


organisasi, baik dalam lingkup terkecil yaitu organisasi dalam keluarga, maupun
lingkup yang sangat besar yaitu organisasi internasional/dunia. Di dalam organisasi
pasti ada pemimpin dan ada yang dipimpin, seorang pemimpin menurut saya yaitu
orang yang mengatur serta mengelola orang-orang yang dipimpinnya untuk samasama mencapai tujuan bersama(tujuan organisasi) sementara orang yang dipimpin itu
merupakan orang-orang yang membantu seorang pemimpin untuk dapat mencapai
tujuan organisasi yang sebelumnya sudah disepakati bersama. Tapi bagaimana
seorang pemimpin dapat mengelola serta mengatur orang-orang agar dapat mencapai
tujuan dengan efektif dan efisien? Bagaimana seorang pemimpin dapat menempatkan
individu dalam pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan si individu itu sendiri?
Bagaimana kita dapat menentukan kepribadian sesorang sebelum kita menempatkan
orang tersebut dalam tugas yang akan dia emban? Lalu bagaimana dengan etika dan
perilaku sebuah organisasi besar seperti perusahaan pengolah kelapa sawit yang
meraup keuntungan tinggi tapi tidak memperdulikan lingkungan yang terkena
musibah karena keberlangsungan usaha perusahaan tersebut? Mari kita ulas satu
persatu.
Bagaimana seorang pemimpin dapat mengelola serta mengatur orang-orang
agar dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien? Bagaimana seorang pemimpin
dapat menempatkan individu dalam pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan si
individu itu sendiri? Mungkin akan banyak sekali jawaban yang akan keluar dari
kedua pertanyaan diatas, tapi menurut saya kedua pertanyaan ini memiliki hubungan
karena seorang pemimpin dapat mengelola serta mengatur orang-orang agar dapat
mencapai tujuan dengan efektif dan efisien ketika seorang pemimpin tersebut dapat
menempatkan individu dalam pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan si individu
itu sendiri, sehingga disini kita akan menjawab pertanyaan mengenai Bagaimana

seorang pemimpin dapat menempatkan individu dalam pekerjaan yang sesuai dengan
kemampuan si individu itu sendiri? saja. Menurut saya seorang individu dapat
dikatakan pekerja efektif ketika dia tertarik dan senang dengan pekerjaannya dan
selalu ingin memperbaiki caranya dalam bekerja serta dapat bekerja dengan orang
lain (kelompok). Seorang pemimpin yang baik pasti akan mengoptimalkan pekerja
tersebut agar dapat bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan cara menempatkan orang
tersebut tepat pada posisi yang tepat. Oleh sebab itu manajemen berusaha mencari
tenaga kerja yang cocok dengan bidang pekerjaan, kemudian melatih mereka,
memotivasi, mengevaluasi, dan member kompensasi. Kegiatan ini dikenal dengan
istilah Human Resources Management, yang berarti which encompasses all the
tasks involved in acquiring, maintaining, and developing an organizations human
resources (Boove, 2004). Sehingga didapat langkah-langkah yang dapat dilakukan
untuk memastikan bahwa seseorang individu memiliki kemampuan-kemampuan yang
tepat dalam melaksanakan tugas secara memuaskan yaitu:
1. Merencanakan kebutuhan pegawai kelak setelah dia bekerja diperusahaan kita,
diantaranya yaitu mengevaluasi kebutuhan akan karyawan dalam jabatan apa ia
ingin bekerja, lalu bagaimana kualifikasi yang harus ia miliki (analisa jabatan)
2. Mencari tenaga kerja, baik itu rekrutmen sendiri, atau outsourcing
3. Melaksanakan seleksi, bisa melalui tes wawancara atau dapat melakukan usaha
mencocokan tuntutan pekerjaan dengan karakteristik kepribadian ( teori
4.
5.
6.
7.
8.
9.

kecocokan kepribadian-pekerjaan John Holland)


Mengadakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pekerja
Mengadakan mutasi dan promosi
Memberikan kompensasi
Motivasi
Menjaga suasana kerja, komunikasi, hubungan kerja
Membuat organisasi karyawan agar dapat memperhatikan aspirasi para karyawan
Dalam langkah-langkah diatas yang akan kita bahas selanjutnya yaitu pada

langkah ketiga, mencocokan tuntutan pekerjaan dengan karakteristik kepribadian,


Bagaimana kita dapat menentukan kepribadian sesorang sebelum kita menempatkan
orang tersebut dalam tugas yang akan dia emban? Sebelum kita membahas jawaban

