Anda di halaman 1dari 24

PRINSIP DAN FASE PERKEMBANGAN

PSIKOLOGI ANAK
I.

PENDAHULUAN
Perkembangan dapat di artikan sebagai perubahan yang progresif dan kontinyu
dalam diri individu dari mulai lahir sampe mati. manusia secara terus-menerus
berkembang atau berubah yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar
sepanjang hidupnya. Perkembangan berlangsung secara terus-menerus secak masa
konsepsi sampai mencapai kematangan atau masa tua.

II. PEMBAHASAN
A.

Prinsip-prinsip perkembangan
Setiap fase atau priode perkembangan pada dasarnya selalu bertahan erat
dengan priode perkembangan yang mendahuluinya. Hal ini membuktikan bahwa
manusia merupakan kesatuan yang bulat dan tujuan yang terkandung dalam setiap
perkenbangan adalah menjadi manusia dewasa yang sanggup berdiri sendiri.
Secara sepesifik, perinsip perkembangan dapat di artikan sebagai kaidah atau
patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan hakikat dalam perkembangan. Bisa
pula diartikan perinsip perkembangan adalah patokan generalisasi mengenai sebab
dan akibat terjadinya peristiwa perkembangan dalam diri manusia.
Secara garis besar, peristiwa-peristiwa perkembangan mengikuti prinsipprinsip perkembangan sebagai berikut:

1. Never Ending Process


a.

Semua aspek perkembang saling mempengaruhi

b. setiap aspek perkembangan individu, baik fisik, emosi, intelegensi maupun social
satu sama lainya saling mempengaruhi. Jadi semua komponen adanya korelasi .
c.
d.

Perkembangan itu mangikuti pola atau arah tertentu


Setiap tahap perkambanganmerupakan hasil perkembangan dari tahap
sebelumnya yang merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya.
Contohnya untuk dapat berjalan anak harus dapat berdiri terlebih dahulu.

TABEL 2.1
Arah Tahapan Perkembangan Anak
TAHAP

JENIS PERKEMBANGAN

PERKEMBANGAN
Usi 4-16 minggu

Bayi dapat menguasai 12 macam otot acula

Usia 16-28 minggu

motornya.
Bayi dapat menguasai otot-otot yang menyanggah
kepalanya dan menggerakkan tanganya. Ia lalu

Usia 28-40 minggu

dapat meraih benda-benda.


Ia dapat menguasai badan dan tanganya. Ia mulai
dapat duduk, menagkap, dan mempermainkan
benda-benda.
Anak sudah pandai berjalan dan berlari, dapat

Tahun kedua

menggunakan kata-kata dan mengenal identitasnya


Tahun ketiga

(seperti namanya).
Anak dapat berbicara

Tahun keempat

menggunakan kata-kata sebagai alat berfikir.


Anak mulai banyak bertanya dan dabat berdiri

Tahun kelima

sediri.
Anak telah matang dalam menguasai gerak-gerik

dalam

kalimat

dan

motorisnya. Ia dapat melompat-lompat, bercerita


agak lebih panjang, lebih suka bermain berkawan.
Yelon dan welnsten (1977) mengemukakan tentang arah atau pola
perkembangan sebagai berikut :
a.

Cephalocaudal dan proximal-distal, maksudnya, perkembangan manusia itu


dimolai dari kepala ke kaki (cephalocaudal) dan dari tengah paru-paru, jantung
dan sebagainya, ke pinggir, tangan (proximal-distal).

b. Struktur mendahului fungsi. Ini berarti bahwa anggota tubuh individu akan dapat
berfungsi setelah matang strukturnya. Seperti mata, akan dapat melihat setelah
otot-ototnya matang.
c.

Perkembangan itu berdiferensiasi. Maksudnya perkembngan itu berlangsung dari


umum ke khusus (sepesifik).

d.

Perkembangan

itu

berlangsung

dari

konkrit

ke

abstrak.

Maksudnya

perkembangan terproses dari suatu kemampuan berfikir konkrit (objek tampak)

menuju ke abstrak (objeknya tidak tampak). Seperti anak kecil dapat berhitung
dengan jari tangan sedangkan remaja sudah tidak lagi.
e.

