Anda di halaman 1dari 37

RANCANGAN

AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI APARATUR


SIPIL NEGARA
SEBAGAI PENGELOLA PENANGGULANGAN BENCANA
DAN REFRAKSIONIS OPTISIEN PELAKSANA
DI RSUD Dr. MUHAMMAD ZEIN PAINAN
KABUPATEN PESISIR SELATAN

DISUSUN OLEH :
ANDI KASIANTO, A.Md. RO
NIP. 19810322 201502 1 001
NDH : 06

DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN II ANGKATAN II POLA BARU


BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
PROVINSI SUMATERA BARAT
TAHUN 2016

LEMBAR PENGESAHAN

Judul

: Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil


Sebagai Pengelola Penanggulangan Bencana dan Refraksionis
Optisien Pelaksana di RSUD Dr. Muhammad Zein Painan
Kabupaten Pesisir Selatan

Nama

: Andi Kasianto, A.Md. RO

NIP

: 19810322 201502 1 001

Unit Kerja

: Bidang Pelayanan Medis dan Poli Mata

Instansi

: RSUD Dr. Muhammad Zein Painan

Painan, 27 Mei 2016


Menyetujui,
Coach/Pembimbing

Asril, S. Sos, M. Pd
NIP. 19710217 200212 1 003

Peserta Diklat Prajabatan

Andi Kasianto, A.Md. RO


NIP. 19810322 201502 1 001

LEMBAR PERSETUJUAN

Judul

: Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil


Sebagai Pengelola Penanggulangan Bencana dan Refraksionis
Optisien Pelaksana di RSUD Dr. Muhammad Zein Painan
Kabupaten Pesisir Selatan

Nama

: Andi Kasianto, A.Md. RO

NIP

: 19810322 201502 1 001

Unit Kerja

: Bidang Pelayanan Medis dan Poli Mata

Instansi

: RSUD Dr. Muhammad Zein Painan

Disetujui untuk diseminarkan


Pada tanggal 27 Mei 2016
Bertempat di Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat

Menyetujui,
Mentor

Peserta Diklat Prajabatan

Ns. Adek Imelda Syam, S.Kep


NIP. 197102211995032001

Andi Kasianto, A.Md. RO


NIP. 19810322 201502 1 001

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat
rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi ini tepat
waktu. Rancangan Aktualisasi ini disusun sebagai salah satu penilaian kelulusan Diklat
Prajabatan golongan II Angkatan II Pola Baru Konstribusi tahun 2016 di Badan Pendidikan
dan Pelatihan Provinsi Sumatera Barat. Rancangan Aktualisasi ini merupakan perwujudan
untuk meningkatkan pemahaman proses internalisasi selama on campus di Badan
Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sumatera Barat dan off campus di RSUD Dr. M. Zein
Painan dimana penulis mengabdi. Dibuatnya Rancangan Aktualisasi ini diharapkan nilainilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) dapat diterapkan di tempat kerja.
Penyusunan Rancangan Aktualisasi ini dapat terlaksana tidak terlepas dari
dukungan dan bantuan berbagai pihak. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan
terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :
1. Badan Diklat prajabatan Badan Pendidikan dan Latihan Daerah Provinsi Sumatera
Barat selaku panitia pelaksana yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk
mengikuti diklat prajabatan golongan II angkatan II.
2. Ibu Ns. Adek Imelda Syam, S. Kep selaku mentor yang memberikan banyak waktu,
bimbingan, bantuan dan dukungan kepada penulis.
3. Bp. Asril, S.Sos, M.Pd selaku pembimbing yang selalu memberikan bimbingan,
motivasi, ilmu dan petunjuk-petunjuk yang sangan berarti bagi penulis.
4. Ibu Nova, selaku penguji pada Laporan Rancangan Aktualisasi yang telah memberi
banyak masukan dan saran saat presentasi pada penulis.
5. Bapak-bapak/Ibu-ibu widyaiswara Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi
Sumatera Barat.
6. Teman-teman angkatan II tahun 2016, terima kasih untuk kekompakan, support dan
kenangannya selama prajabatan.
7. Keluarga yang selalu mendukung dan memberikan doa untuk kelancaran penulisan
Rancangan Aktualisasi ini.

8. Semua pihak yang mendukung dan memberikan bantuan dalam menyelesaikan


Rancangan Aktualisasi ini.
Padang 27 Mei 2016

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.............................................................................1
B. Tujuan..........................................................................................2
C. Ruang Lingkup.............................................................................2
BAB II ISI
A. Nilai-nilai Dasar Profesi ASN dan Indikatornya.........................3
1. Akuntabilitas .....................................................................3
2. Nasionalisme......................................................................4
3. Etika Publik........................................................................7
4. Komitmen Mutu.................................................................8
5. Anti Korupsi.......................................................................9
B. Daftar Kegiatan Yang Akan Dilakukan Di Tempat Tugas.........10
C. Uraian Keterkaitan Antara Kegiatan Dengan Nilai Dasar.........10
Tabel 1 Keterkaitan Nilai Dasar dengan Kegiatan................10
Tabel 2 Aktualisasi Nilai Dasar.............................................14
BAB III RENCANA AKSI
A. Rencana Jadwal Aktualisasi.......................................................20
B. Jadwal Konsultasi dengan .........................................................21
1. Jadwal Konsultasi dengan Mentor...................................21
2. Jadwal Konsultasi dengan Coach.....................................22

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................23
B. Rencana Antisipasi Menghadapi Kendala Aktualisasi...............23
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Jika kita menyebut Aparatur Sipil Negara (ASN), gambaran umum yang
langsung terlintas adalah bahwa ASN pastilah mempunyai kinerja yang kurang

profesional. Stigma negatif ASN yang sudah melekat dalam pola pikir masyarakat
selama ini antara lain malas, tidak kompeten dalam bidangnya, korupsi waktu,
birokrasi yang berbelit, dan banyak lagi. Apakah memang demikian? Walau tidak
semua Aparatur Sipil Negara seperti gambaran diatas, namun jika kita pernah
mengalami berurusan dengan birokrasi maka kita pastilah sepakat bahwa pelayanan
publik di negara kita masih jauh dari apa yang diharapkan masyarakat.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 tentang Aparatur
Sipil Negara (ASN) dalam Bab IV dijelaskan fungsi, tugas dan peran ASN. Fungsi
sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan sebagai perekat dan pemersatu
bangsa. Jadi untuk melaksanakan fungsi tersebut ASN sebagai aparatu negara harus
memiliki kekuatan dan kemampuan profesional, berintegritas tinggi dalam
melaksanakan tugasnya. Adapun tuga ASN yaitu :
1

