Anda di halaman 1dari 5

KAJIAN ALIH KEPEMILIKAN AKADEMI KEPERAWATAN MADIUN

(AKADEMI KEPERAWATAN Dr.SOEDONO MADIUN)

Akademi Keperawatan Madiun (Akademi Keperawatan dr.Soedono Madiun red. Ijin


operasional Kemendikbud RI) merupakan UPT Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur adalah
Pendidikan Tinggi Kesehatan/Diploma Bidang Kesehatan milik Pemerintah daerah yang
merupakan hasil konversi dari Sekolah Perawat Kesehatan yang setingkat dengan SLTA sejak
tahun 1996, hal tersebut didasari oleh terbitnya Undang-undang Kesehatan yang mewajibkan
tenaga kesehatan minimal berpendidikan Diploma III. Dengan dasar hukumnya Surat Keputusan
Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 1987 tentang
Pendidikan Diploma III Kesehatan yang diselenggarakn oleh Pemerintah Daerah.
Tahun 2012 Perijinan dan Pembinaan Akademik Pendidikan Diploma III Bidang kesehatan
dialihkan dari Kementerian Kesehatan kepada Kementerian Pendidikan Nasional sesuai dengan
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, No : 354/E/O/2012 tahun
2012 tanggal 10 Oktober 2012 tentang Alih Bina Penyelenggaraan Program Studi pada akademi
yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dari Kementerian Kesehatan kepada Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Permasalahannya adalah dengan terbitnya Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi,
Undang-undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah daerah, Peraturan Pemerintah No 38
Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah
Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 2007
tentang Organisasi Perangkat Daerah, Peraturan Pemerintah No 14 tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, dimana Pemerintah
Daerah tidak memfasilitasi penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Diploma Bidang Kesehatan.
Secara de Facto Pendidikan Tinggi Kesehatan milik pemerintah Daerah jelas berdiri
sebelum peraturan perundang-undangan tersebut diatas diterbitkan, Pemerintah Daerah pada
prinsipnya telah mampu menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan, namun tidak
memiliki dasar hukum yang kuat sehingga dalam perjalanannya banyak menghadapi kendala
terutama terkait kejelasan posisi kelembagaan pada pemerintah daerah dan pembinaan serta
jenjang karir jabatan fungsional dosen. Ketenagaan baik tenaga pendidik maupun tenaga
kepedidikan merupakan Pegawai Negeri Sipil pemerintah daerah namun dengan jabatan dan
jenjang karir tenaga pendidik ( Dosen ) tidak jelas.
Berdasarkan surat dari Ombudsman Republik Indonesia No 095/ORI SRT/II/2016,
tanggal 11 Februari 2016 perihal undangan pertemuan pembahasan tindak lajut laporan
masyarakat an. Asosiasi Pendidikan Tinggi Milik Pemerintah Daerah ( APTIKESDA ) terkait
status Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan Milik Pemerintah Daerah, maka untuk pengisian
kuisioner opsi penyelesaian status Pendidikan Tinggi Kesehatan Milik Pemerintah Daerah
( Diktikes Pemda ) dengan rencana penataan kelembagaan antara lain:
1. Bergabung dengan Perguruan Tinggi terdekat yaitu Politeknik Negeri Madiun
2. Bergabung dengan PTN Universitas Terbuka
3. Bergabung dengan Poltekkes Kemenkes Surabaya atau Malang

Setelah dilakukan kajian ( terlampir ) maka dengan dasar pertimbangan tersebut, kami
sampaikan kehadapan Bapak Gubernur Jawa Timur untuk 3 ( tiga ) opsi tersebut diatas, UPT
Akademi Keperawatan Madiun cenderung bergabung dengan Perguruan Tinggi terdekat yaitu
Politeknik Negeri Madiun
Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan dan untuk selanjutnya kami mohon
petunjuk penyelesaian status Pendidikan Tinggi Kesehatan milik Pemerintah daerah ( Diktikes
Pemda ) lebih lanjut. Atas perhatian Bapak kami ucapkan terimakasih.