Perkembangan berlangsung dari egosentrisme kepersepektivisme.

f.

Perkembangan itu berlangsung dari outter control to inner control


Menurut almediwirja 1983, simanjutak dan pasar ibu 1979, syah 1995,
kantono 1983 kasiram 1983, sholeh soerjadinata 1971dalam buku psikologi umum
karya Drs. Alex Sobur. M.si prinsip-prinsip pekembangan antara lain sebagai
berikut:

a.

Perkembangan mencakup rangkaian perubahan yang bersifat progresif.teratur.


koheren dan berkesinambungan.

b.

Perkembangan dimulai dari respan-respon yang sifatnya umum menuju khusus.


Contohnya, seorang bayi mulan-mulan tesemyum melihat wajah manusia. Dengan
bertumbuhnya usia bayi, ia akan membedakan wajah-wajah tertentu.

c.

Tahapan perkembangan yang berlangsung secara berantai. Contohnya dalam


perkembangan bicara misalnya, sebelum seorang anak berkata-kata terlebih
dahulu ia akan mengecoh.
Setiap fase perkembangan memiliki cirri dan sifat yang khas, sehingga ada
tingkah laku yang dianggap sebagai tingkah laku buruk. Yang sebenarnya
merupakan tingkah laku yang wajar untuk fase tertentu. Para orang tua sering
mengomentari perubahan kelakuan ini sebagai dulu ia manis, patuh sekarang jadi
bandel dank eras kepala para ahli mengemukakan bahwa masa terang untuk tidak
tenang pada anak trejadi silih berganti namun adanya perubahan itu lah
perubahan cirri terjadinya perkembangan.

a.

Setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan sediri-sendri. Tempo


perkembangan mausia pada umumnya tebagi dlam kategori cepat, sedang, dan
lambat. Teori perkembangan yang selalu cepat atau terlalu lambat, biasanya
menunjukkan kelainan yang relative sangat jarang terjadi.

b.

Setiap orang akan megalami tahapan perkembangan yang berlangsung secara


berantai.

c.

Perkembangan tidak terbatas dalam arti tumbuh menjadi besar, namun mencakup
rangkaian

perubahan

berkesinambungan.

yang

bersifat

progresif,

tertur,

koheren

dan

d. Dalam perkembangan terdapat masa peka. Ialah suatu masa dalam perkenbangan
anak, saat suatu fungsi jasmani ataupun rohani, dapat berkembang dengan cepat
jika nendapat latihan yang baik dan kontinyu.
B.

Fase-fase perkembangan

1. Pengertian
Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan
rentang perjalanan kehidipan individu yang di warna cirri-ciri khusus atau polapola tingkah laku tertentu.
2. Proses perkembangan
Secara umum, proses dapat diartikan sebagai runtutan perubahan yang
terjadi dalam perkenbangan sesuatu. Menurut Huelock (1980) merupakan
perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan (developmental
changes). Manusia, menurut Elzabeth B.hurlock takpernah statis atau berhenti.
Karena perubahan-perubahan senan tiasa terjadi dalam dirinya dalam berbagai
kapasitas baik yang bersifat biologis maupun pesikologis.
Secara global, seluruh proses perkembangan individu sampai menjadi
person berlangsung dalam 3 tahapan.
a.

Tahapan proses konsepsi (pembuahan selovun ibu oleh sel seperma ayah).

b. Tahapan proses kelahiran (saat keluarnya bayi, dari rahim ibu).


c.

Tahapan proses perkembangan individu bayi menjadi seorang pribadi yang khas
(development or selfhood).
Agar dapat memudahkan dalam mempelajari fase perkembangan akan
dikelompokkan dalam 3 bagian, yaitu berdasarkan analisis, didaktis dan
psikologis.

a. Tahap perkembangan berdasarkan analisis biologis


1.

Aristoteles menggambarkan perkembangan individu, sejak anak sampai dewasa


dalam tiga tahapan. Setiap tahapan lamanya 7 tahun, yaitu :

Tahap I

: dari 0,0 7,0 tahun (masa anak kecil/masa bermain)

Tahap II

: dari 7,0 14,0 Tahun (masa anak, masa sekolah rendah)

Tahap III

: dari 14,0 21,0 tahun (masa remaja / pubertas, masa peralihan

dari usia anak menjadi orang dewasa).

