Anda di halaman 1dari 4

MANFAAT ASURANSI

Asuransi pada dasarnya dapat memberi manfaat bagi tanggung (insured) antara lain sebagai
berikut :
a. Rasa aman dan perlindungan. Dengan memiliki polis asuransi maka tertanggung akan
terhindar dari kerugian-kerugian yang mungkin timbul.
b. Penditribusian biaya dan manfaat yang lebih adil. Semakin besar kemungkinan
terjadinya suatu kerugian dan semakin besar kerugian yang mungkin ditimbulkannya,
makin besar pula premi pertanggungannya.
c. Polis asuransi dapat dijadikan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit.
d. Berfungsi sebagai tabungan.
e. Alat penyebaran risiko. Dengan asuransi, risiko kerugian dapat disebarkan kepada
penanggung.
f. Membantu meningkatkan kegiatan usaha. Tertanggung akan melakukan investasi atas
suatu bidang usaha apabila investasi tersebut dapat ditutup oleh asuransi yang
dimaksudkan untuk mengurangi risiko.

RISIKO DAN KETIDAKPASTIAN


Risiko dalam industry peransuransian diartikan sebagai ketidakpastian dari kerugian finansial
atau kemungkinan terjadi kerugian. Dari pengertian tersebut, maka sesuatu yang mungkin
mengalami kerugian finansial merupakan suatu risiko. Pengertian ini semata-mata menyangkut
ketidakpastian, yaitu kemungkinan terjadinya kerugian fiansial. Hal ini tidak berarti bahwa kita
benar-benar akan mengalaminya, karena kita masih dihadapkan pada unsur keraguan dan
ketidakpastian. Namun, terjadi kerugian finansial misalnya, barang yang kita gunakan pada
akhirnya akan habis atas atau using dan perlu penggantian dan untuk mengganti barang tersebut,
akan mengakibatkan suatu kerugian finansial atau menimbulkan biaya karena kita harus
membelanjakan sejumlah uang tidak digolongkan sebagai risiko karena kita tahu persis secara
pasti akan terjadi pengeluaran atau pembebanan biaya terhadap barang yang digunakan tersebut.
Risiko selalu melibatkan dua istilah, yaitu ketidakpastian dan peluang kerugian finansial.
Ketidakpastian dan peluang kerugian ini dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Ketidakpastian ekonomis ; yaitu ketidakpastian dari kebijakan ekonomi yang pada
gilirannya mempengaruhi konsumsi, herga, atau perkembangan teknologi.
b. Ketidakpastian yang berkaitan dengan alami ; yaitu ketidakpastian akan terjadinya badai,
banjir, kebakaran, atau bencana alam lainnya.
c. Ketidakpastian yang manusiawi ; yaitu ketidakpastian terhadap terjadinya perang,
pembunuhan, pencurian, dan sebagainya.

JENIS RISIKO

Jenis-jenis risiko yang umum dikenal dalam usaha peransuransian antara lain meliputi:
a. Rsiko murni (pure risk)
b. Risiko spekulatif (speculative risk)
c. Risko individu (individual risk)
Risiko Murni
Risiko murni atau pure risk berate ada ketidakpastian terjadinya suatu kerugian atau dengan kata
lain hanya ada peluang merugi dan bukan suatu peluang keuntungan. Risiko murni adalah suatu
risiko yang bilamana terjadi akan memberikan kerugian dan apabila tidak terjadi tidak
menimbulkan kerugian akan tetapi juga tidak memberikan keuntungan. Contoh, mobil yang
dikendarai mungkin tertabrak, atau rumah mungkin akan terbakar, kapal dan muatannya
mungkin akan tenggelam. Apabila suatu kapal diassuransikan kemudian tenggelam, maka
pemilik akan mengalami kerugian. Namun, apabila hal tersebut tidak terjadi, si pemilik tidak rugi
dan tidak pula mendapaykan keuntungan. Oleh karena itu, risiko murni disebut pula sebagai
risiko dalam asuransi. Dalam operasinya, perusahaan asuransi senantiasa dihadapkan pada jenis
risiko murni ini.
Risiko Spekulatif
Risiko spekulatif atau speculative risk adalah risiko yang berkaitan dengan terjadinya dua
kemungkinan, yaitu peluang mengalami kerugian finansial atau peluang memperoleh
keuntungan. Perbedaan risiko murni dan risiko spekulatif adalah dalam risiko murni, kerugian
terjadi atau tidak terjadi sama sekali. Sedangkan dalam risiko spekulatif, kemungkinan terjadinya
kerugian atau keuntungan, misalnya melakukan investasi saham bursa efek atau membeli undian,
dan sebagainya. Fluktuasi harga saham dapat menyebabkan terjadinya kerugian atau keuntungan.
Demikian pula dengan undian, terdapat kemungkinan kalah ataau menang.
Risiko Individu
Pada prisipnya, kita senantiasa dihadapkan pada risiko didalam kehidupan sehari-hari, misalnya
risiko yang akan timbul bila memiliki mobil, membeli rumh, melakukan investasi dalam suatu
usaha, atau menyewa apartemen. Hal-hal tersebut semuanya akan menimbulkan kerugian
keuntungan.
Risiko individu ini dapat dibagi menjadi 3 macam risiko, yaitu:
a. Risiko pribadi (personal risk)
b. Risko harta (property risk)
c. Risko tanggung gugat (liability risk).

