Anda di halaman 1dari 2

1.

Pengertian Agrogeologi
Agrogeologi adalah cabang geologi yang menelaah tentang pemanfaatan batuan dan mineral (bahan geologi) untuk memper-baiki
dan mempertahankan produktivitas tanah tropika secara
berkelanjutan (Van Straaten, 2007).
Agrogeologi adalah cabang geologi yang meng(k)aji asal usul, sifat,
komposisi, agihan dan penggunaan tanah dari segi ke-geologian
(Nikola Kastik, 2008)
Skup Kajian Agrogrologi
Pembentukan, agihan (distribusi), klasifika-si, sifat (karakteristik),
dan pengelolaan ta-nah Tanah tropika
Potensi batuan dan mineral yang berguna dalam
mempertahankan dan menaikkan produktivitas lahan secara
berkelanju
Tujuan mengkaji Agrogeologi
Memperbaiki, mempertahankan, dan me-ningkatkan produktivitas
lahan (tanah)
Kesuburan tanah
Kesehatan tanah
Keberlanjutan tanah
Produktivitas tanah
2. Agromineral:
Gipsum merupakan agromineral yang paling umum digunakan untuk reklamasi
tanah yang terinfeksi sodium (Shainberg et al. 1989), yaitu tanah alkalin hitam
Zeolit : Meningkatkan persediaan unsur nitrogen dalam tanah yang sangat diperlukan
tanaman,Membantu pertumbuhan tanaman,Meningkatkan hasil panen
Belerang :
Bahan
makanan
utama
untuk
memproduksi
protein,Membentuk enzim dan vitamin,Membantu pembentukan
khlorofil
Guano : Memperbaiki dan memperkaya struktur tanah karena 40% pupuk
ini mengandung material organik dan Terkandung bakteria dan mikrobiotik
flora yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dan sebagai fungisida
alami.
Batu Silikat : efek pengapuran (meningkatkan pH tanah) dan mengurangi
toksisitas (sifat beracun) dari unsur-unsur tertentu/mikro yang kadarnya
dalam tanah terlalu tinggi untuk tanaman

5. a)
1. KPK merupakan sifat kimia yang sangat erat hubungannya dengan kesuburan tanah,
ketersediaan hara bagi tanaman dan menjadi indikator kesuburan tanah,dan Kualitas
lingkungan

KTK merupakan jumlah total kation yang dapat dipertukarkan (cation exchangable)
pada permukaan koloid yang bermuatan negatif. Satuan hasil pengukuran KTK adalah
milliequivalen kation dalam 100 gram tanah atau me kation per 100 g tanah.
Tanah dengan KPK tinggi mampu menyerap dan menyediakan unsur hara lebih baik
daripada tanah dengan KPK rendah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai KPK yaitu:
(1) jenis mineral liat(monmorilonit,illit dll)
(2) kandungan liat,
(3) kandungan bahan organik(semakin banyak BO,semakin besar KPK)