Penahapan ini didasarkan pada geljala dalam perkembangan fisik (jasmani).


Halini dapat dicirikan dari tahap I dan Tahap II dibatasi oleh pergantian gigi, tahap
II dengan tahap III ditandai dengan mulai berfasenya organ-organ seksual.
2. Elizabeth Hurlock mengemukakan penahapan perkembangan individu yakni :
-

Tahap I

: fase renatal (sebelum lahir), mulai masa konsepsi sampai proses

kelahiran, yaitu sekitar 9 bulan atau 280 hari.

Tahap II

: invancy (orok), mulai

a.

Invancy atau neonates (dari lahir 14 hari)


Fase ini merupakan fase penyesuaian terhadap lingkungan. Pada masa ini bayi
mengalami masa tenang dan tidak banyak terjadi perubahan.

b. Masa bayi (antara 2 minggu 2 tahun)


Lama kelamaan bayi muali berusaha melepaskan diri dimulai dengan belajar
berdiri sendiri. Jadi, masa ini dimulai pada masa ketika anak sangat tergantung
pada lingkungan dan kemudian karena perkembangan anak mulai berusaha
menjadi lebih independent. Contoh : jalan sendiri.
c.

Masa anak (2 10/11 tahun)


Masa ini, anak masih immature. Tanda-tanda khas : usaha menyesuaikan diri
dengan lingkungan, sehingga ia merasa bahwa dirinya merupakan sebagian dari
lingkungan yang ada. Penyesuaian social dilaksanakan dengan pergaulan dan
berbagai pertanyaan. Pada usia tiga tahun, masa ini dikenal sebagai masa strum
und drang dan periode haus nama. Usia 6 tahun merupakan masa penting untuk
proses sosialisasi.

Masa remaja (11/12 20/21 tahun)


Masa remaja adalah masa peralihan untuk transisi dari anak menuju dewasa. Masa
remaja dibagi menjadi 3 bagian. Yaitu :

a.

Pra remaja (11/12-13/14 tahun)


Masa ini merupakan masa yang sangat pendek, kurang lebih hanya 1 tahun. Untuk
wanita 11/12-12/13 tahun. Untuk laki-laki 12/13-13-14 tahun. Dikatakan juga
sebagai fase negative dan perkembangan fungsi-fungsi tubuh terutama seks.

b. Remaja awal (13/14-17 tahun)


Perubahan fisik terjadi sangat pesat dan mencapai puncaknya. Ketidakstabilan
emosional karena ia mencari identitas dirinya.
c.

Remaja lanjut (17-20/21 tahun)


Pada masa ini, ia berusaha memantapkan identitas diri dan ingin mencapai
ketidaktergantungan emosional.

Dewasa
Fase dewasa terbagi 2 bagian. Yaitu :

a.

Dewasa awal (21-40 tahun)


Tahap ini adalah masa penyesuaian terhadap pola-pola hidup baru. Dan harapan
mengembangkan sifat-sifat, mengurus keluarga dan lain sebagainya.

b. Dewasa menengah (40-60 tahun)


Merupakan

masa

transisi,

masa

penyesuaian

kembali

eguilibrium

diseguolibrium. Masa yang ditakuti karena mendekati masa tua.


b. Tahap perkembangan berdasarkan didaktis
Dasar didaktis atau instruksional yang dipergunakan oleh para ahli ada beberapa
kemungkinan :
1. Apa yang harus diberikan kepada anak didik pada masa-masa tertentu
2.

Bagaimana caranya mengajar atau menyajikan pengalaman belajar pada anak


didik pada masa-masa tertentu.

3. Kedua hal tersebut dilakukan secara bersamaan yang dapat digolongkan ke dalam
penahapan berdasarkan didaktis atau instruksional. Antara lain pendapat
Commenius dan pendapat Rosseau.
-

Commenius, dipandang dari pendidikan, pendidikan yang lengkap bagi seseorang


berlangsung dalam 4 jenjang. Yaitu :

a.

Sekolah ibu untuk anak-anak 0,0 6,0 tahun

b. Sekolah bahasa ibu untuk anak-anak usia 6,0 -12,0 tahun


c.