Risiko Pribadi

Risiko pribadi atau personal risk adalah risiko mempengaruhi kapasitas atau kemampuan
seseorang memperoleh keuntungan. Contoh: risiko dirawat dirumah sakit apabila penyakit serius,
risiko mengalami kecelakaan di jalan atau di pabrik atau di manaa saja sehingga menjadi cacat
yang mengakibatkan berkurangnya atau hilangnya kapasitas seseorang. Risiko yang
mempengaruhi kemampuan seseorang mendapatkan keuntungan dapat disebabkan oleh:
a.
b.
c.
d.

Mati muda;
Uzur;
Cacat fisk; dan
Kehilangan pekerjaan.

Risiko Harta
Risiko harta atau property risk adalah risiko terjadinya kerugian keuangan apabila kita memiliki
suatu benda atau harta, yaitu danya peluang harta tersebut untuk hilang, dicuri, atau rusak.
Hilangnya suatu harta berarti suatu kerugian fiansial.
Kehilangan suatu harta dapat dibedakan dalam dua jenis :
a. Kerugian langsung. Kerugian langsung atau direct losses terjadi apabila harta kita hilang
atau rusak. Kerugian finansial terjadi karena kita kehilangan nilai harta tersebut, uang
yang kita investasikan di dalamnya, dan biaya yang digunakan untuk menggantikannya.
b. Kerugian tidak langsung. Kerugian tidak langsung atau indirect (consequential) loss
adalah setiap kerugian akibat terjadinya kerugian asal (original loss). Kerugian asal ini
dapat terjadi, misalnya akibat pencurian mobil sehingga untuk ke mana-mana harus
dikeluarkan biaya transportasi yang lebih mahal. Kerugian tidak langsung adalah
kerugian yang terjadi akibat dikeluarkkannya uang atau biaya tambahan akibat terjadinya
kerugian asal. Contoh lain, rumah Pak Abdul hancur akibat terkena gempa bumi atau
rubuh karena angina topan. Untuk itu, Pak Abdul harus mengkontrak rumaah untuk
sementara sambil menunngu rumah nya diperbaiki. Direct loss dalam ilustrasi ini adalah
hancurnya rumah, sedangkan indirect loss adalah perlunya dikeluarkan biaya untuk
kontrak rumah.
Risiko Tanggung Gugat
Risiko tanggung gugat atau liability risk adalah risiko yang mungkin kita alami atau derita
sebagai tanggung jawab akibat kerugian atau lukanya pihak lain. Jika kita menanggung kerugian
seseorang, maka kita harus membayarnya, sehingga kerugian seseorang tersebut menyebabkan
kita mengalami kerugian finansial. Contoh, memberi ganti rugi kepada seseorang akibat anjing
anda menggigit pejalan kaki, atau anda harus membayar biaya berobat seseorang akibat kelalaian
anda menabraknya di jalan.

CARA PENANGAN RISIKO


Seperti telah disebutkan bahwa dalam kehidupan ini, banyak sekali risiko yang mungkin terjadi
dan tidak kita sadari. Oleh karena itu, risiko pada prinsipnya senantiassa ada dan selalu bersama
kita. Dalam menangani risiko ini sekurang-kurangnya ada 5 cara yang dapat dilakukan yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Menghindar risiko (risk avoidance)


Mengurangi risiko (risk reduction)
Retensi risiko (risk retention)
Membagi risiko (risk sharing)
Mentransfer risiko (risk transfer)

Menghindar Risiko
Menghindar risiko atau risk avoidance berkaitan dengan cara menghindar risiko itu sendiri. Hal
tersebut dapat diartikan bahwa untuk menghindari risiko jangan melakukan kegiatan apa pun
yang memungkinkan terjadinya risiko atau memberi peluang rugi. Cara ini tentunya lebih
negative dalam usaha menghindari risiko karena mengurangi semangat orang untuk melakukan
atau menjalankan usaha. Contoh, Tuan Abdul membatalkan membeli rumah karena ternyata
rumah tersebut dalam keadaan sengketa, atau seuatu perusahaan kontruksi gagal membangun
gedung karena takut terjadi gempa bumi dan segalanya.
Mengurangi Risiko
Mengurangi risiko atau risk reduction, yaitu tindakan yang dapat diambil untuk mengurangi
risiko kerugian yang mungkin timbul. Artinya, kemungkinan rugi tidak dihilangkan, akan tetapi
sedapat mungkin diperkecil kemungkinan terjadinya. Misalnya, alam penyemprot pemadam
kebakaran otomatis dalam suatu perkantoran tidak menghilangkan kemungkinan terjadinya suatu
kebakaran, akan tetapi minimal membantu mengurangi atau memperkecil risiko. Demikian
halnya, dengan memeriksa kesehatan seseorang secara periodic, tidak mengurangi kemungkinan
ia tidak kena serangan jantung, akan teteapi pemeriksaan secara teratur mungkin akan
mengurangi, atau bahkan menyembuhkan penyakit yang ada. Pengurangan risiko ini dapat
dilakukan dengan dua cara. Pertama, mengurangi peluang terjadinya kerugian. Kedua,
mengurangi jumlah kerugian yang mungkin terjadi. Mislanya, Toko ABC khusus menjual
barang-barang berharga sehingga pemiliknya perlu memasang alat pengaman atau alarm untuk
menghindari pencurian.
Retensi Risiko
Retensi risiko atau risk retention merupakan cara yang paling umum dalam menangani masalah
risiko. Retensi risiko berarti kita tidak melakukan apa-apa terhadap risiko tersebut. Kita
menyadari bahwa kita memiliki risiko, tetapi diputuskan untuk tidak melakukan apa-apa
terdapnya. Ini adalah retensi risiko yang bersifat volunter. Retensi risiko secara voluntary ini
adalah risiko yang biasanya