Melakukan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian


sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

Memberikan pelayanan publikyang profesional dan berkualitas, dan

Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Untuk dapat membentuk sosok ASN seperti yang diamanatkan dalam undang-

undang diatas, perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pendidikam dan Pelatihan
(Diklat) yang mengarah pada upaya peningkatan:
a. Sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada kepentingan
masyarakat , bangsa, negara dan tanah air;
b. Kompetensi teknis, manajerial dan/atau kepemimpinannya;
c. Efisiensi, efektifitas dan kualitas pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan
semangat kerjasama dan tanggungjawab sesuai dengan lingkungan kerja dan
organisasinya.
Menurut Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Nomor 47
Tahun 2005, Jabatan Fungsional Refraksionis Optisien adalah Pegawai Negeri sipil
yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang
berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan refraksi optisi pada sarana pelayanan
kesehatan. Sedang pelayanan refraksi optisi, adalah pelayanan kesehatan mata kepada
masyarakat yang meliputi persiapan, pelayanan refraksi, pelayanan optisi, pelayanan

lensa kontak, konsultasi/rujukan, bimbingan dan penyuluhan, evaluasi pelayanan dan


pencatatan, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan mata masyarakat.
Peran tenaga Refraksionis Optisien pada bidang pelayanan di RSUD Dr.
Muhammad Zein Painan diantaranya adalah pelayanan mata dasar di poli mata yang
merupakan suatu pemeriksaan pendahuluan untuk mengidentifikasi dan menentukan
adanya kelainan/penyakit mata yang perlu untuk dirujuk ke dokter spesialis mata,
membantu administrasi pelayanan di rumah sakit, akreditasi, menjalankan programprogram kesehatan di rumah sakit dan tugas lain yang diintruksikan oleh atasan.
Selain itu, sebagai pengelola penanggulangan bencana di rumah sakit maka
diharapkan dapat mempersiapkan segala sumber daya yang ada demi tercapainya
rumah sakit siaga bencana, baik bencana internal maupun eksternal mengingat letak
geografis kita yang rawan bencana.
Tuntutan masyarakat akan pelayanan rumah sakit yang semakin baik,
mengharuskan peningkatan kualitas pengabdian tenaga Refraksionis Optisien
Pelaksana dalam upaya peningkatan pelayanan di RSUD Dr. Muhammad Zein Painan,
diharapkan sebagai Aparatur Sipil Negara yang memiliki karakter berdasarkan nilainilai dasar ANEKA, yaitu :
Akuntabilitas
Nasionalisme
Etika Publik
Komitmen mutu
Anti Korupsi

B. TUJUAN
Aktualisasi yang dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai dasar profesi
Aparatur Sipil Negara (ASN) bertujuan untuk:
1. Membentuk pribadi Aparatur Sipil Negara yang dalam menjalankan fungsinya
dilandasi nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
2. Menjadi pelayan publik yang efisien, kreatif dan inovatif yang mendukung
terwujudnya visi dan misi RSUD Dr. Muhammad Zein Painan

3. Membantu wewujudkan birokrasi pemerintahan yang akuntabel, menjunjung


tinggi nasionalisme dan beretika publik yang berlandaskan komitmen mutu dan
anti terhadap segala tindak pidana korupsi.
C. RUANG LINGKUP
Penulisan ini dibatasi pada kegiatan Aktualisasi Sasaran Kinerja Pegawai
(SKP), penugasan langsung dari atasan, dan atau kegiatan yang merupakan inisiatif
sendiri yang mendapatkan persetujuan langsung dari atasan dan mengandung nilainilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi di RSUD Dr. Muhammad Zein Painan
sebagai Pengelola Penanggulangan Bencana dan Refraksionis Optisien Pelaksana.
Rancangan Aktualisasi ini dibatasi 9 (sembilan) kegiatan yang berkaitan
dengan tugas pokok dan fungsi sebagai Pengelola Penanggulangan Bencana dan
Refraksionis Optisien Pelaksana yang akan dilakukan selama tanggal 30 Mei sampai
17 Juni 2016 di Bidang Pelayanan dan Poli Mata RSUD Dr. Muhammad Zein Painan
Kabupaten Pesisir Selatan.

BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

A. NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN DAN INDIKATORNYA


Untuk mencapai kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional,
dilaksanakan dua tahap pembelajaran dalam Diklat Prajabatan, yaitu :
1.

Tahap internalisasi nilai-nilai dasar profesi ASN


Tahap ini membekali peserta diklat dengan nilai-nilai dasar yang dibutuhkan
dalam menjalankan tugas sebagai ASN secara profesional sebagai pelayan
masyarakat yang meliputi : Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dan Anti korupsi (ANEKA).

2.

Tahap aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN


Pada tahap ini peserta diklat dapat menerapkan nilai-nilai dasar tersebut di

tempat tugasnya masing-masing pada saat off campus.


Nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap Aparatur Sipil Negara untuk
menciptakan ASN yang profesional adalah :
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Dalam
banyak hal, kata akuntabilitas sering disamakan dengan responsibiltas atau
tanggung jawab. Namun, pada dasarnya kedua konsep tersebut memiliki arti yang
berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan
akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai (Lembaga
Administrasi Negara, 2015).
ASN yang akuntabel adalah ASN yang mampu mengambil pilihan yang
tepat ketika terjadi konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis,
melayani masyarakat secara adil dan konsisten dalam menjalankan tugas dan
fungsinya.

Terdapat beberapa nilai dasar yang merujuk kepada akuntabilitas, yaitu


1. Jujur
Terkait dengan kepatuhan tehadap hukum dan peraturan yang diterapkan
2. Integritas

Kewajiban mematuhi semua peraturan, dan dapat memberikan kepercayaan


publik
3. Adil
Memperlakukan

warga

secara

sama

dan

adil

dalam

penyelenggaraan

pemerintahan dan pelayanan publik


4. Tanggung jawab
Konsekuensi dari setiap tindakan yang telah dilakukan
5. Mendahulukan kepentingan publik
Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik
kepentingan, antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor, kelompok,
dan pribadi
6. Transparan
Mendorong komunikasi dan kerjasama serta memberikan perlindungan dari
pengaruh yang tidak seharusnya dan korupsi dalam pengambilan keputusan
sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan masyarakat
7. Kejelasan wewenang
Gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi kewenangan, tujuan dan hasil
yang diharapkan
8. Konsisten
Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai
penyelenggara pemerintahan
9. Netral
Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan

mencegah

keterlibatan ASN dalam politik praktis


Agar nilai akuntabilitas dapat diterapkan secara profesional terdapat beberapa
indikator keberhasilan akuntabilitas, yaitu
1. Menginternalisasi nilai-nilai dasar akuntabilitas dan kepentingan publik
2. Mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan,
antara kepentingan publik dengan kepentingan pribadi, kelompok, dan sektor
3. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah
keterlibatan PNS dalam politik praktis
4. Memperlakukan masyarakat secara sama dan adil dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan publik

5. Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai
penyelenggara pemerintahan.