Kepala UPTAKPER MADIUN

HAKKY MFUADI, SKM, MMT


Pembina
NIP. 19620115 198710 1 001

Analisis SWOT
Bergabung ke Perguruan Tinggi Terdekat
( Politeknik Negeri Madiun )
No
1

4
5

Strength ( Kekuatan )
Merupakan Politeknik Negeri baru yang
menyelenggaran Pendidikan Diploma
dari sejarah Aset yang ada adalah milik
Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang
telah dilimpahkan ke Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaandan bekum
ada Program Studi D3 Keperawatan.
Jarak dengan Politeknik Negeri Madiun
(Aksesisbilitas) dekat ( satu Kota 2
Km )

Weakness ( Kelemahan )
Opportunity ( Kesempatan )
Threat ( Ancaman )
Seluruh pengajar belum memiliki Animo masyarakat terhadap Akper Adanya MEA
jabatan fungsional dan belum Madiun baik
melakukan sertifikasi dosen

Belum pernah memperoleh hibah Pengembangan dosen lebih tertata Kompetitor Perguruan Tinggi
dari Kemenristek Dikti seperti antara lain : fungsional dosen, Kesehatan swasta yang lebih
beasiswa didik dan dosen
sertifikasi dosen, tugas belajar dan banyak
bantuan penelitian
Pendayagunaan lulusan yang sudah Kerjasama dalam pemberdayaan Pelaksanaan PBM
tersebar dan digunakan oleh pemerintah lulusan masih sangat terbatas 1) Kesempatan bagi Akper Madiun
ataupun swasta
dengan instansi diwilayah Jawa
karena Akbid sudah punya ijin
Timur
2) Potensi mengembangkan program
dan status kelembagaan lebih
terarah
Sebagian besar tenaga pendidik
pendidikan terakhir S2
Tenaga Pendidik sudah punya NIDN
( Nomor Induk Dosen Nasional )

KAJIAN
RENCANA PENATAAN KELEMBAGAAN
No

URAIAN

Kelembagaan

Tenaga Pengejar ( Dosen )

Jarak

4
5

Fasilitas
Proses Belajar mengajar

BERGABUNG DENGAN
PTN TERDEKAT ( POLTEK
NEGERI MADIUN )
( +++ )
Solusi tuntas sesuai dengan
seluruh peraturan perundangan
yang ada.
Bentuk PTN adalah Politeknik
yang menyelenggarakan
pendidikan Vokasi. Beberapa PTN
dalam bentuk Universitas sudah
tidak menyelenggarakan program
vokasi.
1) Jabatan Fungsional ( + )
2) Sertifikasi Dosen ( + )
3) Jenjang karir ( + )
Satu Kota = 2 Km
Sesuai
rekomendasi
Dirjen
Kemenristek Dikti tidak dalam
bentuk kelas yang membutuhkan
prodi pengampu yang terakreditasi
A.
( + ) Hibah dari pusat
( + ) Kebebasan Akademik dan Budaya
Akademik telah terbentu.

BERGABUNG DENGAN
UNIVERSITAS TERBUKA

( ++ )

1) Jabatan Fungsional ( + )
2) Sertifikasi Dosen ( + )
3) Jenjang karir ( - )
(+

BERGABUNG DENGAN
POLTEKKES KEMENKES

(+)
Proses
penataan
Perguruan
Tinggi Kementerian lain (PTKL)
harus ikatan dinas tidak boleh
menerima
dari
umum.
Kemungkinan akan dilakukan
penutupan program studi sangat
besar.

1) Jabatan Fungsional ( + )
2) Sertifikasi Dosen ( + )
3) Jenjang karir ( - )
200 Km ( Madiun Surabaya);
250 Km (Madiun Malang)

(-)
( + ) Terbatas
(-)
(-)
1) Pengelolaan Pembelajaran bersifat
Virtual & Teleconference akan
menyulitkan
untuk
pelaksanaan
pendidikan Vokasi.

Ketersedian Prodi

2) Diploma III ( Vokasi ) Profesi Teori :


Praktek = 40 % : 60 %
3) Butuh pendampingan saat praktek
klinik di Institusi dan adanya Penilaian
Pencapaian Kompetensi
( PPK ) dengan metode OSCA
(Objective
Structural
Clinical
Assesment Method ).
( - ) tetapi masih pada tahap ( - )
( + ) sudah ada Prodi Keperawatan
pembukaan
fakultas
Kedokteran
sehingga dengan Akbid bergabung ke
Akper Madiun lebih mudah untuk
membuka Prodi yang lain