dari pertanyaan itu, kita akan membahas apa yang dimaksud dengan kepribadian, dan
ada teori yang mengatakan bahwa keturunan menentukan kepribadian apakah teori
itu sepenuhnya benar? Kepribadian merupakan terjemahan dari bahasa Inggris
personality. Kata personality berasal dari bahasa Latin persona yang berarti topeng
yang digunakan oleh para actor dalam suatu permainan atatu pertunjukan. Menurut
Hall & Lindzey dalam buku Teori Kepribadian , kepribadian dapat diartikan sebagai:
(1) keterampilan atau kecakapan sosial (social skill), dan (2) kesan yang paling
menonjol, yang ditunjukkan seseorang terhadap orang lain (seperti seseorang yang
dikesankan sebagai orang yang agresif atau pendiam) untuk menjawab apakah teori
itu sepenuhnya benar? keturunan menentukan kepribadian Menurut Pervin dalam
buku Teori Kepribadian mengemukakan hakikat kepribadian manusia, yaitu sebagai
berikut, Manusia merupakan makhluk yang unik dibandingkan dengan makhluk
(species) lainnya, seperti hewan. Dibandingkan dengan hewan, manusia lebih
bergantung kepada factor psikologis, dan kurang bergantung kepada factor biologis.
Manusia memiliki kemampuan berpikir konseptual, dan berkomunikasi dengan
menggunakan simbol-simbol, sedangkan hewan tidak memilikinya. Namun dalam hal
kematangan manusia lebih lambat dibandingkan dengan hewan. Dari teori diatas
dapat dikatakan bahwa kepribadian manusia terdiri dari 2 faktor yaitu: factor
hereditas (genetika) dan factor lingkungan, factor hereditas mungkin mempunyai
andil besar terhadapat pembentukan kepribadian seseorang akan tetapi seiring
berjalannya waktu lambat laun kepribadian itu akan mengalami pengembangan
karena factor lingkungan yang menyebabkan perubahan psikologis seseorang juga.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa tidak selamanya keturunan itu menentukan
kepribadian.
Kemudian bagaimana kehidupan berorganisasi sebuah perusahaan yang sudah
besar? Setelah ia mencapai tujuan organisasi tersebut apakah itu dapat dikatakan
cukup? Mari kita lihat permasalahan yang sedang terjadi di Negara kita Indonesia.
Musibah asap yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Menurut media

musibah tersebut terjadi karena lahan-lahan yang terbakar di musim kemarau. Namun
pemilik lahan ternyata adalah para pengusaha yang akan memanfaatkan lahannya
sebagai lahan penanaman sawit yang hasilnya akan digunakan dalam industri minyak
sawit. Dengan demikian musibah asap dapat dihubungkan dengan industri minyak
sawit. Terdapat banyak perusahaan pengolah sawit, umumnya merupakan perusahaan
besar yang menguasai industri dari hulu ke hilir. Perolehan keuntungan yang sudah
diraup perusahaan pengolah sawit sudah melimpah. Namun munculnya musibah asap
dimungkinkan distimulasi salah satunya oleh kepentingan industri minyak sawit
dalam kebutuhan lahan dan kondusif bagi kelangsungan usahanya. Lalu bagaimana
dengan etika dan perilaku sebuah organisasi besar seperti perusahaan pengolah kelapa
sawit tersebut yang meraup keuntungan tinggi tapi tidak memperdulikan lingkungan
yang terkena musibah karena keberlangsungan usaha perusahaannya? Dunia bisnis
hidup ditengah-tengah masyaraka. Kehidupannya tidak bisa lepas dari kehidupan
masyarakat. Oleh sebab itu ada suatu tanggung jawab yang harus dipikul oleh
pebisnis. Dalam decade terakhir ini dapat kita lihat merosotnya tanggung jawab sosial
di kalangan pebisnis, masalahnya ialah tidak ada hukuman yang tegas terhadap
pelanggaran etika tersebut, karena etika hanya ada dalam hati nurani seseorang,
berbeda dengan aturan hokum yang mempunyai unsure paksaan. Menurut Schoell
dalam buku Pengantar Bisnis mengemukakan bahwa etik ialah suatu studi mengenai
yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan seseorang. Keputusan
etik ialah suatu hal yang benar mengenai perilaku standar. Etika bisnis kadangkadang disebut pula etika manajemen ialah penerapan standar moral ke dalam
kegiatan bisnis. Etika bisnis mencakup hubungan antara perusahaan dengan orangorang menginvestasikan uangnya dalam perusahaan, dengan konsumen, pegawai,
kreditur, saingan dan sebagainya. Orang-orang bisnis diharapkan bertindak secara etis
dalam berbagai aktivitasnya di masyarakat. Harus ada etik dalam menggunakan
sumber daya yang terbatas di masyarakat dan apa akibat dari pemakaian sumber daya
tersebut, apa akibat dari proses produksi yang dilakukan? Tapi lihatlah dengan yang
terjadi di Indonesia sekarang, perusahaan pengolah sawit tersebut hanya focus pada
4

tujuan organisasi dan mengenyampingkan dampak dari pemakaian sumber daya yang
ada, ketika etika bisnis mereka tidak memiliki standar yang tinggi inilah yang terjadi,
musibah asap yang tiada henti-hentinya meresahkan masyarakat, baik yang terkena
dampak langsung maupun yang tidak. Seharusnya pemerintah turun tangan untuk
menyelesaikan masalah ini dengan memaksakan berlakunya etika dalam bisnis. Jika
kita ingin menjawab permasalahan ini maka jawabannya adalah pelaksanaan etika
bisnis dengan standar yang tinggi di masyarakat serta perilaku organisasi perusahaan
itu harus diubah oleh manajernya, manajer disini harus bertindak dalam menciptakan
iklim yang sehat secara etis untuk para pekerja bahkan, jajaran manajer itu sendiri,
hal ini dapat dilakukan dengan diadakannya seminar, workshop, dan program
pelatihan lainnya untuk mencoba meningkatkan perilaku etis.
Kehidupan dalam berorganisasi tidak hanya dalam lingkup intern saja tapi ada
pihak-pihak ekstern lainnya yang harus diperhatikan. Bukan hanya tujuan organisasi
saja yang harus dicapai dengan efektif dan efisien akan tetapi kestabilan lingkungan
pun tetap harus kita jaga, karena keberlangsungan hidup sebuah perusahaan tidak
akan ada artinya jika tidak ada kehidupan yang baik berlangsung di masyarakat.

Daftar Pustaka
Alma, Buchari.2014. Pengantar Bisnis. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Robins, Stephen P. 2015.Perilaku Organisasi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Yusuf, Syamsu, Juntika Nurihsan.2008. Teori Kepribadian. Bandung: Sekolah Pasca
Sarjana UPI dan PT Remaja Rosdakarya