2. Nasionalisme
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Bahkan
tidak sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme
dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang sangat penting.
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap
bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.
Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia
Indonesia terhadap bangsa dan tanah ainya yang didasarkan pada nilai-nilai
Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:
1. Menempatkan persatuan dan kesatuan
2. Kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi
atau kepentingan golongan
3. Menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara
4. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak
5.
6.
7.
8.

merasa rendah diri


Mengakui persamaan derajat
Persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa
Menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia
Mengembangkan sikap tenggang rasa.

Pancasila berdasarkan butir-butir sila yang terdapat dalam Pancasila dalam


menjalankan tugas sebagai seorang ASN adalah sebagai berikut:
a. Sila 1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)
Percaya dan takwa kepada Tuhan sesuai agama dan kepercayaan masingmasing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan
penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina
kerukunan hidup.
Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama
dan kepercayaannya.
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
b. Sila 2 (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab)

Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.


Berani membela kebenaran dan keadilan.
Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat
manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan
bekerjasama dengan bangsa lain.
Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban
antara sesama manusia.
Saling mencintai sesama manusia.
Mengembangkan sikap tenggang rasa.
Tidak semena-mena terhadap orang lain.
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
c. Sila 3 (Persatuan Indonesia)
Cinta Tanah Air dan Bangsa.
Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang berBhinneka Tunggal Ika.
Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa
dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
d. Sila 4 (Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawaratan Perwakilan)
Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan.
Musyawarah didasari semangat kekeluargaan.
e. Sila 5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
Bersikap adil terhadap sesama.
Menghormati hak-hak orang lain.
Menolong sesama.
Menghargai orang lain.
Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.

Indikator dalam nasionalisme, antara lain : adil, bermusyawarah,


bekerjasama dan tidak diskriminatif

3. Etika Publik
Etika Publik adalah refleksi atas standar/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan public.
Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat publik untuk memiliki
komitmen moral dengan mempertimbangkan keseimbangan antara penilaian
kelembagaan, dimensi-dimensi pribadi, dan kebijaksanaan didalam pelayanan
public.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam UndangUndang ASN, yakni sebagai berikut:
a

Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.

Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik


Indonesia 1945.

Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.

Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.

Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.

Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.

Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.

Memiliki

kemampuan

dalam

melaksanakan

kebijakan

dan

program

pemerintah.
i

Memberikan layanan kepada publik secaraa jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat,
berdaya guna, berhasil guna, dan santun.

Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.

Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama.

Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.

m Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan


Adapun nilai-nilai dasar etika publik adalah:

a
b
c
d
e
f

Menciptakan lingkungan kerja yang Non Diskriminatif


Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur
Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerja publik
Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan program pemerintah
Memegang teguh nilai-nilai pancasila
Setia dan mempertahankan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia

g
h

tahun1945
Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian

4. Komitmen Mutu
Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada
pelanggan (costumer) sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan bahkan
melampaui harapan. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk
mencapai hasil kerja. Mutu juga dapat digunakan sebagai alat pembeda atau
pembanding dengan produk/jasa sejenis lainnya, yang dihasilkan oleh lembaga
lain sebagai pesaing.
Dalam meningkatkan mutu terdapat 4 komponen yang harus dipenuhi,
yaitu, efektifitas, efisiensi, kreatifitas dan inovasi.
Efektifitas organisasi berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan
yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang dikerjakannya.
Efektivitas organisasi tidak hanya diukur dari performance untuk mencapai
target sesuai rencana baik dari aspek mutu, kuantitas, ketepatan waktu, dan
alokasi sumber daya, melainkan juga diukur dari kepuasan dan terpenuhinya
kebutuhan pelanggan (customers)
Efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk
mencapai tujuan organisasional. Efisiensi dapat diukur dari ketepatan realisasi
penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga
dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahgunaan
alokasi, penyimpangan prosedur, dan mekanisme yang keluar alur
(penghematan biaya, waktu, tenaga dan pikiran dalam menyelesaikan
kegiatan)
Berpikir kreatif adalah suatu cara berpikir dimana seseorang mencoba
menemukan hubungan-hubungan baru untuk memperoleh jawaban baru
terhadap suatu masalah. Kreativitas pada umumnya berkaitan dengan
kemampuan dan keuletan untuk berupaya menemukan ide-ide ataupun hal-hal

baru. Tuntutan globalisasi yang tengah melanda dunia di berbagai sektor


pelayanan publik menjadikan masyarakat semakin kritis untuk mendapatkan
pelayanan terbaik dari pemerintah. Oleh karena itu setiap pelayanan harus
diupayakan selalu dapat dicari pemecahan permasalahan yang ada untuk dapat
dicarikan solusi yang dapat segera dikerjakan secara kreatif.
Inovasi adalah kegiatan yang meliputi seluruh proses menciptakan dan
menawarkan jasa atau barang baik yang sifatnya baru, lebih baik atau lebih
murah dibandingkan dengan yang tersedia sebelumnya. Sebuah inovasi dapat
berupa produk atau jasa yang baru, teknologi proses produksi yang baru,
sistem struktur dan administrasi baru atau rencana baru bagi anggota
administrasi (Richard L. Daft, 2010).
Nilai-nilai dasar dalam menjalankan komitmen mutu yaitu,
1. Adanya komitmen bagi kepuasan masyarakat
2. Pemberian layanan yang cepat, tepat dan senyum
3. Pemberian layanan yang dapat memberikan perlindungan kepada publik
4. Pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah
5. Upaya perbaikan secara berkelanjutan

5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya
kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan sebagai
kejahatan luar biasa karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan
baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat, dan kehidupan yang lebih
luas yang tidak hanya berdampak buruk dalam kurun waktu yang pendek, namun
juga secara jangka panjang.
Agar perilaku anti korupsi dapat diwujudkan, maka terdapat beberapa
indikator keberhasilan, yaitu:
a. Menyadari dampak prilaku dan tindak pidana korupsi bagi kehidupan diri
pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa
b. Integritas adalah ketaatan dan kemampuan bertindak konsisten sesuai aturan
agama, sosial dan kelompok (Perkalan No. 13 Tahun 2013)
c. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar anti korupsi bagi kehidupan diri pribadi,
keluarga, masyarakat dan bangsa
d. Menjelaskan cara-cara menghindari pribadi tindak pidana korupsi.