Sekolah latin untuk remaja usia 12,0 18 tahun

d. Akademi untuk pemuda-pemudi usia 18,0 24 tahun.


-

Rosseau. Penahapan perkembangan menurut Rosseau adalah :

a.

Tahap I

: 0,0 2,0 tahun usia asuhan

b. Tahap II : 2,0 12,0 tahun masa pendidikan jasmani dan latihan panca indra.
c.

Tahap III : 12,0 15,0 tahun periode pendidikan akal.

d. Tahap IV : 15,0 20,0 periode pendidikan watak dan pendidikan agama.


c.

Tahap perkembangan berdasarkan psikologis


Para ahli yang menggunakan aspek psikologis sebagai landasan dalam
menganalisis tahap perkembangan, mencari pengalaman psikologis mana yang
khas bagi individu pada umumnya dapat digunakan sebagai masa perpindahan

dari fase yang satu ke fase yang lain. Selama masa perkembangan pada umumnya
individu mengalami masa kegoncangan 2 kali. Yaitu :
1. Kira-kira pada tahun ketiga atau keempat
2. Pada permulaan masa pubertas
Berdasarkan dua masa kegoncangan tersebut, perkembangan dapat digambarkan
melewati tiga periode, yaitu :

1.

Dari lahir sampai kegoncangan pertama (tahun ketiga atau keempat yang biasa
disebut masa kanak-kanak),

2.

Dari masa kegoncangan pertama sampai masa kegoncangan kedua yang biasa
disebut masa keserasian bersekolah.

3.

Dari masa kegoncangan kedua sampai akhir masa remaja yang biasa disebut
kematangan.

C.

Kriteria penahapan perkembangan


Perkembangan individu sejak lahir sampai masa kematangan dapat digambarkan
sebagai berikut :
Fase-fase perkembangan individu
Tahap perkembangan
Masa usia pra sekolah

Usia
0,0 6,0

Masa usia sekolah dasar

6,0 12,0

Masa usia sekolah menengah

12,0 18,0

Masa usia mahasiswa

18,0 25,0

1. Masa pra sekolah


Pada masa ini diperinci menjadi 2 masa, yaitu :
a.

Masa vital : pada masa ini, individu menggunakan fungsi biologis untuk
menemukan berbagai hal dalam dunianya untuk masa belajar, Freud menamakan
tahun pertama dalam kehidupan individu sebagai masa oral (mulut) karena
dipandang sebagai sumber kenikmatan dan ketidaknikmatan, pada tahun kedua
anak telah berjalan dengan itu anak mulai belajar menguasai ruang.

b.

Masa ekstotik. Pada masa ini dianggap sebagai masa perkembangan rasa
keindahan. Dalam arti bahwa perkembangan anak terutama adalah fungsi panca
indra.

2. Masa usia sekolah dasar atau masa keserasian bersekolah


a.

Masa kelas rendah sekolah dasar. Kira-kira 6/7 tahun 9/10 tahun
Beberapa sifat anak-anak pada masa ini seperti berikut :

Adanya hubungan positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi.

Sikap tunduk kepada peraturan permainan yang tradisional.

Adanya kecenderungan memuji diri sendiri.

Suka membandingkan dirinya dengan anak yang lain.

Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal maka soal itu dianggap tidak
penting.

Pada masa ini (terutama usia 6,0 - 8,0 tahun) anak menghendaki nilai (angka
raport) yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai
baik atau tidak.

b. Masa kelas tinggi sekolh dasar, kira-kira umur 9,0/10,0 12,0/13,0 tahun.
Beberapa sifat khasnya adalah :
-

Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang kongkrit, hal ini
menimbulkan adanya kecenderungan untuk membandingkan pekerjaan yang
praktis.

Amat realistis, ingin mengetahui, ingin belajar.

Pada masa ini, anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat (sebaik-baiknya)
mengenai prestasi sekolah.
Masa keserasian bersekolah ini diakhiri dengan suatu masa yang biasanya disebut
poeral. Sifat2 khas anak-anak masa poeral ini dapat disingkat dalam 2 hal. Yaitu :

Ditunjukkan untuk berkuasa : sikap, tingkah laku dan perbuatan anak poeral
ditunjukkan untuk berpuasa : apa yang diidam2kannya adalah si kuat, si juara, si
jujur dan sebagainya.