Adapun nilai-nilai anti korupsi yang diidentifikasi oleh KPK yaitu jujur,
peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras sederhana, berani dan adil
B. DAFTAR KEGIATAN YANG AKAN DILAKUKAN DI TEMPAT TUGAS
Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai
dasar profesi ASN tersebut yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.

Pemeriksaan dengan Autorefraktometer di Poli Mata


Mengukur Nilai Dioptri Lensa Kacamata Dengan Lensometer
Menulis Resep Kacamata
Mengikuti Undangan Pertemuan koordinasi Penanggulangan Bencana
Membantu Kasi Pelayanan Dalam Pengadaan Paket Makanan Ringan Untuk

Pendonor Darah di UTDRS


6. Mengetik Panduan Hak Pasien Dan Keluarga Untuk Kelengkapan Dokumen
Akreditasi Pada Kelompok Kerja HPK
7. Memasang Arah Jalur Evakuasi di Rumah Sakit
8. Membantu Pembuatan Surat Keterangan Bebas Narkoba (NAPZA)
9. Membuat Laporan Bencana Data Korban di RSUD

C. URAIAN KETERKAITAN ANTARA KEGIATAN DENGAN NILAI DASAR


Tabel 1. Keterkaitan Nilai Dasar dengan Kegiatan
No

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Pelaksanaan
Kegiatan

Pemeriksaan

dengan 1.1 Akuntabilitas

Autorefraktometer
Poli Mata

di

1.2 Nasionalisme
1.3 Etika Publik
1.4 Komitmen Mutu
1.5 Anti Korupsi

Pemeriksaan

dengan

Autorefraktometer
mata

secara

(Periksa
otomatis)

dilakukan untuk mengetahui


nilai awal kelainan refraksi
yang diderita pasien. Sedang
kelainan
kelainan
dapat

refraksi
penglihatan
dikoreksi

adalah
yang
dengan

kacamata. Dalam melakukan


pemeriksaan

saya

akan

Profesional.

Pada

saat

memanggil

pasien

untuk

diperiksa Saya tidak akan


diskriminatif.

Saya

akan

mengarahkan pasien dalam hal


pemeriksaan

dengan

sikap

sopan. Saya akan melakukan


pemeriksaan

secara

efisien.

Saya akan mencatat hasilnya


pada

status

pasien

dengan

jujur.
2

Mengukur Nilai Dioptri


Lensa Kacamata Dengan
Lensometer

2.1 Akuntabilitas
2.2 Komitmen Mutu
2.3 Etika Publik

Dioptri adalah satuan kekuatan


lensa. Contoh bila didapat
ukuran lensa kacamata :
Lensa Kanan (R) : Spheris + 2.
00
Lensa Kiri (L) : Spheris +1.00
Dimana Spheris artinya lensa
tersebut
yang

memiliki
sama

kekuatan

pada

setiap

meridian.
Maka satuan kekuatan lensa
tersebut adalah dioptri, dengan
penulisan standarnya :
R/ : S +2. 00 Dioptri
L/ : S+1.00 Dioptri
Lensometer adalah alat yang
digunakan

untuk

mengukur

berapa

nilai

dioptri

yang

terdapat dalam lensa kacamata.


Dalam mengukur nilai dioptri
lensa

kacamata

dengan

lensometer, saya akan lakukan


secara

professional.

Dalam

menganalisa hasil yang didapat


saya

akan

perhitungan

menggunakan
secara

efektif.

Setelah pengukuran kacamata


selesai saya akan menyerahkan
kembali

kepada

pemiliknya

dengan sikap sopan.


3

Menulis Resep Kacamata

3.1 Akuntabilitas
3.2 Etika Publik
3.3 Komitmen Mutu
3.4 Anti Korupsi

Dalam

menuliskan

kacamata

saya

akan

melakukannya

secara

professional.
menuliskan

resep

Saya
resep

akan
secara

efektif. Saya akan jujur dalam


menulis resep.

Mengikuti Undangan

4.1 Anti Korupsi

Dalam

Pertemuan koordinasi

4.2 Nasionalisme

pertemuan

Penanggulangan

4.3 Akuntabilitas

penanggulangan

Bencana

mengikuti

undangan
koordinasi
bencana,.

Saya akan datang tepat waktu.


Saya

akan

bekerjasama

selama pertemuan koordinasi.


saya

akan

melakukannya

secara bertanggungjawab.
5

Membantu Kasi
Pelayanan Dalam
Pengadaan Paket
Makanan Ringan Untuk

5.1 Akuntabilitas
5.2 Etika Publik
5.3 Anti Korupsi

Dalam

membantu

Kasi

Pelayanan dalam pengadaan


paket makanan ringan untuk
pendonor darah di UTDRS

Pendonor Darah di

(Unit Transfusi Darah Rumah

UTDRS

Sakit) setiap bulannya, berupa :


- 250 Pop Mie
- 250 Susu Indomilk botol
- Air Gelas Kemasan
Dalam membantu pengadaan tersebut
saya akan bertanggungjawab.
Saya akan meminta tolong
petugas peralatan di rumah
sakit

membantu

membawa

paket tersebut ke

UTDRS

dengan sikap sopan. Dalam


membantu pengadaan tersebut
6

Mengetik Panduan Hak


Pasien Dan Keluarga
Untuk Kelengkapan
Dokumen Akreditasi
Pada Kelompok Kerja
HPK

6.1 Akuntabilitas
6.2 Nasionalisme
6.3 Etika Publik
6.4 Komitmen Mutu
6.5 Anti Korupsi

saya akan bersikap jujur.


Dalam mengetik Panduan Hak
Pasien dan Keluarga untuk
kelengkapan

dokumen

akreditasi pada kelompok kerja


HPK

(Hak

Keluarga)

Pasien

dan

saya

akan

melakukannya dengan sikap


tanggungjawab.
menerima

Dalam

tugas

pengetikan

dokumen tersebut saya akan


bersikap rela berkorban. Saya
akan

meminta

arahan

dari

atasan dengan sikap sopan.


Saya

akan

secara

efisien.

selesaikan

melakukannya
Saya

tugas

akan

pengetikan

dokumen tepat waktu.


7

Memasang Petunjuk
Arah Jalur Evakuasi di
Rumah Sakit

7.1 Etika Publik


7.2 Nasionalisme

Dalam

memasang

petunjuk

arah jalur evakuasi di rumah


sakit, terlebih dahulu saya akan

7.3 Akuntabilitas

melaporkan

kegiatan

yang

akan dilakukan kepada atasan


dengan

sopan.

bekerjasama
dalam

Saya

akan

dengan

rekan

Saya

akan

tim.

melakukannya

dengan

bertanggungjawab.
8

Membantu Pembuatan
Surat Keterangan Bebas
Narkoba (NAPZA)

8.1 Etika Publik


8.2 Komitmen Mutu
8.3 Akuntabilitas

Pemohon
Bebas

Surat

Keterangan

Narkoba

(NAPZA)

datang ke ruang pelayanan


dengan membawa form hasil
tes urine dari laboratorium.
Saya

akan

mempersilahkan

pemohon untuk duduk dengan


ramah. Saya terlebih dahulu
akan

memverifikasi

pemohon

secara

data
efektif.

Setelah meminta pasien untuk


menunggu di ruang tunggu
yang tersedia saya akan segera
mengerjakannya

secara

profesional.

Setelah

pengetikan selesai saya akan


meminta tanda tangan pejabat
yang

berwenang,

memberi

stempel untuk keabsahan dan


memberikan kepada pemohon.
Manfaatnya : Tindakan ini
bermanfaat bagi pihak lain
dalam kelancaran pengurusan
Surat

Keterangan

Bebas

Narkoba (NAPZA) di rumah


sakit,

sehingga

tercapainya

misi

rumah

sakit

dalam

Melaksanakan pelayanan prima


sesuai

dengan

Kode

Etik

Rumah Sakit dan Kode Etik


Profesi.
9

Membuat Laporan
Bencana Data Korban di
RSUD

9.1 Komitmen Mutu


9.2 Nasionalisme
9.3 Akuntabilitas

Pada tanggal 2 Juni 2016


sekitar Pukul 05.56.01 WIB, di
Kabupaten

pesisir

Selatan

terjadi Gempa Bumi Tektonik.


Setelah

seharian

bersama

seluruh petugas rumah sakit


yang terlibat melakukan upaya
bantuan bagi korban di rumah
sakit, pada sore harinya Kepala
Bidang

Pelayanan

Medis

memerintahkan saya membuat


laporan bencana tentang data
korban di Rumah Sakit. Dalam
membuat

laporan

bencana

tentang data korban di rumah


sakit saya akan mempersiapkan
data data terlebih dahulu secara
efektif.

Dalam

membuat

laporan tersebut saya akan


bekerjasama.
membuat

Saya

laporan

akan
tersebut

dengan bertanggungjawab.

Tabel 2. Teknik Aktualisasi Nilai Dasar

No

Nilai Dasar dan Teknik


Aktualisasi

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai


Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak Lain dan
Perwujudan Visi Organisasi.

Pemeriksaan dengan

Pemeriksaan dengan Autorefraktometer (Periksa

Autorefraktometer di Poli Mata

mata

1.1 Akuntabilitas
Profesional dengan teknik
mampu mengoperasikan dan
memahami fungsi alat tersebut
dengan baik

secara

otomatis)

dilakukan

untuk

mengetahui nilai awal kelainan refraksi yang


diderita pasien. Sedang kelainan refraksi adalah
kelainan penglihatan yang dapat dikoreksi dengan
kacamata. Dalam melakukan pemeriksaan saya
akan

Profesional

dengan

teknik

mampu

mengoperasikan dan memahami fungsi alat

1.2 Nasionalisme

tersebut dengan baik. Pada saat memanggil

Tidak diskriminatif dengan

pasien

teknik memanggil sesuai nomor

diskriminatif dengan teknik memanggil sesuai

antrian di poli mata

nomor antrian di poli mata. Saya akan

1.3 Etika Publik


Sopan dengan teknik memberi

untuk

diperiksa

Saya

tidak

akan

mengarahkan pasien dalam hal pemeriksaan


dengan sikap sopan dengan teknik memberi

intruksi dengan tutur bahasa

intruksi dengan tutur bahasa yang baik. Saya

yang baik

akan melakukan pemeriksaan secara efisien

1.4 Komitmen Mutu


Efisien dengan teknik tidak
membutuhkan waktu lama
sehingga pasien lainnya cepat
terlayani
1.5 Anti Korupsi
Jujur dengan teknik mencatat
sesuai dengan yang tertera pada
layar monitor.

dengan teknik tidak membutuhkan waktu lama


sehingga pasien cepat terlayani. Saya akan
mencatat hasilnya pada status pasien dengan jujur
dengan teknik mencatat sesuai dengan yang
tertera pada layar monitor.
Manfaatnya : Masyarakat mendapat pelayanan
yang optimal baik dari segi tenaga yang
menanganinya
pemeriksaan

maupun
yang

sarana

cukup

lengkap

penunjang
sehingga

kepercayaan masyarakat akan hasil pemeriksaan


dapat

terpenuhi.

Sehingga

tercapai

misi

menyelenggarakan pelayanan prima sesuai dengan


kode etik rumah sakit dan kode etik profesi dan
melaksanakan upaya peningkatan, penyembuhan
dan pemulihan kesehatan secara profesional,
terjangkau dengan didukung oleh saranan dan
prasaranan yang memadai.
2

Mengukur Nilai Dioptri Lensa

Dioptri adalah satuan kekuatan lensa. Contoh bila

Kacamata Dengan Lensometer

didapat ukuran lensa kacamata :

2.1 Akuntabilitas

Lensa Kanan (R) : Spheris + 2. 00

Profesional dengan teknik


mampu menggunakan rumus

Lensa Kiri (L) : Spheris +1.00

lensometer dan

Dimana Spheris artinya lensa tersebut memiliki

mengaplikasikannya dalam

kekuatan yang sama pada setiap meridian.

pengukuran
2.2 Komitmen Mutu
Efektif dengan teknik teliti
dalam penghitungan hasil yang
didapat

Maka satuan kekuatan lensa tersebut adalah


dioptri, dengan penulisan standarnya :
R/ : S +2. 00 Dioptri
L/ : S+1.00 Dioptri

2.3 Etika Publik

Lensometer adalah alat yang digunakan untuk

Sopan dengan teknik

mengukur berapa nilai dioptri yang terdapat dalam

menggunakan dua tangan saat

lensa kacamata.

menyerahkannya.