Ekstra versi : bererientasi keluar dirinya : misalnya, untuk mencari teman sebaya
untuk memenuhi kebutuhan fisiknya.

3. Masa usia sekolah menengah


Masa ini dapat diperinci lahi menjadi beberapa masa, yaitu sebagai berikut :
a.

Masa pra remaja (remaja awal)


Masa pra remaja biasanya berlangsung hanya dalam waktu relative singkat. Masa
ini ditandai oleh sifat-sifat negative PD. Sifat remaja sehingga sering kali disebut
masa negative.

b. Masa remaja (remaja madya)


Pada masa ini, sebagai masa mencari sesuatu yang dapat dipandang bernlai,
pantas dijunjung tinggi dan dipuja-puja sehingga masa ini disebut masa merindu
puja (mendewa2kan), yang sebagai gejala remaja. Objek pemujaan itu telah
menjadi lebih jelas, yaitu pribadi-pribadi yang dipandang mendukung nilai-nilai
tertentu (personifikasi nilai2), pada anak laki2 sering atif meniru sedangkan pada
anak perempuan kebanyakan pasif mengagumi dan memujanya dalam hayalan.
c.

Masa remaja akhir


Setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dirinya telah
tercapailah masa remaja akhir dan telah terpenuhilah tugas-tugas perkembangan
masa remaja, yaitu menemukan pendirian hidup dan masuklah individu ke dalam
masa dewasa.

d. Masa kemahasiswaan
Masa usia mahasiswa sebenarnya berumur sekitar 18,0 25,0 tahun. Mereka
dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau
dewasa madya. Dilihat dari segi perkembangan, tugas perkembangan pada usia
mahasiswa ini ialah pemantapan pendirian hidup.
III. KESIMPULAN
Setiap organism baik manusia amaupun hewan pasti mengalami peristiwa
perkembangan selama hidupnya. Perkembangan ini tidak hanya fisik akan tetapi
juga psikologis, baik dari masa prenatal sampai tua. Perkembangan merupakan
proses yang tidak pernah berhenti (never ending process) dan semua aspek
perkembangan saling mempengaruhi dan mengikuti arah tertentu (step by step).

Referensi
-

Irwanto. Psikologi umum, PT. Prenholindo, Jakarta. 2002

Ln. Syamsu Yusuf. Psikologi perkembangan anak dan remaja. PT. Remaja Rosda
Karya. Bandung. 2009

Syah, Muhibbin. Psikologi perkembangan pendidikan dengan pendekatan baru.


Bandung. 2000

Shobur alex. Psikologi umum. Pustaka setia, Bandung. 2003

Tahap-tahap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak


Bagaimana pertumbuhan balita/anak-anak Anda? Mari kita lihat tahap-tahap
pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurut dr. Kusnandi Rusmil, SpA(K),
MM rata-rata pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dapat dilihat sebagai
berikut:
APA ITU PERTUMBUHAN ?
Pertumbuhan adalah bertambahnya jumlah sel,
bertambahnya ukuran fisik, dan struktur tubuh karena
bertambah banyaknya sel-sel tubuh.

APA ITU PERKEMBANGAN?

perkembangan adalah bertambah matangnya fungsi


alat tubuh, termasuk fungsi intelektual, emosi, dan
kepribadian.

Umur 0-3 bulan


* Mengangkat kepala setinggi 45 derajat
* Menggerakkan kepala dari kanan/kiri ke tengah
* Melihat dan menatap wajah Anda
* Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
* Suka tertawa keras
* Bereaksi terkejut terhadap suara keras
* Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum
* Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak
Umur 3-6 bulan
* Berbalik dari telungkup ke telentang
* Mengangkat kepala setinggi 90 derajat
* Mempertahankan kepala tetap tegak dan stabil
* Menggenggam pencil
* Meraih benda yang ada dalam jangkauannya
* Memegang tangannya sendiri
* Berusaha memperluas pandangan
* Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
* Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik
* Tersenyum ketika melihat gambar/mainan yang menarik saat bermain sendiri
Umur 6-9 bulan
* Duduk (sikap tripoid-sendiri)
* Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan
* Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang
* Memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya
* Memungut 2 benda, masing-masing tangan pegang 1 benda pada saat yang