Dalam mengukur nilai dioptri lensa kacamata


dengan lensometer, saya akan lakukan secara
profesional

dengan

menggunakan

teknik

rumus

mengaplikasikannya

mampu

lensometer

dalam

dan

pengukuran.

Dalam menganalisa hasil yang didapat saya akan


menggunakan perhitungan secara efektif dengan
teknik teliti dalam penghitungan hasil yang
didapat. Setelah pengukuran kacamata selesai
saya

akan

menyerahkan

kembali

kepada

pemiliknya dengan sikap sopan dengan teknik


menggunakan

dua

tangan

saat

menyerahkannya.
Manfaatnya : Bagi pasien yang ingin mengetahui
besaran dioptri kacamata yang dipakainya kita
mampu melayani dengan baik berdasarkan misi
menyelenggarakan pelayanan prima sesuai kode
etik rumah sakit dan kode etik profesi.
3

Menulis Resep Kacamata


3.1 Akuntabilitas
Profesional dengan teknik
menggunakan tulisan tangan
yang jelas agar tidak
menimbulkan bias pengertian
bagi petugas yang menerima
nantinya

Hasil akhir dari pemeriksaan mata bagi pasien


kelainan refraksi/kelainan penglihatan yang dapat
dikoreksi dengan alat bantu penglihatan adalah
menuliskan

resep

menuliskan

resep

kacamatanya.
kacamata

saya

Dalam
akan

melakukannya secara profesional dengan teknik


menggunakan tulisan tangan yang jelas agar
tidak

menimbulkan

bias

pengertian

bagi

petugas yang menerima nantinya. Saya akan

3.2 Komitmen mutu

menuliskan resep secara efektif dengan teknik

Efektif dengan teknik teliti

teliti

dalam

menuliskan

besaran

nilai

dalam menuliskan nilai refraksi


3.3 Anti Korupsi
Jujur dalam menulis resep

koreksinya. Saya akan jujur dalam menulis resep


dengan teknik sesuai dengan apa yang tertera
pada status pemeriksaan pasien.

dengan teknik sesuai dengan apa

Manfaatnya : Bagi pasien yang membutuhkan

yang tertera pada status

kacamata/alat bantu penglihatan dapat tertangani

pemeriksaan pasien

dengan baik dan saat di optikal nanti tidak tejadi


kendala berkaitan dengan resep kacamata yang
akan

dibuat.

Sesuai

dengan

misi

menyelenggarakan pelayanan prima sesuai dengan


kode etik rumah sakit dan kode etik profesi.

Mengikuti Undangan Pertemuan

Dalam mengikuti undangan pertemuan koordinasi

koordinasi Penanggulangan

penanggulangan bencana,. Saya akan datang tepat

Bencana

waktu dengan teknik sudah ditempat sebelum

4.1 Anti Korupsi


Tepat waktu dengan teknik
sudah ditempat sebelum acara
pembukaan dimulai

pembukaan

bekerjasama

dimulai.

selama

Saya

pertemuan

saya

akan

melakukannya

Bekerjasama dengan teknik siap

membuat laporan hasil pertemuan.

pertemuan.

koordinasi

informasi yang dibutuhkan dalam pertemuan.


bertanggungjawab

yang dibutuhkan dalam

akan

dengan teknik siap bila diminta membagi

4.2 Nasionalisme
bila diminta membagi informasi

acara

dengan

teknik

secara
akan

Manfaatnya : Bagi diri pribadi selaku peserta bisa


belajar bekerjasama dan berkoordinasi dengan
lintas sektor dan lintas program serta menambah

4.3 Akuntabilitas

wawasan.

Bertanggungjawab dengan

memperkuat koordinasi dan kerjasama antar

teknik akan membuat laporan

instansi khususny dalam kesiapsiagaan dalam

hasil pertemuan.

kebencanaan..

Membantu Kasi Pelayanan Dalam

Dalam

Pengadaan Paket Makanan

pengadaan paket makanan ringan untuk pendonor

Ringan Untuk Pendonor Darah di

darah di UTDRS (Unit Transfusi Darah Rumah

UTDRS

Sementara

membantu

bagi

Kasi

institusi

Pelayanan

dapat

dalam

5.1 Akuntabilitas
Bertanggungjawab dengan
teknik menyerahkan paket
makanan tersebut sampai ke
Dalam
UTDRS

Sakit) setiap bulannya, berupa:


- 250 Pop Mie
- 250 Susu Indomilk botol
- Air Gelas Kemasan
membantu pengadaan tersebut

saya

akan

bertanggungjawab dengan teknik menyerahkan

5.2 Etika Publik

paket makanan tersebut sampai ke UTDRS.

Sopan dengan teknik

Saya akan meminta tolong petugas peralatan di

menggunakan kata minta

rumah sakit membantu membawa paket tersebut

tolong dan tidak berkesan

ke UTDRS dengan sikap sopan dengan teknik

memerintah

menggunakan kata minta tolong dan tidak


berkesan

5.3 Anti Korupsi


Jujur dengan teknik melengkapi
laporan dengan kuitansi dan
dokumen penyerta lainnya
sebagai bukti verifikasi.

memerintah.

Dalam

membantu

pengadaan tersebut saya akan bersikap jujur


dengan teknik melengkapi laporan dengan
kuitansi

dan

dokumen

penyerta

lainnya

sebagai bukti verifikasi.


Manfaatnya : Membantu para pendonor darah
dalam hal memberi asupan pertama setelah selesai
donor sehingga stamina tetap fit. Sedang bagi
rumah

sakit

diharapkan

akan

semakin

menumbuhkan minat masyarakat dalam hal


menyumbangkan darah bagi yang membutuhkan
dengan memperhatikan asupan makanan bagi para
pendonor.
6

Mengetik Panduan Hak Pasien

Dalam mengetik Panduan Hak Pasien dan

Dan Keluarga Untuk Kelengkapan Keluarga untuk kelengkapan dokumen akreditasi


Dokumen Akreditasi Pada

pada kelompok kerja HPK (Hak Pasien dan

Kelompok Kerja HPK

Keluarga) saya akan melakukannya dengan sikap

6.1 Akuntabilitas
Tanggungjawab dengan teknik
menyelesaikan dokumen
tersebut dan memasukkan
dalam box file dokumen hak

tanggungjawab dengan teknik menyelesaikan


dokumen tersebut dan memasukkan dalam
box file dokumen hak pasien dan keluarga.
Dalam menerima tugas pengetikan dokumen
tersebut saya akan bersikap rela berkorban
dengan

teknik

bersedia

menerima

tugas

pasien dan keluarga


6.2 Nasionalisme
Rela berkorban dengan teknik
bersedia menerima tugas
tambahan sebagai kelompok
kerja penyusunan dokumen
akreditasi

tambahan sebagai kelompok kerja penyusunan


dokumen akreditasi. Saya akan meminta arahan
dari atasan dengan sikap sopan dengan teknik
mendengar dengan penuh perhatian saat
atasan

memberi

arahan.

Saya

akan

melakukannya secara efisien dengan teknik


menggunakan kertas bekas sebagai print out
dokumen untuk terlebih dahulu diperiksa

6.3 Etika Publik

atasan. Saya akan selesaikan tugas pengetikan

Sopan dengan teknik mendengar

dokumen tepat waktu dengan teknik bertanya

dengan penuh perhatian saat

pada

atasan memberi arahan

dokumen.

6.4 Komitmen Mutu

Manfaatnya : Tindakan ini bermanfaat bagi

Efisien dengan teknik

kelengkapan dokumen akreditasi rumah sakit

menggunakan kertas bekas

sehingga

sebagai print out dokumen

pelayanan prima sesuai dengan Kode Etik Rumah

untuk terlebih dahulu diperiksa

Sakit dan Kode Etik Profesi.

atasan

kapan

tercapailah

waktu

misi

penyerahan

Melaksanakan

atasan
6.5 Anti Korupsi
Tepat waktu dengan teknik
bertanya pada atasan waktu
penyerahan dokumen.
7

Memasang Petunjuk Arah Jalur

Dalam memasang petunjuk arah jalur evakuasi di

Evakuasi di Rumah Sakit

rumah sakit, terlebih dahulu saya akan melaporkan

7.1 Etika Publik


Sopan dengan teknik meminta
izin kegiatan dengan kata-kata
yang jelas dan baik

kegiatan yang akan dilakukan kepada atasan


dengan sopan dengan teknik meminta izin
kegiatan dengan kata-kata yang jelas dan baik.
Saya akan bekerjasama dengan rekan dalam tim
dengan teknik berdiskusi bersama soal teknis

7.2 Nasionalisme

pemasangan. Saya akan melakukannya dengan

Bekerjasama dengan teknik

bertanggungjawab

berdiskusi bersama soal teknis

dengan

teknik

akan

pemasangan

melakukan pemasangan sesuai intruksi atasan.

7.3 Akuntabilitas

Manfaatnya : Tindakan ini bermanfaat bagi

Bertanggungjawab dengan

pasien, pengunjung dan seluruh karyawan rumah

teknik akan melakukan

sakit saat terjadi bencana, sehingga tercapailah

pemasangan sesuai intruksi

misi

atasan.

dengan Kode Etik Rumah Sakit dan Kode Etik

Melaksanakan

pelayanan

prima

sesuai

Profesi.
8

Membantu Pembuatan Surat

Pemohon Surat Keterangan Bebas Narkoba

Keterangan Bebas Narkoba

(NAPZA) datang ke ruang pelayanan dengan

(NAPZA)

membawa form hasil tes urine dari laboratorium.

8.1 Etika Publik


Ramah dengan teknik 5S
(Senyum, Salam, Sapa, Sopan,
Santun)

Saya akan mempersilahkan pemohon untuk duduk


dengan ramah dengan teknik 5S (Senyum,
Salam, Sapa, Sopan, Santun). Saya terlebih
dahulu akan memverifikasi data pemohon secara
efektif dengan teknik memastikan penulisan

8.2 Komitmen Mutu

data

Efektif dengan teknik

pemohon agar tidak ada kesalahan penulisan

memastikan penulisan data

nantinya.

pemohon secara langsung

menunggu di ruang tunggu yang tersedia saya

kepada pemohon agar tidak

akan segera mengerjakannya secara profesional

ada kesalahan penulisan

dengan teknik mengetik sesuai dengan format

nantinya.

yang sudah ditentukan.

8.3 Akuntabilitas
Profesional dengan teknik
mengetik sesuai dengan format
yang sudah ditentukan

pemohon
Setelah

secara

langsung

meminta

pasien

kepada
untuk

Setelah pengetikan

selesai saya akan meminta tanda tangan pejabat


yang

berwenang,

memberi

stempel

untuk

keabsahan dan memberikan kepada pemohon.


Manfaatnya : Tindakan ini bermanfaat bagi pihak
lain

dalam

kelancaran

pengurusan

Surat

Keterangan Bebas Narkoba (NAPZA) di rumah


sakit, sehingga tercapainya misi rumah sakit
dalam Melaksanakan pelayanan prima sesuai
dengan Kode Etik Rumah Sakit dan Kode Etik
Profesi.

Membuat Laporan Bencana

Pada tanggal 2 Juni 2016 sekitar Pukul 05.56.01

tentang Data Korban di RSUD

WIB, di Kabupaten pesisir Selatan terjadi Gempa

9.1 Komitmen Mutu


Efektif dengan teknik
melakukan verifikasi data ke
IGD

Bumi Tektonik. Setelah seharian bersama seluruh


petugas rumah sakit yang terlibat melakukan
upaya bantuan bagi korban di rumah sakit, pada
sore harinya Kepala Bidang Pelayanan Medis
memerintahkan saya membuat laporan bencana

9.2 Nasionalisme

tentang data korban di Rumah Sakit. Dalam

Bekerjasama dengan teknik

membuat laporan bencana tentang data korban di

koordinasi dengan sesama

rumah sakit saya akan mempersiapkan data data

petugas penanggulangan

terlebih dahulu secara efektif dengan teknik

bencana lintas sektor se-Kab

melakukan verifikasi data ke IGD. Dalam

Pesisir Selatan melalui group

membuat laporan tersebut saya akan bekerjasama

media sosial

dengan teknik koordinasi dengan sesama petugas

9.3 Akuntabilitas
Bertanggungjawab dengan
teknik menyelesaikan laporan
tersebut sampai mendapat
persetujuan atasan dan
dipercaya sebagai data rumah
sakit

penanggulangan bencana lintas sektor se-Kab


Pesisir Selatan melalui group media sosial. Saya
akan

membuat

laporan

bertanggungjawab
menyelesaikan

tersebut
dengan

laporan

dengan
teknik

tersebut

sampai

mendapat persetujuan atasan dan dipercaya


sebagai data rumah sakit.
Manfaatnya : Dengan adanya laporan data korban
bencana yang dirawat di rumah sakit, akan
membantu pihak-pihak yang membutuhkan data
tersebut

untuk

dipergunakan

sebagaimana

mestinya sehingga penangana korbanpun dapat


dilakukan secara lebih cepat dan tepat. Sehingga
tercapainya

misi

Rumah

sakit

dalam

Melaksanakan pelayanan prima sesuai dengan


Kode Etik Rumah Sakit dan Kode Etik Profesi

BAB III
RENCANA AKSI

A. RENCANA JADWAL AKTUALISASI

Tempat
NO

Hari/Tgl

Kegiatan

Target
Kegiatan
Output
Melapor kepada

Senin
1

RSUD Dr.
30 Mei

Muhammad

2016

Zein Painan

Selasa
31 Mei
2016

Muhammad

Kualitas

Waktu

(%)