bersamaan
* Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup
* Bersuara tanpa arti, misalnya mamama, bababa, papapa.
* Mencari benda/mainan yang dijatuhkan
* Bermain tepuk tangan/ciluk ba
* Bergembira dengan melempar benda
* Makan kue sendiri
Umur 9-12 bulan
* Mengangkat badannya ke posisi berdiri
* Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan di kursi
* Dapat berjalan dengan dituntun
* Mengulurkan lengan/badan untuk meraih mainan/gambar yang diinginkan
* Menggenggam erat pensil
* Memasukkan benda ke mulut
* Mengulang menirukan bunyi yang didengar
* Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
* Mengeksprolasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja
* Berekasi terhadap suara perlahan/bisikan
* Senang diajak bermain "ciluk ba"
* Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal
Umur 12-18 bulan
* Berdiri sendiri tanpa berpegangan
* Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali
* Berjalan mundur 5 langkah
* Memanggil ayah dengan kata "papa", memanggil ibu dengan kata "mama"
(tergantung mengajarinya, kalau diajari memanggilnya "ayah" ya akan panggil
"ayah" catatan)
* Menumpuk 2 kubus
* Memasukkan kubus di kotak
* Menunjuk apa yang didinginkan tanpa merengek/menangis, anak bisa
mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu.
* Memperlihatkan rasa cemburu/bersaing
Umur 18-24 bulan
* Berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik
* Berjalan tanpa terhuyung-huyung
* Bertepuk tangan/melambai-lambai
* Menumpuk 4 buah kubus
* Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
* Menggelindingkan bola ke arah sasaran
* Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti
* Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga
* Memegang cangkir sendiri, belajar makan minum sendiri
Umur 24-36 bulan
* Jalan naik tangga sendiri

* Dapat bermain dan menendang bola kecil


* Mencoret-coret pensil pada kertas
* Bicara dengan baik, menggunakan 2 kata
* Dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta
* Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih
* Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring
jika diminta
* Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah
* Melepas pakaiannya sendiri
Umur 36-48 bulan
* Berdiri 1 kaki 2 detik
* Melompat kedua kaki diangkat
* Mengayuh sepeda roda tiga
* Menggambar garis lurus
* Menumpuk 8 buah kubus
* Mengenal 2-4 warna
* Menyebut nama, umur, tempat
* Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan
* Mendengarkan cerita
* Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
* Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan
* Mengenakan sepatu sendiri
* Mengenakan celana panjang, kemeja, baju
Umur 48-60 bulan
* Berdiri 1 kaki 6 detik
* Melompat-lompat 1 kaki
* Menari
* Menggambar tanda silang
* Menggambar lingkaran
* Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
* Mengancing baju atau pakaian boneka
* Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
* Senang menyebut kata-kata baru
* Senang bertanya tentang sesuatu
* Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
* Bicaranya mudah dimengerti
* Bisa membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
* Menyebut angka, menghitung jari
* Menyebut nama-nama hari
* Berpakaian sendiri tanpa dibantu
* Menggosok gigi tanpa dibantu
* Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu
Umur 60-72 bulan
* Berjalan lurus
* Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik

* Menggambar dengan 6 bagian, menggambar orang lengkap


* Menangkap bola kecil dengan kedua tangan gambar
* Menggambar segi empat
* Mengerti arti lawan kata
* Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih
* Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya
* Mengenal angka, bisa menghitung angka 5 -10
* Mengenal warna-warni
* Mengungkapkan simpati
* Mengikuti aturan permainan
* Berpakaian sendiri tanpa dibantu
Namun perlu diketahui bahwa tiap anak itu berbeda-beda pertumbuhannya. Ada
anak yang berjalan duluan, tapi bicara belum jelas. Ada juga yang bicara duluan,
berjalannya belakangan. Ada anak yang umur 2 tahun tapi susah bicara, jalan
sudah lancar atau malah sudah berlari-lari, tapi tiap kali ditanya cuma diam saja.
Rata-rata anak sekarang umur 1 tahun sudah dapat berjalan, bahkan Salma umur
10 bulan sudah berjalan. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
anak-anak. Nikmatilah jadi ibu atau orang tua, melihat perkembangannya setiap
hari, bercengkerama dengan si buah hati, ada kedekatan batin yang di dapat si
buah hati, orang tua juga bahagia melihat tumbuh kembang balitanya yang begitu
cepat, sehat, lincah dan menggemaskan. Saat-saat ini adalah saat yang tak akan
terulang kembali.
"Sepertinya baru kemarin merangkak, tidak terasa sekarang anakku yang cantik
sudah dapat berjalan dan dapat memanggil papa".
Itulah indahnya dunia anak-anak. Jangan lewatkan masa-masa yang indah dengan
anak-anak, kecuali bagi mereka yang tidak bisa setiap hari berkumpul dengan
keluarga karena pekerjaan.

siapa.

What?
Senin, 04 Mei 2009
Pertumbuhan dan Perkembangan

Perbedaan

Pertumbuhan

dan

perkembangan

Pertumbuhan
Bertambahnya

ukuran

seperti

panjang,

lebar,

volume

dan

Bersifat

kuantitatif

Irreversibel
Dapat

massa.

(tidak
diukur

dapat
dengan

kembali

ke

menggunakan

keadaan
alat:

semula)

auksanometer

Perkembangan
Suatu proses menuju kedewasaan (menuju suatu keadaan yang lebih tinggi, lebih
teratur

dan

lebih

kompleks)

Bersifat
Reversibel

kualitatif
(dapat

kembali

ke

keadaan

semula)

Tidak

dapat

Macam-macam

pertumbuhan

diukur

pada

tumbuhan,

yaitu:

1. Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi


pada ujung akar maupun ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara
kuantitatif

yaitu

dengan

menggunakan

alat

auksanometer

Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3
daerah

yaitu:

a. Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif
membelah

(bersifat

meristematik)

b. Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di


daerah

inimemiliki

kemampuan

untuk

membesar

dan

memanjang.

c. Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi


menjadi

sel-sel

yang

mempunyai

fungsi

dan

struktur

khusus.

2. Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter


batang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder
yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan
dikotil.
Macam-macam

Perkecambahan

pada

Biji

1. Perkecambahan hipogeal: apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas


(epikotil) sehingga daun lembaga tertarik keatas tanah tetapi kotiledon tetap di
dalam
Contoh:

tanah.
perkecambahan

pada

biji

kacang

tanah

dan

kacang

kapri.

2. Perkecambahan epigeal: apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah


daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon
terangkat ke atas tanah. Contoh: perkecambahan pada biji buncis dan biji jarak.

Faktor-faktor

yang

mempengaruhi

Pertumbuhan

pada

tumbuhan

1. Faktor eksternal/lingkungan: faktor ini merupakan faktor luar yang erat sekali
hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa faktor
eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut.
Air

dan

mineral

Kelembaban.
Suhu
Cahaya
2. Faktor internal: faktor yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol
pertumbuhan

dan

Macam-macam

perkembangan

hormon

tumbuhan.

pada

tumbuhan:

Auksin
Giberelin
Sitokinin
Gas

Etilen

Asam

Absisat

Kalin
Macam-macam

hormon

kalin

adalah

sebagai

Rhizokalin:

merangsang

Kaulokalin:

merangsang

pembentukan

batang

Anthokalin:

merangsang

pembentukan

bunga

pembentukan

daun

Filokalin:
Pengaruh

merangsang
Cahaya

pada

pembentukan

berikut.:

pertumbuhan

akar

Tumbuhan:

Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya


digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses
pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat
(inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu
difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses
perkecambahan yang diletaan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya

etiolasi
Pengaruh

Nutrien

No

pada

pertumbuhan

Unsur

Tumbuhan:

hara

Fungsi

1 Belerang (S) Merupakan komponen utama protein dan koenzim pada tumbuhan
2 Fosfor (P) Merupakan komponen pembentuk asam nukleat, fosfolipid, ATP dan
beberapa

koenzim

3 Magnesium (Mg) Merupakan komponen klorofil dan mengaktifkan banyak


enzim

pada

tumbuhan

4 Kalsium (Ca) Merupakan unsur penting dalam pembentukan dan stabilitas


dinding sel, memelihara struktur dan permeabilitas membran, dan mengaktifkan
banyak

enzim

pada

tumbuhan

5 Kalium (K) Merupakan kofaktor yang berfungsi dalam sintesis protein


6 Nitrogen (N) Merupakan komponen asam nukleat, protein, hormon dan koenzim
7 Oksigen (O) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
8 Karbon (C) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
9 Hidrogen (H) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
10

Molibdenum

(Mo)

Komponen

esensial

untuk

fiksasi

nitrogen

11 Nikel (Ni) Kofaktor untuk enzim yang berfungsi dalam metabolisme nitrogen
12 Seng (Zn) Merupakan unsur yang aktif dalam pembentukan klorofil,
mengaktifkan

beberapa

enzim

13 Mangan (Mn) Merupakan unsur yang aktif dalam pembentukan klorofil,


mengaktifkan

beberapa

enzim

14 Besi (Fe) Merupakan komponen sitokrom, mengaktifkan beberapa enzim


15 Klor (Cl) Diperlukan untuk tahapan pemecahan air pada fotosintesis,
diperlukan dalam menjaga keseimbangan air

FUNGSI UNSUR HARA DALAM PROSES PERTUMBUHAN DAN


PERKEMBANGAN TANAMAN
9:49 PM

MASPARY

Salam pertanian! Ketika kita memberi pupuk pada tanaman secara tidak langsung
kita memberikan unsur hara pada tanaman tersebut. Jadi secara umum unsur hara
berfungsi sebagai bahan makanan bagi tanaman. Setiap unsur hara berfungsi
berbeda-beda dalam proses pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman.
Secara singkat fungsi dari 16 unsur hara tersebut adalah:
1. Karbon (C)
Sebagai pembangun utama bahan organik
2. Oksigen
Sebagai pembangun bahan organik.
3. Hidrogen
Merupakan elemen pokok pembangunan bahan organik.
4. Nitrogen (N)

Diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif


tanaman, seperti daun, batang dan akar.
Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali
dalam proses fotosintesis.

Membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik.


Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan.
Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.

5. Fosfor
Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih/tanaman muda.
Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi
tanaman dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji.
Membantu asimilasi dan pernafasan sekaligus mempercepat pembungaan
dan pemasakan buah, biji atau gabah.
Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu.
6. Kalium (K)

Membantu pembentukan protein dan karbohidrat.


Berperan memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan bagian
kayu tanaman, agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur.
Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit.
Meningkatkan mutu dari biji/buah.

7. Kalsium (Ca)

Merangsang pembentukan bulu-bulu akar


Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman
Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pembentukan biji
Menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat metabolisme
Kalsium yang terdapat dalam batang dan daun dapat menetralisirkan
senyawa atau suasana keasaman tanah

8. Magnesium (Mg)

Magnesium merupakan bagian tanaman dari klorofil


Merupakan salah satu bagian enzim yang disebut Organic pyrophosphatse
dan Carboxy peptisida
Berperan dalam pembentukan buah

9. Belerang (Sulfur = S)

Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar


Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein dalam bentuk
cystein, methionin serta thiamine
Membantu pertumbuhan anakan produktif
Merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak,
sayuran seperti cabai, kubis dan lain-lain
Membantu pembentukan butir hijau daun

10. Besi (Fe)

Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil)


Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein
Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic hidroginase
dan Cytohrom oxidase

11. Mangan (Mn)

Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin


terutama vitamin C
Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun
yang tua
Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam
enzim
Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi

12. Tembaga (Cu)


Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase,
Lacosa, Butirid Coenzim A. dehidrosenam
Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)
13. Seng (Zincum = Zn)

Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong


perkembangan pertumbuhan
Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon
tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis
Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah

14. Molibdenum (Mo)

Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa


Sebagai katalisator dalam mereduksi N
Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran

15. Boron (Bo)

Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman


Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan
Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh
pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar
Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium
(Ca)
Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk
memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit

16. Khlor (Cl)

Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti:


tembakau, kapas, kentang dan tanaman sayuran