(hari)

100

1 Hari

100

1 Hari

atasan langsung
tentang rencana

Foto

aktualisasi
kegiatan.
Pemeriksaan

RSUD Dr.

Ket

dengan
Autorefraktomete

Foto

Rabu
3

1 Juni
2016

Kamis
4

2 Juni
2016

Jumat
5

Zein Painan

r di Poli Mata

RSUD Dr.

Mengukur Nilai

Muhammad

Dioptri Lensa

Zein

Kacamata Dengan

Painan

100

1 Hari

100

1 Hari

100

1 Hari

100

1 Hari

100

1 Hari

Foto

Lensometer

RSUD Dr.

Menulis

Resep

Muhammad

Kacamata

Foto
dan

Zein Painan

Video

RSUD Dr.

Mengikuti

Muhammad

Undangan

Zein Painan

Pertemuan

Foto
dan

3 Juni

koordinasi

2016

Penanggulangan

Video

Bencana

Senin
6

RSUD Dr.

Membantu

Kasi

Muhammad

Pelayanan Dalam

Zein Painan

Pengadaan Paket

6 Juni

Makanan Ringan

2016

Untuk

Foto

Pendonor

Darah di UTDRS

RSUD Dr.

Mengetik

Muhammad

Panduan

Hak

Zein Painan

Pasien

Dan

Selasa

Keluarga

7 Juni

Kelengkapan

2016

Dokumen
Akreditasi

Untuk
Foto
Pada

Kelompok Kerja
HPK

Rabu
8 Juni

RSUD Dr.

Memasang

Arah

Muhammad

Jalur Evakuasi di

Zein Painan

Rumah Sakit

RSUD Dr.

Membantu

Muhammad

Pembuatan Surat

Zein Painan

Keterangan Bebas

100

1 Hari

100

1 Hari

100

1 Hari

Foto

2016

Jumat
9

9 Juni

Narkoba

2016

(NAPZA)

Senin
10

13 Juni

Foto

RSUD Dr.

Membuat

Muhammad

Laporan Bencana

Zein Painan

Data Korban di

2016

Foto

RSUD

B. JADWAL KONSULTASI DENGAN MENTOR DAN COACH


1. Jadwal Konsultasi dengan Mentor
Nama Peserta

Andi Kasianto, A.Md. RO

Instansi

RSUD Dr. Muhammad Zein Painan

Tempat Aktualisasi

Bidang Pelayanan dan Poli Mata

No

Tanggal

Kegiatan

Output

20 Mei 2016

Mengirim Rancangan

Perbaikan Uraian Kegiatan

Kegiatan

Paraf
Mentor

24 Mei 2016

Mengajukan proposal

Disetujui

Rancangan Aktualisasi
BAB I, II, III, IV
3

2. Jadwal Konsultasi dengan Coach


Nama Peserta

Andi Kasianto, A.Md. RO

Instansi

RSUD Dr. Muhammad Zein Painan

Tempat Aktualisasi

Bidang Pelayanan dan Poli Mata

No.

Tanggal

Kegiatan

Output

Telpon/SMS/Email

17 Mei 2016

Bimbingan langsung

Daftar Uraian

Tatap Muka

Cara Membuat

Kegiatan

Rancangan Aktualisasi
2

20 Mei 2016

Bimbingan langsung

Perbaikan

tentang Rancangan

Uraian Kegiatan

Tatap Muka

Aktualisasi
3

22 Mei 2016

24 Mei 2016

Konsultasi Rancangan

Perbaikan

Email dan Sms

Aktualisasi

Uraian Kegiatan

Konsultasi Rancangan

Disetujui

Email dan Sms

Bimbingan Rancangan

Proposal

Tatap Muka

Aktualisasi BAB I, II,

Rancangan

III dan IV

Aktualisasi

Aktualisasi BAB I, II,


III dan IV
5

26 Mei 2016

BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara
Sebagai Pengelola Penanggulangan Bencana dan Refraksionis Optisien di RSUD
Dr. Muhammad Zein Painan diharapkan nantinya saat melakukan aktualisasi
ditempat kerja benar-benar menerapkan nilai-nilai ANEKA yang meliputi
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi dan
akan terus mengaktualisasikan nilai-nilai dasar tersebut secara berkelanjutan.
Dengan adanya pendidikan dan pelatihan prajabatan pola baru yang lebih
menekankan pentingnya internalisasi dan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN di
lingkungan kerja, diharapkan semakin bertambahnya aparatur sipil negara yang
profesional serta benar-benar mencerminkan seorang aparatur sipil negara dalam
melaksanakan pelayanan publik. Sehingga citra negatif yang selama ini
berkembang secara perlahan hilang dan menjadi citra baru ASN sebagai pelaksana
kebijakan publik yang amanah, pelayan publik yang melayani sepenuh hati
sehingga mampu menjadi perekat dan pemersatu bangsa dan negara.

B. RENCANA ANTISIPASI MENGHADAPI KENDALA AKTUALISASI


Dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN di
tempat kerja nanti, pastilah akan dijumpai banyak kendala dan mungkin tidak sesuai
dengan apa yang telah direncanankan. Untuk mengantisipasi kendala seperti yang
tersebut diatas maka saya akan berkonsultasi dengan mentor maupun coach. Selain
itu saya juga akan berkoordinasi dengan senior ditempat kerja untuk mencari solusi
dari kendala tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas: Modul Diklat Prajabatan


Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme: Modul Diklat Prajabatan
Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Mutu: Modul Diklat Prajabatan Golongan
I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu: Modul Diklat Prajabatan
Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi: Modul Diklat Prajabatan
Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Anda mungkin juga menyukai